Showing posts with label 2019 at 03:55PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:55PM. Show all posts

Monday, May 20, 2019

Menkeu Sebutkan Tantangan Ekonomi Makro 2020

Tantangan ekonomi ialah menjaga memoentum pembangunan di tengah situasi global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, tantangan perekonomian Indonesia pada 2020 adalah menjaga momentum pembangunan di tengah situasi global dan kondisi internal. Oleh karena itu, kebijakan fiskal diarahkan pada peningkatan investasi dan daya saing yang tetap seimbang dengan pertumbuhan konsumsi. 

Dalam kebijakan makro ini, Sri menjelaskan, pemerintah sendiri akan bertindak sebagai katalisator, bukan pelaku utama. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan pajak tidak hanya sebagai instrumen mengumpulkan penerimaan dan pendapatan. "Juga dipakai untuk meningkatkan kondisi investasi dan ekspor," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/5). 

Sementara itu, dari sisi belanja, pemerintah juga berkomitmen melakukan belanja lebih efisien. Khususnya, yang secara signifikan, adalah meningkatkan belanja modal dan belanja yang lebih baik atau spending better. Tujuannya, agar setiap belanja mampu menjadi katalis dalam meningkatkan momentum pembangunan dan daya kompetisi dan perekonomian. 

Namun, Sri belum dapat menyebutkan komposisi belanja modal secara detail. Sebab, kerangka makro yang dimiliki pemerintah kini masih dalam tahap resource envelope. "Komposisinya masih belum dalam posisi yang fiks," ujarnya. 

Sri memprediksi, belanja modal pada tahun depan dapat mencapai di atas Rp 200 triliun atau lebih besar dibandingkan tahun ini, yakni sekitar Rp 180 triliun. Dari total tersebut, pemerintah memiliki dua fokus, yakni pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Pembangunan manusia dilakukan dengan peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan. Sri berharap, upaya tersebut dapat membantu SDM Indonesia memiliki produktivitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan revolusi industri 4.0.

Di sisi lain, Sri menambahkan, pembangunan infrastruktur juga terus dilanjutkan guna meningkatkan konektivitas arus orang dan barang. Jaringan digital turut dikembangkan sebagai bentuk kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0. Sebab, perbaikan kondisi infrastruktur merupakan prasyarat percepatan transformasi ekonomi yang mendukung peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja. 

Sementara itu, pemerintah juga terus mengembangkan pembiayaan lebih kreatif melalui instrumen fiskal di penerimaan belanja maupun pembiayaan. "Kami terus dorong peran swasta dalam pembiayaan pembangunan melalui kerangka Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," ucap Sri. 

Secara umum, Sri menjelaskan, kebijakan makro fiskal dalam 2020 dirumuskan sebagai kebijakan fiskal ekspansif yang terukur dan terarah. Defisit diproyeksikan berada pada level 1,75 sampai 1,52 persen terhadap PDB, keseimbangan primer positif dan rasio utang di kisaran 30 persen terhadap PDB.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EeQ3d5
May 20, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EeQ3d5
via IFTTT
Share:

Gelar Safari Ramadhan, Pertamina RU VI Santuni Anak Yatim

Bantuan yang diserahkan bisa menambah fasilitas masjid dan mushala.

REPUBLIKA.CO.ID, BALONGAN -- Dalam rangka mengisi kegiatan bulan Ramadhan dan mempererat silaturahmi dengan warga sekitar kilang, Tim Manajemen Pertamina RU VI menggelar safari Ramadhan ke sejumlah masjid, mushala dan pondok pesantren di Indramayu. Ada 10 titik lokasi yang disambangi tim dalam safari ramadhan kali ini. 

Safari Ramadan dilakukan secara bergantian oleh tim yang berbeda untuk setiap lokasi. Kegiatan silaturahmi ini diisi dengan buka puasa bersama, mendengarkan tausiyah Ramadhan dan penyerahan santunan kepada anak yatim serta bantuan sarana/pra sarana untuk masjid/musholla yang dikunjungi dengan total dana lebih dari Rp 170 Juta.

General Manager Pertamina RU VI Balongan Burhanudin mengharapkan, bantuan yang diserahkan bisa menambah fasilitas masjid dan mushala sehingga bisa menambah kenyamanan umat muslim untuk beribadah.

“Selain silaturahmi, pada safari Ramadhan ini kami juga banyak menerima aspirasi dan masukan dari warga desa terkait keberadaan kilang Balongan. Kami juga berharap santunan dan bantuan yang diberikan bisa memberi keberkahan bagi pekerja RU VI dan kilang Balongan”, ujar Burhanudin.

Salah satu pengurus masjid yang dikunjungi yaitu Ketua DKM Masjid Al Hidayah Majakerta Taya Efendi merasa senang Pertamina RU VI  selalu memberikan perhatian kepada anak yatim yang berada di daerahnya. Selain itu, bantuan yang diberikan untuk pembangunan masjid di desanya juga sangat membantu tambahan dana yang masih diperlukan.

Selain berkunjung ke masyarakat sekitar, safari Ramadhan internal Pertamina juga digelar di gedung Patra Ayu Perumahan Bumi Patra Indramayu bersama Senior Vice President Refining Technology Pertamina Achmad Fathoni Mahmud, Rabu (15/5). Achmad Fathoni didampingi General Manager RU VI Burhanudin memberikan arahan dan motivasi kepada para pekerja Pertamina RU VI Balongan. Dalam kegiatan itu juga  diserahkan bantuan sarana/prasarana untuk  Rumah Yatim Ar Rohimah serta santunan untuk anak yatim.

Unit Manager Communication, Relation and CSR Pertamina RU VI Balongan Eko Kristiawan mengungkapkan, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada warga sekitar dan bentuk silaturahmi yang selama ini telah terjalin dengan masyarakat sekitar. 

“Kegiatan safari Ramadan Pertamina RU VI berlangsung mulai tanggal 6 Mei dan akan berakhir tanggal 26 Mei 2019”, ujar Eko.

Eko menambahkan, pada Ramadhan 1440 H ini Baituzzakah Pertamina juga menyalurkan zakat profesi pekerja RU VI dengan nilai lebih dari Rp 500 juta kepada mustahik di 18 Desa di Kecamatan Balongan, Indramayu, dan sekitar fasilitas di Salamdarma Subang yang diserahkan dalam bentuk santunan dan paket sembako.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WPoSgg
May 20, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WPoSgg
via IFTTT
Share:

Saturday, May 18, 2019

Gempa 5.9 SR di Pangandaran tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5.9 SR di Pangandaran akibat aktivitas subduksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 Skala Richter(SR) di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 212 km arah selatan Kota dan, Kabupaten Pangandaran pada Sabtu (18/5) pukul 8.51 WIB tidak berpotensi tsunami.

Informasi dari Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, di Jakarta, Sabtu, setelah dilakukan pemutakhiran kekuatan gempa menjadi magnitudo 5,6 SR.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," katanya.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,63 lintang selatan dan 108,51 bujur timur pada kedalaman 33 km.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar turun (normal fault).

Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di daerah Pangandaran, Tasikmalaya(jabar), Cilacap, Banyumas(Jateng), Karangkates, Blitar, Tulungagung, dan Kediri (Jatim) pada skala II-III MMI(Modified Mercalli Intensity), di Banjarnegara, Kebumen(Jateng), Bantul(Yogyakarta) dan Solo (Jateng) pada skala II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hpe9Uh
May 18, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hpe9Uh
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 14, 2019

Pengacara tak bisa Pastikan Kapan UBN Kembali Ke Indonesia

UBN tak berniat mangkir dari pemeriksaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Uztaz Bachtiar Nasir (UBN) dipastikan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kasusnya di Bareskrim Polri, Selasa (14/5). UBN saat ini sedang menghadiri undangan di luar negeri tepatnya di Arab Saudi.

Pengacara Uztaz Bachtiar Nasir (UBN) Azis Yanuar sendiri belum dapat memastikan kapan UBN kembali ke Indonesia. "UBN di sana (Arab Saudi) hadir di sebuah acara untuk memenuhi undangan. (Untuk kepulangannya) belum bisa dipastikan," kata Azis saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (14/5).

Azis menjelaskan, UBN bukan berniat mangkir dari pemeriksaan. Namun, ia berharap pihak kepolisian dapat memaklumi agenda UBN sebagi seorang pendakwah yang padat. "Iya, setelah Ramadhan harapannya," ujarnya.

Saat disinggung terkait pertanyaan yang bakal di ajukan ke kliennya, Azis memperkirakan pertanyaan itu tak jauh berbeda dengan pemeriksaan pada tahun sebelumnya. "Kalau terkait dengan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) ini, diperkiraan tidak jauh seperti halnya panggilan saksi dulu 2017," ujarnya.

Dia mencontohkan beberapa pertanyaan tahun lalu, seperti kapasitas UBN di yayasan sebagai apa atau hubungannya dan penerima kuasa pencairan dana, dana itu dikemanakan, bukti buktinya, saksi saksinya. Selain itu, Azis menambahkan, akan ada pemeriksaan umum misalnya, kondisi kesehatan UBN dan pertanyaan yang mendetail terkait aliran dana. "Kondisi pendistribusian dana waktu itu bagimana dan semacamnya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HirHAQ
May 14, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HirHAQ
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Jalan Rusak di Semanan II Rusak dan Penuh Kubangan

Jalan Semanan II di Kalideres rusak parah dan tak kunjung diperbaiki

JAKARTA -- Jalan Semanan II,  Semanan, Kalideres, Jakarta Barat kondisinya sangat mengenaskan. Jalan tersebut hingga kini mengalami kerusakan yang cukup parah dan banyak kubangan. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak sekali lubang genangan air yang menggenang di jalan tersebut. Sebagian lubang-lubang pun sudah mulai ditutupi bahan-bahan sisa bangunan oleh warga agar memudahkan warga untuk melintas di jalan tersebut. 

Saat ini jalan sudah mulai tertutup oleh tanah. Warga yang melintaspun harus berhati-hati agar tak terjatuh saat melintasi jalan tersebut. Karena selain jalan yang bergelombang, jalan juga cukup licin. 

Menurut warga sekitar, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan sejak beberapa tahu  lalu. Namun hingga kini belum ada satu pihak pun yang memperbaiki jalan tersebut.

Pengirim: Muhammad Tiarso Baharizqi, Jakarta

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/3098Sry
May 10, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/3098Sry
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

Update Status dalam Pandangan Fikih

Update status sudah menjadi kebiasaan warga net. Terlebih bagi anak milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — ‘Update Status’ sudah menjadi kebiasaan warga net terlebih bagi anak milenial. Dalam fikih, sebenarnya ada rambu-rambu dalam melakukan update status di sosial media.

Terlebih saat di bulan suci Ramadhan. Harus lebih berhati-hati dalam melakukan update status. Berikut penjelasan Ustaz Oni Sahroni mengenai update status dalam pandangan fikih.

Videografer | Republika TV     Video Editor | Fian Firatmaja

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q0bUtu
May 09, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q0bUtu
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 8, 2019

Menilik Asal Mula Es Bojong Asal Tasikmalaya

Bukan tanpa sebab es campus khas Tasikmalaya itu dinamai es bojong

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Berbuka puasa di Tasikmalaya jangan sampai melewatkan nikmatnya es bojong. Es bojong adalah es khas Tasikmalaya yang terdiri dari campuran nangka, ketan hitam, kelapa muda, alpukat, nanas, dan cincau yang diguyur kuah santan. Jika mau, es bojong juga menyajikan durian.

Penjual es bojong bernama Yana mengatakan bukan tanpa sebab es campur itu dinamakan es bojong. Menurut dia, es campur itu memang berasal dari Kampung Bojong, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Yana merupakan generasi ketiga dari keluarganya yang menjual es bojong. Nama es bojong diambil dari awal tempat es campur itu lahir.

Menurut pemilik kedai SBY itu, dahulu para penjual es yang berasal dari Kampung Bojong berjualan dengan cara berkeliling dari kampung ke kampung. Karena itu nama es bojong sudah terkenal hampir di seluruh Tasikmalaya. "Dulu saya ikut orang tua dari SMP. Setelah saya menikah, baru buka sendiri," kata dia saat ditemui pada Selasa (7/5).

Menurut dia, saat ini seluruh penjual es bojong di Kota Tasikmalaya masih merupakan saudara. Rata-rata resep es bojong antara penjual satu dengan yang lainnya masih sama hanya cara meraciknya yang berbeda.

"Sebenarnya tidak susah membuatnya. Hanya yang membedakan dengan es campur adalah sirup es bojong merupakan racikan sendiri dan memakai santan," kata lelaki yang dalam sehari bisa menjual sampai 150 gelas es bojong itu.

Berdasarkan pantauan Republika, satu gelas es bojong di Kota Tasik dijual dengan kisaran harga Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu. Di kedai SBY, es bojong berisi campuran buah biasa dihargai Rp 10 ribu. Sedangkan harga es bojong dengan campuran durian dihargai Rp 20 ribu.

Yana mengatakan es bojong lebih nikmat disantap ketika bulan puasa. Menurut dia, saat sebelum atau setelah berbuka, kedainya pasti banyak dikunjungi para pembeli.

Pada masa jaya es bojong sekitar pertengahan era 2000-an, kedai-kedai es bojong bisa buka sampai tengah malam saat Ramadhan. Namun kini dengan semakin banyaknya kedai-kedai lain, para pembeli es bojong pun mulai berkurang.

Kedai SBY milik Yana beroperasi mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Tetapi saat bulan puasa ia baru membuka kedainya pukul 16.00 WIB. "Kalau sekarang yang beli rata-rata orang tua atau untuk anaknya. Remaja mah paling 20 persen. Tapi kalau bulan puasa tetap ramai," kata Yana.

Meski begitu, ia yakin es bojong akan tetap bertahan hingga kapanpun karena es campur itu merupakan khas Tasikmalaya. Bahkan menurut cerita orang tua Yana, es bojong mungkin sudah ada dari zaman Indonesia baru merdeka.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H88GRV
May 08, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H88GRV
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Sarri: Piala Liga Inggris Lebih Sulit dari Liga Champions

Pelatih Chelsea menilai orang-orang terlalu berlebihan memandang Liga Champions

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Chelsea Maurizio Sarri heran dengan pihak-pihak yang menjadikan lolos ke Liga Champions adalah ukuran kesuksesan sebuah klub, khususnya di Liga Primer Inggris. Sarri yang telah hampir satu musim menjadi nahkhoda the Blues mengatakan, lolos ke final Liga Champions justru lebih mudah dibandingkan lolos ke final Piala Liga Inggris (EFL).

Pernyataan tersebut disampaikan Sarri jelang pertandingan antara Chelsea kontra Burnley, di pekan ke-35 Liga Primer Inggris, Selasa (23/4) dini hari WIB. Chelsea saat ini masih berjuang untuk bisa mendapatkan tiket ke babak kualifikasi Liga Champions musim depan. Tim London biru saat ini duduk di posisi kelima klasemen sementara dengan mengumpulkan poin sebanyak 66. Jika mampu menang atas Burnley, pasukan Sarri bisa naik ke posisi tiga klasemen sementara menggeser Tottenham Hotspur.

Di tengah perjuangan timnya finish di posisi empat besar, Sarri mempertanyakan mengapa kesuksesan sebuah klub sering kali dinilai dari lolos tidaknya klub tersebut ke Liga Champions.

"Orang-orang terlalu berlebihan terhadap Liga Champions," ucapnya seperti dikutip dari dailymail, Senin (22/4).

"Tentu saja, itu adalah kompetisi yang terpenting untuk banyak klub, tetapi itu merupakan kompetisi dengan eliminasi langsung, jadi kami harus bermain sangat baik dan terkadang anda membutuhkan keberuntungan untuk bersaing di kompetisi itu," ujarnya melanjutkan.

Sarri menyebut, justru persaingan di Piala Liga Inggris sangat sulit dibandingkan Liga Champions. Ia mencontohkan, untuk mencapai final, Chelsea harus berhadapan dengan Liverpool, Tottenham dan Manchester City di final.

"Lebih mudah untuk mencapai final Liga Champions dibanding final Piala Liga Inggris," ucapnya lagi.

Selain masih berjuang untuk mengamankan tiket Liga Champions, Chelsea juga masih berjuang untuk bisa lolos ke final Liga Eropa. Chelsea akan menghadapai Eintracht Frankfurt di babak semifinal Liga Eropa. Terkait hal itu, Sarri mengatakan the Blues akan berusaha mengamankan kesuksesan di dua kompetisi tersebut.

"Kami akan tetap berjuang di Liga Primer Inggris, dan juga Liga Eropa. Tetapi kami ingin memenangkan Liga Eropa, bukan hanya karena bisa lolos ke Liga Champions (jika jadi juara Liga Eropa), tapi karena kompetisi ini sangat penting untuk dimenangkan," ujarnya.

"Kami juga harus berusaha masuk ke empat besar. Itu tidak mudah karena kami hanya punya empat pertandingan tersisa," ucapnya.

"Empat atau lima pertandingan terakhir akan sulit untuk setiap tim yang terlibat. Kita mungkin melihat beberapa hasil yang sangat aneh di bagian akhir musim ini, tapi kita akan berjuang sampai akhir," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W55NGB
April 22, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W55NGB
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Ikut PWMP, Alumni Polbangtan Sukses Berbisnis Kopi Gayo

Keunggulan produknya ada pada pengolahan kopi yang dilakukan melalui banyak proses.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Warsi, kini bersemangat mengembangkan bisnis kopi. Peserta program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) ini melayani konsumennya dari berbagai daerah.

Pria asal Aceh ini telah membina usaha kecil sejak masih sekolah di Polbangtan. Setelah lulus melanjutkan usahanya dengan mengikuti program PWMP bersama 3 rekannya mengembangkan usaha oengolahan kopi gayo luwes.

Saat ditemui pada acara 1st Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) di Botani Square, Bogor, Warsi mengatakan mendapatkan bantuan Rp 30 juta. Uang itu dimanfaatkan untuk pengembangan usaha kopi. 

"Sebelum mendapat bantuan, usaha kami masih kecil. Tapi pas datang bantuan, omset kita meningkat karena produksi juga semakin banyak dengan keuntungan Rp. 2 juta bersih setiap bulannya. Dana bantuan tersebut untuk membeli mesin, kemasan, dan kebutuhan usaha lainnya", ujarnya.

Produknya dipasarkan melalui media online dan sudah memasok beberapa swalayan lokal. Keunggulan produknya ada pada pengolahan kopi yang dilakukan melalui banyak proses, baik secara natural maupun semi dan full wash, serta luwak liar. "Khusus pengolahan robusta dilakukan dengan honey proses dan arabika full wash. Dengan keunikan proses tersebut, harganya tentu berbeda-beda", tambahnya.

Selain membeli bahan baku kopi langsung ke petani, Warsi mengaku juga memberikan pengetahuan kepada petani bagaimana melakukan proses pengolahan kopi sampai dalam bentuk kemasan, sehingga memberi nilai tambah. Dari 34 petani yang diajarkannya, beberapa sudah menjual produknya dalam bentuk kemasan.

"Alhamdulillah, usaha kelompok saya kini semakin maju dan keuntungan semakin meningkat berkat kerja keras teman-teman mulai dari produksi, manajemen, sampai pemasaran. Walaupun kita dapat bantuan dari PWMP, namun kita tetap terus dipantau agar usaha kita benar-benar berkembang dan mandiri," tegas Warsi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Potmrm
April 21, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Potmrm
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Ekonom: Investor Lebih Mencermati Kondisi Oktober

Reaksi pasar akan terlihat saat pelantikan dan perkenalan menteri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilihan Umum Presiden 2019 berjalan dengan lancar, Rabu (17/4). Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai kondisi pasar modal seperti bursa saham memiliki kecenderungan positif karena pemenang pemilu hampir sudah bisa ditebak.

"Melihat hasil pemilihan bisa ditebak siapa yang menang jadi tidak ada shock berlebihan," kata dia pada Republika.co.id, Rabu.

Bhima melihat yang menarik adalah perilaku investor. Menurutnya, investor tidak terlalu mencermati saat ini 17 April melainkan pada bulan Oktober. Saat pelantikan dan perkenalan menteri, akan terlihat reaksi pasar yang sesungguhnya.

Jika menteri yang diperkenalkan adalah mereka yang profesional, maka pasar akan merespons dengan baik melalui aliran dana masuk. Meski demikian, Bhima melihat saat ini masih ada hal yang membuat sensitif yakni langkah investor asing.

"Terlihat dalam seminggu teakhir, mereka melakukan nett sell penjualan bersih saham, itu memang strategi mereka untuk wait and see, tidak apa-apa," kata dia.

Kondisi pasar masih tertolong karena peran investor domestik yang masih terlihat membenamkan dananya. Hal ini didorong oleh kepercayaan pasar melihat sejumlah faktor seperti neraca perdagangan yang surplus dan inflasi yang tetap terjaga.

Selain itu, kinerja beberapa emiten masih positif meski ada ganjalan yakni faktor konsumsi. IHSG tidak bisa tumbuh cepat karena sesuai proyeksi Bank Indonesia bahwa tingkat kredit perbankan melambat.

"Padahal ini kan sudah dekat bulan Ramadhan, lebaran, seharusnya konsumsi naik ditandai dengan kredit perbankan yang naik, tapi ini malah melambat," kata dia.

Hal ini membuat sentimen IHSG tidak terlalu positif. Meski demikian, pemilu yang berlangsung damai tanpa konflik berarti memberi sentimen bagus. Hal ini dilihat investor luar sebagai perkembangan yang baik bahwa pemilih Indonesia cukup dewasa dalam demokrasi. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Grk3nk
April 17, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Grk3nk
via IFTTT
Share:

Diary of Cattle Potret Ironi Sapi Makan Sampah

Tumpukan sampah menjadi makanan sapi di Padang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena ini mungkin sudah tidak asing bagi warga sekitar. Setiap harinya puluhan sapi digiring oleh sang pemilik menuju sebuah tempat pembuangan akhir sampah di Padang. Tumpukan sampah yang membusuk dan bau itulah yang menjadi santapan sapi-sapi.

Realita ini mendorong dua orang sineas lokal asal Padang, David Darmadi dan Lidia Afrilita, untuk mengangkatnya ke dalam sebuah film dokumenter. Akhirnya pada 2017 film dokumenter dengan judul Diary of Cattle berhasil mereka garap.

Cerita yang unik, cara bertutur yang orisinil, dan gambar sinematis dari film ini berhasil menarik perhatian dunia. Untuk pertama kalinya film ini diputar di festival film dokumenter dunia Visions du Rèel di Swiss pada 11 April 2019. Mereka terpilih sebagai satu dari 39 film yang berkompetensi di durasi pendek dan menengah.

"Senang dan bangga. Dari awal kami memang menargetkan festival itu. Tapi tidak terlalu percaya diri bisa lolos, jadi dulu kami targetkan ya untuk produksi di Padang saja," kata Lidia di kantor Badan Ekonomi Kreatif, Selasa (16/4).

Film dokumenter yang berdurasi 17 menit ini diharapkan akan menjadi perhatian semua lini masyarakat baik di Indonesia maupun Internasional. Berdasarkan riset Lidia dan David, hal serupa tidak hanya terjadi di Padang namun terjadi juga di beberapa kota lain di Indonesia.

"Ini ironi. Sapi makan sampah, bahkan plastik yang ada ditumpukan sampah mereka lahap. Sapi-sapi itu jugalah yang nantinya akan dilahap oleh manusia. Ini kami angkat sebagai isu serius, isu nasional," kata Lidia.

Film Diary of Cattle ini merupakan alumni dari workshop dokumenter IF/Then dan Docs By The Sea yang diselenggarakan oleh In-Docs dan Bekraf 2019. Menurut Lidia, hingga kini pihaknya masih mendiskusikan bagaimana strategi pemutaran film dokumenter di Indonesia.

Saat ini sarana dan infrastruktur pemutaran film dokumenter di Indonesia masih sangat terbatas. Tetapi film Diary of Cattle ini telah mendapat tawaran distribusi dari Guardian, sehingga nantinya film ini akan diputar di kanal YouTube Guardian.

"Kami harapkan dengan banyak yang menonton, semakin banyak orang yang sadar, yang empati terhadap sapi itu, terhadap isu lingkungan, dan ancaman plastik yang kian nyata," tegas Lidia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IJeZwv
April 17, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IJeZwv
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

UTBK di Undip Semarang Berlangsung Lancar

Tidak ada laporan tentang perjokian atau kendala teknis.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Diponegoro (Undip) hingga hari kedua berjalan cukup lancar. Hal itu merupakan UTBK gelombang pertama yang digelar kampus tersebut pada tahun ini.

Panitia pelaksana UTBK Undip memastikan, tidak ada laporan tentang perjokian atau kendala teknis dalam pelaksanaan ujian tersebut. Kelancaran UTBK berlangsung baik pada pelaksanaan sesi pagi maupun siang.

“Insya Allah, semua aman dan lancar karena petugas akan secara penuh mengawasi peserta dan mendeteksi secara berlapis semua persyaratan dan identitas seluruh peserta," kata Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama, Ahad (14/4).

Dia menambahkan, pihak panitia pelaksana UTBK Undip telah mempersiapkan infrastruktur dan seluruh kebutuhan peserta. Kesiapan ini juga terkait dengan antisipasi kemungkinan adanya upaya perjokian, yakni orang-orang yang berupaya menyusup sebagai peserta UTBK kali ini.

Panitia juga mengawasi bila ada piranti komunikasi dan sejenisnya yang masuk ke dalam ruangan tempat pelaksanaan UTBK. Ujian tersebut berlangsung tersebar di sejumlah gedung fakultas Undip.

Kepada para peserta, Rektor Undip juga mengingatkan untuk tidak mengikuti kabar menyesatkan, misalnya terkait bocoran materi UTBK. Mereka juga diimbau untuk tidak mempercayai bila ada oknum-oknum yang menawarkan bantuan agar bisa mengerjakan soal-soal yang diujikan dalam UTBK 2019 ini.

Potensi kecurangan telah diantisipasi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), selaku penyelenggara nasional UTBK ini. "Karena soal tiap hari dan tiap sesi akan selalu berbeda bentuk dan karakteristiknya,” ujar guru besar ilmu hukum tata usaha negara Undip tersebut.

Prof Yos, demikian sapaannya, juga mengapresiasi panitia UTBK yang sudah menyiapkan berbagai kebutuhan sehingga ujian tersebut berlangsung dengan lancar. Panitia Pelaksana UTBK Undip menyediakan 1.850 komputer dan beberapa unit cadangan untuk bisa memberikan pelayanan yabg prima kepada para peserta.

Termasuk layanan pada peserta UTBK yabg juga merupakan penyandang disabilitas. Panitia juga menyiapkan petugas khusus untuk membantu kebutuhan peserta difabel. "Sehingga saudara- saudara kita yang berkebutuhan khusus ini pun bisa mengikuti pelaksanaan UTBK kali ini dengan nyaman dan lancar," ucap Prof Yos.

Dari pantauan media, jalan-jalan menuju kampus Undip Tembalang dan Pleburan relatif lancar. Keadaan itu tidak seperti ketika SBMPTN pada tahun lalu yang menimbulkan kemacetan parah.

Ruang test UTBK yang ditempati 20 sampai 40 peserta  rata-rata penuh dan hanya tampak dua hingga tiga kursi yang kosong tidak terisi peserta.

Kepala UPT Humas Undip, Nuswantoro Dwi Warno mengatakan, tahun ini jumlah peserta yang mengikuti UTBK di Undip sebanyak 39.603 peserta, yang terbagi Kelompok Saintek 21.739 dan Kelompok Soshum 17.864.

Pelaksanaan UTBK di Undip diselenggarakan secara mandiri yang dipusatkan beberapa fakultas yang berlokasi di kampus Tembalang dan kampus Pleburan. "Pelaksanaannya pun di khususkan setiap hari Sabtu dan Minggu selama 22 sesi sampai nanti tanggal 26 Mei 2019," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta UTBK,  Aji Pratama mengatakan,  test model UTBK ini lebih mudah dan nyaman. Karena masing- masing soal ada waktunya. Sehingga setiap peserta dapat mengalokasikan waktu untuk menjawab masing- masing soal UTBK kali ini dengan tenang dan lebih fokus.

Selain itu, pelaksanaannya juga jauh lebih nyaman. "Yang jelas tidak seperti tes SBMPTN yang untuk menuju lokasi tes pun kadang sudah macet," jelas peserta yang krmbali mengikuti tes masuk PTN ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IwRGFL
April 14, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IwRGFL
via IFTTT
Share:

Friday, April 12, 2019

Pertamina Cilacap Siaga Pastikan Kilang Beroperasi Normal

Peningkatan kesiagaan ditandai apel siaga yang diikuti jajaran security Pertamina.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang ditetapkan pada 17 April 2019, disikapi Pertamina Refenery Unit IV Cilacap dengan meningkatkan kesiagaan. Peningkatan kesiagaan ini, ditandai dengan apel siaga yang diikuti jajaran pegawai security Pertamina RU IV bersama TNI dan Polri di lingkup sekitar kilang.

''Apel siaga ini kami gelar untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan terhadap sarana dan fasilitas kilang Pertamina RU IV, sehingga kilang akan tetap dapat beroperasi normal selama pelaksanaan pemilu,'' jelas Manager HSE RU IV, Yan Syukharial, Jumat (12/4).

Dia menyatakan, kegiatan pengamanan yang dilakukan peserta apel siaga, nantinya tidak hanya sekadar untuk melakukan pengamanan kilang. Melainkan juga untuk menjamin keamanan proses pelaksanaan pemungutan suara di TPS-TPS kawasan sekitar kilang.

''Melalui upaya ini, kami optimistis kondisi keamanan kilang akan tetap terjaga, sehingga proses produksi BBM di kilang Pertamina Cilacap tidak akan sampai terganggu,'' katanya.

Dia menyebutkan, apel siaga juga serentak dilaksanakan di seluruh unit operasi PT Pertamina (Persero) dari Sabang sampai Merauke. ''Tujuannya, antara lain untuk memastikan operasional kilang tidak terganggu, sehingga pasokan BBM pada masyarakat juga tetap berjalan lancar,'' katanya.

Mengutip rilis yang disampaikan Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, menyatakan Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemilu sejak 18 Februari 2019. Satgas ini akan bekerja 24 jam untuk memastikan keamanan stok dan suplai BBM serta LPG, terutama untuk mendukung kelancaran pemilu yang aman dan damai.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UP2xl8
April 12, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UP2xl8
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Surat Suara Sudah Tercoblos di Malaysia, Ini Respons Nasdem

Nasdem menyerahkan pengusutan kasus itu ke penyelenggara pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- DPP Partai Nasdem mengaku masih mencari tahu kebenaran video pencoblosan surat suara di Malaysia atas sejumlah calegnya yang viral di media sosial. Nasdem akan mengirim utusan untuk langsung melihat ke lokasi.

"Kami juga baru mendengar informasinya, dan kami sedang mencari informasi lebih dalam apa yang sedang terjadi," kata Ketua DPP Nasdem Willy Aditya dihubungi di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya beredar video sejumlah orang yang ditengarai di Malaysia, sedang melakukan pencoblosan pada surat suara pemilu 2019. Dalam video itu terlihat beberapa surat suara telah dicoblos untuk sejumlah caleg asal Partai Nasdem dan capres-cawapres Jokowi-Ma''ruf.

Di video tampak belasan atau puluhan karung serta plastik hitam berukuran besar yang di dalamnya ditengarai berisi surat suara pemilu.

Tampak sejumlah orang sedang melakukan pencoblosan terhadap surat suara, padahal pemungutan suara pemilu di Malaysia baru dilaksanakan 14 April 2019.

Willy mengatakan Nasdem menjunjung tinggi prinsip-prinsip jujur dan adil dalam pemilu. Nasdem telah mengutus Ketua Nasdem di Malaysia yakni Teuku Adnan untuk meninjau lokasi video itu diambil. Nasdem menyerahkan pengusutan video itu kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X2DtV3
April 11, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X2DtV3
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 2, 2019

Calon Kepala Dinas

Demi menjadi kepala dinas, Resman memutar otak mencari 'uang jago'

Hampir 15 tahun Resman Waskiat menjadi pegawai negeri sipil. Sebentar lagi, ia akan diangkat menjadi kepala dinas. Kabar itu sudah mencuat ke mana-mana. Tetangga-tetangganya, yang bahkan selama ini tidak tahu ia bertugas di mana, sudah pada mengucapkan selamat kepadanya dan memberinya sapaan baru ketika bertemu.

“Pagi, Pak Kadis…,” sapa mereka beberapa hari terakhir setiap melihatnya memanaskan mesin mobil.

Meski agak risih karena ia belum benar-benar resmi dilantik, nyatanya Resman diam-diam senang dengan panggilan itu dan membalas sapaan mereka tanpa protes.

“Pagi,” sahutnya.

Selama bertugas sebagai pegawai negeri, Resman Waskiat banyak menghabiskan umurnya sebagai guru. Di samping itu, berkat pengalamannya sebagai wartawan, ia dipercaya untuk memotret kegiatan-kegiatan pemerintah kota, terutama yang dihadiri oleh wali kota atau kepala-kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Bersamaan dengan itu, ia juga menulis rilis pers tentang kegiatan dan kebijakan pemerintah kota dan menyebarkannya kepada wartawan. Atas tugas ganda itu, jadwal mengajarnya pun disesuaikan dengan agenda pemerintah kota yang harus ia dokumentasikan.

Untuk tugas sampingan itu, ia mendapatkan penghasilan tambahan di luar gajinya. Yang pasti, selama masa itu, tak sekali pun ia masuk koran. Namun, sekarang, walau masih sekadar desas-desus akan diangkat menjadi kepala dinas, namanya bolak-balik tercatut dalam koran.

Dulu, ketika masih seorang wartawan, Resman paling gemar memberitakan kenakalan pejabat-pejabat di kota itu. Berita-berita yang ia tulis selalu bikin gempar. Suatu ketika, ia memergoki sekretaris daerah keluar dari kamar hotel bersama seorang perempuan muda. Tak goyah ia disuap dengan sepeda motor baru, kabar itu pun terbit, Pejabat yang bersangkutan pun mundur dari jabatannya.

Meski demikian, banyak juga pejabat yang tetap tak tergoyahkan dari posisinya meski sudah berkali-kali keburukannya diberitakan. Mereka adalah orang-orang yang rutin sungkem kepada wali kota.

Bagi banyak orang, mereka yang tak tergoyahkan itu adalah orang yang dermawan. Mereka selalu membuat orang-orang gembira begitu keluar dari ruangan mereka. Bukan satu-dua orang pula yang telah menjadi sejahtera mereka buat.

Beberapa rekan Resman, termasuk koresponden media nasional yang selalu tampil necis dengan baju seragam kebanggaannya, tak tanggung-tanggung harta bendanya. Mereka punya ponsel canggih, kamera mahal, mobil, bahkan rumah. Beberapa di antara mereka juga bisa berangkat ke Makkah. Semua itu berkat sangu dan proyek yang mereka terima secara rutin dari pejabat-pejabat itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Uq9KrC
April 02, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Uq9KrC
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

Selandia Baru tak Punya Data Lengkap Kejahatan Kebencian

Undang-undang kebencian di Selandia Baru saat ini tidak memadai.

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Beberapa pekan sebelum serangan teror masjid di Christchurch, seorang pria mengancam akan membakar salinan Alquran di luar masjid Selandia Baru. Menurut para pemimpin masyarakat, ancaman itu merupakan yang terbaru dalam daftar panjang ancaman terhadap agama minoritas.

Polisi menyebutkan, mereka memperingatkan seorang pria berusia 38 tahun atas insiden itu. Insiden tersebut tidak terkait dengan penembakan masjid. Polisi tidak mengatakan itu bagian dari pola yang berkelanjutan.

"Selama bertahun-tahun pandangan kami konsisten, yakni ini perlu diprioritaskan dan diimplementasikan segera," kata Kepala Penasihat Hukum di Komisi Hak Asasi Manusia (HAM), Janet Anderson-Bidois dari badan pemerintah independen yang bertugas melindungi HAM.

Tidak seperti kebanyakan negara Barat, termasuk Inggris dan Amerika Serikat (AS), pemerintah Selandia Baru tidak menyimpan catatan kejahatan kebencian yang komprehensif. Mereka gagal menindaklanjuti permintaan dari lembaga lokal dan internasional selama lebih dari satu dekade.

"Sangat penting kita memiliki data yang baik," ucap Anderson-Bidois.

Sebelumnya, seorang teroris penembakan masjid telah didakwa melakukan pembunuhan di dua masjid di Christchurch. Ia akan muncul di pengadilan lagi pada 5 April mendatang.

Dari penembakan massal terburuk di Selandia Baru, muncul berbagai macam pertanyaan yang diajukan terkait tanda-tanda yang dilewatkan lembaga dan di mana sumber daya yang seharusnya melindungi masyarakat rentan. Perdana Menteri Jacinda Ardern telah memerintahkan untuk membentuk penyelidikan kuat dalam serangan tersebut.

Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru, Anwar Ghani mengatakan, bukti anekdotal menunjukkan ada peningkatan perilaku anti-Muslim dalam beberapa tahun terakhir. "Ketika ada titik panas dalam peristiwa global dan saat umat Muslim terlibat. Kita melihat tanda kejahatan kebencian yang datang dari anggota komunitas tertentu," kata dia.

Komisaris Hubungan Ras Selandia Baru antara 2002 dan 2013, Joris De Bre mengatakan, ia khawatir perihal tanda-tanda meningkatnya ancaman terhadap Muslim. Ini terjadi setelah serangan 9/11 di AS.

De Bres mengungkapkan, ia berulang kali meminta pemerintah dan polisi untuk membuat sistem pusat yang mencatat rincian kejahatan yang dimotivasi kebencian dan rasialisme. Ia juga mengangkat masalah tersebut dengan komite PBB tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial.

Dalam ulasannya di Selandia Baru pada 2007, ia menyebutkan kurangnya catatan menjadi masalah. Ia meminta pemerintah mengumpulkan data terkait pengaduan kejahatan bermotif rasial.

"Saya mencatatnya setiap tahun. Saya menulis di berbagai titik kepada pemerintah tentang hal itu, dan hanya dikatakan itu tidak perlu dan itu bukan prioritas," ucap De Bres.

Dalam laporan terakhir tentang Selandia Baru pada 2017, komite PBB juga mengulangi kekhawatiran dan permintaannya. Mereka meminta pemerintah menyediakan data untuk laporan berikutnya sebagai skala prioritas.

Saat Menteri Kehakiman dan Layanan Intelijen Andrew Little mulai menjabat pada akhir 2017, komisi HAM menyatakan dalam pengarahan yang akan datang, negara tersebut membutuhkan sistem pusat untuk mencatat rincian kejahatan yang dimotivasi oleh kebencian dan rasialisme. Disebutkan langkah-langkah yang saat ini diambil polisi saja tidak cukup.

Little menyatakan pada media lokal pada Sabtu undang-undang kebencian saat ini tidak memadai. Ia juga akan bekerja dengan para pejabat untuk meninjau undang-undang tersebut, termasuk mempertimbangkan apakah kejahatan rasial yang terpisah harus dibuat.

Sementara polisi menyatakan mereka menangani kejahatan rasial dan terus mencari cara untuk memperbaiki cara mereka bekerja. "Kami sedang terlibat dalam percakapan yang sedang berlangsung dengan para pemimpin masyarakat dan perwakilan tentang berbagai masalah, termasuk bagaimana polisi merekam tuduhan kejahatan rasial dan kejahatan prasangka," kata seorang juru bicara polisi melalui email.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FKS9Bw
March 31, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FKS9Bw
via IFTTT
Share:

Thursday, March 28, 2019

Eropa Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai pada 2021

Hal ini dilakukan dalam upaya mengatasi sampah laut dan mendorong kebijakan plastik.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL -- Parlemen Eropa memberikan suara yang cukup besar untuk melarang plastik sekali pakai termasuk, sedotan, dan wadah makanan. Hal ini dilakukan dalam upaya mengatasi sampah laut, dan mendorong kebijakan plastik yang berkelanjutan.

"Hari ini kita telah mengambil langkah penting untuk mengurangi sampah sembarangan, dan plastik di lautan," kata Wakil Presiden Pertama Komisi Eropa, Frans Timmermans, dilansir dari laman Time, Kamis (28/3).

Menurut siaran pers yang diterbitkan oleh Parlemen, pada Rabu (27/3), sebanyak 560 anggota parlemen memilih mendukung kesepakatan. Sedangkan 35 di antaranya menentang, dan 28 bersikap abstain.

"Eropa menetapkan standar baru, membuka jalan bagi seluruh dunia," ucap Timmermans.

Petunjuk penggunaan plastik sekali pakai akan melarang produk yang ada di pasaran. Di antaranya, alat makan plastik sekali pakai, piring, dan barang yang terbuat dari plastik pada 2021. Negara-negara Uni Eropa juga harus mencapai target pengumpulan 90 persen botol plastik pada 2029.

Kesepakatan tersebut akan memperpanjang prinsip terkait dengan pencemaran. Lalu akan menempatkan lebih banyak tekanan pada produsen filter tembakau, penjual alat tangkap ikan, dan produk polutan lainnya untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurut Komisi Eropa, lebih dari 80 persen sampah laut adalah plastik. Kemudian kurang dari 30 persen dari 25 juta ton limbah plastik dihasilkan oleh Uni Eropa (UE).

Padahal UE termasuk negara-negara yang mendaur ulang sampah plastiknya. Namun karena proses perubahan yang lambat, plastik menjadi terakumulasi di laut, samudera, dan pantai-pantai di UE, serta seluruh dunia.

Awal bulan ini, seekor paus yang terdampar di provinsi di Filipina memiliki 40 kilogram sampah plastik dalam tubuhnya. Tahun lalu juga seekor paus mati di Thailand, setelah makan lebih dari 80 kantong plastik.

Undang-undang ini diperkirakan akan mencegah kerusakan lingkungan sekitar 25 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030. "Setelah diterapkan, aturan baru tidak hanya akan mencegah polusi plastik, tetapi juga menjadikan Uni Eropa pemimpin dunia dalam kebijakan plastik yang berkelanjutan," ujar Wakil Presiden, Jyrki Katainen.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UeGyDN
March 28, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UeGyDN
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Dompet Dhuafa Gandeng Wardah Gaungkan ‘Jangan Takut Berbagi’

Dompet Dhuafa akan melelang tas yang dhias para influencer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat dalam melakukan penggalangan donasi untuk membantu sesama. Dompet Dhuafa menggandeng Wardah Beauty dan influencer, untuk menggaungkan semangat ‘Jangan Takut Berbagi’ sebagai rangkaian spirit jelang Ramadhan 2019 ini.

Spirit ini mengajak masyarakat untuk menghimpun donasi yang akan diberikan kepada anak–anak dhuafa. Pada event ‘Jangan Takut Berbagi’, para influencer menghias sebuah tas dan nantinya tas yang sudah dihias akan dilelang, serta hasilnya didonasikan untuk anak-anak dhuafa.

“Dompet Dhuafa menggandeng Wardah dan para influencer untuk melakukan decoupage, yaitu menggunting dan menempel di atas tas pandan kerajinan asli dari Tasikmalaya, Jawa Barat,” ujar GM Marketing Communications Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, dalam acara tersebut, Sabtu (23/3).

Nantinya, tas ini akan dilelang oleh Dompet Dhuafa untuk dapat didonasikan langsung kepada orang-orang yang membutuhkan dan korban-korban bencana alam. Bagu masyarakat yang ingin membeli, dapat mengecek langsung akun Instagram @DompetDhuafa atau dapat cek melalui hastag #JanganTakutBerbagi.

“Dari sebuah tas yang dihias itu, telah membawa senyum dan semangat bagi anak– nak dhuafa, setidaknya ada 30 peserta yang meramaikan acara tersebut. Pada Ramadhan 1440 H, Dompet Dhuafa mengusung tema ‘Jangan Takut Berbagi’ sebagai tagline dalam menyambut Ramadhan,” ujar Etika lagi.

Dompet Dhuafa berkomitmen menunjukkan sebuah pola pengelolaan zakat yang holistik memberantas kemiskinan berdasarkan masalah paling mendasar. Dompet Dhuafa juga menjalankan beberapa program baik yang bersifat event sosialisasi, karitas, dan juga respons bencana.

Event sosialisasi bergulir melalui kerjasama dengan mal-mal mitra Dompet Dhuafa, dan salah satu langkahnya menghadirkan artis-artis yang bukan hanya menghibur, tapi juga mampu mengajak masyarakat untuk berzakat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CCo5af
March 24, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CCo5af
via IFTTT
Share:

Monday, March 18, 2019

Ribuan Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor DIY

Dukungan layanan kesehatan, pemenuhan logistik dan perlatan masih terus diberikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Banjir dan tanah longsor menjadi dampak hujan yang terjadi sepanjang Ahad (17/3) yang melanda hampir semua titik di DIY. Masyarakat Kabupaten Bantul memang menjadi yang paling banyak terdampak.

Tidak kurang 4.427 jiwa dari 37 desa yang tersebar di 15 kecamatan merasakan dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi. Sebagian mengungsi ke titik-titik evakuasi, dan sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing.

Sebanyak 26 desa di 10 kecamatan terdampak banjir. Lima fasilitas pendidikan, satu perkatoran dan satu jalan mengalami rusak berat. Hingga Senin siang, genangan air malah masih terlihat di sebagian titik.

Tanah longsor terjadi di 12 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Sedangkan, angin kencang mengakibatkan kejadian pohon tumbang di 16 titik. Akibatnya, lima rumah rusak ringan, tiga jaringan listrik 10 kecamatan dan 12 desa terganggu.

Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal mengatakan, saat ini terdapa 11 titik pos evakuasi. Terdapat tiga jiwa masih dalam pencarian dan dua jiwa koban meninggal dunia.

"Nama korban meninggal Sudiatmojo (80) dari Padukuhan Panjimatan, Wukirsari, Imogiri dan Painem (70) dari Numpukan, Karangtengah, Imogiri," kata Danang, Senin (18/3) siang.

Selain Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul jadi daerah terdampak banjir dan tanah longsor. Selain angin kencang, tanah longsor turut terjadi di empat titik Kabupaten Sleman.

Kejadian banjir di Kota Yogyakarta menimpa satu titik di Umbulharjo, satu titik angin kencang di Kecamatan Kotagede dan satu kejadian tanah longsor di Kecamatan Mergangsan. Untuk Kabupaten Kulonprogo, terdapat 16 kecamatan yang terdampak banjir, genangan di sembilan desa dan enam kecamatan. Sedangkan, untuk longsor berdampak kepada setidaknya 25 titik di 9 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

Sebanyak 23 desa turut merasakan dampak hujan di Kabupaten Gunungkidul. Terdiri dari 12 kecamatan mengalami angin kencang, 20 desa merasakan banjir dan satu titik tanah longsor terjadi di Dusun Ngembes.

Dukungan layanan kesehatan, pemenuhan logistik dan perlatan masih diberikan hingga Senin sore. Namun, ribuan orang masih membutuhkan bantuan seperti air bersih, pakaian hangat, terpal, alas tidur, selimut, dan obat-obatan.

"Dengan jumlah warga terdampak keseluruhan untuk seluruh wilayah DIY sampai pagi sebanyak 4.917 penyintas, saat ini sebagian warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing, sebagian masih bertahan di pos pengungsian," ujar Danang.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, mengimbau masyarakat agar terus waspada potensi genangan, banjir maupun tanah longsor. Utamanya, yang tinggal di wilayah-wilayah berpotensi hujan lebat.

Selain itu, kewaspadaan tinggi diminta kepada masyarakat yang tinggal di titik-titik rawan banjir dan tanah longsor. Waspadai pula terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang beberapa hari terakhir terjadi.

Terlebih, beberapa pekan terakhir angin kencang yang menyertai hujan lebat banyak menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh. Jika hujan terjadi, masyarakat diminta tidak berlindung di bawah pohon.

"Cermati informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan petugas dan sumber-sumber terpercaya," ujar Biwara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FiYTau
March 18, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FiYTau
via IFTTT
Share:

Friday, March 15, 2019

Impor Turun Drastis, Industri Pengolahan Butuh Dibenahi

Impor golongan mesin dan peralatan listrik pada Februari turun 477,3 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja impor Indonesia sepanjang Februari 2019 mengalami penurunan signifikan hingga 18,61 persen. Penurunan itu terjadi untuk seluruh kelompok, yakni barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal.

Khusus penurunan yang terjadi pada bahan baku dan barang modal, maka erat berkaitan dengan kegiatan industri pengolahan dalam negeri dalam menghasilkan suatu produk.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menilai, permintaan bahan baku dan barang modal di sektor infrastruktur masih stabil. Sebab, pembangunan sejumlah infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia masih terus berlangsung.

Sebaliknya, kata dia, penurunan impor yang terjadi lebih kepada impor untuk mesin-mesin pengolahan. “Artinya, kita perlu segera membenahi manufaktur,” kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (15/3).

Mengacu pada laporan BPS, nilai impor golongan mesin dan peralatan listrik pada Februari 2019 turun sebesar 477,3 miliar dolar AS. Selain itu, penurunan juga terjadi pada golongan besi dan baja sebesar 474,5 miliar dolar AS. Selanjutnya, mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar 209,1 miliar dolar AS, plastik dan barang plastik 194,8 miliar dolar AS, dan terakhir impor bahan kimia organik turun 152,7 miliar dolar AS.

Jika dintinjau dari kelompok barang, impor bahan konsumsi mencapai 1,01 miliar dolar AS atau turun 17,43 persen dibanding Januari 2019. Sementara, impor bahan baku turun 21,11 persen menjadi 9,01 miliar dolar AS dan impor barang modal turun 7,09 persen menjadi 2,19 miliar dolar AS.

Pada posisi Januari 2019, penurunan impor terjadi pada kelompok barang modal. Yakni turun 12,10 persen dibanding Desember 2018 menjadi 2,36 miliar dolar AS. Sedangkan impor bahan baku naik 2,08 persen menjadi 11,45 miliar dolar AS. Adapun pada kelompok barang konsumsi juga mengalami penurunan sebesar 16,57 persen menjadi 1,22 miliar dolar AS.

Secara total, impor pada Januari 2019 hanya mengalami penurunan sebesar 2,19 persen dibandingkan dengan Desember 2018. Laju penurunan itu, jauh lebih kecil ketimbang penurunan impor Februari terhadap Januari 2019 yang mencapai 18,61 persen.

Karena itu, Darmin mengatakan, pemerintah juga harus memperhatikan kinerja impor demi menunjang kegiatan industri. Sebab, semuanya bisa berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai catatan, tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

Meski begitu, menurut dia, penurunan siginifikan pada impor bahan baku dan barang modal yang terjadi bulan lalu tidak akan langsung berdampak dalam waktu cepat. “Jangan lupa, pengaruhnya bisa satu sampai dua tahun. Artinya, tidak berarti kita sudah kehilangan kesempatan untuk mempertahankan pertumbuhan,” ujarnya.

Darmin mengatakan, pemerintah saat ini masih memiliki ruang dan waktu untuk memperbaiki impor untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan mencapai pertumbuhan ekonomi. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HjtgQk
March 15, 2019 at 03:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HjtgQk
via IFTTT
Share: