Showing posts with label 2019 at 06:31PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:31PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

Real Madrid Cuma Berani Bayar Hazard 80 Juta Pound

Chelsea membanderol harga Eden Hazard 130 juta poundsterling.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chelsea diketahui membanderol penyerang sayapnya Eden Hazard dengan harga 130 juta poundsterling. Namun, Real Madrid yang merupakan peminat utama legiun Belgia itu cuma berani membayar maksimal 88 juta poundsterling.

Angka itu dinilai Madrid cukup pantas mengingat Hazard cuma punya kontrak berdurasi satu tahun lagi di Stamford Bridge. Dilansir Sky Sports, Sabtu (25/5), Chelsea tidak berada dalam posisi tertekan untuk menjual Hazard dan tawaran yang ada akan ditangani Direktur Chelsea Marina Granovskaia.

Perbedaan nominal angka ini bukan tidak mungkin akan membuat saga transfer Hazard berlangsung berlarut-larut, meskipun kompetisi sepak bola di Inggris maupun Spanyol sudah berakhir sejak akhir pekan lalu. Hazard sendiri sejak jauh-jauh hari sudah mengumumkan keputusannya bakal pergi dari Chelsea di musim panas ini.

Chelsea sudah mendatangkan Christian Pulisic, yang mereka sepakati sejak Januari silam, sebagai salah satu pengganti Hazard. Namun, mereka tentunya bakal menghadapi kesulitan untuk aktif di lantai bursa pemain lagi, lantaran tengah disanksi tak boleh membeli pemain untuk dua musim mendatang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2K2001b
May 25, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2K2001b
via IFTTT
Share:

Saturday, May 18, 2019

Jelang 22 Mei, MUI Tekankan Urgensi Persatuan Bangsa

MUI mengajak masyarakat tetap menjaga persaudaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencermati perkembangan situasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menjelang penetapan hasil Pemilu 2019. MUI menengarai munculnya kerawanan terjadinya gesekan sosial yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan di kalangan komponen bangsa.

MUI sebagai wadah berhimpun para ulama, zu'ama (pemimpin), dan cendekiawan Muslim memiliki tanggungjawab dalam menjaga, melindungi dan menyelamatkan bangsa dan negara. MUI bertanggungjawab melindungi NKRI dari berbagai paham dan gerakan yang dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut Tauhid Sa'adi, menyampaikan MUI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Dengan dilandasi semangat persaudaraan (ukhuwah) sejati sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam keagamaan dan kebangsaan.

"MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi ajakan mengikuti dan melakukan gerakan people power karena hal tersebut akan membawa kerusakan (mafsadat) yang sangat besar dan mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI," kata KH Zainut melalui pesan tertulis kepada Republika.co.id, Jumat (17/5) malam.  

Dia menyampaikan, MUI meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelesaikan tahapan Pemilu sesuai dengan amanat Undang-undang. 

KPU diminta terus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, transparan dan profesional. Sehingga semua pihak dapat menerima hasil pemilu sesuai dengan pilihan dan aspirasi politiknya

MUI meminta kepada para peserta pemilu untuk menempuh jalur hukum apabila hasil Pemilu 2019 dinilai ada kecurangan dan dugaan pelanggaran lainnya. Hal ini karena jalur hukum merupakan pilihan bagi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan konstitusi serta paling ringan tingkat mudaratnya (akhafu al-dlararaini).

"MUI meminta kepada masing-masing pasangan calon untuk menaati komitmen bersama yaitu  menerima hasil pemilu dengan semangat siap kalah dan siap menang," ujarnya.

KH Zainut menyampaikan, MUI juga berpesan bagi pasangan calon yang menang diminta untuk tidak mengungkapkan ekspresi kemenangan secara berlebihan. Sementara bagi pasangan calon yang kalah diminta untuk menerima dengan sabar dan lapang dada.

MUI juga meminta kepada elite politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan media massa agar dapat memerankan diri sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Ikut serta membantu mendinginkan suasana agar proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman.  

Kepada aparat kepolisian, MUI meminta untuk bertindak tegas, adil, transparan dan profesional. Penegakan hukum harus dilakukan kepada siapa pun tanpa membedakan status dan kedudukan sosialnya. "Sehingga masyarakat mendapat jaminan perlindungan dan kepastian hukum dalam menunaikan hak-hak konstitusionalnya," kata KH Zainut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WbFgun
May 18, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WbFgun
via IFTTT
Share:

Tanggapi 22 Mei, GP Ansor Komitmen Kawal Ulama dan NKRI

GP Ansor yakin Indonesia tetap aman.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Gerakan Pemuda (GP) Ansor terus berkomitmen untuk mengawal ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam situasi dan kondisi apapun. Termasuk menjaga NKRI pada saat dan pascapemilu 2019.

Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor, Ruchman Basori saat Halaqah Kebangsaan dan Pelantikan Pengurus PAC Ansor Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus di The Hill's Vaganza, Jumat (17/5).

"22 Mei saat pengumuman hasil pemilu Insya Allah Indonesia aman dan damai, GP Ansor siap mengawal, membantu keamanan bersama TNI-Polri," kata Ruchman dihadapan 1.000 kader Ansor-Banser Kabupaten Kudus.

Ia menyampaikan, Negara Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Jumlah TPS sebanyak 801.291 dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 185.994.249 orang. Mereka tersebar di 514 kabupaten/ kota. Itu sulit dicarikan perbandingannya.

Ketua Bidang Kaderisasi PP GP Ansor itu memaparkan ada persoalan serius yang saat ini menunggangi pemilu di Indonesia. Yaitu adanya gerakan trans-nasional yang masuk ke Indonesia dengan provokasi dan adu domba.

"Mereka datang ke Indonesia dengan berbagai wajah, yang ingin mengganti NKRI dengan khilafah," ujarnya.

Ruchman mengatakan, ada kelompok yang ingin mempertanyakan konsensus nasional. Kelompok keagamaan yang merasa dirinya paling benar (truth claim). Sehingga mudah menyalahkan dan mengkafirkan yang lain. Pada saat yang sama kebanyakan masyarakat Indonesia cenderung diam (silent majority).

Ruchman mensinyalir, gerakan itu dilancarkan melalui media sosial. Masyarakat dibuat seolah-olah dalam keadaan genting. Pemilu dianggap curang dengan bumbu hoax dan ujaran provokatif. Tapi sampai saat ini baik-baik saja, aman, nyaman dan masyarakat beraktivitas seperti biasa.

"Tugas Ansor-Banser adalah menjelaskan kepada masyarakat dan mengajak mereka untuk meminimalisir perbedaan-perbedaan di medsos, Insya Allah di mana ada Ansor, daerah itu akan aman," ujarnya.

Sekretaris PCNU Kudus, Kisbiyanto mengatakan, Ansor-Banser harus tegas terhadap segala bentuk kebathilan. Baginya menjaga keamanan bukan semata soal politik. Tetapi juga meminimalisir kemaksiatan, judi, dan tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.

Ia menegaskan, buktikan kalau Ansor-Banser sebagai pengaman wilayah dan pencipta kedamaian di Kudus. "Untuk memberantas kemaksiatkan cukup ditangani Ansor-Banser, tidak perlu FPI atau ormas lainnya," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LPWd9L
May 18, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LPWd9L
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

In Picture: BPOM Periksa Makanan Takjil di Benhil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan uji kandungan jajanan takjil di Benhil, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).

Pemeriksaan rutin selama Ramadhan untuk mengecek bahan pengawet dan pewarna pada makanan yang dijual pedagang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WCUaa8
May 09, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WCUaa8
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 8, 2019

Baznas Rilis Album Religi Kebangkitan Zakat

Album ini menjadi inovasi Baznas dalam menggaet masyarakat untuk menjadi muzaki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan mini album religi bertajuk Kebangkitan Zakat di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, pada hari ketiga Ramadhan 1440 H, Rabu (8/5). Album ini menjadi inovasi Baznas dalam menggaet masyarakat untuk menjadi muzaki.

Salah seorang anggota Baznas, Irsyadul Halim, mengatakan tidak mudah untuk berdakwah zakat kepada seluruh lapisan masyarakat. Sehingga diperlukan cara kreatif agar dakwah zakat dapat lebih diterima oleh masyarakat luas, termasuk kalangan milenial.

“Dakwah zakat harus gembira, karena zakat itu membahagiakan, zakat membuat masyarakat baik yang menerima maupun yang menunaikan sama-sama menjadi bahagia. Insya Allah mini album ini juga menambah kebahagiaan masyarakat dalam beribadah, dan dalam menjalankan tugas sehari-hari,” kata Irsyadul dalam acara peluncuran di Plaza Semanggi tersebut, Rabu (8/5).

Lebih lanjut ia menyatakan, Baznas memiliki banyak amil muda dan sangat bersemangat menebar kebaikan dengan berdakwah zakat, sehingga proses pembuatan lagu ini tidak membutuhkan waktu lama. “Terima kasih kepada para penyanyi, pengarang lagu, komposer, Perusahaan Rekaman Rekam.in dan pihak Plaza Semanggi yang ikut mendukung acara ini,” kata dia.

Mini album ini berisi tujuh lagu baru beserta satu Mars Baznas, dengan lagu andalan Zakat Tumbuh Bermanfaat, sesuai tema kampanye Baznas pada Ramadhan tahun ini. Seluruh lagu merupakan karya dari para amil Baznas yang sehari-hari terlibat langsung, dalam proses pelayanan zakat kepada muzaki dan mustahik.

Lagu ini dijual dalam bentuk Compact Disc (CD) di gerai-gerai layanan zakat Baznas di Jakarta, seperti di mal dan perkantoran. “Seluruh hasil penjualan CD ini akan disalurkan kembali kepada para mustahik, melalui program-program pendistribusian dan pendayagunaan zakat,” ungkap Irsyadul.

Dalam menyiarkan dakwah zakat, Baznas tidak hanya membuat mini album religi, tapi juga merilis film kemanusiaan berjudul Iman di Pangkuan Sang Fakir yang bekerja sama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia DPC Wonosobo.

Baznas juga sempat memamerkan kain-kain hasil karya mustahik dari program pemberdayaan ekonomi, melalui acara fashion show di berbagai macam kegiatan, mulai dari Eco Fashion Week 2018, Puteri Kartini 2019, hingga fashion show di atas kereta bandara PT Railink.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/303TLPZ
May 08, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/303TLPZ
via IFTTT
Share:

Sunday, April 28, 2019

BMKG Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem Hingga 2 Mei 2019 

Wilayah yang berpotensi hujan deras adalah Jawa, Maluku dan Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga Kamis (2/5) mendatang. Cuaca ekstrem berpotensi muncul akibat aktivitas gelombang atmosfer  Madden-Julian Oscillation (MJO) yang mampu meningkatkan suplai massa udara basah di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena alam ini pula yang diyakini membuat 12 ribu orang di Bengkulu mengungsi akibat banjir sejak Sabtu (27/4) pagi.  

Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo menjelaskan, fenomena alam lain yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem adalah keberadaan pusaran angin juga di sekitar Laut Sulawesi, Selat Makassar, Kalimantan Barat, dan Laut Cina Selatan di bagian utara Kalimantan. Pusaran angin ini disebut mampu menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin disekitar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

"Kondisi tersebut diprakirakan dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat dalam periode akhir April hingga awal Mei 2019," kata Mulyono, Ahad (28/4). 

Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan deras hingga Kamis (2/5) mendatang adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, seluruh wilayah di Pulau Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan seluruh wilayah di daratan Papua. 

BMKG juga menerbitkan peringatan terhadap gelombang laut setinggi 2,5 meter hingga empat meter hingga Kamis (2/5) mendatang. Perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi yakni Perairan barat Sabang-Banda Aceh, Perairan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano, Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Bali selatan NTT, serta Samudra Pasifik bagian utara Papua.

"Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," kata Mulyono. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XQd0KX
April 28, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XQd0KX
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

In Picture: Aplikasi Mobile Umma Menawarkan Berbagai Konten Islami

Umma membantu pengguna untuk menjadi muslim yang lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini, Umma memperkenalkan layanan aplikasi mobile yang memberikan informasi dan konten Islami. Misi Umma membantu pengguna untuk bersama-sama menjadi muslim yang lebih baik (khairu ummah) melalui pemanfaatan teknologi.

Umma merupakan salah satu aplikasi mobile yang diluncurkan untuk menjawab kebutuhan rohani dan spiritualitas tersebut. Didirikan oleh anak muda Indonesia, Umma menawarkan berbagai konten Islami yang dipersonalisasi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VqSram
April 25, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VqSram
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Ada Tumpukan Sampah di Sungai Kalibaru Tambun Selatan

Tumpukan sampah menumpuk di tepi sungai Jalan Kalibaru Tambun Selatan

Membuang sampah di sungai dan tepian sungai sepertinya masih menjadi kebiasaan buruk yang masih sering terjadi di masyarakat kita. Seperti halnya terjadi di sungai di Jalan Kalibaru, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Tumpukan sampah menumpuk di tepi sungai ini, bahkan sebagian sudah memasuki aliran sungai. Selain membuat jorok dan kotor area sungai,  sampah-sampah ini juga bisa menyebabkan banjir apabila terus menumpuk di aliran sungai. 

Belum lagi dampak penyakit yang bisa dihasilkan dari tumpukan sampah tersebut. Penulis tidak mengetahui mengapa banyka warga yang masih membuang sampah mereka ke sungai. Padahal area sungai adalah area yang harus steril dari sampah.  Apakah karena mereka tak mempunyai tempat sampah? Atau bingung ingin membuang sampah kemana? Atau mungkin memang tak difasilitasi oleh pihak pemerintah setempat untuk membuang sampah? 

Hampir semua orang pasti pernah mendengar imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan dimanapun baik dari pemerintah ataupun lainnya. Tapi entah mengapa di zaman yang semakin maju ini justru masih banyak dari masyarakat yang tidak mengerti aturan seperti ini.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ImM3em
April 15, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ImM3em
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Baznas Ajak Pengunjung 'Car Free Day' Berzakat

Zakat tidak hanya bermanfaat untuk penerimanya, tetapi juga pemberi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Ajakan itu dilakukan melalui berbagai kegiatan di ruang publik, termasuk area Hari Bebas Kendaraan (Car-Free Day/CFD), Jakarta, Ahad (14/4).

Tujuannya supaya kaum Muslimin yang menyambangi ajang tersebut tak melupakan kewajiban berzakat serta meningkatkan empati sosial. Selain itu, kegiatan yang sama juga mengajak publik untuk memanfaatkan akhir pekan secara positif.

Kepala Divisi Retail Nasional Baznas Fitriansyah Agus Setiawan menuturkan, zakat perlu terus dikampanyekan. Sebab, manfaat ibadah ini bukan hanya bagi penerima (mustahik), tetapi juga bagi pemberinya (muzaki). Menurut dia, semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, maka akan kian banyak pula mustahik yang terbantu.

Untuk memudahkan masyarakat berzakat, infak, dan sedekah, Baznas menyediakan pelayanan melalui kanal-kanal pembayaran digital. Bagaimanapun, layanan konvensional di kantor Baznas juga tetap disediakan.

“Program ini, bertujuan menyejahterakan mustahik melalui aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga sosial dakwah,” kata Fitriansyah melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (14/4).

Masyarakat juga dapat melakukan konsultasi mengenai zakat yang harus ditunaikan, termasuk cara menghitungnya. Sehingga tak lagi memiliki keraguan dalam menjalankan kewajibannya.

"Masyarakat Indonesia gemar berbagi, hanya perlu diberikan informasi yang memadai dan layanan yang memudahkan," jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VRvVnS
April 14, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VRvVnS
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 2, 2019

Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Warga Sumbar

Prabowo yakin masyarakat Sumbar tak bisa dibohongi.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Calon presiden nomor urut satu Prabowo Subianto menggelar kampanye akbar di Kota Padang, Selasa (2/4). Prabowo menyapa para pendukungnya dalam orasi politik yang berlangsung selama satu jam lebih.

"Terima kasih masyarakat Minang yang selalu mendukung saya bertahun-tahun," kata Prabowo.

Sumbar memang menjadi salah satu lumbung suara bagi Prabowo. Pada gelaran Pilpres 2014 lalu ketika Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mereka mendulang 1.797.505 suara atau 76,9 persen. Sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla cuma mendapat 539.308 suara atau sekitat 23,1 persen.

Prabowo mengatakan, ia mendapat banyak pendukung di Sumbar karena menurutnya masyarakat Minang berakal sehat. Prabowo percaya masyarakat Sumbar tidak bisa dibohongi.

Prabowo juga memuji intelektualitas masyarakat Sumbar. Prabowo menilai provinsi Ranah Minang merupakan negeri yang khas dan selama ini telah berkontribusi menyumbangkan putra-putra terbaik bangsa.

Ia menyebut banyak tokoh-tokoh dari Sumbar menjadi pahlawan nasional yang telah berjuang di masa memperjuangkan kemerdekaan.  Prabowo mengaku selama ini mengagumi pahlawan-pahlawan dari Sumbar seperti Mohammad Hatta,  Sutan Syahrir, Tan Malaka, Haji Agus Salim, Mohammad Natsir, Mohammad Yamin, Rasuna Said dan lain-lain.

"Minangkabau telah sumbang banyak orang-orang hebat. Saya selalu mengagumi beliau-beliau," ujar Prabowo.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TRgv1o
April 02, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TRgv1o
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Kemenkes Masih Berlakukan Penghapusan Dua Obat Kanker Ini

Harga dua obat kanker ini tidaklah murah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih memberlakukan penghapusan dan pembatasan penggunaan dua obat kanker usus besar bevasizumab dan cetuximab dari daftar layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. "Belum berlaku, karena Health Technology Assessment (HTA) mengatakan dua obat itu sebenarnya tidak diperlukan," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek, di Jakarta, Rabu (20/3).

Apalagi, ia menambahkan, harga dua obat kanker ini tidaklah murah. Kendati demikian, dia masih menunggu laporan ilmiah berdasarkan bukti dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Kemudian, dia melanjutkan, jika PAPDI bisa membuktikan indikasi bahwa dua obat itu bisa meningkatkan kualitas hidup penderitanya, sama seperti obat kanker trastuzumab maka pihaknya tidak menutup kemungkinan mengubah keputusan lama.

"Kalau betul dari hasil pemeriksaan laboratorium ternyata restriksi obat kanker itu menimbulkan perubahan bagi penderita kanker usus besar stadium lanjut (kolorektal metastatis) maka kami akan mempertimbangkan (penundaan penghapusan dan pembatasan obat kanker, Red)," katanya.

Sebelumnya Kemenkes dikabarkan memutuskan untuk menunda penghapusan dan pembatasan penggunaan dua obat kanker usus besar bevasizumab dan cetuximab dari daftar layanan BPJS Kesehatan. Keputusan tersebut, nantinya akan digunakan sebagai bahan untuk merevisi Keputusan Menteri kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/707/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/659/2017 tentang Formularium Nasional. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OgaHgP
March 20, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OgaHgP
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

JK: Ide Awal KTP-El Memang Sebagai Kartu Serba Guna

JK menilai kapasitas teknologi belum memungkinkan pelaksanaan KTP el serba guna itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla merespons gagasan calon wakil presien nomor urut 02 Sandiaga Uno yang ingin memaksimalkan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik sebagai kartu serbaguna berbagai fungsi.

Menurutnya, ide awal dari penerbitan KTP el memang agar bisa digunakan untuk satu nomor identitas atau single identity number semua pelayanan administrasi.

"Ide awalnya seperti itu, ide awalnya KTP-el itu merangkap sebagai social security number, dan juga bukan hanya kesehatan, bisa untuk urus SIM, untuk urus macam-macam," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (19/3).

Namun demikian, pada kenyataannya teknologi saat ini belum bisa memenuhi penggunaan serbaguna semua pelayanan administrasi. Padahal secara teknis, adanya cip di dalam KTP-el memungkinkan untuk penggunaan satu kartu untuk segala urusan tersebut.

"Karena di situ ada cipnya, tinggal diisi, tapi mungkin teknologi kita masih belum cepat ke situ, ya KTP saja masih ketinggalan apalagi mau diisi segala macam isinya di situ," ujar JK. Terlebih, saat ini masih tersisa masyarakat yang belum menggunakan KTP el.

Dalam debat kemarin, calon wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno akan memaksimalkan fungsi KTP elektronik (KTP-el) sebagai kartu tunggal serbaguna. Menurut Sandi, ia akan memaksimalkan KTP-el sebagai identitas penduduk, untuk mendapatkan berbagai bantuan dan pelayanan. Sehingga memudahkan rakyat mendapatkan berbagai bantuan dan pelayanan dari negara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Od1A09
March 19, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Od1A09
via IFTTT
Share:

Sunday, March 10, 2019

Ethiopian Airlines yang Jatuh Baru Beroperasi November 2018

Pesawat Ethiopian Airlines bertipe sama dengan Lion Air yang jatuh.

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh tak lama setelah lepas landas di Ibu Kota Etiopia, Ahad (10/3) pagi, diduga mengakibatkan seluruh penumpangnya tewas. Media lokal menyebut belum ada kepastian mengenai apa penyebab jatuhnya pesawat yang baru dikirimkan ke maskapai tersebut November lalu.

Maskapai milik pemerintah itu merupakan maskapai yang dikelola paling baik di Afrika. Pernyataan yang dikutip dari AP, menyebut 149 penumpang dan 8 kru menumpangi pesawat yang jatuh enam menit setelah meninggalkan Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya. Kecelakaan terjadi sekitar Bishofu atau Debre Zeit, 50 km selatan Addis Ababa pukul 08.44 pagi hari.

Catatan menunjukkan pesawat yang digunakan tergolong baru. Data aviasi The Planespotters menunjukkan Boeing 737-8 MAX dikirimkan ke Ethiopian Airlines pertengahan November.

Pesawat berjenis sama jatuh ke Laut Jawa beberapa menit setelah Lion Air terbang dari Jakarta. Insiden Lion Air menewaskan 189 penumpangnya.

Penumpang Ethiopian Airlines terdiri dari 33 kebangsaan. Juru Bicara Ethiopian Airlines mengatakan penumpang diantaranya merupakan 32 warga negara Kenya dan 17 warga negara Etiopia.

Menteri Transportasi Kenya James Macharia mengatakan pemerintah belum menerima manifes penumpang. Dia mengatakan rencana tanggap darurat sudah diberlakukan bagi keluarga dan kerabat korban.

"Doa kami bersama seluruh keluarga dan kolega di dalam pesawat," ujar Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XLLe2Y
March 10, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XLLe2Y
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Survei Ini Sebut Jarak Elektablitas Kedua Paslon 8 Persen

Jokowi-Ma'ruf mendapat elektabilitas 49 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 41 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei & Polling Indonesia (SPIN), jarak elektabilitas antara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno semakin menipis. Angka elektabilitas keduanya berjarak delapan persen.

"Perlahan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi merangkak mengejar Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan selisih delapan persen," ujar Direktur SPIN, Igor Dirgantara, di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/3).

Dalam survei ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat elektabilitas 49 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 41 persen. Sementara itu, responden yang tidak menjawab sebesar 10 persen.

Igor menyebutkan, dengan elektabilitas ini, pasangan pejawat sedikit dirugikan. Persaingan pun akan semakin ketat karena masih ada sisa masa kampanye yang lebih dari satu bulan ke depan dengan elektabilitas pejawat yang tidak mencapai 50 persen.

Ia menerangkan, pejawat dirundung sejumlah masalah. Hal itulah yang membuat jarak elektabilitas terus menipis. Menurutnya, masalah terbesar, yakni terkait ekonomi saat ini yang tak kunjung membaik.

"Dalam periode masa kampanye bulan November 2018-Januari 2019 petahana seperti kehilangan momentum yang membuat kompetitornya bisa menipiskan ketertinggalan," tutur Igor.

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari 68 persen responden menganggap pengangguran menjadi masalah saat ini. Kemudian, terlihat pula dengan kenaikan harga bahan pokok sebesar 64 persen, serta korupsi 52 persen.

Survei ini dilaksanakan pada rentang waktu 27 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 di 34 provinsi di Indonesia dengan melibatkan 1.213 responden. Metode yang digunakan adalah metode multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar tiga persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NOmjqX
March 07, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NOmjqX
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Trump Desak Militer Venezuela Tinggalkan Maduro

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro saat peringatan Angostura Discour Bicentennial di Ciudad Bolivar, Venezuela (15/2).

EMBED
Berton-ton bantuan AS untuk rakyat Venezuela ditolak masuk Maduro.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Presiden AS, Donald Trump menegaskan pimpinan militer Venezuela akan "kehilangan semuanya" bila tetap membela Nicolas Maduro.

Desakan tersebut keluar di saat berton-ton bantuan AS untuk rakyat Venezuela ditolak masuk Maduro, dan di tengah tekad pemimpin oposisi Juan Guaido menembus blokade.

Berikut video lengkapnya.

Sumber : VOA

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U2OftG
February 20, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U2OftG
via IFTTT
Share:

Monday, February 18, 2019

Aplikasi RZ Academy Cetak Amil Profesional

RZ Academy adalah aplikasi berbasis teknologi yang menyediakan kursus bagi amil.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Rumah Zakat mengembangkan program RZ Academy untuk meningkatkan kemampuan para amil Rumah Zakat. Melalui RZ Academy, Rumah Zakat akan mencetak amil profesional dan memiliki kemampuan yang memadai.

Human Capital Management and General of Fair Division Head RZ, Ali Mujianto mengatakan, RZ Academy disebut sebagai ecosystem learning and development amil Rumah Zakat. RZ Academy ingin menghasilkan amil yang memiliki kemampuan memadai.

"Amil yang memiliki kemampuan syariah dan profesionalitasnya sesuai dengan standar yang kita harapkan, sehingga Rumah Zakat bisa menghasilkan pegawai yang profesional," kata Ali kepada Republika.co.id, Senin (18/2).

Menurutnya, amil yang profesional akan meningkatkan kepercayaan para donatur terhadap Rumah Zakat. RZ Academy sudah berjalan selama dua tahun, tapi masih dalam fase perbaikan dan pengembangan. Maka di tahun 2019 akan membuat RZ Academy menjadi lebih baik lagi dari tahun sebelumnya .

Ia menjelaskan, di RZ Academy ada kursus mandatory. Artinya ada beberapa modul atau materi yang wajib diikuti oleh seluruh amil Rumah Zakat. Di RZ Academy juga ada materi-materi penjurusan sesuai dengan bidang amil.

"Maksudnya penjurusan, ada amil bagian fundraising, distribusi, operating dan lain-lain, nanti ada ujiannya juga, intinya untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan dan wawasan amil Rumah Zakat," ujarnya.

RZ Academy adalah aplikasi layanan berbasis teknologi untuk menyediakan kursus bagi para amil di kalangan Rumah Zakat. Konten yang tersedia disiapkan sesuai dengan kurikulum untuk menunjang kompetensi amil. Konten tersebut juga dirancang khusus oleh pengajar terbaik dan berpengalaman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GPEzPs
February 18, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GPEzPs
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

YBM BRI Ajak Milenial Hafal Alquran

YBM BRI tidak saja mengelola dana zakat, tapi peduli juga dengan kaum milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Yayasan Baitul Mal (YBM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Bandar Lampung menggelar Dauroh Quran bagi kaum milenial di Provinsi Lampung. Dauroh tersebut menghadirkan delapan hafidz dan hafidzah muda yang berlangsung di Masjid Al Ikhuwah Kampung Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung.

Daurah Quran yang mengambil tema “Pemuda yang tumbuh bersama Alquran" diikuti kaum milenial dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Lampung, pada Sabtu (16/2). Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Bandar Lampung Amir Mudaris.

Amir Mudaris mengatakan, YBM BRI sebagai lembaga zakat nasional selain menggulirkan program peningkatan ekonomi masyarakat tidak mampu, juga konsen pada pembinaan kaum milenial atau anak muda untuk menjadi penghafal Alquran hingga 30 Juz. “YBM BRI tidak saja mengelola dana zakat, tapi peduli juga dengan kaum milenial di antaranya gerakan menghafal Alquran 30 juz,” katanya.

Pada dauroh tersebut, Ustaz Syaiful Umar Alhafidz mengatakan untuk mendekatkan diri dengan Alquran perlu adanya upaya yang kuat. Di antaranya adalah dengan meninggalkan maksiat yang masih sering dilakukan.

“Dengan menghindari maksiat orang akan lebih mudah dekat dengan Alquran, terlebih untuk menghafalnya," katanya memberikan kiat menghafal Alquran.

Ia mengatakan untuk dapat menghafal Alquran hingga 30 juz, maka setiap orang yang berniat menghafal Alquran tersebut harus menghabiskan waktunya maskimal selama tiga tahun. Waktu tiga tahun tersebut, ujar dia, untuk golongan orang yang tingkat kemampuannya standar.

Ipan Sutisna, peseta Dauroh Quran yang juga mahasiswa Universitas Bandar Lampung, mengatakan ia masih harus banyak belajar bagaimana membaca Alquran dengan baik dan benar yang selama ini tidak dipedulikan. "Alhamdulillah saya merasa menjadi orang yang benar-benar beruntung karena dengan adanya acara ini, saya lebih mengetahui dan menyadari ternyata saya masih harus banyak belajar untuk membaca Alquran dengan baik dan benar,” katanya.

Belajar membaca Alquran tersebut, ujar dia, tidak saja membaca Alquran, tapi harus dimulai dengan mempraktikkan mengucapkan makhrojul huruf, membaca tartil, dan mengetahui hukum tajwid. Dengan begitu, seseorang pembaca dan penghafal Alquran tidak mengubah makna dan arti dari Alquran dalam setiap bacaannya.

“Saya berharap agenda ini bisa terus di kembangkan agar benar-benar terwujud generasi muda Alquran," katanya.

Materi-materi yang disampaikan dalam Dauroh Quran tersebut, yakni motivasi menghafal Alquran oleh pembicara Syaiful Umar Alhafidz. Tahsin oleh M Khumaidi Alhafidz. Tartil Quran oleh Rindang Susanto Alhafidz. Materi Tahsin 2 oleh Hasan Basri Alhafidz, dan talkshow bersama empat mahasiswa hafidz dan hafidzoh dari Universitas Lampung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GNJCj8
February 17, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GNJCj8
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Saran KWI Terkait Polemik Aturan Bangun Rumah Ibadah

Pihaknya memandang PBM di lapangan sering disalahgunakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 kembali menjadi pembicaraan setelah PSI menyatakan ingin menghapuskannya. Salah satunya datang dari kalangan agamawan.

Pihak Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memandang, PBM yang mengatur pendirian rumah ibadah itu tidak diperlukan. Hal itu disampaikan Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo saat ditanya tentang wacana penghapusan beleid tersebut.

"Semestinya, kalau masyarakat kita sungguh sudah menghayati Pancasila, aturan seperti itu mestinya tidak perlu lagi,” kata Ignatius Suharyo kepada Republika.co.id, Rabu (13/2).

Uskup Agung Jakarta itu menilai, PBM tersebut adalah suatu jalan tengah dalam hal pendirian rumah ibadah di Tanah Air. Sebab, peraturan itu melibatkan semua wakil dari majelis-majelis agama.

Namun, di lapangan PBM yang sama kerap disalahgunakan untuk membatasi atau bahkan mencabut kebebasan beribadah seorang warga negara

“Iya, nyatanya demikian (PBM itu sering disalahgunakan),” ujar sosok yang akrab disapa Romo Suharyo itu.

Sebagai contoh, sebutnya, untuk minta izin mendirikan rumah ibadath, seseorang dari umat agama tertentu sampai-sampai menunggu lebih dari 10 tahun. Bahkan, menurutnya ada yang harus menunggu hingga 24 tahun lamanya, meski semua syarat dan ketentuan untuk mendirikan rumah ibadah sudah cukup terpenuhi.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengumumkan keinginan untuk menghapus PBM tentang pendirian rumah ibadah. Partai bernomor urut 11 itu mengklaim, cita-cita tersebut sejalan dengan upaya melawan intoleransi di Tanah Air.

Ketua Umum PSI Grace Natalie menggolongkan deregulasi SKB itu ke dalam salah satu agendanya.

“Pertama, di tingkat nasional PSI akan mendorong deregulasi aturan mengenai pendirian rumah ibadah. PSI akan mendorong penghapusan Peraturan Bersama Menteri Mengenai Pendirian Rumah Ibadah,” kata Grace Natalie melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (12/2).

Oleh karena itu, lanjut mantan jurnalis itu, pihaknya menyampaikan janji. Bila kader PSI terpilih dan menjadi wakil rakyat di parlemen, maka deregulasi PBM Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 akan segera terwujud.

Baca juga: PGI: Aturan Pendirian Rumah Ibadah Perlu Ditinjau Ulang

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SrRgXs
February 13, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SrRgXs
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 12, 2019

Daur Ulang Limbah Elektronik di Afrika

Limbah Elektronik (ilustrasi)

EMBED
UNEP, sekitar 40 persen tempat pembuangan elektronik dunia ada di Afrika.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Meningkatnya penggunaan elektronik membuat benua Afrika dibanjiri limbah elektronik. Menurut UNEP (Program Lingkungan PBB) sekitar 40 persen tempat pembuangan elektronik dunia ada di Afrika.

Sebuah organisasi di Kenya membantu mengelola limbah ini lewat program daur ulang lokal dan ekspor.


Berikut video lengkapnya.

Sumber : VOA

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2N34Ryo
February 12, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2N34Ryo
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

Jembatan Putus, Warga Terpaksa Memutar Sejauh 10 Kilometer

Hujan yang terus turun membuat sejumlah jembatan di Kabupaten Kuningan putus

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Tingginya intensitas hujan dalam tiga hari terakhir di Kabupaten Kuningan telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana. Salah satunya jembatan putus di dua lokasi berbeda.

Jembatan putus itu masing-masing terjadi di Dusun Karangsari, Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung, Sabtu (9/2) sekitar pukul 02.30 WIB dan di Dusun Keliwon, Desa Jalatrang, Kecamatan Cilebak, Sabtu (9/2) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menjelaskan, jembatan yang putus di Desa Dukuhpicung tersebut merupakan penghubung Dusun Mayung dan Dusun Gandol menuju Desa Dukuhpicung. Karenanya, jembatan itu selama ini memiliki peran yang sangat penting bagi warga.

"Akibat putusnya jembatan Dukuhpicung, akses warga Dusun Mayung dan Dusun Gandol menuju Desa Dukuhpicung harus memutar ke Ciwaru sejauh sepuluh kilometer," ujar Agus, Ahad (10/2).

Agus menerangkan, putusnya jembatan Dukuhpicung itu terjadi setelah turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai pukul 16.00 – 20.00 WIB. Hal tersebut menyebabkan debit air Sungai Cisanggarung yang ada di bawahnya meluap dan membuat jembatan yang memiliki panjang 30 meter dan lebar 2,5 meter itu terputus.

Saat ini, jembatan Dukuhpicung hanya tersisa di bagian kedua ujungnya saja. Sedangkan bagian tengah jembatan benar-benar terputus.

Beruntung, putusnya jembatan itu tak sampai menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi dini hari saat tak ada warga yang melintas. BPBD setempat pun telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk penanganan lebih lanjut.

Salah seorang warga setempat, Saleh, berharap agar jembatan yang putus itu segera diperbaiki. Pasalnya, jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk mobilitas warga sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian ke pasar.

"Kalau lewat jembatan itu jadi cepat sampai," tutur Saleh.

Sementara itu, jembatan yang putus di Desa Jalatrang juga diawali dengan hujan intensitas lebat dari pukul 15.30 – 17.00 WIB. Hal tersebut menyebabkan sungai Cimonte yang ada di bawahnya meluap sehingga membuat jembatan penghubung antardusun itu terputus.

"Upaya penanganan saat ini dilakukan dengan pembuatan jembatan darurat," terang Agus.

Seperti diketahui, hujan lebat yang terjadi selama tiga hari terakhir telah menyebabkan berbagai bencana di sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan. Selain jembatan putus, hujan lebat juga menyebabkan terjadinya bencana longsor, pergerakan tanah dan banjir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E3ht68
February 10, 2019 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E3ht68
via IFTTT
Share: