Showing posts with label 2018 at 10:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:38PM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

PSIS Pertahankan 60 Persen Pemain Lawas

Pemain incaran PSIS tak hanya berasal dari klub Liga 1, namun juga dari klub Liga 2.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PSIS Semarang akan mempertahankan 60 persen pemain lama yang akan dipersiapkan untuk kompetisi Liga 1 Indonesia 2019. Direktur Umum PSIS Khairul Anwar mengatakan, komposisi pemain itu didasarkan atas hasil evaluasi pelatih Jafri Sastra pada musim 2018 yang sudah dijalani.

"Selain mengevaluasi pemain, pelatih juga menyodorkan sejumlah nama yang rencananya akan didatangkan pada buras transfer ini," kata Khairul, Sabtu (22/12).

Namun, Khairul belum bersedia menyebutkan nama-nama pemain yang sedang diincar PSIS. Ia menyatakan, para pemain incaran PSIS itu tidak hanya berasal dari klub Liga 1 namun juga klub yang bertarung di Liga 2. "Yang pasti pemain asal Jawa Tengah yang akan kami pulangkan ke Jawa Tengah," jelasnya.

Menurut Khairul, jika mengaca dari hasil musim 2018, banyak pemain yang direkrut PSIS dari klub Liga 2 justru bermain bagus. Ia mengungkapkan kualitas pemain di Liga 2 juga cukup bagus untuk didatangkan dan bertanding di Liga 1. PSIS pada kompetisi Liga 1 2018 menduduki peringkat ke-10 di klasemen akhir dengan mengoleksi 46 poin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EBxXD7
December 22, 2018 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EBxXD7
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Iran Dinyatakan Memenuhi Kesepakatan Nuklir 2015

Trump telah menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Organisasi pengawas tenaga nuklir PBB yakni Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan, Iran telah mengimplementasikan kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara berpengaruh. Pernyataan ini dikeluarkan setelah dua pekan Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan sanksi ekonomi kepada Iran.

"Iran mengimplementasikan komitmen yang berhubungan dengan nuklir di bawah Join Comprehensive Plan of Action (JCPOA)," kata Direktur IAEA Yukiya Amano, Kamis (22/11).

JCPOA juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran 2015 karena ditandatangani pada Mei 2015. Perjanjian tersebut ditandatangani antara Iran dan enam negara berpengaruh, salah satunya Amerika Serikat.

Namun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini menarik AS dari kesepakatan tersebut. Alasannya untuk menggoyah pengaruh Iran dalam perang di Suriah dan Yaman serta agar Iran menghentikan program misil mereka.

Tidak ada satu pun alasan Trump tersebut yang tertuang dalam kesepakatan nuklir Iran 2015. Jerman, Prancis dan Inggris telah berusaha agar kesepakatan tersebut tidak batal. Kesepakatan itu telah mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran sebagai gantinya mereka harus membatasi aktivitas nuklir.

Akibat sanksi AS, banyak perusahaan-perusahaan negara Barat yang telah membatalkan rencana mereka melakukan bisnis dengan Iran. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Iran akan melanggar kesepakatan tersebut, yang mana dirancang untuk menjauhkan mereka dalam membangun senjata nuklir.

Direktur IAEA Amano tidak berkomentar tentang dampak terhadap sanksi ekonomi AS yang mulai berlaku pada 5 November lalu. Iran telah mengancam akan membatalkan kesepakatan nuklir 2015 jika Prancis, Jerman dan Inggris serta sekutu mereka gagal untuk memberikan manfaat ekonomi yang dijanjikan dalam kesepakatan tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2znsLix
November 22, 2018 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2znsLix
via IFTTT
Share: