Showing posts with label 2018 at 06:10PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:10PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

In Picture: Rekayasa Lalu Lintas di Ragunan untuk Antisipasi Kemacetan

Rekayasa lalu lintas diterapkan di depan Kebun Binatang Ragunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Satuan Polisi pamong praja membantu mengatur lalu lintas di kawasan Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan, Ahad, (30/12). 

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan rekayasa lalu lintas di depan Taman Margasatwa Ragunan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019. Selain itu Transjakarta menambah armada rute Pulo Gadung-Ragunan dan Puri Beta-Ragunan hingga 6 januari dan shuttle bus dari Kantor Kementerian Pertanian (Deptan) menuju Taman Marga Satwa Ragunan dan sebaliknya pada libur tahun baru 1 Januari mendatang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RlbiSm
December 30, 2018 at 06:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RlbiSm
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Diterjang Ombak Tsunami, Keluarga Ini Berhasil Selamat

Belasan saung lesehan yang berada di bibir Pantai Cawis runtuh tak tersisa

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Gelombang ombak tsunami Selat Sunda juga menerjang bangunan yang berada di sepanjang Pantai Cawis di Kampung Kosambi 1 Desa Karangsuraga Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Hal tersebut diungkapkan Rudi Herdiansyah (35) seorang warga yang memiliki usaha Rumah Makan Pondok Teh Rani yang berada tepat di bibir Pantai Cawis.

Menurut Rudi, ia sedang bersama sembilan anggota keluarganya saat ombak tinggi menghempas rumah makannya tersebut. Rumah Makan Pondok Teh Rani berjejeran dengan Villa A Pahmi.

"Awalnya air masuk setinggi mata kaki, terus ombak susulannya selutut," kata dia saat ditemui Republika di lokasi, Ahad (23/12).

Kondisi Rumah Makan Pondok Teh Rani runtuh tak bersisa lantaran bangunan hanya terdiri dari kayu dan beratapkan seng. Meskipun begitu, Rudi bersyukur sembilan anggota keluarganya yang terdiri dari ayah, ibu, dua orang pembantu, keluarga kakaknya, dan anaknya yang berusia 3 tahun selamat dari peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah semua selamat, cuma luka-luka karena ketiban reruntuhan bangunan," kata dia.

Menurut cerita Rudi, rumah makannya hancur disebabkan oleh hantaman saung-saung lesehan miliknya. Rudi mengatakan ada 15 saung lesehan yang berdiri di lahan sekitar 500 meter.

"Awalnya saya hanya mendengar suara gemuruh sebelum ombak datang, tiba-tiba kita terhempas dan bangunannya juga rubuh. Semua orang berusaha nyelamatin diri dan pegangan sesuatu biar nggak keseret arus," kata Rudi berusaha mengingat peristiwa semalam.

Selain rumah makan milik keluarga Rudi, terdapat satu rumah makan lainnya dengan kondisi yang sama. Namun, menurut pengakuan warga sekitar, tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

"Kalau warga sini (Kampung Kosambi 1) tidak ada korban jiwa, karena pas air naik kita langsung lari ke atas," kata Aldin (40 tahun) warga Kampung Kosambi 1.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AdcKMJ
December 23, 2018 at 06:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AdcKMJ
via IFTTT
Share:

Saturday, December 22, 2018

Dua Turis Skandinavia Tewas Mengenaskan, 13 Orang Ditahan

Otoritas Maroko memperlakukan pembunuhan itu sebagai tindakan teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, MARRAKESH -- Aparat Maroko kembali menahan sembilan orang terkait pembunuhan dua mahasiswi asal Denmark dan Norwegia di sudut terpencil Pegunungan Atlas. Dengan begitu, total sudah sebanyak 13 pria ditahan.

Otoritas Maroko memperlakukan pembunuhan itu sebagai tindakan teroris. Tubuh wanita itu ditemukan pada Senin dengan luka tusuk di leher mereka.

Seperti dilansir the Guardian, Ahad (22/2), Biro investigasi pusat Maroko mengatakan sembilan tersangka baru membawa senjata dan bahan mencurigakan yang digunakan dalam pembuatan bahan peledak saat ditangkap.

Jenazah mahasiswa Denmark Louisa Vesterager Jespersen (24) dan Maren Ueland Norwegia berusia (28 tahun) diterbangkan dengan pesawat yang meninggalkan Casablanca ke Kopenhagen pada Jumat (21/12). Kedua wanita itu pernah tinggal di Norwegia selatan, tempat mereka kuliah.

Pihak berwenang Maroko mengatakan pada Kamis (20/12) bahwa empat tersangka awal ditangkap setelah pelaku disebut setia kepada ISIS.

Kedua korban diketaui memasang tenda mereka di daerah pegunungan yang terisolasi setelah dua jam berjalan kaki dari desa wisata Imlil. Menuru salah satu sumber, salah seorang korban dipenggal.

Imlil adalah titik awal untuk mendaki Gunung Toubkal yang tingginya 4.167 meter adalah puncak tertinggi di Afrika utara. "Detektif sedang menyelidiki kaitannya dengan ekstremisme  setelah sebuah video muncul yang memperlihatkan para tersangka yang berjanji setia kepada ISIS," kata jaksa penuntut Rabat.

Pihak berwenang juga bekerja untuk menentukan keaslian video yang diunggah di media sosial yang diduga menunjukkan pembunuhan salah satu turis.

"Pada titik ini, tidak ada bukti nyata bahwa video itu tidak asli," kata agen investigasi kriminal Norwegia, Kripos, pada hari Jumat.

Empat tersangka

Empat tersangka pertama yang ditangkap berasal dari Marrakesh, satu jam dari tempat pembunuhan. Younes Ouaziad (27) tinggal bersama orang tuanya di lingkungan Al-Azzouzia. Keluarga dan tetangganya mengaku kaget dengan kabar itu.

"Dia adalah anak laki-laki tanpa catatan buruk, sangat penyendiri. Tidak ada yang menyarankan dia bisa melakukan hal seperti itu," kata Abdelaati (35) seorang penjual sayur di lingkungan itu.

Pihak berwenang di Denmark dan Norwegia mengutuk pembunuhan itu. Perdana menteri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, mengecam apa yang disebutnya kejahatan barbar. Perdana menteri Norwegia, Erna Solberg, menyebut kasus ini serangan brutal dan tidak berarti terhadap orang tak berdosa.

Juru bicara pemerintah Maroko, Mustapha Khalfi, menggambarkan pembunuhan itu sebagai aksi teroris.

Pariwisata adalah sumber penting pendapatan Maroko yang menyumbang 10 persen dari pendapatan nasional.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SeCXBp
December 22, 2018 at 06:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SeCXBp
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

Valverde Puas dengan Stok Bek Tengah Barcelona

Nama bek Chelsea, Andreas Christensen, disebut-sebut menjadi buruan Barcelona.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Barcelona dilaporkan akan mendatangkan bek tengah anyar pada bursa transfer musim dingin. Nama bek Chelsea, Andreas Christensen, disebut-sebut menjadi buruan juara bertahan La Liga tersebut.

Pelatih Barcelona Ernesto Valverde menepisnya. Ia mengatakan, timnya belum memerlukan pasokan pemain baru, terutama di lini belakang. Terlepas dari kondisi cedera yang tengah dialami Samuel Umtiti, Valverde cukup puas dengan pemain tengah yang dimiliki Blaugrana. 

"Kami ingin memiliki empat bek tengah yang bisa bermain. Umtiti bisa segera pulih, dan itu menjadi kabar baik buat kami. Artinya, kami memiliki empat bek tengah hingga akhir musim nanti. Meskipun, tiga dari empat pemain tersebut merupakan pemain kidal," tutur Valverde seperti dikutip Sports Mole, Ahad (16/12). 

Bek tengah berusia 22 tahun itu memang tidak lagi menjadi pilihan utama di skuat The Blues. Hingga pekan ke-16 Liga Primer Inggris, Christensen baru mengemas satu laga. 

Pelatih Maurizio Sarri yang datang menggantikan Antonio Conte pada awal musim ini lebih memilih duet Antonio Rudiger dan David Silva di jantung pertahanan Chelsea. Alhasil, nama bek tengah asal Denmark itu dikabarkan masuk ke dalam radar Blaugrana. 

Barcelona sudah memiliki empat bek tengah, yaitu Gerrard Pique, Thomas Vermaelen, Clement Lenglet, dan Samuel Umtiti. Namun, opsi pemain bek tengah Barcelona sempat menipis saat Umtiti mengalami cedera pada awal musim ini. Valverde pun berharap, Umtiti bisa segera pulih. 

"Kami akan tahu apa yang akan terjadi pada Umtiti. Namun, kami adalah Barcelona, dan kami ingin memiliki tim yang bisa dengan cepat merespons. Sejauh ini, saya cukup puas dengan pilihan pemain di pos bek tengah," kata Valverde.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S425eh
December 16, 2018 at 06:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S425eh
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

KPK Geledah Pendopo dan Kantor Dinas Pendidikan Cianjur

Penggeledahan tindak lanjut atas OTT terhadap Bupati Irvan Rivano Muchtar.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Sabtu (15/12). Langkah tersebut diambil setelah sebelumnya KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur Cecep Sobandi dan sejumlah orang lainnya.

Bupati bersama pejabat lainnya tersebut diamankan petugas KPK karena diduga menerima suap senilai Rp 1,5 miliar. Dana itu dikumpulkan dari para kepala sekolah melalui musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS). Di mana uang itu diduga berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk Cianjur.

Dua lokasi yang dilakukan penggeledahan adalah Pendopo Kabupaten Cianjur dan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tindakan penggeledahan dilakukan setelah sebelumnya petugas KPK yang berjumlah sebanyak sembilan orang ini berkumpul di Polres Cianjur.

Selanjutnya, tim dari KPK ini dibagi ke dalam dua sasaran yakni Pendopo Cianjur dan Kantor Disdik Kabupaten Cianjur. Proses penggeledahan mendapatkan pengawalan dari aparat Polres Cianjur.

Dari pantauan di lapangan, para petugas KPK ini membawa koper dan masuk ke ruangan yang akan digeledah. Di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur petugas memeriksa ruangan kepala dinas dan kepala bidang SMP. Selepas itu petugas membawa dokumen yang dimasukkan ke dalam koper.

Sebelumnya, KPK memastikan bakal menuntut Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan hukuman maksimal. "Untuk penuntutan kita sepakat akan tuntut maksimal supaya memberi efek jera agar tidak terjadi di daerah-daerah lainnya," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Jumat (14/12).

Basaria mengaku kecewa atas dugaan korupsi di sektor pendidikan yang melibatkan Irvan. Menurut Basaria, seharusnya DAK Pendidikan 2018 itu digunakan untuk membangun fasilitas di 140 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Fasilitas tersebut seperti ruang kelas, laboratorium atau fasilitas yang lain, tapi justru dipangkas sejak awal untuk kepentingan pihak-pihak tertentu," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S19IBX
December 15, 2018 at 06:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S19IBX
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Insiden Bella Hadid Saat Berjalan di Catwalk

Insiden di atas panggung bahkan menyebabkan luka cukup besar di Bella.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bella Hadid pernah mengalami kejadian mengerikan dalam peragaan busana. Yaitu ketika risleting pada busana yang ia kenakan merobek kulitnya hingga berdarah.

Hal tersebut diungkapkan Bella dalam acara promosi Tag Heuer di Malaysia pada Senin (26/11). Ia menceritakan secara rinci tentang pengalaman berdarahnya sepanjang pertunjukan.

"Satu momen yang menyakitkan adalah saat mereka memaksa saya berjalan di catwalk dengan gaun saya sempit dan mereka tetap memaksanya. Akhirnya zipper itu malah merobek kulitku saat mereka berusaha menariknya. Jadi sisi kiri gaunku berdarah dan aku harus menahannya dengan tangan seperti ketika berjalan," ujar Bella sambil memeragakannya, seperti dilansir Aceshowbiz, Selasa (27/11).

"Itu sangat besar (lukanya). Gaunnya sangat ketat dan mereka terus memaksanya. Rasanya sakit dan saya tetap berjalan dan berusaha agar tidak terlihat. Saya berdarah tapi saya tetap bekerja," lanjutnya.

Bella adalah salah satu model yang paling dicari di dunia, tidak heran jika dirinya mampu menangani masalah tersebut secara profesional. Hal ini dibuktikan dengan sikapnya yang tidak mau membocorkan siapa perancang yang telah membuatnya berdarah cukup parah.

Bella juga bergabung dengan Gigi Hadid, Behati Prinsloo, Stella Maxwell, Barbara Palvin, dan Winnie Harlow dalam acara fashion Victoria's Secret tahun 2018 yang berlangsung di Manhattan, New York, awal bulan ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q1cn1B
November 27, 2018 at 06:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q1cn1B
via IFTTT
Share: