Showing posts with label 2019 at 12:40AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:40AM. Show all posts

Saturday, February 2, 2019

Leverkusen Kalahkan Muenchen, 3-1

Gol-gol dicetak Leverkusen pada babak kedua dalam kurun waktu berdekatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Bayer Leverkusen memberikan kejutan telak kepada Bayern Muenchen dengan berhasil mencetak kemenangan 3-1 pada laga lanjutan Bundesliga di BayArena, Sabtu (2/2). Gol-gol dicetak Leverkusen pada babak kedua dalam kurun waktu berdekatan.

Muenchen sebenarnya menguasai pertandingan pada babak pertama dan menyarangkan gol ke gawang Leverkusen melalui sundulan yang dilakukan Leon Goaretzka pada menit ke-41. Melihat hasil pada babak pertama, terlihat kecil kemungkinan Leverkusen untuk mampu mengalahkan anak-anak asuh Niko Kovac di pertandingan ke-20 Bundesliga 2019 ini.

Namun, angin kemenangan berbalik berpihak pada Leverkusen. Leverkusen mampu menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-53, saat kiper Munchen Sven Ulreich tak mampu menghadang bola hasil dari tendangan bebas yang dilesatkan Leon Bailey.

Tak lama berselang, sekitar 10 menit kemudian Leverusen kembali menyarangkan gol ke gawang Muenchen. Pada menit ke-63, Kevin Volland berhasil menambah angka bagi tim asuhan Peter Bosz itu setelah sukses memanfaatkan umpan bola gelandang Karim Bellarabi.

Pada situasi ini, Muenchen yang kewalahan pun sempat mengganti tiga pemainnya untuk berusaha mengejar ketinggalan. Kendati begitu, hasilnya tetap sia-sia dan bahkan Leverkusen kembali mencetak gol di menit ke-87 sehingga kedudukan menjadi 3-1.

Gol terakhir dari Leverkusen tersebut diukir Lucas Alario yang justru baru masuk lapangan pada menit ke-83. Atau hanya sekitar tiga menit setelah ia bermain menggantikan Leon Bailey.

Meski menelan kekalahan namun Munchen masih berada di posisi kedua klasemen Bundesliga dengan 42 poin, 13 kali menang, tiga seri dan empat kekalahan. Sementara, Leverkusen dengan kemenangan ini mengumpulkan 30 poin, dengan sembilan kemenangan, tiga seri dan delapan kali kalah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SqdlEU
February 03, 2019 at 12:40AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SqdlEU
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Babak Pertama, Rashford Bawa MU Unggul atas Spurs

Gol Marcus Rashford pada akhir babak pertama mengejutkan pendukung tuan rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Manchester United sementara unggul atas Tottenham Hotspur pada babak pertama laga pekan ke-22 Liga Primer Inggris, Ahad (14/1) malam WIB. Gol Marcus Rashford pada akhir babak pertama mengejutkan pendukung tuan rumah.

Sebenarnya, Spurs sempat unggul terlebih dahulu lewat gol torehan Harry Kane. Namun, gol Kane tersebut dianulir wasit lantaran penyerang asal Inggris itu berdiri dalam posisi offside. Laga di Stadion Wembley itu berlangsung panas sejak menit pertama. Tim tuan rumah mampu menguasai permainan dengan penguasaan bola mencapai 60,1 persen.

Tidak hanya itu, Spurs juga melepaskan tujuh tendangan ke arah gawang United. Namun, meski kalah dalam hal penguasaan bola, tapi United tampil lebih efektif. Tercatat, dari lima tendangan yang dilepaskan para penggawa United, tiga diantaranya mengarah tepat ke gawang Spurs.

Serangan United pun terlihat lebih tajam ketimbang Spurs. Puncaknya, pada menit ke-44, United mampu unggul lewat gol dari Marcus Rashford. Berawal dari serangan balik cepat, Paul Pogba melepaskan umpan terobosan ke arah Rashford. Penyerang muda asal Inggris itu pun langsung merangsek ke jantung pertahanan Spurs.

Lewat sepakan mendatar mengarah ke pojok kanan bawah, Rashford berhasil menaklukan kiper Spurs, Hugo Lloris. United akhirnya mampu menutup laga dengan keunggulan satu gol. Sebenarnya, Spurs sempat mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-37. Sayangnya, Kane telah berada dalam posisi offside saat menerima umpan lambung dari Toby Alderweireld.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Rq8jca
January 14, 2019 at 12:40AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Rq8jca
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

Kisahkan Kesengsaraan di Kamp Cina, Muslimah Uighur Menangis

Mantan penghuni kamp reedukasi Uighur, Gulbachar Jalilova sedang berada di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan penghuni kamp reedukasi Uighur di Provinsi Xianjang Cina, Gulbachar Jalilova (54 tahun) mengunjungi Kantor Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) Center di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (12/1) malam. Muslimah Uighur ini menceritakan kisahnya saat ditahan oleh Pemerintah Cina di kamp selama satu tahun enam bulan sepuluh hari.

Berbagai kesengsaraan yang dihadapinya diungkapkan semua di hadapan puluhan aktivis muslim yang diundang oleh pihak AQL. Dia bercerita dengan menggunakan bahasa Uighur, kemudian diterjemahkan ke Bahasa Turki oleh Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, Sayit Tumtruk dan diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Turki, Ridwan.

Dengan gaya bicaranya yang cepat, Jalilova tampak semangat menjelaskan tentang penderitaan dirinya dan muslim Uighur lainnya. Namun, saat dia bercerita tentang apa yang dialaminya di ruangan sebesar 7x3x6 itu, air mata Jalilova tiba-tiba mengucur.

"Maaf saya teringat dari saudara-saudara saya di sana," ujar Jalilova sembari mengelap air matanya.

Dia tak kuasa mengingat penderitaan di ruangan itu bersama muslimah Uighur lainnya. Di sana, Jalilova dilarang menggunakan bahasa Uighur dan diwajibkan menggunakan bahasa Cina.

Jalilova mengatakan, dirinya mengalami penyiksaan di ruangan itu selama kurang lebih 16 bulan. Pada suatu hari, dirinya dan teman-temannya juga pernah diinterogasi selama 24 jam tanpa segelas minum atau roti, sehingga dia pun mengalami kelaparan.

Sementara, saat malam hari dirinya dan teman-temannya harus bergantian tidur karena ruangan itu dihuni sekitar 40 sampai 50 orang. Untuk buang air besar atau air kecil juga harus dilakukan di ruangan tersebut, sehingga semua orang di ruangan itu bisa melihatnya.

"Di sini udara kita sedikit panas di sini (Indonesia), tapi di sana kita sangat kedinginan tanpa selimut dan bantal ," ujarnya sembari mengelap air matanya.

Menurut dia, dirinya dan teman-temannya juga selalu di awasi kamera pengintai atau CCTV. Bahkan, di ruangan itu terdapat perekam suara untuk mendeteksi segala gerak-gerik yang ada di ruangan itu.

"Sekecil apapun kesalahan yang dilakukan, kita akan diisolasi ke sebuah ruangan tanpa cahaya yang mana di sana juga terdapat banyak tikus," katanya, masih menangis tersedu-sedu.

Jalilova juga sempat mengungkapkan kesengsaraannya ini saat berkunjung ke kantor Harian Republika di Jalan Warung Buncit 37, Jakarta Selatan, Jumat (17/12) kemarin. 

Jalilova diciduk aparat Cina di Kota Urumqi, Provinsi Xianjang setelah ketahuan bahwa dirinya adalah keturunan etnis Uighur, meski dia berasal dari Kazakhtan-Cina Xianjang. Saat ditahan, ia bingung dengan tuduhannya yakni mentransfer sejumlah dana ilegal dari Cina dan Turki ke Xinjang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VQM1P5
January 13, 2019 at 12:40AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VQM1P5
via IFTTT
Share: