Showing posts with label 2018 at 05:27PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:27PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Kemenag Minta Masyarakat Hindari Ekstremisme Beragama

Kemenag juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan moderasi beragama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), Mohamad Nur Kholis, mengatakan pihaknya menyerukan agar masyarakat menghindari perilaku ekstremisme beragama. Masyarakat diminta hidup saling mengayomi dan adil. 

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk senantiasa menghindari perilaku ekstrem dan eksklusif dalam beragama, serta mengedepankan keteladanan moderasi beragama yang mengayomi, santun, adil, berimbang, serta saling menghargai satu pandangan dengan pandangan lain," ujar Nur Kholis kepada wartawan di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (28/12). 

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas dirumuskannya 'Risalah Jakarta' sebagai pedoman kehidupan beragama di Indonesia. Menurut Nur Kholis, risalah tersebut akan dijadikan pedoman dalam menata kehidupan dan kerukunan umat beragama ke depannya. 

Selanjutnya, Kemenag juga menyatakan komitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan moderasi beragama, jaminan dan perlindungan kehidupan umat beragama sesuai regulasi yang ada. Terakhir, Kemenag akan menyediakan fasilitas  dan akses program agar mereka yang dianggap memiliki keluasaan pengetahuan dan otoritas keagamaan dapat terus hadir di ruang-ruang publik dan di dunia digital, untuk memberikan pencerahan nilai-nilai moral dan spiritual agama melalui jalur-jalur kebudayaan. 

"Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bermasyarakat di Indonesia, agama diyakini sebagai sumber nilai yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, perilaku kehidupan beragama di era kekinian menunjukkan adanya kecenderungan mereduksi nilai-nilai luhur agama menjadi terbatas pada penonjolan aspek-aspek lahir formalisme hukum dan politik, seraya mengabaikan aspek-aspek moral dan spiritual agama," jelas Nur Kholis. 

Dia melanjutkan, kehidupan beragama dalam konteks kekinian juga menunjukkan fenomena pendangkalan pengetahuan akibat indoktrinasi serta ketersediaan bacaan yang serba instan dan serba cepat di media sosial, sehingga lebih mengedepankan emosi ketimbang rasa.  Menurut dia, konservatisme beragama sebenarnya bukan masalah dalam kehidupan beragama. 

"Namun, sikap ultra konservatif, dalam wujud eksklusifisme dan ekstremisme beragama, telah mereduksi dan mengingkari esensi ajaran agama itu sendiri, serta dalam konteks kekinian telah mengekang kreativitas sekaligus menghilangkan rasa aman para generasi muda yang selama ini berkreasi menyisipkan konten nilai-nilai agama di ruang-ruang digital. Karena itu dirasa perlu adanya jembatan untuk melakukan sinergi antara otoritas keagamaan dengan kebutuhan generasi milenial kekinian," jelas Nur Kholis. 

Sebab, dia mengakui bahwa kehadiran otoritas yang memiliki pengetahuan agama, baik dari kalangan agamawan maupun akademisi, sejauh ini dirasakan kurang hadir mengisi dahaga keberagamaan publik lewat ruang-ruang media sosial padahal sejatinya mereka dirasa sangat mampu menghadirkan nilai-nilai luhur moral dan spiritual agama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QVB4gr
December 29, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QVB4gr
via IFTTT
Share:

Friday, December 28, 2018

Referendum dan Larangan Menara Masjid di Swiss

Masalah menara masjid menjadi isu hangat di Swiss.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah menara masjid menjadi isu hangat di Swiss. Penyebabnya tak lain adalah hasil referendum untuk menentukan apakah perlu pelarangan pembangunan menara masjid atau tidak.

Referendum ini merupakan usulan dari Partai Rakyat Swiss (SVP), partai terbesar di negara tersebut. Partai sayap kanan ini menilai menara merupakan simbol Islam militan. Hasil referendum yang diselenggarakan Ahad, 29 Septemer 2009 ini menunjukkan lebih dari 57,5 persen pemilih dari 2,67 juta warga yang memberikan suara mendukung pelarangan itu.

Sedangkan 42,5 persen lainnya menentang (atau menganggap biasa saja keberadaan menara masjid). Sementara sebanyak 22 dari 26 provinsi di Swiss memilih pelarangan pembangunan menara masjid.

Padahal, sebelumnya pelarangan menara ini ditolak oleh pemerintah, parlemen, dan semua partai politik besar di negara Eropa. Bahkan, Uskup Katolik Roma dan rabi Yahudi juga mendesak para pemilih untuk menolak larangan menara. Sedangkan Amnesti Internasional mengatakan pada hari Rabu (25/11) bahwa larangan seperti itu akan menjadi pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan pelanggaran hak-hak kesetaraan.

Penolakan terhadap simbol-simbol komunitas Muslim juga pernah terjadi pada 2007 silam. Saat itu dewan Kota Bern menolak rencana untuk membangun salah satu Islamic Center terbesar di Eropa. Bahkan, SVP dan the Federal Democratic Union mengumpulkan tanda tangan guna mendukung pelarangan pembangunan pusat kebudayaan Islam ini.

Dan komunitas Muslim di berbagai negara di dunia, termasuk dari Indonesia, mengecam pelarangan tersebut. Sebab, sebagai sebuah negara yang mengedepankan prinsip kebebasan dan demokratisasi, pelarangan tersebut menunjukkan sikap itu sebagai antikebebasan dan demokratisasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V8rrJI
December 28, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V8rrJI
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Rooney Turut Senang Start Solksjaer Mulus Bersama MU

MU menang 5-1 atas Cardiff City, Ahad (23/12) dini hari WIB tadi.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Legenda Manchester United Wayne Rooney turut senang dengan langkah awal bagus mantan rekannya Ole Gunnar Solksjer melatih The Red Devils. MU menang 5-1 atas Cardiff City, Ahad (23/12) dini hari WIB tadi.

Laga itu yang pertama buat Solksjaer sebagai manajer sementara MU. Pria asal Norwegia itu baru saja ditunjuk menjadi pelatih sementara menggantikan Jose Mourinho.

Rooney paham kalau MU belum memastikan akan memberikan kontrak panjang buat Solksjaer. Manajemen MU ingin terlebih dulu melihat sejauh apa perkembangan yang bisa dibuat Solksjaer. 

Rooney menilai, kehadiran Solksjaer yang sudah sangat paham filosofi MU sudah tepat. Setidaknya, Rooney mengatakan, manajemen MU bisa leluasa menentukan pelatih baru yang dinilai paling tepat untuk Paul Pogba dan kawan-kawan. 

"Penunjukkan Solksjaer langkah bagus yang telah dilakukan MU. Kehadirannya memberi jeda waktu untuk manajemen menentukan pelatih baru," begitu kata Rooney, dikutip dari AS, Ahad (23/12).

Rooney bermain bersama Solksjaer di MU sejak 2004 sampai 2006. Dua tahun bersama, Rooney mengenali Solksjaer sebagai sosok yang suka merangkul dan ramah kepada semua rekan-rekannya. 

Hal itu, menurut pemain DC United itu, akan membantu pemulihan kekuatan MU yang tengah terpuruk musim ini. Rooney menilai skuat MU yang ada sekarang merupakan kumpulan pemain-pemain kelas dunia.

Solksjaer tinggal memoles dan intens melakukan pendekatan kepada pemain untuk mengingatkan lagi bagaimana MU merupakan tim yang seharusnya disegani lawan di Inggris dan Eropa. "Hubungan baik pemain dan pelatih itu sangat penting," kata Rooney.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SiTBQj
December 23, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SiTBQj
via IFTTT
Share:

BI: Hasil Lelang Sukbi untuk Menjaga Likuiditas Syariah

Bank Indonesia meraup dana hingga Rp 3,053 miliar dari lelang sukuk Sukbi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia melelang Sukuk Bank Indonesia (Sukbi) secara perdana pada Jumat (21/12). Tenor yang ditawarkan yakni tujuh hari dan 14 hari dengan hasilnya total pemenangan sebesar Rp 3,053 miliar.

Tenor 7 hari dengan indikasi tingkat imbalan sebesar 6 persen dan nisbah bagi hasil 90 persen, nominal pemenangan yakni Rp 1,225 miliar. Sementara tenor 14 hari, memiliki indikasi imbalan 6,1 persen, nominal pemenangan Rp 1,828 miliar.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Pribadi Santoso mengatakan lelang akan dilakukan secara rutin. Terutama saat kondisi likuiditas perbankan syariah cukup tinggi. Frekuensi penawaran tenor 7 hari ditetapkan 9 kali dan tenor 14 hari sebanyak 8 kali.

"Ada jadwalnya, bisa dilihat di website BI, setiap minggu ada lelang tapi tenornya beda-beda, sejauh ini yang paling banyak dilelang adalah yang tenor 1 dan 2 minggu, sementara 1 bulan dan 3 bulan itu jarang," kata Pribadi.

Menurutnya, SukBI tidak memiliki target pencapaian karena memang tidak bertujuan menghimpun dana untuk proyek. Melainkan sebagai instrumen penjaga likuiditas dalam operasi moneter (OM) syariah.

SukBI telah disosialisasikan sejak penyelenggaraan Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) 2018 di Surabaya, baik kepada perbankan syariah mau pun konvensional. Pribadi menyampaikan respons yang diterima oleh BI cukup baik

"Respons dari pasar yang kami terima sejauh ini baik, karena memang ada kebutuhan pengelolaan likuiditas untuk jangka pendek, terutama bagi lembaga syariah ini karena memang belum punya," kata dia.

Misal saat perbankan syariah mengalami kelebihan likuiditas maka dananya bisa ditempatkan di instrumen ini. SukBI juga cukup likuid karena, tenornya pendek, yakni 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, dan tiga bulan.

Jika dibutuhkan lebih cepat, maka instrumen bisa diperjualbelikan lagi di pasar sekunder. Jika pembeli di pasar primer hanya boleh lembaga keuangan syariah, maka pembeli di pasar sekunder boleh perbankan konvensional.

Bank konvensional sudah jauh lebih dulu memiliki instrumen serupa yakni TD, Repo, RR SBN. SukBI ini mengisi kekosongan instrumen OM syariah untuk tenor-tenor pendek tersebut.

Menurut data BI, likuiditas perbankan syariah hanya bergerak antara 5-13 persen jika dibandingkan pangsa terhadap konvensional. Nilai OM Syariah tidak pernah lebih dari Rp 50 miliar sementara OM konvensional antara Rp 200-500 miliar mulai 2015 sampai 2018.

Berdasarkan data per 6 Desember 2018, sebanyak 47 persen OM Syariah didominasi oleh instrumen overnight (Fasbis). Sisanya tenor panjang (9 dan 12 bulan) sebesar 33 persen dan tenor 1 bulan sebesar 20 persen.

SukBI juga dinilai bisa membantu bank syariah agar lebih mandiri. Dengan instrumen pengelolaan likuiditas yang lebih banyak maka operasionalnya bisa lebih mandiri tanpa tergantung kepala pihak lain.

Akad yang digunakan pada SukBI adalah musyarakah muntahiyah bit tamlik. Underlyingnya adalah surat berharga syariah negara milik BI.

Direktur Bank Syariah Mandiri, Ade Cahyo Nugroho menyampaikan Bank Indonesia sudah melakukan sosialisasi SukBI pada Selasa, 18 Desember 2018 lalu. Lelang pertama pada Jumat (21/12) juga diikuti oleh Mandiri Syariah.

"Mandiri Syariah sudah menggunakan dan ikut lelang pada tanggal 21 Desember 2018. Pembelian Sukuk telah dilaksanakan untuk tenor 1 minggu dan 2 minggu sebagai alternatif penempatan dana selain pada Fasbis," kata dia pada Republika, Ahad (23/12).

Menurut Ade, Mandiri Syariah menyambut baik kehadiran SukBI. Dengan adanya Sukuk BI, Bank Syariah menjadi lebih banyak memiliki preferensi dalam hal pengelolaan likuiditas karena tenor SukBI berbeda dengan instrumen Money Market yang sudah ada.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AclXEO
December 23, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AclXEO
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Nataru, 90 SPBU di DIY Buka 24 Jam

PT Pertamina DIY juga menyiapkan SPBU kantong di tiga tempat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sebanyak 90 SPBU di wilayah DIY bakal buka 24 jam selama masa Satgas  Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) pada 18 Desember 2018 sampai 8 Januari 2019. Selain itu, PT Pertamina DIY juga menyiapkan SPBU kantong di tiga tempat.

Yakni, satu SPBU kantong di jalur wisata Pantai Parangtritis Bantul (Jalan Parangtritis Km 15,2  Desa Patalan) dan dua SPBU kantong di jalur Pantai Baron Gunungkidul, baik yang dari arah utara maupun dari selatan (Jalan Raya Wonosari -Yogya Km 8 dan Jalan Baron KM 5 Desa Duwet Kecamatan Wonosari).

Hal itu disampaikan Marketing Branch Manager PT Pertamina (Persero) DIY dan Surakarta, Dody Prasetya, dan Manager Communication & CSR Pertamina MOR (Marketing Operation Region) IV PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, dalam jumpa pers terkait persiapan pasokan BBM selama libur Nataru.

Pada kesempatan itu, Dody mengatakan mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM dan elpiji selama libur Nataru 2019, Pertamina memperkuat stok BBM dan elpiji di wilayah DIY. Untuk BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, dan Pertamax Series) pihaknya akan menambah stok sebesar 12 persen dari rata-rata normal harian 1.83275 KL per hari yang naik menjadi 2.015,66 KL per hari.

"Sementara itu, untuk konsumsi elpiji subsidi (PSO) dan non subsidi (NPSO) di wilayah DIY, kami menyediakan tambahan stock sebanyak delapan persen menjadi 128.957 MT per hari dibanding rata-rata harian normal 119.417 MT per hari," ujarnya.

Pertamina juga menyiagakan tambahan stock jenis BBM Avtur untuk pesawat udara sebanyak tujuh persen dari rata-rata konsumsi normal yaitu dari 480 KL menjadi 514 KL. "Hal itu untuk mengantisipasi padatnya penerbangan di Bandara Adisucipto," jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BvrrKT
December 20, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BvrrKT
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Muslim Kamboja Mencoba Bangkit

Muslim di Kamboja memiliki dua nama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bjorn Blengsli dalam The Propagation of Islam in Cambodia: Dynamics of Religious Change(2006), mengungkapkan, penduduk Kamboja yang telah berhaji sampai 2005 berjumlah 1.174 orang. April 2006, sebuah perkumpulan Tablighi di desa Trea, distrik Chhraich Chhmao, Provinsi Kampong Cham, dihadiri lebih dari 20 ribu orang.

Umumnya, Muslim di Kamboja memiliki dua nama. Nama Muslim dan nama nasional Kamboja. Di kampung halamannya Sles Alfin dikenal dengan nama Saleh Arifin. Nama nasional di Kamboja harus pendek. Jadi, Arifin akhirnya disingkat menjadi Alfin, tutur Koordinator Program Sap Cham itu.

Pembantaian massal yang dipimpin Pol Pot terhadap penduduk Kamboja pada 1975 mengurangi jumlah penduduk Muslim di negara tersebut secara signifikan. Tidak terkira jumlah Muslim yang dibunuh saat itu, ditambah sekitar 12 ribu hingga 15 ribu Muslim meninggalkan Kamboja menuju kamp-kamp pengungsian terdekat atau bermukim di luar negeri.

Menurut Jhon L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford, hampir setengah dari jumlah pengungsi hijrah ke Malaysia karena negara tersebut diperintah oleh Muslim. Sisanya menetap di Prancis, Australia, dan Amerika Serikat.

Dari 600 guru agama dan khatib yang ada pada tahun 1975, hanya tersisa kurang dari 40 orang pada 1980. Pembantaian itu juga menyisakan 150 ribu hingga 190 ribu Muslim saja dari 700 ribu jiwa sebelum 1975. Hanya 20 dari sekitar 113 ulama terkemuka Cham yang selamat dari periode kelam tersebut.

Menurut sumber-sumber dari kaum Cham, sebanyak 132 masjid dihancurkan sepanjang era Khmer Rouge dan sejumlah lainnya dinodai. Pada masa itu, Muslim tidak diizinkan melakukan ibadah.

Ensiklopedi Oxford menambahkan, dari sembilan lulusan Al-Azhar Kairo yang dimiliki Kamboja, hanya satu yang masih hidup. Hal itu memperlemah pendidikan dan pemahaman keagamaan di tengah komunitas Muslim Kamboja yang tersisa.

Ada kesenjangan besar dalam pengenalan kaum Muslim akan persoalan dasar sejarah Islam, teologi, dan dunia Muslim internasional. Dari situ, Muslim Kamboja bangkit melanjutkan kelangsungan Islam. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GrNkjR
December 18, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GrNkjR
via IFTTT
Share:

Buka Forum Bakohumas MPR, Sesjen Ingatkan Pentingnya Humas

Humas lembaga dan kementerian penting bagi penghubung antara negara dan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Sesjen MPR RI) Ma’ruf Cahyono membuka secara resmi serta memberikan paparan singkat acara Forum Tematik Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) MPR RI dengan tema "Peran Lembaga MPR di Tahun Politik", di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12).

Acara yang diikuti 100 lebih peserta perwakilan bidang kehumasan instansi, lembaga-lembaga serta beberapa kementerian negara, selain dihadiri Sesjen MPR RI juga dihadiri Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Bidang Komunikasi dan Media Massa Gun Gun Siswadi, Kepala Biro Humas Setjen MPR RI Siti Fauziah dan Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga dan Layanan Informasi Biro Humas Setjen MPR RI Muhammad Jaya.

Kepada para peserta, Ma’ruf mengingatkan pentingnya peran kehumasan lembaga-lembaga dan kementerian-kementerian negara sebagai penghubung antara negara dan masyarakat. Kehumasan memiliki satu psikologi hubungan, antara negara dan masyarakat. 

“Peran dan hubungan kehumasan tersebut tentu saja sangat penting terutama sebagai jembatan komunikasi kepada rakyat,” ucapnya seperti dalam siaran pers, Selasa (18/12).

Sebagai contoh, saat ini sering terdengar isu bahwa bangsa Indonesia terancam tiga ‘dis’ yakni disorientasi, distrust dan disobedience. Ini sangat berbahaya jika terjadi dan meluas dalam tataran kenegaraan.

Di sinilah, menurut Ma’ruf, peran-peran kehumasan untuk membalik isu ancaman tiga ‘dis’ tersebut menjadi positif dan baik untuk masyarakat dan negara.   Pertama isu disorientasi, bagaimana kehumasan berperan agar seluruh anak bangsa memiliki orientasi berbangsa dan bernegara yang sewajarnya, selayaknya dan senormalnya sesuai harapan the founding fathers Indonesia. 

Kedua isu distrust, bagaimana kehumasan mampu menghilangkan distrust masyarakat kepada negara menuju masyarakat yang sepenuhnya menaruh kepercayaan penuh terhadap bangsa dan negaranya. Jika, peran-peran tersebut diupayakan maksimal dan berhasil maka akan muncul satu kekuatan yang menghilangkan disobedience atau pembangkangan.

Ditekankan Ma’ruf, jika disobedience tidak terjadi, tentu negara dan masyarakat akan berada dalam hubungan yang selaras, baik, saling mendukung. Pada akhirnya segala yang dicita-citakan bersama akan mudah untuk diwujudkan.

“Saya kira peran-peran kehumasan tersebut sangat luarbiasa, peran humas tidak hanya masuk dalam tataran-tataran rutin keseharian yang biasa dilakukan tapi masuk juga dalam tataran besar salah satunya bagaimana mewujudkan itu semua membalik ancaman tiga ‘dis’ tadi,” katanya.

Kehumasan, lanjut Ma’ruf, juga harus menjadi yang terdepan dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat, tapi tidak hanya pesan di permukaan saja, namun pesan-pesan yang betul-betul bisa memberikan pengaruh. Pengaruh tersebut, ditataran MPR sendiri sangat tinggi harapannya yakni bagaimana sistem nilai yang ada juga sampai kepada masyarakat.

“Intinya, apapun yang akan kita lakukan dalam melakukan peran kehumasan dan layanan informasi kepada masyarakat, tentu pada akhirnya yang merupakan harapan besar kita semua adalah, pertama bagaimana masyarakat mampu menciptakan satu kondisi bangsa yang berorientasi kepada masa depan bangsanya, kedua masyarakat yang percaya kepada bangsanya dan ketiga adalah masyarakat yang patuh pada bangsa dan negaranya,” tandasnya.

Berbicara soal tahun politik 2019 yang akan disongsong bangsa Indonesia, Ma’ruf mengungkapkan bahwa peran serta aktif seluruh masyarakat secara baik dan bijaksana akan membawa bangsa Indonesia menuju ke arah kebaikan demokrasi dan kebaikan secara keseluruhan.

“Menyongsong tahun politik 2019, kita sikapi dengan bijaksana dan dewasa.  Proses tahapan-tahapan demokrasi yang sudah kita lalui sesungguhnya yang mematangkan kita dalam menyongsong demokrasi 2019 dengan cara-cara yang demokratis yakni cara-cara Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kita,” tandasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QY6dPF
December 18, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QY6dPF
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Tak Ada Wakil di Semifinal World Tour Finals, Ini Komen PBSI

Susy berharap Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengkaji aturan main.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pebulu tangkis Indonesia gagal menembus semifinal BWF World Tour Finals 2018. Ajang puncak gelaran BWF World Series sepanjang tahun ini berlangsung di Guangzhou, Cina, pada 12 hingga 16 Desember 2018.

Kepala Bidang Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susy Susanti mengakui penampilan para wakil Tanah Air kurang maksimal di Negeri Tirai Bambu. Dampaknya terasa ketika semua kandas di penyisihan grup.

Susy juga menyinggung faktor cedera yang menimpa Marcus Gideon. Keadaan tersebut membuat duel Marcus/Kevin Sanjaya tersingkir karena tidak bisa melanjutkan pertandingan.

"Memang nggak parah. Tapi itu juga mempengaruhi penampilan. Jadi lebih baik mundur, mencegah cedera yang lebih parah lagi," ujar tokoh berusia 47 tahun ini kepada Republika.co.id, Sabtu (15/12).

Dalam konteks lebih luas, Susy berharap Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengkaji aturan main. Ini terkait syarat jumlah pertandingan yang harus diikuti sebelum bertarung di event puncak.

Dengan padatnya jadwal, menurut Susy, membuat performa para atlet kurang maksimal. Menurut dia, keluhan tentang hal itu tidak hanya datang dari Indonesia, tapi juga dari Eropa dan juga Cina.

"Mereka harus tampil dalam 12 pertandingan (klausulnya). Sebanyak 12 pertandingan itu, hanya di open tournament. Belum lagi multi-event. Contohnya seperti Kejuaraan Dunia, Asian Games, SEA Games, Sudirman Cup, Thomas Cup. Itu kan terlalu banyak," ujar mantan atlet bulu tangkis Tanah Air itu.

Susy menilai, BWF kurang memikirkan kondisi pemain. Federasi tersebut, menurutnya, lebih fokus pada kepentingan sponsor. "Kalau kita tidak datang (mengikuti), harus bayar 5.000 dolar. Ujung-ujungnya denda," keluhnya.

Kemudian terkait hasil di lapangan, menurut Susy, menang-kalah adalah hal biasa. Sebagai mantan atlet, ia pernah mengalami hal itu.

Terpenting, lanjut Susy, ada evaluasi kekalahan tersebut ketika berhadapan dengan lawan yang sama. Ia melihat para jagoan Tanah Air tak mengalami penurunan signifikan lantaran berada di turnamen yang isinya pemain-pemain dengan peringkat teratas dunia.

"Kami pahamlah, nggak selalu performa ada di atas. Situasi-situasi yang mungkin kejenuhan atau kecapekan mempengaruhi penampilan. Yang penting laporan, evaluasi, atau penilaian dari atlet itu sendiri harus tahu, salahnya di mana," jelas Susy.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GjacCh
December 15, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GjacCh
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Apindo: UMK Bekasi 2019 Bisa Membuat Perusahaan Tutup

Akhir tahun ini diperkirakan ada tiga perusahaan di Kabupaten Bekasi gulung tikar

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengemukakan, penetapan upah minimum kabupaten (UMK) Bekasi, Jawa Barat, tahun 2019 sebesar Rp 4,1 juta berdampak pada penutupan sejumlah perusahaan di daerah itu. Kondisi ini bisa terjadi akibat perusahaan tidak mampu menaikkan gaji pekerja.

"Memang akan ada perusahaan tekstil yang hengkang dan menjual asetnya, karena pengusaha menilai upah dan produksi yang dihasilkan tidak imbang. Maka perusahaan tidak akan bertahan," kata Ketua Apindo Kabupaten Bekasi, Sutomo di Cikarang, Kamis (13/12).

Di pengujung 2018, diperkirakan akan ada dua hingga tiga perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yang akan gulung tikar dan menjual aset-asetnya yang ada di Kabupaten Bekasi. Perusahaan itu diperkirakan juga akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seluruh karyawannya.

Sutomo mengatakan peristiwa perusahaan hengkang dan menjual asetnya bukan hal pertama terjadi, karena jauh sebelumnya, ada beberapa perusahaan besar di Kabupaten Bekasi yang sudah lebih dulu hengkang dari wilayah tersebut.

Sejumlah perusahaan elektronik seperti Toshiba, Sony dan Sanyo yang juga menutup pabriknya lalu menjual asetnya yang ada di Kabupaten Bekasi. Sejumlah perusahaan elektronik asal Jepang itu memilih hengkang dari Tanah Air karena tingginya biaya produksi.

"Tidak imbang antara pemasukan yang diterima perusahaan dengan pengeluaran. Daripada rugi lebih besar, maka perusahaan itu lebih baik tutup dan menjual asetnya. Sekarang ini, banyak perusahaan tekstil menjual pabrik yang ada di Kabupaten Bekasi karena ketatnya persaingan pasar," katanya.

Menurut dia, ketatnya persaingan pasar membuat sejumlah industri harus memperhitungkan kembali ongkos produksi, termasuk upah pekerja yang mencapai Rp 4,1 juta tahun depan. "Kalau ongkos produksi mahal, perusahaan akan mencari wilayah yang upahnya lebih murah," kata dia.

Sutomo menyebut rata-rata perusahaan itu ingin ada jaminan kenyamanan regulasi dari pemerintah. Karena, kalau di Kabupaten Bekasi aturan sudah tidak realistis maka perusahaan akan mencari daerah lain yang memiliki kepastian regulasi yang lebih baik.

"Ingat, pada 2017 sudah ada lima perusahaan tekstil yang hengkang dari Kabupaten Bekasi. Sekarang ini, kembali akan ada perusahaan tekstil yang hengkang. Tinggal tunggu waktu saja," ucapnya.

Meski begitu Sutomo mengakui kalau pertumbuhan industri di Kabupaten Bekasi akan tetap bertambah hanya saja bidang yang digeluti bukan tekstil melainkan bidang otomotif.

"Perusahaan otomotif sudah banyak yang membuka pabriknya di Kabupaten Bekasi dengan investasi baru. Pabrik otomotif ini yang menggantikan sejumlah pabrik tekstil yang tutup," tandasnya.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi Yaya Ropandi mengatakan kenaikan nilai UMK 2019 memang membuat khawatir pengusaha. Salah satunya, ketidakmampuan pengusaha untuk membayar upah karyawannya. "Meski begitu seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi siap memenuhi penetapan kenaikan UMK 2019 sekitar 8 persen dibandingkan dengan UMK tahun ini," katanya.

Menurutnya, penentuan UMK tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 yang kenaikannya tidak lebih dari 8,03 persen. Jadi, pengusaha bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk karyawannya tahun depan.

"Sebelum ada PP Nomor 78 Tahun 2015, kenaikan upah tidak pasti. Bisa mencapai 30 persen dari tahun sebelumnya. Inilah yang membuat pengusaha kesulitan membayar upah karyawannya," kata Yaya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QP8CvQ
December 13, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QP8CvQ
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

OTT Cianjur, KPK Amankan Rp 1,5 Miliar

KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Cianjur, Rabu (12/12) pagi. Selain mengamankan enam orang, termasuk kepala daerah, KPK juga mengamankan sejumlah uang.

"Dari lokasi diamankan uang sekitar Rp1,5 miliar, yang diduga dikumpulkan dari kepala sekolah," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam pesan singkatnya, Rabu (12/12).

Namun Alex mengatakan, KPK belum dapat memberikan informasi yang lebih rinci, karena saat ini tim sedang bekerja.

"KUHAP memberikan waktu pada KPK selama maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut. Hasilnya akan disampaikan secara lebih lengkap pada Konferensi Pers," ujar Alex.

Baca juga: OTT di Cianjur, KPK Amankan Bupati Cianjur

Diketahui, sebanyak enam odang diamankan dalam tangkap tangan yang dilakukan tim penindakan KPK pada Rabu (12/12). Hal itu dilakukan setelah didapatkan bukti awal dugaan telah terjadi transaksi suap terhadap Penyelenggara Negara. Sebelumnya KPK mendapat informasi akan ada penyerahan uang terkait dengan anggaran pendidikan di Cianjur.

Setelah  dilakukan pengecekan di lapangan, terdapat bukti awal adanya dugaan pemberian suap untuk Kepala Daerah.  KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah untuk kemudian disetor ke Bupati. Sejumlah 6 orang yang diamankan itu terdiri dari Kepala Daerah, Kepala Dinas dan Kepala Bidang, dari unsur MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), dan pihak lain.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2C7CT0P
December 12, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2C7CT0P
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Geliat Syiar Islam di Swaziland

Pada 2003 sekolah Muslim pertama berdiri di Swaziland.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kerajaan Swaziland juga mengizinkan pelajaran agama dalam kurikulum sekolah. Siswa Muslim secara rutin dikirim ke Masjid Ezulwini untuk mendalami agama Islam. Pada 2003 sekolah Muslim pertama berdiri di Swaziland. Namun, karena kekurangan dana, sekolah tersebut baru dibuka pada 2011.

Adalah Organisasi Pemuda Islam Swaziland yang memprakarsai berdirinya sekolah ini. Mereka mendatangkan guru-guru bahasa Arab, Alquran, dan sains dari negara-negara Muslim. Melalui sekolah tersebut diharapkan lahir generasi muda Islam yang mampu menembus universitas-universitas terbaik di Swaziland maupun di luar negeri.

Organisasi Pemuda Islam Swaziland didirikan pada 1995 dan terdaftar pada 1996 sebagai sebuah LSM keagamaan.

Baca: Eksistensi Islam di Swaziland

Tak hanya bergerak di bidang pendidikan, organisasi ini juga berkiprah dalam pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, penyuluhan HIV/AIDS hingga dakwah Islam. Para pemuda tersebut juga mendirikan klinik, pusat keterampilan pemuda, dan pusat perempuan.

Selain memanfaatkan masjid sebagai markas, mereka juga menjalin hubungan dengan organisasi-organisasi Muslim lain di negara-negara tetangga, di antaranya Gerakan Pemuda Muslim Afrika Selatan-Durban, Gerakan Dakwah Islam Afrika Selatan, dan sebagainya.

Tak hanya organisasi pemuda, Muslim Swaziland juga memiliki wadah lain, seperti Organisasi Muslim Swazi (Swazi Muslim Organization) dan the Swaziland Islamic Trust.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EbJsAV
December 11, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EbJsAV
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

‘Semoga Persija Juara’

The Jak Mania memasuki stadion GBK, Minggu (9/12)

Foto: Republika TV
EMBED
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan dipadati oleh suporter Persija Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan dipadati oleh suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Mereka ingin menjadi saksi hidup Macan Kemayoran meraih gelar juara.

Seperti Deni, warga bekasi yang mengajak keluarganya untuk menyaksikan laga perebutan juara liga 1. Deni berharap Persija dapat memenangkan pertandingan dan merebut piala liga 1.

Para Jakmania pun dikabarkan telah mengantri sejak pagi hari untuk dapat menyaksikan laga pamungkas tim kesayangan mereka tersebut.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Surya Dinata/Sadly R
  • Video Editor:
  • Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E7TmDI
December 09, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E7TmDI
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Polda Metro Masih Cari Tersangka Kasus Dana Kemah

Polda Metro Jaya telah meningkatkan status kasus dana kemah ke tingkat penyidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Polda Metro Jaya masih mencari pihak yang bertanggung jawab untuk dijadikan tersangka terkait dugaan penyimpangan anggaran Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017. Sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya sudah menaikkan status kasus ke penyidikan.

"Jadi semua harus kita cek, jadi siapa pun yang terlibat, semua yang bertanggung jawab bisa jadi tersangka, ada potensi semua begitu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (4/12).

Argo mengatakan, seluruh saksi yang mengetahui dan terlibat penggunaan anggaran kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia akan dimintai keterangan. Argo juga menyinggung persoalan panitia yang diduga men-scan (pindai) tanda tangan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam laporan pertanggungjawaban giat Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia.

"Tentunya apakah dalam di-scan itu memberitahukan tidak? Jadi dari yang di-scan itu memberitahukan tidak? Kan di situ, itu nanti akan kita telusuri tentunya nanti siapa yang bertanggung jawab akan kita jadikan tersangka," tutur Argo.

Argo menegaskan, penyidik Polda Metro Jaya hanya menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan anggaran negara kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tersebut. Sebelumnya, Kemenpora RI melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah menggelar Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017.

Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan kepolisian dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), status kasus tersebut ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak, Ketua Pelaksana Ahmad Fanani, panitia dari Kemenpora Abdul Latif, dan panitia dari GP Ansor Safaruddin pada Senin (19/11).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan pekan lalu mengatakan, pihaknya baru akan melakukan gelar perkara dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017. Namun, belum diketahui kapan hari dan tanggal gelar perkara dengan BPK.

“Saya akan gelar dulu dengan BPK, lalu expose hasil pelaksanaan penyidikan yang sudah kita lakukan,” kata Adi Deriyan saat dihubungi, Kamis (29/11).

Gelar perkara dilakukan untuk mendalami jumlah kerugian negara dari hasil temuan ini, serta pembuktian apakah benar pihak Pemuda PP Muhammadiyah telah mengembalikan uang. Karena sejauh ini, bukti terkuat dari kepolisian baru dari laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang diberikan GP Ansor dan Pemuda PP Muhammadiyah.

Terkait bukti cek penyerahan kembali dana sebesar Rp 2 milliar yang diberikan oleh Pemuda PP Muhammadiyah, kepolisian belum mengecek kebenarannya. “Itu kan hanya statement, saya belum menyangkut ke dana Rp 2 milliar,” kata Adi.

Setelah itu, polisi akan memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora untuk dimintai keterangan terkait LPJ yang dibuat kedua organisasi pemuda Islam terbesar di Indonesia itu. Namun, pihaknya masih harus melakukan analisis dan evaluasi pada esok hari, untuk membicarakan pemeriksaan PPK Kemenpora ini.

“PPK pasti kita panggil, itu kan berkaitan dengan darimana, dan itu kan pemanggilan-pemanggilan (saksi) wajib,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QEcTCs
December 04, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QEcTCs
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

KAI Targetkan Stasiun KA Bandara Solo Selesai Maret

Ruang tunggu KA Bandara di Stasiun Solo Balapan akan terhubung dengan skybridge

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan pembangunan stasiun kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, selesai pada Maret 2019. Saat ini KAI sedang merampung pembangunan ruang tunggu.

"Saat ini di jalur 8 dan 9 sedang kami bangun ruang tunggu untuk KA Bandara Adi Soemarmo Surakarta," kata Executive Vice President (EVP) Daop VI Yogyakarta Eko Purwanto di Solo, Jumat (30/11).

Ia mengatakan target penyelesaian pembangunan tersebut sekitar satu bulan sebelum KA bandara dioperasionalkan. "Paling tidak sekitar bulan Maret-April akan selesai," katanya.

Ia mengatakan ruang tunggu untuk KA bandara yang berada di Stasiun Solo Balapan tersebut juga akan terhubung dengan skybridge yang merupakan jembatan layang yang menghubungkan antara Stasiun Solo Balapan dan Terminal Tirtonadi.

"Rencananya Solo Balapan bisa menjadi salah satu gerbang masuk ke Kota Solo dengan transportasi yang nyaman, dari sini bisa terkoneksi ke beberapa daerah," katanya.

Sementara itu, untuk melayani perjalanan ke bandara, pihaknya sudah menyiapkan dua rangkaian. Saat ini dua rangkaian tersebut dioperasikan dengan nama KA Solo Express yang melayani rute Solo-Yogyakarta-Kutoarjo.

Selain itu, untuk melengkapi KA yang ada, saat ini PT KAI tengah memesan empat kereta lain ke PT INKA.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FPtyyC
November 30, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FPtyyC
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Menhub: Diperlukan Kesiagaan Atasi Tumpahan Minyak di Laut

Belum ada kesadaran aktif cegah dampak buruk tumpahan minyak di perairan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tumpahan minyak di kawasan perairan Indonesia masih menjadi permasalahan yang kerap muncul di Indonesia. Baik itu dalam skala besar maupun kecil, di kawasan pantai ataupun pelabuhan yang bersumber dari kegiatan operasional di kapal.

Budi menjelaskan, terjadinya tumpahan minyak di laut tentu menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian sosial ekonomi di masyarakat terdampak. Oleh karenanya, ia meminta semua pihak terkait untuk mengambil andil dalam mencegah dan menanggulanginya. "Entah itu dari kegiatan di kapal maupun pelabuhan," ujarnya dalam acara Simposium Internasional Penanggulangan Tumpahan Minyak di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (28/11).

Budi mengatakan, tumpahan minyak di perairan Balikpapan beberapa waktu lalu merupakan pengalaman berharga bagi pemerintah dan pengusaha. Kejadian ini juga menjadi sebuah peringatan terhadap perlunya kesiapsiagaan penanggulangan tumpah minyak sesuai peraturan dan undang-undang berlaku.

Perlindungan terhadap lingkungan maritim sudah tertuang dalam bentuk peraturan pemerintah, peraturan menteri dan regulasi lain. Dengan rekomendasi ini, Budi menjelaskan, semua pihak terkait dari operator kapal sampai petugas di lepas pantai wajib memenuhi persyaratan pencegahan dan penanggulangan.

Saat ini, Kemenhub bersama beberapa pemangku kepentingan tengah menyusun prosedur tetap penanggulangan yang mencakup tumpahan minyak dan berbahaya di kawasan perairan. "Kami berharap keterlibatan aktif dari para stakeholder," ucapnya.

Sementara itu, Chairman Slickbar Indonesia Bayu Satya menjelaskan, belum ada kesadaran aktif yang dapat mencegah dampak buruk dari tumpahan minyak di kawasan perairan. Padahal, begitu minyak tumpah, kandungan racun bergerak bersama air laut dan terbawa arus hingga bisa dikonsumsi ikan maupun biota laut.

Tidak sampai di situ, manusia yang mengonsumsi ikan tersebut juga dapat terkena dampak. Di antaranya, kemungkinan munculnya penyakit berbahaya seperti kanker kulit dan bahkan hilangnya daya ingatan.

Bayu mengatakan, simposium internasional menjadi bagian dari industri dan pemerintah untuk menanggulangi peristiwa tumpahan minyak. Ia berharap, simposium dapat mengunggah dan menggali ide dari berbagai pihak untuk mengatasi tumpahan minyak. "Kerja sama dengan pemangku kepentingan diyakini dapat mengatasi permasalahan ini," ujarnya,

Dalam simposium, setiap pemangku kepentingan membahas permasalahan tumpahan minyak dari sudut pandang masing-masing. Kementerian perhubungan, khususnya direktorat jenderal perhubungan laut menjelaskan jelaskan sulitnya penanganan tumpahan minyak.

Sementara itu, Wahana Lingkungan HIdup (Walhi) paparkan betapa pentingnya amdal dan transparansi peta jalur pipa gas. Akademisi dari Inggris menyampaikan betapa pentingnya akreditasi dalam kegiatan penanggulangan tumpahan minyak. "Mahasiswa dari ITB (Institut Teknologi Bandung) akan paparkan penemuan teknologi untuk mengatasi tumpahan minyak," ucap Bayu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FJbVjK
November 28, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FJbVjK
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

In Picture: Muara Angke Kembali Dilanda Banjir Rob

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan Kampung Nelayan Muara Angke di Penjaringan, Jakarta, Senin (26/11), kembali terendam banjir rob.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SfN4FV
November 26, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SfN4FV
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Tanah Suci, Tujuan Pertama Perjalanan Ibnu Batutah

Saat itu usia Ibnu Batutah baru 21 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Lebih dari separuh usia ia habiskan untuk menempuh perjalanan. Hampir seluruh dunia Islam pernah ia kunjungi. Catatan perjalanannya pun menjadi rujukan sejarah hingga kini. Ialah Muhammad Abu Abdullah bin Muhammad Al Lawati Al Tanjawi Ibn Batutah atau yang terkenal dengan nama Ibnu Batutah.

Dia lahir di Tangier, Maroko, 24 Februari 1304. Keluarganya berasal dari etnis Berber yang banyak berkiprah menjadi seorang hakim (qadhi). Tapi, Ibnu Batutah keluar dari tradisi.

Setelah belajar hukum Islam, ia enggan menjadi hakin, tapi memilih menjadi petualang. Ibnu Batutah yang juga dikenal sebagai Shams Ad-Din rupanya sangat berjiwa petualang. Terbukti dari kemandiriannya dalam menjelajah dunia. Dia selalu selamat dari segala marabahaya yang mengadang di sepanjang jalan.

Perjalanan pertamanya tertuju pada Haramain. Di usia yang masih sangat belia, yakni 21 tahun, Ibnu Batutah menempuh perjalanan seorang diri ke Tanah Suci untuk mengunjungi Baitullah dan makam Rasulullah.

“Aku berangkat sendirian, tak memiliki teman perjalanan yang dapat menghibur, tidak pula menjadi bagian dari para pelancong. Terpengaruh oleh keinginan yang tak kuasa dibendung diri, yakni untuk mengunjungi tempat-tempat suci, aku pun meninggalkan teman-teman dan meninggalkan rumah,” ujar Ibnu Batutah dalam catatan perjalanannya.

Sejak meninggalkan Tangier untuk pergi ke Tanah Suci pada 14 Juni 1325, Ibnu Batutah tak kembali lagi ke kota kelahirannya itu hingga 24 tahun lamanya. Berawal dengan ke Tanah Suci, ia kemudian melakukan rihlah (perjalanan) keliling dunia dari Afrika Utara, Afrika Barat, Eropa Selatan, Eropa Timur, Timur Tengah, India, Asia Tengah, Cina, Asia Timur, hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Jarak perjalanan Ibnu Batutah ini melampaui rekor para penjelajah Eropa di masa itu. Seorang sejarawan barat, George Sarton, bahkan mengatakan, perjalanan Ibnu Batutah melampaui jarak perjalanan Marcopolo. Ibnu Batutah telah melakukan perjalanan darat dan laut sejauh 120 ribu kilometer. Jarak tersebut merupakan pencapaian seorang penjelajah yang luar bisa dan tak tertandingi saat itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DCVX8c
November 22, 2018 at 05:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DCVX8c
via IFTTT
Share: