Showing posts with label 2018 at 04:37PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:37PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Pemkot Bandung Diminta Buat SE Perbaikan Mushala tak Layak

Warga sekarang lebih selektif mengunjungi mal.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penyediaan sarana ibadah yang layak menjadi syarat pengajuan IMB bagi gedung baru di Kota Bandung. Untuk mewujudkan hal itu, Pemkot Bandung diminta segera membuat surat edaran agar bangunan lama juga mengikuti aturan yang baru.

Sebelumnya, Pemkot Bandung mengesahkan peraturan daerah (perda) baru terkait bangunan dan gedung. Perda ini merevisi aturan sebelumnya yang tercantum dalam Perda Nomor 5 Tahun 2010. Dalam aturan baru salah satunya melarang sarana ibadah dalam gedung dibangun tidak layak.

Anggota DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, perda itu bersifat revisi dan berlaku ke depan. "Sehingga, bagi mal-mal hari ini yang telah memiliki IMB dengan kondisi mushala yang tidak memadai, DPRD meminta kepada pemkot untuk membuat Surat Edaran (SE) agar memperbaiki kondisi mushala yang ada," kata Tedy kepada Republika.co.id, Sabtu (29/12).

Menurutnya, SE himbauan ini harus dibuat agar pengelola gedung yang sudah ada, bisa ikut menghadirkan mushala yang nyaman. Karena, diakuinya, memang masih banyak gedung-gedung yang belum menyediakan musala yang layak. 

"Misalnya masih ditempatkan di basemen atau bersamaan dengan tempat parkir. Ataupun musala yang sempit dengan sirkulasi udara yang tidak bagus," ujar dia.

Tedy menilai, dengan disediakannya sarana ibadah yang layak akam berdampak pada kenyamanan pengunjung. Sehingga, dampaknya akan positif dengan meningkatnya pengunjung.

"Warga sekarang lebih selektif mengunjungi mal. Mal dengan fasilitas lengkap akan cenderung dikunjungi bahkan menjadikan mal favorit seperti kawasan Trans Mall di jalan Gatot Subroto," ujarnya.

Dia pun berharap, aturan ini bisa ditegakkan di Kota Bandung. Sehingga, para pengusaha bisa lebih memperhatikan aspek kenyamanan ruang ibadah. Dengan begitu, maka Kota Bandung sebagai salah satu tujuan wisata juga bisa lebih nyaman ke depannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AksXjl
December 29, 2018 at 04:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AksXjl
via IFTTT
Share:

Thursday, December 27, 2018

Alat Berat Disiagakan di Garut Selatan

Wilayah Jawa Barat bagian selatan merupakan wilayah rawan longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut pun menyiagakan sejumlah alat berat di jalur Garut Selatan (Garsel). Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Uu Saepudin mengatakan, alat berat disiapkan untuk mengantisipasi bencana longsor.

“Dengan adanya alat berat yang telah disiagakan ini, maka penanganan longsor pada lahan atau jalur lalu lintas dapat dilakukan secara lebih cepat,” kata Uu, Kamis (27/12).

Kendaraan Masuk Surabaya akan Dibatasi Saat Tahun Baru

Tak hanya alat berat, ia pun juga sekaligus menyiagakan petugas maupun operator alat berat yang akan sigap melakukan penindakan saat terjadi longsor. Di satu sisi, ia pun mengalui bahwa wilayah selataj garut memiliki potensi longsor yang lebih besar dibandingkan daerah utara. Oleh karena itu, meski wilayah selatan bukanlah jalur utama, namun wilayah itu cukup mendapat perhatian dari Dinas PUPR.

Ia menyebut, beberapa titik seperti jalur Bungbulang-Caringin, Bungbulang-Cijayana, Pamegatan, Singajaya hingga Toblong, sering tertutup longsor dan jalan ambles jika hujan terus menerus mengguyur.

Uu menekankan, kecepatan dalam penanganan menjadi salah satu prioritas agar pengguna jalan tak tersendat terlalu lama. Ia pun telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi (Pemprov) sehingga Pemprov pun juga bersiaga jika longsor terjadi di jalur provinsi.

Menurutnya, Dinas PUPR Garut pun menyiagakan alat berat di balai workshop Dinas PUPR di Kecamatan Cilawu. Lokasi itu dipilih agar dapat menjangkau Garut bagian utara dan selatan sekaligus. "Jadi kita tidak hanya menyiagakan alat berat di selatan semua, kita simpan juga sebagian di workshop yang posisinya di tengah-tengah dan bisa menggapai dua lokasi itu mengingat ketersediaan alat berat yang terbatas,” ujarnya.

Pada Selasa (25/12) lalu, hujan deras pun sempat menimbulkan longsor di Malangbong, Kabupaten Garut. Hal ini pun otomatis membuat lalu lintas Bandung-Tasikmalaya sempat tersendat hingga sekitar 12 jam.

Proses normalisasi di Malangbong pun melibatkan satu unit alat berat mengingat timbunan longsor sempat menutup seluruh badan jalan. Penangananya pun melibatkan berbagai elemen baik Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Kepolisan serta BPBD.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GEMG2E
December 27, 2018 at 04:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GEMG2E
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Pemerintah Sebut Industri Rokok Menurun Tiga Tahun Terakhir

Pabrik rokok skala kecil banyak yang tutup

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyatakan, dalam tiga tahun terakhir Industri Hasil Tembakau (IHT) atau rokok terus menurun. Hal itu terlihat pula pada pengurangan jumlah pabrik rokok.

Deputi Urusan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman menyebutkan, berdasarkan data Bea dan Cukai, ada 776 pabrik rokok di Indonesia pada 2017. "Kalau data kami ada 493 pabrik, bayangkan sebelumnya ada 1.000," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, (17/12).

Ia menuturkan, kebanyakan pabrik yang tutup merupakan pabrik kecil di daerah. "Untuk beberapa pabrik seperti SKM (Sigaret Kretek Mesin) sama SPM (Sigaret Putih Mesin) masih bisa survive," ujarnya.

Terkait tarif cukai industri HT yang tidak dinaikkan, Atong mengatakan pemerintah ingin menyelamatkan industri rokok. Pasalnya pekerja di industri tersebut sangat banyak.

"Jadi kami tidak hanya melihat dari sisi fiskal saja. Kami lihat juga yang namanya pengangguran kemiskinan, harus dilihat dalam satu kesatuan," kata Atong.

Lebih lanjut, ia menilai dengan adanya pajak, tren industri HT pada 2019 justru akan naik. "Karena otomatis dengan pajaknya tetap saja, trennya pasti akan tumbuh," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A3LXCu
December 17, 2018 at 04:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A3LXCu
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Perludem: Kampanye Pilpres Masih Kampanye Sporadik

Perludem menilai kampanye belum menunjukan sebagai bagian dari pendidikan politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, melihat, kampanye yang telah dilakukan tiga bulan ke belakang lebih cenderung kepada kampanye yang sporadik. Menurutnya, para calon belum menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga aktivitas kampanye sebagai bagian dari pendidikan politik.

"Kecenderungan kampanye kita masih kampanye sporadik, yang lebih mengedepankan isu yang secara sensasional mudah ditangkap oleh pemilih," ujar Titi dalam diskusi di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12).

Menurut Titi, isu sensasional itu lebih sering diperlihatkan ketimbang komitmen para calon untuk konsisten menjaga aktivitas kampanye sebagai bagian dari pendidikan politik. Di mana pendidikan politik yang ia maksud adalah penyampaian visi-misi, program, serta citra diri yang mengarah pada politik gagasan dan program.

"Jadi, saya belum melihat konsistensi dan komitmen yang betul-betul dipelihara oleh para kontestan dengan mandat moral politik hukum yang harus mereka jalani," katanya.

Titi juga menuturkan, salah satu asas pemilu yang bebas dan adil dari 13 asas standar internasional adalah kebebasan dari kebohongan, pengaruh yang menyesatkan, atau tekanan pada pemilu. Selama tiga bulan ke belakang, ia belum melihat adanya realisasi dari asas tersebut.

"(Saya lihat) belum bisa merealisasikan kampanye yang membebaskan pemilih dari kebohongan, pengaruh yang menyesatkan, atau tekanan pada pemilu," jelasnya.

Di samping itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menemukan dan menerima setidaknya 192.129 laporan pelanggaran kampanye hingga Jumat (14/12) kemarin. Bawaslu mengaku tidak melakukan pembedaan terhadap data-data tersebut.

"Bawaslu menenukan dan menerima 192.129 laporan dan temuan," ujar Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam diskusi yang sama.

Dari jumlah tersebut, 176.493 temuan dan laporan di antaranya terkait dengan pemasangan alat peraga di tempat terlarang. Kemudian 14.255 temuan dan laporan lainnya terkait alat peraga kampanye yang mengandung materi yang dilarang. Sisanya, 1.381 laporan dan temuan, terkait dengan pemasangan alat peraga kampanye di kendaraan angkutan umum.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Cfkhfw
December 15, 2018 at 04:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Cfkhfw
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Ini Momentum Kembangkan Pasar Modal Syariah

Pemerintah masih akan mendominasi penerbitan sukuk.

REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA -- Tahun 2019 menjadi saat yang memungkinkan pasar modal syariah berkembang. Ekosistem yang dibangun akan cukup sehingga instrumen seperti sukuk maupun efek syariah bisa bertumbuh.

Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, menyampaikan bahwa tahun 2019 menjadi masa likuiditas ketat. Artinya, industri keuangan disarankan untuk menghindari utang karena dapat meningkatkan pembiayaan tidak lancar (NPF-non-performing finance).

"Instrumen syariah ini cocok karena rasio utang harus kecil sehingga portofolionya lebih terjaga sehat. Ingat semua peradaban jatuh karena utang, tidak terkecuali Amerika Serikat," kata Budi saat pemaparan Outlook Pasar Modal Syariah 2019 di Jakarta, pekan ini.

Meski demikian, ia menilai pertumbuhan ekonomi akan baik jika utang menjadi produktif. Di Bahana, Budi mengaku menerapkan hukum Nabi Yusuf yang mengedepankan investasi stabil dan pemanfaatan utang yang lebih produktif.

Head of Fixed Income Research PT Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto , mengatakan pasar modal syariah di Indonesia masih didominasi oleh sukuk pemerintah. Sebaliknya, jelas dia, pasar modal syariah belum menerbitkan sukuk global untuk korporasi di Indonesia.

Total penerbitan sukuk dibandingkan total penerbitan obligasi konvensional di kisaran 22-30 persen. Mandiri Sekuritas, kata Handy, memprediksi pemerintah masih akan mendominasi penerbitan sukuk di tahun 2019.

"Kami perkirakan penerbitan sukuk akan relatif sama dengan tahun 2018 untuk memenuhi kebutuhan refinancing seiring dengan masih rendahnya ekspektasi pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2019," kata dia.

Kebutuhan pendanaan ulang dari sukuk yakni sekitar Rp 3,4 triliun. Sementara untuk obligasi konvensional yakni Rp 86 triliun. Handy juga memprediksi penerbitan obligasi korporasi akan melambat saat pilpres seperti tahun-tahun sebelumnya.

Founding Partner Karim Consulting Indonesia, Adiwarman Karim, menyampaikan 40 persen kepemilikan obligasi pemerintah adalah asing. Akibatnya, perekonomian akan sensitif ketika menjelang pilpres dana-dana asing itu ditarik.

Banyaknya proyek infrastruktur yang dibiayai bank akan dibiayai ulang melalui pasar modal yaitu penerbitan sukuk. Hal ini didorong oleh mulai selesainya periode kelonggaran Interest During Construction (IDC) dari bank.

BACA JUGA: Penyebab Lambatnya Perkembangan Industri Syariah

Adiwarman mengatakan pasar modal syariah bisa berkembang juga jika bisa menangkap dana-dana yang keluar, baik dengan penerbitan sukuk maupun saham syariah. Pilpres membuat dana-dana di DPK turun dan dipindahkan ke pasar modal.

"Pasar modal syariah bisa tinggi, karena itu," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RM41aS
December 09, 2018 at 04:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RM41aS
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Teror Sadis di Nduga Papua

Menko Polhukam perintahkan pelaku pembunuhan pekerja di Nduga dikejar habis-habisan.

REPUBLIKA.CO.ID

Sejumlah pekerja proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan jalan Transpapua di Kabupaten Nduga dilaporkan aparat keamanan menjadi korban pembunuhan. Meski jumlah korban belum bisa dipastikan, peristiwa itu disebut terkait dengan upacara peringatan kemerdekaan Papua Barat yang dirayakan Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) tak jauh dari lokasi kejadian.

“Ada 31 orang yang menjadi korban (pembunuhan),” kata Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, saat dihubungi Republika, kemarin.

Menurutnya, insiden tersebut terjadi di sekitar pengerjaan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di Distrik Yigi, Nduga, pada Ahad (2/12). Jumlah yang dibunuh ini kemudian diklarifikasi menjadi 19.

Yan Pieter menuturkan, pembunuhan tersebut terjadi lantaran ada salah seorang pekerja proyek yang tidak sengaja mengambil foto kegiatan upacara kelompok teroris TPN/OPM. Hal tersebut membuat anggota kelompok bersenjata tersebut marah dan mencari kemudian membunuh para pekerja proyek.

“Kami belum tahu pasti di sana masih ada yang hidup atau tidak, tapi yang jelas SOP kami melakukan upaya-upaya penyelamatan korban,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal, di Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Kepala Penerangan Daerah Militer XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, juga menyebutkan, informasi mengenai jumlah pekerja yang dibunuh di Nduga belum dapat benar-benar dipastikan. Laporan awal yang ia terima, 24 orang pekerja menjadi korban pembunuhan. Kemudian laporan dari PT Istaka Karya menyebutkan, ada 31 personel mereka yang bekerja di lokasi tersebut.

"Tapi, kami belum bisa pastikan yang benarnya yang mana, korbannya berapa. Apakah seluruhnya jadi korban atau ada yang selamat karena kami belum bisa mendapatkan informasi lebih detail lagi," tuturnya kemarin sore.

Pada Selasa (4/12) pagi, sekitar 150-an pasukan TNI/Polri dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban. Kendati demikian, hingga malam hari evakuasi belum berhasil dilakukan.

"Karena faktor cuaca sehingga aparat keamanan saat ini dipusatkan di Mbua," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, kemarin.

Namun, tercatat empat orang dari Distrik Mbua sudah dievakuasi ke Wamena, termasuk dua karyawan PT Istaka yang mengalami luka tembak. Sedangkan, dua lainnya merupakan petugas telekomunikasi dan petugas puskesmas setempat.

Dari informasi keempat orang tersebut diketahui bahwa Pos TNI di Distrik Mbua hancur diserang dan satu anggota TNI gugur. "Diduga, penyerang adalah kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya," ucapnya. Keempat penyintas juga menuturkan bahwa penyerangan dilakukan TPN/OPM dengan dukungan sekitar 250 warga setempat.

Pihak TPN/OPM sejauh ini belum mengklaim terlibat dalam insiden di Distrik Yigi ataupun penyerangan pos di Mbua. Sebelumnya, pihak TPN/OPM lekas merilis lansiran ke media selepas penyerangan-penyerangan disertai foto-foto.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ee8wbi
December 05, 2018 at 04:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ee8wbi
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Perez Harap Kisah Madrid dan Ballon d'Or Terus Berlanjut

Ia yakin lebih banyak lagi pemain el Real yang mendapat Bola Emas.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Gelandang Real Madrid Luka Modric baru saja mengklaim dirinya sebagai orang nomor satu di lapangan hijau setelah mendapat penghargaan Ballon d'Or (pemain terbaik dunia). Menanggapi hal itu, Presiden Madrid Florentino Perez meyakini akan lebih banyak lagi pemain el Real yang mendapat Bola Emas.

"Real Madrid memiliki urusan yang sangat penting dengan trofi bergengsi ini (Ballon d'Or)," ujar Perez dikutip Marca, Selasa (4/12).

Modric berhasil meraih penghargaan individu setelah menduduki peringkat satu di atas Cristiano Ronaldo, Antoine Griezmann, dan Kylian Mbappe.

Perjalanannya meraih Si Bola Emas tak terlepas dalam kesuksesannya mengantarkan Kroasia menjadi finalis Piala Dunia 2018. Ia membawa Los Merengues mempertahankan trofi Liga Champions untuk kali ketiga.

Perez pun mengklaim para penggawa Madrid akan terus berjaya di penghargaan bergengsi tersebut. "Ini adalah kisah cinta yang indah antara Ballon d'Or dan Real Madrid dan saya yakin ini akan berlanjut," sambung Perez.

Daftar 11 pemain Real Madrid yang meraih Ballon d'Or

1957 Alfredo Di Stefano

1958 Raymond Kopa

1959 Alfredo Di Stefano

2000 Luis Figo

2002 Ronaldo

2006 Fabio Cannavaro

2013 Cristiano Ronaldo

2014 Cristiano Ronaldo

2016 Cristiano Ronaldo

2017 Cristiano Ronaldo

2018 Luka Modric

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DZf6RX
December 04, 2018 at 04:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DZf6RX
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Dompet Dhuafa Aceh Edukasi Kesadaran akan AIDS di Aceh

Dompet Dhuafa sangat fokus dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (World AIDS Day), Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, menyelenggarakan acara bertema AIDS. Salah satunya menyampaikan edukasi terkait kesadara  akan penyakit AIDS ke masyarakat.

Dalam Acara ini, Dompet Dhuafa Aceh melangsungkan kegiatannya di area Car Free Day Banda Aceh pada Ahad (2/12) lalu. Dengan tema "Saya Berani, Saya Sehat", LKC Dompet Dhuafa Aceh membagikan media edukasi terkait kesadaran akan penyakit AIDS, yang disebabkan oleh virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus.

Manager Kesehatan Dompet Dhuafa Sifing Lestari mengatakan, Dompet Dhuafa sangat fokus dalam upaya-upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Upaya promotif dilakukan dengan cara kampanye kepada khalayak ramai.

"Aksi Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) yang menjadi ujung tombak gerakan kesehatan Dompet Dhuafa pada peringatan hari AIDS se-dunia ini semoga menjadi pemicu dan pengingat bahaya penyakit ini, sehingga mendorong gerakan kesehatan masyarakat yang lebih besar," kata Sifing dalam keterangan rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (3/12).

Tidak hanya itu, LKC Dompet Dhuafa Aceh juga mendirikan posko pemeriksaan kesehatan dasar gratis untuk masyarakat yang datang ke car free day. Bersama Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan CIMSA FK Unsyiah, Dompet Dhuafa Aceh menggelar media konsultasi kesehatan screening penyakit tidak menular dan HIV bagi pengunjung yang ingin berdiskusi tentang kesehatannya.

Dompet Dhuafa Aceh menggunakan Mobil Promosi Kesehatan yang mampu mendukung pemutaran multimedia, video-video edukasi dari BKKBN dan KPAP (Komite Penanggulangan AIDS) mengenai AIDS yang diputar secara berkelanjutan bagi para pengunjung yang mampir. Selain itu, ada penyerahan doorprize bagi pemenang lomba dengan tema AIDS yang diadakan oleh para panitia.

Di puncak acara, para perwakilan organisasi, lembaga dan dinas terkait pun menyatakan dukungannya secara serentak. Ini dilakukan dalam rangka berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan melawan penyebaran penyakit AIDS di Kota Banda Aceh pada khususnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SqhHs9
December 03, 2018 at 04:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SqhHs9
via IFTTT
Share: