Showing posts with label 2018 at 08:45PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:45PM. Show all posts

Monday, December 24, 2018

In Picture: Dampak Tsunami Selat Sunda di Kalianda

Korban meninggal dunia di Lampung sampai saat ini mencapai 81 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN -- Petugas gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tsunami di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, Senin (24/12).

Tim DVI Polda Lampung mencatat jumlah korban meninggal dunia sampai saat ini mencapai 81 orang, serta korban luka mencapai 250 orang, sampai saat ini petugas masih melakukan pencarian di lokasi bencana tsunami.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AfmzJX
December 24, 2018 at 08:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AfmzJX
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

MRI: Bantuan Kemanusiaan ke Xinjiang Jadi Misi Menantang

Saat ini pemerintah Cina sudah mengeluarkan edaran izin kunjungan ke Xinjiang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengatakan rencana pengiriman bantuan kemanusiaan ke Provinsi XInjiang, Cina menjadi misi paling menantang. Saat ini, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang mempersiapkan proses untuk mengunjungi Muslim Uighur di Xinjiang.

“Aksi langsung ke Xinjiang menjadi misi menantang bagi kita,” kata Presiden MRI Syuhelmaidi Syukur dalam konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta, Selatan, Jumat (21/12).

Dia tak menampik banyak mendapat pertanyaan ihwal apakah tim ACT bisa masuk ke Xinjiang. Mengingat, pemerintah setempat sangat ketat menginzinkan kunjungan ke daerah itu.

Syuhelmaidi mengatakan tim akan mengupayakan segala usaha untuk memberi bantuan. Berbekal pengalaman 13 tahun, selalu ada jalan terhadap niat aksi kemanusiaan. Pun selama 13 tahun, sudah banyak mitra di berbagai negara yang membantu tim kemanusiaan ACT.

Karena itu, dia meyakini misi ini akan mendapat bantuan dari orang-orang baik di seluruh dunia. Sebab, banyak orang yang memiliki misi baik serupa. Dia menegaskan kejahatan kemanusiaan tidak bisa didiamkan begitu saja oleh dunia internasional.

Derita Muslim Uighur: Cadangan Migas dan Penindasan Beijing

“Lembaga ACT Indonesia beranikan diri memberangkatkan tim dengan segala konsekuensinya,” ujar dia.

Namun, Syuhelmaidi tidak bisa menjelaskan bagaimana detail teknis kegiatan tim kemanusiaan itu. Dia mengatakan, saat ini pemerintah Cina sudah mengeluarkan edaran izin kunjungan ke Xinjiang. Terkait berbagai bantahan dari pemerintah ihwal aksi kejahatan kemanusiaan, Syuhelmaidi menganggap hal itu sangat biasa.

“Pengiriman ke Uighur proses. Kita memang tak bisa sebutkan detailnya siapa yang berangkat dan bagaimana kegiatannya,” ujar Syuhelmaidi.

Dia mengatakan tim akan mencari mitra, melihat kondisi dan peluang bantuan. Strategi tersebut diterapkan dalam aksi bantuan ke berbagai negara. Apabila memungkinkan, tim langsung memberikan bantuan saat itu juga.

“Ini tantangan karena beda ke wilayah lain yang tertimpa musibah perang. Tantangannya ini dilindungi negara (tujuan). Myanmar juga, tapi (Rohingya) terlihat, terbuka. Kalau (Uighur ini kan tertutup,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V5ybIz
December 21, 2018 at 08:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V5ybIz
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

Tradisi Iwan Fals Sebelum Konser

Iwan ingin pelestarian alam bisa terus berlangsung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iwan Fals memberikan sebuah bibit pohon kepada pihak penyelenggara konser sebelum melangsungkan pertunjukkan "Nyanyian yang Tersimpan". Kegiatan itu merupakan kebiasan yang selalu dilakukannya setiap kali akan melangsungkan konser.

"Ini sudah tradisi yang jalan kira-kita sejak 1982," ujar Iwan Fals sebelum konser berlangsung di Live Space, Ahad (16/12).

Tradisi memberikan bibit pohon pada pihak penyelenggara itu telah lama dilakukan oleh penyanyi dengan nama lengkap Virgiawan Listanto. Menanam bibit pohon menjadi bentuk dukungan untuk melestarikan alam.

"Ya awalnya gitu, cuma kan itu pohonnya nggak banyak, jadi ingin melestarikan," kata Direktur PT Tiga Rambu, Annisa Cikal Rambu Basae tersebut. PT Tiga Rambu merupakan perusahaan yang menaungi manajemen Iwan Fals.

Cikal menjelaskan, tradisi yang dilakukan ayahnya itu memang sudah berjalan sudah sangat lama. Syarat penanaman bibit pohon ini pun minimal dua setiap konser, namun terkadang beberapa pelaksana konser mengalokasikan lebih dari itu.

Untuk tempat penanaman pun, menurut Cikal, penyanyi "Bento" pun membebaskan. Mereka bisa menanam di lahan yang telah dimiliki keluarga Iwan di Jonggol, Bogor, atau di tempat mana pun. Termasuk di daerah perkantoran.

Untuk pohon yang ditanam biasanya jenis pohon pelangi dan pohon jati mas. Pemilihan ini, menurut Cikal, tergantung tema konser dan ketersediaan bibit yang bisa disediakan.

Pohon pelangi dipilih karena dulu tema konser berhubungan dengan warna pelangi yang pernah diselenggarakan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan jati mas dipilih karena tema yang diberikan merupakan situs budaya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Elwm49
December 16, 2018 at 08:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Elwm49
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Perempuan dengan Sindrom Metabolik Berisiko Komplikasi Hamil

Ada12,3 persen wanita memiliki sindrom metabolik selama tahap awal kehamilan

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh University of Adelaide telah menemukan bahwa perempuan hamil yang menderita sindrom metabolik lebih berisiko untuk mengalami komplikasi selama kehamilan.

Diabetes selama kehamilan dan pre-eclampsia adalah salah satu komplikasi yang teridentifikasi. Ini ditemukan bahwa masalah kesehatan lebih mungkin terjadi dua hingga empat kali jika sindrom metabolik didiagnosa pada perempuan.

Penelitian, yang didukung oleh Dewan Penelitian Kesehatan dan Medis Australia (NHMRC), ini mendefinisikan sindrom metabolik sebagai sekelompok faktor risiko kardiovaskular.

Penelitian ini meneliti 5.530 perempuan pada usia kehamilan 15 minggu di Rumah Sakit Lyell McEwin di Adelaide dan di lima pusat kesehatan lainnya di Inggris, Selandia Baru dan Irlandia.

Studi ini menemukan bahwa 12,3 persen (684 perempuan) memiliki sindrom metabolik selama tahap awal kehamilan. "Lebih dari separuh perempuan yang mengalami sindrom metabolik pada awal kehamilan mengalami komplikasi kehamilan sementara sekitar sepertiga dari mereka yang tidak mengalami sindrom metabolik kemudian mengembangkan komplikasi kehamilan," kata peneliti utama, Dr Jessica Grieger.

Menurut Asosiasi Ahli Nutrisi Australia, sindrom metabolik adalah nama yang diberikan untuk sekelompok faktor risiko yang terkait dengan penyakit jantung dan diabetes tipe 2 yang meliputi obesitas, tekanan darah tinggi dan resistensi insulin.

Dr Grieger mengatakan bahwa pre-eclampsia bisa memiliki konsekuensi jangka panjang yang serius bagi seorang ibu dan anaknya. "Memiliki pre-eclampsia selama kehamilan, yang merupakan tekanan darah tinggi ditambah disfungsi organ lainnya, seperti masalah dengan hati, bisa meningkatkan risiko masalah hati dan ginjal, mengalami kejang, tetapi juga tekanan darah tinggi setelah kehamilan, dan kemungkinan sebelumnya penyakit kardiovaskular bagi sang ibu," katanya.

Untuk bayi, mereka mungkin lahir lebih awal, memiliki berat lahir rendah, mereka mungkin memiliki masalah seperti cerebral palsy di masa kanak-kanak. Juga mereka memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular saat dewasa.

Risiko masalah kesehatan di masa depan

Dr Grieger juga mengatakan diabetes selama kehamilan juga bisa menimbulkan masalah di masa depan. Dengan diabetes selama masa kehamilan, ibu dan bayi sama-sama berkesempatan lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di masa depan.

Bayi itu, jelas dia, mungkin dilahirkan lebih besar, kadang-kadang lebih awal, dan berisiko obesitas sepanjang hidup mereka. Mengalami diabetes selama kehamilan juga meningkatkan risiko perempuan hamil terhadap tekanan darah tinggi, serta pre-eclampsia.

Meskipun sindrom metabolik tidak secara rutin teridentifikasi selama kehamilan, sejumlah faktor gaya hidup seperti pola makan sehat, olahraga, dan tidak merokok dapat membantu mengurangi gejala yang mungkin terjadi.

Penulis senior laporan itu, Profesor Claire Roberts mengungkapkan bahwa penelitian ini mungkin menjelaskan kelainan pada risiko kehamilan. Penelitian ini bisa membantu menjelaskan mengapa beberapa perempuan kurus yang tidak tampak berisiko bisa mengembangkan komplikasi kehamilan.

Dr Grieger juga mengatakan bahwa apa yang ada di dalamlah yang berpengaruh dan sindrom metabolik pada awal kehamilan bisa meningkatkan kemungkinan mengembangkan komplikasi kehamilan, terlepas dari berat badan ibu.

"Kami harus terus mendorong semua perempuan, apakah mereka memiliki berat badan normal atau tinggi, untuk mencapai kehamilan yang sehat dengan menjalani pola makan berkualitas baik dan terus berolahraga," katanya.

Sementara "penelitian lebih lanjut pada populasi hamil lainnya" diperlukan untuk mendukung studi itu. Penelitian ini akan membantu untuk mengidentifikasi perempuan yang mungkin terkena dampak, dan mereka bisa ambil bagian dalam intervensi termasuk diet, olahraga dan obat-obatan, untuk menurunkan risiko mereka.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2En731F
December 15, 2018 at 08:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2En731F
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

Peserta Reuni 212 Wafat, Anies: Dia Pemimpin di Kampungnya

Gubernur Anies Baswedan takziah ke kediaman almarhum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan takziyah ke kediaman peserta Reuni Akbar 212 yang wafat, Idris (53) di RT 001/RW 008, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Ahad (2/12) sore. Menurut Anies, Idris merupakan pemimpin di kampungnya dan menjabat sebagai Ketua RW 008.

"Dia lah Ketua RW yang sangat peduli dengan lingkungannya semuanya menceritakan betapa dia adalah pemimpin di kampungnya. Mudah-mudahan itu semua dicatat sebagai amal sholeh yang akan meninggikan derajat almarhum di sisi Allah," ujar Anies kepada wartawan, Ahad (2/12).

Saat melakukan takziyah, Anies menyampaikan belasungkawa kepada almarhum dan juga dua putra putrinya. Anies juga berdoa agar almarhum meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.

"Saya akan pastikan pada seluruh jajaran agar seluruh proses pemakaman hingga tuntas dibantu oleh Pemprov. Jadi kita ingin keluarga tidak terbebani oleh peristiwa yang terjadi mendadak ini," ucap Anies.

Baca juga, Alumni Aksi 212 Mulai Memadati Istiqlal.

Namun, Anies enggan mengungkapkan bentuk santunan yang akan diberikan kepada keluarga Almarhum. Karena, Anies merasa tidak elok jika santunan yang diberikan diungkapkan kepada publik. Yang jelas, menurut Anies, pihaknya akan memberikan bantuan kepada keluarga almarhum Idris.

"InsyaAllah kami berikan ada bantuan dan juga yang lebih penting kita akan doakan almarhum. Tapi tentu ada bantuan sekaligus memastikan bahwa pemakaman besok berjalan dengan lancar," kata Anies.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FVrpkP
December 02, 2018 at 08:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FVrpkP
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Program Rona Nusantara akan Mengabdi di Lombok

Rona Nusantara diharapkan bisa meningkatkan motivasi para korban bencana Lombok.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK --  Program Rona Nusantara dari Rumah Zakat melaksanakan kegiatan di sekolah  darurat Rumah Zakat yang ada di daerah bencana di Lombok. Program Rona Nusantara berlangsung sejak tanggal 24 November hingga 2 Desember 2018 nanti.

Kegiatan Rona Nusantara kali ini spesial mengabdi di daerah bencana Lombok. Rona Nusantara adalah salah satu program Rumah Zakat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan berbagi  di desa-desa terpencil di Indonesia, sekaligus mengeksplorasi keindahan alamnya.

Daerah terdampak bencana seperti Lombok memang masih harus terus diperhatikan. Korban tidak hanya berupa kehilangan harta, tetapi berdampak juga pada mental anak-anak.

Banyak sekali anak-anak yang sedih karena kehilangan sekolahnya. Program Rona Nusantara diharapkan bisa meningkatkan motivasi para korban agar tidak trauma berkepanjangan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak Lombok akan terus bangkit dan merasa tenang jauh dari rasa trauma akibat bencana yang mereka alami.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E028UL
November 27, 2018 at 08:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E028UL
via IFTTT
Share: