Showing posts with label 2019 at 08:26PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:26PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

Ginting Takluk, Indonesia Kini Tertinggal 1-2 dari Jepang

Anthony Sinisuka Ginting dikalahkan Kento Momota 21-17 dan 21-19.

REPUBLIKA.CO.ID, NANNING -- Indonesia tertinggal 1-2 dari Jepang pada semifinal Piala Sudirman. Ini setelah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dikalahkan Kento Momota 21-17 dan 21-19 di Guangxi Sports Center, Nanning, China, Sabtu (25/5).

Pada penampilan ketiganya di turnamen ini, Ginting kurang cermat dalam menyarangkan bola-bola smes. Beberapa kali penempatan bolanya terlalu melebar di awal gim sehingga tunggal putra peringkat tujuh itu kehilangan sejumlah poin berharga.

Di interval kedua gim pertama, Ginting mampu memperbaiki akurasinya yang terbukti mampu merepotkan lawan yang merupakan peringkat satu itu dan mencuri sejumlah poin dari sana.

Namun, Momota memiliki start yang lebih baik. Ditambah bola-bola mati dari Ginting, menguntungkan tunggal Jepang itu di gim pertama.

Ginting kali ini lebih gesit meladeni permainan net di gim kedua. Smes-smes yang lebih tajam kini menyulitkan Momota. Dukungan dari suporter Indonesia dan sebagian besar penonton yang mendatangi Guangxi Sports Center membuatnya makin bersemangat. 

Setelah interval gim kedua Ginting menyamakan kedudukan 11-11. Sepuluh poin terakhir menjadi start baru bagi kedua pemain.

Tak banyak WNI yang berada di Nanning, tapi Guangxi Sports Center bergemuruh lebih kencang setiap kali Ginting mencetak poin atas Jepang.

Satu demi satu poin dikumpulkan dalam pertandingan gim kedua yang sangat ketat. Pelatih Hendry Saputra Ho di pinggir lapangan tampak memberikan isyarat tangan bagi Ginting untuk tetap tenang hingga skor 18-18.

Keberuntungan bagi Momota yang bolanya menyentuh net tapi masuk ke area lawan untuk poin ke-19, ditambah pengembalian tanggung dari Ginting membuat match poin bagi Jepang. Smes Momota terlalu tajam bagi Ginting yang tak bisa mengembalikan bola melalui net dan mengakhiri partai ketiga untuk kemenangan Jepang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EyoOKv
May 25, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EyoOKv
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Ramadhan Hijrah Festival Dibuka Hingga Ahad

Ramadhan Hijrah Festival akan berpusat di JCC Senayan Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegiatan Ramadhan Hijrah Festival 2019 rencananya akan digelar selama tiga hari, Jumat (24/5) hingga Ahad (26/5) mendatang. Presneter Arie Untung sebagai salah seorang penggagas acara ini menyebut hari terakhir Ramadhan Hijrah Fest akan dikhususkan untuk mengenang almarhum Ustaz Arifin Ilham.

"Hari terakhir acara akan didedikasikan untuk beliau. Insya Allah kita bisa undang keluarga atau para guru-guru besar untuk berkumpul disini," ujar Arie Untung dilokasi kegiatan, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (24/5).

Almarhum Ustaz Arifin Ilham sebelumnya termasuk dalam daftat ustaz yang akan mengisi kajian dalam acara Hijrah Fest 2019 ini. Namun, dengan pertimbangan kesehatan pendiri Majelis az-Zikra itu, maka jadwal untuknya terpaksa dibatalkan.

Arie mengakui, kabar duka kepergian almarhum menjadi pukulan yang berat bagi dirinya pribadi dan komunitas artis hijrah. Mereka kehilangan seorang guru sekaligus teladan.

Hampir Batal

Ihwal lainnya terkait dengan keadaan Ibu Kota belakangan ini. Arie Untung mengungkapkan, pihak panitia Ramadhan Hijrah Festival cukup terkejut dengan adanya kerusuhan di Jakarta beberapa hari lalu.

Bahkan, sempat ada rencana untuk membatalkan acara ini. Namun, hal itu tidak jadi setelah pihaknya berbicara dengan berbagai kalangan, antara lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dua hari yang lalu hampir cancel acara. Alhamdulillah, Gubernur meyakinkan kami bahwa Jakarta adalah tempat yang aman," ujarnya.

Hijrah Fest 2019 ini merupakan kegiatan kedua yang digelar di Jakarta. Acara ini dibuat seiring dengan semakin berkembangnya fenomena hijrah dan komunitas muslim di Indonesia.

Selama tiga hari ke depan, ada banyak kegiatan yang bisa diikuti. Diantaranya kajian bersama Ustaz dan Ustazah Indonesia, kelas membaca Alquran, bisnis syariah, hingga kelas jodoh.

"Tiga hari kita sama-sama di sini, kajian bersama. Ada kelas bisnis syariah dan kelas jodoh. Ini salah satu upaya kami setelah hijrah," ujar Arie Untung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YKFLcq
May 24, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YKFLcq
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

Lewat Gol Cepat Man City Sementara Unggul 1-0 dari Tottenham

Gol cepat the Citizen dicetak Philip Foden menit kelima.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Tampil dengan ambisi untuk melakukan balas dendam Manchester City sementara unggul 1-0 dari tamunya Tottenham Hotspur pada lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-34 di Stadion Etihad, Sabtu (20/4) malam WIB. Gol cepat the Citizen dicetak Philip Foden menit kelima.

Armada Jose Guardiola tak mau kembali menelan hasil negatif untuk kali kedua ketika berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Setelah tersingkir dari perempat final Liga Champions oleh the Lillywhites, City menjadikan laga ini sebagai ajang balas dendam.

Pernyataan Josep Guardiola sebelum laga ada benarnya, sebab ia mengaku sudah menemukan cara untuk mengalahkan Spurs. Sebab hal itu dibuktikan ketika laga baru berjalan lima menit, City sukses mencetak gol melalui gelandang tengah Philip Foden usai menerima umpan sundulan Sergio Aguero. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

City terus menggempur lini belakang Tottenham hingga 10 menit pertama. Namun sayang gol tambahan belum terjadi.

Pada menit ke-12 Tottenham justru mendapat peluang emas melalui Christian Eriksen. Usai menerima umpan Lucas Moura pemain asal Denmark berdiri sendirian dan tinggal berhadapan dengan kiper sayang tembakannya masih bisa ditepis kiper Ederson Moraes.

Hingga memasuki menit ke-20 penguasaan bola City mencapai 61 persen dengan hanya satu tembakan tepat sasaran. Sedangkan, Phil Foden tercatat menjadi pemain kelahiran 2000 pertama yang mencetak gol di Liga Primer Inggris untuk Manchester City. Saat ini ia berusia 18 tahun 327 hari.

The Eastland hampir menggandakan kedudukan melalui penyerang Aguero pada menit ke-25. Menerima umpan dari rekan setimnya Raheem Sterling, Aguero, langsung melakukan tandukan yang sayang melebar ke sebelah kanan gawang Gazzaniga.

City benar-benar tidak memberikan kesempatan bagi Spurs untuk berlama-lama menguasai bola. Karena kini pressing ketat mereka lakukan sejak di kotak penalti lawan.

Enam menit sebelum waktu normal berakhir City melakukan pergantian pemain Kevin de Bruyne keluar dan diganti oleh Fernandinho. Sepertinya pemain asal Belgia mengalami masalah pada kakinya.

Hingga peluit babak pertema berbunyi skor 1-0 untuk keunggulan Manchester City bertahan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XsK6jK
April 20, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XsK6jK
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

Adu Domba

Hendaknya kita menasihatinya dan melarangnya mengadu domba.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Fariq Gasim Anuz 

"Suatu kali asy-Sya’bi (19-104 H) diutus (oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan) untuk urusan penting menemui Justinian kaisar Romawi. Setibanya beliau di Romawi dan setelah memberikan keterangan, Kaisar Romawi kagum akan kecerdasan dan kelihaiannya, serta takjub akan keluasan wawasan dan kekuatan daya tangkapnya.

Dia bahkan meminta kesediaan asy-Sya’bi untuk memperpanjang kunjungannya sampai beberapa hari, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Kaisar terhadap para utusan yang lain.

Ketika asy-Sya’bi mendesak agar segera diizinkan pulang ke Damaskus, Justinian bertanya, “Apakah Anda dari keturunan raja-raja?” Beliau menjawab, “Tidak, saya seperti umumnya kaum muslimin.”

Setelah beliau diizinkan pulang, kaisar berkata, “Jika Anda telah sampai kepada Abdul Malik bin Marwan dan menyampaikan apa yang dikehendakinya, berikan surat ini kepadanya.

Setibanya asy-Sya’bi di Damaskus, beliau bersegera menghadap khalifah Abdul Malik untuk melaporkan apa yang dia lihat dan dia dengar. Ketika hendak beranjak pulang, beliau berkata, “Wahai Amirul Mukminin, kaisar Romawi juga menitipkan surat ini untuk Anda,” kemudian beliau pulang.

Ketika Amirul Mukminin membaca surat tersebut, beliau berkata kepada pembantunya, “Panggillah asy-Sya’bi kemari.” Maka asy-Say’bi kembali menghadap khalifah.

Khalifah: “Tahukah engkau, apa isi surat ini?”

Asy-Sya’bi: “Tidak wahai Amirul Mukminin.”

Khalifah: “Kaisar Romawi itu berkata, ‘Saya heran bagaimana kaum muslimin mau mengangkat raja selain orang ini (asy-Sya’bi)?’”

Asy-Syab’bi: “Dia berkata demikian karena belum pernah berjumpa dengan Anda. Andai saja dia pernah melihat Anda, tentulah dia tak akan berkata demikian.”

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U5XPew
April 06, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U5XPew
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

Jokowi Dinilai Lebih Paham TNI Dibanding Prabowo

Ketua Tim Cakra 19 Andi Widjajanto menilai Jokowi lebih memahami TNI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Cakra 19 Andi Widjajanto menilai calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) lebih memahami TNI daripada capres Prabowo Subianto. Dia mengatakan, hal ini terlihat dari penjelasan rinci Jokowi terkait gelar baru TNI  yang meliputi Kogab, Divisi 3, Koops AU 3 dan Armada 3.

"Jokowi juga memahami gelar satuan terpadu TNI di Natuna, Morotai, Saumlaki, dan Biak hingga paradigma investasi pertahanan yang mengubah belanja militer untuk embelian senjata menjadi alokasi anggaran guna membangun industri pertahanan," kata Andi dalam keteranhan tertulis di Jakarta, Ahad (31/3).
Sebagai mantan perwira yang lama bertugas di Kopassandha, Andi mengatakan, hal itu menunjukkan Jokowi memiliki visi dan komitmen untuk menguatkan TNI untuk menghadapi perang teknologi dan siber di masa depan. Sementara, dia melanjutkan, Prabowo cenderung tidak percaya teknologi.
Andi menilai, mantan danjen Kopassus juga tidak memahami intelijen strategis. Dia menjelaskan, intelijen strategis merumuskan Perkiraan Keadaan (Kirka) dan membuat beberapa skenario ke depan yang dijadikan salah satu pertimbangan untuk membuat kebijakan oleh presiden. 
Dia mengungkapkan, Kirka ditulis di beberapa produk strategis Kemhan dan TNI seperti Analisa Lingkungan Strategis yang dikeluarkan oleh Kemhan dan dibahas secara rutin di Rakor Intel di Kemhan dan TNI yang dilakukan setiap awal tahun utk membantu perumusan kebijakan di tahun itu.
"Sebagai mantan perwira yang lama bertugas di Kopassandha, aneh banget kalau Prabowo tidak paham fungsi intelijen strategis," katanya.
Lebih jauh, dia mengatakan, Jokowi juga lebih percaya TNI daripada Prabowo. Dia berpendapat, pernyataan Ketua Umum Gerindra yang menyebut para perwira cenderung ABS mencitrakan seolah TNI bekerja tanpa didasari etos kerja dan evaluasi kinerja yang terukur. 
Andi juga menilai, Prabowo arogan dan megalomania atau lebih TNI dari TNI. Dia mengatakan, karir militer Prabowo yang melesat tidak normal karena bagian dari keluarga Cendana tampaknya membuat Prabowo merasa dirinya lebih penting dari organisasi TNI.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U6vPfj
March 31, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U6vPfj
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Politikus PDIP Sebut Penangkapan Robertus Robet Berlebihan

Robertus Robet menjadi tersangka kasus penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris menilai penangkapan aktivis HAM Robertus Robet karena memplesetkan Mars TNI berlebihan. "Penangkapan terhadap Robertus Robet menurut saya berlebihan," kata Charles yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu di Jakarta, Kamis (7/3).

Apalagi, tambah Charles, Robertus Robet sudah menjelaskan bahwa lagu yang dinyanyikan bukan ditujukan kepada institusi TNI hari ini, melainkan kepada kebijakan rezim militer Suharto di masa yang lalu. "Setahu saya lagu tersebut kerap menghiasi demo-demo prodemokrasi di era transisi menuju demokrasi," ujar Charles.

Anggota Komisi I DPR RI itu mengakui wacana revisi UU TNI tentang penempatan perwira TNI di institusi nonmiliter memang memicu kekhawatiran di berbagai kalangan. "Masih banyak masyarakat yang trauma terhadap kebijakan dwifungsi ABRI di era otoriter pemerintahan Suharto sehingga wajar apabila ada penolakan terhadap wacana tersebut," ucap Charles. 

Ia menilai penerapan Pasal 28 UU ITE terhadap kasus Robertus Robet tidak tepat karena tidak ada unsur kesengajaan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan. Konteksnya mengingatkan agar masa kelam rezim militer Orde Baru tidak terulang kembali.

Menurut dia, penerapan UU ITE jangan sampai memberangus kebebasan berekspresi dan kebebasan sipil. "Saya juga berharap semua pihak bisa melihat kasus ini secara objektif dalam kerangka menjaga nilai-nilai demokrasi. Jangan ada yang mengait-kaitkan dengan politik praktis atau pilpres," ujar Charles, berharap.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, Kamis, menyatakan Robertus Robet diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum. "Hari ini saudara R setelah diperiksa, kemudian menjalani proses administrasi, menandatangani beberapa berita acara, saudara R dipulangkan oleh penyidik," katanya.

Robertus Robet ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di kediamannya di Depok, Jawa Barat, pada Rabu (6/3) malam. Ia ditangkap karena memplesetkan Mars TNI saat berorasi dalam Aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta, 28 Februari 2019. Rekaman videonya kemudian beredar di media sosial.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SOZgx7
March 07, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SOZgx7
via IFTTT
Share:

Thursday, January 31, 2019

Didoakan Menang Pilpres oleh Peserta Harlah NU, Jokowi: Amin

Ketua Umum PBNU Berharap Pemilu 2019 Berjalan Damai dan Santai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak berkomentar banyak saat ditanya tanggapan terkait doa yang dipanjatkan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang hadir dalam peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Balai Sidang Jakarta, (31/1). Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj memang sempat meminta nahdliyin (warga NU) untuk mendoakan Jokowi memenangi kontestasi pilpres 2019.

"Doa diamini aja. Amin," ucap Jokowi singkat sambil menengadahkan kedua tangan sebelum meninggalkan Balai Sidang Jakarta, Kamis (31/1).

Awalnya, Said Aqil menyampaikan harapannya agar pemilu tahun ini berjalan aman, damai, dan terkesan 'santai'. Bahkan ia sempat menggunakan analogi 'habis nyoblos dangdutan' untuk menggambarkan atmosfer santai yang ia maksud. Said ingin proses pemilu berjalan tanpa ada ketegangan politik yang berlebihan.

Pidato Said dilanjutkan dengan doa yang dipanjatkan di hadapan ribuan nahdliyin yang hadir di Balai Sidang Jakarta agar Jokowi diberikan kemenangan dan kesuksesan dalam Pilpres 2019. Ia sendiri berdalih ucapannya itu bukan kampanye, namun sebuah doa yang dipanjatkan.

"Mudah-mudahan bapak insinyur Jokowi diberikan kekuatan lahir dan batin Allah. Diberi petunjuk kepada Allah, sehingga mendapatkan kemenangan dan kesuksesan. Mendoakan, bukan kampanye," ujar Said yang langsung disambut teriakan 'Hidup Jokowi' oleh salah seorang peserta harlah NU.

Resepsi harlah NU hari ini kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi organisasi yang diikuti oleh seluruh fungsionaris PBNU yang terdiri atas Mustasyar, A'wan, Syuriyah, Tanfidziyah beserta seluruh pengurus lembaga dan badan Otonom NU. Konsolidasi NU sudah dimulai pertengahan tahun 2018, meliputi konsolidasi struktur, kultur dan program.

Konsolidasi ini melibatkan secara aktif seluruh pemangku pondok pesantren, para kiai dan masyayikh, serta tokoh-tokoh NU kultural. Konsolidasi organisasi bertujuan agar NU, baik sebagai jam'iyah maupun jamaah siap menyongsong satu abad kelahirannya pada 31 Januari 2026.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t24tqJ
January 31, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t24tqJ
via IFTTT
Share:

Monday, January 28, 2019

Indef Prediksi Isu Freeport akan Mencuat di Debat Capres

Debat pilpres 2019 babak kedua akan digelar pada 17 Februari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat  Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memprediksikan beberapa topik akan muncul dibahas oleh kedua pasangan calon presiden (capres) dalam debat pemilu presiden (pilpres) 2019 babak dua. Menurutnya, isu sumber daya alam (SDA) yang akan dibahas yakni divestasi saham Freeport.

"Itu (Freeport) yang paling menarik untuk dijadikan bahan serangan dari capres penantang  maupun pembelaan dari capres petahana. Kemudian masalah Blok Rokan juga akan dibahas," tutur Bhima kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/1).

Ia juga memperkirakan topik infrastruktur akan menjadi topik paling hangat berikutnya serta kemungkinannya dikait-kaitkan dengan masalah utang lalu dihubungkan dengan soal tenaga kerja, dan dampak infrastruktur terhadap ekonomi daerah.

"Bagi infrastruktur yang menurunkan biaya logistik tentunya akan memenangkan siapa pun presiden baru nantinya," ujar Bhima di sela-sela forum diskusi bertema "Ekonomi Indonesia Pasca Pemilu Presiden 2019".

Sedangkan terkait topik bahan bakar minyak (BBM), dia memperkirakan topik ini akan menjadi topik populis dalam debat Pilpres 2019 babak kedua nanti. Terkait dengan tema debat lingkungan hidup, menurut Bhima kemungkinan tema tersebut tidak menjadi isu seksi dalam debat nanti, mengingat masalah kebakaran hutan dianggap berhasil diatasi oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Debat pilpres 2019 babak kedua akan digelar beberapa pekan lagi yakni pada Minggu 17 Februari 2019. Debat babak kedua tersebut akan membahas energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, lingkungan hidup.

Debat babak kedua termasuk dalam lima babak debat pilpres 2019 dengan debat mengenai hukum, HAM, korupsi dan terorisme telah digelar pada 17 Januari 2019, dan debat terakhir yakni debat babak kelima bertema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri akan menutup seluruh rangkaian debat pilpres 2019

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CNUR7H
January 28, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CNUR7H
via IFTTT
Share:

Thursday, January 24, 2019

95 Persen Listrik Lombok Padam Akibat Cuaca Ekstrem

PLN NTB saat ini sedang melakukan proses penormalan secara bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berdampak pada sektor kelistrikan. Pantauan Republika.co.id, kondisi Kota Mataram, Ibu Kota NTB, gelap gulita pada Kamis (24/1) sekira pukul 18.00 WITA atau menjelang azan Magrib.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB Taufik Dwi Nurcahyo mengatakan, hampir seluruh wilayah di Lombok mengalami pemadaman pada Kamis (24/1) mulai pukul 18.01 WITA. Sampai pukul 21.30 WITA, listrik belum juga menyala.

"95 persen sistem kelistrikan Lombok mengalami padam akibat gangguan yang disebabkan cuaca ekstrem," ujar Nurcahyo di Mataram, NTB, Kamis (24/1).

Taufik menyampaikan, tim PLN NTB saat ini sedang melakukan proses penormalan secara bertahap. Hujan deras disertai angin kencang juga  mengakibatkan banyak pohon tumbang di beberapa wilayah di Kabupaten Lombok Barat. Angin kencang sebelum gerimis itu  terjadi sekitar pukul 15.30 WITA.

Staf Humas Pemkab Lombok Barat Romi mengatakan beberapa baliho dan reklame outdoor milik Pemkab Lombok Barat dan swasta pun bertumbangan tidak kuat menahan deru angin di Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung.

"Beberapa pohon di sepanjang Jalan Soekarno Hatta pun mengalami hal yang sama. Jalan protokol itu pun terpaksa ditutup sementara sehingga banyak pegawai harus putar arah mencari jalan pulang melalui bypass," ujar Romi.

Di beberapa wilayah lainnya, kata dia, mengalami hal yang sama seperti pohon besar di depan Pasar Kuripan yang tumbang dan membuat Camat Kuripan Banu Harli berjibaku bergotong royong dengan warga sekitar untuk membersihkannya. Demikian pula nasib pohon-pohon besar di wilayah Kecamatan Gunung Sari. Pohon yang persis berada di seberang bekas pasar tumbang dan menghambat arus lalu lintas menuju dan dari Kabupaten Lombok Utara.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Pol PP, personil Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan dan Permukiman di beberapa titik lokasi itu diterjunkan untuk melakukan pembersihan sementara.

"Mereka berrjibaku dengan derasnya hujan agar pohon-pohon tersebut tidak menghambat mobilitas warga," kata Romi.

Romi menambahkan, angin kencang itu tidak hanya menumbangkan pepohonan dan baliho. Di Desa Kediri Selatan, kekuatan angin itu telah merusak paling sedikit dua rumah.

Atap rumah milik Muhammad Hazrin (45) lepas dari tembok dan dindingnya. Atap dari spandek itu teronggok jatuh di samping halaman rumahnya karena dihempas angin bertubi-tubi.

"Saat ini rumah milik tenaga honorer Pemkab Lombok Barat itu terbuka dan tidak lagi bisa melindungi pemiliknya dari deras hujan yang datang kemudian," ucap Rohmi.

Demikian pula dengan rumah warga lainnya, Huban (47). Warga Dusun Sedayu Selatan itu pun harus merelakan atap rumahnya yang terbuat dari genteng jatuh berhamburan.

"Saya berharap semoga pemerintah mau meringankan beban saya. Mohon untuk sementara saya bisa dibantu tenda supaya saya bisa tidur dengan 4 anak saya," ujar Huban.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RJ89wy
January 24, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RJ89wy
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 23, 2019

Kredit BNI Tumbuh 16,2 Persen

Laba Bersih BNI tumbuh 10,3 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kredit PT Bank Negara Indonesia (BNI) tumbuh 16,2 persen ditopang peningkatan laba bersih sebesar 10,3 persen sepanjang 2018. Direktur BNI, Endang Hidayatullah mengatakan pertumbuhan secara year on year (yoy) yaitu dari Rp 441,31 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 512,78 triliun pada akhir 2018.

"Pertumbuhan kredit tersebut mampu menopang peningkatan Laba Bersih BNI 10,3 persen yoy, dari Rp 13,62 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 15,02 triliun pada akhir 2018," kata dia.

Penyaluran Kredit BNI tersebut didorong oleh kredit pada segmen Korporasi Swasta yang tercatat sebesar 29,6 persen dari total kredit yang disalurkan. Kredit pada segmen korporasi swasta ini mencapai Rp 151,71 triliun pada 2018 atau tumbuh 12,9 persen yoy.

Kredit BNI juga tersalurkan ke Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 21,6 persen dari total kredit. Nilai kredit ke BUMN mencapai Rp 110,99 triliun pada 2018, atau tumbuh 31,6 persen yoy.

Khusus untuk kredit yang disalurkan pada segmen Usaha Menengah, BNI menjaga pertumbuhan yang moderat sebesar 6,4 perse yoy menjadi Rp 74,73 triliun pada akhir 2018. Adapun untuk kredit pada segmen Usaha Kecil, BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,0 persen yoy menjadi Rp 66,06 triliun pada akhir tahun 2018.

Kredit Payroll menjadi kontributor utama penyaluran kredit pada segmen Konsumer dengan pertumbuhan sebesar 34,2 persen yoy, menjadi Rp 23,74 triliun pada akhir 2018. Kredit pemilikan rumah BNI dan Kartu Kredit pun menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan, masing-masing 9,9 persen yoy dan 7,9 persen yoy, atau menjadi sebesar Rp 40,75 triliun dan Rp 12,56 triliun pada akhir 2018.

Penyaluran kredit tersebut sebagian besar dilakukan dalam skema Kredit Modal Kerja (KMK) yang mencapai 52,5 perse dari total kredit yang disalurkan atau senilai Rp 269,26 triliun pada akhir 2018. Nilai KMK tersebut tumbuh 19,0 persen yoy dibandingkan posisi akhir tahun 2017 yang mencapai Rp 226,19 triliun.

Penyaluran kredit pun disalurkan dalam bentuk Kredit Investasi (KI) sebesar 29,1 persen dari total kredit atau senilai Rp 149,27 triliun pada akhir 2018. Nilai KI tersebut tumbuh 14,6 persen yoy dari posisi 2017 yang mencapai Rp 130,29 triliun.

Sepanjang 2018, Kredit BNI disalurkan secara selektif dan fokus pada pembiayaan sektor-sektor unggulan yang memiliki risiko terkendali atau relatif rendah. Antara lain Sektor Manufaktur dengan porsi 19,1 persen dari total kredit yang disalurkan. Nilai kredit ke Sektor Manufaktur tersebut mencapai Rp 98,03 triliun atau tumbuh 32,0 persen yoy dibandingkan 2017 yang mencapai Rp 82,74 triliun.

Kredit BNI lainnya disalurkan pada sektor Perdagangan, Restauran, dan Hotel (17,5 persen dari total kredit), Jasa Usaha (10,3 persen); Konstruksi (6,7 persen); Transporasi,Pergudangan, dan Komunikasi (6,1 persen); Pertambangan (3,6 persen); serta Jasa Sosial (3,1 persen).

Kredit pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas BNI dalam meningkatkan pinjaman pada Segmen Korporasi. Penyaluran Kredit ke proyek-proyek infrastruktur ini terutama tertuju ke proyek-proyek konstruksi dan jalan tol.

"Pertumbuhan kredit untuk proyek infrastruktur mencapai 11,1 persen yoy, yaitu dari Rp 99,51 triliun pada 2017 menjadi Rp 110,60 triliun pada 2018," kata Endang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T8YPPj
January 23, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2T8YPPj
via IFTTT
Share:

Dalam Sepekan, Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

Pemberian surat persetujuan berlayar agar ditunda hingga kondisi cuaca aman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perairan Indonesia, dalam satu pekan ke depan, bakal dilanda cuaca ekstrim. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat cuaca ekstrim dan gelombang tinggi itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan kepada semua pihak terkait, baik para petugas di lapangan maupun pihak pemilik kapal dan Nakhoda untuk meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan ini berdasarkan Maklumat Pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Nomor TX-04/I/DN-19 tanggal 21 Januari 2019 untuk menginformasikan kepada para pihak yang terkait dengan pelayaran dan para nakhoda kapal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim khususnya pada jalur pelayaran yang dilalui.

“Maklumat pelayaran tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil pemantauan BMKG yang memperkirakan bahwa pada 20 - 26 Januari 2019 cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang 4 – 6 meter akan terjadi di Perairan Laut Cina Selatan, Perairan Selatan Nusa Tenggara Barat dan Perairan Selatan Pulau Sumba,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Rabu  (23/1) di Jakarta.

Sedangkan cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang 2,5 meter – 4 meter juga diperkirakan akan terjadi di Perairan Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Selayar, Perairan Kepulauan Sabalana, Perairan Baubau dan Kepulauan Wakatobi, Laut Flores, Perairan Utara Flores, Perairan Selatan Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa, Perairan Pulau Sabu dan Pulau Rote, serta Perairan Timur Philipina.

“Kami juga telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan keselamatan pelayaran terhadap kapal-kapal yang berlayar di wilayah kerjanya masing-masing,” kata Agus.

Untuk itu, dikatakan Agus, maka dalam mencegah terjadinya musibah atau insiden di laut, agar para kepala UPT melakukan beberapa tindakan preventif. Pertama, melakukan pemantauan ulang kondisi cuaca setiap hari melalui portal Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk selanjutnya menyebarluaskan hasil pantauan kepada pengguna jasa dan menempelkannya di terminal penumpang.

"Bila kondisi cuaca membahayakan keselamatan, maka pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) agar ditunda hingga kondisi cuaca di wilayah yang akan dilayari benar-benar aman," ujar Agus.

Kepada operator kapal khususnya nakhoda, diminta untuk melakukan pemantauan cuaca sekurang-kurangnya enam jam sebelum berlayar untuk selanjutnya melaporkan kepada syahbandar guna mengajukan permohonan Surat Persetujuan Berlayar.

Lebih lanjut Agus menyebutkan, bahwa saat dalam pelayaran, nakhoda juga harus melaporkan kondisi cuaca minimal enam jam sekali dan melaporkan kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) terdekat dan dicatatkan dalam log book.

"Bila kapal mendadak  menghadapi cuaca buruk, maka nakhoda segera melayari kapalnya ke tempat yang lebih aman dengan ketentuan kapal dalam kondisi siap digerakkan," imbuh Agus.

Setelah berlindung, nakhoda kapal wajib melaporkan ke Syahbandar dan SROP terdekat dengan menginformasikan posisi kapal dengan jelas. 

Tak hanya kepada nakhoda, dalam Maklumat Pelayaran itu, Dirjen Agus menugaskan juga kepada Kepala Pangkalan PLP dan Kepala Distrik Navigasi agar seluruh kapal patroli KPLP dan kapal negara Kenavigasian pada posisi siaga dan segera dilayarkan pada saat menerima informasi bahaya dan atau kecelakaan kapal.

"Kepala SROP dan nakhoda kapal negara juga agar memantau dan menyebarluaskan kondisi cuaca dan bila terjadi kecelakaan maka harus segera berkoordinasi dengan Kepala Pangkalan," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FJP3zN
January 23, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FJP3zN
via IFTTT
Share:

Monday, January 21, 2019

In Picture: Cegah DBD, Kelurahan Pasar Minggu Lakukan Pengasapan

Pengasapan lingkungan dilakukan untuk mencegah penyebaran nyamuk DBD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas dari kelurahan Pasar Minggu mengasapi lingkungan warga di Pasar Minggu, Senin (21/1/2019).

Pengasapan lingkungan dilakukan untuk mencegah penyebaran nyamuk DBD. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T4IfA3
January 21, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2T4IfA3
via IFTTT
Share:

Suap Meikarta Diserahkan di Rest Area Tol Purbaleunyi

Nama Sekda Jabar Iwa Karniwa pun kembali disebut dalam persidangan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekretaris Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, yang menjadi saksi dalam kasus suap proyek Meikarta, Hendry Lincoln mengatakan uang suap sebesar Rp500 juta untuk memuluskan revisi Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi untuk pejabat Pemprov Jawa Barat diserahkan di Rest Area Km72 Tol Purbaleunyi. Nama Sekda Jabar Iwa Karniwa pun kembali disebut dalam persidangan ini.

"Total ada tiga kali pertemuan dengan Pak Sekda Jabar Iwa Karniwa, pertama di rest area KM72 dengan Pak Sulaeman selaku anggota DPRD Bekasi, anggota DPRD Jabar dan Neneng Rahmi. Pertemuan membahas revisi Raperda RDTR," kata Hendry Lincoln saat memberikan kesaksikan pada sidang lanjutan suap Meikarta, di Gedung Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (21/1).

Henry mengatakan, saat itu dirinya menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi dan ia berperan untuk membantu terdakwa Neneng Rahmi Nurlaeli (Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi) terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.  Bantuan dilakukan karena perkembangan Revisi Raperda RDTR Kabupaten Bekasi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sementara Neneng Rahmi N diminta oleh Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk segera merampungkan RDTR tersebut.

Henry Lincoln mengatakan, dirinya memiliki jaringan ke pihak Pemprov Jabar melalui Sulaiman (anggota DPRD Bekasi Fraksi PDIP) dan Waras Wasisto (anggota DPRD Jabar Fraksi PDIP). Selanjutnya, Sulaiman, Waras Wasisto, Henry Lincoln melakukan pertemuan di rest area KM72 Tol Purbaleunyi. Neneng Rahmi pun hadir, namun tidak mengikuti pertemuan tersebut.

Hendry mengatakan, pada pertemuan tersebut tidak ada pembahasan mengenai permintaan uang Rp1 Miliar untuk percepatan proses RDTR.  Namun, kata dia, Waras menyampaikan kepada Lincoln bahwa Iwa sedang mengikuti proses sebagai bakal calon Gubernur melalui PDIP. "Jadi Pak Waras menyampaikan bahwa Pak Sekda Jabar Iwa Karniwa ikut dalam bakal calon gubernur Jabar. Setelah pertemuan, Pak Waras minta (uang Rp1 miliar)," katanya.

Setelah pertemuan pertama di rest area Tol Purbaleunyi, Hendry Lincoln mengaku telah dilakukan dua kali pertemuan dengan Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa di ruang kerjanya, di Gedung Sate Bandung. Namun pada pertemuan yang digelar di Gedung Sate, kata Henry, Iwa Karniwa tidak menanyakan uang yang diminta oleh Waras Wasisto.

"Untuk pertemuan yang kedua di ruang kerja Pak Iwa Karniwa. Tanggal dan waktu saya lupa, mungkin ada seminggu dua minggu setelah pertemuan di KM72, mungkin sekitar Juli 2017," terangnya.

Jaksa KPK bertanya apa yang dibahas dalam pertemuan kedua dan ketiga antara dirinya dengan Sekda Jawa Barat, Henry menjawab bahwa Iwa meminta penjelasan tentang penyampaian draft Raperda RDTR yang substansinya akan dibahas di BKPRD.

"Kalau pertemuan ketiga di Januari 2018 di dilakukan di ruang kerja Iwa. Karena sampai dengan Januari persetujuannya belum turun juga," kata dia.

"Jadi kami dengan Bu Neneng menanyakan sejauh mana bantuan yang sudah diberikan oleh Pak Sekda Provinsi Jawa Barat terhadap persetujuan," ucapnya.

Sementara untuk uang senilai Rp 1miliar yang dibahas pada pertemuan pertama diberikan melalui Sulaiman sebesar Rp900 juta melalui Sulaiman pada Desember 2017 diberikan kepada Waras Wasisto. "Kebetulan kami ada base camp di dekat Bahana, di daerah Bekasi. Uang itu diserahkan oleh Bu Neneng dan kemudian saya meminta kepada staf saya untuk menyerahkan ke Sulaiman di Grand Wisata, di daerah Bekasi," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AUBt94
January 21, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AUBt94
via IFTTT
Share:

Sunday, January 20, 2019

Demokrat Tolak Usulan Trump untuk Akhiri Shutdown

Shutdown di AS telah memasuki hari ke-29.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (19/1), telah mengusulkan kesepakatan imigrasi guna mengakhiri penutupan parsial pemerintah atau shutdown yang memasuki hari ke-29. Namun, Partai Demokrat segera menolak usulan tersebut.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump menawarkan tiga tahun perlindungan bagi imigran muda tak berdokumen atau dikenal sebagai "Dreamers" serta imigran pemegang status dilindungi sementara (TPS).  "Saya di sini hari ini untuk memecahkan kebuntuan dan memberi Kongres jalan ke depan untuk mengakhiri penutupan pemerintah dan menyelesaikan krisis di sepanjang perbatasan selatan," kata Trump.

Usulan Trump itu diapresiasi oleh Pemimpin Senat dari Partai Republik Mitch McConnell. "Rencana itu solusi berani untuk membuka kembali pemerintah, mengamankan perbatasan, dan mengambil langkah-langkah bipartisan untuk menangani masalah imigrasi saat ini," ujarnya.

Namun Demokrat, yang menguasai House of Representative menolak usulan Trump. Ketua House, Nancy Pelosi mengungkapkan tawaran Trump tak dapat diterima karena tidak mewakili upaya dan iktikad baik untuk mengembalikan kepastian bagi kehidupan masyarakat.

Pelosi pun menyebut, bahwa usulan Trump tidak mungkin mendapatkan suara yang dibutuhkan untuk disetujui House atau Senat. Pemimpin Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer sependapat dengan Pelosi.

"Itu adalah presiden yang menarik perlindungan DACA (Deferred Action for Childhood Arrival) dan TPS di awal. Menawarkan beberapa perlindungan kembali sebagai pengganti tembok bukanlah kompromi, tapi lebih banyak mengambil sandera," kata Schumer.

Para Dreamers, yang mayoritas anak-anak muda Latin, dilindungi dari deportasi di bawah program DACA yang diluncurkan pada era pemerintahan Barack Obama, tepatnya pada 2012. Program itu memberikan izin kerja bagi sekitar 700 ribu imigran ilegal. Namun, tak tersedia cara bagi mereka untuk mendapatkan status kewarganegaraan.

Pada September 2017, pemerintahan Trump menyatakan akan membatalkan DACA. Namun, hal itu tetap berlaku di bawah perintah pengadilan.

Sementara, TPS diberikan kepada mereka yang berasal dari negara-negara terdampak konflik bersenjata, bencana alam, atau perselisihan lainnya. Pemegang TPS diizinkan bekerja dan tinggal di AS untuk waktu terbatas.

Program TPS pun dicemaskan oleh pemerintahan Trump. Status khusus untuk imigran asal El Savador, Haiti, Honduras, dan negara lainnya telah dicabut selama pemerintahan Trump.

Shutdown yang terjadi pada era pemerintahan Trump merupakan yang terlama dalam sejarah AS. Penutupan parsial pemerintah telah berlangsung hampir sebulan.

Shutdown telah mengakibatkan sekitar 800 ribu pekerja federal diliburkan tanpa mendapat bayaran. Sementara, mereka yang berdinas di lembaga-lembaga vital tetap bekerja tanpa memperoleh upah.

Shutdown terjadi karena House of Representative tak mengabulkan anggaran yang diajukan pemerintahan Trump untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko. Trump meminta dana sebesar 5,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 80 triliun.

Kendati telah ditolak karena dinilai sebagai pemborosan anggaran, Trump tetap berupaya mendapatkan dana tersebut. Ia mengklaim tembok perbatasan dibutuhkan guna mencegah masuknya imigran gelap dan penyelundupan narkoba.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T4Ke7c
January 20, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2T4Ke7c
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Sungai Meluap, Rumah Warga di Banyumas Dilanda Banjir

Banjir terjadi karena sungai tidak mampu menampung debit air yang meluap

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Banyumas Rabu (16/1) dinihari hingga siang, menyebabkan air sungai di wilayah selatan Banyumas meluap. Dampak, banjir melanda sejumlah rumah warga.

Air sungai yang meluap antara lain terjadi di Kelurahan Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh meluap. Luapan sunagi Angin ini menyebabkan  21 rumah warga mengalami banjir.

''Banjir terjadi karena sungai tidak mampu menampung debit air yang meluap,'' jelas Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, Ady Candra. Selain itu, dia menyebutkan ada tanggul sungai yang jebol sehingga arus air yang menggenangi rumah-rumah warga mengalir cukup deras.

Dia menyebutkan, sungai Angin memiliki hulu di perbukitan wilayah selatan Banyumas. Dalam kondisi normal, arus air tidak terlalu besar. ''Namun kalau hujan deras berlangsung, sungai-sungai yang bermuara di selatan perbukitan ini sering kali meluap hingga menimbulkan banjir rumah-rumah warga di bagian bawah pegunungan,'' jelasnya. 

Dari pengamatan, tanggul sungai yang jebol mencapai sepanjang 3 meter. Hingga Rabu (16/1) siang, debit air masih besar sehingga masih menimbulkan banjir di rumah-rumah warga. Ketinggian air sekitar 20-50 sentimeter. ''Untuk sementara, di lokasi tanggul yang ambrol harus dibuat tanggul darurat. Tapi untuk membuat tanggul darurat, harus menunggu debit air menyusut dulu,'' jelasnya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo, menyebutkan banjir tersebut telah menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga. Ada rumah warga yang dinding bagian dapurnya jebol, dan ada yang tiang rumahnya bergeser. ''Hal ini karena arus banjirnya cukup kuat,'' katanya. 

Kusworo juga menyebutkan, kepada warga yang terdampak banjir diminta untuk berhati-hati. Terutama saat menggunakan listrik. ''Sebaiknya, listrik rumah dimatikan dulu agar tidak sampai terjadi arus pendek yang bisa membahayakan warga,'' katanya.

Selain di Kelurahan Sumpiuh, Ady Candra menyebutkan, banjir juga terjadi di Desa Prembun Kecamatan Tambak. Banjir uyang disebabkan meluapnya Sungai Manggis dan Sungai Kecepak ini, menyebabkan lebih dari 400 rumah warga terdampak banjir.

''Saat ini, beberapa elemen SAR dan anggota Koramil/Polsek setempat, masih melakukan evakuasi warga yang rumahnya tergenang sampai kedalaman 1-2 meter. ''Sebagian warga sudah ada yang mengungsi ke rumah saudaranya, tapi ada juga yang mengungsi ke Balai Desa Prembun,'' katanya.

Menurutnya, banjir di wilayah ini nselain disebabkan curah hujan yang tinggi, juga disebabkan adanya tanggul saluran irigasi Gambarsari yang menghambat aliran air tidak lancar. ''Hal ini sudah dipertanyakan pemerintah desa ke BBWSO Serayu-Opak. Warga minta agar dibuatkan saluran pembuangan air,'' katanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RvBGtC
January 16, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RvBGtC
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 15, 2019

BPBD Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Banjir

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada korban bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir pada Ahad (13/1).  Pemberian bantuan ini untuk meringankan beban penderitaan warga.

"Selain melakukan penanganan darurat mulai pembersihan material lumpur dan air yang masuk ke rumah warga dan sekolahan, kami juga menyalurkan bantuan material sandang kepada korban,’’ ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada wartawan, Selasa (15/1) malam. Bantuan yang diberikan berupa Kidware, Familiy Kit, perlengkapan makanan rekreasional lauk pauk dan selimut.

Selain itu sikat lantai, ember dan gayung serta makanan siap saji. Bantuan ini diberikan kepada warga yang terdampak banjir di beberapa titik.

Diantaranya penyerahan bantuan sandang akibat meluapnya Sungai Cipelang atas nama Yanti di Kadulawang RT 02 RW 01 Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu. Selain itu bantua untuk warga di Jalan Suryakencana RT 04 RW 04 Kelurahan/Kecamatan Cikole.

Bantuan serupa disalurkan kepada Aisah warga Gang Titiran RT 02 RW 01 Kelurahan Sriwedari Kecamatan Gunungpuyuh. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada korban bencana.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, pemkot memberikan perhatian kepada korban bencana banjir. ‘’ Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak bencana,’’ cetus dia.

Sebelumnya, bencana banjir melanda sebanyak delapan  kelurahan di Kota Sukabumi Ahad (13/1) sore hingga malam hari. Dampaknya puluhan rumah warga terdampak bencana banjir.

Data BPBD Kota Sukabumi menyebutkan, bencana banjir ini terjadi ketika wilayah Sukabumi diguyur hujan deras sejak Ahad siang hingga sore. ‘’ Lokasi bencana misalnya banjir di Kampung Kebonjati RT 05 dan RT 06 RW 06 Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole,’’ ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami.

Bencana di wilayah itu dikarenakan Sungai Cileles meluap. Sebabnya debit air meningkat dan kondisi sungai mengalami pendangkalan. Dampak dari kejadian tersebut banyak rumah mengalami terendam air hingga 50 centimeter.

Titik lainnya lanjut Zulkarnain di Gang Titiran, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh tepanya di STM AMS Sukabumi. Banjir diakibatkan tanggul jebol dan air masuk sekolah mengenai empat ruang kelas belajar (RKB).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SVlNJD
January 15, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SVlNJD
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

70 Persen Warga Indramayu Masih Buang Air Sembarangan

Perilaku buang air besar sembarangan bisa berdampak buruk pada kesehatan warga.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Kesadaran warga di Kabupaten Indramayu untuk buang air besar di jamban sehat masih kurang. Hal itu terbukti dari banyaknya desa yang belum terbebas dari perilaku warganya yang buang air besar sembarangan.   

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, menyebutkan dari 317 desa di Kabupaten Indramayu, hanya 30 persen yang dinyatakan open defecation free (ODF) atau masyarakat seluruhnya menggunakan sarana jamban sehat dan tidak buang air besar sembarangan. Sedangkan 70 persen desa lainnya, warganya masih ada yang buang air besar sembarangan.

"Ini memang PR (pekerjaan rumah) kita,'' kata Deden, saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

Banyak faktor yang menyebabkan warga masih buang air besar sembarangan. Selain rendahnya kesadaran warga, faktor lain seperti sosial, ekonomi, dan pendidikan warga juga turut berpengaruh. 

Menurut Deden, perilaku buang air besar sembarangan bisa berdampak buruk pada kesehatan warga. 

Dia menyatakan, warga yang tinggal di daerah yang masih terjadi perilaku buang air besar sembarangan bisa mudah terkena penyakit saluran pencernaan. 

Jika terkena penyakit saluran pencernaan, lanjut Deden, dampaknya bisa berupa penurunan daya tahan tubuh. Selain itu, warga mudah mengalami anemia karena cacing masuk ke dalam tubuh. ''Bisa juga akhirnya berdampak pada terjadinya stunting,'' terang Deden. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada 2017, jumlah balita di Kabupaten Indramayu sebanyak 138.188 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 29,9 persen balita di antaranya menderita stunting.

Dilihat dari penggolongannya, kasus stunting sebanyak 10-20 persen tergolong rendah, 20-30 persen tergolong sedang, 30-40 persen tinggi, dan di atas 40 sangat tinggi. Dengan angka kasus 29,9 persen, kasus stunting di Indramayu sedang tapi mendekati tinggi. 

Untuk mengatasi banyaknya desa di Indramayu yang belum ODF, Deden menyatakan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada tahun ini akan melaksanakan pembangunan sarana dan prasarananya. Diharapkan, tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan karena nanti jamban sehat sudah tersedia.

Salah seorang warga Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Tarkim, mengakui di desanya masih ada warga yang kerap buang air besar sembarangan. Selain di sungai, adapula yang buang air besar sembarangan di area persawahan.    

‘’Perilaku seperti itu masih ada walau sudah berkurang dibandingkan dulu,’’ kata Tarkim. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FdIJzE
January 06, 2019 at 08:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FdIJzE
via IFTTT
Share: