Showing posts with label 2018 at 04:07PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:07PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Ini Kegiatan Cawapres Kiai Ma'ruf pada Malam Tahun Baru

Kiai Ma'ruf berharap agar 2019 Indonesia tetap mendapat keberkahan dari-Nya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pergantian tahun kerap dimanfaatkan sebagian tokoh untuk mengadakan sejumlah kegiatan. Pergantian tahun dari 2018 menuju 2019, berada di manakah calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin? 

Menurut penturan Kiai Ma’ruf, dirinya akan mengisi malam tahun baru di rumah saja, menerima tamu, berkumpul dengan keluarga, dan membaca Alquran. 

"Kecuali kalau ada undangan untuk menghadiri acara menyambut tahun baru dengan membaca shalawat. Insya Allah saya hadir," kata KH Ma'ruf Amin, di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Ahad (30/12).

Ketika ditanya, apa harapannya pada 2019, Kiai Ma'ruf mengatakan, semoga Indonesia dalam berbagai aspek akan lebih baik.

"Kondisi politik dan ekonomi juga semoga lebih baik. Tanda-tannya sudah ada, yakni nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menguat," katanya.

Kiai Ma'ruf juga menyoroti soal kenaikan harga kebutuhan pokok, yang diharapkan hanya situasional saja. 

"Ada langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah untuk  mengendalikan harga kebutuhan pokok, agar stabil. Saya harap setelah tahun baru, harga sudah stabil," katanya.

Sedangkan, kondisi politik nasional pada 2019, diharapkan stabil dan semakin kondusif. 

"Tahun 2019, meskipun diselenggarakan proses demokrasi, pemilu presiden dan pemilu legislatif, tapi situasi politik nasional tetap stabil dan tidak ada ketegangan," katanya.

Kiai Ma'ruf juga berharap pada 2019 ini, Allah SWT akan memberikan keberkahan bagi masyarakat Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ETnlzz
December 30, 2018 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ETnlzz
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Death toll of Sunda Strait tsunami up to 168: BNPB

Tsunami hits Sunda Strait at around 9.27 p.m. local time on Saturday.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Death toll of Saturday's Sunda Strait tsunami has risen to 168, the National Disaster Management Agency (BNPB) said. According to BNPB, the data was updated on 13.00 West Indonesia Standard time.

The head of BNPB's Data and Information Center, Sutopo Purwo Nugroho, said the death toll is feared to increase as there were 30 people still missing. Meanwhile, 745 people were injured.

BNPB said three areas affected by tsunami, namely Pandeglang District, Serang, and South Lampung. The hardest hit was Pandeglang District.

"The largest was in Pandeglang District where 10 sub-district hit by tsunami," Sutopo said at BPBD office in Yogyakarta, Sunday (Dec 23).

Mapping process of affected ares in the three districts is still being carried out. So far, it was known that tsunami also heavily damaged 558 houses, nine hotels, 350 boats and 60 culinary stalls.

"Helicopters are also deployed to monitor the tsunami impacts," Sutopo said.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EEGC7K
December 23, 2018 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EEGC7K
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Menyambut atau Menghadang VFS

IHRAM.CO.ID, Proses imigrasi di Bandara King Abdul Aziz Jeddah adalah perkara yang sangat dikeluhkan jamaah. Utamanya, praktisi yang bergerak dalam bidang haji dan umrah di Tanah Air.

"Selama sepuluh tahun bergerak di dunia ini, pengalaman terpahit yang pernah saya alami kala mengantarkan sebuah group umrah adalah tiga tahun lalu. ketika mendarat di Bandara Jeddah dengan maskapai Emirates pada pukul 03:00 dini hari. Sedihnya group saya baru selesai melewati pemeriksaan imigrasi setelah jarum jam menunjukkan pukul 07:00," ujar Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Himpuh, Rafiq Jauhary, Jumat (21/12).

Pasalnya, dia menilai, sepanjang waktu para jamaah terpaksa berdiri berdesakan. Bahkan, yang bercampur dengan para jamaah dari berbagai negara, tidak sempat mendirikan shalat Subuh kecuali setelah melewati pemeriksaan imigrasi.

“Dalam beberapa tahun terakhir Bandara King Abdul Aziz Jeddah memang konsisten berada pada urutan bandara terburuk di dunia. Website Airline Quality bahkan memberikan nilai 2 dari skala 10 yang ada. (lihat http://bit.ly/2SeJsUT),” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id.

Kendala ini, tampaknya dibaca oleh otoritas bandara. Maka, mulai keberangkatan haji 2018, kerajaan Arab Saudi memberlakukan proses perekaman biometrik di Asrama Haji. Sehingga, ketika tiba di Bandara Jeddah para jamaah hanya perlu konfirmasi data dengan cepat tanpa perlu melakukan perekaman sejak awal.

Dinilai sukses menerapkan perekaman biometrik untuk haji, akhir tahun 2018 ini Kerajaan Arab Saudi menggandeng sebuah perusahaan swasta bernama VFS Tasheel untuk membantu melakukan perekaman biometrik bagi jama'ah umrah.

“Bedanya, jika sebelumnya perekaman biometrik dilakukan di Asrama Haji sebelum keberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi, kini perekaman biometrik dilakukan di beberapa kota besar dan berkas perekaman ini dijadikan sebagai syarat pengurusan visa,” ucapnya.

Selain karena jumlah kantor VFS Tasheel masih sangat terbatas, fasilitasnya pun sangat minim. Belum lagi biaya perekaman yang tidak murah (berkisar Rp 120 ribu) dinilai semakin memberatkan para jamaah umrah.

“Contohnya DIY-Jateng, wilayah seluas ini hanya tercover oleh tiga kantor VFS yang letaknya ada di Yogyakarta, Semarang, dan Purwokerto. Bayangkan bagaimana jika ada jamaah datang dari luar kota, lebih lagi di pulau seberang seperti Nusa Kambangan, Karimun Jawa dan lainnya,” ungkapnya.

Bahkan, ketika dirinya berkunjung ke Kantor VFS Tasheel di Yogyakarta, terlihat kantor ini terletak di sebuah gang kecil yang tidak bisa digunakan mobil berpapasan. Tidak memiliki halaman parkir, dan statusnya hanya menempel dengan Kantor Pos.

“Di kantor ini hanya tampak kurang dari lima karyawan yang terlihat masih sangat kurang terampil dengan alat yang dihadapinya. Hanya ada dua komputer, alat perekam sidik jari, dan Kamera. Tidak ada perekaman retina mata di tempat ini,” ucapnya.

Jika semula dikabarkan perekaman biometrik dilakukan dengan waktu kurang dari 3 menit, faktanya perekaman dilakukan rata-rata selama 15 menit. Bahkan tidak jarang ketika sistem sedang down perekaman bisa mundur hingga hampir 2 jam. 

Apalagi jika listrik padam seperti yang dialami Kiai Rosyad seorang jamaah sepuh dari lereng Gunung Merapi. Dia terpaksa harus menunggu lama karena kantor VFS tidak memiliki cadangan energi dari genset.

“Karena berbagai kendala ini, akhirnya kantor VFS yang kami kunjungi hanya mampu menerima lebih kurang 30 jamaah dalam sehari,” tuturnya.

Penerapan rekam biometrik ini, tampaknya bukan lagi isapan jempol. Sudah banyak paspor jamaah umrah yang tertolak mengurus visa karena tidak dilengkapi dengan lembar perekaman dari VFS Tasheel. Di kalangan pengusaha travel bahkan telah terbentuk Group Whatsapp 'Posko Gagal Visa Bcoz VFS'.

Berita Terkait

Hal yang membuat semakin ngeri, penerapan kebijakan baru di tengah musim crowded liburan ini membuat lumpuh sistem pendaftaran online VFS Tasheel. Sehingga, para jamaah yang hendak melakukan perekaman biometrik harus melalui ribetnya birokrasi karena harus melalui Travel umrah, diforward ke provider visa, forward lagi ke kantor pusat VFS dan kembali lagi hingga ke jamaah.

“Semoga kebijakan ini tidak berdampak pada kerugian besar baik pada travel apalagi kerugian pada jamaah,” tandasnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AchxxV
December 21, 2018 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AchxxV
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

OJK Perketat Pengawasan Perusahaan Pinjaman Online

Nasabah perusahaan pinjaman online mencapai lebih dari dua juta nasabah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk mengawasi perusahaan financial technology (fintech) pinjam-meminjam uang dalam jaringan (peer-to-peer lending) yang legal atau terdaftar. Pengawasan ini sebagai bentuk upaya perlindungan terhadap konsumen.

"Cara OJK mengawasinya yaitu melalui laporan dan kemudian disampaikan ke asosiasi," kata Kepala Bagian Operasional Konsumen OJK Yulianta dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (19/12).

Ia menjelaskan bahwa pengawasan dan penindakan perusahaan fintech ilegal dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi. Salah satu langkahnya yaitu satgas merilis daftar yang ilegal agar tidak digunakan oleh masyarakat.

"Satgas Waspada Investasi selalu memperbarui daftar investasi ilegal. Sanksi pengawasan bisa teguran, pembekuan kegiatan usaha, dan pencabutan tanda terdaftar. Kalau sampai dicabut, akan disampaikan ke masyarakat," ujar Yulianta.

Dalam kesempatan yang sama, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPBI) mengakui bahwa memang ada perusahaan fintech ilegal yang meresahkan masyarakat. Asosiasi mengimbau masyarakat untuk klarifikasi ke OJK atau AFPBI mengenai legalitas perusahaan fintech pinjaman dalam jaringan.

Wakil Ketua II Direktorat Multiguna AFPBI, Entjik Djafar, menjelaskan perusahaan fintech yang terdaftar di asosiasi wajib mengikuti code of conduct untuk mengatur etika berbisnis yang harus disetujui perusahaan.

"Tekfin saat ini memang pesat bertambahnya karena animo masyarakat besar terutama dari sektor UMKM yang belum bisa masuk ke bank atau unbankable," ujar dia.

Menurut catatan AFPBI, nasabah fintech peer-to-peer lending mencapai lebih dari dua juta nasabah. Jumlah pinjaman yang sudah disalurkan oleh tekfin legal mencapai Rp15 triliun sampai dengan September 2018.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RbrcOO
December 19, 2018 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RbrcOO
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

UEFA Selidiki Aksis Rasis Fan Chelsea

Tak semua individu memiliki kemampuan berpikir untuk memahami pesan soal rasisme.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Fan Chelsea dituduh melakukan nyanyian rasis di Liga Europa saat bertandang ke Vidi pada Jumat (14/12) WIB. Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) memang telah mengamati dugaan nyanyian rasis di Groupama Arema di Budaoest. Fan Chelsea dilaporkan menggunakan lagu anti-semit.

Padahal sebelumnya klub dan polisi melakukan investigasi atas dugaan serangan rasis terhadap pemain Manchester City Raheem Sterling di Stamford Brdige akhir pekan lalu. Dikutip dari Sky Sports, Jumat (14/12), UEFA sedang menunggu laporan dari ofisial pertandingan dan delegasi pertandingan tersebut untuk memutuskan apakah kasus itu dilanjutkan atau tidak.

Hukuman akan diberikan kepada klub dalam 24 jam ke depan jika terbukti bersalah. Juru bicara Chelsea mengatakan, anti-semit dan segala bentuk rasisme atau kebencian terhadap keyakinan merupakan hal yang menjijikkan bagi klub dan mayoritas fan the Blues.

''(Rasisme) Itu tidak punya tempat di Chelsea atau setiap komunitas kami. Kami telah bersuara keras dan jelas dalam banyak tugas dari pemilik, dewan, pelatih, dan pemain,'' ujar Chelsea, dalam sebuah pernyataan.

Chelsea menyatakan, tidak semua individu memiliki kemampuan berpikir untuk memahami pesan sederhana ini. Ada oknum yang terlihat mempermalukan klub dengan kata-kata anti-semit atau rasis atau bahkan tindakan yang berpotensi membuat klub terkena sanksi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A0Xgez
December 14, 2018 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A0Xgez
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Ponpes Al Ittifaq Pemasok Sayuran ke Pasar Modern

Perlu waktu 23 tahun agar produknya bisa menembus pasar modern.

REPUBLIKA.CO.ID, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil meluncurkan Program One Pesantren One Product (OPOP), di Pondok Pesantren Al Ittifaq Kampung Ciburial Desa Alam Endah, Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (12/12). Program ini, diluncurkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ittifaq, karena dinilai paling siap untuk menjalankan program OPOP ini.

Ridwan Kamil mengatakan, OPOP merupakan salah satu program 100 hari kerja dirinya dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Konsepnya, tak jauh berbeda dengan program satu desa satu perusahaan yang ia janjikan saat kampanye. 

"Intinya sama memberdayakan dalam lingkungan keumatan Islam khususnya bagaimana pesantren ini bisa berdaya tanpa harus mengandalkan donasi dari orangtua siswa atau pemerintah," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Rabu (12/12). 

Emil menjelaskan, program OPOP ini bertujuan untuk mendorong pesantren di Jawa Barat lebih mandiri. Program ini, sebagai upaya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk program ekonomi keumatan. Tujuan besarnya, program ini yakni untuk  pengembangan ekonomi keumatan dapat mengikis angka gini rasio serta menekan aktivitas urbanisasi. 

"Gabungan ini ujungnya adalah baik pesantren atau desa akan mengurangi gini rasio dan ketimpangan desa dan kota yang masih ada. Nah diharapkan gagasan ini akan berbuah pada peningkatan kesejahteraan desa, mengurangi migrasi dan ketimpangan," papar Emil.

Menurut CEO Koperasi Pesantren Al Ittifaq, Setia irawan, saat ini sekitar 70 pesantren sudah bergerak di bidang pertanian. Banyak pesantren memilih pertanian karena potensinya memang ada di pertanian

"Ini jadi konsen pesantren. Ketika pesantren melahirkan santri, apakah semuanya akan menjadi ulama, kan tidak," ujar Setia.

Oleh karena itu, pesantrennya berpikir untuk mengembangkan produk yang bisa menjadai matapencaharian semua santri. Memang, perlu waktu 23 tahun agar produknya bisa menembus pasar modern.

"Kami memulai pertanian ini sejak tahun 1970, baru di 1993 akhirnya bisa memasukan produk ke supermarket yang ada di Indonesia," katanya.

Setia bersyukur, sekarang Pondok Pesantrennya sudah menjadi supplier ke semua supermarket yang di Bandung dan Jakarta. Kunci kesuksesannnya, Al Ittifaq membagi petani dalam 9 kelompok tani yang terdiri dari 270 orang petani binaan dan 130 hektare lahan garapan.

"Yang menarik, semua petani santri alumni Al Ittifaq. Jadi, sistem pola tanam dan budidaya sesuai dengan Standar Operasi Prosedure (SOP) yang diterapkan," katanya.

Setia menjelaskan, pihaknya pun menerapkan budaya pesantren dalam mengelola pertanian. Yakni, santri akan manut dan mengikuti apa yang dikatakan Kiai.

"Dengan budaya pesantren ini, sehingga kamu bisa memenuhi kualitas dan kuantitas yang diperlukan oleh supermarket," katanya.

Untuk menyuplai sayuran ke supermarket, kata dia, yang paling harus dijaga adalah kontinuitas. Jadi, di pesantrennya setiap hari ada yang menanam dan setiap hari ada panen.

"Omzet per bulan sampai Rp 300 juta. Ini baru bisa memenuhi 30 persen permintaan dari supermarket ke kami. Jadi, permintaan dari supermarket masih banyak yang belum kami penuhi," katanya.

Sebenarnya, kata Setia, masih banyak pihak yang meminta untuk disuplai sayuran karena dinilai Al Ittifaq sudah memiliki kualitas bagus. Tapi, ada sistem transaksi yang tak adil. Yakni, pengiriman harus dilakukan setiap hari, tapi pembayaran baru dilakukan pada hari ke-21

"Jadi ada term of payment. Bagi kami lebih senang pembayaran dengan jangka waktu yang lebih pendek. Makanya kami bekerja sama dengan perbankan baik dengan bank nasional maupun Bank Indonesia," kata Setia seraya mengatakan ada kebijkan yang dikeluarkan BI dimana pembayaran dari setiap tanggal 21 menjadi tanggal 5.

Setia berharap, produksi pertaniannya bisa didistribusikan lebih luas lagi. Ia optimistis, karena dalam waktu dekat akan ada penandatanganan MoU untuk mengirimkan sayuran ke Supermarket yang ada di Jabodetabek. Saat ini, Al Ittifaq menjual 126 item produk ke supermarket 126 dengan 60 jenis sayuran. Di antaranya, ada jagung kupas, jagung, kulit dan lainnya.

"Kendala untuk mengembangkan bisnis pertanian ini, kalau bicara pemenuhan permintaan pasar bukan hanya term of payment, tapi kita harus menanam apa di setiap daerah," katanya.

Dengan jejaring antar pesantren, kata dia, diharapkan pesantren Al Ittifaq bisa mambantu menyalurkan produk pesantren lain. Sehingga, nantinya  bisa membentuk holding dengan pesantren lain dan bisa menggerakan ekonomi pesantren.

"Ya kami diminta oleh Pa Emil untuk menjadi komandan produk pertanian dan sayuran. Kalau kami yang memimpin nanti bukan hanya di hulu di budidaya tapi di proses marketingnya diintegrasikan," katanya.

Dikatakan Setia, pesantrennya pun siap untuk berbagi ilmu pertanian dengan pesantren lain yang ada di Jabar. Karena, selama ini pihaknya memang sudah membuat kelas-kelas pertanian. Bahkan, sebelum ada program OPOP, pesantrennya sudah menjadi pusat pelatihan pertanian berbasis pesantren.

"Ke depan dengan adanya program OPOP ini, kami akan menyinergikan budidaya dengan teknologi kekinian. Karena, di Jepang teknologi pertaniannya sudah sangat canggih," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UB5DGi
December 12, 2018 at 04:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UB5DGi
via IFTTT
Share: