Showing posts with label 2018 at 05:22PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:22PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Kemendikbud Siapkan Kebijakan UN Siswa Terdampak Bencana

Konten yang diujikan pada UN akan disesuaikan dengan materi pembelajaran terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan (Kemendikbud) menyiapkan kebijakan khusus untuk pelaksanaan ujian nasional (UN) bagi siswa terdampak bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah pada pertengahan 2018 lalu. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan konten yang diujikan pada UN akan disesuaikan dengan materi pembelajaran terakhir yang diterima siswa terdampak sebelum proses pembelajaran terganggu akibat bencana.   

"Anak-anak yang terdampak akan dilayani sesuai dengan apa yang sudah dipelajari. Kalau anak-anak itu, katakanlah di semester terakhir terganggu (proses pembelajarannya), maka konten yang diujikan nanti akan sampai di semester terakhir, di mana dia belajar," kata Totok dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (28/12).

Kebijakan itu juga berlaku bagi siswa terdampak yang berpindah sekolah ke daerah lain. Totok menjelaskan, saat ini sedang dilakukan pendataan oleh sekolah penampung melalui sistem pendataan bernama Bio UN.

"Sekolah ini mengidentifikasi siswa tersebut, berasal dari mana, belajarnya sampai di semester berapa. Nanti secara spesifik soalnya akan disesuaikan," tambah dia.

Lebih lanjut Totok mengungkapkan, pelaksanaan UN di daerah terdampak bencana tetap bisa diselenggarakan dengan berbasis komputer (UNBK). Kemendikbud menyiapkan metode yang disebut "remote printing".   

"Jika tidak tersedia komputer, UNBK dilaksanakan dengan alat kertas. Istilahnya melalui 'remote printing'. Itu sudah berdasarkan nama. Jadi masing-masing anak memiliki naskah soal yang berbeda satu sama lain,' kata Totok.

Namun, Totok menambahkan, pihaknya tetap akan melihat jumlah siswa yang menggunakan metode tersebut. Jika jumlahnya sangat banyak, penggunaan UNKP menjadi pertimbangan.

Kebijakan pelaksanaan UN di daerah terdampak bencana telah dimuat dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN Tahun 2019. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebanyak pelaksanaan UN berkoordinasi dengan Balitbang, direktorat dan pemerintah daerah terkait akan mengatur secara khusus pelaksanaan UN di daerah terdampak bencana berkaitan dengan jadwal, tempat, moda pelaksanaan, bahan, dan pengolahan hasil UN.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q8EMy7
December 28, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q8EMy7
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

Petani-Perajin Tahu Tempe Dukung Peningkatan Produksi Pajale

Pasokan kedelai sudah sesuai kebutuhan masyarakat dalam mengonsumsi tahu tempe.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petani dan pengrajin tahu tempe mendukung upaya pemerintah meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai (Pajale). Sesuai yang telah ditetapkan, produksi pajale ditargetkan sebanyak 119,8 juta ton pada 2019.


Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin, mengatakan program peningkatan itu harus mendapat dukungan dari semua pihak. Ia mengingatkan kedelai adalah kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.

"Iya dong kita harus mendukungnya. Kan kita ingin para petani kita hidup, baik secara kesejahteraan maupun secara pasokan," kata Aip dalam pertemuan pengrajin tahu tempe di Semanan, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Aip mengatakan kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman sudah cukup baik dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat. Di sisi lain, peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan kedelai pada perayaan Natal dan Tahun Baru juga sudah maksimal. 

Ketersediaan kedelai, kata Aip, sudah memenuhi target kebutuhan masyarakat dalam mengonsumsi tahu dan tempe. "Yang saya lihat sekarang kebutuhan kedelai 3 juta ton dari total impor sekitar 2,5 ton. Menurut saya, jumlah tersebut sudah memenuhi kebutuhan tahun baru 2018," kata dia.

Aip menambahkan, kebutuhan kedelai dalam setahun yang bisa mencapai 3 juta ton, diperuntukan bagi ribuan perajin tempe dan tahu yang tersebar di seluruh Indonesia. "Kalau hitungan sehari bisa mencapai 10 ribu ton dengan kualitas impor dan lokal sama-sama bagus,"ucap dia.

Salah satu petani dan pengrajin tempe tahu asal Kabupaten Cianjur, Hugo Soswaya, mengatakan kebutuhan kedelai di wilayahnya mencapai 350 ton per bulan. Kebutuhan itu dirasa cukup mengingat harga pasar yang cenderung stabil.

Hugo menyatakan, kalangan petani merasa lebih sejahtera ketimbang beberapa tahun sebelumnya. Apalagi daya beli dan jual yang relatif aman. Meski demikian, ia berharap pemerintah segera melakukan upaya peningkatan agar kebutuhan kedelai mampu swasembada. "Kesejahteraan petani kedelai cenderung meningkat di era Amran, harga-harga stabil," katanya.

Ketua Umum Serikat Tani Nasional, Ahmad Rifai mengatakan, sejauh ini pemerintah sudah berada di jalan yang benar dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan petani melalui produksi pajale. Target 119,8 juta ton dinilai angka yang realistis dan harus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

"Serikat Tani Nasional selalu mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan target produktivitas. Target itu harus tercapai dengan cara yang moderen," ujar dia.

Kementan menargetkan produksi pajale pada 2019 sebanyak 119,8 ton. Jika dirinci, target itu masing-masing untuk padi sebanyak 84 juta ton, jagung 33 juta, dan kedelai 2,8 juta ton.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Hasil Sembiring mengatakan, sejauh ini program dan kegiatan pajale terbagi menjadi dua. Di antaranya peningkatan budi daya dan sarana prasarana. Untuk budi daya, kementan akan melakukan tiga usaha yaitu perluasan areal tanam, intensifikasi dan subsidi benih.

Untuk sarana prasarana antara lain berupa perbaikan irigasi, pencetakan sawah baru, bantuan traktor, pompa air, combine harvester, power tresher,dan  rice transplanter. Ada pula desa mandiri benih, asuransi pertanian padi, pengolahan pupuk organik, corn sheller dan corn combine harvester. "Ini akan dikakukan untuk 34 provinsi di Indonesia," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BDQNGq
December 24, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BDQNGq
via IFTTT
Share:

Saturday, December 22, 2018

Ini Pesan Menag untuk Umat Saat Malam Tahun Baru

Umat Islam sebaiknya mengisi waktu dengan sesuatu yang bermanfaat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin berpesan kepada umat Islam di malam tahun baru agar tidak hura-hura. Menag juga berpesan, sebaiknya umat Islam tidak melakukan sesuatu yang tidak terlalu banyak manfaatnya.

Sebaliknya Menag mengajak umat Islam untuk mengisi waktu dengan sesuatu yang bermanfaat. Seperti mengikuti acara Dzikir Nasional yang diselenggarakan Republika di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta pada malam tahun baru.

"Pesannya umat Islam tidak hura-hura (di malam tahun baru), apalagi melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu banyak manfaatnya, misalnya melakukan konvoi di jalan raya, itu kan bisa mengganggu ketertiban umum," kata Lukman saat ditemui Republika.co.id di rumahnya, Sabtu (22/12).

Lukman mengingatkan umat Islam supaya tidak melakukan konvoi di jalan raya sambil melakukan hal yang berbahaya. Sebab tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tapi juga membahayakan orang lain yang menggunakan jalan umum.

Menag mengajak umat Islam Indonesia melakukan zikir di malam pergantian tahun. Menurutnya, umat Islam lebih baik ikut acara Dzikir Nasional yang diselenggarakan Republika setiap tahun. Dalam acara Dzikir Nasional ada zikir bersama dan tausiyah dari sejumlah ulama.

"Saya pikir (zikir) itu bentuk (kegiatan ibadah) yang sangat positif dalam konteks kita melakukan refleksi diri, evaluasi sekaligus introspeksi diri," ujarnya.

Ia menerangkan, zikir mempunyai banyak makna. Saat berzikir seseorang bisa melakukan kontemplasi, muhasabah dan evaluasi diri atas apa yang sudah dilakukan selama ini. Selama ini tentu telah melakukan perbuatan yang baik dan tidak baik.

Maka perbuatan yang baik harus dijaga, dipelihara dan diteruskan. Sementara, perbuatan yang tidak baik harus menjadi catatan supaya tidak terulang lagi. Maka perlu perbaikan diri.

"Jadi saya memaknai zikir itu sebagai salah satu bentuk ibadah dalam ajaran Islam yang menyebut asma Allah, kalimat toyibah dan lain sebagainya," ujarnya.

Menag menegaskan, saat melakukan zikir, sekaligus melakukan proses introspeksi diri masing-masing. Sehingga hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Seperti diketahui, Republika setiap tahun menggelar Festival Republik dengan puncak acara Dzikir Nasional pada 29 - 31 Desember 2018. Festival Republik tahun ini mengusung tema "Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian."

Republika ingin menggaungkan semangat menebar kebaikan dan menguatkan kepedulian di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi banyak bencana alam dan tahun politik. Sejumlah ulama terkemuka akan menghadiri acara Dzikir Nasional di malam pergantian tahun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SfQbOl
December 22, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SfQbOl
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

Sinar Mas Agribusiness & Food Operasi Katarak Warga Sintang

Setiap tahun kasus baru buta katarak diperkirakan mencapai 250 ribu orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SINTANG –- Sinar Mas Agribusiness and Food menggelar bakti sosial (Baksos) operasi katarak bagi sekitar 238 warga di Sintang, Kalimantan Barat. Baksos digelar pada 14-15 Desember 2018.

Kegiatan itu merupakan buah kerja sama relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas Agribusiness and Food dan Korem 121/Alambhana Wanawai Sintang. Ada pula kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Sekadau serta Dinas Kesehatan setempat.

CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang, mengatakan kegiatan ini bertujuan menjangkau masyarakat yang ingin operasi katarak, namun terkendala jarak dan keterbatasan pelayanan dari pusat kesehatan setempat. Baksos operasi katarak ini diikuti oleh masyarakat dari 4 kabupaten yaitu Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Sekadau. Pelaksanaannya dipusatkan di Sintang.

“Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam bakti sosial ini," ujar Susanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Ahad (16/12).

Susanto menyampaikan terima kasihnya untuk Danrem 121/Alambhana Wanawai Sintang, Bupati Sintang, Bupati Kapuas Hulu, Bupati Melawi, dan Bupati Sekadau. Terima kasih juga ditujukan untuk seluruh jajaran muspika dan relawan Sinar Mas Agribusiness and Food serta Tzu Chi, dari dinas kesehatan, dan tim dokter yang berjumlah 14 orang.

Tim dokter terdiri dari sembilan dokter dari Tzu Chi International Medical Association yang didatangkan dari Jakarta, dua dokter dari wilayah Sintang, dan tiga dokter dari perkebunan Sinar Mas. Operasi katarak juga dibantu Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Kalbar. "Berkat bantuan semua pihak, kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik," kata Susanto.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan baksos operasi katarak ini, para warga penderita katarak dapat sembuh sehingga hidup dengan lebih sehat dan produktif,” ucap Susanto menambahkan.

Susanto menjelaskan wilayah Sintang dipilih menjadi lokasi baksos operasi katarak karena sebelumnya telah banyak laporan pasien penderita katarak yang ditangani oleh para relawan Tzu Chi Sinar Mas di wilayah Semitau. Untuk menangani jumlah pasien yang lebih besar, relawan menjaring dan memobilisasi masyarakat sekitar lainnya yang mengalami katarak untuk mengikuti kegiatan baksos ini.

Kegiatan ini juga, lanjut dia, merupakan perluasan dari program Kepedulian 5 Kilometer yang menjadi sebuah program rutin dan berkelanjutan yang dilaksanakan oleh para relawan Tzu Chi perwakilan Sinar Mas. Melalui program ini, masyarakat dalam radius 5 kilometer dari area operasi perkebunan kelapa sawit Sinar Mas diharapkan terbebas dari penyakit katarak, hernia, dan bibir sumbing.

“Baksos ini merupakan wujud konkret kontribusi perusahaan terhadap warga masyarakat di bidang kesehatan, selain kontribusi perusahaan dalam hal penyerapan tenaga kerja dan mendorong pembangunan ekonomi daerah,” kata Susanto.

Kolonel Inf Bambang Trisnohadi, Danrem 121/Alambhana Wanawai Sintang, menyambut baik pengobatan katarak bagi warga Sintang. Korem 121/Alambhana Wanawai Sintang turut mendukung kegiatan baksos dengan menerjunkan personil untuk mencari pasien yang akan diobati dan membantu masyarakat selama kegiatan berlangsung. Korem 121/Alambhana Wanawai Sintang juga menyediakan prasarana untuk pelaksanaan baksos operasi katarak.

“Kegiatan baksos operasi katarak kali ini juga sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Juang Kartika Tentara Nasional  Indonesia Angakatan Darat (TNI AD) yang diperingati setiap 15 Desember dan menjadi hari ulang tahun TNI AD," kata Bambang.

Tahun ini, kegiatan Baksos operasi katarak menjadi sebuah momentum special bagi Korem 121/Alambhana Wanawai Sintang dalam memperingati ulang tahun TNI AD yang ke-73. "Kami melibatkan dokter dan perawat dari personil kami untuk membantu masyarakat selama baksos operasi katarak berlangsung,” jelas Bambang.

Dari hasil screening terhadap 1.000-an calon pasien, sebanyak 238 orang dinyatakan lolos tahap screening dan menjalani operasi pada 14 dan 15 Desember 2018. Besarnya jumlah peserta operasi katarak ini menunjukkan antusiasme warga yang tinggi untuk mendapatkan pelayanan operasi katarak.

Katarak merupakan salah satu penyakit yang bisa mengakibatkan kebutaan total pada pasiennya. Bahkan, angka kebutaan yang terjadi di dunia termasuk di Indonesia paling banyak diakibatkan oleh penyakit ini. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek, menyatakan katarak merupakan penyumbang terbesar kebutaan di Indonesia yang hampir mencapai 60 persen dimana usia lanjut menjadi salah satu faktor pemicunya.

Pada umumnya katarak susah dicegah, yang bisa dicegah adalah kebutaan karena katarak dan bisa dihindari dengan cara dioperasi. Operasi katarak adalah operasi paling efektif, paling efisien, paling menimbulkan benefit paling tinggi daripada tindakan prosedur lainnya, sehingga orang yang tadinya tidak produktif jadi produktif lagi.

Di Indonesia diperkirakan setiap tahun kasus baru buta katarak akan selalu bertambah sebesar 0,1 persen  dari jumlah penduduk atau kira-kira 250 ribu orang per tahun. Sementara kemampuan untuk melakukan operasi katarak setiap tahun diperkirakan baru mencapai 180 ribu per tahun, sehingga setiap tahun selalu bertambah backlog katarak sebesar 70 ribu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rCr5xs
December 16, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rCr5xs
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Orang Kaya Baru Menghibur Meski tanpa Komedian

Film menampilkan permasalahan hidup yang dibalut komedi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penulis skenario Joko Anwar mengatakan film Orang Kaya Baru meski tidak diperankan para komedian, tetapi para pemain berhasil menjadikan film tersebut sangat lucu dan menghangatkan. "Perihal film komedi, yang paling penting itu bagaimana film tetap bercerita meskipun para pemainnya bukan komedian," kata Joko dalam acara rilis poster dan trailer film Orang Kaya Baru di CGV FX Sudirman, Selasa (11/12).

Meski bercerita tetang permasalahan hidup, Joko memilih mengemas film tersebut dengan komedi. Menurutnya, cara terbaik menghadapi kesulitan hidup adalah melihat segala sesuatu dengan komedi dan ringan. Dia mengatakan meski waktu kecil hidup ditengah keluarga pas-pasan tetapi tetap bahagia.

Joko memuji akting para pemain dan mengaku sangat bangga dengan film Orang Kaya Baru ini. "Gue udah lihat filmnya dua hari lalu. Gila, keren banget kalian. Bagus banget, beneran," ucap Joko.

Joko mengatakan setelah menonton film ini, akan membuat penonton ingin bertemu keluarga dan memeluk mereka.

Menurut Lukman Sardi yang memerankan Bapak, komedi selalu punya tantangan yang luar biasa. "Bikin orang ketawa itu lebih susah dibanding bikin orang nangis," ujarnya.

Dia merasa tidak perlu berusaha keras untuk melucu, tetapi harus bisa mendalami skenario itu dengan baik. "Skrip itu sudah sebagai amunisi, tinggal bagaimana mengeksplorasinya," kata Lukman.

Lukman menganggap film ini menampilkan unsur kehangatan keluarga yang kuat. "Bukan menggurui, pengen-nya begitu selesai nonton para penonton diharapkan berpikir apa yang lebih penting dari sekadar menjadi kaya," ujarnya.

Sedangkan Cut Mini yang berperan sebagai Ibu juga memiliki peranan yang sangat kuat. Dia merasa senang ketika mendapat arahan yang jelas selama proses syuting.

Selama dua bulan syuting, dia mengaku ditantang selalu bisa memerankan karakter yang tampak heboh dan meriah oleh sang sutradara Oddy C Harahap. Cut Mini mengaku diberi kebebasan berimprovisasi saat beradegan.

"Tidak harus sangat berpatokan dengan naskah, tapi selagi masih tetap mengambil garis besarnya. Ketika Ocay (Oddy) suka dengan improve-nya, pasti diambil," ucap Mini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Lc1AMn
December 12, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Lc1AMn
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

BSM: Likuiditas Bank Syariah Mengetat pada Tahun Depan

Financing to Depocit Ratio BSM saat ini berada di level 83 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak hanya terjadi pada bank konvensional, salah satu tantangan bank syariah pada tahun depan pun terkait pengetatan likuiditas. Hal itu di antaranya disebabkan oleh ketatnya kebijakan moneter negara maju yang berimbas pada kebijakan moneter negara berkembang seperti Indonesia.

Seperti diketahui, tahun ini Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 175 basis poin (bps). Dengan begitu kini menjadi enam persen.

"Transmisi kebijakan moneter tersebut akan terlihat pada 2019. Berdampak pada pengetatan likuiditas perbankan, di perbankan syariah bahkan akan lebih ketat karena terkait pengelolaan dana haji," ujar Enterprise Risk Management Group Head Bank Syariah Mandiri (BSM) M Fanny Fansyuri saat ditemui di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), di Jakarta, Senin, (10/12).

Ia menjelaskan secara Undang-Undang (UU), dana kelola Badan Penyelenggara Kegiatan Haji (BPKH) yang saat ini masih disimpan di perbankan syariah harus mulai disebar. Nantinya, maksimal hanya 50 persen yang boleh ada di bank syariah, sementara sisanya harus diinvestasikan ke instrumen lain.

"Dari sumber BPKH, dana mereka yang di bank syariah masih 60 persen. Maka tahun depan, akan terjadi penarikan. Ini alasan bank syariah likuiditasnya ikut ketat," jelasnya.

Selain itu, kata dia, biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan dana lebih tinggi dari pembiayaan. Hanya saja, di 2018 secara year to date (ytd), pembiayaan justru tumbuh lebih tinggi dibandingkan dana.

"Maka secara industri, LDR (Loan to Depocit Ratio) di atas 90 persen. Ini sinyal likuiditas semakin ketat," kata Fanny.

Meski begitu, dirinya menyebutkan, saat ini likuiditas BSM masih baik. Terbukti dari Financing to Depocit Ratio perseroan yang berada di level 83 persen.

Lebih lanjut, Fanny menuturkan per September 2018, secara year on year (yoy) pertumbuhan dana serta pembiayaan BSM sama-sama di Kisaran 14 persen. "Hanya saja pembiayaan tumbuh 14 persen lebih di atas pendanaan," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EdvP4l
December 10, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EdvP4l
via IFTTT
Share:

Harga Telur dan Daging Ayam di Sukabumi Terus Naik

Dinas Perdagangan menyebut kenaikan harga akibat pasokan telur berkurang

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Harga komoditas telur ayam dan daging ayam di pasar tradisional Kota/Kabupaten Sukabumi terus mengalami kenaikan. Diperkirakan harga kedua komoditas ini akan naik hingga awal tahun nanti.

"Harga telur ayam naik jadi Rp 27 ribu per kilogram," ujar Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Sukabumi Heri Sihombing kepada wartawan Senin (10/12). Sebelumnya harga telur pada akhir Oktober 2018 lalu masih mencapai Rp 22 ribu per kilogram.

Heri menuturkan, harga telur ayam terus merangkak naik. Pada 26 November lalu harga telur ayam menjadi Rp 24 ribu per kilogram.

Hanya saja kini harga di pasaran menjadi Rp 27 ribu per kilogram. Pantauan harga ini dilakukan di Pasar Tipar Gede dan Pasar Pelita Kota Sukabumi.

Selain telur ayam, harga daging ayam juga terus mengalami kenaikan. Saat ini harga daging ayam mencapai Rp 36 ribu per kilogram. Sebelumnya harga daging ayam sebesar Rp 34 ribu per kilogram.

Menurut Heri, kenaikan harga diakibatkan faktor pasokan telur dan daging yang berkurang dibandingkan sebelumnya. Ke depan petugas akan terus memantau pergerakan harga di pasaran dan pasokan telur ke pasaran. Harapannya pasokan telur dan daging bisa kembali normal.

Selain di Kota Sukabumi, harga telur ayam juga dilaporkan naik di Kabupaten Sukabumi. Hal ini didasarkan pantauan petugas Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi pada awal Desember 2018.

"Harga telur ayam bila dirata-ratakan naik Rp 23.375 per kilogram menjadi Rp 25.688 per kilogram,"ujar Kepala Bidang Perdagangan, DPKUKM Kabupaten Sukabumi Ela Nurlela. Harga telur ayam di Pasar Cisaat misalnya naik dari Rp 23 ribu per kilogram menjadi Rp 25.500 per kilogram.

Di Pasar Cibadak harga telur ayam naik dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 26 ribu per kilogram. Selain itu di Pasar Palabuhanratu dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 26 ribu per kilogram.

Sementara harga daging ayam di Kabupaten Sukabumi rata-rata juga naik dari Rp 33.250 pee kilogram menjadi Rp 34.750 per kilogram. Contohnya di Pasar Cisaat dan Pasar Cibadak harga daging ayam naik dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 38 ribu per kilogram.

Ela menuturkan, pemkab terus memantau pergerakan harga telur dan daging ayam di pasaran. Harapannya harga kedua komoditas tersebut bisa kembali normal. Sehingga kenaikanya tidak memberatkan masyarakat

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EpqiIT
December 10, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EpqiIT
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Rayakan Hari Guru, Anak Juara Medan Kunjungi Danau Siombak

Anak Juara Medan melakukan tadabbur alam.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Bertepatan dengan Happy Teacher Day, Anak Juara binaan Rumah Zakat Medan wilayah Medan Marelan mengunjungi Danau Siombak. Mereka melaksanakan pembinaan dan penyaluran beasiswa khusus MT Telkomsel di Danau Siombak tepatnya di kelurahan Paya Pasir, kecamatan Medan Marelan.

Untuk menempuh tempat ini membutuhkan waktu 15 menit dari Simpang Paya Pasir. Adapun agenda yang dilaksanakan disana ialah tadabbur alam. Danau Siombak adalah sisa peninggalan jajahan Jepang.

Danau ini adalah danau buatan terbesar di wilayah Medan Utara. Danau ini dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai tempat wisata, kolam pancing, tambak ikan, udang dan kepiting.

Keceriaan Anak Juara terlihat dari senyuman-senyuman mereka. "Makasih ya kakak-kakak mentor sudah bawa kami kemari. Asyik kami dapat pengalaman baru," ucap Fadiyah, salah satu Anak Juara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DOPqr8
November 28, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DOPqr8
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Sinarmas Land Dorong Remaja Masjid Pintar Coding

Salah satu keterampilan ahli yang diperlukan di era 4.0 adalah coding.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia sedang masuk ke era 4.0, saat digitalisasi digunakan dalam berbagai industri. Untuk membangunnya dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menyelam dalam teknologi tersebut.

Salah satu keterampilan ahli yang diperlukan di era 4.0 adalah coding. Sebab itu, SDM perlu terus dipersiapkan dengan skala yang besar dan luas untuk menjawab kebutuhan industri saat ini.

Melihat perkembangan itu, Sinarmas Land mencoba ikut terjun mendorong terciptanya SDM yang mampu melakukan coding untuk memenuhi kebutuhan industri. Cara yang dilakukan dengan memberikan bantuan belajar secara non-formal bekerja sama dengan Techpolitan.

"Pemilihan coding ini pun sejalan dengan perkembangan bisnis Sinarmas yang membangun DigitalHub," ujar Head of Sustainability Program Strategy and Monitoring President Office Sinarmas Land Ilham Wahyudi, Selasa (27/11).

Program Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut telah berjalan sejak 2017 dan saat ini sedang tahap seleksi batch keempat. Kalau batch sebelumnya diberikan kepada remaja-remaja sekitar BSD, Tangerang Selatan, yang memiliki minat dalam  teknologi, pada batch kali ini sedikit berbeda.

Sinarmas Land melibatkan remaja masjid yang berada di bawah naungan Forum Masjid dan Mushola BSD (FMMB). Langkah baru ini dilakukan untuk mendorong generasi muda Islami yang tidak hanya pandai dalam masalah agama, namun, juga bisa memecahkan kebutuhan akan kemajuan teknologi.

Akan ada 10 orang yang terpilih dari seleksi yang sudah dilakukan. Mereka akan diuji secara akademik juga psikologi untuk bisa bergabung dalam program tersebut.

Setelah melakukan kursus singkat selama tiga bulan tentang coding, peserta akan difasilitasi untuk bisa masuk dalam perusahan-perusahan yang memang membutuhkan. Ilham mengatakan, sebab itu, Sinarmas pun bekerja sama dengan beberapa perusahan, seperti Telkomsigma.

"Kami pun dorong mereka yang tidak masuk perusahan untuk menjadi pengusaha yang ada di bidang teknologi," kata Ilham.

Dengan terus berjalannya program coding ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat menjadi pelaku di industri teknologi. Mereka pun bisa bekerja atau berwirausaha dengan hasil pembelajaran yang telah diberikan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zsA8VW
November 27, 2018 at 05:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zsA8VW
via IFTTT
Share: