Showing posts with label February 12. Show all posts
Showing posts with label February 12. Show all posts

Tuesday, February 12, 2019

Tak Hanya Rumah, Israel Juga Rusak Jalan Raya di Tepi Barat

Aksi tersebut sebagai bagian upaya mengusir orang palestina dari daerah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, Al-KHALIL— Pasukan Israel menghancurkan jalan yang diperbaiki belum lama ini dan menghubungkan Khirbet Shaab Al-Butum dengan Masafer Yatta di bagian selatan Tepi Barat Sungai Yordania. 

Koordinator Komite Anti-Tembok dan Anti-Permukiman di Rateb Al-Jabour, bagian selatan Al-Khalil (Hebron), mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA, Selasa (12/2), pasukan Israel memberi perlindungan buat satu buldoser militer saat alat berat itu terus menghancurkan jalan tersebut. 

Jalan itu digunakan untuk memfasilitasi akses petani Palestina ke lahan pertanian mereka dan daerah-daerah permukiman.

Ia mengatakan perbuatan militer Israel tersebut bertujuan mengusir orang Palestina dari daerah itu untuk membangun permukiman.

Khirbet Shaab Al-Butum termasuk di antara puluhan permukiman kecil yang berada di Masafer Yatta, daerah yang sangat mengandalkan peternakan sebagai sumber utama nafkah mereka.

Masafer Yatta diklasifikasikan sebagai Daerah C, yang sepenuhnya berada di bawah kendali militer Israel. Daerah C merupakan sebanyak 60 persen daerah Tepi Barat, yang diduduki Israel dan belakangan Israel berencana mencaploknya setelah mengusir penduduk Palestina di daerah itu.

Daerah tersebut telah dirancang sebagai zona militer tertutup Israel untuk pelatihan sejak 1980-an dan kemudian dirujuk sebagai Zona Penembakan 918.

Pelanggaran Israel atas daerah itu meliputi pembongkaran kandang hewan, rumah warga Palestina, dan tempat tinggal.

Penguasa Israel tidak pernah mengeluarkan izin mendirikan bangunan buat warga lokal Palestina di daerah tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Svxjiq
February 12, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Svxjiq
via IFTTT
Share:

Menpora Minta Dukungan Meksiko untuk Tuan Rumah Olimpiade

Ini menyusul suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta Meksiko memberikan dukungannya jika Indonesia maju sebagai calon tuan rumah Olimpiade ataupun Piala Dunia. Ini menyusul suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

"Asian Games menjadi wujud nyata Indonesia ketika menjadi tuan rumah penyelenggaraan olahraga dan berjalan sukses," kata Menpora selepas bertemu Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Armando G Alvarez di Jakarta, Selasa (12/2).

Dalam pertemuan itu, Menpora juga menjalin kerja sama bidang olahraga antara Indonesia dengan Meksiko. Sebab, negara di Amerika Tengah itu pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 1968 serta Piala Dunia 1970 dan 1986.

Menpora juga mengenalkan cabang olahraga pencak silat kepada Dubes Armando sebagai olahraga dari Indonesia yang telah diakui dalam Asian Games.

"Suatu saat Pak Dubes bisa berkunjung ke Madiun sebagai pusat perguruan pencak silat," ujar Menpora.

Sementara, Armando mengatakan Indonesia punya punya masyarakat yang juga ramah sebagaimana di Meksiko.

"Indonesia dan Meksiko punya punya karakteristik yang sama dalam hal keramahan masyarakatnya. Pemuda Indonesia juga punya potensi yang bagus. Itu sangat baik untuk kerja sama di bidang olahraga," katanya.

Armando menambahkan kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 sekaligus juga menjadi catatan prestasi dalam bidang olahraga. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DAftAL
February 12, 2019 at 10:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DAftAL
via IFTTT
Share:

Empat Ganda Campuran Indonesia Saling Jegal di All England

Indonesia juga menempatkan satu ganda campuran lain, Ronald Alexander/Annisa Saufika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Empat pasangan atlet bulu tangkis nomor ganda campuran Indonesia akan saling jegal pada pertandingan putaran pertama All England 2019 yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, 6-10 Maret. Mereka, yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, dan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Ganda Hafiz/Gloria yang menjadi pasangan unggulan delapan dalam turnamen tingkat Super 1000 itu harus berhadapan dengan Praveen/Melati pada laga pertama. Pemenang dari "perang saudara" itu berpeluang kembali melawan sesama pasangan Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari pada laga kedua jika mereka lolos ke putaran kedua.

Kemudian, Tontowi yang berpasangan dengan Winny dalam rangkaian turnamen Eropa pertama mereka itu harus menghadapi Alfian/Marsheilla.

Selain lima pasangan campuran itu, Indonesia juga menempatkan satu ganda campuran lain yaitu Ronald Alexander/Annisa Saufika yang akan menghadapi pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

Indonesia juga menurunkan tiga belas wakil lain pada nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri dalam turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu.

Pada sektor tunggal putra, Indonesia menempatkan Tommy Sugiarto, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting. Kemudian pada tunggal putri, Indonesia punya Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, serta Wahyu Nayaka Aryapangkaryanira/Ade Yusuf Santoso akan turun pada ganda putra.

Kemudian pada sektor ganda putri, Indonesia menempatkan tiga wakil yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris/Tania Oktavina Kusumah, serta Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DClkFw
February 12, 2019 at 10:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DClkFw
via IFTTT
Share:

Penerbangan di Bandara Mamuju Turun 20,33 Persen

Pada periode Desember 2018 jumlah penerbangan sebanyak 98 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Perkembangan penerbangan di Sulawesi Barat berdasarkan jumlah pesawat yang berangkat maupun datang melalui Bandara Tampa Padang Kabupaten Mamuju dan Bandara Sumarorong, Kabupaten Mamasa turun 20,33 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, Suntono di Mamuju, Selasa (12/2). "Pada periode Desember 2018 jumlahnya sebanyak 98 kali," kata Suntono.

Ia mengatakan jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 20,33 persen jika dibandingkan dengan bulan November 2018. Saat itu, tercatat sebanyak ada 123 kali penerbangan.

Apabila dibandingkan dengan bulan Desember tahun sebelumnya, terjadi penurunan jumlah keberangkatan pesawat sebesar 34,67 persen. Adapun jumlah keberangkatan pada Desember tahun sebelumnya tercatat sebanyak 150 kali.

Sementara itu jumlah pesawat yang datang pada Desember 2018 tercatat juga sebanyak 98 penerbangan atau turun sebesar 20,33 persen jika dibandingkan bulan November 2018. Saat itu tercatat sebanyak 123 kali penerbangan. "Jika dibandingkan dengan bulan Desember tahun sebelumnya, terjadi penurunan jumlah kedatangan pesawat sebesar 34,67 persen, di mana jumlah kedatangan pada Desember tahun sebelumnya tercatat sebanyak 150 kali," katanya.

Keadaan jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat selama bulan Desember 2018 sebanyak 5.711 orang. Apabila dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya yang berjumlah 6.095 orang, terjadi penurunan sebesar 6,30 persen. Hal yang sama jika dibandingkan dengan kondisi bulan Desember tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 9.072 orang, maka terjadi penurunan sebesar 37,05 persen.

"Sementara itu, keadaan jumlah penumpang yang datang pada bulan Desember 2018 sebanyak 4.580 orang atau mengalami penurunan sebesar 19,66 persen jika dibandingkan dengan kondisi bulan November 2018 yang tercatat sebanyak 5.701 orang," katanya. Hal yang sama terjadi apabila dibandingkan dengan kondisi bulan Desember tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 8.796 orang atau mengalami penurunan sebesar 47,93 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sw4ZN9
February 12, 2019 at 10:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sw4ZN9
via IFTTT
Share:

Akuisisi Holcim, Semen Indonesia Kejar Kinerja Positif

Tugas pertama usai akuisisi adalah membuat PT Holcim membukukan kinerja positif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham mayoritas PT Holcim Indonesia telah resmi diakusisi oleh PT Semen Indonesia. Transaksi itu pun sudah ditutup pada 31 Januari lalu. 

Analis sekaligus Kepala Riset PT Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menilai, PT Holcim Indonesia tidak punya pilihan selain diakusisi oleh PT Semen Indonesia. Hal itu karena, sebelumnya perseroan mengalami kerugian bersih dalam dua tahun terakhir.

"Artinya dari sisi pengelolaan bisnis, Holcim belum cukup berhasil. Sementara kinerja Semen Indonesia cukup Bagus dan berhasil bukukan laba bersih," ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa, (12/2).

Maka, kata dia, tugas pertama pascabergabungnya dua perusahaan tersebut yakni membuat PT Holcim bisa membukukan kinerja positif kembali.

"Keduanya sama-sama perusahaaan semen, tapi hanya Semen Indonesia yang profit, berarti Semen Indonesia memiliki strategi harga jual, biaya produksi, dan biaya operasional yang belum ditemukan oleh Holcim. Jadi strategi itu bisa diimplementasikan ke Holcim," tutur Alfred.

Tugas kedua, ujar dia, terkait budaya. Sebelumnya, Holcim merupakan perusahaan yang dimiliki asing sedangkan Semen Indonesia termasuk Badan Usaha milik Negara (BUMN), sehingga ketika sudah menjadi anak usaha perusahaan BUMN, corporate culture Holcim perlu menyesuaikan agar bisa jalan. 

"Tugas ketiga dari sisi sektor, seperti diketahui sektor semen masih oversuply karena ketersediaannya sekitar 100 sampai 110 juta ton namun konsumsinya 60 sampai 65 juta ton. Maka poinnya, ketika Semen Indonesia akuisisi Holcim, mereka harus bisa pertahankan pangsa pasar karena sudah satu brand," jelasnya. 

Alfred menegaskan, beberapa tugas di atas harus bisa dilaksanakan. Pasalnya bila setelah kedua perusahaan bergabung namun Holcim tetap rugi, maka dapat memberatkan kinerja Semen Indonesia. 

"Sementara sumber dana (akuisisinya) pakai pembiayaan utang. Maka kalau ini nggak berhasil balikkan buku positif, dapat munculkan beban hutang dan memengaruhi nilai saham Semen Indonesia," tegas Alfred. 

Pada kuartal akhir tahun ini, menurut dia, seharusnya perbaikan kinerja Holcim pascadiakusisi sudah mulai bisa terlihat. "Karena kalau dilihat keduanya sama-sama pemain di sektor semen, jadi nggak ada transfer teknologi dan sebagainya, sehingga progress (kinerjanya) bisa cepat," tuturnya. 

Berdasarkan laporan keuangan Holcim pada semester I 2018, tercatat pendapatan emiten berkode saham SMCB itu naik 3,82 persen menjadi Rp 4,45 triliun dibandingkan Rp 4,29 triliun pada periode sama tahun lalu. Hanya saja beban pokok penjualan SMCB naik sebesar 6,78 persen menjadi Rp 3,91 triliun dari sebelumnya Rp 3,67 triliun, sehingga laba kotor Holcim Indonesia turun 13,59 persen menjadi Rp 537,38 miliar sebelumnya Rp 621,91 miliar. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DA4BTz
February 12, 2019 at 10:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DA4BTz
via IFTTT
Share:

Catat! Kemenkeu Lelang Lima SBSN Pekan Depan

Lelang bersifat terbuka dan memiliki target indikatif senilai Rp 8 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa (19/2) mendatang. Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019. 

Dilansir dari siaran pers Kementeran Keuangan, Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam. Target indikatif ditetapkan Rp 8 triliun.

Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan. 

Peserta lelang diantaranya 17 bank baik konvensional maupun syariah, dan empat perusahaan efek. Lima seri surat berharga syariah negara yang dilelang memiliki imbal hasil beragam, mulai dari 6,5 persen hingga 8,62 persen. 

Peserta Lelang SBSN, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dapat menyampaikan penawaran lelang SBSN dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Keuangan nomor 05/PMK.08/2012 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Perdana Dalam Negeri Dengan Cara Lelang. Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.08/2017.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield atau imbal hasil yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. 

Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan. Lelang akan dibuka hari Selasa tanggal 19 Februari 2019 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. 

Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2019 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2). Ketentuan mengenai pelaksanaan lelang termasuk penghitungan nilai setelmen diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 05/PMK.08/2012 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Perdana Dalam Negeri Dengan Cara Lelang.

SBSN seri SPN-S akan diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale and Lease Back dengan mendasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor 72/DSN-MUI/VI/2008. Sedangkan SBSN seri PBS menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan mendasarkan pada fatwa DSN-MUI nomor 76/DSN-MUI/VI/2010.

Underlying asset untuk penerbitan seri SPN-S menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR R.I. dan telah memenuhi persyarata. Seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara. 

Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2019 yang telah mendapat persetujuan DPR R.I. melalui UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN Tahun Anggaran 2019 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Bertindak sebagai penerbit SBSN adalah Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia yang merupakan badan hukum yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan didirikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2008 khusus untuk menerbitkan SBSN.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SJ39aV
February 12, 2019 at 10:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SJ39aV
via IFTTT
Share:

94 Warga Mengungsi Akibat Longsor di Kuningan

Warga diungsikan karena longsor mengancam tempat tinggal mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Longsor yang terjadi di Desa Cimenga, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyebabkan 94 orang dari 33 KK terpaksa diungsikan. Mereka diungsikan karena rumah yang mereka tinggali terancam longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin di Kuningan, Selasa, menuturkan ada sebanyak 26 unit rumah milik warga yang berada di bawah bukit terancam longsor. "Untuk warga yang diungsikan sendiri sebanyak 94 jiwa dari 33 KK," kata Agus.

Menurutnya, diungsikannya warga dari rumah mereka, dikarenakan longsor mengancam tempat tinggalnya. Di mana sebuah tebing sepanjang kira-kira 150 meter, tinggi 150 meter dan lebar 60 meter mengalami longsor. "Sedangkan jarak ujung longsor dan rumah warga hanya 250 meter, tentu itu sangat membahayakan," ujarnya.

Kejadian longsor di Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, itu diakibatkan intensitas hujan yang tinggi beberapa hari ini. Akibatnyta, tanah di kawasan tersebut menjadi gembur.

Agus mengatakan, hujan yang terjadi pada Ahad (10/2), mengguyur daerah itu dari pukul 14.00 WIB sampai dengan 00.00 WIB. "Selain mengancam rumah, longsor juga menyebabkan akses jalan menuju daerah itu terputus," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2N2a6OV
February 12, 2019 at 10:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2N2a6OV
via IFTTT
Share:

Militer Myanmar DIlaporkan Tembaki Desa-Desa di Rakhine

Penembakan desa yang berpenghuni tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Amnesty International menyampaikan laporan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah menembaki desa-desa dan mencegah warga sipil mengakses makanan dan bantuan kemanusiaan di negara bagian Rakhine barat sejak awal 2019. 

Pasukan keamanan juga disebut menggunakan undang-undang yang represif untuk menahan warga sipil. 

"Operasi-operasi terbaru ini adalah satu lagi pengingat bahwa militer Myanmar beroperasi tanpa memperhatikan hak asasi manusia," kata Direktur Crisis Response Amnesty International, Tirana Hassan, dilansir Anadolu Agency, Selasa (12/2).  

Hassan mengatakan, menembaki desa-desa berpenghuni dan menahan persediaan makanan tidak dapat dibenarkan dalam situasu apapun.

Pihaknya juga menerima laporan bahwa divisi tentara yang terlibat aksi kekejaman terhadap Rohingya Agustus-September 2017 lalu telah dikerahkan ke Negara Bagian Rakhine dalam beberapa pekan terakhir.

"Terlepas dari kecaman internasional atas kekejaman militer Myanmar, semua bukti menunjukkan bahwa mereka dengan berani melakukan pelanggaran yang lebih serius," kata Hassan.

Masih menurut laporan itu, pelanggaran ini terjadi setelah misi pencarian fakta PBB menyerukan penyelidikan pidana dan penuntutan kepada pejabat senior Myanmar di bawah hukum internasional atas kejahatan terhadap penduduk Rohingya di Rakhine, dan terhadap etnis minoritas di Kachin dan negara-negara bagian utara Shan. 

Laporan itu mengungkapkan, kelompok etnis Rakhine bersenjata yang dikenal sebagai Tentara Arakan melakukan serangan terkoordinasi pada empat pos polisi di negara bagian Rakhine utara. Mereka dilaporkan membunuh 13 petugas polisi pada 4 Januari 2019. 

"Dan pemerintah sipil Myanmar menginstruksikan militer untuk meluncurkan sebuah operasi untuk 'menghancurkan' Tentara Arakan, yang oleh juru bicara pemerintah disebut sebagai 'organisasi teroris'," katanya.

Tentara Arakan adalah kelompok Buddha bersenjata yang menginginkan lebih banyak otonomi bagi etnis minoritas Buddha Rakhine. 

Mereka telah berperang melawan militer sebagai bagian dari aliansi kelompok-kelompok bersenjata di Myanmar utara dan.

Tentara Arakan ini telah mengalihkan perhatiannya ke negara-negara Chin dan Rakhine dalam beberapa tahun terakhir, dan sudah terjadi bentrokan secara sporadis dengan pasukan keamanan di sana. Hingga kemudian, tentara Myanmar memindahkan banyak aset dan pasukan ke wilayah tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SJ36vL
February 12, 2019 at 10:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SJ36vL
via IFTTT
Share:

Renault Target Tiga Besar pada F1 Musim 2019

Kunci harapan Renault ada pada pembalap baru Daniel Ricciardo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Renault menargetkan tiga besar pada musim balap Formula 1 (F1) 2019. Ambisi ini disampaikan Jerome Stoll, Presiden Olahraga Renault dalam acara peluncuran mobil baru Renault, dikuti Sky Sports, Selasa (12/2).

Kunci harapan Renault ada pada pembalap baru Daniel Ricciardo yang masuk menggantikan Carlos Sainz Jr. Ia akan ditemani Niko Hulkenberg yang tampil konsisten musim lalu dan membawa Renault menempati posisi empat.

"Kami ingin bertarung lebih. Kami ingin mengurangi jarak dengan tim terdepan dan menargetkan kehebatan mesin," imbuh bos tim Cyril Abiteboul.

Renault merilis mobil balap R.S.19 untuk balapan Formula 1 musim 2019. Ricciardo bersama Hulkenberg menyibak tirai penutup mobil baru di pabrik Renault di Enstone, Inggris Raya.

R.S. 19, yang desain livery-nya didominasi warna hitam dan kuning, akan siap dikendarai pada sesi tes pramusim di Sirkuit Barcelona-Katalunya pada 18 Februari. Tahun lalu, mobil R.S.18 yang dikendari Hulkenberg dan Sainz Jr, memberikan musim terbaik bagi Renault setelah turun kembali ke Formula 1 pada 2016 silam.

Renault finis di peringkat empat konstruktor di atas rival mereka Haas pada 2018. Dengan kedatangan Ricciardo, yang pindah dari tim Red Bull, Renault bersiap untuk menghadapi musim balapan 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RXKlAe
February 12, 2019 at 10:01PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RXKlAe
via IFTTT
Share:

Baznas Ajak Warga Cegah DBD

Baznas bersama warga Sawangan di Depok melakukan fogging dan menebar bubuk abate.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengajak warga untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit Demam Berdarah (DBD) yang telah mewabah di berbagai daerah. Baznas bersama warga Sawangan di Depok melakukan kegiatan fogging dan menebar bubuk abate pencegah jentik-jentik nyamuk aedes aegypti.

Kepala Program Layanan Aktif Baznas (LAB), Iskandar mengatakan, kegiatan fogging dan menebar bubuk abate untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Sebab nyamuk tersebut yang menjadi penyebab penyakit DBD.

"Selain bantuan kuratif, langkah-langkah pencegahan juga patut mendapat perhatian, dengan mengajak peran serta masyarakat, akan mengurangi banyak risiko yang ditimbulkan dari wabah DBD. Mulai dari materi hingga nyawa," kata Iskandar kepada Republika.co.id, Selasa (12/2).

Ia menerangkan, kesehatan menjadi salah satu hal yang penting dalam kesejahteraan masyarakat. Jika masuk rumah sakit dan melakukan perawatan, tentu membutuhkan biaya yang banyak. Sehingga dapat mengurangi harta dan menimbulkan kemiskinan baru.

Oleh sebab itu Baznas dan warga dibantu oleh aparat setempat bahu-membahu melakukan fogging. Dimulai dari selokan hingga setiap sudut permukiman warga Cinangka di Sawangan, Depok.

Ketua RW 03 Kelurahan Cinangka, Munawar mewakili warga mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan Baznas. Berkat zakat yang ditunaikan melalui Baznas, masyarakat Cinangka menjadi terjaga kesehatannya.

Ia menyampaikan, sebanyak 39 jiwa warga di RW 03 terjangkit DBD, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa menjadi korban nyamuk aedes aegypti. "Terima kasih Baznas karena telah melakukan fogging di desa kami dan menebar bubuk abate untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk," ujarnya.

Selain melakukan fogging dan penebaran bubuk abate, Tim LAB bersama warga melakukan aksi bersih desa. Sampah yang menumpuk dibersihkan. Di sana Baznas bersama warga bergotongroyong membersihkan desa.

Fuji E Permana

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WZWvfU
February 12, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WZWvfU
via IFTTT
Share:

Jelang Debat, Tagar #RakyatPilihJokowi Ramai di Medsos

Warganet mulai memberikan perhatian terkait debat kedua kandidat capres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Debat kedua Pemilihan Presiden 2019 yang akan digelar pada hari Minggu (17/2) mendatang di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, mulai menarik perhatian warganet, pembicaraan menjelang debat kedua ini mendominasi di jejaring media sosial twitter.

Keramaian di jejaring media sosial twitter pada Selasa, dihiasi dengan "hashtag" atau tanda pagar (#) bertuliskan #RakyatPilihJokowi, demikian rilis yang diterima dari Tim Relawan Jokowi, di Jakarta, Selasa (12/2).

Hal ini dikarenakan para warganet telah menentukan arah dukungan mereka untuk pasangan calon presiden Jokowi-KH. Ma'ruf Amin. Bahkan hashtag #RakyatPilihJokowi sempat menjadi "trending topic" nomor satu di Indonesia antara pukul 14.00-15.00 WIB.

Salah satu akun yang bernama @iyus_sandi, mencuitkan, "keputusan mendukung Jokowi-Ma'ruf didasari pada kinerja Joko Widodo yang merupakan petahana atau presiden yang sedang menjabat dan telah menjalankan tugas pelayanannya dengan baik dan sejumlah prestasi," lalu ditambahkan hashtag #RakyatPilihJokowi.

Tak berapa lama kemudian, akun @Bambangwied27 ikut mencuit, "Saat seorang Presiden RI terpilih bersiap menjalankan program kerja, maka dia butuh anggaran dengan komitmen tata kelola yang bersih, rapi dan disiplin. Ada satu hal yang harus diingat bahwa dia pun bersiap pula bayar utang2 warisan pendahulunya. #RakyatPilihJokowi"

Berdasarkan informasi yang diperoleh, debat pilpres putaran kedua, hanya akan diikuti oleh para calon presiden dari masing-masing kubu, yakni Jokowi dan Prabowo Subianto. Untuk materi debat kedua, baik Jokowi maupun Prabowo Subianto, akan memaparkan visi misinya tentang Energi, Pangan, SDA, Infrastruktur, dan Lingkungan Hidup.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RXKgMW
February 12, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RXKgMW
via IFTTT
Share:

Pancasila Sudah Islami Jadi Perekat Bangsa

Pemerintah perlu menggandeng NU dan Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Erik Purnama Putra*

Ideologi Pancasila yang dianut bangsa Indonesia sejak merdeka pada 17 Agustus 1945, tidak tergoyahkan hingga kini. Ujian demi ujian dari sekelompok orang yang ingin mengganti ideologi dasar negara ini, dapat dengan mudah dipatahkan oleh kekuatan elemen masyarakat itu sendiri.

Kalau pada awal kemerdekaan hingga masa Orde Lama, ancaman paling nyata terhadap Pancasila datang karena adanya gerakan radikal kanan (raka) dan radikal kiri (raki). Hal itu ditandai munculnya gerakan DI/TII pemberontakan PKI, namun gerakan yang berusaha mengubah Pancasila dengan mendirikan negara Islam dan menyebarkan paham komunis itu pun lenyap dengan sendirinya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Pancasila pun tetap tegak berdiri.

Saat Orde Baru (1966-1998) berkuasa, berbagai kekuatan dan suara minor terhadap pemerintah dibungkam. Pancasila dijadikan alat kekuasaan untuk memukul kelompok masyarakat yang kritis terhadap pemerintah. Pada masa itu, ada pula gangguan dari kelompok atau kekuatan tertentu yang mencoba merongrong Pancasila. Memasuki Orde Reformasi (1998-kini), masyarakat yang sebelumnya terbelenggu seolah bisa menikmati kebebasan. Mereka bebas bersuara dan berorganisasi tanpa perlu lagi waswas gerakannya dipantau oleh pemerintah.

Kebebasan yang benar-benar dinikmati hingga di satu sisi ternyata menyimpan bara api yang sewaktu-waktu bisa meledak dan muncul ke permukaan. Mengapa kondisi itu bisa terjadi? Ini tidak lain tidak bukan, lantaran arus Reformasi yang menumbangkan Presiden Soeharto juga diikuti berkembang biaknya gerakan yang ingin menggoyang Pancasila.

Hal itu ditandai dengan menurunnya rasa nasionalisme dan mulai merebaknya paham yang menganggap ideologi Pancasila tidak relevan lagi, karena sebaiknya diganti dengan khilafah maupun NKRI bersyariah.

Hal itu tidak lain, lantaran muncul arus baru di masyarakat yang jumlahnya semakin bertambah untuk mengganti Pancasila. Memang sekarang mereka masih minoritas, namun secara persentase meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Merujuk hasil sigi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 17 Juli 2018, menunjukkan publik yang pro-Pancasila menurun 10 persen dalam rentang 10 tahun. Survei dengan sampel 1.200 responden dari 34 provinsi, dan responden terpilih diwawancarai menggunakan kuesioner pada 28 Juni-5 Juli 2018.

Hasilnya mengejutkan! Karena pada 2005, masyarakat yang pro-Pancasila masih di angka 85,2 persen, lima tahun kemudian (2010) angkanya menjadi 81,7 persen. Pada 2015 angkanya turun lagi menjadi 79,4 persen, dan pada 2018 mencapai 75,3 persen.

Adapun masyarakat yang pro-NKRI bersyariah mengalami kenaikan sembilan persen selama 13 tahun. Pada 2005, angkanya hanya sebesar 4,6 persen, lima tahun berselang menjadi 7,3 persen, dan pada 2015 menjadi 9,8 persen. Pada 2018, angkanya mencapai double digit, yaitu 13,2 persen.

Di sinilah pentingnya intervensi pemerintah dalam mengedukasi rakyatnya agar bisa semakin mencintai Pancasila, sebagai ideologi bangsa yang tak dapat diganggu gugat. Dengan kekuasaan dan alat yang dimiliki, pemerintah wajib mengajarkan tentang Pancasila, terutama kepada siswa dan pegawai negeri sipil (PNS), untuk tidak lagi punya pikiran ingin mengganti ideologi negara.

Karena tanpa adanya edukasi, khususnya kepada generasi milenial maka dalam waktu beberapa tahun ke depan, sangat mungkin masyarakat yang cinta Pancasila jumlahnya terus menurun. Coba saja bayangkan, kalau Pancasila diganti ideologi tertentu, pasti ada daerah yang tidak puas dan muncul gerakan memerdekakan diri dari Indonesia. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi.

Merujuk tulisan Denny JA tentang 'NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi', kalau dipikir-pikir, ide itu sebenarnya sudah terwadahi, khususnya dalam sila pertama Pancasila. Karena dalam Pancasila itu sendiri, sudah memberi ruang dan mengakomodasi aspirasi umat Islam. Pancasila pula sudah terbukti sebagai perekat anak bangsa yang tumbuh dari suku, agama, ras, antargolongan (SARA) yang berbeda-beda.

Dari Sabang sampai Merauke, masyarakat dengan beragam latar belakang bisa menerima Pancasila sebagai pemersatu Indonesia. Mereka bisa hidup bahagia di tengah keragaman budaya.

Untuk itu, tidak ada salahnya lagi, mulai tingkat sekolah dasar (SD), siswa digalakkan lagi pendidikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Di kampus juga pendidikan tentang Pancasila tak boleh diabaikan. Karena generasi milineal akan menjadi generasi pemimpin pada masa akan datang. Pun program pendidikan dan latihan (diklat) bagi PNS juga digencarkan materi pengamalan Pancasila selama menjadi abdi negara.

Dengan cara itu, pemerintah tidak lagi memberi kesempatan dan ruang bagi mereka yang ingin menyebarkan pemahaman keliru, yang mencoba mengoyak ideologi bangsa ini. Karena sudah terbukti, tegaknya NKRI tidak lepas dari Pancasila yang mengandung ajaran islami, yaitu mayoritas umat Muslim merangkul dan melindungi minoritas.

Pemerintah wajib menggandeng dua ormas besar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang sama-sama tidak diragukan lagi kecintaannya terhadap negeri ini. Kalau NU siap selalu di garda terdepan dalam menghadapi gerakan transnasional yang mempersoalkan Pancasila, Muhammadiyah juga menegaskan Indonesia dengan Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah yang merupakan hasil konsensus nasional yang tak bisa diganti.

Berkat kerelaan hati beberapa tokoh bangsa, terutama Ki Bagus Hadikusumo dan Kasman Singodimedjo (Muhammadiyah), serta Wahid Hasyim (NU), umat Islam saat itu bisa lapang dada menerima ideologi negara. Mengacu hal itu, sudah jelas Pancasila dan NKRI sudah disepakati tokoh-tokoh Islam yang terlibat dalam kemerdekaan.

Karena bagaimana pun, ketika lima sila yang terkandung dalam Pancasila disahkan, semua unsur perwakilan daerah dengan latar belakang berbeda kompak menyetujuinya. Sehingga, sudah saatnya kita menghentikan wacana tentang NKRI bersyariah maupun ide lain yang membuka perdebatan tidak produktif.

Yang diperlukan sekarang adalah impelementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar tujuan bernegara ini dapat tercapai, yaitu keadilan, kemakmuran, dan menghormati hak asasi manusia (HAM) setiap warga negara.

Karena kekuatan utama bangsa ini masih tegak berdiri tidak bisa lepas dari terciptanya kehidupan rukun di masyarakat, dan ruang publik yang dipenuhi dengan gagasan-gagasan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat.

*)Penulis adalah wartawan Republika

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UWcGci
February 12, 2019 at 09:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UWcGci
via IFTTT
Share:

Ahmad Dhani's hearing postponed until Thursday

Inaugural session of defamation case involving Ahmad Dhani was held on Feb 7.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - The panel of the judges in defamation case on Tuesday (Feb 12) has not made their decision on note of objection of the defendant, Gerindra Party politician Dhani Ahmad Prasetyo. The hearing held at the Surabaya District Court, to be continued on Thursday.

Team of lawyers for Dhani said the prosecutor's charge against Dhani in defamation case was unclear. The indictment was difficult to understand, Dhani's attorney, Aldwin Rahardian, said.

According to Aldwin, the prosecutor's did not specify the place where the defendant distribute content of insults. Whereas the main element in the offense of Article 45 Paragraph (3) in conjunction with Article 27 Paragraph (3) of the Information and Electronic transaction (ITE) Law, according to him, is to distribute and or transmit and make accessible electronic information that is the object of a criminal act.

"The 'locus delicti' must be determined to pin point where the defendant distributed or made accessible electronic information that is the object of a criminal act," he said when reading the objection note before the panel of judges led by Anton Widyo Priyono.

In addition, Aldwin said, those who can complaint (klacht) for violations of Article 27 Paragraph (3) of the ITE Law are only victims who are defamed or insulted. He explained that Article 27 Paragraph (3) of the ITE Law the application of its enforcement is bound to Article 310 and Article 311 of the Criminal Code.

Aldwin said only victims may complain about violations of Article 27 Paragraph (3) of the ITE Law. The victims are individuals, not organizations, associations or law agencies, he remarked.

Based on the whole description, the defendant's legal counsel pleaded with the panel of judges who examined, tried, and decided on this case to be willing to make the decision as fair as possible.

"We ask the panel of judges to accept the exception or note of objection from the defendant through his legal counsel for the whole, and also state that the public prosecutor's indictment is null and void," he said.

Responding to this exception, the judge asked for time to continue the trial next Thursday. "The hearing is postponed until next Thursday," he said.

The case involving Ahmad Dhani as defendant began when he was about to attend the 2019 Presidential Change declaration at Tugu Pahlawan Surabaya, East Java. However, he could not leave the Majapahit Hotel as a group on behalf of the Bela NKRI element hold demonstration against him outside the hotel.

At that time, Dhani made a vlog and uploaded it to social media with a duration of 1 minute, 37 seconds. He allegedly insulted the protester as idiot.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GC6mCJ
February 12, 2019 at 09:26PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GC6mCJ
via IFTTT
Share:

Tiga Muslim Pakar Alkimia dari Era Klasik

Mereka berjasa dalam mengembangkan ilmu alkimia dan kimia modern

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alkimia merupakan kajian kimia dari Abad Pertengahan. Para pegiatnya berupaya menemukan suatu unsur Batu Filsuf (the Philosopher's Stone) atau eliksir yang konon dapat mengubah logam biasa menjadi emas.

Aktivitas para pakar alkimia menggeliat di negeri-negeri sekitar Laut Tengah. Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi, pamor peradaban Islam meningkat. Banyak ilmuwan Muslim mempelajari beragam ilmu pengetahuan dari wilayah non-Arab.

Mereka berkontribusi dalam mengembangkan alkimia dan ilmu kimia, sehingga menjadi yang seperti saat ini. Berikut ini tiga orang Muslim pakar kimia yang terkemuka dari zaman klasik.

Khalid bin Yazid

Nama Khalid bin Yazid melegenda sebagai orang Islam pertama yang menggeluti alkimia. Dia lahir pada 665 dan wafat 39 tahun kemudian di Damaskus. John Eberly dalam bukunya, Al-Kimia: The Mystical Islamic Essence of the Sacred Art of Alchemy, mengulas sosok cucu pendiri Daulah Umayyah tersebut.

Saat berusia 20 tahun, Khalid berkelana ke Iskandariah, Mesir. Di kota tersebut, dia mulai tertarik mengkaji alkimia. Hal itu setelah dia menemukan sebuah naskah kuno tentang Batu Filsuf.

Riwayat hidup Khalid bin Yazid mula-mula dirangkum dalam antologi karya Muhammad bin Ishaq al-Nadim (wafat 995), Kitab al-Fihrist. Menurut Ibnu al-Nadim, bangsawan Umayyah tersebut merupakan pengarang beberapa karya tentang alkimia. Di antaranya adalah Kitāb al-Kharazāt, Kitāb ash-Shaḥīfa al-Kabīr, Kitāb ash-Shaḥīfa as-Saghīr, Kitāb Waṣīyatihi ilā Ibnihi fī San’a, dan Firdaus al-Hikmah.

Jabir bin Hayyan

Nama lengkapnya, Abu Musa Jabir bin Hayyan. Bisa dikatakan, dia termasuk jenius lantaran kepandaiannya meliputi banyak bidang. Sebut saja, ilmu kimia, metalurgi, astronomi, geografi, teknik, pengobatan, kedokteran, dan filsafat.

Jabir lahir pada 721 di Thus (Iran) dan wafat dalam usia 94 tahun di Khurasan. Sebagai seorang ilmuwan, kiprahnya dikenang generasi-generasi berikutnya. Kaum terpelajar Kristen Eropa pada abad ke-15 menyebutnya dalam bahasa Latin, yakni Geber.

Jabir bin Hayyan hidup pada masa keemasan Dinasti Abbasiyah. Saat itu, pemerintahan sedang dipimpin Sultan Harun al-Rasyid. Awalnya, Ibnu Hayyan menetap di Kuffah. Suatu ketika tawaran datang dari sang sultan agar dia memimpin lembaga kajian kimia di Baghdad.

Dia pun menerimanya. Sepanjang hidupnya, Jabir telah menulis begitu banyak manuskrip tentang kimia. Di antaranya adalah himpunan buku besar yang terdiri atas 120 jilid dan 70 jilid, serta dua kitab yang membahas soal rektifikasi dan keseimbangan reaksi.

Muhammad al-Razi

Ilmuwan serba bisa ini bernama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Zakariyya al-Razi. Kalangan Eropa dari Abad Pertengahan menyebutnya sebagai Rhazes.

Nama belakangnya merujuk pada tempat kelahirannya, Ray (Iran). Dia wafat dalam usia 71 tahun di kota yang sama.

Selain kimia, sosok serba bisa ini juga menekuni bidang kedokteran. Sejarawan era modern menganggapnya sebagai perintis studi penyakit menular, semisal cacar air dan campak.

Di bidang kimia, al-Razi menyempurnakan metode untuk menghasilkan cairan-cairan pemantik api, semisal alkohol dan minyak tanah (kerosene).

Masa mudanya dihabiskan untuk belajar kedokteran dan sains di Baghdad. Selanjutnya, dia bekerja pada sebuah rumah sakit di sana. Al-Razi juga serius menekuni alkimia. Dia bahkan mengadakan sejumlah eksperimen kimia di laboratorium pribadi.

Tokoh ini termasuk percaya bahwa unsur-unsur semisal besi atau tembaga dapat berubah menjadi emas melalui reaksi kimia tertentu. Untuk itu, dia menulis dua buku, al-Asrar (‘Rahasia’) dan Sirr al-Asrar (‘Rahasianya Rahasia’).

Dalam al-Asrar, dia membagi mineral ke dalam enam golongan. Hal ini dapat dianggap sebagai rintisan klasifikasi unsur-unsur kimia. Bagaimanapun, keyakinannya terhadap alkemi mendapat banyak sanggahan dari orang-orang sezamannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DBJ9O2
February 12, 2019 at 09:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DBJ9O2
via IFTTT
Share:

JK Rayakan Milad Mufidah Secara Sederhana

Wakil Presiden Jusuf Kalla merayakan hari ulang tahun sang istri, Mufidah Jusuf Kalla ke-76.

Foto: Setwapres RI
EMBED
Perayaan milad istri Wakil Presiden dihadiri para perangkat, staf kantor wapres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla merayakan hari ulang tahun sang istri, Mufidah Jusuf Kalla ke-76. Perayaan pun digelar secara sederhana.

Perayaan istri Wakil Presiden itu pun dihadiri oleh para perangkat, staf, dan pegawai di lingkungan kantor Wakil Presiden. Acara pun berjalan dengan hidkmat.

  • Video Created:
  • Wisnu Aji Prasetiyo
Sumber : Setwapres RI

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2StYavz
February 12, 2019 at 09:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2StYavz
via IFTTT
Share:

PGN Siapkan Rp 12,5 Triliun untuk Investasi Jargas 2019

Tahun ini PGN menargetkan pembangunan 800 sambungan jargas baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) menyiapkan dana sekitar Rp 12,5 triliun untuk pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga pada 2019. Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso menjelaskan pembangunan ini juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan fasilitas jargas.

Gigih menjelaskan dana yang perlu disiapkan PGN ini memang tidak kecil. Untuk bisa memenuhi kebutuhan dana ini, Gigih menjelaskan ada beberapa sumber dana selain dari Anggaran Pendatapan Belanja Negara (APBN) misalnya seperti dana internal badan usaha, kerja sama partnership PGN dengan badan usaha lainnya.

"Besar memang anggarannya. Total perkiraan capex itu sebesar Rp 12,5 triliun," ujar Gigih di Kementerian BUMN, Selasa (12/2).

Saat ini PGN, kata Gigih, tengah melakukan kajian study mengenai wilayah mana saja yang akan tibangun jargas diluar wilayah yang sudah ditetapkan APBN 2019. Untuk 2019 ini kata Gigih, paling tidak PGN menargetkan ada 800 sambungan jargas baru.

"Sekitar 800 ribuan jargas. Nanti kita tentukan titik-titiknya. Kita masih lakukan study basic engineering design. Nanti 800 ribu itu ada di mana saja nanti kita sampaikan ke Kementerian ESDM," ujar Gigih.

Hingga tahun 2018, jumlah sambungan jargas rumah tangga baru mencapai 463.619 sambungan rumah (SR). Jumlah ini bertambah sejak tahun 2014 dimana jumlah sambungan baru sebanyak 200.000 SR.

Kemudian pada 2015 bertambah menjadi 220.363 SR. Selanjutnya pada 2016 menjadi 319.514 SR dan pada 2017 tumbuh 53.676 SR menjadi 373.190 SR.

Pemerintah melalui  Peraturan Presiden No 6 Tahun 2019 mengamanatkan percepatan pembangunan Jargas ini. Pemerintah sendiri sudah mematok target dengan adanya perpres maka percepatan pembangunan jargas bisa diimplementasikan sehingga pada tahun 2025 nanti terbangun sebanyak 4,7 juta sambungan jaringas gas rumah tangga.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menjelaskan pembangunan jargas ini sangat penting untuk bisa menekan angka impor elpiji. Menurutnya, selain menekan impor harga ke konsumen juga jauh lebih murah dibandingkan elpiji.

Lebih lanjut Arcandra menuturkan, jika pembangunan jargas semakin banyak maka pengurangan konsumsi LPG pun semakin banyak. Dari total konsumsi LPG nasional sebanyak 6,9 juta ton per tahun, sekitar 4,7 ton dipenuhi dari impor.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2USWEzF
February 12, 2019 at 09:05PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2USWEzF
via IFTTT
Share:

Jokowi revokes ban to hold meetings at hotels: Minister

The ban for govt institutions to hold meetings at hotels issued by Home Minister.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- President Joko Widodo (Jokowi) revoked a ban to hold meetings at hotels that had earlier been issued by the home affairs minister, according to Tourism Minister Arief Yahya. Hence, it is now allowed to hold meetings at hotels, he said.

"Last night, Mr President personally informed about the revocation of the ban on holding meetings at hotels," Minister Yahya stated here, Tuesday.

The government's institutions can hold meetings at hotels, including those in Banten Province, as the Tourism Ministry and Banten provincial administration are intensifying efforts to revive tourism in Sunda Strait that was hit by a tsunami last December. Some 50 events have been planned to attract tourists, as part of the recovery efforts in Anyer and Carita, Banten, he revealed, adding that he will visit Anyer and Carita every month until April 2019.

The recovery program of Anyer and Carita beach tourism will last until March this year, he remarked. Baron Indrajaja, the owner of Sanghyang Indah Resort in Banten, remarked that following the devastating Sunda Strait tsunami in December 2018, the number of tourists staying at his resort dropped drastically to less than 10 percent.

"It is very difficult for us to pay the salaries of our 110 employees, as we have hardly had guests over the last two months," he stated.

Meanwhile, in Jakarta on Monday, Minister Yahya lauded the contribution of hotels and restaurants in helping achieve the government's tourist arrival target.

"Accommodation and culinary arts have become the largest revenue contributors to the Indonesian tourism sector, reaching 60 percent, comprising 40 percent from hotels and 20 percent from culinary," he pointed out.

Chairman of the Association of Indonesian Hotels and Restaurants (PHRI) Hariyadi Sukamdani remarked that the total number of tourists arriving in Indonesia in 2018 had reached 15.8 million foreign travelers and 265 million domestic visitors. The PHRI chairman is optimistic that the target of 20 million foreign tourist arrivals in 2019 would be achieved through certain strategies.

"This year, we support the government by creating programs to increase hotel room and restaurant occupancies. More than that, we also plan strategies by offering hot deal products and intensifying business-to-business cooperation with major airlines and travel bureaus online," Sukamdani stated.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tkwxWy
February 12, 2019 at 09:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tkwxWy
via IFTTT
Share:

Semen Padang Kontrak Gelandang Asal Argentina

Sang pemain didatangkan dari klub Wellington, Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kesebelasan Semen Padang FC resmi mengontrak pemain berdarah Argentina Mario Alberto Barcia selama satu tahun ke depan. Sang pemain didatangkan dari klub Wellington, Selandia Baru, sejak awal Februari lalu.    

Manajer Semen Padang FC Win Bernadino mengatakan, Mario Barcia resmi dikontrak setelah ia menjalani uji coba dan tes medis bersama tim. Hasilnya masukan dari jajaran pelatih serta manajemen sepakat mengontrak pemain ini.         

Mario Barcia berusia 29 tahun dan berposisi sebagai gelandang bertahan. Ia pernah berguru di akademi Newell's Old Boys dan Independiente junior Argentina yang merupakan tim pencetak pemain ternama dunia.    

Pemain ini bergabung dengan Wellington sejak 2015 dan berhasil mempersembahkan empat piala yakni New Zealand Champion pada 2016 dan 2017, Champion League Winner pada 2018 dan ASB Charity Cup Winner pada 2018.    

Ia mengatakan Mario Barcia melengkapi pemain asing yang telah diikat oleh Semen Padang FC dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2019.  Sejauh ini sudah tiga pemain asing yang dikontrak oleh tim Semen Padang yakni Shukurali Pulatov berkebangsaan Uzbekistan, Nildo Victoria Juffo berkebangsaan Brasil, dan Mario Barcia.    

Sementara untuk penyerang asal Estonia Tritan Koskor masih dalam prakontrak. Ia telah menjalani tes medis dan uji coba, selanjutnya pihaknya masih menunggu rekomendasi dari jajaran pelatih dan manajemen.    

Sejauh ini tim ¿Kabau Sirah¿ telah mengontrak 25 pemain yang terdiri dari 17 pemain yang dipertahankan tim dari Liga 2 ditambah lima pemain lokal yang baru didatangkan musim ini yakni Syaiful Indra Cahya, Teja Pakualam, Roni Rosadi, Dedi Hartono, dan Muhammad Rifqi serta tiga pemain asing.    

Selain itu Semen Padang juga mendatangkan pemain baru yakni Boas Atururi yang pernah memperkuat tim Kabau Sirah pada Liga 1 2017. Pada musim 2018, Boas memperkuat Persipura Jayapura setelah Semen Padang terjerembab ke Liga 2 sehingga membuat pemain berusia 29 tahun pindah ke Persipura Jayapura.    

"Boas akan segera bergabung dengan kami, posisi bek sayap masih kurang dan solusinya dengan mendatangkan Boas Atururi, dia akan segera bergabung dengan tim," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DyWiXP
February 12, 2019 at 08:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DyWiXP
via IFTTT
Share:

Huntara Diprioritaskan untuk Korban Likuefaksi

Masih banyak huntara yang belum diisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut hunian sementara (huntara) di Sulawesi Tengah yang sudah selesai dibuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) memang diutamakan bagi masyarakat yang harus relokasi. Menurut JK, huntara diperuntukan bagi masyarakat korban bencana liquefaksi yang rumahnya sudah tidak dapat ditempati kembali.

Hal itu disampaikan JK, menyusul baru 36 unit dari 414 unit huntara di Sulawesi Tengah yang ditempati masyarakat. Sementara, ada 40 ribu masyarakat yang masih tinggal di tenda pengungsian.

"Ya, yang disiapkan tempat hunian sementara itu bagi yang direlokasi, karena akibat likuifaksi," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (12/2).

Menurutnya, untuk masyarakat korban gempa yang rumahnya masih dapat diperbaiki, tidak dikategorikan menempati huntara. Namun, tetap berada di tenda pengungsian, untuk menunggu perbaikan rumah. 

"Dia yang rumahnya masih ada, maka dia hanya tetap di tenda. Untuk memperbaiki rumahnya. Karena itu tempat hunian sementara memang tidak diperuntukan untuk orang yang rumahnya rusak tapi diperbaiki. Yang diperuntukan untuk yang direlokasi," ujar JK.

JK pun memastikan Pemerintah Sulawesi Tengah, maupun Pemerintah Kota Palu dan sekitarnya sudah mendata masyarakat yang masuk kategori relokasi maupun perbaikan rumah. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk bersabar.

"Sudah kita sudah, pemerintah sudah mendata sekarang. Bersama Pemda, BNPB, TNI, Polisi, tim untuk mendata itu," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SuWzFM
February 12, 2019 at 08:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SuWzFM
via IFTTT
Share:

Soal Avtur, JK Nilai Perlu Ada Persaingan Sehat

JK meminta badan usaha menyediakan fasilitas penyaluran Avtur di bandara-bandara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengamini perlunya persaingan sehat badan usaha, selain PT Pertamina, untuk menyalurkan bahan bakar pesawat Avtur. Hal itu untuk menekan tingginya harga Avtur yang saat ini dimonopoli oleh PT Pertamina.

JK meminta badan usaha menyediakan fasilitas penyaluran Avtur di bandara-bandara. Sebab, JK menilai alasan yang membuat Avtur hanya dikuasi oleh Pertamina saat ini, karena tidak ada badan usaha yang menyediakan fasilitas pelayanan avtur di bandara-bandara.

"Khusus Avtur memang kan harus ada fasilitas di bandara, nah tidak ada perusahaan lain yang punya fasilitas di bandara," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara,Jakarta, Selasa (12/2).

Karenanya, ia menilai perlu badan usaha lain untuk berinvestasi di bandara dalam penyaluran avtur. Menurutnya, badan usaha yang ada seperti Shell, Total, AKR hanya dalam penyaluran bahan bakar kendaran bermotor.

"Saya kira kalau mobil, banyak ada alternatif beli Shell atau total. Nah kalau bandara bisa, tetapi saya katakan tadi, harus investasi bandara. Ya harus investasi tangkinya apa macam-macam dan saya memang harus diteliti dengann baik," ujar JK.

(Baca: Luhut: Pemerintah Cari Solusi untuk Harga Avtur)

Sebelumnya,  Presiden Joko Widodo mengomentari polemik harga avtur yang dinilai mahal karena monopoli oleh PT Pertamina (Persero). Hal itu diungkapkannya setelah mendengar keluhan para pengusaha hotel dan kuliner yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) yang melaporkan adanya penurunan tingkat hunian hotel hingga 20-40 persen sejak awal 2019.

Presiden menyarankan dua opsi, pertama, Pertamina diminta menjual avtur dengan harga yang setara dengan harga internasional. Bila Pertamina tak mau menyanggupi permintaan Presiden, maka Pertamina diberikan opsi kedua yakni berani berkompetisi dengan swasta asing yang bisa saja ikut 'jualan' avtur untuk penerbangan domestik. Jokowi mengaku mendapat informasi dari Chairul Tanjung selaku Komisaris Garuda Indonesia bahwa penjualan avtur di Bandara Internasional Soekarno Hatta dimonopoli oleh Pertamina.

"Saya akan undang Dirut Pertamina. Pilihannya, harga (avtur) bisa sama tidak dengan internasional. Kalau tidak, saya masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi," ungkap Presiden.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RXQ3Cj
February 12, 2019 at 08:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RXQ3Cj
via IFTTT
Share: