Showing posts with label 2018 at 08:51PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:51PM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

PM Irak Bahas Penarikan AS dari Suriah dengan Pompeo

AS mengaku tetap berkomitmen untuk melawan terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Sabtu (22/12) meyakinkan Perdana Menteri Irak Adal Abdul Mahdi bahwa AS masih berkomitmen untuk memerangi ISIS di Irak dan daerah-daerah lain. Hal itu ia tegaskan meskipun ada rencana penarikan pasukan AS dari Suriah.

Presiden AS Donald Trump telah memulai penarikan total pasukan AS dari Suriah. Dia menyatakan pada Rabu bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan misi untuk mengalahkan ISIS. Rencana itu menuai kritik dari sekutu seperti Inggris dan Prancis yang mengatakan para militan belum sepenuhnya dikalahkan.

"Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi menerima panggilan telepon dari Menlu AS Mike Pompeo yang menjelaskan rincian penarikan dari Suriah yang akan datang, dan menegaskan bahwa AS masih berkomitmen untuk memerangi ISIS dan terorisme di Irak dan daerah lainnya," kata kantor Abdul Mahdi mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca juga, Trump akan Tarik Seluruh Pasukan AS di Suriah.

Abdul Mahdi dan Pompeo juga membahas keputusan Washington memperpanjang dispensasi selama 90 hari kepada Irak terkait sanksi terhadap Iran. Dengan dispensasi itu akan memungkinkan Baghdad untuk terus mengimpor gas Iran yang sangat penting untuk produksi listrik Irak.

Pemerintahan Trump menerapkan kembali sanksi terhadap ekspor energi Iran pada November lalu. Namun, AS telah memberikan keringanan kepada beberapa pembeli untuk memenuhi kebutuhan energi konsumen.

Irak sangat bergantung pada gas Iran untuk pembangkit listriknya. Irak mengimpor sekitar 1,5 miliar kaki kubik standar per hari melalui jaringan pipa di selatan dan timur.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CtgtXX
December 22, 2018 at 08:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CtgtXX
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Warga Hingga Pasukan Oranye Konvoi Rayakan Persija Juara

Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 musim 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Pegangsaan, Jakarta Pusat hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan konvoi atas kemenangan Persija versus Mitra Kukar dengan mengelilingi Kelurahan Pegangsaan pada Ahad (9/12) petang. Persija pun menjadi juara Liga 1 musim 2018.

Lurah Pegangsaan, Suprayogi mengatakan, usai nonton bareng di kantor Kelurahan Pegangsaan, warga dan petugas PPSU atau yang lebih dikenal dengan Pasukan Oranye bersuka cita atas aksi Persija yang memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. "Pasti senang (Persija juara)," kata Suprayogi di Jakarta pada Ahad.

Pihaknya beramai-ramai melakukan konvoi dengan menggunakan mobil bak terbuka dan sejumlah sepeda motor mengelilingi Pegangsaan sebagai luapan kebahagiaan atas kemenangan Persija yang bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Rombongan konvoi bersorak-sorai sambil mengibarkan bendera dan balon tepuk berwarna merah dan jingga serta  membunyikan klakson sebagai pengiring musik konvoi mereka.

Jalanan ramai lancar dan kondisi terlihat kondusif ketika rombongan mengitari Pegangsaan untuk konvoi. Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara sempat nonton bareng di kelurahan Pegangsaan hingga babak kedua, namun berikutnya Ia pamit untuk nobar di Kelurahan Menteng.

Konvoi berlangsung sekitar satu jam dan telah berakhir saat berita ini diturunkan. Dalam laga terakhir Liga 1 2018, Persija menang 2-1 dari Mitra Kukar, dan meraih juara Liga 1 setelah puasa gelar selama 17 tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G6GOih
December 09, 2018 at 08:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G6GOih
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

BNI Perluas Wilayah KUR Program Perhutanan Rakyat

BNI juga menyentuh penggarap lahan di Provinsi Sumatra Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Program Perhutanan Sosial yang digagas pemerintah terus diperkuat dan diperluas. Kali ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai salah satu bank pendukung Program Perhutanan Sosial, mendapatkan mandat untuk memperluas cakupan wilayah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam rangka Program Perhutanan Rakyat, yaitu tidak hanya di Pulau Jawa melainkan mulai menyentuh petani penggarap hutan di Pulau Sumatra.

Sebelumnya, BNI merupakan bank yang menyasar petani penggarap lahan di Jawa Timur dan Jawa Barat. Mulai saat ini, BNI juga menyentuh penggarap lahan di Provinsi Sumatra Selatan.

          

Demikian terungkap dalam acara Kunjungan Kerja Presiden RI Joko Widodo ke Kawasan Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Sumatra Selatan, Ahad (25/11). Hadir juga pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kehutanan & Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri BUMN Rini M Soemarno, dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni.

        

Achmad Baiquni menuturkan, BNI memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendukung Program Perhutanan Sosial, sebagai terobosan penting dalam memperluas kesejahteraan kepada petani penggarap lahan hutan serta Pemerataan ekonomi. Untuk itu, kali ini, BNI tidak hanya fokus pada penyaluran KUR bagi petani penggarap lahan hutan di Jawa Timur dan 3 Kabupaten di Jawa Barat, namun memperluas dukungannya hingga ke Sumatra Selatan, khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin.

            

Di Kabupaten Musi Banyuasin ini, terdapat 3.646 penerima SK Perhutanan Sosial berupa SK Pengakuan Pelindungan Kemitraan Kehutanan (KULINKK), SK Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan SK Hutan Kemasyarakatan (HKm). Total lahannya 26.886 hektara (ha). Jumlah tersebut merupakan bagian dari total Perhutanan Sosial Sumatra Selatan seluas 55.940 ha dengan total penerima SK sebanyak 9.476 KK.

       

Sebagai penerima SK, para petani tersebut menjadi jelas statusnya, yaitu menjadi petani yang layak mendapatkan akses permodalan yang murah dari perbankan. Untuk itu, BNI memberikan perhatian khusus untuk menyalurkan KUR. Untuk tahap awal, KUR BNI yang telah tersalurkan pada Program Perhutanan Sosial di Sumatra Selatan mencapai Rp 105 juta dan yang sedang dalam proses Rp 6,3 miliar, menyentuh 324 petani penggarap lahan penerima SK.

           

Dan untuk membantu peningkatan kualitas pertanian di lahan garapan, BNI juga menyalurkan bantuan CSR yang diberikan kepada penerima SK Perhutanan Sosial BNI di Sumatra Selatan. Bantuan diberikan berupa 5 unit traktor tangan yang diserahkan kepada 5 kelompok penerima SK di Kabupaten Musi Banyuasin.

          

Selain dari Perhutanan Sosial Sumatra Selatan, BNI sejak tahun 2017 sudah berkiprah dalam Perhutanan Sosial di Jawa Timur. Dimana sampai dengan 23 November 2018, penyaluran KUR BNI di Perhutanan Sosial sebesar Rp 17,9 miliar kepada 3.093 penerima SK Perhutanan Soisial yang diserahkan oleh Presiden di Probolinggo, Madiun , Tuban, Bandung dan Palembang.

          

Dari hasil penyaluran KUR di Jawa Timur tersebut, beberapa lokasi binaan telah menunjukkan keberhasilan dari program ini. Salah satunya LMDH Wono Lestari di Lumajang Jawa Timur, penerima SK di tempat tersebut berhasil mengembangkan potensi bisnis di daerahnya seperti susu sapi, pisang, madu, getah damar dan akan dikembangkan untuk pengolahan susu menjadi produk bernilai tinggi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r3DAlm
November 25, 2018 at 08:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r3DAlm
via IFTTT
Share:

In Picture: Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Sumatera Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Presiden Joko Widodo menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Ahad (25/11). 

Penerima SK ini berasal dari 10 kabupaten (Muara Enim, Musi Rawas, Pagar Alam, Lahat, Banyuasin, OKU selatan, OKU, OKI, OKI Timur, dan Musi Banyuasin), dengan luas 56.276 Ha, yang meliputi 9.710 KK. 

Pada periode tahun 2015-2019, pemerintah mengalokasikan kawasan hutan seluas 12,7 juta Ha melalui program Perhutanan Sosial. Khusus di tahun 2019, program Perhutanan Sosial akan direncanakan untuk 3,5 sampai dengan 4,3 juta Ha. Di wilayah Provinsi Sumatera Selatan sendiri, telah tercatat pencadangan kawasan untuk hutan sosial seluas 333.651 Ha.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FFI0cq
November 25, 2018 at 08:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FFI0cq
via IFTTT
Share: