Showing posts with label 2018 at 07:35PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:35PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Bernardo Silva Minta City tak Terpeleset Lagi

Belum menutup peluang City kembali mengkudeta posisi puncak klasemen.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Gelandang Manchester City Bernardo Silva sangat menyayangkan timnya kalah beruntun di dua laga teranyar Liga Primer Inggris. City kalah dari Crystal Palace di Stadion Etihad pada pekan ke-18 dan ditenggelamkan Leicester City di King Power Stadium di laga Boxing Day.

Sehingga, jarak the Citizens dengan pemuncak klasemen sementara Liverpool kini menjadi tujuh poin. Bahkan, City harus rela turun ke posisi tiga karena disalip Tottenham Hotspur yang mampu unggul satu poin di atas the Citizens.

"Jarak tujuh poin dengan Liverpool itu adalah sebuah beban. City tidak boleh kalah lagi kalau masih mau bersaing untuk gelar juara," kata Bernardo dikutip dari The Sport Review, Sabtu (29/12).

Besok, Ahad (30/12), City akan bertandang ke markas Southampton di Stadion Saint Merry. Bernardo bertekad membantu timnya sekuat tenaga supaya kembali ke jalur kemenangan.

Gelandang asal Portugal itu belum menutup peluang City kembali mengkudeta posisi puncak klasemen. Jarak tujuh poin dengan the Reds dan satu poin dengan Spurs masih sangat mungkin dikejar. Apalagi, kompetisi Liga Primer Inggris masih ada setengah musim lagi.

Bernardo menyebutkan, kekalahan City di dua laga terakhir bukan berarti tim asuhan Pep Guardiola mengalami penurunan kualitas. Ia hanya melihat penyebabnya murni karena City kesulitan menghadapi badai cedera.

Dua pemain andalan Kevin de Bruyne dan Sergio Aguero memang sudah kembali pulih dari cedera. Tapi kinerjanya belum bisa terlalu dipaksakan supaya tidak mengalami cedera kambuhan. "Masih ada banyak laga yang tersisa. Kami harus memanfaatkan semuanya," ujar Bernardo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TmCwFB
December 29, 2018 at 07:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TmCwFB
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

Stapac Bangkit dengan Tumbangkan Satya Wacana

Tim asuhan Giedrius Zibenas memetik kemenangan 83-63 atas Satya Wacana Salatiga.

REPUBLIKA.CO.ID,  SEMARANG -- Stapac Jakarta bangkit dari kekalahan sebelumnya kontra Bogor Siliwangi. Tim asuhan Giedrius Zibenas memetik kemenangan 83-63 atas Satya Wacana Salatiga pada hari terakhir seri pertama IBL Pertamax 2018-2019 di GOR Sahabat Semarang, Ahad (2/12).

"Motivasi anak anak sangat tinggi. Mereka ingin dedikasikan kemenangan untuk Jordin Mayes," kata pelatih Stapac, Giedrius Zibenas. Mayes adalah point guard asing Stapac yang cedera ACL ketika melawan Siliwangi. 

Zibenas gembira pasukannya bisa menjalankan strategi dengan baik. Ia memuji pasukannya yang menunjukkan cara bermain sebagai satu tim.

Bigman Stapac Savon Rafriyq Goodman mencetak double double 25 angka dan 17 rebound. Widyantaputra Teja menambah dengan 24 angka. "Saya belajar dari kekalahan," kata dia.

Widi ,engatur tempo bermain agar tidak keram seperti melawan Siliwangi. Ia mengaku hanya memgikuti instruksi pelatih.

"Widi diluar perkiraan kami. Saya coba matikan Oki Wira Sanjaya dan Rizki Efendy tapi malah Widi yang muncul," aku pelatih Satya Wacana Efri Meldi.

"Terus terang agak bingung menjaga pada lima menit terakhir. Jaga di dalam Widi muncul, bila kita jaga keluar, di dalam mereka ada Vincent Kosasih dan Savon," kata bigman Satya Wacana, Bryan Adha Praditya yang mengemas delapan angka. Skor terbanyak bagi Satya Wacana dicetak oleh Maddarious Gibbs dengan 26 poin.

Hingga tiga kuarter, marjin ketinggalan Satya Wacana sebenarnya tak jauh. Babak pertama mereka tertinggal 35-41 dan saat kuarter ketiga usai Stapac hanya unggul lima angka, 63-58.

Dominasi Stapac terlihat di kuarter empat. Melti menilai, Stapac mendapatkan momentum ketika Vincent melakukan dunk serta tembakan tiga angka Rizki.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DZBWsy
December 02, 2018 at 07:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DZBWsy
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

PLTSa Putri Cempo Beroperasi 2020

Perjanjian jual beli listrik belum diterbitkan PLN.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Mojosongo, Solo, baru bisa dikerjakan pada 2019. Sehingga, proyek percontohan nasional dalam pengolahan sampah menjadi listrik tersebut baru bisa dioperasikan pada 2020.

Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP), selaku kontraktor pelaksana proyek PLTSa Putri Cempo, Elan Syuherlan, menjelaskan, pembangunan PLTSa Putri Cempo dilaksanakan secara bertahap. Hal itu disebabkan oleh belum terbitnya dokumen perjanjian jual beli listrik (PJBL) hasil produksi PLTSa Putri Cempo. 

Elan merinci, tahap pertama pembangunan kontruksi tidak menggunakan tipping fee. Kemudian tahap kedua, SCMPP tetap menunggu biaya layanan pengolahan sampah.

"Tahap pertama 5 megawatt (MW) dan 1,5 MW pembangunan 18 bulan. Jadi agak mundur sedikit. Kalau mulainya nanti di 2019 berarti 2020 insya Allah beroperasi," terang Elan kepada wartawan di Balai Kota Solo, akhir pekan lalu. 

Pembangunan kontruksi tahap kedua, lanjutnya, masih menunggu kepastian biaya pengolahan limbah sampah (BLPS) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Elan mengatakan, kapasitas produksi PLTSa mengalami penurunan dari semula 10 MW menjadi 5 MW. Hal itu disebabkan, pembangunan tahap pertama berjalan tanpa tipping fee atau biaya pengolahan limbah sampah. 

Selain penerbitan PJBL yang masih tersendat, nilai jual listrik juga mengalami penuturan karena perubahan regulasi dari pemerintah pusat. Semula, nilai jual listrik sebesar 18,77 sen dolar AS per KwH turun menjadi 13,35 sen dolar AS per KwH. 

Perubahan-perubahan tersebut menyebabkan adanya penyesuaian nilai investasi yang ditanamkan. "Tahap pertama baru diinvestasikan sekitar 23 juta dolar AS dari kebutuhan total 58 juta dolar AS," ungkapnya. 

Nantinya, listrik yang dihasilkan dari PLTSa Putri Cempo akan dijual ke PLN. Listrik sudah bisa dijual begitu PLTSa mulai beroperasi. 

Manajemen PT SCMMP dan Pemkot Solo telah memperpanjang adendum masa persiapan pendirian konstruksi PLTSa Putri Cempo pekan lalu. Hal itu dilakukan sambil menunggu terbitnya PJBL dari pemerintah pusat. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Sri Wardhani, mengatakan, berdasarkan informasi dari pemerintah pusat, penerbitan PJBL tinggal menunggu tanda tangan dari Direktur Utama (Dirut) PLN. "Kalau perjanjiannya sudah ditandatangani kemudian diserahkan ke PLN regional Jateng-DIY, maka pembangunan sudah bisa jalan," terangnya. 

Molornya pembangunan PLTSa menyebabkan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo semakin menumpuk. Apalagi dari investor dan mesin-mesin sudah siap semua. Dia berharap, PJBL segera terbit sehingga sampah di TPA Putri Cempo bisa segera diolah. 

"Sampah TPA rata-rata per hari 290 ton sampah baru. Kalau yang sudah menumpuk banyak banget. Pokoknya kalau nanti PLTSa sudah beroperasi sehari diolah 450 ton campuran antara sampah lama dan sampah baru," ungkap Sri Wardhani. 

Pemkot Solo telah melakukan lelang pengelolaan sampah TPA Putri Cempo sebelum terbitnya Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Lelang dilakukan pada 2016. Sehingga dengan terbitnya Perpres tersebut Pemkot harus melakukan penghitungan anggaran terutama mengenai tipping fee.

"Penetapan tipping fee itu pakai persetujuan Dewan karena menyangkut anggaran. Karena besar kan, setahun hampir Rp 60 miliar," ujar Wardhani. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rbqoLw
November 28, 2018 at 07:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rbqoLw
via IFTTT
Share: