Showing posts with label 2018 at 04:46PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:46PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Umat Islam di Suriname Kekurangan Guru dan Buku-Buku Islam

Kedua problem ini belum sepenuhnya teratasi, mengingat dana yang juga terbatas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dengan keragaman seperti itu, tak salah jika Suriname dikenal sebagai salah satu negara multietnis terbesar di Amerika Selatan. Namun, kondisi itu tidak menciptakan perpecahan.

Bayangkan, di sana terdapat banyak kelompok etnis ataupun agama, seperti Hindu, Kristen, Islam, Afrika, Arab, Cina, India, Pakistan, Indonesia, Yahudi, Indian, dan Belanda. Di tengah pluralisme itu, hubungan yang terjalin berlangsung cukup baik dan akrab.

''Tak ada penganut agama di Suriname yang punya masalah dengan penganut agama lain,'' papar Guido Robles, seorang pengusaha di Paramaribo. ''Bila pun ada persoalan, itu lebih disebabkan ulah politisi.''

Carlo K Dwarka Panday, manajer Hotel Krasnapolsky Paramaribo, sependapat. Menurutnya, berbeda di negara lain, misalnya di India yang kerap terjadi pertikaian antara penganut Hindu dan Islam. Hal itu tidak demikian di negara ini.

''Kami di sini hidup rukun. Saat Idul Fitri, umat Hindu datang ke masjid dan mengucapkan selamat dan merayakan hari raya dengan umat Muslim,'' dia menambahkan.

Baca: Islam di Suriname Jaga Kebersamaan

Pun, ketika tiba hari Phagwa, festival warna dalam agama Hindu, umat Muslim turut bergembira. Demikian juga pada waktu hari Natal, segenap umat beragama ikut mengucapkan selamat.

Bentuk toleransi yang lain dapat dilihat di pusat Kota Paramaribo. Masjid Anjumann Ishaat Islam berdiri berdampingan dengan sebuah sinagog Yahudi dan selama ini tidak pernah ada pertikaian di antara kedua penganut agama.

Seiring dengan itu, agama Islam berkembang pesat. Seperti dikemukakan Dr Isaac Jamaluddin, ketua Majelis Muslimin Suriname, salah satu organisasi Islam terbesar di Suriname, warga Muslim tidak kendur, bahkan semakin antusias mempelajari ajaran agama.

''Itu sudah berlangsung sejak dua dekade terakhir,'' katanya.

Meski begitu, mereka masih menemui kendala. Pengajaran agama Islam terbentur oleh keterbatasan tenaga pengajar serta material yang diperlukan, seperti buku-buku agama.

Kedua problem ini belum sepenuhnya teratasi, mengingat dana yang juga terbatas. ''Tidak seperti umat lain, mayoritas umat Islam berasal dari kelas menengah bawah. Sehingga, terkadang, kami kesulitan memenuhi keperluan untuk pengajaran agama ini,'' ujar Jamaluddin.

Oleh karena itu, dia mengharapkan bantuan dari lembaga serta negara Islam di dunia, terutama dalam penyediaan tenaga guru agama dan material pengajaran tadi.

Jamaluddin meminta masalah ini menjadi perhatian bersama. Terlebih, mengingat, selama ini umat agama lain, yakni Kristen dan Hindu, banyak mendapat dukungan dari Belanda, Amerika, serta India.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rXu2cc
December 27, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rXu2cc
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Pemkot Yogyakarta Bersiap Sambut Wisatawan Saat Naratu

Persiapan yang dilakukan mencakup tiga hal.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengaku siap menerima kedatangan wisatawan saat Libur Natal 2018 dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Kawasan Malioboro diperkirakan akan menjadi kawasan yang paling banyak dikunjungi di Kota Yogyakarta, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, puncak kedatangan wisatawan ke Yogyakarta diperkirakan akan terjadi pada 21 hingga 22 Desember. Untuk itu, pihaknya pun telah menyiapkan berbagai persiapan untuk menyambut wisatawan.

Persiapan yang dilakukan mencakup tiga hal. Mulai dari Yogyakarta bersih, Yogyakarta tertib, dan Yogyakarta aman.

"Secara prinsip, Malioboro itu mengedepankan tiga hal. Malioboro atau Yogyakarta yang bersih, Yogya yang tertib, dan Yogya yang aman," kata Haryadi, di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Pihaknya pun akan menyiapkan satgas, baik untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan menjaga keamanan bagi seluruh pengunjung Malioboro. Satgas ini akan bekerja sama dengan kepolisian, TNI dan Satpol PP.

"Kita akan buat satgas kebersihan. Ketertiban, seperti biasa akan ada satgas ketertiban, juga keamanan," ujarnya.

Pada 21 Desember, diadakan apel bersama dinas yang ada di jajaran Pemkot Yogyakarta. Hal ini tentunya dalam mempersiapkan semua instansi yang ada menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SYMGvC
December 20, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SYMGvC
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Merger Kampus Sepanjang Tahun 2018 tak Sesuai Target

Per Agustus 2018 sudah ada 200 usulan merger yang di proses ke Ditjen Kelembagaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Target pemerintah dalam melakukan merger atau menggabungkan perguruan tinggi kecil nampaknya tidak berjalan sesuai harapan. Pasalnya, dari target menggabungkan 1.000 perguruan tinggi kecil, hingga akhir tahun 2018 kampus yang dimerger belum mencapai 100.

“Saat ini belum sampai 100, tapi di atas 50. Misal kalau sampai di atas 500 akan sangat bagus,” kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, Rabu (19/12).

Meski perkembangan merger perguruan tinggi kian alot, Nasir berdalih saat ini respons merger kian positif dan banyak masyarakat dan yayasan yang mulai membuka diri dengan merger. Karena itu dia berharap tahun 2019 mendatang, banyak kampus kecil melakukan merger.

“Makin baik dan masyarakat sudah mulai berpikir (untuk melakukan merger),” jelas dia.

Selain itu, tahun 2019 mendatang Nasir juga berencana untuk mulai menggabungkan kampus antar daerah. Diharapkan, semakin banyak kampus yang mau melakukan merger. 

Jumlah perguruan tinggi (PT) di Indonesia mencapai 4.529. Namun sayangnya, hampir 3.168 PT termasuk pada perguruan tinggi kecil dan sekitar 633 termasuk pada PT yang kurang sehat.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Patdono Suwignjo mengaku terus berupaya mendorong kampus kecil dan tidak sehat agar mau melakukan merger. Upaya merger sendiri, sudah lama dicanangkan oleh Kemenristekdikti. 

Patdono menyebut, per Agustus 2018 sudah ada 200 usulan merger yang di proses ke Ditjen Kelembagaan Kemenristekdikti. Dia pun berharap, target Menristekdikti untuk mengurangi 1.000 perguruan tinggi bisa tercapai pada akhir tahun 2018.

“Sekarang dalam proses itu ada 200 usulan untuk  melakukan merger. Ada yang tiga PT merger jadi satu. ada yang empat PT merger jadi satu, dan ada yang dua PT merger jadi satu. Tapi ini masing-masing PT yang merger itu masih banyak yang mau merger tapi wait and see,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SWmv8P
December 19, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SWmv8P
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

PWNU Jateng Apresiasi Rencana Pemberian Intensif Guru Ngaji

Pemberian intensif guru ngaji bentuk hadirnya negara membentuk karakter bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang menilai Pemerintah belum melihat peran dan kontribusi guru madrasah diniyah (madin) dan TPQ di pelosok desa.

Sehingga pemerintah belum banyak hadir membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, kendati peran guru TPQ dan guru madin dalam membangun mental dan akhlak anak bangsa cukup sentral.

Hal ini ditegaskan Ketua PCNU Kabupaten Semarang, Ahmad Fauzan yang dikonfirmasi usai pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Semarang, masa khidmat 2018- 2023, di Ponpes Al Mas’udiyah, Blater, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Ahad (16/12).

Oleh karena itu, ia mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang akan memberikan insentif bagi guru madin dan guru TPQ, termasuk  ustaz pondok pesantren. .

“Bagi masyarakat yang ada di pedesaan, mereka merupakan peletak fondasi keagamaan serta bangunan karakter anak- anak generasi penerus bangsa,” kata dia. 

Alhamdulillah, jelas Fauzan, dengan kebijakan dari Pemprov tersebut gubernur akan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan para guru madin maupun guru TPQ di desa- desa.

Sebaliknya, insentif ini, walaupun ia mengaku belum mengetahui berapa besarannya, bisa dimanfaatkan teman- teman guru ngaji. “Karena kalau kita hitung per bulan mereka ini baru Rp 100 ribu,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, PCNU Kabupaten Semarang ke depan juga akan terus berupaya meningkatkan peran Lembaga Ma’arif NU ini agar bisa bekerja professional sesuai dengan aturan- aturan organisasi.

Karena di Kabupaten semarang banyak sekali Madrasah Ibtidiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah yang bernaung di bawah Ma’arif. Tapi ini belum diurus dengan maksimal.

Dia meyakini, insya Allah kalau ini diurus maksimal akan menjadi satu kekuatan bagi bangsa ini sekaligus menjadi kader-kader NU di masa depan. “Sebab tanpa pendidikan organisasi pasti hancur. NU punya Maarif dan pesantren. Ini yang akan menjadi ujung tombak masa depan NU,” tegasnya.

Wakil Ketua Umum PBNU Marsudi Syuhud saat melantik pengurus PCNU kabupaten Semarang juga berpesan kepada jajaran pengurus agar mengembangkan lembaga- lembaga pendidikan yang ada di bawah NU, seperti Maarif dan pondok pesantren.

Lembaga pendidikan ini memiliki peran yang sangat penting membangun karakter dan akhlak generasi bangsa. Dengan begitu, para pengurus ini akan mewariskan kemaslahatan bagi umat, khususnya di bidang pendidikan.

“Tetapi saya juga berharap agar peran pemerintah juga terus didorong untuk ikut membesarkan lembaga pendidikan seperti Maarif dan ponpes ini,” jelasnya.

Sebelumnya, rencana Pemprov Jawa Tengah yang berencana memberikan insentif kepada para ustadz pondok pesantren guru madin dan TPQ juga diapresiasi wakil rakyat Jawa Tengah.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muh Zen Adv menilai kebijakan ini sangat positif. Karena sudah seharusnya ustadz, guru madin dan TPQ juga  mendapatkan apresiasi karena perannya di tengah masyarakat.

“Berapapun itu nominalnya, yang penting semangat untuk memperhatikan pendidikan keagamaan harus didorong, karena kontribusi guru madin dan TPQ selama ini juga penting,” ungkapnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, ustaz pesantren dan guru madin/ TPQ adalah pendidik sekaligus pengawal masa depan anak- anak bangsa, khususnya di bidang keagamaan.

Pendidikan karakter dan nilai-nilai nasionalisme, saat ini mutlak harus menjadi prioritas dalam membangun SDM agar generasi kedepan benar- benar menjadi generasi yang tidak hanya menguasai aspek kognitif saja.

“Namun juga aspek afektif, psycomotorik, juga harus mendapatkan perhatian dari Negara,” katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EpWPgL
December 16, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EpWPgL
via IFTTT
Share:

Cara Donita Bagi Waktu untuk Anak dan Rawat Diri

Donita menyukai perawatan diri yang praktis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak baru saja dikaruniai anak kedua, kesibukkan aktris sinetron Donita sebagai seorang ibu semakin bertambah. Belum lagi Donita bersama suami, presenter Adi Nugroho, juga tengah disibukkan dengan bisnis mereka di bidang kuliner.

Meski demikian, perempuan kelahiran Bandung 29 tahun lalu ini tetap menyempatkan waktu untuk memanjakan diri yaitu dengan cara melakukan perawatan tubuh. Bagi Donita, ini bisa menjadi momen penyegaran setelah menjalani aktivitas yang melelahkan.

Menyadari tidak memiliki banyak waktu untuk perawatan ke salon, Donita memilih aktivitas praktis yang bisa dilalukan di rumah. "Sekarang bagaimana caranya aku butuh sesuatu yang praktis dan tidak makan waktu," kata Donita, Sabtu (15/12).

Mandi dengan berbagai ritual di dalamnya menjadi salah satu cara Donita memanjakan diri. Donita mengaku sangat menikmati setiap tahapan mandi mulai dari keramas hingga membasuh wajah.

Selain saat mandi, Donita juga memanjakan diri sengan merawat kulit wajah. Ketika di rumah, Donita selalu melakukan tahapan demi tahapan perawatan wajah seperti menggunakan pembersih dan pelembab. Menurut Donita, merawat wajah adalah kegiatan rutin yang tidak mengenal musim.

"Di rumah pun aku pakai moisturizer dan sunblock untuk melindungi kulit dari paparan sinar-sinar lampu atau menghindari kulit kering karena kena AC setiap hari," tambah Donita.

Dalam hal memberi ruang untuk diri sendiri, Donita juga tidak terlalu memaksakan diri melakukan semua pekerjaan sendiri. Namun soal anak, Donita tetap memastikan semua kebutuhan asupan kedua anaknya tetap terpenuhi dengan baik.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ez5IFU
December 16, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ez5IFU
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

Kuota Haji tak Tambah, Ini Penilaian Amphuri pada Presiden

Kuota Haji tak Tambah, Ini Penilaian Amphuri pada Presiden

Jumat , 14 Des 2018, 16:46 WIB

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Penasihat Amphuri Mahfud Junaedi mengatakan presiden mestinya yang melakukan pendekatan agar Indonesia mendapat tambahan kuota haji. Penambahan kuota mesti menjadi suatu hal yang harus diperjuangkan untuk mengurangi antrean yang panjang.

Baca Juga:

"Mestinya dalam keadaan kayak gini presiden yang turun bukan menteri yang maju," kata Mahfud saat berbincang dengan Republika.co.id, Jumat (14/12).

Mahfud menilai dengan tidak ditambahnya kuota haji tahun 2019 Presiden, Joko Widodo tidak dekat secara personal dengan pemerintah Saudi. Apalagi dekat secara personal dengan Raja Salman. "Kalau presiden pendekatannya baik, pasti dikasih tambahan. Ini kan ketika ada acara gabungan Islam kita enggak diundang kemarin," ujarnya.

Menurut Mahfud seharusnya presiden di tahun terakhir masa jabatannya memberikan kenang-kenangan kepada negara dengan mendapatkan tambahan kuota haji dari raja Salman. "Rayulah, orang Saudi ini hubungan informil, artinya lebih cepat akrab. Kalau perlu presiden telpon tanya raja bagaimana raja sehat, saya yakin kuota dapat," katanya.

Padahal, Mahfud mengatakan, lobi-lobi Jokowi terkait permintaan tambahan kuota jika dikabulkan, bakal meningkatkan elektabilitasnya di Pemilu 2019. Secara tidak langsung Jokowi mengampanyekan untuk menang dua periode. "Bagi presiden dalam hal seperti ini termasuk kampanye," katanya.

Berita Terkait

Karena kata dia dikabulkan atau tidaknya permintaan tambahan kuota haji oleh pemerintah Saudi tergantung bagaimana pendekatan presidennya. Kalau presidennya tidak bisa melakukan pendekatan permintaan tambahan kuota, tidak akan pernah dikabulkan. "Siapapun meterinya kalau keadaanya kayak gini tidak akan ditambah kuota," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zXuLP5
December 14, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zXuLP5
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Dulu Terjerat Utang, Kini Omzet Usahanya Capai Rp 10 Juta

Dengan pembinaan Rumah Zakat diharapkan usaha semakin berkembang.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Sejak awal pendirian usahanya tahun 2010, Nuraisyah sempat terjerat utang untuk meminjam modal dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun kini setelah mendapatkan pembinaan dari Rumah Zakat usahanya semakin berkembang dan bisa mencapai omzet Rp 10 juta per bulan.

“Alhamdulillah, sejak mengenal Rumah Zakat dan mendapatkan bantuan, usaha saya sedikit demi sedikit mengalami peningakatan. Yang paling disyukuri, saya juga bisa terbebas dari utang,” tutur Nuraisyah seperti dalam siaran pers, Rumah Zakat, Rabu (12/12).

Nuraisyah adalah salah satu member ekonomi Rumah Zakat di Banjar Sersan, Pontianak, Kalimantan Barat. Sejak tahun 2014, Nuraisyah mendapat intervensi dari Rumah Zakat berupa modal dan sarana usaha berupa mixer, kompor gas, oven gas, loyang, kotak kue, mika kue, perbaikan dapur, hingga sarana promosi, dan pembinaan ekonomi.

Hampir setiap hari Nuraisyah bekerja memproduksi puluhan brownies dan aneka kue mulai pukul dua dini hari hingga menjelang pagi. Menurutnya, usaha kue yang sudah ditekuninya selama delapan tahun ini merupakan salah satu hobinya yang bisa menghasilkan.

Dengan adanya pembinaan yang diberikan Rumah Zakat, Nuraisyah berharap usahanya semakin berkembang. Dengan demikian, ia bisa membantu suaminya yang bekerja sebagai pengumpul barang bekas yang penghasilannya tidak menentu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2C6T1PW
December 12, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2C6T1PW
via IFTTT
Share:

Mengenal Sarjana dari Sankore

Sejumlah sarjana terkenal yang lahir dari Universitas Sankore.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah sarjana terkenal yang lahir dari Universitas Sankore. Di antaranya adalah Mohammed Bagayogo dan Ahmad Baba.

Mohammed Bagayogo

Bagayogo memiliki nama lengkap Mohammed Bagayogo Es Sudane Al Wangari Al Timbukti. Ia merupakan salah satu sarjana terkemuka dari Universitas Sankore, Timbuktu. Ia kemudian menjadi salah satu syekh dan profesor yang sangat dihargai.

Bagayogo dilahirkan di Djenne pada 1523 Masehi. Selain terkenal karena keilmuannya, ia juga dikenal karena sejumlah karya yang ditulisnya. Sejumlah manuskrip karyanya tersimpan di The Ahmed Baba Institute. Ada pula yang tersimpan di Museum Prancis.

Karya-karya Bagayogo banyak digunakan sebagai rujukan para sarjana lainnya untuk mempelajari dan memahami budaya yang berkembang di Mali pada abad pertengahan. Ia juga merupakan guru sarjana ternama lainnya, yaitu Ahmad Baba.

Bagayogo pernah berkunjung ke Kairo saat melakukan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Saat singgah di Kairo, ia dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Universitas Al Azhar atas jasa-jasanya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Ahmad Baba

Ahmad Baba al-Massufi al-Timbukti juga merupakan salah satu alumnus Universitas Sankore. Ia merupakann ahli hukum, seorang profesor, dan imam. Ia lahir pada bulan Oktober 1556 dan meninggal dunia pada 1627.

Ahmad Baba dikenal pula dengan panggilan Ahmad Baba Es Sudane atau Ahmad Baba the black. Selain sebagai seorang cendekiawan, ia merupakan seorang penulis Afrika Barat di abad pertengahan. Ia pun dikenal sebagai ahli politik di wilayah yang dikenal sebagai Sudan Barat.

Saat menimba ilmu, Ahmad Baba pernah menjadi salah satu Mohammed Bagayogo. Sepanjang hidupnya, Ahmad Baba menulis lebih dari 60 buku. Termasuk, buku biografi Muhammad Abd al-Karim al-Maghili, seorang ahli hukum agama, saat ia deportasi ke Maroko.

Biografi tersebut kemudian diterjemahkan oleh seorang pemikir Barat, MA Cherbonneau, pada 1855 dan menjadi salah satu teks utama untuk studi sejarah hukum di Sudan Barat. Karya Ahmad Baba merupakan sumber terbaik untuk mempelajari al-Maghili.

Di sisi lain, Ahmad Baba juga menulis sejumlah karya dalam berbagai bidang, termasuk hukum, kedokteran, filsafat, astronomi, matematika, dan lain-lain. Karena jasa dan kebesaran namanya, sebuah institut diberi nama sesuai namanya, The Ahmad Baba Institute.

Lembaga ini menyimpan lebih dari 18 ribu naskah. Selain Ahmad Baba, ada juga sarjana lainnya dari Universitas Sankore, antara lain Modibo Mohammad al-Kaburi, Abu al-Abbas Ahmad Buryu ibn, Ag Mohammed ibn Utman, Abu Abdallah, dan Ag Mohammed Ibn Al-Mukhtar An-Nawahi. Sebagian besar sarjana tersebut mengikuti mazhab Maliki.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zV4ocl
December 12, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zV4ocl
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Nilai Penerbitan Surat Utang Per Oktober Rp 123,8 Triliun

Target penerbitan obligasi tahun ini hingga Rp 140 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebutkan, total penerbitan surat utang hingga Oktober Rp 123,8 triliun. Surat utang yang diterbitkan ini terdiri atas obligasi korporasi, Mediun Term Notes (MTN), dan sekuritisasi, masing-masing sebesar Rp 98,1 triliun, Rp 22,1 triliun, serta Rp 3,6 triliun. 

Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra memproyeksikan, total penerbitan surat utang tahun ini bisa menembus Rp 135 triliun. "Jadi masih ada waktu, mudah-mudahan bisa capai Rp 135 triliun sampai Rp 140 triliun," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa, (11/12).

Tahun ini, ada 49 korporasi yang menerbitkan surat utang, baik dari perusahaan Bank Umum Milik Negara (BUMN) maupun swasta. Meskipun jumlahnya hampir nama, secara nilai, porsinya lebih banyak surat utang BUMN.

Lebih lanjut, kata dia, transaksi obligasi korporasi di pasar sekunder mencatatkan peningkatan meskipun tidak sebesar tahun sebelumnya. Selama Januari hingga September 2018, rata-rata nilai transaksi harian di pasar obligasi korporasi mencapai Rp 1,4 triliun dengan frekuensi sebanyak 128 kali.

Menurutnya, tahun dengan penerbitan obligasi terbaik adalah tahun 2017. Pasalnya, penerbitan obligasi dan MTN saat itu mencapai Rp 185 triliun.

Baca juga, OJK Kaji Ulang Proses Pemeringkatan Penerbitan Surat Utang

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zS2tp9
December 11, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zS2tp9
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Persija Vs Mitra Kukar, Sebanyak 69 Ribu Tiket Ludes Terjual

Laga nanti bakal menentukan bagi skuat Macan Kemayoran untuk meraih juara Liga 1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang partai pamungkas Liga 1 antara Persija Jakarta versus Mitra Kukar, tiket untuk pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Ahad (9/12), sudah terjual sebanyak 69 ribu tiket. Hal itu disampaikan oleh media officer Persija, Eko Romeo Yudiono, saat konferensi pers bersama media.

"Hingga hari ini, jumlah tiket yang terjual mencapai 69 ribu lembar," ujar Eko dari keterangan yang diterima, Sabtu (8/12).

Pertandingan di pentas elite kompetisi sepak bola Indonesia ini memang kerap digandrungi banyak penonton. Terlebih, laga nanti bakal menentukan bagi skuat Macan Kemayoran untuk bisa mengklaim gelar juara di hadapan pendukungnya sendiri.

Pasalnya, tim ibu kota saat ini memimpin klasemen sementara Liga 1 dengan torehan 59 poin, unggul satu poin dari pesaing terdekatnya, PSM Makassar, yang mengenas 58 poin.

Alhasil, euforia menyambut Persija juara menggema seantreo Jakarta. Sebab, para Si Oren telah puasa gelar liga lebih dari satu dekade terakhir atau sejak 2001 silam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zP1i9J
December 08, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zP1i9J
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Berbagai Kalangan Mengenang Mantan Presiden Bush

Mantan Presiden AS George W. Bush dan Ibu Negara Laura Bush meletakkan tangan mereka di atas peti bekas Mantan Presiden George HW Bush

EMBED
George Herbert Walker Bush pernah memimpin bantuan AS untuk bencana tsunami Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Mantan Presiden AS ke 41, George Herbert Walker Bush meninggal dunia di kediamannya di Houston, Texas, Jumat malam waktu setempat.

Selama menjabat pada 1989-1993 ia banyak terlibat berbagai isu internasional. Presiden Bush juga pernah memimpin upaya bantuan AS bagi bencana tsunami di Aceh awal 2005.

Berikut video lengkapnya.

Sumber : VOA

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DZxeLD
December 05, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DZxeLD
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Gus Irfan Meneteskan Air Mata Saat Ikut Reuni 212

Reuni 212 dinilai sebagai cerminan semangat persatuan umat Islam di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengasuh Pondok Pesantren Al-Faros, Jawa Timur, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan menilai berlangsungnya Reuni 212 adalah cerminan dari semangat persatuan umat Islam di Indonesia.

Menurut Irfan Yusuf, tidak tepat bila acara tersebut dicap politis dan dimodali oleh pihak-pihak tertentu.  "Semua kan bisa dibilang politis kalau kita melihat dari kaca mata politis. Kalau kita lihat dari kacamata dakwah dan persatuan, ya ini persatuan," kata Gus Irfan dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Senin (3/12).

Salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mengaku ikut ambil bagian dalam Reuni Mujahid 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta, Ahad (3/12). Ia berangkat dari Surabaya menuju Jakarta pada Sabtu malam, menggunakan pesawat terakhir pada hari itu.

Di pesawat, ada rombongan peserta Reuni Mujahid 212 dari berbagai wilayah di Jawa Timur, seperti Madura dan Malang.  "Hampir 80 persen penumpang pesawat malam itu memang yang akan berangkat ke Monas. Jadi mereka berangkat murni dari uang pribadi. Tidak ada hubungannya dengan pemodal. Ini mencerminkan semangat persatuan umat Islam," jelas Gus Irfan.

Baca juga, Polisi Apresiasi Kegiatan Reuni 212 yang Berjalan Tertib.

Dia mengaku tak melihat unsur politis di Reuni Mujahid 212. Gus Irfan justru melihat semangat persatuan yang digelorakan umat Islam melalui acara ini.

"Ghiroh-nya luar biasa. Saya itu orang ndablek (bandel). Hampir tak pernah menangis dalam hidup kecuali saat Ibu meninggal. Kemarin itu, melihat begitu banyak orang, apalagi saat baca solawat, begitu banyak orang baca solawat, tak terasa air mata menetes," kata Gus Irfan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pghu98
December 03, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pghu98
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Bank Mandiri Pimpin Kredit Sindikasi Rp 13,7 Triliun

Sebanyak 29 lembaga keuangan terlibat dalam proyek enam ruas tol dalam kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Mandiri memimpin kredit sindikasi sebesar Rp 13,7 triliun untuk pembangunan enam Ruas Tol Dalam Kota Jakarta Tahap I Ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang dengan total panjang tol kurang lebih 30 kilometer (km). Pembiayaan sindikasi ini tercatat menjadi yang terbesar yang pernah diberikan untuk pembangunan jalan tol. 

Kredit investasi ini diberikan kepada PT Jakarta Tollroad Development (JTD) Jaya Pratama, milik Pembangunan Jaya Group. Jumlah perbankan dan lembaga keuangan yang terlibat jadi yang terbanyak, yakni 29 bank yang terdiri dari 24 bank konvensional dan lima bank syariah.

Selain sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) Coordinator, Bank Mandiri bersama perusahaan anak Bank Syariah Mandiri (BSM) menjadi group kontributor terbesar dengan total pembiayaan Rp 3 triliun. Adapun limit Bank Mandiri sebesar Rp 2 triliun dan BSM Rp 1 triliun. 

“Tidak hanya program-program pemerintah yang mayoritas dilaksanakan oleh BUMN, kami juga mendukung keterlibatan swasta untuk turut berperan dalam percepatan pengadaan infrastruktur nasional. Harapannya, swasta nasional juga semakin terdorong untuk meningkatkan kontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” kata Senior EVP Large Corporate Bank Mandiri Dikdik Yustandi melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id pada Rabu, (28/11).

Menurut Dikdik, keikutsertaan Bank Mandiri dalam sindikasi ini merupakan konsistensi perseroan dalam mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama. Selain itu, kata dia, sindikasi ini menunjukkan peran Bank Mandiri sebagai salah satu katalis pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendukung keikutsertaan kontraktor dan investor swasta untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia. 

“Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol, dan pembangunan bandara maupun pelabuhan laut. Maka kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian,” jelas Dikdik.

Sebagai informasi, portofolio Bank Mandiri di jalan tol sendiri pada akhir kuartal III tahun ini sebanyak Rp 12,3 triliun, naik 31 persen secara year on year (yoy). Dari total komitmen kredit jalan tol tersebut, Dikdik mengungkapkan, sebesar Rp 10,1 triliun atau 82 persen disalurkan melalui skema sindikasi.

Besarnya portofolio Bank Mandiri dalam Kredit Sindikasi merupakan salah satu bentuk komitmen Bank Mandiri untuk turut serta bersinergi bersama Bank dan lembaga Keuangan lainnya. Tujuannya untuk bekerja sama terutama dalam membiayai proyek-proyek infrastruktur yang membutuhkan pembiayaan yang besar.

“Selain dapat meningkatkan nilai riil pinjaman yang diterima kontraktor. Skema indikasi juga menjadi solusi terbaik baik kreditur seperti Bank Mandiri dalam mengelola risiko,” kata Dikdik.

Baca juga, Jokowi Resmikan Jalan Tol Sragen-Ngawi

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r7WxDF
November 28, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r7WxDF
via IFTTT
Share:

Pembuka Pintu Rezeki

Tawakal adalah keyakinan saat berangkat menuju pekerjaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ada salah persepsi kala kita mendengar kata tawakal. Tawakal kadang identik dengan menyerahkan segala sesuatunya tanpa adanya usaha sedikitpun.

Padahal tawakal adalah sesuatu yang proses awalnya dimulai dengan sebuah ikhtiar. Tak sebatas ikhtiar biasa, namun sebenar-benarnya ikhtiar.Jika tawakal telah melalui proses yang benar, maka tawakal akan memiliki fadilah sebagai sebab diturunkannya rezeki.

Para ulama telah menjelaskan makna tawakal secara jelas. Diantaranya adalah Imam Al-Ghazali. Ia berkata , "Tawakal adalah penyandaran hati hanya kepada wakil (yang ditawakali) semata". (Ihya' Ulumid Din, 4/259)

Sementara Al-Allamah Al-Manawi dalam Faidhul Qadir berpendapat jika tawakal adalah menampakkan kelemahan serta penyandaran (diri) kepada yang ditawakali.

Berkomentar soal tawakal, Al-Mulla Ali Al-Qari berkata,"Hendaknya kalian ketahui secara yakin bahwa tidak ada yang berbuat dalam alam wujud ini kecuali Allah, dan bahwa setiap yang ada, baik makhluk maupun rezeki, pemberian atau pelarangan, bahaya atau manfaat, kemiskinan atau kekayaan, sakit atau sehat, hidup atau mati dan segala hal yang disebut sebagai sesuatu yang maujud (ada), semuanya itu adalah dari Allah". (Murqatul Mafatih, 9/156)

Jika orang beriman melakukan tawakal dengan sebenar-benar tawakal maka ia akan menjadi jalan bagi terbukanya pintu rezeki. Dalam sebuah hadis dari Umar bin Khattab RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kita lihat tawakal erat kaitannya dengan kayakinan yang utuh dan sangat kuat hanya kepada Allah SWT. Tidak ada yang bisa menggaransi burung yang terbang pagi hari jika ia pasti akan mendapatkan rezeki kecuali hanya Allah saja. Maka ia keluar dari sarangnya tanpa perasaan khawatir dan pulang dalam keadaan kenyang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FMPb2u
November 28, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FMPb2u
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Cina akan Gunakan Satelit dan Roket untuk Manipulasi Cuaca

Ini merupakan proyek percobaan hujan buatan terbesar di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, Ilmuwan Cina mengungkapkan rencana mereka untuk menggunakan satelit dan roket sebagai bagian dari proyek ambisius untuk secara artifisial menciptakan curah hujan. Meskipun sebagian kalangan mempertanyakan keberhasilan program tersebut.

Proyek bernama 'Tianhe Project' alias 'Sungai Angkasa' yang memakan anggaran sebesar 19 juta dolar AS atau setara dengan Rp 199 miliar merupakan proyek percobaan hujan buatan terbesar di dunia. Tujuannnya adalah untuk mengalihkan uap air berlebih di atas cekungan sungai Yangtze menuju ke kawasan yang lebih kering di Cina, demikian dilaporkan oleh sejumlah media setempat.

Para ilmuwan dari Universitas Tsinghua dan Qinghai Cina mengajukan proyek ini pada tahun 2015, yang mengharuskan pembangunan koridor udara buatan untuk membawa uap air tersebut. Baru-baru ini, mereka telah mulai mengembangkan satelit dan roket yang kemudian akan memantau keberadaan dan gerakan uap air tersebut dan mengarahkannya kembali untuk menciptakan curah hujan.

Surat kabar People's Daily awal bulan ini melaporkan enam satelit yang dikembangkan oleh Shanghai Academy of Spaceflight Technology dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun 2022. Satelit akan memandu pembuatan koridor udara di atas sungai terbesar di Asia itu, dan untuk memantau distribusi uap air di udara.

Menurut mantan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao, krisis air dapat menjadi ancaman terbesar bagi kebangkitan Cina sebagai negara adikuasa. Karena masalah ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan stabilitas di sana.

Jika proyek itu berhasil, maka sistem ini bisa mengalihkan 5 miliar meter kubik air setiap tahun untuk meringankan daerah yang kering di utara Cina - namun fisikawan dari Cina dan Australia meragukan kemungkinan keberhasilannya. "Saya pikir proyek ini terlalu ambisius," kata ahli meteorologi dan fisika ABC, Nate Byrne.

"Ini persoalan tentang sejumlah besar energi yang akan diperlukan hanya untuk menguapkan air dan itu biasanya dilakukan secara alami oleh matahari."

Agenda pembangunan proyek 'Sungai Angkasa' ini mengikuti tren proyek baru-baru ini dimana China mencoba untuk merekayasa aspek lingkungan alam.

Awal bulan ini, para ilmuwan nuklir mencapai tonggak penting dengan menciptakan "matahari buatan" dengan memanfaatkan energi dari fusi nuklir. Sementara bulan lalu, Cina mengumumkan mereka sedang dalam proses menciptakan "bulan buatan" yang cukup terang untuk menggantikan lampu jalan kota pada 2020.

Bersambung ke halaman berikutnya..

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DMhziv
November 27, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DMhziv
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

JK Dorong Guru Tingkatkan Kualitas

JK sebut guru merupakan jabatan terhormat

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mendorong para guru untuk meningkatkan kualitas. Apalagi, guru merupakan jabatan terhormat yang memiliki andil cukup besar dalam mencerdaskan bangsa.

"Guru itu jabatan yang terhormat dan mencerdaskan bangsa, mutlak itu, secara bersamaan kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas, masa depan itu ditentukan oleh guru," ujar Jusuf Kalla, Sabtu (24/11).

Jusuf Kalla menegaskan, pengangkatan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tetap harus melalui tes. Adapun pemerintah pada tahun ini memberikan jatah PNS bagi guru honorer sekitar 120 ribu. "Kalau lulus tes langsung jadi PNS, tidak ada yang langsung (jadi PNS), harus lewat tes," ujar Jusuf Kalla.

Adapun pemerintah saat ini membuka skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Melalui skema tersebut pemerintah berupaya menjadikan honorer setara dengan PNS. Pegawai honorer yang telah berusia 35 tahun ke atas tidak dapat memenuhi syarat mengikuti seleksi CPNS namun dengan skema P3K tersebut tetap bisa jadi pegawai pemerintah setara PNS.

Guru honorer yang tidak memenuhi syarat tersebut dapat melalui seleksi P3K dengan kualitas tetap diutamakan. Cara tersebut dapat menjadi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan kesejahteraan pegawai honorer.

"(Honorer) yang tidak lulus (mengikuti seleksi CPNS) itu kesitu (P3K),  tapi harus ditingkatkan dulu dia punya mutu. Karena kalau tidak bermutu juga kasian sekolahnya, kasian anaknya (didiknya)," kata Jusuf Kalla.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QjgllB
November 24, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QjgllB
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Biro Perjalanan Diminta Gunakan Pemandu Wisata Lokal

Sejumlah pemandu wisata setempat sudah menerima pelatihan.

REPUBLIKA.CO.ID, WAISAI -- Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, meminta biro perjalanan atau travel yang membawa wisatawan ke Raja Ampat memberdayakan pemandu wisata lokal. Ketua HPI Raja Ampat Ranny Iriani Tumundo di Waisai, Papua Barat mengatakan bersama pemerintah terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia pemandu wisata lokal.

Hal itu dilakukan agar pemandu wisata lokal digunakan berbagai pihak terutama biro yang mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Raja Ampat. Tidak hanya biro perjalanan, dia juga berharap kepada pemerintah daerah jika ada tamu kunjungan pemerintahan yang ingin melintasi Raja Ampat dapat pula memberdayakan pemandu wisata lokal yang sudah dibina selama ini.

HPI Raja Ampat, kata dia, sepanjang 2018 telah melakukan berbagai program pelatihan bagi pemandu wisata setempat, antara lain latihan Bahasa Inggris, pelatihan kepemanduan wisata, pelatihan mengenal satwa yang dilindungi, dan pelatihan tanggap darurat jika terjadi kecelakaan saat perjalanan wisata di Raja Ampat. Latihan tersebut, kata dia, melibatkan berbagai pihak, yakni lembaga Golden Gate Education untuk pelatihan Bahasa Inggris, Basarnas untuk pelatihan tanggap darurat kecelakaan, dan Flora Fauna Internasional untuk pengenalan satwa dilindungi.

"Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pemandu wisata lokal sehingga pelayanan yang diberikan bagi wisatawan benar-benar berkualitas," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zlFN0f
November 22, 2018 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zlFN0f
via IFTTT
Share: