Showing posts with label 2019 at 07:06AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:06AM. Show all posts

Monday, December 2, 2019

Korlantas Siagakan 160 Ribu Pengamanan Lalin Libur Nataru

Pasukan pengamanan nantinya akan disebar untuk bersiaga pada sejumlah titik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi V DPR menggelar rapat gabungan dengan sejumlah pihak terkait persiapan libur natal dan tahun baru (Nataru). Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Istiono mengatakan pihaknya akan mengerahkan 160 ribu personel untuk amankan lalu lintas pada libur nataru 2019-2020.

"Lebih kurang itu sekitar 8.500 untuk personel Polri, perkuatan lain sekitar 70 ribu lebih dari berbagai wilayah di Indonesia yang kami libatkan," kata Istiono, Senin (2/12).

Pasukan yang disiapkan nantinya akan disebar untuk bersiaga pada titik-titik yang sudah ditentukan. Ia juga memprediksi puncak kepadatan lalu lintas akan terjadi 21-22, 25, 28 dan 29, Desember 2019. "Kami prediksi terjadi kepadatan di sana. Oleh karena itu gelar pasukan yang akan kami laksanakan tanggal 20 Desember," ujarnya.

Istiono juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memetakan titik mana saja yang biasanya terjadi kemacetan. Misalnya seperti di rest area, persinggungan di titik-titik bottle neck dan lainnya. Dia meyakini adanya elevelated itu akan terjadi kelancaran lalu lintas lantaran tidak bersinggungan pintu keluar di jalur tol Cikampek.

"Misalnya akan diperlakukan elevated 15 Desember dari jalur km 10 sampai km 48, itu terjadi penumpukan sedikit saja di situ," katanya.

Selain tol, imbuhnya, titik kemacetan di jalur non tol juga diprediksi, seperti misalnya di jalur Nagreg. Begitu juga di sejumlah jalur wisata. "Ya pasti terjadi karena semua mengarah pada satu titik. Bukan kemacetan sebenarnya tetapi antrean kepadatan yang terjadi di sana. Wajar saja," jelasnya.

Korlantas mengaku siap menggelar operasi Nataru tahun ini. Istiono berkomitmen operasi Nataru bakal mengedepankan sifat kemanusiaan. "Jadi kami mengutamakan tindakan pencegahan dan imbauan yang kami prioritaskan kepada pengguna jalan agar berjalan lancar dan semuanya," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OKpuCi
December 03, 2019 at 07:06AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OKpuCi
via IFTTT
Share:

Thursday, November 21, 2019

Kecewa pada BNN, Komisi III Ingin Bentuk Panja Narkoba

Panja Narkoba mendesak dibentuk karena saat ini narkoba masih jadi masalah besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dibuat kecewa dengan kinerja Badan Nasional Narkotika (BNN) dalam memberantas peredaran narkoba . Berangkat dari kekecewaan itu, mereka berencana untuk membentuk panitia kerja (panja) terkait pemberantasan narkoba.

"Saya kira memang tidak terlalu berlebihan rapat ini untuk memutuskan segera membuat panja pemberantasan narkoba. Jadi rapat Komisi III hari ini mengusulkan pembentukan panja dan kita akan minta persetujuannya di rapat pleno Komisi III," ujar kata Wakil Ketua Komisi III Mulfachri Harahap di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11).

Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) salah satu alasan mendesak pembentukan panja narkoba karena hingga saat ini narkoba belum bisa dicegah masuk ke Indonesia. Bahkan jumlah narkoba yang masuk tidak pernah berkurang dari tahun ke tahun. Panja juga memperkuat BNN dan lembaga lainnya yang bertugas memberantas narkoba.

"Output dari panja itu yaitu bisa membantu aparat BNN dan lembaga lain yang memiliki tupoksi pemberantasan narkotika memiliki peta jalan untuk melakukan tugas secara maksimal," terang Mulfachri.

Sementara Anggota Komisi III lainnya, Masinton Pasaribu mengancam lebih baik BNN dibubarkan saja jika tidak bisa memberantas narkoba. Padahal BNN memiliki sumber daya yang cukup untuk berperang melawan narkoba. Ia mengaku miris jika negara harus kalah dengan penjahat narkoba.

"Masak negara kalah dengan bandar narkoba. Jika BNN tidak mampu menjadi alat memerangi narkoba, nyatakan saja tidak mampu, biar kita bubarkan," keluh politikus PDI Perjuangan itu.

Hal senada juga disampaikan Sarifuddin Sudding dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya sampai dengan saat ini BNN tak juga memiliki formula untuk memberantas narkoba dari bumi Indonesia. Sementara Indonesia masih dalam bahaya darurat narkoba.

"BNN kan sebagai leading sector dalam memerangi narkoba. Kita harus lakukan evaluasi ini, apakah BNN ini dipertahankan atau dilebur saja dengan kepolisian," kritik Suding. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qDKxgv
November 22, 2019 at 07:06AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qDKxgv
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 20, 2019

Jurnalis Palestina Buta Sebelah Usai Ditembak Israel

Jurnalis Palestina menjadi sasaran penembak jitu Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Seorang jurnalis video Palestina mengalami kebutaan pada sebelah matanya akibat tembakan dari penembak jitu Israel. Penembakan terjadi saat jurnalis lepas bernama Muath Amarneh itu meliput aksi protes di Kota Hebron, Tepi Barat, pada awal pekan ini.

Dilansir dari kantor berita Turki Anadolu Agency, Kamis (21/11), Muath yang berusia 32 tahun itu merupakan seorang jurnalis lepas dari kamp pengungsi al-Dheisheh di kota Betlehem Tepi Barat. Dia kehilangan mata kirinya saat meliput protes di desa Surif dekat Hebron.

Foto-foto Muath dengan mata berdarah, mengenakan rompi peliput dan kameranya, menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Hal itu kemudian memicu kampanye solidaritas dari berbagai kalangan di seluruh dunia.

Lusinan jurnalis Palestina menerbitkan foto-foto mereka yang sedang menutupi mata kiri di bawah tagar Muatheye, MuathAmarneh, dan EyeoftheTruth. Beberapa politisi Arab, asing, olahragawan, dan jurnalis menunjukkan solidaritas mereka dengan melakukan hal yang sama lalu dipublikasikan di media sosial dan televisi.

Muath pada Selasa kemarin telah menjalani operasi kritis. Dokter berhasil menghilangkan sisa mata kiri. Namun, para dokter tidak dapat melepaskan pecahan peluru dari kepalanya karena berisiko tinggi bagi kehidupannya.

Kelompok Jurnalis Palestina mengatakan telah mendokumentasikan hampir 600 pelanggaran Israel terhadap jurnalis Palestina selama tahun ini. "Para jurnalis Palestina menjadi sasaran peluru Israel, yang telah menyebabkan cedera pada 60 orang dari mereka dengan serius," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2pAqxL6
November 21, 2019 at 07:06AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2pAqxL6
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Bobol Gawang Kiev, Hudson-Odoi Diharapkan Terus Berkembang

Chelsea menaklukkan Dynamo Kiev 3-0 di Stamford Bridge, Jumat (8/3) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Chelsea memetik hasil positif pada laga pertama 16 besar Liga Europa. Chelsea menaklukkan Dynamo Kiev 3-0 di Stamford Bridge, Jumat (8/3) dini hari WIB. 

Pemain muda Chelsea Callum Hudson-Odoi menjadi salah satu pencetak gol pada laga ini. Meski menyumbang gol dan memastikan kemenangan untuk the Blues, Hudson-Odoi mendapat wejangan dari pelatih Chelsea, Maurizio Sarri.

"Gol ketiga sangat penting bagi kami. Tapi dia masih berusia 18 tahun dan harus terus berkembang," kata Sarri kepada BT Sports. 

Sarri meminta kepada seluruh pihak untuk tidak terlalu mengelu-elukan Hudson-Odoi setelah pertandingan ini. Sebab, kata Sarri, masih banyak yang harus dilakukan Hudson-Odoi.

"Dia harus meningkatkan performanya hingga usia 22 atau 23 tahun, seperti pemain yang lain," ujarnya.

Chelsea tampil perkasa saat menjamu Kiev di depan pendukung sendiri. Tiga gol the Blues dilesakkan Pedro Rodriguez, Willian, dan Callum Hudson-Odoi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UqjAGL
March 08, 2019 at 07:06AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UqjAGL
via IFTTT
Share: