Showing posts with label 2019 at 07:50PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:50PM. Show all posts

Monday, May 20, 2019

Melihat Kuda Liar di Sabana Fulan Fehan NTT

Kuda liar hidup bebas di Fulan Fehan, berlari, tidur, atau sekadar makan minum.

REPUBLIKA.CO.ID, ATAMBUA -- Ketika mendengar kata padang sabana, daerah mana yang terlintas? Saat wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) disebutkan, destinasi apa yang menjadi rujukan?

Kebanyakan orang saat mendengar sabana akan merujuk ke Bromo atau Baluran, Jawa Timur. Sedangkan untuk NTT tentu saja Pulau Komodo menjadi tempat yang paling terngiang di kepala.

Tapi, bagaimana kalau menggabungkan antara padang sabana dengan NTT? Itu bukan tidak mungkin ketika mampir ke Fulan Fehan di Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.

Lembah ini berada di Desa Dirun sekitar 26 kilometer dari Atambua, ibu kota Kabupaten Belu. Jalur hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi menyusuri jalur Sabuk Merah, atau kendaraan bak terbuka yang membutuhkan waktu lama untuk menunggu dan mencarinya.

"Memang baru dikembangkan menjadi tempat wisata. Tapi, sudah dilirik banyak orang," ujar Camat Lamaknen Selatan Wendy Meak.

Hembusan angin kencang di dataran tinggi ini membuat suhu udara cukup dingin. Meski begitu, kondisi ini tidak bisa menghalangi dari mata yang bisa menikmati hamparan luas sabana dengan pemandangan Gunung Lakaan.

Lebih lagi, pemandangan dari tempat ketinggian menjadi tempat berfoto yang tidak biasa. Pemandangan hijau di bagian bawah lembah dapat terlihat jelas, dengan samar-samar di ujung pandangan terdapat hamparan lautan.

Hal yang spesial dari sabana di Fulan Fehan ketika bisa melihat aktivitas kuda hidup bebas secara liar. Hewan tersebut sangat mudah ditemukan di sana, berbaur dengan sapi-sapi di pinggir danau alami.

Mereka hidup bebas di Fulan Fehan, berlari, tidur, atau sekadar makan dan minum. Keberadaan kuda liar ini menambah nuansa alami yang belum terjamah, karena memang belum banyak wisatawan yang mengetahui tempat ini.

Tapi, bagi pengunjung yang datang perlu berhati-hati ketika berjalan. Sebab, risiko dari suguhan kehidupan kuda liar membuat tanahnya pun dipenuhi dengan kotoran kuda yang berserakan di mana-mana.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wdtgso
May 20, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wdtgso
via IFTTT
Share:

Saturday, May 11, 2019

Mengapa OJK Dorong Emiten Pasar Modal Terbitkan Sukuk?

Pasar sukuk di Indonesia pun masih didominasi oleh instrumen pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong emiten untuk lebih banyak menerbitkan sukuk. Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasasi mengungkapkan, jumlah emiten yang menerbitkan sukuk relatif masih sedikit.

Pasar sukuk di Indonesia pun saat ini masih didominasi oleh instrumen pemerintah.

"Emiten yang menerbitkan sukuk itu-itu saja, tidak banyak menyebar ke perusahaan lain. BUMN yang kita harapkan juga belum banyak," ujar Fadilah dalam acara diskusi dengan media, Kamis (9/5) malam.

Fadilah menjelaskan, baru 22 sukuk korporasi yang diterbitkan per April 2019 dan berasal dari enam emiten. Total nilai sukuk yang diterbitkan, yaitu sebesar Rp 3,33 triliun.

Secara total, sejak 2013 hingga saat ini, nilai outstanding sukuk korporasi mencapai Rp 24,28 triliun dengan jumlah 120 sukuk. Sedangkan, nilai outstanding sukuk negara saat ini mencapai Rp 686,88 triliun.

Menurut Fadilah, salah satu faktor penyebab rendahnya penerbitan sukuk korporasi adalah emiten belum memahami sukuk. Dia mengatakan, masih banyak emiten yang menilai bahwa sukuk tidak likuid.

Selain itu, kata Fadilah, penerbitan sukuk juga dianggap lebih rumit dari sisi persyaratan dibandingkan menerbitkan obligasi konvensional. Untuk menerbitkan sukuk, emiten diharuskan memiliki underlying asset. Di samping itu, emiten juga wajib memiliki tim ahli syariah (TAS).

"Memang ada tambahan biaya sedikit untuk TAS, tapi tidak signifikan dan bisa dikompensasi dengan penghematan atau potongan 0,05 persen dari emisi," ujar Fadilah.

Menurut Fadilah, satu-satunya cara untuk memberikan solusi atas permasalahan likuiditas adalah dengan memperbanyak suplai. Dengan adanya suplai yang banyak, otomatis likuiditas akan meningkat.

Selama ini, Fadilah mengungkapkan, OJK juga telah berusaha memberikan insentif pengurangan biaya registrasi untuk penerbitan sukuk. Emiten sudah bisa langsung menerbitkan sukuk setelah satu tahun melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB). Sedangkan untuk menerbitkan obligasi harus menunggu hingga dua tahun setelah PUB.

Sementara, transaksi reksa dana syariah diharapkan meningkat signifikan seiring dengan kehadiran platform daring atau digital. OJK menyebutkan, pertumbuhan dana kelolaan atau nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana syariah meningkat 200 persen dalam lima tahun terakhir.

"Perkembangan industri reksa dana syariah dalam lima tahun ke depan diperkirakan akan meningkat pesat berkat digital. Apalagi, dengan berkembangnya generasi milenial yang produktif menghasilkan dan membelanjakan uang serta mayoritas Muslim. Dari situ, pangsa syariah masih sangat luas," kata Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK, M Touriq.

Dibandingkan dengan konvensional, dana kelolaan reksa dana syariah memang terbilang masih kecil, yakni Rp 35,38 triliun per April 2019 dibandingkan dengan total keseluruhan dana kelolaan reksa dana di Indonesia yang mencapai Rp 520,9 triliun.

(Ikuti Ulasan dan Analisis Berita-Berita Aktual di Republika.co.id , Klik di Sini)

(ed: ahmad fikri noor)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VivIt0
May 11, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VivIt0
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Harga Avtur Pertamina Murah, Indef: Aneh Tiket Pesawat Mahal

Harga avtur Pertamina dinilai lebih murah dibandingkan Shell.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Indef Drajad Wibowo menilai, harga avtur Pertamina sangat bersaing dibanding dengan harga avtur yang dijual raksasa minyak seperti Shell. Oleh karena itu, dia mengaku aneh jika harga pesawat yang mahal dikaitkan dengan harga avtur.

"Bahkan jika disandingkan dengan harga di Singapura, jatuhnya bisa lebih murah 10-20 sen dolar AS per liter," kata Drajad di Jakarta, Jumat (10/5).

Perbandingan harga untuk periode II, April 2019, harga avtur Pertamina di dua bandara, yaitu Juanda Surabaya dan Soekarno Hatta Jakarta, bahkan paling rendah dibandingkan Shell di berbagai bandara, yaitu Narita Tokyo, Manila, Singapura, Hong Kong, Kuala Lumpur, dan Bangkok.

Di bandara Juanda, harga avtur Pertamina adalah Rp9.949,06 per liter dan di Soekarno Hatta Rp9.022,54 per liter. Sedangkan, harga Shell termurah di Bangkok mencapai Rp 9.956,70 per liter, sementara Shell di Narita Tokyo mencapai Rp 15.993,54 per liter.

Untuk itulah, kata dia, sangat aneh, jika dalam kondisi harga tiket pesawat mahal seperti sekarang, avtur Pertamina selalu disalahkan. Terlebih karena selalu dikaitkan dengan kemungkinan adanya pemain baru untuk avtur dalam negeri.

"Kenapa narasinya selalu swasta harus ikut main avtur, jangan Pertamina saja. Jangan-jangan ada udang di balik batu," kata Drajad melalui keterangan tertulis.

Menurut Drajad, yang menjadi penyebab mahalnya harga tiket pesawat saat ini adalah inefisiensi maskapai. Drajad mencontohkan salah satu maskapai dalam negeri yang memikul banyak beban yang tidak efisien seperti pengadaan pesawat, asuransi dan biaya lainnya, akibatnya harga tiket maskapai tersebut sangat mahal.

"Saya bisa bicara tentang inefisiensi ini karena sebagai anggota DPR, saya pernah menulis solusi keuangan maskapai tersebut yang saya antar langsung ke istana pada masa Presiden SBY," katanya.

Tentang mahalnya tiket perusahaan maskapai dalam negeri, Drajad mengaku tiket Garuda ke Eropa jauh lebih mahal dibandingkan Turkish, Emirates, Qatar, Etihad, dan Saudi.

"Memang Garuda tanpa transit, tapi selisih harganya gila-gilaan. Jadi, memang maskapainya yang seharusnya disoroti atas mahalnya harga tiket," kata dia.

Menurut dia jika Garuda bisa menurunkan harga tiket, diyakini bahwa maskapai lain akan ikut turun. Jika tidak, mereka kehilangan pasar secara signifikan.

"Nah, karena Garuda mayoritas milik negara, mengapa pemerintah selalu gagal menurunkan harga tiket Garuda? Ini kan otomatis akan menurunkan harga tiket pesawat di Indonesia," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E1uIUt
May 10, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E1uIUt
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Muhammadiyah: Insya Allah tak Ada Perbedaan Awal Ramadhan

Kemenag akan menggelar Sidang Itsbat pada tanggal 5 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas memastikan penetapan awal Ramadhan akan serempak dilakukan seluruh umat Islam. Sehingga awal dan akhir menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri tidak akan terjadi perbedaan. 

"Insya Allah serentak menjalankan puasa semuanya," katanya, Kamis (2/5).

Yunahar menuturkan, pada saat Kemenag menggelar sidang itsbat hilal dipastikan hilal sudah terlihat jelas. Dengan begitu tidak perlu ada lagi keraguan tanggal 6 Mei umat Islam sudah bisa menjalankan ibadah puasa.

"Besok itu Insya Allah terlihat kok, karena sudah tinggi sudah 6 derajat sudah di atas 2 derajat. Jadi biasanya Kementerian Agama itu kalau sudah 2 derajat Insya Allah bisa terlihat sehingga tanggal 6 nya sudah mulai puasa," katanya.

Yunahar mengatakan, kriterianya kalau menurut hisab apabila sudah terjadi  ijtima matahari dan bulan dalam satu garis sebelum maghrib maka awal masuk bulan ramadan sudah dapat dipastikan.

"Nah nanti pada saat matahari terbenam dilihat, bulan berada di mana posisinya waktu matahari terbenam. Kalau bulan sudah di atas ufuk itu kalau bagi Muhammadiyah kalau bulan sudah di atas ufuk berarti sudah masuk tanggal 1," katanya.

Jadi kata Yunahar, biasanya pada saat  sidang itsbat minimal harus 2 derajat. Sementara besok saat sidang digelar itu menurut hitungan PP Muhammadiyah sudah 5 derajat.

"Jadi Insya Allah sudah bisa terlihat nanti akan ada yang lapor telah bisa melihat kalau begitu tanggal 6 sudah bisa puasa," katanya.

Yunahar memastikan PP Muhammadiyah akan hadir dalam undangan sidang itsbat di Kementerian Agama. PP Muhammadiyah akan meminta anggotan Majelis Tarjih dan Tajdid Marifatul Iman yang akan hadir.

Kementerian Agama (Kemenag) tengah mempersiapkan sidang itsbat menentukan awal Ramadhan. Sidang dilaksanakan, Ahad, 5 Mei 2019 M di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta, pukul 15.00 WIB.

"Insya Allah sidang itsbat kita laksanakan tanggal 5 hari Minggu," kata kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muhammad Agus Salim, saat dihubungi Republika, Kamis (2/5).

Agus memastikan Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah melakukan segala persiapan sidang untuk menyukseskan berlangsungnya sidang itsbat.

"Segala persiapan sudah oke undangan dengan seluruh jajaran semua baik organisasi keagamaan tokoh dan berbagai pihak sudah dilayangkan," ujarnya.

Menurutnya, sidang itsbat merupakan aman fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 bahwa penetapan Ramadhan harus melalui mekanisme sidang itsbat. Agus memastikan dalam sidang itsbat ini akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hadir pula Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari Ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

"Sidang itsbat merupakan wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku Pemerintah dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama," ujarnya.

Proses sidang akan dimulai pukul 16.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Ramadan 1440H. Adapun proses sidang itsbatnya, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Ramadan 1440H akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadan 1440H," katanya.

Agus menambahkan, Kementerian Agama akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadan 1440H di seluruh provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait setempat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DMFBct
May 02, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DMFBct
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 30, 2019

Ramadhan Sebentar Lagi

Suasana penuh ketaatan yang terbentuk di bulan suci mempererat ukhuwah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Cahyadi Takariawan     

Tinggal beberapa hari lagi, Ramadhan akan segera tiba. Saat indah yang sangat dinantikan oleh seluruh Muslimin di seluruh dunia dengan penuh rasa gembira. Di dalamnya ada pengampunan, ada barakah, ada lailatul qadr dan ada kemenangan, insya Allah. Marhaban, ahlan wa sahlan ya Ramadhan!

Di bulan Ramadhan, seluruh umat Islam di berbagai tempat melaksanakan ibadah puasa. Jika kita kaji menyeluruh, puasa memiliki nilai pendidikan yang amat tinggi dalam pembentukan kesalihan individu dan sosial. Sejak dari menahan hawa nafsu, membiasakan disiplin dan teratur, melatih kesabaran, melatih kekuatan fisik, bahkan juga menumbuhkan rasa kebersamaan (ta'awun) dan persatuan.

Di antara hal yang amat dijaga ketika puasa adalah syahwat perut dan kemaluan, dua hal yang sering menjerumuskan manusia. Oleh karena itu makan, minum dan melakukan hubungan suami istri adalah hal yang membatalkan puasa.

Syahwat perut dan kemaluan merupakan dua kecenderungan yang amat kuat pada diri manusia. Jika diperturutkan, banyak menjerumuskan manusia ke lembah nista.

Pencurian, penipuan, korupsi bisa terjadi karena syahwat perut yang senantiasa diperturutkan. Penyelewengan seksual, hamil sebelum nikah, perselingkuhan, perkosaan terjadi karena syahwat kemaluan yang dlperturutkan. Dengan puasa, melatih manusia mengatur dan mengendalikan desakan nafsu agar tidak menimbulkan kerusakan, bahkan membuahkan barakah.

Rasulullah saw memberikan jaminan surga kepada siapapun yang dapat menjaga kedua syahwat itu. ''Barangsiapa menjamin kepadaku apa yang berada antara kedua rahangnya dan apa yang berada di antara kedua pahanya, maka aku akan menjamin kepada surga."

Puasa juga efektif dalam mengendalikan lisan. Tidak layak bagi seseorang yang puasa mengeluarkan kata-kata kotor, keji, dusta ataupun perkataan yang tidak manfaat.

Rasulullah saw bersabda, "Apabila salah seorang dari kamu berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan kasar. Jika seseorang mencari atau menyerangnya, hendaklah ia mengatakan: Aku sedang puasa."

Rasulullah saw mengingatkan puasa seseorang tidak diperlukan Allah jika masih ada ucapan dusta dan amalan yang jahat. "Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amal jahat, Allah tidak butuh kepada ia meninggalkan makan dan minum."

Dalam bulan Ramadhan ini kita dididik secara efektif untuk menjadi manusia yang memiliki kebersihan jiwa. Maka merugilah mereka yang berpuasa hanya karena kebiasaan dan rutinitas. Mereka berpuasa, tetapi jiwanya tetap kotor, amalannya jelek, perkataannya keji dan kasar.

Mereka itu seperti dikatakan Nabi saw: "Berapa hanyak orang yang puasa tetapi dari puasanya itu tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga. Dan berapa banyak orang yang bangun malam (tarawih) tetapi dari bangunnya itu tidak mendapatkan kecuali keletihan berjaga.''

Ramadhan juga melatih kesabaran jiwa, kekuatan dan kepatuhan kepada ajaran Sang Pencipta. Lapar, dahaga dan letih di siang hari panas akan meneguhkan kesabaran kaum muslimin dalam mentaati perintah Allah, sekaligus persiapan menghadapi masa- masa sulit, yang bisa datang setiap saat. Sabar dalam segala kondisi ini merupakan ciri orang yang bertaqwa (Al Baqarah: 177).

Sayid Qutb memberikan penjelasan, "Puasa adalah medan pemantapan kehendak dan keinginan yang kuat. Sarana bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya melalui taat dan patuh. Arena melepaskan gangguan-gangguan jasmaniyah dan rohaniyah sebagai manifestasi dari kecenderungan untuk mendapatkan ridha-Nya.''

Suasana penuh ketaatan yang terbentuk di bulan suci mempererat ukhuwah dan menciptakan rasa solidaritas. Mereka yang mendapat amanah kekayaan dari Allah bisa merasakan lapar dan dahaga sehingga muncul kecintaan dan kasih sayang sesama manusia. Akhirnya mereka membayarkan zakat dan memberikan infaq sebagai wujud ketundukan kepada Allah Ta'ala.

Marilah kita tanyakan kepada diri kita masing-masing. Sudahkah kita siap menjalan ibadah puasa? Sudahkah kita siap untuk bersungguh-sungguh dalam pengendalian diri melalui puasa?

Sudahkah kita siap untuk menjadikan puasa sebagai sarana pembentukan pribadi muslim yang shalih? Mari kita mulai dari diri sendiri untuk mengawali kebaikan masyarakat. Jika Setiap muslim memiliki kesalihan individu, kesalihan masyarakat akan terbentuk, insya Allah.

Semoga Allah memberi keberkahan Ramadhan tahun ini pada kita semua sehingga menggapai ketakwaan, amin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VzuQ7C
April 30, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VzuQ7C
via IFTTT
Share:

Pengamat: Pemindahan Ibu Kota Bukan Persoalan Mendesak

Hal yang penting sekarang ini, yakni mendorong daerah lain untuk maju.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengamat komunikasi politik asal Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo menilai rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta bukan merupakan persoalan yang mendesak. Menurut dia, hal yang penting sekarang ini, yakni mendorong daerah lain untuk maju. 

Menurut dia, salah satu upaya untuk memajukannya, antara lain, diberikan anggaran memadai dan tidak semua anggaran negara dikelola di Jakarta. Dengan demikian, ia mengatakan, tidak muncul persoalan disparitas pembangunan.

Misalnya, Kementerian Kehutanan bisa membuka, seperti kantor aktivitas di Kalimantan atau Kantor Kementerian Budaya dan Pariwisata membuat aktivitas di daerah utama, seperti Bali atau Yogyakarta. "Jadi, yang diperlukan sekarang kebijakan pembangunan kementerian dibawa ke daerah sehingga daerah kebagian kue pembangunan," ucap dosen FISIP Unair tersebut kepada wartawan di Surabaya, Selasa (30/4).

Kalau semua urusan dikelola dari Jakarta, lanjut dia, daerah lain tidak akan pernah bisa berkembang. "Sekali lagi, ini bukan salahnya Jakarta jadi ibu kota, melainkan pengelolaan yang berbagi dengan daerah yang belum jalan," katanya.

Menurut Sukowi, sapaan akrabnya, sebenarnya wacana tersebut sudah lama. Bahkan, ia mengatakan, presiden pertama RI Bung Karno juga pernah melontarkan ide tersebut, kemudian pada tahun 1980-an juga pernah dibahas.

Selain itu, kepala Pusat Informasi dan Humas Unair tersebut juga berpendapat pemindahan Ibu Kota akan membawa banyak konsekuensi. Misalnya, berbiaya banyak, membutuhkan dana membangunan infrastruktur, serta waktu yang tidak singkat.

Sebelumnya, pada hari Senin (29/4), Presiden telah memimpin rapat bertopik "Tindak Lanjut Rencana Pemindahan Ibu Kota". Dalam rapat itu, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro memaparkan kajian Bappenas mengenai pemindahan Ibu Kota pemerintahan dengan tiga opsi, lalu Jokowi memilih memindahkan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LcMb27
April 30, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LcMb27
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

KPK tak Tutup Kemungkinan Panggil Enggartiasto sebagai Saksi

KPK menggeledah ruangan Mendag terkait penyidikan kasus yang menjerat Bowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengatakan tak menutup kemungkinan penyidik bakal memanggil Menteri Perdagangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk melengkapi berkas tersangka Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso. KPK menggeledah ruangan Enggartiasto di Kementerian Perdagangan terkait penyidikan kasus dugaan gratifikasi dengan tersangka Bowo. 

"Kalau dianggap relevan pasti penyidik lebih tahu teknisnya," kata Syarif di Gedung KPK Jakarta, Senin (29/4).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan jika dari hasil penggeledahan dibutuhkan keteranga  yang bersangkutan maka bisa saja penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan. "Bisa saja dipanggil sebagai saksi untuk diminta keterangannya, bila dari hasil penggeledahan  dibutuhkan keterangannya. Bisa pejabat kemendag atau pihak lain relevan sepanjang membuktikan penyidikan yang sedang berjalan," kata Febri.

Penggeledahan di Kementerian Perdagangan dilakukan sejak pagi radi. Beberapa ruangan yang digeledah di Kemendag, yakni ruangan mendag, ruangan Biro Hukum, dan ruangan staf lainnya.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita puluhan dokumen terkait dengan peraturan mendag tentang gula rafinasi serta barang bukti elektronik. Menurut Febri, dokumen-dokumen dan barang bukti elektronik akan dipelajari penyidik lebih lanjut sebagai bagian dari bukti untuk menelusuri sumber gratifikasi yang diterima Bowo.

Febri menerangkan, KPK perlu melakukan penggeledahan pada hari ini untuk menindaklanjuti beberapa fakta yang muncul selama proses penyidikan. Menurutnya, bukti-bukti relevan seperti dokumen-dokumen terkait di sana perlu diermati.

"Ini bagian dari proses verifikasi atas beberapa informasi yang berkembang di penyidikan," ucapnya.

KPK menetapkan Bowo bersama Marketing Manager PT HTK Asty Winasti dan pejabat PT Inersia, Indung, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK. Bowo dan Indung diduga sebagai penerima sedangkan Asty pemberi suap.

Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo 2 dollar AS permetric ton. Diduga telah terjadi enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan  85,130 dollar AS. 

Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VCbize
April 29, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VCbize
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

Jelang USBN, Santri Madinatulquran Depok Gelar Doa Bersama

Acara tumpengan dan doa bersama ini dihadiri oleh seluruh civitas Pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Setiap sekolah biasanya memiliki tradisi khusus menjelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). SMP Pesantren Tahfizh Madinatulquran, Cilodong, Depok mengadakan acara tumpengan sebagai tanda berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Rabu (10/4). Acara yang disertai dengan doa bersama ini dihadiri oleh seluruh civitas Pesantren Tahfizh Madinatulquran (MQ), mulai dari yayasan hingga para guru dan karyawan.

Selain untuk memupuk kebersamaan antaryayasan, guru, dan santri, acara ini juga dimaksudkan agar para santri memiliki motivasi yang kuat dalam menghadapi USBN yang akan dihelat pada 22 April 2019 ini. Diawali dengan bacaan Alquran oleh santri penghafal Alquran.

Suasana sahdu mengiringi acara yang dimulai dari jam 13.00 WIB ini. Nampak perasaan tegang pada ekspresi wajah para santri kelas IX ini, apalagi seluruh guru dan karyawan terlibat langsung dalam persiapan yang sedang mereka lakukan. Perasaan tegang mereka perlahan mulai mencair setelah mendengarkan siraman rohani dan motivasi dari Pembina Yayasan, KH Khairul Muttaqin, Lc.

Dalam wejangannya ia menekankan pentingnya meningkatkan ibadah pada Allah SWT. melalui tilawah dan ibadah sunah lainnya, sehingga Dia ridha dan memudahkan urusan mereka. Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa mereka adalah tuan yang senantiasa dilayani dan diperhatikan sepenuh hati oleh seluruh guru dan karyawan.

Oleh karena itu, para santri tidak perlu khawatir, hadapi USBN ini dengan perasaan relaks dan jiwa yang tenang, sebab ketenangan akan menyebabkan kesuksesan. Sebaliknya, sikap terburu-buru dan panik akan menyebabkan kegagalan.

Pada akhir sambutannya, K.H. Khairul meminta agar para santri menelpon orangtua mereka untuk meminta doa dan keridhaannya. Pada acara ini juga, Direktur Pendidikan Pesantren Ustaz Ghufron Hasan, memberi sambutan dan motivasi pada para santri agar memaksimalkan ikhtiar mereka dalam belajar, tanpa mengkhawatirkan hasil akhir ujian.

Sebab yang utama adalah prosesnya, sementara hasil merupakan bonus dari setiap proses yang diupayakan. Lebih lanjut ia sampaikan, sejatinya seorang Muslim melibatkan Allah SWT. Dalam setiap usahanya, jika Allah ridha terhadap seorang hamba, maka semua hal akan dimudahkan.

Acara ini diakhiri dengan salaman untuk saling memaafkan, santri menghampiri para guru mereka untuk meminta doa restu sehingga mereka dimudahkan dalam menghadapi ujian.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UKOFYV
April 10, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UKOFYV
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

Besok, Bali Mulai Sediakan Akses Wifi Grafis

Pengadaan akses Wifi gratis merupakan langkah awal wujudkan Bali Smart Island.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan kesiapannya meluncurkan akses Wi-Fi gratis untuk seluruh masyarakat Pulau Dewata. Peluncuran akses Wi-Fi gratis tersebut akan digelar pada Rabu (10/4) di Desa Dauh Waru, Kabupaten Jembrana dengan dihadiri ribuan peserta.

"Dengan adanya akses Wi-Fi gratis ini, saya harapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk peningkatan perekonomian, kepariwisataan, memperkuat budaya, kesehatan, dan pengetahuan sesuai dengan potensi lokal dan wawasan global yang dimiliki," kata dia di Denpasar, Selasa.

Menurut Wayan, ketersediaan infrastruktur informasi ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan ''Bali Smart Island''. Akses Wi-Fi gratis ini diharapkan dapat menyentuh seluruh komponen masyarakat, baik itu desa adat, objek pariwisata, puskesmas, maupun sekolah baik dari tingkat SD hingga SMA/SMK.

Koster berharap nantinya akan tercipta pemerataan akses informasi dan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bali. Wi-Fi gratis itu, menurut dia, sekaligus menjadi momentum memulai kreativitas dan inovasi dalam dinamika perubahan yang begitu cepat namun tetap tidak melupakan akar budaya Bali sebagai spirit dalam mewujudkan "krama" atau warga Bali sejahtera.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika Provinsi Bali Nyoman Sujaya yang ditemui di sela-sela persiapan peluncuran Wi-Fi gratis itu, menyampaikan bahwa layanan Wi-Fi gratis telah dimulai pada 2018 di 311 titik. Pemasangan Wi-Fi itu dilakukan secara bertahap dan pada 2020 dicanangkan telah terpasang sekitar 4.157 titik di seluruh Bali.

Pada 2019, Pemprov Bali menargetkan sasaran 1.825 akses poin dengan lokasi penempatan di wantilan desa adat sejumlah 1.371 akses poin, puskesmas sejumlah 107 akses poin, objek wisata sejumlah 203 akses poin, SMA/SMK/SLB sejumlah 132 akses poin, serta area publik sejumlah 12 akses poin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G1EOEZ
April 09, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G1EOEZ
via IFTTT
Share:

Alasan Pentingnya Serat untuk Kesehatan Pencernaan

Pencernaan merupakan ujung tombak kesehatan tubuh menyeluruh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pencernaan merupakan ujung tombak kesehatan tubuh menyeluruh. Semua penyakit berawal dari pencernaan. Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik Putri Adimukti.

Sebanyak 70 persen sistem imunitas tubuh terdapat di saluran pencernaan. "Markas besar ketahanan tubuh 70 persen di usus. Usus sangat mudah terkontaminasi. Makan tidak cuci tangan, makan tidak pilih-pilih higienitasnya, tidak mikir tubuh kerja keras buang toksin," ujarnya.

Menurutnya, pencernaan sehat membuat kita bebas dari penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan kardiovaskuler. Jika pencernaan sehat maka kolesterol dan gula darah terkendali.

Selain itu, pencernaan sehat membuat kita lebih bahagia. Ini karena hormon kebahagiaan serontonin dihasilkan oleh pencernaan kita. “Kalau sakit, meradang, hormon kebahagiaan tidak dihasilkan. Jadi tidak bahagia,” ungkapnya.

Agar pencernaan sehat, kita harus mengonsumsi cukup serat. Serat menghasilkan energi makanan zat yang bisa memelihara lendir-lendir pencernaan.

“Kalau kita defekasi atau buang air besar (BAB) ada lendir-lendir itu gunanya banyak. Di antaranya agar pencernaan lancar dan bab lancar. Lendir juga punya fungsi yang membatasi antara usus dilapisi agar bakteri tidak masuk usus. Bakteri ini bisa masuk pembuluh darah kalau masuk berbahaya. Jadi penting sekali yang namanya fiber,” jelasnya.

Selain itu, serat juga berfungsi mengikat air sehingga menambah massa feses dan membuat defekasi lancar. Karena itu, jika sudah mengonsumsi serat maka kita harus minum air. “Serat mengikat air, kalau kurang air serat tidak bisa bekerja,” imbuhnya.

Bukan hanya melancarkan BAB, serat juga bisa menyehatkan pencernaan dan dibutuhkan dalam diet harian dan memiliki efek mengenyangkan. Sifat viskositas serat memiliki kemampuan pembentukan gel sehingga membuat lambung menjadi cepat kenyang dan memperlambat waktu penyerapan ke dalam tubuh.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UnQxHK
April 09, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UnQxHK
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

Korea Selatan Resmi Luncurkan Layanan 5G

Jaringan 5G mempunyai kecepatan 10 kali lebih cepat dari 4G.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) meluncurkan layanan 5G pertama di dunia. Layanan itu dipastikan memiliki gelombang kemampuan baru bagi para pengguna ponsel pintar.

Perusahaan Samsung telah mulai menjual ponsel Galaxy S10 5G, Jumat (5/4). Perangkat tersebut menawarkan kecepatan sampai 20 kali lebih cepat dibandingkan ponsel lainnya.

Beberapa negara memang berlomba membangun jaringan 5G. Teknologi ini dinilai akan sangat penting bagi teknologi masa depan, misalnya mobil tanpa pengemudi.

Dilansir di BBC, Sabtu, (6/4), 5G merupakan jaringan koneksi internet seluler generasi kelima. Para pengguna dapat mengakses data lebih cepat. Jaringan 5G juga menjanjikan jangkauan lebih luas serta koneksi lebih stabil.

Kepala Analisis Televisi dan Hiburan dari Lembaga Ovum Ed Barton mengatakan, perubahan saat ini dari jaringan 4G ke 5G akan signifikan. Dia menjelaskan, jaringan generasi pertama atau 1G mempunyai kemampuan dalam suara. Sedangkan 2G memiliki kelebihan mengirim teks.

Selanjutnya, 3G untuk gambar atau foto statis. Sedangkan 4G mempunyai kemampuan mengaktifkan video.

"Kami harap lompatan dari 4G ke 5G menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya," kata Barton.

Ia menuturkan, lompatan tersebut merupakan kemampuan memindahkan volume data yang jauh lebih besar antarjaringan. Manajer Senior Bidang Riset di perusahaan konsultan teknologi IDC Asia Pasifik Nikhil Batra menuturkan, jaringan 5G mempunyai kecepatan 10 kali lebih cepat dari 4G. Samsung menyatakan, perangkatnya sangat cepat hingga 20 kali lipat.

"Era baru di mana kecepatan dan konektivitas 5G yang luar biasa menjadi kenyataan," ujar Presiden IT dan Komunikasi Seluler Samsung Electronics DJ Koh.

Sebanyak tiga operator seluler Korsel meluncurkan layanan 5G pekan ini. Perusahaan telekomunikasi AS Verizon juga turut meluncurkan layanan 5G di beberapa kota pada pekan ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FTWkLd
April 06, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FTWkLd
via IFTTT
Share:

Saturday, March 30, 2019

Pelatih Arema Puas dengan Kemenangan Timnya Atas Bhayangkara

Hasil ini membuat Arema lolos ke semifinal Piala Presiden 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pelatih Arema FC Milomir Seslija puas dengan kemenangan timnya atas Bhayangkara FC dengan skor 4-0 pada babak perempat final Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot Candrabagha, Bekasi, Sabtu (30/3). Hasil ini membuat Arema lolos ke semifinal Piala Presiden 2019.

"Pertandingan yang fantastis dari tim saya. Kami mengendalikan permainan dan membuat serangan balik yang bagus. Kami siap berlaga di semifinal," ujar Milo, sapaan Milomir, usai laga.

Menurut pelatih asal Bosnia yang menangani Arema FC sejak Januari 2019 itu, skuatnya tampil kompak dan bertanding sebagai satu tim. Yang membuat Milo semakin bangga, skuatnya berhasil menaklukkan Bhayangkara yang dinilainya sebagai salah satu tim terkuat di Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Bhayangkara yang merupakan juara Liga 1 Indonesia 2017 dan peringkat ketiga Liga 1 Indonesia 2018 juga memiliki catatan apik saat berlaga di Patriot. "Tidak mudah mendominasi Bhayangkara di sini. Namun, pemain saya melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Mereka menjalankan strategi dan sukses menunjukkan gaya permainan kami," tutur Milo.

Gelandang serang asal Mali Konate Makan menjadi bintang dalam pertandingan tersebut setelah melesakkan dua gol dan satu assist untuk timnya. Gol Konate hadir di menit ke-10 dan 78' sementara pada menit ke-40' dia memberikan assist untuk gol bek sekaligus kapten Arema Hamka Hamzah. Gol keempat Arema dilesakkan oleh Riky Kayame di menit ke-90+3.

Hasil ini membuat Arema semakin mendekat ke gelar juara keduanya di Piala Presiden setelah sebelumnya skuat berjuluk Singo Edan itu meraihnya pada 2017. Pada babak semifinal Piala Presiden 2019 yang berformat kandang-tandang, Arema akan menghadapi Kalteng Putra.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CKH4PX
March 30, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CKH4PX
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

Bubur Ase, Berkuah Semur Dihidangkan dengan Asinan

Bubur ase seolah mengajak penikmatnya "perang rasa".

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bubur ase Bu Neh termasuk jajanan yang terkenal di Jakarta Pusat. Meskipun Bu Neh sudah tiada, anak-anaknya terpanggil untuk terus membuat kuliner lokal itu untuk melestarikan keberadaan racikan Sang Bunda yang berbeda dengan bubur asinan semur (ase) lainnya.

Buat yang tak biasa menyantapnya, bubur ase ibarat mengajak "perang rasa". Singkirkan gambaran bubur ayam dari benak. Bubur ase jauh sekali dari cita rasa bubur ayam yang sama-sama berbahan dasar nasi lunak.

Lantaran rasanya yang unik, orang menyebut bubur ase nyeleneh. Wajar saja, Bu Neh dan penerusnya menjual makanan dari campuran bubur putih, ditambah asinan, dan berkuah semur.

Saat terhidang, bubur ase tampak terselimuti oleh kerupuk merah dan emping. Begitu Begitu kerupuknya disibak, bubur ase memperlihatkan bahan dasarnya berupa bubur nasi yang dibanjur dengan kuah semur yang agak encer. Sebagai pendamping, bubur ase Bu Neh tampak dilengkapi tahu dan potongan daging sapi semur.

Dengan paduan tersebut, bubur ase bercita rasa manis. Isian tahu dan potongan daging sapi memberi rasa gurih pada bubur ase.

Yang membuat bubur ase menarik untuk dicoba adalah campuran asinannya. Ada tauge, timun, sawi asin, dan lobak yang telah direndam dengan cuka garam dan gula yang membuat kumplit bubur ase Bu Neh.

“Katanya sih yang bikin beda dari bubur ase yang lain adalah asinan kami lebih lengkap,” kata Yeni, salah satu putri dari Bu Neh, yang ditemui Republika.co.id di acara Festival Jajanan Bango, Jakarta, akhir pekan lalu.

Terbayang rasanya kan? Kuliner ini telah ada sejak 1968 di Jakarta, tepatnya di Jalan Kebon Kacang 3 Nomor 83, Jakarta Pusat. Bubur Ase bisa ditemukan sejak siang hingga malam. Sepiring bubur ase dihargai Rp 15 ribu.

Semenjak Bu Neh meninggal, penjualan bubur ase diteruskan oleh anak-anaknya, termasuk Yeni dan Heru. Mereka membuatnya berdasarkan pesanan.

"Sepanjang bulan Ramadan tahun ini, kami menerima pesanan bubur ase," ujar Yeni.

Cobain yuk!

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Jo49hi
March 19, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Jo49hi
via IFTTT
Share:

Listrik di Sungai Penuh dan Kerinci Kembali Normal

ULP PLN Sungai Penuh harus memberlakukan mekanisme nyala bergilir

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sungai Penuh Ahmad Darmawan Andhika Bakti mengatakan sistem transmisi 150 kV Bangko - Sungai Penuh sudah kembali normal. Sekarang listrik di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi sudah kembali normal.

Sebelumnya ULP PLN Sungai Penuh harus memberlakukan mekanisme nyala bergilir untuk masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci setelah tower transmisi pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Bangko-Sungai Penuh roboh sejak Sabtu (9/3).

Andhi mengatakan saat itu penyalaan bergilir ini harus dilakukan sampai tower pulih kembali. Andhi menyebut penyalaan bergilir ini akan berlangsung kurang lebih satu minggu.

"Alhamdulillah, sistem transmisi 150 kV Bangko - Sungai Penuh sudah kembali normal. Sudah tidak lagi nyala bergilir. Sesuai yang dijanjikan hanya seminggu untuk semuanya kembali normal," kata Andhi kepada Republika, Selasa (19/3). Keadaan listrik di Sungai Penuh dan Kerinci normal sejak kemarin, Senin (18/3).

Sebelumnya Tower transmisi SUTT Bangko-Sungai Penuh rubuh pada Sabtu (9/3) . Penyebabnya karena longsor yang terjadi di Puncak bukit di Wilayah Penetai, Muara Emat. Longsor tanah tersebut mengakibatkan beberapa pohon besar menimpa kabel jaringan SUTT yang ada dilokasi sehingga robohnya tower penyangka kabel tidak terelakkan dan pasokan listrik menjadi terputus. Besaran beban padam  akibat kejadian ini adalah sekitar 13,3 MW.

Tak lama setelah kejadian PLN mengupayakan recovery maksimal untuk meminimalisir pemadaman dengan melakukan manuver suplai melalui pembangkit swasta IPP seperti PLTMH yang berada disekitar lokasi. Sebelumnya akibat kejadian tersebut Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sempat mengalami padam total.

Saat PLN Unit Induk Wilayah (UIW) PLN UIW S2JB dan ULP Sungai Penuh melakukan recovery,  PLN UIW  Sumbar mengirimkan bantuan genset mobile untuk meminimalisir pemadaman yang terjadi di sebagian wilayah Kota Sungai penuh dan Kabupaten Kerinci.

PLN UIW Sumbar mengirim sebanyak 7 genset, dengan rincian  dari PLN UP3 Padang sebanyak dua buah genset dengan daya 100 kW dan 60   kW, PLN UP3 Bukittinggi sebanyak dua buah genset dengan daya 100 kW dan 65 kW, PLN UP3 Solok sebanyak dua buah genset dengan daya 65 kW dan 50 kW, dan satu buah genset dari PLN UP3 Payakumbuh dengan daya 72 kW. Total daya mampu yang diberikan genset tersebut adalah +/- 512 kW.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Jo47Gc
March 19, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Jo47Gc
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 19, 2019

Pembelian Pesawat Sukhoi dari Rusia Dijadwal Ulang

Pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia juga tidak akan dibayar tunai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mengatakan, pada kunjungannya ke Rusia beberapa waktu lalu, terdapat pembicaraan soal pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satunya mengenai penjadwalan ulang jangka waktu pembelian Sukhoi SU-35.

"Disinggung sedikit mengenai masalah pembelian Sukhoi dengan suatu penjadwalan ulang tentang jangka waktunya," jelas Wiranto saat ditemui wartawan di kantornya di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Selain soal penjadwalan ulang terkait jangka waktu pembelian alutsista buatan negeri tirai besi itu, pembahasan juga dilakukan mengenai sistem pembayarannya. Wiranto menjelaskan, jika sebelumnya sistem pembayaran pembelian Sukhoi SU-35 itu menggunakan uang tunai, kini pemerintah Indonesia mengajukan adanya imbal dagang sebagian.

"Yang tadinya kita cash, kita ajukan adanya imbal dagang sebagian. Mereka setuju kok, tinggal masalah teknis saja," ungkap dia.

Sebelumnya, perundingan untuk membeli 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia telah selesai dan kontraknya ditandatangani kedua belah pihak pada Februari 2018. Akhir 2018 lalu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan, ada beberapa masalah teknis yang menjadi kendala, namun kedua belah pihak sepakat hal itu dapat diselesaikan pada 2019.

Ketika itu, Dubes Vorobieva juga meminta Indonesia untuk menunggu proses produksi pesawat Sukhoi SU-35. Sebelumnya, Indonesia telah menandatangani kontrak perundingan pembelian pesawat tempur Sukhoi-35 dengan Rusia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IoZGKN
February 19, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IoZGKN
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

SCI: Kenaikkan Tarif Kargo Pesawat Memberi Efek Berantai

Kenaikkan tarif kargo dari maskapai sudah berlangsung sejak Juni 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menilai kenaikkan tarif kargo pesawat cukup signifikan. Dengan adanya hal tersebut menurut Setijadi akan memberatkan beberapa pihak.

Pihak pertama, kata dia, perusahaan jasa kurir atau kargo akan sangat terdampak. “Ini tentu akan harus menghitung ulang biaya operasionalnya dan tentu akan mengurangi marginnya,” kata Setijadi kepada Republika, Ahad (10/2).

Selanjutnya, Setijadi menjelaskan pemilik barang yang melakukan pengiriman juga nantinya akan dikenakan biaya lebih tinggi. Belum lagi konsumen e-commerce menurut Setijadi juga akan menghadapi kenaikkan harga ongkos kirim.

Dengan kondisi tersebut, menurut Setijadi nantinya juga akan berdampak pada tingkat kesejahteraan rakyat. “Ketika masyarakat membayar lebih tinggi tentu penurunan daya beli akan berdampak kepada penurunan kesejahteraan,” tutur Setijadi.

Dia menambahkan, dampak lainnya yaitu akan berpengaruh kepada daya saing produk yang pengirimannya menggunakan jalur udara. Setijadi menuturkan produk yang dikirim menggunakan jalur udara tidak menutup kemungkinan daya saingnya akan menurun.

“Dua hal ini tingkat kesejahteraan rakyat maupun daya saing produk ini sebenarnya menjadi tujuan utama dari logistik yang akan terganggu ketika ada kenaikkan biaya logistik,” jelas Setijadi.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) mengeluhkan tingginya tarif pengiriman kargo melalui jalur udara. Ketua Umum Asperindo Mohammad Feriadi mengatakan kenaikkan tarif kargo dari maskapai sudah berlangsung sejak Juni 2018 hingga Januari 2019 sebanyak enam kali.

Pertemuan antara pelaku usaha logistik dan maskapai pun sudah dilakukan setelha munculnya keluhan tersebut. Sekjen Asperindo Amir Syarifudin mengatakan sudah ada pembahasan mengenai persoalan tarif kargo.

Meskipun begitu, masih ada pertemuan kembali untuk mengupayakan penurunan tarif kargo. “Nanti ada tindak lanjut ke situ, soal itu kan B to B. Pemerintah memfasilitasi supaya ini jangan sampai ada kegaduhan, dan kita sudah sepakat tidak ada masalah,” jelas Amir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MYacar
February 10, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MYacar
via IFTTT
Share:

Sunday, January 27, 2019

SDA DKI Minta Pembangunan Infrastruktur Perhatikan Drainase

Kadis SDA menilai pembangunan infrastruktur kurang memperhatikan drainase.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendarwan meminta kepada para pihak yang terkait dengan pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta untuk memperhatikan drainase yang telah ada. Sebab, menurutnya, banyak genangan sering terjadi saat ini di beberapa ruas yang terdapat pembangunan infrastruktur.

"Tapi meminta kepada setiap pelaksana untuk kembalikan saluran fungsi drainase yang kalian tutup itu," kata Teguh kepada Republika.co.id, Ahad (27/1).

Pihaknya saat ini tengah memetakan titik-titik potensi genangan yang ada di DKI Jakarta, yang terutama terimbas dari pembangunan infrastruktur transportasi. Menurut pemetaan sementara, titik-titik itu antara lain di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan; wilayah Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan; wilayah Cawang, Jakarta Timur; sekitaran Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta Timur; dan juga di wilayah Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).

Lalu, dia juga menyebutkan, titik genangan air juga ada di sekitaran jalan tol menuju ke Kelapa Gading, dan juga Jalan Raya Bekasi seperti di wilayah Kalimalang, Jakarta Timur. Dia meminta kepada para pihak pembangun agar tetap memperhatikan saluran drainase yang ada di titik pembangunan.  "Kalau kejadian berulang itu kan artinya mereka kurang tanggap terhadap drainase ini. Apalagi sekarang kan masih dalam posisi siaga satu musim penghujan," ujarnya.

Teguh mengatakan, genangan-genangan air itu merupakan dampak dari pembangunan infrastruktur transportasi seperti kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) dan juga kereta Moda Raya Terpadu (MRT) dan pembangunan tol Becakayu. Secara spesifik, dia menyebut para pihak pembangun kerap melakukan pengecoran dan membangun dengan alat-alat berat.

Hal itu, kata dia, jalan-jalan dan juga drainase kemudian menjadi tertutup. Trase saluran penghubung (PHB) yang tadinya sedalam lima meter, maka menjadi dua meter karena tertimbun lumpur.  "Artinya ketika hujan tinggi, debit air tinggi, belum lagi sampah,belum lagi lumpur, belum lagi sisa coran mereka, itu yang menghalangi jalan air kita sehingga menjadi ‘ngembeng’. Jadi kena," jelasnya.

Teguh menyebut hal itu bukan berarti para pemangku kepentingan tak bertanggung jawab atas pekerjaan mereka. Namun, dia memperingatkan, genangan-genangan itu kerap terjadi berulang-ulang, sehingga, diabaikan.  "Terjadinya genangan berulang dikarenakan pembangunan ruas jalan tol, pembangunan LRT, MRT, termasuk juga tol Becakayu di wilayah Kalimalang, yang semuanya itu dalam pembangunannya tidak terlalu memperhatikan drainasenya," jelas Teguh.

Menurut pemantauannya di lapangan, genangan-genangan itu kerap terjadi meninggi sampai dengan 30 hingga 40 sentimeter ketika terjadi hujan secara intens. Meskipun demikian, dia megaku tetap bisa menangani genangan-genangan tersebut sehingga genangan hanya terjadi satu jam hingga dua jam.

"Karena satgas kami semua standby di lokasi2 rawan genangan tadi. Kalau lebih dari dua jam laporan pasti viral dimana-mana. Penanganan banjir di DKI  pastinya tiap tahun berkurang dan lebih baik penanganannya," katanya.

Dia sendiri juga telah menyiagakan para personelnya untuk berjaga selama 24 jam untuk mengantisipasi genangan dan banjir. Selain adanya para personelnya, pihaknya juga menyiagakan pompa mobile di titik-titik yang memang kerap rawan banjir dan genangan.

Pihaknya pun telah membuat laporan untuk menindaklanjuti adanya genangan-genangan yang ditimbulkan dari pembangunan infrastruktur transportasi. "Makanya saya sudah sudah bikin laporan nanti saya kasih ke Pak Gubernur termasuk kita kirim ke pelaksana-pelaksana kegiatan pembangunan itu," ujarnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar meminta kepada Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera menyampaikan titik-titik mana saja yang kerap terjadi genangan akibat infrastruktur. Sehingga, para pihak pembangun infrastruktur bisa segera menangani permasalahannya.  Lebih baik tunjukkan infrastruktur yang mana yang kurang perhatikan drainase. Supaya tidak usah debat. Langsung ditangani saja," jelas William kepada Republika.co.id, Ahad (27/1).

William menjelaskan, dalam membangun infrastruktur untuk kereta MRT selalu memperhatikan drainase. Hal itu menjadi prioritasnya, mengingat MRT dibangun di bawah tanah. "Jadi faktor drainase mutlak diperhatikan. Jika tidak maka dampak terberatnya akan dialami MRT," ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya pun dalam membangun infrastruktur, harus memastikan seluruh kawasan yang akan dibangun MRT memiliki sistem drainase yang baik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2COdKrb
January 27, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2COdKrb
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Peneliti Temukan Ikan di Bintan Mengandung Raksa

Peneliti belum mengetahui penyebab bahan raksa ada di tubuh ikan

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Ikan dikonsumsi masyarakat yang dijual pedagang di Tanjungpinang dan Bintan, yang dijadikan sampel penelitian mahasiswa ternyata mengandung raksa (hg).

Dekan I Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Chandra Jo mengatakan, ikan yang dijadikan sampel berasal dari perairan Bintan, namun belum diketahui penyebab raksa berada di tubuh ikan.

Biasanya, tambahnya ikan yang terpapar raksa berada tidak jauh dari pertambangan emas, sementara di Bintan tidak ada pertambangan emas."Dari mana asal raksa itu belum diketahui, tetapi ada dalam ikan, meski kadarnya sedikit," ujar dia di Tanjungpinang, Sabtu (26/1).

Menurut dia, ikan masih dapat bertahan meski termakan raksa, karena kandungan raksa sangat kecil. Selain kandungan raksa, ikan maupun jenis siput lainnya perlu diwaspadai mengandung zat lainnya, yang bersumber dari limbah bauksit, seperti timbal, besi dan seng.

Ikan dapat menghindar dari limbah bauksit seandainya mencemari laut, sementara siput seperti gonggong dapat bertahan hidup meski terpapar zat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

Permasalahan lainnya, kata dia terkait galangan kapal. Limbah yang berasal dari galangan kapal juga perlu diperhatikan agar tidak mencemari perairan."Kami berharap dari hasil penelitian mahasiswa ini dapat dicarikan solusi oleh pemerintah sehingga ekosistem di perairan san konsumen dilindungi," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CJvVye
January 26, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CJvVye
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

SKK Migas: Penerimaan Hulu Migas Capai Rp 215 Triliun

Dalam APBN 2018 penerimaan negara dari hulu migas ditargetkan Rp 160,6 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas) meningkat signifikan. Menurut data SKK Migas, realisasi penerimaan negara dari industri hulu migas mencapai 17,5 miliar dolar AS (unaudited) atau sekitar Rp 215 triliun pada 2018.

"Melihat tren penerimaan dari hulu migas yang semakin meningkat, kami optimis dapat mencapai, bahkan melebihi target yang ditetapkan dalam APBN 2019," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/1).

Angka ini menurut SKK Migas melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 11,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 160,6 triliun. Pencapaian penerimaan negara hingga 147 persen di atas target APBN 2018 mendorong target penerimaan negara tahun 2019 menjadi sebesar 17,5 miliar dolar AS. 

Selain penerimaan negara, target lifting minyak dan gas bumi juga ditetapkan di atas target APBN 2018, dari sebelumnya sebesar 2 juta setara barel minyak per hari (boepd) menjadi 2,25 juta boepd pada 2019.

Target lifting minyak bumi sebesar 775 ribu barel per hari (bopd) dan target lifting gas bumi sebesar 1,250 juta boepd diharapkan dapat mendukung tercapainya target penerimaan negara dan investasi.

Investasi hulu migas pada 2019 ditargetkan sebesar 14,79 miliar dolar AS dengan target pengembalian biaya operasi (cost recovery) dipatok sebesar 10,22 miliar dolar AS. Realisasi investasi di tahun 2018 sebesar 12 miliar dolar AS dari target dalam WP&B yang disepakati sebesar 14,2 miliar dolar AS atau baru mencapai 84 persen.

Belum optimalnya realisasi tersebut juga dipengaruhui cost recovery sebesar 11,7 miliar dolar AS (unaudited) atau 112 persen dari target APBN 2018 sebesar 10,1 milliar dolar AS. Lifting migas sebesar 96 persen di tahun 2018 diproyeksikan dapat meningkat didukung rencana 13 proyek onstream di tahun 2019 dengan total nilai investasi sebesar 702 juta dolar AS.

"Tiga belas proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi sebesar 8.600 bopd dan 1,3 miliar kaki kubik per hari," ucap Dwi Soetjipto.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TQGo1F
January 16, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TQGo1F
via IFTTT
Share:

Kedua Kubu Beritikad tak Serang Personal Saat Debat Capres

Debat capres mengedepankan visi-misi capres dan cawapres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kedua kubu pasangan calon saling beriktikad tidak akan mengungkit hal yang bersifat personal dalam debat calon presiden pertama Kamis (17/1) esok. Sebab, debat capres yang dikedepankan adalah visi-misi capres dan cawapres.

Dari kubu pasangan nomor urut 01, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani memastikan Jokowi-Ma'ruf tak akan mengungkit hal yang sifatnya personal. Menurut Arsul, sesuai dengan arahan ketua umum partai pendukung Jokowi-Ma-ruf tadi malam, paslon lebih menekankan pada visi misi pasangan calon nomor urut 02.

"Arahnya debat itu terkait dengan rekam jejak dan kebijakan yang menjadi platform atau turunan visi misi dari paslon 02. Kami sepakat untuk tak masuk ke hal-hal yang sifatnya sangat personal," kata Arsul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1).

Menurutnya, jika pun menyinggung rekam jejak pasangan lawan secara personal maka bukan dalam debat capres. Sekjen PPP itu menerangkan dalam forum debat capres tak mengangkat hal-hal yang sifatnya sangat spesifik dan sangat teknis.

"Bukan di debat langsung antar capres dan cawapres. Biar jadi porsinya TKN dan BPN. Soal-soal yang terkait misalnya performance bisnis Pak Sandi, bisnis Pak Prabowo," kata Arsul.

Ia juga memastikan timnya menganut praduga tak bersalah terhadap Prabowo terkait kasus penculikan aktivis. Ia pastikan hal itu tak akan ditanyakan sama sekali.

"Katakanlah kita tetap menganut praduga tak bersalah, Pak Prabowo juga terimplikasikan dalam kasus itu, kemudian menjadi kita ewuh pakewuh ngga tanyakan itu sama sekali," kata Arsul.

Sementara dari kubu pasangan nomor urut 02, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ahmad Muzani memastikan materi yang disampaikan Prabowo-Sandiaga tidak akan keluar dari tema perdebatan. Ia juga memastikan Prabowo-Sandiaga tidak akan menyerang personal pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kan semua tahu Pak Prabowo tidak pernah menyerang personal," ujar Muzani.

Ia pun menyambut baik jika kedua pasangan calon saling bersepakat tidak akan menyerang personal dalam debat capres. Sebab ia menilai, debat capres yang dikedepankan adalah visi dan misi capres dan cawapres.

"Persoalan sisi personal menurut saya juga baik untuk dijadikan sebuah serangan dari calon. Saya kira baik meski di banyak negara demokrasi persoalan itu menjadi amunisi,' ujar Sekjen Partai Gerindra itu.

Baca juga: Kapan Tjahjo Diperiksa untuk Kasus Meikarta? Ini Jawaban KPK

Baca juga: Iluni UI Somasi Pihak yang Mengatasnamakan Mereka

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DaFszy
January 16, 2019 at 07:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DaFszy
via IFTTT
Share: