Showing posts with label 2019 at 12:06AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:06AM. Show all posts

Saturday, April 27, 2019

MU vs Chelsea, Laga Penentu Empat Besar

Liga Inggris, Manchester United vs Chelsea.

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID, Laga Penentu Empat Besar

Pertandinan pekan ke-36 Liga Primer Inggris 2018/2019
Stadion Old Trafford, Manchester
Pukul 22:30 WIB, Ahad (28/4)

5 Chelsea gagal mencetak gol dalam lima dari tujuh laga tandang terakhir mereka di ajang Liga Primer Inggris musim ini.

4 United menelan empat kekalahan dari enam laga terakhir mereka di Liga Primer Inggris.

5 Chelsea menelan limm kekalahan dari tujuh laga tandang terakhir mereka di ajang liga musim ini.

2 MU memenangkan dua dari tiga laga kandang terakhir mereka kala menjamu Chelsea.

3 Iblis Merah belum pernah menang tiga kali beruntun pada ajang liga atas Chelsea di Old Trafford sejak 1957

Prediksi susunan pemain:

MU (4-3-3)De Gea; Darmian, Smalling, Lindelof, Shaw; Matic, McTominay, Pogba; Lingard, Lukaku, Rashford

Chelsea (4-3-3) Kepa; Azpilicueta Christensen, Luiz, Emerson; Kovacic, Jorginho, Loftus-Cheek; Pedro, Higuain, Hazard.

Lima pertemuan terakhir:

19/02/19 Chelsea 0 - 2 Manchester United
20/10/18 Chelsea 2 - 2 Manchester United
19/05/18 Chelsea 1 - 0 Manchester United
25/02/18 Manchester United 2 - 1 Chelsea
05/11/17 Chelsea 1 - 0 Manchester United

FOTO Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer
FOTO Pelatih Chelsea Maurizio Sarri

Sumber: republika/berbagai sumber, Pengolah: Gilang Akbar Prambadi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XRZWoy
April 28, 2019 at 12:06AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XRZWoy
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Masa Tenang: Jokowi Umrah, Prabowo Kondangan

Selama masa tenang, kedua capres dilarang melakukan aktivitas kampanye.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedua calon presiden sudah menyelesaikan masa kampanye dan debat pilpres pada Sabtu (13/4). Selanjutnya, mereka akan menghadapi masa tenang hingga menjelang hari pencoblosan pada 17 April mendatang.

Lalu, apa kegiatan kedua calon presiden pada masa tenang tersebut. Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) langsung berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah setelah melaksanakan debat capres/cawapres putaran kelima.

"Iya, benar (berangkat) malam ini juga," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (13/4) malam.

Jokowi diketahui akan berangkat umrah tidak dalam rombongan besar, namun hanya rombongan terbatas. Mantan Gubernur DKI itu dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Senin (15/4).

Bey juga memastikan Jokowi tidak akan membawa serta perwakilan dari media untuk meliput kegiatan selama di Tanah Suci. "Enggak ada (media) yang ikut," ucap Bey.

Selama kampanye, Jokowi telah menjalani jadwal keliling daerah yang sangat padat.

Bahkan dalam satu hari pernah dilaluinya dengan berpindah dari satu provinsi ke provinsi lain untuk menyapa pendukungnya.

Pada hari terakhir kampanye, ia hadir dalam "Konser Putih Bersatu" yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) dan dihadiri banyak pendukungnya. Jokowi tampak ingin mengakhiri "road show"-nya menuju periode kedua pemerintahannya dengan melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci.

Terkait rencana umrah ini, Jokowi kepada wartawan usai debat capres mengatakan, dia ingin memanfaatkan masa tenang ini untuk menenangkan diri. Dia melanjutkan, tidak ada kegaiatan yang spesial selama masa tenang.

"Biasa saja, masa tenang ya tenang. Tidak usah aneh-aneh. Tenang, semuanya tenang," tegas Jokowi.

Sementara, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, akan memanfaatkan masa tenang dengan menghadiri acara pernikahan koleganya. Selain itu, Prabowo akan memperbanyak olahraga.

"Besok menghadiri ada anak buah yang ada acara kawinan (pernikahan).  Habis itu banyak acara seperti itu (resepsi pernikahan)," ujarnya usai debat capres-cawapres di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Dia pun mengaku akan berolah raga. "Iya dong (olahraga). Kalau enggak nanti stress," lanjutnya.

Terkait dengan masa tenang, Prabowo berpesan agar masyarakat bersiap menyambut hari H pencoblosan pada 17 April. Sehingga pada 17 April tidak ada yang golput.

"Imbauannya agar masyarakat berbondong-bondong ke TPS. Jangan malas, semua harus ke. Jaga suara Prabowo -Sandi. oke ya," tegasnya.

Masa tenang Pemilu 2019 dimulai sejak Ahad (14/4). Masa tenang berlangsung tiga hari, yakni Ahad, Senin (15/4) dan Selasa (16/4). Selama masa tenang, semua peserta Pemilu tidak boleh lagi melakukan kegiatan kampanye apapun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v0oXBt
April 14, 2019 at 12:06AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v0oXBt
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Alasan Tatjana Saphira Suka Membaca Buku

Tatjana menyenangi buku yang bisa membuka perspektifnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tatjana Saphira gemar membaca buku sejak kecil. Kebiasannya membaca bukan lagi sekadar hobi, namun sudah menjadi gaya hidup.

"Saya pribadi yang suka sekali membaca buku. Buat saya membaca adalah jendela dunia. Kita belum pernah keliling dunia tapi baca buku, jadi keliling dunia," ujarnya.

Menurutnya membaca memiliki banyak manfaat. Selain menambah perbendaharaan kata baru, mendapatkan ilmu baru, belajar hal baru dan mempunyai pola pikir baru. Selain itu dengan membaca buku, cara pandangnya juga berbeda untuk banyak hal.

"Perspektif baru yang mungkin tadinya melihat suatu hal dari sisi A. Ternyata penulis punya perspektif B. Membuat kita lebih terbuka pikirannya. Mengasah imajinasi Ketika banyak membaca buku mempengaruhi kemamapuan kita untuk menulis juga," ujarnya.

Membaca dipandang Tatjana bukan hanya memberi ilmu tapi bisa juga menghibur. Kala jenuh dan bosan di lokasi syuting, Tatjana akan membaca.

Tatjana saat ini menyukai salah satu buku dari luar negeri. Buku ini pertama kali dikenalnya lewat Dewi Sandra. Buku ini membuka mata Tatjana mengenai arti kehidupan sebenarnya dan bagaimana caranya berjuang dan melakukan yang terbaik.

"Suka banget bukunya karena banyak memberikan saya trigger. Membuat saya mempertanyakan lagi dalam diri saya apa sih yang mau dituju. Siapa saya sebenarnya. Apa yang mau saya lakukan apa yang mau saya kontribusikan untuk orang lain. Legacy apa yang mau saya buat. Sebenarnya agak berat sih. Bukunya benar-benar deep namun disampaikan dengan cara ringan dan enjoyable, gampang dicerna. Ketika ide-ide kompleks bisa disampaikan dengan simpel."

Ia mengaku menyukai buku dengan genre thriller misteri, cerita-cerita itu menurutnya selalu unik dan membuat ingin selalu membaca. Dalam membaca buku, Tatjana suka membaca buku fisik juga digital.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tx4VO2
February 21, 2019 at 12:06AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tx4VO2
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

Ma'ruf Cahyono Ingin Prestasi Sesjen MPR Terus Meningkat

Kinerja Setjen M{R sudah banyak diapresiasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono mengungkapkan sampai akhir 2018, performa dan kinerja serta prestasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI telah banyak mendapatkan apresiasi dan penghargaan dalam berbagai bentuk. Nilai Maturitas SPIP MPR sudah mencapai 3 dari awalnya 2,028 telah memenuhi tuntutan nasional dalam pencapaian tingkat maturitas, Reformasi Birokrasi berjalan bagus, serta pengelolaan anggaran yang juga bagus.

"Hal tersebut merupakan pencapaian luarbiasa berkat kerja keras dan berat di lingkungan Setjen MPR RI," katanya, saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) awal tahun 2019 Biro Humas Setjen MPR RI, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/01).

Untuk itulah, kata Ma'ruf, ke depan perlu diperhatikan pentingnya saling mendukung dalam mempertahankan dan meningkatan performa serta kinerja Setjen MPR RI demi peningkatan layanan publik yang baik dengan tata laksana yang bagus.

"Jangan lantas berleha-leha dengan pencapaian tersebut. Sebab, masih banyak 'pekerjaan rumah' Setjen MPR untuk mewujudkan prioritas-prioritas kerja di tahun 2019 dan tahun-tahun selanjutnya," ucap dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AI2SuJ
January 13, 2019 at 12:06AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AI2SuJ
via IFTTT
Share:

Saturday, January 5, 2019

"Patriot Act" di Netflix yang Diminta Dihapus oleh Saudi

Serial komedi Hasan Minhaj berjudul "Patriot Act" dinilai melanggar UU di Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Kamran Dikrama

Layanan penyedia jasa tayangan streaming, Netflix, sedang menjadi sorotan di Arab Saudi. Perusahaan itu diminta menghapus salah satu episode dari serial komedian asal Amerika Serikat (AS) Hasan Minhaj yang berjudul "Patriot Act". Tayangan berjenis komedi satir itu dinilai melanggar Undang-undang Antikejahatan Siber Saudi.

Dalam episode "Patriot Act", Minhaj melayangkan kritik kepada Pemerintah Saudi atas terjadinya pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, Oktober tahun lalu.

"Saudi berjuang untuk menjelaskan kepergiannya (Khashoggi), mereka mengatakan dia meninggalkan konsulat dengan aman, kemudian mereka menggunakan tiruannya (Khashoggi) untuk membuatnya tampak seperti masih hidup," kata Minhaj dalam episode "Patriot Act", dikutip laman the Guardian.

"Pada satu titik, mereka mengatakan, dia (Khashoggi) mati dalam perkelahian pertama, gaya Jackie Chan. Mereka melalui begitu banyak penjelasan. Satu-satunya yang tidak mereka katakan adalah bahwa Khashoggi tewas dalam kecelakaan panjat tebing solo gratis," ujar Minhaj.

Apa yang disampaikan oleh Minhaj ternyata menyinggung Pemerintah Saudi. Riyadh pun meminta Netflix agar menghapus episode "Patriot Act". Netflix akhirnya menarik episode tersebut untuk pemirsa Saudi pekan lalu.

Dalam pernyataannya, Netflix menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung kebebasan artistik. Namun, keputusannya menarik episode Patriot Act milik Minhaj dilakukan karena permintaan hukum yang sah.

"Itu bukan berarti kami setuju dengan undang-undang ini," kata seorang juru bicara Netflix, dikutip laman CNN.

Menurut Netflix, Saudi mengutip pasal 6 Undang-undang Antikejahatan Siber. Dalam pasal itu dinyatakan bahwa produksi, persiapan, transmisi, atau penyimpanan materi yang melanggar ketertiban umum, nilai-nilai agama, moral publik, dan privasi, melalui jaringan informasi atau komputer adalah kejahatan.

Melanggar pasal tersebut dapat dihukum penjara selama lima tahun atau denda sebesar 800 ribu dolar AS. Kendati demikian belum jelas aspek mana yang dilanggar oleh Minhaj melalui episode "Patriot Act"-nya.

Organisasi hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), turut mengikuti perkembangan kasus Netflix di Saudi. HRW menilai, seorang seniman atau artis yang karyanya disiarkan Netflix seharusnya marah jika diperlakukan seperti itu oleh Saudi.

"Klaim Netflix untuk mendukung kebebasan artistik tidak berarti apa-apa jika tunduk pada tuntutan pejabat pemerintah yang tidak percaya kebebasan bagi warga negara mereka, bukan seni, bukan politik, bukan komedi," kata seorang juru bicara HRW.

Selain HRW, the Washington Post selaku pihak yang mempekerjakan Khashoggi, juga memantau kasus Netflix di Saudi. Salah satu editor di Washington Post, Karen Attiah menyayangkan keputusan Netflix menaati permintaan Saudi.

Menurut Attiah, apa yang disampaikan Minhaj dalam episode "Patriot Act" sangat jujur dan apa adanya. "Hasan Minhaj dari Patriot Act telah menjadi suara yang kuat, jujur, dan (lucu) menantang Arab Saudi dan (Putra Mahkota) Mohammed bin Salman (MBS) setelah pembunuhan Khashoggi," kata Attiah melalui akun Twitter pribadinya.

Tak hanya soal Khashoggi, dia menilai, Minhaj juga telah membangkitkan kesadaran publik tentang konflik Yaman, di mana Saudi turut terlibat di dalamnya. "Cukup memalukan bahwa Netflix telah menarik salah satu episode kritisnya (Minhaj) terhadap Arab Saudi," ujarnya.

Dia mengatakan, ketika Khashoggi menulis tentang perlunya kebebasan berekspresi di dunia Arab, hal itu bukan hanya untuj kalangan jurnalis. "Ini tentang kebebasan bagi para seniman, komedian, kartunis, musisi, aktivis, dan siapa pun yang ingin mengekspresikan pandangan mereka tentang masyarakat," kata Attiah.

Hingga kini Kementerian Informasi Saudi belum memberikan komentar apa pun tentang dihapusnya episode Patriot Act milik Minhaj dari Netflix.

Kasus pembunuhan Khashoggi memang telah membuat Saudi dalam posisi terdesak. Pejabat tinggi Saudi, termasuk Pangeran MBS, kerap disebut terlibat dalam merencanakan dan memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi. Namun, Pemerintah Saudi membantah Pangeran MBS turut tersangkut dalam kasus itu.

Saat ini Saudi telah menahan 11 tersangka yang dinyatakan terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Lima di antaranya bahkan telah dituntut hukuman mati dalam persidangan perdana yang digelar Kamis lalu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F9q7kl
January 06, 2019 at 12:06AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2F9q7kl
via IFTTT
Share: