Showing posts with label 2018 at 04:57PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:57PM. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Rumah Zakat Kirim 50 Relawan Bantu Evakuasi Korban Tsunami

Rumah Zakat membuka posko utama dan 5 posko pendukung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rumah Zakat mengirimkan 50 relawan untuk membantu korban tsunami Selat Sunda. Rumah Zakat membentuk unit khusus dalam menangani bencana bernama Rumah Zakat Action.

Menurut Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, unit ini dibentuk untuk merespons kejadian bencana. Salah satunya, membantu bencana Gelombang tsunami yang menerjang pesisir Banten bagian barat dan sebagian wilayah di Lampung Selatan. Tsunami sendiri, berasal dari perairan Selat Sunda yang diapit Pulau Jawa dan Sumatera.

"Kami menerjunkan 50 relawan evakuasi dan mengirimkan bantuan sejak hari pertama bencana terjadi," ujar Murni kepada wartawan saat Konferensi Pers di Kantor Rumah Zakat di Jalan Turangga Kota Bandung, Selasa (25/12).

Untuk kebutuhan pelayanan, kata dia, Rumah Zakat Action membuka posko utama yang berada di Masjid Nurul Hidayah Jl Raya Labuan - Tanjung Lesung Kp Tarogong Ds Margadana Kecamatan Pagelaran Banten dan Pos Kemanusiaan Tsunami Lampung Selatan di Way Muli Timur Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan.

Selain itu, kata dia, Rumah Zakat menyiapkan 5 pos pendukung. Yaitu, kantor Cabang Cilegon Jl Letjend R Soeprapto No 25 G Cilegon, Kantor Cabang Bandar Lampung Jl Jend Sudirman No 59 Kota Bandar Lampung, Rumah Zakat Tangerang Ruko Victoria Park Jl Imam Bonjol Blok A2 No. 19A Tangerang, Kp Angsana Desa Angsana kec Angsana, Masjid RS Krakatau Medika Cilegon, posko Sumur Kp.paniis desa Cigarondong Kec Sumur–Pandeglang.

"Tugas relawan melakukan assesment. Untuk bayi disiapkan relawan yang mendampingi ibunya agar bisa menyediakan makanan untuk bayinya dengan sebaik-baiknya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rSZAQz
December 25, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rSZAQz
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Purwakarta Kucurkan Dana Rp 10 M untuk Tajug Gede Cilodong

Saat ini, pembangunan fasilitasnya lainnya perlu ditambah lagi agar semakin lengkap.

REPUBLIKA.CO.ID,  PURWAKARTA -- Pemkab Purwakarta mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk penataan fasilitas Tajug Gede Cilodong. Pasalnya, sampai saat ini, masjid terbesar di wilayah yang terkenal dengan Satai Marangginya ini, masih perlu penambahan fasilitas. Salah satunya, taman air mancur dan sarana olahraga.

Wakil Bupati Purwakarta, Aming, mengatakan, Tajug Gede Cilodong merupakan salah satu fasilitas peribadahan yang dibangun Pemkab Purwakarta. Saat ini, pembangunan masjidnya sudah selesai. Akan tetapi, pembangunan fasilitasnya lainnya perlu ditambah lagi agar semakin lengkap.

"Tahun depan, kita anggarkan Rp 10 miliar. Kita ingin, masjid ini memiliki fasilitas yang komplit," ujar Aming, usai melaksanakan shalat Jumat di Tajug Gede Cilodong, Jumat (21/12).

Aming yang turut hadir membuka shalat Jumat perdana di masjid tersebut, turut memboyong hampir seluruh ASN laki-laki, untuk melaksanakan shalat. Bahkan, sebelum pekaksanaan shalat Jumat, Aming juga terlihat menggelar kegiatan beberesih di sekitar Tajug Gede dengan mengerahkan seluruh pegawai yang ada. 

Dalam kesempatan itu, Aming pun sempat melihat-lihat sekeliling masjid yang nampak sedang ada pengerjaan fasilitas penunjang lainnya. Memang, lokasi ini kemdepan digadang-gadang bakal menjadi lokasi multifungsi.

Mengingat, di lokasi ini akan ada fasilitas sarana olah raga, taman air mancur dengan lafadz asmaul husna, agrofarming, dan area peternakan. Untuk agrofarming, kabarnya akan ditanam bunga matahari.

Aming menyebutkan, Tajug Gede Cilodong ini berdiri di lahan seluas 10 hektare. Dari lahan seluas itu, 25 meter x 25 meternya diperuntukan khusus bangunan utama masjid. Masjid dua lantai ini, mampu menampung 4.000 jamaah. 

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Tajug Gede Cilodong, Dedi Mulyadi, mengatakan, Tajug Gede Cilodong lebih menggambarkan nilai-nilai Islam tradisi. Di masjid besar ini, ada sembilan bedug berbagai ukuran. Serta, sembilan muadzin yang siap mengumandangkan azan secara bersama-sama, khusus pada pelaksanaan shalat Jumat.

"Meskipun pembangunannya, memang belum 100 persen beres. Tapi, hari ini kita perdana bisa shalat Jumat di tajug ini," ujar Dedi.

Ke depan, pihaknya akan melengkapi fasilitas di masjid ini. Seperti, penataan area parkir, penataan lantai dua untuk kegiatan keagamaan lainnya, serta penambahan kaligrafi di setiap dinding.

Bahkan, pihaknya ingin ada 15 sastrawan masjid. Sastrawan ini, khusus mempelajari langgam-langgam mengaji ataupun shalawatan di era 40, 50 dan 60. Supaya, langgam mengaji dan shalawatan ini bisa lebih bervariasi lagi. Tidak seperti sekarang, langgam shalawatannya hanya itu-itu saja.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengontrak pebukis kaligrafi terbaik se Asia Tenggara. Ternyata penulis kaligrafi terbaik ini, berasal dari Sukabumi. Karenanya, seniman ini akan dikontrak oleh DKM Tajug Gede.

"Untuk tema kaligrafinya, yaitu soal keindahan alam di Jawa Barat. Misalkan, tulisan kaligrafi berbentuk buah manggis, durian, ataupun pemandangan laut dan pegunungan," ujar Dedi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gz73hQ
December 21, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gz73hQ
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Heera SKV Menginspirasi Perempuan di Forum Internasional

Heera diharapkan dapat menginspirasi perempuan muda untuk terus berkarya.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Heera Syahrir Karim Vasandani (SKV) selaku CEO SKV Group dan Bursa Sajadah dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam 5th Annual Global Women Leaders Forum (GWLF). Acara ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Global Women Leaders Forum Organizing Committee yang kali ini bertempat di Busan, Korea Selatan pada 6 hingga 7 Desember 2018. 

Mengusung tema “All about the Femininity and Women Leadership”, GWLF bertujuan memberikan kesempatan bagi para perempuan untuk membangun jaringan bisnis di masa yang akan datang serta mengembangkan diri agar mencapai potensi yang maksimal. Ada kurang lebih 20 tokoh yang diundang sebagai pembicara di GWLF Busan ini.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Heera SKV merupakan pembicara satu-satunya dari Indonesia. Bersama empat tokoh pembicara hebat lainnya, termasuk Gulnora Makhmudova (Ketua Business Women’s Association of Uzbekistan) dan Jin-a Lee (Presiden LEEJINAcontent collection), Heera menyampaikan materi pada sesi 1 GWLF dengan tema, “Creating Market Space & New Jobs through Women’s Entrepreneurship”. Di akhir presentasi, diadakan pula diskusi panel serta sesi tanya jawab dengan para peserta forum.

GWLF Busan merupakan kali ketiga Heera SKV menjadi pembicara di luar Indonesia. Pada Mei 2018, Heera menjadi salah satu panelis di forum #galswithLEI yang bertema "Retail is not Dead" di Hawaii. Kemudian di bulan September 2018 lalu, Heera menjadi pembicara di The Global Women’s Trade Summit di Mongolia.

Kesempatan besar menjadi pembicara di Global Women Leaders Forum ini sangat disyukuri Heera. Sebab selain dapat membawa nama baik SKV Group hingga ke kancah internasional, Heera juga berkesempatan membagikan pengalaman dan ilmunya kepada lebih banyak orang terutama perempuan.

Apa yang disampaikan Heera tersebut diharapkan dapat menginspirasi perempuan-perempuan muda untuk terus berkarya dan mengembangkan passion-nya menjadi sebuah bisnis yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LoLy23
December 18, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LoLy23
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Indonesia Dorong Ekspor Produk Fesyen ke Vietnam

Total perdagangan Indonesia dengan Vietnam mencapai 6,8 miliar dolar AS pada 2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya mendorong peningkatan ekspor produk-produk ke Vietnam, termasuk di sektor fesyen. Setelah dikurasi saat Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 lalu, beberapa produk fesyen Indonesia ditampilkan pada the 22nd Vietnam International Fashion Fair (VIFF) 2018 yang berlangsung pada 13-18 Desember 2018 di International Exhibition Centre, Hanoi, Vietnam.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda mengatakan, pasar Vietnam mulai terbuka untuk masuknya produk-produk Indonesia. "Memanfaatkan momen ini, kami Kementerian Perdagangan mendorong suplai dari Indonesia, termasuk produk fesyen, untuk diekspor ke Vietnam," katanya dalam rilis yang diterima Republika, Senin (17/12).

Paviliun Indonesia menampilkan 34 pelaku usaha di lahan seluas 216 meter persegi di Hall A1, International Exhibition Centre. Menurut Arlinda, partisipasi Indonesia pada VIFF 2018 merupakan inisiasi Kedutaan Besar RI di Hanoi. Kemendag menyambut inisiatif tersebut dengan melakukan kurasi produk-produk dari Paviliun Icon pada TEI 2018 lalu.

"Kami menyambut upaya diplomasi ekonomi yang dilakukan KBRI Hanoi dengan bekerja sama melakukan kurasi produk TEI 2018 yang sesuai dengan permintaan pasar Vietnam. Promosi terintegrasi ini akan meningkatkan citra positif Indonesia di Vietnam," kata Arlinda.

VIFF 2018 merupakan pameran fesyen yang memperkenalkan produk garmen, kulit, alas kaki, serta perhiasan dan kosmetik. VIFF 2018 diselenggarakan di area seluas 4.000 meter persegi. Diprediksi, lebih dari 10.000 pengunjung memenuhi acara. Sebagian besar di antaranya merupakan perusahaan ekspor impor, distributor, agen di industri fesyen dan kosmetik, perusahaan e-commerce, pecinta fesyen, dan pengunjung umum.

Produk fesyen yang ditampilkan Paviliun Indonesia diantaranya produk premium, pakaian jadi, perhiasan, sepatu, tas kulit, dan aksesori lainnya. Untuk menarik lebih banyak pengunjung, Indonesia juga menyelenggarakan peragaan busana.

Arlinda menjelaskan, partisipasi di VIFF 2018 ini juga dimanfaaatkan menjadi salah satu upaya Kemendag untuk mempertahankan citra positif produk Indonesia, khususnya produk fesyen. "Pasar kawasan Asia Tenggara memiliki peluang besar karena memiliki kesamaan latar belakang kebudayaan sehingga desain produk Indonesia dapat lebih mudah memenuhi permintaan," ujarnya.

Setelah enam tahun mengalami defisit neraca perdagangan dengan Vietnam, Indonesia akhirnya menikmati surplus sebesar 358,14 juta dolar AS pada 2017. Saat itu, total perdagangan Indonesia dengan Vietnam mencapai 6,8 miliar dolar AS.

Sementara pada periode Januari hingga Agustus 2018, total perdagangan mencapai 5,39 miliar dolar AS. Produk ekspor Indonesia ke Vietnam termasuk batu bara, kelapa sawit dan turunannya, tembaga, dan sepeda motor. Produk impor Indonesia dari Vietnam yaitu beras, komponen perangkat telepon, flat-rolled iron, dan coffee, not roasted.

Untuk produk fesyen, ekspor Indonesia ke Vietnam pada 2017 mencapai 23,81 juta dolar AS. Pada periode Januari sampai Agustus 2018 mencapai 20,47 juta dolar AS, meningkat 36,32 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Produk fesyen Indonesia yang diekspor ke Vietnam antara lain alas kaki dan perhiasan. Di antara negara-negara di kawasan ASEAN, Vietnam merupakan negara tujuan ekspor produk fesyen Indonesia ke-5 setelah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Vietnam sendiri menjadi pemasok utama produk fesyen ke Indonesia dengan nilai 123,65 juta dolar AS pada periode Januari hingga Agustus 2018 (pangsa 55,96 persen). Sedangkan, dengan Singapura nilainya 31,45 juta  dolar AS (pangsa 14,23 persen), dan Malaysia 26,02 juta dolar AS (pangsa 11,77 persen).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SQthNq
December 17, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SQthNq
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

BJB Bantu Sarana Prasarana di Keraton Kasepuhan

Keraton merupakan aset heritage yang tak ternilai bagi masyarakat Kota Cirebon.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Bank Jabar Banten (BJB) mengucurkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pengadaan sarana dan prasarana di Keraton Kasepuhan Cirebon. Penyerahan dana CSR senilai Rp 150 juta itu dilakukan di Bangsal Pringgadani Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Jumat (14/12). Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati.

Pimpinan Cabang BJB Cabang Cirebon, Budi Jamaludin mengatakan, pemberian dana CSR itu bertujuan untuk mendukung dan membantu melestarikan warisan budaya di daerah.

‘’Semoga pemberian dana CSR ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk merawat warisan budaya. Dan saya percaya Keraton Kasepuhan selalu menjaga warisan budaya dengan baik,’’ ujar Budi.

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati, mengungkapkan, keraton merupakan aset heritage yang tak ternilai bagi Pemkot dan masyarakat Kota Cirebon. Dia menyatakan, keberadaan keraton pun menjadi kebanggaan tersendiri dan akan terus menjadi destinasi wisata.

‘’Keraton sudah terbukti menjadi jantung kegiatan masyarakat Cirebon,’’ kata Eti.

Sementara itu, Sultan Keraton Kasepuhan, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, menyatakan, Keraton Kasepuhan terus melakukan perubahan untuk melestarikan dan menjaga nilai-nilai budaya. Menurutnya, hal itu di antaranya dilakukan dengan memperbaiki berbagai benda atau bangunan tanpa mengurangi nilai sejarahnya.

Sultan Sepuh menambahkan, kunjungan wisatawan ke Keraton Kasepuhan selama ini terus mengalami peningkatan. Dia menyebutkan, setiap hari, jumlah wisatawan yang datang rata-rata mencapai 2.000 orang. Sedangkan pada akhir pekan, meningkat menjadi sekitar 3.000 orang per hari.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UJx8gY
December 14, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UJx8gY
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

In Picture: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua tersangka kasus pengeroyokan anggota TNI ditunjukkan kepada wartawan saat ungkap kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metrojaya, Jakarta, Kamis (13/12).

Pihak kepolisian telah menangkap tersangka juru parkir pengeroyok dua anggota TNI AP (32) dan HP alias E (28) terkait terduga pengeroyok anggota TNI di Ciracas, Jakarta Timur.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zXOSwy
December 13, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zXOSwy
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Kiai Cholil: Korban di Papua Seperti Mujahid, Pelaku Teroris

Para pekerja yang jadi korban sedang mencari nafkah untuk keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengatakan, para pekerja proyek jalan trans Papua yang dibunuh secara keji oleh kelompok separatis atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) bisa dikatakan seperti mujahid.

Karena, menurut dia, para pekerja tersebut sedang mencari nafkah untuk dirinya dan keluarganya. "Kalau mencari nafkah untuk dirinya dan keluarganya maka ia seperti mujahid di jalan Allah. Sebagaimana hadits Nabi SAW," ujar KH Cholil kepada Republika.co.id, Kamis (6/12).

Diberitakan sebelumnya oleh sejumlah media bahwa pada Senin tanggal 03 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 Wit diperoleh informasi telah terjadi pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga.

Baca juga, Menhan: Pembantai 31 Pekerja di Papua adalah Pemberontak.

Tragedi tersebut mengakibatkan 31 orang pekerja meregang nyawa setelah dibantai oleh kelompok Gerakan Separatis Bersenjata (GSB). Sebanyak 19 korban meninggal merupakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabuoaten Nduga yang sedang mengerjakan pembangunan di Papua.

KH Cholil mengatakan, pembunuhan yang dilakukan GSB tersebut merupakan bentuk teror terhadap bangsa Indonesia. Karena itu, dia lebih suka menyebut mereka sebagai kelompok teroris.

"Saya lebih senang menyebut peristiwa di Papua itu dengan sebutan teroris. Karena sudah jelas meneror bangsa Indonesia yang sedang membangun negeri ini," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zEPp6n
December 06, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zEPp6n
via IFTTT
Share:

MUI Depok akan Buat Buku Peta Dakwah

Buku ini nantinya akan menggambarkan secara sistematis peta dakwah di wilayah depok.

REPUBLIKA.CO.ID,  DEPOK -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok mengadakan kegiatan Pelatihan Penelitian dan Penulisan Buku Peta Dakwah di Kota Depok di Aula Gedung MUI Kota Depok, Kamis (6/12/2018). Acara dibuka Wali Kota Depok Mohammad Idris.

"Kami membuat penelitian dan penulisan buku peta dakwah di Kota Depok agar dalam penyelenggaraan dakwah, harus dilaksanakan dengan tepat sasaran berdasarkan data yang terukur, akurat, dan lengkap sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Sekretaris MUI Kota Depok, Khairullah Ahyari.

Khairullah mengatakan, peta dakwah yang nanti disusun oleh MUI Kota Depok bisa dalam bentuk bagan atau pun berbagai diagram yang dibuat dalam bentuk sebuah peta. Peta ini juga dibuat berdasarkan kecamatan yang ada di Kota Depok.

"Misal, di Kecamatan Sawangan nanti akan diketahui punya ustadz berapa, yang haji sudah berapa, punya majelis taklim berapa, ada berapa pesantren, usia produktifnya berapa," tuturnya.

Dia menambahkan, kedepannya akan diketahui terkait materi apa yang perlu diberikan oleh ustaz setempat di wilayah tersebut. "Kalau ternyata akidahnya yang masih kurang, kita akan rekomendasikan materi akidah diperkuat di sana. Atau pun materi lainnya yang dibutuhkan," terang Khairullah.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengutarakan, bahwa dakwah yang dijalankan adalah dakwah karena Allah. Walaupun, terdapat perbedaan wadah atau organisasi yang menaungi. Namun begitu, butuh peta dakwah yang menggambarkan secara sistematis dan terperinci mengenai subjek, objek, dan lingkungan dakwah, dengan satuan unit wilayahnya.

"Dalam peta dakwah ini harus memenuhi berbagai unsur, mengenai tipenya, jenisnya, latar belakang pendidikan dan lain sebagainya," jelas Idris.

Menurut Idris, banyak unsur pula yang harus masuk dalam peta dakwah di Kota Depok, seperti perkiraan masa depan dakwah di Depok. Misalnya, bagaimana tantangan ideologis yang bakal dihadapi, sehingga ke depan harus dicarikan alternatif program prioritasnya.

"Untuk membuat peta dakwah ini sangat butuh banyak relawan, semoga dengan pelatihan ini bisa menjadi satu pemahaman awal mengenai penting dan kuatnya tekad MUI Depok dalam membuat peta dakwah," pungkas Idris.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PjROIE
December 06, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PjROIE
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

Mourinho Kecewa MU Hanya Main Imbang Lawan Southampton

MU dianggap gagal memainkan sepak bola sederhana.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Jose Mourinho mengaku senang Manchester United (MU) bisa bangkit usai tertinggal 0-2 dan akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 saat bertandang ke Southampton dalam lanjutan Liga Primer Inggris, akhir pekan ini. Namun, Mou mengaku kecewa dengan hasil yang diterima MU.

Bagi pelatih MU itu, kehilangan dua poin cukup menyakitkan karena skuatnya punya waktu 45 menit untuk mencetak gol kemenangan. ''Itu tidak seperti Anda hanya punya 10 menit untuk menang, kami punya 45 menit. Jadi bagi saya jelas, itu bukan hasil yang bagus,'' ujar Mou, dikutip dari situs resmi klub, Ahad (2/12).

Menurut Mourunho, di lapangan tengah anak asuhnya banyak kehilangan bola. Sementara ia juga kecewa dengan performa dua striker yang dimainkan, Marcus Rashford dan Romelu Lukaku. Meski Lukaku mencetak gol dalam laga itu, tapi Mou lebih menyukai penampilan Rashford. Menurutnya, pemain internasional Inggris tersebut memiliki hasrat dan semangat untuk mendapatkan bola dengan cepat dan meraih bola-bola tinggi.

Namun tetap saja, kedua striker menjadi sorotan penting bagi Mou di saat sisi pertahanan sudah membaik. ''Secara keseluruhan saya kecewa dengan hasilnya. Di Liga Primer (Inggris) untuk bermain sepak bola dengan hanya satu bek tengah itu sulit,'' jelasnya.

Masalah lainnya yang ditunjukkan Paul Pogba dkk adalah kegagalan memainkan sepak bola sederhana. Menurut Mou, skuat Iblis Merah bermain baik dalam 15 sampai 20 menit pertama.

Namun di babak kedua, lanjut Mou, para pemainnya mulai kehilangan banyak bola di lapangan tengah. ''Para pemain tidak paham kesederhanaan itu jenius, khususnya beberapa bagian dari lapangan. Mereka terus melakukan sepak bola rumit,'' ujar Mou mengeluh.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RtSP2K
December 02, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RtSP2K
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

DMI akan Tingkatkan Pembinaan Sumber Daya Masjid

DMI telah mengevaluasi 10 program utama yang dihasilkan saat Muktamar DMI 2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligis Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DMI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Ahad (25/11). Dalam Rakernas yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, DMI telah mengevaluasi 10 program utama yang dihasilkan saat Muktamar DMI 2017 lalu.

Untuk ke depannya, menurut Kalla, DMI akan meningkatkan pembinaan terhadap sumber daya masjid. "Kemarin kan ada 10 program utama. Kemudian kita tahun ini untuk fokus pembinaan sumber daya masjid, memberikan pelatihan manajemen masjid yang bagus, pelatihan keuangan masjid yang bagus, pelatihan perpustakaan masjid. Itu akan ditingkatkan kemudian akan disatukan," ujar Kalla usai menutup Rakernas.

Kalla mengatakan, masjid-masjid yang memiliki sistem keuangan bagus nantinya akan diajak untuk membina masjid-masjid lainnya, sehingga bisa meningkatkan pengelolaan masjid. Begitu juga dengan masjid-masjid lainnya yang memiliki keunggulan lainnya akan diajak untuk memberdayakan masjid lainnya.

"Masjid yang memiliki bagus sistem keuangannya, dia akan mengajak. Masjid yang bagus perpustakaannya, maka masjid itu yang akan mengajak. Ada yang bagus ibadahnya dan makmur, itu mereka yang mengajak," ucap Kalla.

Rakernas DMI tersebut mengangkat tema Penguatan Implementasi Program DMI untuk Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid. Sekjen DMI Imam Addaruquthni menjelaskan, DMI memiliki banyak program, terutama 10 program utama tersebut, yang di antaranya perbaikan akustik masjid (sound system), penerapan aplikasi masjid dan media digital, masjid bersih dan sehat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

Kemudian, membuat manajemen kemasjidan, sertifikasi tanah/waqaf, arsitektur masjid, pendidikan dan dakwah, wisata religi berbasis masjid, dan pembangunan gedung DMI. Menurut dia, DMI di wilayah diharapakan bisa merespon ceoat 10 program DMI tersebut.

"Itu semua kita inginkan bahwa wilayah-wilayah itu melakukan konsolidasi organisasinya sehingga program itu begitu datang bisa dilaksanakan," ucapnya kepada Republika.co.id.

Pasalnya, kata dia, 10 program tersebut juga berhubungan dengan daya dukung yang datang dari berbagai mitra. Jika pengurus wilayah tidak sigap dan cepat, maka DMI akan mengalami kelambatan dalam proses implementasinya.

"Dan itu tidak boleh yang begitu karena banyak sekali agendanya dan kita evaluasi dalam setahun terakhir ini setelah tahun lalu kita muktamar," katanya.

Namun, menurut dia, masih ada waktu empat tahun lagi bagi DMI untuk mengimplementasikannya, sehingga ketika Muktamar mendatang DMI bisa memutuskan kebijakan-kebijakan yang lebih berdayaguna lagi. "Jadi sebenarnya Rakernas ini dalam konteks implementasi program-program, ini bermakna strategis bagi pelaksanaan program yang sudah ditetapkan mulai muktamar," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KtsgrA
November 25, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KtsgrA
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Google AI Bantu Dokter Deteksi Penyebaran Kanker Lebih Akura

Akurasi LYNA dalam mengenali gambar kanker bisa mencapai 99 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deep learning AI milik Google bernama LYNA telah terbukti memiliki kemampuan mendeteksi kanker payudara yang menakjubkan. Akurasi LYNA dalam mendeteksi kanker payudara bahkan mampu membantu dokter untuk menegakkan diagnosis dengan lebih cepat dan akurat.

LYNA atau Lymph Node Assistant diketahui dapat mendeteksi kanker payudara yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening pasien. Akurasi LYNA dalam mengenali kanker payudara yang menyebar di kelenjar getah bening ini mencapai 99 persen.

Salah satu yang dilakukan Google adalah mengajarkan LYNA untuk memeriksa gambar pencitraan dalam variasi perbesaran yang berbeda. Cara ini mirip dengan cara kerja ahli patologi memeriksa gambar-gambar pencitraan.

Alogaritma dari tes pertama menunjukkan bahwa LYNA mampu membedakan sebuah slide yang menampakkan kanker dan slide yang tidak menampakkan kanker dengan tepat. Meski sebagian slide hanya menampakkan area yang sangat kecil, akurasi LYNA dalam mengenali gambaran kanker mencapai 99 persen.

Pada tes tahap dua, sebanyak enam dokter ahli patologi diminta menyelesaikan tes diagnostik baik dengan maupun tanpa bantuan LYNA. Para dokter menyatakan bahwa mereka merasa lebih mudah untuk mendeteksi penyebaran kanker atau metastasis kecil dengan bantuan LYNA. Bantuan LYNA juga memungkinkan para dokter ini menegakkan dagnostik lebih cepat.

Tak hanya itu, tes tahap dua ini juga menunjukkan bahwa dokter ahli patologi yang dibantu oleh LYNA menegakkan diagnosis yang lebih akurat dibandingkan dokter ahli patologi yang tak dibantu LYNA maupun LYNA yang bekerja sendiri.

Seperti dilansir Science Focus, tim peneliti Google menilai bahwa alogaritme yang dimiliki LYNA dapat membantu para dokter untuk menegakkan diagnosis yang rumit. Meski begitu, beberapa tes lebih lanjut dibutuhkan untuk mengetahui apakah LYNA dapat bekerja dengan baik di lingkungan yang sebenarnya.

Mengetahui ada atau tidaknya penyebaran kanker atau metastasis pada pasien sangat penting dalam menentukan prognosis dan rencana terapi pasien kanker. Sayangnya, hanya 38 persen kasus metastasis kecil yang berhasil didiagnosis oleh dokter ahli patologis. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TxLaBT
November 22, 2018 at 04:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TxLaBT
via IFTTT
Share: