Showing posts with label 2018 at 07:45PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:45PM. Show all posts

Wednesday, December 19, 2018

In Picture: Kemendagri Musnahkan 1,3 Juta KTP-El Rusak

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kemendagri memusnahkan 1.378.146 keping E-KTP dan blanko rusak di Gudang Kemendagri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/12). 

KTP elektronik yang dimusnahkan merupakan kumpulan KTP sejak 2011 hingga sekarang, berasal dari seluruh Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rMf0pA
December 19, 2018 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rMf0pA
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Gusdurian Raih Asia Democracy and Human Rights Award 2018

Penghargaan ini bentuk apresiasi atas kiprah Gusdurian dalam HAM dan demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—  Jaringan Gusdurian mendapatkan anugerah  Asia Democracy and Human Rights Award 2018 oleh The Taiwan Foundation for Democracy (TFD). Penghargaan ini secara langsung diberikan oleh Presiden Republik China Taiwan, Tsai Ing-wen.

Penghargaan ini istimewa mengingat Desember adalah bulan memperingati wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di bulan ini haul Gus Dur diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia untuk mengenang sekaligus menebarkan teladan beliau.

Dalam pandangan TFD,  Jaringan Gusdurian dinilai telah bekerja untuk mempromosikan dialog antaragama, multikulturalisme , konsolidasi masyarakat sipil, toleransi, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Dengan berpegang pada sembilan nilai utama Gus Dur, JGD selama ini tak kenal lelah berjuang untuk bebebasan beragama, hak minoritas, dan toleransi beragama.

Jaringan Gusdurian juga dinilai telah melakukan intervensi yang berarti terhadap  masalah diskriminasi di Indonesia dengan membela mereka yang menjadi korban.

Jaringan Gusdurian juga menjadi salah satu organisasi terkemuka dalam memerangi radikalisme dan intoleransi di Indonesia, termasuk mengurangi dan mengurangi potensi konflik komunal di negeri yang penuh dengan keragaman agama dan etnis.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengatakan, penghargaan ini tentu saja membanggakan dan patut disyukuri. Ini menandakan bahwa kerja-kerja Jaringan Gusdurian selama ini mendapatkan apresiasi di tingkat internasional.

“Secara khusus Jaringan Gusdurian mengucapkan terimakasih kepada The Taiwan Foundation for Democracy  yang telah memberikan penghargaan ini. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada mitra-mitra kerja kami di Indonesia dan luar negeri yang selama ini telah membantu kerja-kerja Jaringan Gusdurian,” kata dia dalam keterangannya kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (10/12).  

Alissa mengatakan, penghargaan ini secara khusus  didedikasikan kepada seluruh pejuang HAM di Indonesia dan seluruh dunia yang selama tidak kenal lelah terus berjuang menegakkan keadilan, demokrasi, dan HAM.  

Namun demikian, dia mengakui penghargaan ini lebih merupakan cambuk. Cambuk keras agar  tidak berhenti dan terus bekerja. Perjuangan untuk menegakkan HAM tidak boleh berhenti hanya dengan sebuah award.

Dia mengatakan, penghargaan ini justru menjadi tanda bahwa Jarigan Gusdurian harus bekerja lebih keras dalam memperjuangkan keadilan, bebebasan beragama, hak minoritas, dan toleransi beragama. Di masa mendatang kasus-kasus diskriminasi dan menguatnya politik identitas akan menjadi tantangan berat bagi kerja-kerja perjuangan Hak Asasi Manusia.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi juga menjadi penanda baru bagi lebih dari seratus komunitas Gusdurian yang tersebar di seluruh Indonesia untuk terus bekerja menebarkan nilai-nilai yang telah diajarkan Gus  Dur bagi terwujudnya masa depan  Indonesia yang lebih berperikemanusiaan,” tutur dia.

Presiden Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH), Dimitris Christopoulos, terkesan upaya dialog antar-iman yang dilakukan Jaringan Gusdirian, yang berasal dari aktivis Islam moderat di dunia di mana islamofobia telah masuk ke dalam agenda politik.

Presiden Japan’s Human Rights Now Dr Shin Hae Bong mengatakan, Jaringan Gusdurian telah berkontribusi menciptakan ruang dialog yang aman bagi orang-orang dengan beragam latar belakang agama dan etnis, yang sangat penting dalam masyarakat multi-etnis, memainkan peran katalis dalam mempromosikan dialog antaragama, demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia dan di luar negeri.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EddxzS
December 10, 2018 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EddxzS
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Mantan Gelandang Madrid dukung Barca Juara Liga Champions

Christian Karembeu menilai Varlverde memiliki tim yang hebat di Barcelona

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Sepakbola selalu menghasilkan kejutan. Sebuah pernyataan dari mantan gelandang Prancis, Christian Karembeu masuk kategori itu.

Karembeu yang saat aktif bermain bola pernah berseragam Real Madrid, justru mendukung Barcelona meraih trofi Liga Champions musim ini. Sosok 47 tahun ini mengaku mengidolakan pelatih Barca, Ernesto Valverde.

"Saya ingin Barca (memenangkan Liga Champions) untuk Valverde, karena dia bekerja dengan baik," kata Karembeu kepada Sportium, dikutip dari Marca, Jumat (30/11).

Valverde, menurut Karembeu, memiliki tim hebat. Sehingga pantas jika mendapatkan si kuping lebar. Kendati demikian, hal itu tidak berarti ia membenci Madrid. Justru ia menilai si Putih sangat digdaya ketika bertarung di Eropa.

"Selama lima tahun, mereka memenangkan segalanya, dan mereka memiliki pengalaman," ujar Karembeu. 

Kini Los Blancos tidak diperkuat Cristiano Ronaldo. Peraih lima Ballon d'or merapat ke Juventus.

Menurut Karembeu, saatnya Gareth Bale menjadi pemimpin dalam serangan El Real. Kemudian Karim Benzema bisa memiliki lebih banyak ruang untuk mencetak gol.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rfJksw
November 30, 2018 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rfJksw
via IFTTT
Share:

BNPT Resmikan Popwarung untuk 10 Mantan Napi Terorisme

10 titik popwarung di Solo Raya tersebut menjadi percontohan nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meresmikan Kewirausahaan Popwarung bagi 10 mantan narapidana (napi) kasus terorisme dan korban terorisme di Solo Raya. Peresmian dilakukan di rumah salah satu warga binaan di Desa Manang, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (30/11). Sepuluh orang tersebut merupakan warga binaan Subdit Bina Masyarakat BNPT dan Subdit Pemulihan Korban Aksi Terorisme.

Direktur Perlindungan BNPT, Brigjen Pol Herwan Chaidir, mengatakan, 10 titik popwarung di Solo Raya tersebut menjadi percontohan nasional. Sejak 2002, lebih dari 1.500 orang yang ditangkap dalam kasus tindak pidana terorisme. Mereka ditahan kemudian diproses secara hukum. Dari jumlah tersebut, banyak yang sudah kembali ke masyarakat. BNPT telah melakukan pendataan mantan napi terorisme dan korban (penyintas). Jumlahnya mencapai sekitar 1.000 orang.

Herwan menjelaskan, tujuan awal dari program tersebut BNPT ingin mengawal mantan napi kasus terorisme yang sudah kembali setelah selesai melaksanakan hukuman dari lapas. Mereka harus memulai dari nol lagi untuk membangkitkan perekonomian keluarga. Para mantan napi tersebut ada yang dihukum lima tahun, 10 tahun bahkan 15 tahun.

"Banyak yang perlu kita bangkitkan dari sisi ekonomi mereka supaya punya pegangan hidup. Kalau tidak punya pegangan hidup gampang sekali terpengaruh paham-paham radikal," terang Herwan di acara tersebut.

Menurut Herwan, Popwarung menjadi salah satu solusi untuk menggeliatkan lagi kehidupan para mantan napi dan penyintas. Dia berharap, dari 10 percontohan tersebut bisa berkembang menjadi 20, 30 dan seterusnya.

Herwan menambahkan, dengan cara pemberdayaan ekonomi Popwarung tersebut, BNPT melatih para mantan napi mengenai kewirausahaan. BNPT berusaha agar para mantan napi saat kembali ke masyarakat memiliki keterampilan untuk mencukupi kehidupan mereka.

Sebelumnya, selama di lapas, BNPT kerap mengunjungi para napi. Kemudian, empat sampai lima bulan sebelum mereka dibebaskan, BNPT mengumpulkan para napi untuk diberikan pelatihan.

"Mudah-mudahan dengan adanya launching ini kiranya program ini dapat membantu pemerintah dan memberikan rasa ketenangan batin kepada para ikhwan dan penyintas," harap Herwan.

Head of Bussinees Development Popwarung, Dianri Taufik, mengatakan, Popwarung bekerja sama dengan BNPT meresmikan proyek percontohan 10 popwarung di Solo Raya. Bisnis Popwarung yang dijalankan sejak Mei 2018 telah berkembang menjadi sebanyak 107 kios di Jabodetabek. Solo menjadi area pertama pengembangan di luar Jabodetabek.

Taufik menyatakan, sebelumnya, para mantan napi dan penyintas telah diberikan pelatihan. Pelatihan tersebut berupa SOP sebelum membuka warung. Dimulai dari training kewurausahaan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahan. Kemudian SOP dari operasional teknologi dan pengelolaan warung. Operasional warung menggunakan teknologi digital.

"Teknologi seperti kasir dengan menggunakan tablet ada printer dan free wifi. Semuanya dilakukan oleh aplikasi mulai dari daftar barang, penjualan, isi pulsa, bayar listrik, dan lainnya," paparnya.

Taufik menargetkan, sampai akhir 2019 Popwarung bisa membuka 1.000 kios di seluruh Indonesia. Sedangkan sampai akhir 2018 hanya ditargetkan 120 kios.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FQDtny
November 30, 2018 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FQDtny
via IFTTT
Share:

ICW: Potensi Korupsi di Lembaga Penadilan Sangat Besar

ICW juga melihat belum ada reformasi yang signifikan di lingkungan MA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat bahwa lembaga pengadilan memiliki potensi korupsi yang sangat besar, dibandingkan dengan beberapa lembaga lainnya. ICW menilai, belum ada reformasi yang signifikan yang dilakukan di lingkungan Mahkamah Agung.

"Potensi korupsi yang sangat besar itu dilihat dari besarnya struktur organisasi Mahkamah Agung dan Lembaga Peradilan di bawah Mahkamah Agung," ujar salah satu peneliti korupsi ICW Lalola Easter Kaban di Jakarta, Jumat (30/11).

Menurut Lalola bukan hal yang mustahil bila banyak oknum hakim dan petugas pengadilan yang korupsi namun belum tersentuh oleh KPK atau penegak hukum lainnya, mengingat struktur organisasi lembaga ini yang sangat besar.

"Selain itu, potensi tersebut juga diperbesar dengan lemahnya pengawasan internal yang dilakukan oleh Badan Pengawas MA dan Komisi Yudisial," tambah Lalola.

Besarnya struktur organisasi ditambah pengawasan yang lemah menjadikan peluang terjadinya korupsi di tubuh pengadilan semakin terbuka lebar, jelas Lalola. Sementara itu ICW juga menilai belum ada reformasi yang signifikan yang dilakukan di lingkungan Mahkamah Agung khususnya di bawah kepemimpinan Hatta Ali untuk mengatasi besarnya potensi korupsi di lembaga peradilan.

"Adalah hal yang lumrah jika menilai hakim yang telah ditangkap oleh KPK hanya sedang bernasib buruk, namun tidak memberikan efek penjeraan bagi oknum nakal di pengadilan lainnya," kata Lalola.

Pada Rabu (28/11), KPK menetapkan dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yaitu Iswahyu Widodo dan Irwan sebagai tersangka penerima suap bersama panitera Muhammad Ramadhan.

Keduanya diduga menerima suap sekira Rp650 juta dalam bentuk 47 ribu dolar Singapura (sekitar Rp500 juta) dan Rp150 juta dari advokat Arif Fitrawan (AF) dan seorang pihak swasta Martin P Silitonga (MPS).

KPK kemudian melakukan penahanan untuk 20 hari pertama terhadap tersangka Iswahyu Widodo dan Irwan yang ditahan di Polres Metro Jakarta Timur, Muhammad Ramadhan di rutan Pomdam Jaya Guntur, dan Arif Fitrawan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Pemberian suap dalam perkara ini terkait dengan penanganan perkara Nomor 262/Pid.G/2018/PN Jaksel dengan penggugat Isrulah Achmad dan tergugat Williem J.V. Dongen, yang menggugat PT. Asia Pacific Mining Resources (APMR) dan Thomas Azali.

Pemberian suap dimaksudkan supaya majelis Hakim membatalkan perjanjian akuisisi PT Citra Lampia Mandiri (CLM) oleh PT APMR di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ditetapkannya dua hakim PN Jaksel dan seorang panitera sebagai tersangka oleh KPK, menjadikan jumlah aparat pengadilan yang terjerat kasus korupsi menjadi 28 orang sejak Hatta Ali dilantik menjadi Ketua MA pada Maret 2012.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rcmkKP
November 30, 2018 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rcmkKP
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

In Picture: Pemprov DKI Revitalisasi Tiga JPO di Jalan Jenderal Sudirman

JPO nantinya akan dilengkapi fasilitas lift, solar cell dan CCTV.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pekerja saat menyelesaikan proyek revitalisasi JPO Halte Bundaran Senayan, Jakarta, Rabu (28/11).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevitalisasi tiga JPO yang berada di Jalan Jenderal Sudirman dengan biaya sebesar Rp 56 miliar yang nantinya akan dilengkapi fasilitas lift, solar cell dan CCTV. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r8I7D1
November 28, 2018 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r8I7D1
via IFTTT
Share: