Showing posts with label 2018 at 07:16PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:16PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Ikadi Latih 117 Remaja Masjid se-Kota Depok Kepemimpinan

Pelatihan ini bertujuan memaksimalkan potensi remaja masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK— Ikatan Dai Indonesia (IKADI) melatih kemampuan kepemimpinan dan membangun kerjasama tim sebanyak 117 remaja masjid se-kota Depok di Pondok Zidane Sawangan.

"Pelatihan IKADI bagi remaja ini bertujuan untuk membangun budaya kerjasama dan meningkatkan rasa tanggung jawab para remaja masjid di lingkungan Kota Depok," kata Aan Miqdad, salah satu pengurus IKADI Kota Depok, Jumat (28/12).

Dalam pelatihan yang digelar IKADI bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok selama dua hari, Selasa-Rabu 26-27 Desember 2018 ini para remaja masjid diberikan sejumlah materi di antaranya membangun konsep diri untuk menjadi milenial yang tangguh. Materi ini disampaikan Abdul Baari Almuthi. 

Sedangkan materi tentang merancang Strategi dan Program Kerja dalam Manajemen Organisasi Remaja Masjid serta Manajemen Praktis untuk menyusun proposal dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam Orgnisasi disampaikan Ash-Shiddiq. 

Program pelatihan ini juga diselingi dengan berbagai macam permainan dan acara team building yang dilaksanakan di luar ruangan. 

Sebelum menjalani mini outbond, para peserta mendengarkan kajian shubuh bersama Ustaz Abdullah Haidir, dengan tema Menggalang Ukhuwah dalam Jamaah dan Urgensi menjadi Remaja Masjid. 

Beberapa peserta menyampaikan responnya terkait pelatihan ini diantaranya adalah Ghozali Abdurrahman Kastela dari remaja Masjid Al Amru Bit Taqwa Pancoran Mas. 

"Program ini sangat bermanfaat bagi kami dan telah membuat kami para remaja masjid siap untuk saling bantu antar remaja masjid dan berharap pelatihan ini ada kelanjutannya," jelas Ghazali.  

Sementara itu, Rangga Ariansyah dari remaja Masjid Al Ihya Komplek Marinir Mampang mengungkapkan bahwa acaranya sangat menginspirasi.

"Kami diajarkan menjadi pemimpin sekaligus menjadi pemuda yang mampu bekerjasama secara baik dengan banyak pihak agar sejunlah program remaja masjdi dapat berjalan sukses," ungkap Rangga.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q4MtVP
December 28, 2018 at 07:16PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q4MtVP
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

BPN Nilai Prabowo tak Bermaksud Sebut Indonesia Punah

BPN menilai pernyataan Prabowo hanya sekadar mengingatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid meyakini calon presiden Prabowo Subianto tidak bermaksud menginginkan Indonesia akan punah jika Ketua Umum Partai Gerindra itu kalah dalam Pilpres 2019. Menurut Hidayat, pernyataan Prabowo tersebut ingin mengingatkan bahwa demokrasi menghadirkan beragam kondisi yang berbeda-beda.

"Saya tidak yakin beliau bermaksud mengatakan kalau beliau kalah Indonesia punah, saya yakin beliau tidak mengatakan begitu dengan maksud begitu," ujar Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12).

Ia mengingatkan agar tidak secara sepotong-potong dalam memahami pernyataan Prabowo, agar tidak terjadi kegaduhan baru. "Jadi perlu dibaca secara keseluruhan. Karena kalau itu logikanya, yah pastilah beliau tidak berpendapat begitu," kata Hidayat.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu menduga pernyataan Prabowo merupakan bentuk kritik terhadap sistem dan kondisi yang tengah berjalan di Indonesia, termasuk saat ini menjelang pelaksanaan pemilu 2019. Namun ia meyakini Prabowo akan menerima apapun hasil pilpres 2019 selama berjalan sesuai dengan mekanisme.

"Saya yakin pun sebagai demokrat beliau akan menerima. Apapun hasil dari pemilu yang dilakukan dengan cara aman, tertib, damai, luber," ujarnya.

Juru Debat BPN Ahmad Riza Patria menilai pernyataan Prabowo tersebut bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan untuk memberikan motivasi kepada kader Partai Gerindra dan relawan.

"Jadi semua yang disampaikan Pak Prabowo itu memberikan motivasi kepada kader internal Partai Gerindra dan relawan," kata Riza.

Riza juga menilai pertanyaan Prabowo tersebut justru untuk mengingatkan masyarakat Indonesia agar mengelola negara dengan perencanaan yang matang.

"Kalau negara ini tidak dikelola secara baik itu bisa gagal, bisa punah. Apa itu negara yang tidak dikelola dengan baik itu karena, satu, ada ketidak adilan, tidak diurus dengan baik, perencanaan yang tidak baik. Kemudian ada intervensi atau kepentingan asing, kemudian ada diskriminasi agama dan sebagainya," kata Riza.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Evs4XN
December 18, 2018 at 07:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Evs4XN
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Erick Thohir Ajak Generasi Muda Berwirausaha

Erick menyatakan ada tiga cara untuk melahirkan wirausahawan muda.

REPUBLIKA.CO.ID SURABAYA -- Pengusaha Erick Thohir menjadi pemateri dalam acara "Jokowi Millennials Festival" di Surabaya Townsquare, Jalan Hayam Wuruk Nomor 6, Surababaya, Ahad (9/12). Erick mengajak generasi muda untuk lebih menggeluti dunia bisnis atau berwirausaha.

"Saya berharap generasi muda Indonesia jangan hanya konsumtif tapi harus hijrah sebagai generasi muda yang produktif. Kita bisa kok, siapa yang bilang gak bisa? Bangsa kita bisa," kata Erick yang juga pemillik kelompok media Grup Mahaka itu.

Berdasarkan data statistik, jelas Erick, Indonesia memerlukan lebih banyak pengusaha. Terlebih, menurut dia, dengan semakin banyak lahirnya wirausahawan akan semakin banyak juga usaha yang tecipta. Pada akhirnya, usaha-usaha baru tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja.

Erick berpendapat ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk melahirkan wirausahawan-wirausahawan muda di Indonesia. Pertama, pendidikan entreupreneurship atau kewirausahaan harus ditingkatkan. Kedua, kesempatan untuk berbbisnis, baik usaha sekala kecil maupun menengah, harus ditingkatkan pula.

"Ketiga, mereka (generasi muda) harus ditumbuhkan jiwa kreator dan produsennnya. Sehingga mereka jangan hanya jadi konsumen," ujar Erick.

Erick mencontohkan, salah satu yang bisa dikembangkan adalah tren busana Muslim Indonesia. Artinya, dengan Indonesia yang berposisi sebagai salah satu negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, semestinya bisa menjadi tren fashion muslim bagi negara-negara lainnya.

BACA JUGA: Penerus Kiprah Politik Jokowi dari Keluarga

"Atau misalnya di industri startup, kita sudah ada empat startup yang kelasnya diakui di tingkat Asia. Kalau empat ini bisa mengapa yang lain tidak? Asalkan teorinya tadi market Indonesianya dulu dikuasa,i bau pasar internasional," kata Erick.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L5AtCJ
December 09, 2018 at 07:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L5AtCJ
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Adinia Wirasti Menangkan Asian Academy Creative Awards 2018

Terdapat total 47 negara yang mengikuti ajang Asian Academy Creative Awards.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Adinia Wirasti menyabet gelar akris terbaik pada ajang penghargaan Asian Academy Creative Awards (AAA) 2018. Malam penganugerahan berlangsung di Capitol Theater, Singapura, pada Jumat (7/12) petang waktu setempat.

Penghargaan diterima Adinia berkat perannya di film Critical Eleven. Sinema memenangkan total tiga penghargaan, aktris nasional terbaik (Adinia Wirasti), aktor nasional terbaik (Reza Rahadian), dan sutradara fiksi terbaik nasional (Monty Tiwa & Robert Ronny).

Dari rilis pers yang diterima Republika.co.id, terdapat total 47 negara yang mengikuti ajang tersebut. Para juri adalah sineas dan para profesional yang berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Meksiko, dan Argentina.

Adinia semula tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan. Dia menganggap pencapaian sebagai kerja keras dan dukungan berbagai pihak. Adinia berterima kasih kepada Ika Natassa, penulis novel Critical Eleven yang mempercayakannya menghidupkan tokoh Anya.

"Terima kasih kepada yang sudah menonton film dan seluruh pembaca novelnya. Terima kasih kepada seluruh pendukung setia saya, keluarga, sahabat yang dukungannya tidak pernah putus," ujar perempuan yang biasa disapa Asti itu.

Robert Ronny selaku produser dan sutradara film mengaku bangga bisa mengharumkan nama Indonesia. Dia amat mengapresiasi Adinia Wirasti dan Reza Rahadian yang berakting luar biasa dan mengangkat film menjadi tayangan istimewa.

Sineas dari rumah produksi Legacy Pictures itu mengatakan, Adinia sangat layak memenangkan penghargaan. Dia mengagumi akting dan dedikasi sang aktris sejak sebelum membintangi filmnya, termasuk saat berperan di Kapan Kawin, Ada Apa Dengan Cinta?, dan Kartini.

"Penghargaan dan nominasi ini memacu kami semua untuk terus belajar dan berkarya lebih baik lagi, sehingga bisa mewakili Indonesia di ajang penghargaan internasional bergengsi lainnya," tutur Ronny.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QDvJJU
December 08, 2018 at 07:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QDvJJU
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Penulis NH Dini Meninggal Dunia

NH Dini populer dengan karyanya Pada Sebuah Kapal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penulis Indonesia Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau lebih dikenal dengan nama Nh Dini meninggal dunia. Kabar duka itu disampaikan oleh sastrawan Goenawan Mohamad.

"Wafat, Nh.Dini. Kabar yg saya terima karena kecelakaan mobil," tulis Goenawan di akun Twitter-nya.

Sosok penulis wanita ini lahir di Semarang, Jawa Tengah, tanggal 29 Februari 1936. Dia dikabarkan meninggal di Semarang pada usia 82 tahun.

"Novelis kelahiran 1936 ini sastrawan terkemuka dari generasi yg muncul pertama kali di majalah Kisah. Karyanya: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko. Semoga ia beristirahat dalam damai," ujar pemilik akun @gm_gm.

Nama NH Dini dikenal berkat karya-karyanya yang banyak menceritakan perjuangan wanita. Dia pun pernah mendapatkan penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PiOehI
December 04, 2018 at 07:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PiOehI
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Gelandang Sriwijaya Ichsan Kurniawan Mulai Jalani Latihan

Sebelumnya Ichsan menjalani pemulihan pascaoperasi ACL

REPUBLIKA.CO.ID,

PALEMBANG -- Gelandang Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan mulai kembali menjalani latihan. Sebelumnya ia menjalani masa pemulihan setelah operasi lutut pada September lalu.  

Ichsan berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan bisa kembali ke performa awal sehingga bisa merumput lagi seperti biasanya.   

"Pada September 2016, Ichsan operasi ACL di kaki kiri dan sekarang kaki kanan. Saat ini kondisinya sudah semakin membaik, sekitar 60 persen dan mulai masuk tahap penguatan otot. Kemarin pascaoperasi (otot paha) sempat mengecil sebelah, namun sekarang sudah sama," ujar dia saat dihubungi, Rabu (21/11).   

Mantan pemain Sriwijaya FC U-21 pada 3 September lalu menjalani operasi cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) di RS Royal Progress Jakarta. Operasi ini menjadi yang kedua bagi pemain asli Sumsel ini setelah pada 2016 juga pernah mengalami hal serupa.  

Dalam masa pemulihan tersebut, Ichsan setiap hari selama empat jam diterapi di klinik fisioterapi Universitas Esa Unggul Jakarta.

"Sekarang sudah mulai boleh menendang bola, namun untuk latihan penuh belum mendapat izin. Jika semua berjalan lancar paling lambat Januari akhir nanti sudah bisa bergabung kembali," kata dia.   

Meski saat ini berada di Jakarta, Ichsan menyatakan dirinya terus memantau dan berkomunikasi dengan skuad SFC, baik pemain maupun tim pelatih.   

"Saya sedih saat tim kalah melawan PS Tira, rasanya kaki sudah gatal ingin membantu tim. Namun sekarang saya hanya bisa berdoa dan mendukung dari jauh, tetapi saya percaya seluruh pemain akan memberikan yang terbaik untuk SFC di sisa laga musim ini," kata dia.   

Ichsan Kurniawan merupakan pemain andalan Sriwijaya FC untuk mengisi sektor tengah. Saat ini Sriwijaya FC kekurangan amunisi pemain karena adanya pemanggilan Timnas dan cedera.

Dua pemain, Alberto Goncalves dan Zulfiandi bergabung dengan Timnas sejak awal November, sementara tiga pemain tercatat cedera yakni Samuel Christianson, Syarian Abimanyu dan Ichsan Kurniawan.   Kondisi ini semakin mempersulit Sriwijaya FC di tengah upaya ke luar dari zona degradasi Liga 1/2018.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2qYnVnC
November 21, 2018 at 07:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2qYnVnC
via IFTTT
Share: