Showing posts with label 2019 at 04:13PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:13PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Rabithah Alawiyah Sesalkan Terjadinya Degradasi Gelar Habib

Rabithah Alawiyah menyatakan gelar habib tak disematkan semata karena sisilah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPP Rabithah Alawiyah menyesalkan terjadinya degradasi gelar habib di masyarakat. DPP Rabithah Alawiyah pun mengeluarkan maklumat terkait keadaan saat ini di mana seseorang yang menyandang predikat habib terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Saat ini, telah terjadi degradasi sebutan habib di masyarakat," demikian pernyataan wadah habib se-Indonesia itu.

DPP Rabithah Alawiyah dalam pernyataan tertulisnya menjelaskan, makna kata "habib" adalah seseorang yang dicintai. Dalam masyarakat Indonesia, kata habib disematkan pada seorang yang memiliki ketersambungan silsilah dengan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Siti Fatimah Azzahra RA, yang di masyarakat menjadi tokoh yang dituakan.

Habib memiliki ciri menjunjung adab dan sopan santun dan memiliki dasar keilmuan. Seorang habib juga selalu mengajak ke kebaikan di setiap tempat di mana beliau berada.

"Karena itu, tidak semua yang memiliki ketersambungan silsilah yang dimaksud bisa diberikan sematan habib," demikian menurut DPP Rabithah Alawiyah.

Untuk itu, DPP Rabithah Alawiyah menyatakan siapapun yang terbukti melakukan kerusuhan atau tindak pidana harus ditindak dengan tegas berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kami meminta kepolisian RI dan aparat keamanan yang lain menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), menghindari tindakan represif, dan mengedepankan pendekatan persuasif serta melakukan pembinaan terhadap anggotanya untuk mengayomi masyarakat," sebutnya.

DPP Rabithah Alawiyah juga prihatin dan menyayangkan jatuhnya korban pada peristiwa 21-22 Mei 2019 serta ikut berbela sungkawa kepada keluarga korban meninggal. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh siapapun yang dapat menimbulkan kekacauan atau kerusuhan.

DPP Rabithah Alawiyah menyerukan masyarakat untuk saling menghormati pilihan politik. Tata cara yang baik dalam menyikapi perbedaan yang ada harus dikedepankan.

"Semoga Allah SWT selalu mencurahkan Rahmat-Nya dan melindungi negara yang kita cintai. Izinkan kami untuk mengajak kita semua, seluruh komponen anak bangsa, untuk menempatkan kemanusiaan di atas segala perbedaan. Keadilan sejati hadir lewat akhlak yang baik. Dan tanpa akhlak yang baik perjuangan mencari keadilan hanya akan menjadi kesia-siaan," demikian pernyataan Rabithah Alawiyah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YQ3HuQ
May 29, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YQ3HuQ
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Puasa Itu Menyuburkan Rohani (2-Habis)

Puasa berarti melatih sisi rohani manusia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa secara khusus penuh dengan nilai-nilai spiritualitas (ruhiyah). Makan sahur itu bukan sekedar makan pagi. Tapi sebuah amalan ibadah yang padanya dijanjikan barakah.

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu ada barokah” (hadits).

Barakah itu adalah nilai yang bersentuhan langsung dengan Allah (Tabaraka). Sehingga dengan sendirinya merupakan “penguatan ruh” yang memang langsung dari Allah (ruhina).

Singkatnya semua amalan yang terjadi di Bulan Ramadan, sholat-sholat sunnah, baca Al-Quran, tarawih dan qiyaam, hingga kepada sadaqah dan bahkan tidur sekalipun bernilai spiritualitas.

Puasa diakhiri dengan berbuka puasa (iftar). Sebuah amalan yang bukan sekedar makan malam seperti biasanya. Tapi semua amalan yang sarat dengan nilai ruhiyah.

Karenanya, doa berbuka semuanya dikaitkan dikaitkan langsung dengan Ilahi: “untuk Engkau Aku berpuasa, kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu juga aku berbuka puasa. Maka terimalah dariku. Sunnguh Engkau Maha mendengar lagi Maha melihat”.

Karenanya, bulan Ramadan ini harus menjadi momentum yang baik dalam membangun kehidupan ruhiyah yang solid. Kerapuhan nilai-nilai spiritualitas menjadikan manusia terombang-ambing dalam pergerakan  gelombang dunia yang tiada akhir.

Kehidupan materialistis, konsumeris dan hedonistis menjadikan manusia semakin rakus dan kehilangan nuraninya. Akibatnya dalam dunia yang kerap kali diakui sebagai dunia modern yang lebih beradab (civilized) manusia justeru berkarakter biadab. Bahkan lebih biadab dari hewan.

“Mereka bagaikan hewan. Bahkan lebih sesaat dari hewan” (Alquran).

Semoga puasa kita menumbuh suburkan hati dan ruh kita sehingga dorongan dunia yang dahsyat ini mampu terimbangi. Keseimbangan dalam hidup materi (jasad) dan spiritualitas (ruh) inilah yang menjadikan Islam sebagia agama yang unik.

Agama yang membangun kebaikan pada dua aspek kehidupan. Hasanah fid-dunya wa hasanah fil-akhirah. Amin.

New York, 20 Mei 2019

*) Penulis adalah Presiden Nusantara Foundation

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Em1K1r
May 21, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Em1K1r
via IFTTT
Share:

Monday, May 20, 2019

Bongkaran Gedung Sekolah Renggut Satu Jiwa

Bongkaran bangunan SDN 11 Pasar Baru menimpa warung makan dan menewaskan pemiliknya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses pembongkaran gedung SDN 11 Pasar Baru di Jalan Kelinci Raya Kelurahan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat merenggut satu jiwa. Bongkaran bangunan sekolah menimpa warung makan Semarang milik Lestari Ningsih (59 tahun) pada Ahad (19/5), sekitar 10.30 WIB.

"Ternyata di dalam warung itu ada orang makan satu, karyawannya satu, sama pemilik warung yang meninggal itu, Bu Lestari Ningsih," ujar Aisyah (18) saat ditemui Republika di lokasi kejadian, Senin (20/5).

Aisyah merupakan anak pemilik warteg yang berada di samping warung makan Semarang Bu Ningsih. Ia menjelaskan pemilik warung telah meminta agar diberikan kabar jika pembongkaran akan dilakukan di sisi dekat warung. Namun, kata Aisyah, pembongkaran gedung sedang dilakukan di sisi lainnya, bukan di bagian yang menempel dengan warung makan. Sehingga tak ada informasi.

Para pekerja pun tak tahu bahwa akibat pembongkaran itu kontruksi sisi lain justru runtuh. Suami Bu Ningsih, Pak Yono, bahkan memanggil sendiri para pekerja agar membantu mengevakuasi korban tertimpa reruntuhan.

Aisyah mengatakan, saat pembongkaran bangunan dilakukan terjadi getaran-getaran. Sebab, pengerjaannya juga dilakukan dengan menggunakan alat berat.

"Memang ada pekerjaan pembongkaran, tapi memang biasanya gemetar karena pakainya alat berat. Enggak tahu kenapa, tiba-tiba tembok roboh, saya lihatnya sudah roboh ke samping, ambruk di jalan, warungnya juga sudah hancur," jelas dia.

Menurut Aisyah, para korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Dua orang korban mendapatkan perawatan karena mendapati luka dan patah tulang. Sementara jasad Bu Ningsih langsung dimakamkan di daerah asalnya di Semarang, Jawa Tengah.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan pemilik warung ataupun pedagang di sekitar sekolah meninggalkan tempat tersebut untuk sementara. Selama proses pembangunan rehabilitasi sekolah demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Masyarakat sekitar termasuk warung-warung sudah diperintahkan untuk pindah, tapi ada beberapa yang tidak mau pindah, dan akhirnya ada bagian tembok yang lepas," kata dia saat dihubungi Republika.

Ia mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah bertanggung jawab terhadap ketiga korban tersebut. Mulai dari perawatan di Rumah Sakit Tarakan milik Pemprov DKI hingga proses pemakaman.

Kepala Sekolah SDN 11 Pasar Baru, Nurmasiti menambahkan, gedung SDN 11 Pasar Baru akan direhabilitasi total tahun ini. Sebab, kondisinya memang rapuh sejak dibangun 1970 dan rehabilitasi ringan pada 2010 lalu.

Adanya insiden ini tidak memengaruhi kegiatan belajar mengajar sekolah yang sudah pindah sementara ini sejak 15 April lalu. Sementara itu, penyelidikan dari kepolisian hingga kini masih ditangani Polsek Sawah Besar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Weklqq
May 20, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Weklqq
via IFTTT
Share:

Merapi Muntahkan 11 Lava Pijar Sebelum Subuh

Gunung Merapi turut mengeluarkan aktivitas kegempaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Aktivitas guguran Gunung Merapi memang masih sangat tinggi. Selama periode Ahad (19/5) malam sampai Senin (20/5) dini hari sudah 11 guguran lava pijar dimuntahkan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sunarta melaporkan, guguran terjadi pada pukul 21.23, 23.02, 23.44, 00.16, 00.42, 01.22, 01.58, 02.19, 04.04, 04.11 dan 04.13 WIB. "Guguran lava tiga kali dengan jarak luncur 350-950 meter, delapan kali dengan jarak luncur 450-1.500 meter," kata Sunarta, Senin (20/5) pagi.

Selain itu, Gunung Merapi turut mengeluarkan aktivitas kegempaan. Mulai 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-25 milimeter, dan durasi 25-131 detik.

Lalu, satu kali hembusan dengan amplitudo 10 milimeter berdurasi 44 detik. Kemudian, tiga kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo dua milimeter berdurasi 10-20 detik.

Kemudian, terdapat pula dua kali gempa fase banyak atau hybrid. Gempa terjadi dengan amplitudo 3-13 milimeter dengan durasi 9,3-22,4 detik.

Secara meteorologi, cuaca cerah, berawan dan mendung dengan angin bertiup lemah ke timur laut dan barat. Suhu 14,5-18,9 derajat celcius dan kelembaban 69-97 persen dan tekanan 568-709 milimetermerkuri.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah," ujar Sunarta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LWfNkM
May 20, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LWfNkM
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Mudik dengan KA, Ini Aturan yang Harus Ditaati Penumpang

Penumpang dilarang membawa bagasi lebih dari 20 kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- PT KAI mengimbau kepada setiap penumpang untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Hal itu demi keamanan dan kenyamanan para penumpang selama dalam perjalanan.

Adapun peraturan itu di antaranya mengenai ketentuan kapasitas bagasi yang tidak melebihi 20 kilogram. Untuk penumpang yang membawa bagasi melebihi ketentuan yang ditetapkan, akan dikenakan bea kelebihan bagasi dengan tarif bagasi KA eksekutif Rp 10 ribu per kilogram, KA Bisnis Rp 6.000 per kilogram dan KA Ekonomi Rp 2.000 per kilogram.

"Patut diingat juga bahwa perjalanan KA bebas asap rokok. Jika ada penumpang yang merokok, maka penumpang itu akan diturunkan di stasiun pertama KA berhenti," kata Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, Kamis (16/5).

Selain itu, lanjut Tamsil, penumpang juga diharapkan memperhatikan ketentuan barang-barang yang tidak dapat dibawa di atas KA. Seperti misalnya, bahan yang mudah meledak, narkoba, senjata api/tajam, hewan peliharaan, maupun barang dengan bau menyengat yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.

Khusus bagi penumpang ibu hamil, yang diperbolehkan naik KA jarak jauh adalah usia kehamilannya 14 pekan sampai 28 pekan. Sedangkan ibu hamil dengan usia kandungan di luar masa tersebut harus menyertakan surat keterangan dokter/bidan yang menyatakan kondisi ibu dan kandungannya sehat serta wajib didampingi minimal satu penumpang dewasa.

Sementara itu, untuk memudahkan penumpang, Tamsil menambahkan, pihaknya menyediakan layanan e-boarding pass sehingga tidak perlu mengantre lagi untuk mencetak boardingpass di check-in counter. Layanan tersebut hanya terdapat pada aplikasi KAI Access.

"Kami juga mengingatkan agar penumpang tidak lupa membawa kartu identitas untuk pengecekan saat proses boarding. Utamakan selalu keselamatan dan menjaga barang bawaan masing-masing demi perjalanan mudik dan balik yang aman, lancar dan nyaman," kata Tamsil. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QbMmcY
May 16, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QbMmcY
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

KPK Merespons ICW dan TII

ICW dan TII mengkritik kinerja KPK selama empat tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan tujuh hal pokok merespons kajian dan kritik yang disampaikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII). Kedua lembaga itu mengkritik kinerja KPK selama empat tahun ini.

"Bagi kami, kajian seperti ini akan sangat membantu KPK untuk mengidentifikasi lebih jelas bagian-bagian mana yang perlu diperkuat dan yang masih belum maksimal dikerjakan KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (13/5).

Tujuh hal pokok itu adalah, Febri mengatakan, pertama, peningkatkan jumlah kasus di penindakan. "Sejak pimpinan jilid ini dilantik pada Desember 2015 lalu, tren penindakan KPK selama kurun waktu 2015-2018 selalu mengalami kenaikan. Penyidikan dari 99 di tahun 2016 menjadi 199 kasus di tahun 2018. Penuntutan dari 76 menjadi 151 kasus," ujar Febri.

Kedua, lanjut Febri, sejumlah kasus korupsi besar dan menjadi perhatian publik ditangani dalam era kepemimpinan saat ini, yaitu Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pertama kali ditingkatkan ke penyidikan pada Maret 2017. "Kemudian, KPK tidak berhenti pada satu orang tersangka. Saat ini, proses pengembangan perkara juga sedang berjalan di KPK," katanya lagi.

Adapun pengembangan perkara itu, yakni mantan Ketua DPR RI Setya Novanto diproses dalam kasus KTP elektronik, proses hukum terhadap enam korporasi, yakni PT Duta Graha Indah atau PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE), PT Tuah Sejati, PT Nindya Karya (Persero), PT Tradha, PT Merial Esa, dan PT Palma Satu. "Sedangkan kasus TPPU pertama kali adalah untuk korporasi PT Tradha sebagai pengembangan kasus Kebumen," kata Febri pula.

Ketiga, kata Febri, soal sejumlah kasus korupsi dengan kerugian negara triliunan rupiah. Ini seperti kasus pemberian keterangan lunas BLBI dengan kerugian negara Rp4,58 triliun, pengadaan KTP-el dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun, izin pertambangan di Kabupaten Konawe Utara Rp 2,7 triliun, dan izin pertambangan di Kabupaten Kotawaringin Timur Rp 5,8 triliun.

Keempat, terkait dengan tinggi rendah tuntutan terhadap terdakwa, KPK memandang hal tersebut tidak bisa dianalisis menggunakan pendekatan rata-rata. Sebab, ia mengatakan, ada berbagai pertimbangan, yaitu bentuk korupsi yang berbeda memiliki ancaman pidana yang berbeda.

"Misalnya menurut pasal 5 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, pemberi suap diancam pidana maksimal 5 tahun. Sedangkan kasus suap merupakan kasus yang paling dominan ditangani KPK dalam 4 tahun berjalan ini, sehingga tinggi rendah tuntutan dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun tentu tidak bisa dirata-ratakan dengan ancaman pidana 20 tahun atau seumur hidup," ujar Febri.

Menurutnya, penuntut umum perlu memperhatikan sikap kooperatif atau tidak pelaku korupsi jika terdakwa koperatif, maka secara adil tuntutan tentu tidak dapat berikan maksimal sehingga hal ini bersifat kasuistis. "Jika seorang terdakwa menjadi ''justice collaborator'', maka tuntutan akan dijatuhkan lebih rendah. Hal ini juga bersifat kasuistis," kata Febri pula.

Ia pun menyatakan jika ke depan hal ini menjadi perhatian pihak peneliti dalam melakukan kajian atau evaluasi terhadap tuntutan KPK, maka diharapkan hasilnya dapat lebih baik dan sangat membantu KPK. "Bahkan, jika dibutuhkan dapat dilakukan kajian lebih mendalam terhadap materi-materi perkara-perkara yang ditangani, sebagaimana yang dulu pernah dilakukan ICW dan TII yang dapat dilakukan terhadap putusan-putusan tindak pidana korupsi," ujar Febri.

Kelima, kata dia, terkait catatan terhadap penyerapan anggaran KPK bahwa dalam penggunaan anggaran, lembaganya berupaya merencanakan penganggaran sebaik mungkin dan menggunakan seefektif mungkin. KPK memandang sudah tidak saatnya kemampuan menghabiskan anggaran sebagai indikator keberhasilan, tetapi lebih tepat jika menggunakan indikator efektivitas penggunaan anggaran dan pelaksanaan tugas dan wewenang.

"Karena APBN yang dialokasikan ke KPK harus digunakan dengan sebaik-baiknya dengan prinsip anggaran berbasis kinerja," ujar Febri.

Keenam, Febri menyatakan bahwa KPK melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang penindakan. Ia mengungkapkan pimpinan KPK telah mengambil kebijakan proses rotasi dalam untuk memperkuat tenaga penyidik, sebagaimana yang diterapkan pertama kali tahun ini yang mengangkat 21 orang penyidik dari sumber penyelidik.

"Selain itu, proses seleksi penyidik dari unsur Polri juga dilakukan. Pada Mei 2019 ini sedang berlangsung, di mana sekitar 19 orang anggota Polri lulus sampai tahap seleksi kompetensi. Berikutnya akan mengikuti tes kesehatan dan wawancara," ujarnya.

KPK, kata dia, juga terus akan menambah SDM untuk mengisi unit-unit yang bekerja dan terkait di bidang penindakan, seperti penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan serta unit terkait lainnya.

Ketujuh, kata Febri, untuk program pencegahan membutuhkan komitmen yang sama kuatnya antara KPK dan pihak yang ingin diperbaiki serta political will yang kuat dari unsur pimpinan instansi masing-masing baik pusat atau daerah. "Masyarakat juga dapat memantau perkembangan pelaksanaan upaya pencegahan melalui sejumlah ''website'' yang dikelola KPK, yaitu kepatuhan LHKPN di http://bit.ly/2CYvNLV dan http://bit.ly/2LSuC83" kata dia lagi.

Selanjutnya, pengawasan implementasi LHKPN di instansi pada 2018 adalah 91,07 persen, pengawasan kepatuhan LHKPN per 31 Maret 2019 adalah 75,05 persen, dan sampai saat ini kepatuhan LHKPN mencapai 85,44 persen. "Saat ini, progres LHKPN periodik tahun 2018 yang dilaporkan sejak awal 2019 juga telah dapat dilihat di bagian monitoring kepatuhan di http://bit.ly/2VUx41z dan koordinasi dan supervisi pencegahan di http://bit.ly/2LSuCF5" katanya lagi.

Karena itu, kata dia, dalam pelaksanaan tugasnya, KPK memang sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama sejumlah pihak baik dari institusi pemerintahan, penegak hukum, media massa, dan masyarakat sipil. "Kajian-kajian yang menjadi evaluasi bagi KPK merupakan salah satu hal penting yang kami tempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat KPK dan meningkatkan akuntabilitas kinerja KPK. Kami tentu akan berbuat semaksimal mungkin dalam ikhtiar pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Febri pula.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VY1IH5
May 13, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VY1IH5
via IFTTT
Share:

Friday, May 3, 2019

Ekonom: Kebijakan tak Sesuai dengan Permintaan Konsumsi

Pemerintah perlu merespons cepat permintaan barang kelompok pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai, inflasi bahan makanan yang termasuk di dalamnya bawang putih disebabkan oleh adanya ketidaksinkronan kebijakan pemerintah dengan kondisi riil permintaan konsumsi masyarakat. Harga komoditas bawang putih mengalami kenaikan mencapai 35 persen dan berkontribusi  pada inflasi sebesar 0,09 persen.

Diketahui, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada, Kamis (2/5) kemarin, inflasi bahan makanan mencapai 1,45 persen. Sedangkan komoditas utama yang mendorong laju inflasi yakni bawang merah dan bawang putih.

Harga bawang merah dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan rerata 22,93 persen dan memberi andi inflasi sebesar 0,13 persen. Sedangkan harga komoditas bawang putih mengalami kenaikan mencapai 35 persen dan berkontribusi  pada inflasi sebesar 0,09 persen.

“Di satu sisi misalnya, kita lihat ada permintaan untuk impor bawang putih. Tapi di sisi lain pemerintah justru pernah menyatakan tidak perlu ada impor untuk stabilisasi harga,” kata Nailul saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (3/5).

Dia menilai, guna mengantisipasi lonjakan inflasi pada bulan selanjutnya, pemerintah perlu merespons cepat permintaan barang kelompok pangan yang trennya terus meningkat. Terlebih, kata dia, jelang Ramadhan rata-rata permintaan konsumsi bahan-bahan kelompok makanan akan meningkat.

Menurut dia, pada langkah pendek menjaga stabilitas harga, pemerintah perlu melakukan operasi pasar (OP) dengan membanjiri stok di pasar. Dengan itu, dia memproyeksi harga dapat turun secara signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, perlu ada cara lain dalam menahan inflasi kelompok bahan makanan dan sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan.

“Gudang ini harus diperbaiki, yang ada pengaturnya. Jadi nanti ketika panen bisa terserap,” kata Darmin.

Menurut Darmin, saat ini apabila belum ada langkah lain untuk mengantisipasi pasokan, maka harga pangan ketika panen akan jatuh sedangkan bila tidak ada panen harganya akan naik. Dia mencontohkan, di Brebes yang merupakan sentra bawang merah sudah terdapat gudang pengatur namun belum memiliki cold storage levelnya. Sedangkan, kapasitas penyerapan pasokan ketika panen cukup besar.

“Nanti kita lihat, sudah beroperasi itu. Dia buat gudang, enam bulan tahan, tetap segar,” kata dia.

Sehingga, kata Darmin, tahun depan diharapkan ketika panen berlangsung semua hasil produksi dapat dimasukkan ke dalam gudang untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan hingga enam bulan pascapanen. Kendati demikian, Darmin belum mengetahui apakah gudang tersebut cocok untuk dijadikan gudang penimpanan komoditas lainnya atau tidak.

Darmin memastikan, pemerintah tidak perlu mengambil langkah jangka pendek maupun langkah spesial dalam menghadapi inflasi April kemarin. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini terbilang baik-baik saja hanya memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vChPvn
May 03, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vChPvn
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

Diberi Nama Muslim, Prabowo: Saya Masih Renungkan

Prabowo mengajak seluruh pendukungnya untuk terus menjaga formulir C1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan orasi dalam acara syukuran kemenangan, Jumat (19/4). Dalam orasinya, Prabowo mengaku diberi nama Muslim oleh para tokoh ulama.

"Mereka beri nama saya Haji Ahmad Prabowo Subianto," kata Prabowo disambut tepuk tangan pendukungnya.

Prabowo mengaku masih merenungkan pemberian nama tersebut. Menurutnya ia masih harus berkonsultasi dengan banyak pihak.

"Tapi nanti saya akan tanya, nanti pantas atau tidak. Tapi nanti kalau disingkat bagaimana ya?" tanya Prabowo ke pendukungnya.

Selain itu, Prabowo mengajak seluruh  pendukungnya untuk terus menjaga formulir C1 Plano. Prabowo menyatakan, ada pihak-pihak yang ingin menghilangkan kotak suara. 

"Pastikan jangan sampai ada angka yang diubah, pastikan angka yang diinput sesuai dengan yang tercantum di form C1. Jangan sampai suara rakyat kita dicurangi terus," tuturnya.

Sejumlah tokoh ulama yang hadir diantaranya Ustaz Yusuf Martak, Ustaz Slamet Maarif, Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Alkhathathath, Ustaz Sambo, dan Ustaz Sobri Lubis.  Sementara tokoh partai yang hadir diantaranya Amien Rais, Ahmad Muzani, Fadli Zon.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KQ6HFH
April 19, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KQ6HFH
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Jokowi-Maruf Unggup di TPS Tempat Keluarganya Mencoblos

Ada dua anak Jokowi yang mencoblos di TPS 38 Tirtoyoso.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan perolehan 93,8 persen suara di tempat pemungutan suara (TPS) 38 Tirtoyoso, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (17/4) sore. TPS tersebut merupakan lokasi keluarga Jokowi memberikan hak suara.

Keluarga Jokowi yang memberikan hak suara di TPS tersebut yakni, sang ibunda Sudjiatmi Notomiharjo, dua putranya yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, serta sang menantu yakni Selvi Ananda.

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 38 tersebut sebanyak 187 DPT. Jumlah yang memberikan hak suara sebanyak 162 pemilih. Dari jumlah tersebut, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan 152 suara, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan delapan suara, serta terdapat dua surat suara yang dinyatakan tidak sah.

"Disini tingkat partisipasinya 86,6 persen, dari 187 DPT yang mencoblos 162 pemilih," kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 38, Sunarso, kepada wartawan seusai penghitungan surat suara capres-cawapres.

TPS 38 Tirtoyoso Manahan berada di halaman rumah salah satu warga. Tak ada yang spesial dari TPS tersebut. Dua buah umbul-umbul bendera merah putih dipasang di samping pintu masuk. Pada salah satu sisi, tepatnya belakang bilik suara, dipasang kain warna merah dan putih sebagai dinding pembatas. Para anggota KPPS kompak mengenakan baju batik warna putih bermotif coklat. TPS tersebut juga tidak dijaga secara ketat. Ada beberapa personel kepolisian, TNI dan Satpol PP yang menjaga di depan TPS tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GqXT4S
April 17, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GqXT4S
via IFTTT
Share:

Sunday, March 17, 2019

Skema Dugaan Jual Beli Jabatan Ala Romi

M Rommahurmuziy (Romi).

Foto: Dok Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID,

Skema Dugaan Jual Beli Jabatan Ala Romi di Kemenag

 

Suap pertama:

 

- Muhammad Muafaq Wirahadi mendaftar seleksi jabatan kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

 

- Haris Hasanuddin mendaftar seleksi jabatan kepala kantor wilayah Kemenag Jatim.

 

- Muafaq dan Haris mendatangi rumah Romi an menyerahkan uang Rp 250 juta pada 6 Februari 2019.

 

 

Suap kedua:

- Awal Marat 2019, Haris dilantik sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

- Muafaq kemudian meminta bantuan Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

- 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan caleg DPRD Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi di Hotel Surabaya dan menyerahkan uang Rp 50 juta untuk memuluskan jabatan Muafaq.

- KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menangkap semuanya. 

- 16 Maret 2019, KPK menetapkan tersangka untuk tiga orang, Yaitu, Romi, Muafaq, dan Haris.  

 

Sumber: KPK, Pengolah Data: Muhammad Hafil, Ilustrator:

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Oa2XwP
March 17, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Oa2XwP
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 13, 2019

Cara Telkom University Menjadi Kampus Hijau

Telkom menciptakan robot untuk mendeteksi polusi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONGSOANG- Telkom University terus mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan hidup ke lingkungan civitas akademika diantaranya dosen, staf dan mahasiswa. Langkah tersebut dilakukan agar kesadaran terhadap lingkungan hidup meningkat dan menjadi kampus hijau.

Rektor Telkom University, Adiwijaya mengaku terus berupaya agar kampus menjadi kampus hijau yang ramah dan peduli lingkungan.

"Pendidikan memuat mata kuliah pengenalan lingkungan dan program lingkungan. Penelitian kita mensuport salah satunya misal beberapa peralatan otomasi penggunaan listrik, solar panel untuk pengurangan sumber listrik," ujarnya di Telkom University, Rabu (13/3).

Selain itu, ia mengungkapkan pihaknya juga aktif dalam program Citarum Harum. Dengan menciptakan robot-robot yang bisa mendeteksi polusi. Kemudian penelitian agar masyarakat betah bermain disekitar wilayah sungai.

Harapan yang bisa diperoleh dengan kepedulian terhadap lingkungan, menurutnya adalah kesadaran pada tiap individu masing-masing civitas akademika. Seperti mahasiswa mulai sadar mengolah sampah organik dan non organik.

Kemudian, dirinya mengatakan setelah sadar maka langkah selanjutnya mahasiswa bisa aktif dan peduli untuk membagikan tentang pengelolaan lingkungan hidup ke teman-teman lainnya di kampus.

Adiwijaya mengatakan salah satu gedung Tokong Nanas di Telkom University sudah menggunakan lampu otomatis. Selain itu, dengan adanya asrama maka bisa mereduksi emisi karbon.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2u7k09A
March 13, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2u7k09A
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 6, 2019

Polisi Sebut Perempuan Bersama Andi Arief Sekadar Teman

Iqbal enggan menjelaskan identitas dan hubungan Andi Arief dengan perempuan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian menyebut wanita berinisial L yang ditemukan saat penggerebekan Politikus Partai Demokrat Andi Arief di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, pada Ahad (3/3) lalu adalah teman Andi Arief. "Teman, sahabatlah," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal di Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (6/3).

Iqbal tak mau menjelaskan lebih rinci identitas dan hubungan Andi Arief dengan perempuan tersebut. Saat ditanya soal profesi wanita tersebut Iqbal hanya menjawab: "eks mahasiswa," tanpa menjelaskan lebih rinci sedang apa wanita tersebut. 

Awalnya, kepolisian menyebut Andi Arief ditemukan seorang diri di kamar Hotel Peninsula. Namun, pascapenggerebekan beredar foto wanita tersebut.

Iqbal lebih lanjut menjelaskan, perempuan itu ditemukan di kamar mandi setelah dilakukan pengembangan pascapenggerebekan. Polisi pun melakukan tes urine pada perempuan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Daniyanto menyatakan, perempuan bersama Andi Arief yang diperkirakan berumur 30an tahun tersebut negatif narkoba. Polisi pun kemudian memulangkan wanita tersebut. "Kami hubungi keluarganya untuk dijemput," ujar Eko Daniyanto di Badan Narkotika Nasional, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/3).

Sementara, Andi Arief berdasarkan hasil asesement atau penilaian yang dilakukan oleh BNN hanya dipersilakan menjalani rehabilitasi jalan tanpa harus mendekam di Panti Rehabilitasi BNN. Hal ini lantaran saat penggerebekan, tidak ditemukan narkotika pada Andi Arief. Andi Arief juga dipastikan polisi tak terkait dengan jaringan peredaran narkoba. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IQLqdQ
March 06, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IQLqdQ
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Satgas Antimafia Bola Tuduh Hidayat Lakukan Suap

Sejak Januari 2019, satgas memeriksa 14 saksi terkait pelaporan terhadap Hidayat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satgas Antimafia Bola Polri menetapkan eks anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, sebagai tersangka. Hidayat menjadi tersangka pertama dalam pelaporan pengaturan pertandingan di Liga 2 terkait laga PSS Sleman melawan Madura FC.

Polri menetapkan Hidayat dengan sangkaan suap. Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, Hidayat ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik dalam tim satgas melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan gelar perkara, pada Jumat (22/2).

“Setelah penyidik melakukan pemeriksaan, saudara H ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan Liga 2,” kata Dedi, Senin (25/2).

Sejak Januari 2019, satgas memeriksa tak kurang dari 14 saksi terkait pelaporan terhadap Hidayat. Termasuk Berlinton Siahaan, yang saat itu masih menjabat direktur utama operator kompetisi Liga Indonesia baru (LIB), sekaligus bendahara di PSSI. Satgas juga sempat memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destri. Satgas juga sudah melakukan penggeledahan di rumah Hidayat, di Surabaya, Jawa Timur.

Paling penting dalam pemeriksaan di satgas, yaitu keterangan dari manajer Madura, Yanuar Herwanto, yang menjadi pelapor. Dedi menerangkan, kasus Hidayat berawal dari aksinya melakukan pengaturan pertandingan babak delapan besar antara PSS vs Madura pada medio November 2018. Hidayat menawarkan uang senilai Rp 100 juta agar Madura kalah.

Menurut Dedi, Yanuar menolak tawaran tersebut. Namun Hidayat mengancam akan ‘membeli’ para pemain Madura saat di lapangan dengan uang senilai Rp 150 juta agar PSS dapat memenangkan pertandingan. “Tersangka H menawarkan uang kepada saudara Y dengan disertai sedikit ancaman. Kalau tidak menurut, saudara H akan membayar pemain-pemain dari saudara Y,” terang Dedi. 

Karena aksinya itu, satgas menetapkan Hidayat sebagai tersangka dalam Pasal 2 UU 11/1980 tentang Tindak Pidana Suap, juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 53 ayat (1) KUH Pidana. Hidayat terancam hukuman sampai lima tahun penjara jika terbukti.

Selanjutnya, kata Dedi, satgas akan memeriksa Hidayat pada Rabu (27/2) di Polda Metro Jaya. Hidayat menjadi tersangka yang ke-16 dalam pemberantasan mafia di kompetisi sepak bola Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GKFykp
February 25, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GKFykp
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Sambut Tanwir, Haedar Nashir Bicara Literasi Pencerahan

Menkominfo mengapresiasi Muhammadiyah dan gerakan-gerakan literasinya

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Adanya media sosial memungkinkan  setiap orang untuk memproduksi informasi apa saja dan kapan saja. Hal itu membedakannya dari media massa yang di dalamnya masih terdapat aspek kendali oleh sidang redaksi.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Menurut dia, di media sosial kini fakta telah dikalahkan oleh opini. Dengan begitu, pernyataan-pernyataan yang secara fakta salah bisa dianggap benar bila diopinikan demikian. Karena itu, Haedar mengusulkan adanya literasi pencerahan, khususnya di media sosial.

“Maka di forum tanwir (Muhammadiyah) ini kita juga akan menggunakan diksi 'literasi pencerahan.' Diksi ini harus digelorakan, sebab cerah itu bagus dan Islam itu mencerahkan," kata Haedar Nashir dalam acara Seminar Pra-Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu, Kamis (14/2).

Turut hadir dalam acara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan para ketua Muhammadiyah, yakni Prof Dadang Kahmad, Prof Yunahar Ilyas, Agus Taufiqurahman, dan Dahlan Rais.

Lebih lanjut, cendekiawan kelahiran Bandung, Jawa Barat, itu menuturkan, Muhammadiyah dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menggerakkan gelombang literasi yang berkeadaban. Gerakan itu bertujuan melawan informasi yang membodohkan.

“Kita lawan hasrat-hasrat alamiah dan primitif seperti kebencian, amarah. Naluri-naluri seperti ini ketika menemukan ruang, maka seperti benih yang menyebar. Keburukan-keburukan itu lama kelamaan akan seolah-olah menjadi benar”, ujar dia.

Khususnya bagi generasi muda. Menurut Haedar, literasi yang mencerahkan harus mengajarkan anak-anak muda supaya cerdas dan kritis. Dua hal itu adalah ciri-ciri ulil albab, yaitu orang yang memperoleh petunjuk dan cerdas pemikirannya. Ketika bermedia sosial, mereka diharapkan mampu melakukan seleksi atas berbagai teks atau pesan yang sampai. Hal itu penting untuk mereka mememutuskan, apakah ikut menyebarkan pesan itu ataukah tidak.

“Kalau otak kita terbiasa mengolah (teks), maka akan menjadi cerdas”, demikian Haedar Nashir.

Pada kesempatan yang sama, PP Muhammadiyah juga meluncurkan buku Fikih Informasi. Kandungan buku itu adalah hasil perumusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dan Majelis Pustaka dan Informasi.

Adapun Menkominfo Rudiantara menyambut gembira dirumuskannya Fikih Informasi. Dia berharap buku itu tidak hanya dibaca kalangan warga Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat luas. Muhammadiyah diapresiasi lantaran terus menjadi lokomatif gerakan-gerakan melek informasi yang sehat.

“Buku Fikih Informasi Muhammadiyah sangat membantu saya untuk bicara kemana-mana. Saya berharap Muhammadiyah dapat menarik gerbong masyarakat untuk lebih melek informasi yang sehat. Saya sangat berterimakasih” sambut Menkominfo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DKawVW
February 15, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DKawVW
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Sandiaga tak Ingin Alumni Pangudi Luhur Terpecah Belah

Sandiaga Uno hari ini bertemu dengan alumni PL di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno berkumpul bersama puluhan alumni SMA Pangudi Luhur (PL) di Panglima Polim, Jakarta, Rabu (13/2). Sandiaga mengaku terharu atas acara yang digagas para alumni PL tersebut.

"Terima kasih dan terharu saya dibuatin acara ini, saya nggak pernah ingin karena waktu pilgub DKI saya ngerasain banget gimana kita terbelahnya," kata Sandiaga saat ditemui di Jakarta.

Sandi tidak ingin PL terpecah belah karena pemilu. Ia juga mengaku bangga pernah menjadi bagian dari Pangudi Luhur.

"Saya yakin Pangudi Luhur itu akhirnya semua memiliki jiwa merah putih, NKRI harga mati buat Pangudi Luhur," ucapnya.

Sandiaga pun sempat bernostalgia mengenang masa SMA-nya dulu. Salah satunya yakni hobinya berlari saat ini muncul saat dirinya mengenyam sekolah di PL.

"Di PL dipaksa kan kita lari, betul ya? kalau mau lulus ingat gak? kita disuruh lari, dan itu membentuk karakter saya," kenangnya.

Selain itu, di PL Sandiaga juga diajarkan untuk tidak baperan. Ia mengaku ketika SMA dirinya kerap mengalami perundungan (bully). Pada saat dirinya duduk dibangku kelas satu, dirinya pernah dianugerahkan bencong terbaik pada saat jambore.

"Saya dinobatkan sebagai perwakilan angkatan kita untuk jadi bencong, dan dihukum disuruh pakai daster selama tiga hari," katanya seraya tertawa.

Kendati demikian ia merasa di PL dirinya diajarkan untuk berjiwa besar dan bertekad kuat. Oleh karena saat dirinya dirisak pada saat pilgub DKI Jakarta, Sandiaga mengaku sudah kebal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GK0K9H
February 13, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GK0K9H
via IFTTT
Share:

Thursday, February 7, 2019

Sergio Busquets Akui Barcelona tak Layak Menang

Busquets merasa kedua tim bermain tidak pada level terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Gelandang senior Barcelona, Sergio Busquets, menilai timnya tidak menunjukkan kemampuan maksimal saat menghadapi Real Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey, Kamis (7/2).

Pada laga itu, Barcelona harus puas dengan hasil 1-1 meski bermain di Camp Nou, kandang sendiri. Busquets percaya hasil imbang adalah hal yang paling pantas didapatkan oleh timnya. Namun, ia juga berpendapat bahwa Real Madrid tidak layak untuk menang dalam laga itu.

"Tapi kedua tim tetap memiliki kesempatan," kata Busquets seperti dilansir Marca.

Busquets merasa kedua tim bermain tidak pada level terbaik karena baik Real Madrid atau pun Barcelona hanya menguasai masing-masing satu babak pertandingan. "Hasil seri adalah yang paling adil," ujar dia.

Di satu sisi, Busquets memuji permainan pemain anyar La Blaugrana, Malcom, yang mencetak gol penyeimbang bagi tim tamu. Menurutnya, satu gol yang diceploskan mantan pemain Bordeaux itu penting bagi bekal Barcelona menghadapi Real Madrid pada leg kedua, akhir Februari mendatang.

"Gol itu meningkatkan kepercayaan diri kami. Saya harap kami semua dapat bekerja sama di laga berikutnya," tegas dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RJvIAr
February 07, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RJvIAr
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 6, 2019

JK: Propaganda Rusia Dimaksud Jokowi Itu Ibarat Bika Ambon

Propaganda Rusia bukan merujuk pada campur tangan Rusia sebagai negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menanggapi ramainya istilah propaganda Rusia yang dilontarkan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan lalu. Senada dengan penjelasan Jokowi, JK menilai propaganda Rusia bukan merujuk pada campur tangan Rusia sebagai negara ke Indonesia.

Namun, propaganda Rusia yang dimaksud sebagai salah satu jenis propaganda dengan cara menyebarkan hoaks. "Jadi ini yang dimaksud propaganda. Jadi ini Bika Ambon, bukan Ambonnya, tapi Bikanya itu. Jadi yang dimaksud Propaganda Rusia itu jenisnya, bukan (negara) Rusianya. Iya, sama dengan Russian Roulette," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (6/2).

Namun, JK menilai Rusia sebagai negara tidak ada intervensi langsung kepada Indonesia. Menurutnya, istilah jenis propaganda Rusia bisa jadi karena mengacu sejarah dari negara tersebut.

"Tidak, itu kata jenis itu, Rusia kan pernah negara sosialis berat, komunislah, jadi cara berkampanye memang meyakinkan orang, gini caranya, jadi bukan menyinggung Rusia sebagai negara, tetapi sebagai kata jenis gitu kan," ujar JK.

Namun demikian, JK menilai propaganda lazim digunakan dalam pemilihan. Seperti halnya kampanye, propaganda merupakan cara untuk meyakinkan orang agar memilih calon tertentu.

"Jadi, ya namanya propaganda tentu mengupayakan agar didengar yang baik-baik. Yang jelek-jelek tidak didengarkan, dipercayai yang baik. Yang negatif ya kita usahakan bagaiamana tidak didengarkan," ujar Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tersebut

Istilah propaganda Rusia ini disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Forum Alumni Jatim di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (2/2). Saat itu, ia menjelaskan, adanya tim sukses yang menggunakan propaganda ini untuk menyerang tim lawan. Salah satu ciri utamanya yakni dengan menyebarkan fitnah, hoaks, dan juga dusta.

“Ada tim sukses yang menyiapkan sebuah propaganda yang namanya propaganda Rusia. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan-semburan fitnah, semburan-semburan dusta, semburan-semburan hoaks. Ini yang harus segera diluruskan oleh bapak ibu sekalian, sebagai intelektual," kata Jokowi.

Istilah propaganda Rusia yang disampaikan Jokowi itupun juga membuat Kedutaan Besar Rusia angkat bicara. Menurut Kedubes Rusia, istilah propaganda Rusia di Pilpres Amerika Serikat itu merupakan rekayasa.

“Sebagaimana diketahui istilah 'propaganda Rusia' direkayasa pada 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas,” ujar Kedubes Rusia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DV47IN
February 06, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DV47IN
via IFTTT
Share:

Curhat Boateng Soal Messi, Barca, dan Proses Pendewasaannya

Di usia 31 tahun, Boateng bersyukur bisa dilirik klub raksasa Katalan.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Kevin Prince Boateng menyatakan kekagumannya pada Lionel Messi. Kini keduanya berbagi kamar ganti di Barcelona.

Saat Boateng masih membela klub lain, ia beberapa kali berhadapan dengan Messi. Ia merasa betapa sulitnya menandingi pergerakan kapten tim nasional Argentina itu.

Sekarang Boateng tidak perlu bersusah payah mengadang La Pulga. Ia malah terkesima melihat aksi peraih lima ballon d'Or (pemain terbaik dunia) di setiap sesi latihan.

"Ajaib. Dia dapat melakukan semuanya sendiri. Itu luar biasa," kata pemain pinjaman dari Sassuolo, dikutip dari Marca, Rabu (6/2).

Sebelum ke Barca, Boateng malang-melintang di sejumlah klub. Selain Sassuolo, saudara kandung Jerome Boateng ini pernah berkostum Schalke O4, AC Milan, Entracht Frankfurt, dan sejumlah tim lainnya.

Boateng bersyukur bisa dilirik klub raksasa Katalan. Padahal usianya sudah menginjak 31 tahun. "Bermain untuk tim ini sesuatu yang paling mengasyikkan yang bisa terjadi pada Anda. Meskipun saya agak tua, ini mimpi yang menjadi nyata, berada di sini," jelasnya.

Boateng.

Boateng mengisahkan, pada awal karier, ia sempat berada di langit. Masih berusia 18 tahun, ia memegang banyak uang dan terkenal.

Hal tersebut memengaruhi pola hidupnya. Boateng mengaku tidak berlatih secara teratur dan kurang menjaga pola makan dengan baik.

Tapi setelah mempunyai anak, semuanya berubah. "Itu membuat saya dewasa. Tanpa itu, saya tidak akan bermain untuk tim seperti Milan atau Barcelona," kenang Boateng.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MPKvZH
February 06, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MPKvZH
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 5, 2019

Pemprov Jabar Jadikan 12 Ribu Hektare Lahan Jadi Hutan

Penambahan hutan tersebut dengan cara mengkonversi area perkebunan kurang produktif

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan menambah luas hutan. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, sedikitnya ada 12 ribu hektar yang akan dijadikan hutan dalam proyek kerja sama dengan pemerintah pusat ini. Penambahan hutan tersebut dengan cara mengkonversi area perkebunan yang dinilai kurang produktif.

"Dari analisa kebun-kebun yang kurang produktif akan kita konversi bukan menjadi tempat kota baru, malah menjadi hutan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (5/2).

Menurut Emil, penambahan luas hutan ini dilakukan seiring tuntasnya 'pinjaman' lahan yang digunakan perusahan tebu PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Di mana pada 1976 lalu membuka dan mengelola kebun tebu di wilayah Jabar. "Dalam perjalanannya, itu harus dikembalikan menjadi hutan di sekian tahun sesudah perjanjian itu. Dan waktunya telah tiba," katanya.

Konversi perkebunan menjadi hutan ini, dia mengatakan, tidak harus di lokasi yang sama. Yang penting mengkompensasi seluas yang dulu dipakai oleh perkebunan tersebut. Emil menyampaikan, hutan ini akan berada di lima hingga enam kabupaten. "Nanti 12 ribu hektar itu tidak di satu titik tersebar. Lahannya jadi milik pemerintah," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SsxH0q
February 05, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SsxH0q
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Australia Dilanda Banjir yang Terjadi Seabad Sekali

Di Tasmania, ratusan ribu hektare lahan terbakar.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Sekali dalam seabad, banjir yang melanda sebagian wilayah negara bagian Queensland di Australia timur diperkirakan memburuk. Sebagian warga diungsikan.

Badan cuaca mengeluarkan pernyataan terkait banjir yang melanda wilayah tersebut. Badan cuaca memperingatkan hujan lebat di kawasan tersebut.

"Sebagian warga sudah diungsikan setelah hujan lebat turun berhari-hari di wilayah pesisir Townsville yang terletak di utara Queensland," kata juru bicara Biro Meteorologi.

Adam Blazak, seorang prakirawan cuaca di biro tersebut tidak menjelaskan berapa banyak warga yang diungsikan. Namun, ia menambahkan bahwa sebagian wilayah telah tergenang banjir cukup dalam.

"Biasanya musim hujan sangat deras akan turun beberapa hari saja, tapi yang ini sudah lebih dari seminggu dan diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari lagi," katanya.

Hujan dengan deras antara 150 mm hingga 200 mm diperkirakan akan mengguyur Townsville selama Sabtu. Ini setara dengan curah hujan selama satu bulan.

Pemerintah daerah telah memperingatkan kemungkinan banjir pada Sabtu pagi dan meminta penduduk untuk menghindari jalan raya yang diperkirakan keadaannya bakal memburuk.

Queensland utara merupakan daerah cadangan seng, juga memiliki kandungan perak, tembaga, biji besi, timah. Sementara, Townsville adalah kota utama untuk pusat pemrosesan logam. 

Kebalikannya di negara bagian Tasmania, di selatan terjadi kebakaran hutan yang hampir mengenai lahan seluas 190.000 hektare, kata petugas. Chris Arnold, kepala Pemadam Kebakaran Tasmania pada Sabtu mengatakan hampir 600 personel dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran, sebagian sudah terbakar selama berminggu-minggu dan menghancurkan sejumlah rumah.

Arnold mengatakan kepada wartawan dalam beberapa hari terakhir bagus untuk memadamkan kobaran api. Namun, ancaman udara panas dan kering pada Ahad diperkirakan bisa meningkatkan kebakaran lagi.

Australia mencatat rekor bulan terpanas pada Januari dan diperkirakan terus berlangsung hingga April dan cuaca tersebut memicu kelangkaan daya dan di sejumlah tempat tarif listrik melonjak.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Bix1kv
February 02, 2019 at 04:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Bix1kv
via IFTTT
Share: