Showing posts with label 2018 at 04:24PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:24PM. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Kisah Kemenangan Para Penyintas

Baznas menerbitkan buku “Menang usai Diterjang Gelombang”.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- “Pagi itu gempa menggetarkan penjuru bumi Aceh Darussalam yang disusul kemudian dengan tsunami. Saya sedang bermain-main bersama kedua saudara saya (kakak berumur 11 tahun, sedangkan adik berumur 6 tahun). Tidak pernah terpikirkan bahwa permainan itu bakal menjadi pertemuan kami terakhir kali.”

Buat negeri yang kerap dilanda bencana alam seperti Indonesia, kisah-kisah seperti di atas, naasnya, bukan kisah yang langka. Media-media kerap meliput secara ekstensif perihal pengalaman para korban maupun penyintas saat bencana terjadi maupun beberapa saat setelahnya.

Yang jarang didengarkan, bagaimana para penyintas melanjutkan kehidupan mereka selepas sorotan kamera beralih ke lokasi lain. Bagaimana mereka perlahan menata hidup setelah aliran belasungkawa mengering.

Petikan di atas adalah kisah yang dituturkan Mahfuzhah, seorang alumni Teknologi Informatika Politeknik Aceh. Warga Blang Monlung, Aceh Jaya itu bertutur soal pagi hari pada 26 Desember 2004, saat bencana gempa bumi dan tsunami saat ia kehilangan ibunda dan saudara-saudaranya. Mereka menyusul sang ayah yang berpulang lebih dulu, meninggalkan Mahfuzhah sendirian. 

Tapi kisahnya tak berakhir di situ, dengan bantuan beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mahfuzhah bangkit belajar, meraih nilai-nilai baik di tengah keterbatasan, dan akhirnya lulus dengab predikat cum laude dari Politeknik Aceh. Ia kemudian meraih pekerjaan stabil dan berumahtangga.

Kisah yang dituturkan Mahfuzhah tersebut hanya satu dari sekian yang dirangkum dalam buku Menang usai Diterjang Gelombang yang diterbitkan Baznas dan akan diluncurkan seturut peringatan 14 tahun bencana gempa-tsunami Aceh pada Rabu (26/12) ini.

Selain Mahfuzhah,  ada juga Juliansyah, seorang warga Simeuleu. Saat bencana darang, ia masih duduk di sekolah dasar. Perjuangannya sebagai penyintas menghantarkannya menyelesaikan kuliah jurusan elektronika di Politeknik Aceh, dan kemudian bekerja pada perusahaan Jerman di Batam, Kepulauan Riau.

Nasib yang ia alami di Aceh agaknya menghaluskan hati Juliansyah. “Selama di Batam, saya dan teman-teman sering mengadakan kegiatan sosial. Saya memang tergabung dalam beberapa organisasi sosial seperti Bagi Nasi Pagi Batam. Sesekali kami juga ke pulau-pulau terluar kota Batam untuk sekadar memberikan dorongan semangat belajar kepada para pelajar yang tinggal di pulau-pulau hinterland atau daerah-belakang penyangga kota,” tulis dia dalam buku tersebut.

Di dalam buku tersebut, 20-an penyintas menuturkan kisah mereka. Sebagian besar perempuan dan sebagian mulai meniti hidup di Asrama Baznas yang didirikan untuk menampung dan mendidik para penyintas. 

Para penyintas merupakan bagian dari 400 anak yang dibimbing Baznas dalam program Selamatkan Tunas Bangsa. Diberi pendidikan asrama hingga 150 di antaranya berhasil mencapai pendidikan tinggi. Ada yang menjadi dosen, insinyur, akuntan, hingga sarjana ilmu-ilmu keislaman.

Pada masa-masa seperti sekarang, saat bencana datang silih berganti menerpa Tanah air, buku ini tak kalah pentingnya. Dalam banyak kisah, ada inspirasi bahwa pertolongan pada saat bencana tak bisa hanya sesaat. Dengan bekal yang sederhana, para penyintas punya tekad luar biasa untuk bangkit dan akhirnya jadi anggota masyarakat yang unggul dan bermanfaat.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EPByhw
December 25, 2018 at 04:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EPByhw
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

Natal dan Tahun Baru, ini Himbauan MUI Provinsi DKI

Masyarakat Muslim dianjurkan memperbanyak zikir, doa dan muhasabah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan himbauan menjelang perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019. Dalam surat yang ditandatangani KH Munahar Muchtar HS (ketua umum) dan  KH Yusuf Aman MA (sekretaris umum), MUI Provinsi DKI menghimbau agar kegiatan perayaan Natal  berjalan baik dan lancar dengan tetap menjaga suasana yang damai dan harmonis. 

“Selain itu,  lebih memperkokoh suasana yang rukunantarumat beragama di wilayah Ibukota Provinsi DKI Jakarta,” bunyi surat himbauan yang diterima Republika.co.id, Senin (24/12). 

Selanjutnya, MUI Provinsi DKI Jakarta menyerukan kepada pemilik mal, ritel, hotel dan lain-lain di wilayah DKI Jakarta, agar tidak mewajibkan para karyawan/karyawati yang beragama Islam untuk menggunakan atribut  agama lain, termasuk atribut perayaan Natal.

MUI Provinsi DKI Jakarta menyerukan kepada masyarakat Muslim untuk memperbanyak zikir, doa  dan muhasabah, serta menjauhkan diri dari perilaku yang kurang terpuji.

Terakhir, MUI Provinsi DKI Jakarta  menyerukan kepada masyarakat  Jakarta yang merayakan pergantian tahun baru agar menaati aturan yang telah ditetapkan Pemerintah DKI Jakarta. Sehingga, tercipta keamanan dan ketertiban  masyarakat yang kondusif.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CvpFuS
December 24, 2018 at 04:24PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CvpFuS
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Dua SMK di MalangJadi Pilot Project Pengembangan SDM Digital

Kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang teknologi digital semakin tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Dua SMK Negeri di Jawa Timur (Jatim) terpilih menjadi bagian pilot project dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang ekonomi digital. Kedua sekolah negeri tersebut, yakni SMK Negeri (SMKN) 4 Malang dan SMKN 11 Malang.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan, saat ini kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang teknologi digital semakin tinggi. Kondisi ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital dan e-commerce di Indonesia. Untuk itu, diperlukan kerjasama revitalisasi SMK antara pemerintah pusat dan daerah.

"Agar lulusan SMK diharapkan dapat mengisi kebutuhan tersebut," kata Darmin saat mengunjungi SMKN 4 Malang, Kamis (13/12).

Menurut Darmin, penentuan dua SMKN tingkat Jatim ini telah direncanakan sejak sepekan lalu. Ia mengundang Gubernur Jawa Timur (Jatim) bersama tujuh kepala daerah lainnya serta Bupati Lampung Barat. Di pertemuan tersebut, para pimpinan daerah dan pusat sama-sama memahas komitmen dalam revitalisasi SMK.

Darmin menjelaskan, setidaknya terdapat dua alasan penting yang mendasari kerjasama tersebut. Pertama, kewenangan SMK terdapat pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) sehingga revitalisasi akan berjalan dengan baik. Alasan kedua, daerah tentu lebih memahami kebutuhan dan potensi daerahnya masing-masing.

"Kebutuhan jurusan SMK pada setiap provinsi pun dapat berbeda karena potensi dan sektor unggulan setiap daerah juga berbeda," kata dia.

Saat ini SMKN 4 dan 11 Malang sudah memiliki jurusan-jurusan yang sejalan dengan perkembangan tren global. Beberapa di antaranya seperti jurusan Animasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer & Jaringan dan Mekatronik. Talenta digital dengan keahlian seperti Desainer 3D, Animator, Front End Programmer dan Mobile Application Programmer, kata dia, dapat dihasilkan dari lulusan SMK.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rAT1BU
December 13, 2018 at 04:24PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rAT1BU
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

BI: Cadangan Devisa Naik 2 Miliar Dolar AS

Posisi cadangan devisa pada akhir November setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat 117,2 miliar dolar AS pada akhir November 2018. Cadangan devisa ini meningkat 2 miliar dolar AS dibandingkan posisi pada akhir Oktober yang sebesar 115,2 miliar dolar AS.

"Peningkatan cadangan devisa itu terutama berasal dari penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lain yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah," kata Direktur Direktorat Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (7/12).

Ke depan, kata Junanto, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif. Dijelaskannya, posisi cadangan devisa pada akhir November itu setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Menurut dia, BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GdyAVY
December 07, 2018 at 04:24PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GdyAVY
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Neymar Isyaratkan Bakal Berlabuh ke Liga Primer Inggris

Kapten timnas Brasil ini sempat dikaitkan dengan Manchester United.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Nama Neymar da Silva jr selalu diperbincangkan di bursa transfer. Kapten tim nasional Brasil itu masih berkostum Paris Saint-Germain (PSG).

Dalam sebuah obrolan dengan bek Manchester City, Benjamin Mendy, Neymar ditanya tentang kans menuju Liga Primer Inggris. Eks Barcelona tidak menampik kemungkinan itu bisa terwujud.

"Kita tidak tahu apa yang terjadi pada masa depan, tapi saya percaya setiap pemain hebat, setidaknya pada suatu waktu harus bermain di Liga Primer," kata pesepak bola 26 tahun dikutip dari Four Four Two, Kamis (6/12).

Neymar menilai Liga Primer Inggris salah satu kompetisi terbesar di dunia. Banyak klub-klub hebat dengan kekuatan merata di sana.

Neymar baru menjalani musim kedua di PSG. Sebelumnya ia sempat dikaitkan dengan Manchester United. Pada akhirnya jagoan Samba merapat ke Kota Paris.

Sejauh musim ini berjalan, jebolan akademi Santos telah membela Les Perisiens dalam 18 laga di berbagai ajang dan mencetak 15 gol. Neymar masih tercatat sebagai pemain termahal dunia.

PSG membeli sang penyerang dari Barca dengan mahar 222 juta euro. Belakangan, ia juga dirumorkan bakal kembali ke Camp Nou.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SxMyTQ
December 06, 2018 at 04:24PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SxMyTQ
via IFTTT
Share:

Republika Raih Anugrah Karya Jurnalistik ACT

Lomba karya jurnalis dapat meningkatkan kepekaan media terhadap isu kemanusian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika menerima anugrah jurnalistik yang diadakan Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan tema The Rise of Islamic Filantropy di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/12). Dalam penganugrahan tersebut, Republika berhasil menyabet tiga kategori, yakni kategori media cetak, media daring (online), dan kategori perorangan. 

Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Aziz mengatakan, perlombaan karya jurnalistik ini merupakan tahun ketiga sejak diadakan pada 2016 lalu. Lomba yang mengusung tema Qurban ini, kata Lukman, diikuti oleh lebih dari seratus media, dan terus mengalami peningkatan peserta. 

“Alhamdulillah kegiatan lomba jurnalistik ketiga ini berjalan lancar,” kata Lukman saat menyampaikan sambutan di Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (6/12). 

“Semoga pemenang bisa terus mendukung tema kemanusiaan bukan hanya karena hadiahnya tapi karena dukungan pada isu kemanusiaan,” kata dia. 

Dia berharap, lomba karya jurnalistik ini dapat meningkatkan kepekaan media terhadap isu kemanusiaan. Kontribusi media dalam pengangkatan isu kemanusiaan, lanjut Lukman, juga dianggap mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat. 

Lukman menjelaskan, dalam lomba ini, terdapat 20 lebih pemenang, dengan satu pemenang utama yang berhak mendapatkan hadiah umrah. Setelah anugrah jurnalistik 2018, ACT juga akan langsung menggelar Humanity Journalism Award 2019. 

“Semoga teman teman termotivasi dengan adanya lomba ini dan bisa lebih aware dengan isu kemanusiaan,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EghWmA
December 06, 2018 at 04:24PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EghWmA
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

PKS Kritik BIN: Kita Jadi Saling Curiga, Saling Tuding

Informasi intelijen seharusnya tidak diungkap ke publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengkritisi Badan Intelijen Negara (BIN) usai mengungkapkan sejumlah temuan 41 masjid di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah yang terpapar radikalisme. Menurut Mustafa, BIN seharusnya dapat memilah dan memilih terlebih dahulu terkait informasi apa saja yang akan disampaikan ke masyarakat.

"Bukan menjadi informasi mentah yang dilempar ke publik lalu menjadi kontroversi itu yang kemudian membuat suasana justru menjadi tidak stabil, kita bisa jadi saling curiga  saling tuding menuding," kata Mustafa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/10).

Mustafa menganggap informasi intelijen itulah yang kemuduian diolah untuk kemudian dibuatkan kebijakannya. Menurutnya, kebijakan itulah yang kemudian disampaikan kepada publik.

"Tentu saja sebijak-bijaknya namanya kebijakan harus bijak bagaimana kemudian membuat suasana yang kondusif, apa lg ini sekarang bulan-bulan, hari-hari menjelang pemilu 2019 pileg, pilpres, pemilihan DPD," tuturnya.

Anggota parlemen tersebut berharap pemerintah lebih kompak dan dapat melihat segala persoalan secara utuh. Kemudian, pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih bijak.

"Masjid-masjid itu kan tempat orang untuk mendekatkan diri kepada yang maha kuasa untuk menenangkan diri untuk memperdalam keyakinannya, jangan sampai kemudian menjadi permasalahan kepada umat-umat tertentu lalu akhirnya kegiatan agama yang seyogiyanya menjadi kontributor bagi stabilitas politik justru malah menjadi sesuatu yang tidak kontributif," ucapnya.

Hal senada  juga diungkapkan anggota komisi I DPR RI Hidayat Nur Wahid. Ia menganggap aneh jika data yang dipakai oleh BIN bukan data BIN pribadi.

Menurut politikus PKS tersebut, BIN seharusnya memiliki data sendiri yang independen. Kemudian data tersebut,  Hidayat menambahkan, seharusnya hanya diberikan kepada Presiden sebagai pengguna (user).

Selain itu, Wakil Ketua MPR tersebut menganggap data-data yang disampaikan BIN ke masyarakat tersebut dirasa tidak cukup membantu dalam menyelesaikan persoalan radikalisme. Malah masyakat justru akan merasa terteror dengan data-data tersebut.

"Harusnya kalau memang BIN meyakini ada informasi, jangan diumbar ke publik, usernya ke presiden, atau ke DPR, komisi I," ujarnya.

Sebelumnya, Jubir Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan, institusinya mendapatkan laporan dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) NU, bahwa ada 50 Penceramah di 41 masjid lingkungan pemerintah terpapar radikal. Wawan mengatakan, hasil survei yang dilakukan oleh P3M NU sebagai peringatan dini dan ditindaklanjuti dengan pendalaman serta penelitian lanjutan oleh BIN.

"Masjidnya tidak radikal, tapi ada penceramahnya di masjid di lingkungan pemerintah semua di Jakarta," kata Wawan di Jakarta, Selasa (20/11).

Wawan tidak menyebut secara jelas apakah penceramah tersebut terafialiasi dengan kelompok berajaran radikal tertentu atau tidak. Namun, yang pasti BIN terus melakukan pendalaman.

Dia mengatakan, pihak yang terpapar tersebut menyampaikan ujaran-ujaran kebencian dan mengkafir-kafirkan orang lain. Wawan mengatakan, masjid yang berada di kementerian/lembaga maupun BUMN perlu dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah agama tidak mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap golongan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DPQxrq
November 21, 2018 at 04:24PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DPQxrq
via IFTTT
Share: