Showing posts with label 2019 at 07:20AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:20AM. Show all posts

Tuesday, November 26, 2019

Jernih Melihat Agnez Mo

Agnez Mo dituding tidak mencintai Indonesia dalam salah satu wawancara.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hariqo, Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi

Tulisan ini saya buat setelah menonton utuh video wawancara Agnez Mo dengan Presenter Kevan Kenney.

Kevan Kenney: You are look different than everybody else?

Agnez Mo: Yea, Cause I actually dont have Indonesian blood whatsoever. Cause I’m actually German, Japanese, Chinese, I was just born in Indonesia. I’m also Christian, which is in Indonesia the majority there Moslem. I’ve always been kind of… you know. I’m not going to say that I felt like I don’t belong there, because I always feel like the people accepted me for who I was but there’s always that sense that I’m not like everybody else. 

Begitulah transkrip dari potongan video wawancara Agnez Mo dengan Kevan Kenney, yang ramai dibicarakan hari ini 26 November 2019.

Saya cari video aslinya, ketemu di akun YouTube BUILD Series. Rupanya video yang beredar itu dari menit 7.00 hingga 7.30, atau hanya 30 detik dari 27 menit wawancara. Saya tonton utuh sebelum berkomentar di medsos, seperti whatsapp, dll.

Ternyata pas sebelumnya, pada menit 5.50 - 6.48 (58 detik) ada pertanyaan yang membuat saya memahami konteks jawaban Agnez Mo dan ini satu paket dengan jawaban sebelumnya. Yuk perhatikan baik-baik

KEVAN KENNEY: Ada miskonsepsi tentang Anda. Seberapa beragam budaya Indonesia?

AGNEZ menjawab: Indonesia sangat menarik, karena terdiri lebih dari 18 ribu pulau. Setiap pulau kita punya musik berbeda, alfabet tradisional dan aneka kuliner. Secara umum, musik di Indonesia sangat beragam, dan saya tumbuh dengan itu semua. Menarik sekali, saya bernyanyi di gereja dan di sisi lain ada musik tradisional Indonesia. Ini menjadi bagian saya. Corak musik yang saya hadirkan bukan semata perwakilan budaya tertentu di Indonesia, tapi lebih dari itu, yakni keterbukaan budaya Indonesia, dan saya berdiri di situ. 

Jadi, Agnez ditanya hal yang sangat mendasar (radix), tonton menit 5.50 dan 7.00 WIB, yaitu: ada miskonsepsi tentang Agnez, seberapa beragam budaya Indonesia, dan mengapa terlihat berbeda dengan yang lain? Kalau Agnez hanya menjawab Indonesia terdiri dari 18 ribu pulau, 34 Provinsi, 520 Kota Kabupaten, maka itu jawaban biasa.

Karena itu pertanyaan mendasar, Agnez menjawab dengan esktrem, jawaban Agnez tidak biasa, tapi "radikal". Ia katakan, “Saya tidak berdarah Indonesia, saya bahkan Kristen, padahal orang Indonesia mayoritas Muslim, tetapi saya merasa sangat diterima di Indonesia, saya tumbuh di tengah budaya yang insklusif di Indonesia”.

Kalau dipahami terbalik, maka Agnez Monica seperti mengatakan: wahai negara-negara yang warganya mayoritas Kristen, dan negara yang Muslimnya minoritas. Kalian harus baik sama orang Muslim, karena saya sebagai orang Kristen, bahkan saya tak berdarah Indonesia, tapi saya diperlakukan dengan ramah dan baik sekali di Indonesia yang mayoritas warganya Muslim.

Saya tidak minta Anda setuju dengan tulisan ini, tapi tonton utuh videonya.

Baiklah, terkait Agnez, Ustaz Abdul Somad dan figur lainnya, izinkan saya mengusulkan beberapa hal atau catatan kepada Kementerian Pariwisata yang dipimpin Bapak Wishnutama, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan dan Kementerian terkait:

Pertama, Agnez Mo dan teman-temannya bukan staf khusus presiden, staf khusus menteri, komisaris atau direksi BUMN. Tapi dia dan teman-temannya termotivasi membuat dunia percaya dan segan terhadap Indonesia. Dia mempromosikan Indonesia di hadapan negara-negara besar.

Sejauh yang saya pelajari, tugas ini juga dilakoni banyak wartawan, aktivis, akademisi, seniman, pemuka agama, budayawan, olahragawan, pegiat medsos, perintis start up, diaspora Indonesia, dll meskipun kurang dukungan dari pemerintah. Ini perlu diperhatikan.

Kedua, Agnez, Gus Baha, Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad adalah orang-orang Indonesia yang potensial jadi idola semua warga dunia, karena kapasitas dan kemampuan bahasa asingnya hebat. Kalau mereka dianggap salah, rangkul dong, jangan dipukul. Sebab tidak mudah menciptakan orang seperti mereka. Untuk Agnez dan nama-nama di atas juga harus hati-hati di depan kamera.

Bukan tidak mungkin orang Rusia membeli peci Indonesia, karena Gus Baha sering pakai peci. Sebagaimana mobil Korea laris manis di Burma, karena mobil itu sering digunakan dalam drama-drama Korea. Jangan sampai seperti Anggun C Sasmi, sudah terkenal di dunia, eh malah dimanfaatkan oleh klub sepakbola Paris Saint German sebagai dutanya. Harusnya Anggun C Sasmi itu digaet sebagai duta klub sepakbola atau olahraga lainnya.

Di luar negeri, Agnez Mo, Gus Baha, Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad bisa lebih populer ketimbang Presiden, Ketua DPR, MPR, Parpol, sebagaimana orang Indonesia lebih kenal Lionel Messi ketimbang Presiden Argentina, Shakira ketimbang Presiden Kolombia, BlackPink ketimbang Menteri Pendidikan Korea, Ronaldo ketimbang Politisi di Portugal.

Ketiga, diplomat di era digital bukan semata mereka yang bekerja di Kementerian Luar Negeri RI, duta besar, atau orang-orang yang identik dengan dasi, jas, parfum, protokoler, dan lain-lain. Tetapi di era digital, setiap orang adalah diplomat.

Lihat bagaimana Andrea Hirata, Riri Riza dengan novel dan filmnya sukses mempromosikan Bangka Belitung. Lagunya Katon Bagaskara yang lebih sukses dari iklan wisata manapun. Lihat kiprah si “Bengal” Dennis Rodman” sukses mewakili Amerika Serikat melobi Kim Jong Un, Presiden Korea Utara. Maradona yang sering diutus ke sebuah negara sebelum kedatangan Presidennya. Ini saya utarakan panjang lebar dalam buku berjudul Seni Mengelola Tim Media Sosial atau #SMTmedsos.

Keempat, seluruh medan, dari kampus, lapangan olahraga, layar HP hingga layar bioskop adalah media diplomasi. Mereka yang terlibat di dalamnya perlu diajak dialog tentang tren diplomasi, bela negara dan langkah serius mewujudkan tujuan didirikannya negara Indonesia yaitu..mendorong ketertiban dunia.

Kita perlu seribu orang Indonesia yang dikenal oleh seluruh manusia di dunia, seperti Michael Jackson, Muhammad Ali. Ditunggu terobosan nyata pemerintah dan bentuk kolaborasinya dengan warga.

Kalau Agnez Mo bilang ada 18 ribu pulau lebih di Indonesia, maka dorong para artis, konten kreator bikin video klip, vlog bahkan film di situ, sebelum pulau-pulau itu diklaim negara lain. Sekian, salam diplomasi. Setiap kita adalah diplomat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OKRxQN
November 27, 2019 at 07:20AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OKRxQN
via IFTTT
Share:

Sunday, November 24, 2019

Italia Terima Kapal Bawa Migran Afrika

Awalnya Italia menolak memberi akses pada kapal yang menyelamatkan migran Afrika

REPUBLIKA.CO.ID, OFF SICILY -- Otoritas italia telah setuju memberikan akses kapal Open Arms ke pelabuhan untuk menurunkan 62 migran afrika. Awalnya, negara tersebut menolak untuk memberikan akses pada kapal yang menyelamatkan orang-orang yang hanyut di lautan Libya itu.

Dikutip dari Reuters, lembaga yang fokus pada misi penyelamatan dari Spanyol ini telah membawa migran afrika sejak Rabu. Mereka menemukan seluruh migran terapung di laut menggunakan perahu karetn dan berusaha menuju Tripoli, Libya.

Pendiri Open Arms Oscar Camps mengatakan kapal akan berlabuh di pelabuhan Taranto Italia selatan pada Selasa sore. Kelompok yang sebagian besar orang Afrika Tengah dan Barat ini terdiri dari tiga wanita, dua balita, dan 24 anak di bawah umur. Mereka ingin mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Pemerintah Italia telah mengambil langkah keras terhadap imigrasi dan sebelumnya menentang upaya penyelamatan kapal pendatang di wilayahnya. Perselisihan dengan Open Arms telah terjadi berkepanjangan dan dapat diselesaikan setelah pengadilan memerintahkan pihak berwenang untuk membuka pelabuhan, yang memungkinkan 100 migran untuk turun.

Setelah keputusan itu, Menteri Dalam Negeri Italia Luciana Lamorgese mengisyaratkan negara itu mungkin melunakkan posisinya. Salah satu langkah awal dengan mengevakuasi 11 kelompok yang membutuhkan penangan medis ke pelabuhan Augusta oleh penjaga pantai.

Penjaga pantai Italia menyatakan sehari sebelum penerimaan migran Afrika, Di pulau Lampedusa ditemukan lima wanita jenazah diambil pada Ahad pagi. Mereka meninggal dunia akibat kapal terbalik dalam kondisi laut yang buruk pada Sabtu.

Selain itu, penjaga pantai pun berhasil menyelamatkan 149 orang termasuk 13 wanita dan tiga anak-anak. Mereka korban  kapal yang tenggelam kurang dari satu mil dari Lampedusa. Korban selamat mengatakan sebanyak 20 orang menghilang. Mereka yang hilang di laut berasal dari Aljazair, Tunisia, dan Pakistan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QMIpxz
November 25, 2019 at 07:20AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QMIpxz
via IFTTT
Share:

Thursday, November 21, 2019

Aktor Nagabonar Reborn Belajar Logat Batak dari Sopir Angkot

Begitu mendarat di Medan, dua aktor Nagabonar Reborn belajar logat Batak dari sopir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor roby tremonti dan rifky alhabsyi mencoba bergaul dengan para pengemudi angkutan umum di Medan, Sumatra Utara saat persiapan syuting film nagabonar reborn . Keduanya meminta teman barunya mengajarkan logat batak .

"Saat saya dan teman-teman mendarat di Medan, kami ketemu sopir-sopir yang orang Medan. Kami ajak mengobrol, tanya kultur," ujar Roby dalam konferensi pers di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Roby mengatakan, strategi itu membuatnya lebih mudah mempelajari logat Batak dan tidak kaku saat mempraktikkannya. Dalam Nagabonar Reborn besutan sutradara Dedi Setiadi, Roby memerankan tokoh Mariam, sedangkan Rifky memerankan tokoh Lukman.

Kedua tokoh itu merupakan rekan seperjuangan Nagabonar (Gading Marten) di Sumatra Utara. Pada akhir cerita, salah satu rekan itu berubah menjadi rival Nagabonar.

Bukan hanya logat, Roby bahkan harus mempraktikkan cara tertawa yang khas. Demi tawa khas itu, dia mengaku belajar dari seorang anak asli Sumatra Utara yang memerankan karakter Mariam kecil.

"Saya pelajari karakter dari anak yang memerankan Mariam kecil. Saya copy," tutur Roby.

Selain Roby, Rifky dan Gading, Nagabonar Reborn juga diramaikan sederet aktor, antara lain Citra Kirana, Roy Marten, Donny Damara, Ray Sahetapy, Rita Matumona, Ence Bagus, dan komedian Elly Sugigi. Ketua DPR RI periode 2019-2024 Puan Maharani juga ikut ambil bagian sebagai tokoh figuran dalam film yang sudah tayang sejak 21 November 2019 itu.

sumber : Antara

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2pJpfxA
November 22, 2019 at 07:20AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2pJpfxA
via IFTTT
Share:

Friday, May 31, 2019

Itikaf Malam 27 Ramadhan, Nasaruddin Bahas Tingkatan Rida

Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjadi penceramah di itikaf malam 27 Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyampaikan tausiyah di hadapan jamaah iktikaf yang memadati lantai utama masjid terbesar di Asia Tenggara itu pada malam 27 Ramadhan 1440 Hijriyah. Dalam ceramahnya, ia membahas tentang tingkatan rida.

"Mempertanyakan kenapa orang tidak ibadah tapi sukses, itu kita belum pada tahap rida yang tinggi," kata mantan wakil menteri agama itu di Jakarta, Sabtu dini hari.

Nasaruddin mengatakan, insan yang berada di puncak rida akan rela dengan segala yang Allah berikan. Menurut dia, orang dalam kerelaan tingkat tinggi percaya dengan takdir Allah hingga sulit membedakan kenikmatan dan penderitaan.

"Kita harus percaya ada yang tidak kita ketahui, kecuali oleh Allah," jelas Nasaruddin.

Orang dengan tingkat keridaan tinggi, menurut Nasaruddin, tidak menderita ketika ditimpa kesusahan. Itu karena mereka meyakini semua datang dari Allah.

"Menikmati kekecewaan, penderitaan, fitnah, kekalahan apapun yang datang," katanya.

Iktikaf sendiri merupakan amalan ibadah berdiam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu. Ibadah tersebut biasanya dilakukan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Salah satu kegiatan iktikaf biasanya dilakukan umat Islam dengan menjauhkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Z2NfYf
June 01, 2019 at 07:20AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Z2NfYf
via IFTTT
Share: