Showing posts with label 2019 at 04:35PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:35PM. Show all posts

Tuesday, May 7, 2019

Masa Kecil Kurang Bahagia Pengaruhi Kesehatan Mental

Masa kecil yang diisi memori kemiskinan atau keluarga tidak stabil pengaruhi mental

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Masa kecil kurang bahagia bisa memberikan efek jangka panjang terhadap kesehatan mental saat dewasa. Terutama, akibat paparan berulang faktor stres seperti kemiskinan, keluarga yang tidak stabil, dan pelecehan seksual.

Studi yang semula melibatkan eksperimen terhadap hewan itu mengungkap efek dari kondisi sulit pada awal kehidupan. Akibatnya adalah perubahan pada epigenome, senyawa kimia yang mengendalikan fungsi gen dan ekspresi DNA.

Penelitian mengungkap adanya perbedaan tingkat metilasi DNA atau modifikasi kimia oleh aksi molekul yang menstimulasi gen. Ada perbedaan signifikan antara individu dengan pengalaman serta situasi sulit pada tahun-tahun pertama hidupnya.

Riset digagas para peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH) dan telah terbit di jurnal Biological Psychiatry. Usai eksperimen dengan satwa, studi juga menganalisis data subkelompok dari lebih dari 1.000 pasang ibu dan anak Inggris.

Tim menghimpun data dari orang tua mengenai informasi tentang kesehatan dan kesejahteraan anak sejak lahir sampai usia tujuh tahun. Secara umum, faktor stres yang dialami sebelum usia tiga tahun memiliki dampak lebih besar terhadap buruknya kesehatan mental.

Rentang waktu tersebut dibandingkan faktor stres yang dialami antara usia tiga sampai lima tahun serta lima sampai tujuh tahun. Lingkungan tempat tinggal di wilayah kumuh memiliki dampak terbesar terhadap deretan penyebab lainnya.

Kondisi lain yang turut berpengaruh yaitu kemiskinan, pelecehan seksual, kekerasan fisik, atau tumbuh hanya bersama orang tua tunggal. Penulis studi, Erin Dunn dari Unit Genetika Psikiatri dan Neurodevelopmental di MGH, menyoroti sederet masalah itu.

"Temuan ini menunjukkan tiga tahun pertama kehidupan dapat menjadi periode yang sangat penting untuk membentuk proses biologis yang pada akhirnya memengaruhi kondisi kesehatan mental," kata Dunn dikutip dari laman Malay Mail.

Bukan hanya peristiwa buruk yang dialami anak usia dini, masa kecil kurang bahagia di rentang usia selanjutnya juga memiliki konsekuensi serius. Dunn mengharapkan adanya tindak lanjut replikasi dengan riset oleh peneliti lain.

Dengan begitu, akan ada dukungan data mengenai kaitan antara perubahan pola metilasi DNA dengan masalah kesehatan mental. Menurut dia, cara itu dapat membuat setiap orang memahami hubungan antara kesulitan masa kecil dan kondisi mentalnya saat dewasa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Jp1OAP
May 07, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Jp1OAP
via IFTTT
Share:

Geliat Subuh Berjamaah Terasa di DIY

Gerakan ini memang bertujuan memakmurkan masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ghirah umat memang terus terasa. Subuh berjamaah menjadi salah satu momen yang menunjukkan tingginya ghirah umat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Shalat Subuh menjadi salah satu kewajiban umat Islam. Tapi, waktu pelaksanaan yang begitu pagi membuat masyarakat kadang memilih melaksanakannya di rumah masing-masing.

Namun, di DIY, geliat melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid terus menguat dengungnya. Di Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, misalnya, begitu ramai jamaah yang shalat Subuh berjamaah.

Bahkan, selama bertahun-tahun, Masjid Jogokariyan mampu menarik minat masyarakat untuk beramai-ramai shalat di masjid. Tidak cuma waktu-waktu luang, tapi untuk shalat Subuh.

Semangat itu tampak tersebar luas, tidak cuma di Kota Yogyakarta. Hari ini, banyak masjid-masjid yang mulai menunjukkan keramaian jamaah-jamaahnya ketika pelaksanaan shalat Subuh.

Di Kabupaten Gunungkidul, Rumah Zakat turut menggeliatkan gelora shalat Subuh berjamaah di masjid. Akhir April lalu, misal, shalat Subuh berjamaah dilakukan di Masjid Al Mustaqim.

Gerakan itu dilaksanakan Fasilitator Desa Berdaya di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Sejak tahun lalu, ini menjadi putaran ke-43 Gerakan Subuh Berjamaah digulirkan.

Fasilitator Rumah Zakat di Desa Pacarejo, Ratno Sunkowo menilai, gerakan ini memang bertujuan memakmurkan masjid. Dipilih waktu Subuh karena kebanyakan warga masih berada di rumah.

Bagi Ratno, sebenarnya tidak ada alasan warga untuk tidak menghadiri Subuh berjamaah. Kecuali, bila setan benar-benar telah membelenggu yang seharusnya bisa dikalahkan keteguhan iman manusia.

"Tinggal kita panitia dan takmir mengemas momen Subuh berjamaah bisa menarik warga, harus kreatif dan inovatif, sehingga warga mau mengikuti Subuh berjamaah," kata Ratno.

Seratusan warga sukses mengikuti Subuh berjamaah tersebut. Gelaran ditutup hadiah kejutan kepada 20 jamaah. Selain itu, diberikan paket alat kebersihan untuk masjid.

Terpisah, di Kabupaten Sleman, geliat Subuh berjamaah turut terlihat di Masjid Agung Sleman. Beberapa kali Pemkab Sleman menggelar kegiatan yang dimulai dengan Subuh berjamaah.

Untuk menarik jamaah, Subuh berjamaah dikaitkan kegiatan-kegiatan olah raga seperti senam atau lari pagi massal. Sukses, beragam agenda yang disiapkan membuat Subuh diikuti begitu ramai jamaah.

Belum lama ini, turut digelar Subuh berjamaah dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-103 Tahun. Pada kesempatan itu, hadir Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Dalam sambutannya, Sri Purnomo menyampaikan, Subuh berjamaah bisa menjadi pilar penting persatuan dan kesatuan. Bahkan, turut memperkuat upaya-upaya amar maruf nahi munkar.

"Kegiatan dapat diisi pengajian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kajian-kajian Alquran dan hadis, terlebih lagi dalam bulan Ramadhan pasti akan lebih semarak lagi," ujar Sri.

Subuh berjamaah dilanjut kegiatan jalan sehat bersama yang diisi pula pembagian hadiah kejutan kepada peserta. Serta, bantuan uang tali kasih kepada pengelola kebersihan Masjid Agung Sleman.

Baik di Masjid Al Mustaqim, Masjid Agung Sleman, maupun Masjid Jogokariyan, menjadi tiga contoh kecil geliat Subuh berjamaah di DIY. Sebab, banyak sudah masjid-masjid yang mampu meramaikan subuh.

Penekanannya, ada di kreativitas takmir dalam mengemas Subuh atau menggelorakan masjid sebagai pusat kegiatan. Sehingga, tidak cuma shalat, mereka memang nyaman datang ke masjid.

Geliat itu biasanya memang semakin terasa nanti ketika bulan suci Ramadhan. Tentu saja diharapkan bukan momentum Ramadhan yang membuat mereka datang ke masjid.

Tapi, keinginan besar untuk melaksanakan ibadah, dan meramaikan rumah Allah SWT. Sehingga, mimpi menjadikan masjid sebagai pusat peradaban benar-benar mampu diwujudkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JavnXV
May 07, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JavnXV
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

Rossi tak Terkejut Fabio Quartararo Rebut Pole Position

Valentino Rossi memuji Fabio Quartararo yang berhasil start di pole position

REPUBLIKA.CO.ID, JEREZ -- Valentino Rossi memuji Fabio Quartararo yang berhasil merebut pole position pada kualifikasi GP Spanyol, di Circuito de Jerez, Sabtu (4/5). Di urutan kedua, ditempati rekan satu tim Quartararo, Franco Morbidelli.

Sementara Rossi sendiri posisinya jauh dari dua pembalap Petronas Yamah tersebut yaitu pada urutan ke-13. Rossi mengakui tidak terkejut dengan hasil baik yang didapatkan oleh dua pembalap tersebut di kualifikasi.

"Saya terkejut seperti semua orang bahwa mereka adalah satu dan dua, tetapi tidak terkejut dengan tingkat Franco yang saya kenal dengan baik, dan juga Quartararo karena dari tes musim dingin mereka cepat pada sepeda dan mereka menyukai motor," kata Rossi dikutip dari Crash, Ahad (5/5).

Di Jerez, menurut Rossi, mereka kuat dalam setiap latihan. Pada sesi kualifikasi mereka membuktikan penampilan baiknya dengan merebut posisi satu dan dua. Mereka juga selalu tampil baik di Jerez dalam beberapa tahun terakhir.

The Doctor, julukan Rossi mengakui sirkuit Jerez memang selalu menyulitkan dirinya. Hal disebabkan oleh tidak terlalu kuat pada beberapa bidang pada lintasan. Kendati demikian, Rossi yakin jika bekerja keras dengan meningkatkan kecepatan, maka hasil akhirnya akan tidak terlalu buruk.

"Dari apa yang saya tahu sepeda Quartararo sangat mirip dan tidak seperti Zarco [pada 2018]," jelas Rossi berbicara mengenai motornya.

Rossi menambahkan, Quartararo mengendarai motor sangat baik dan mampu melewati tikungan dengan sangat alami. Keistimewaan tersebut diakui Rossi tidak dimiliki oleh dirinya. Oleh sebab itu, Rossi akan memperbaiki pada balapan resmi yang akan berlangsung Ahad (5/5) malam WIB.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZX7rMH
May 05, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZX7rMH
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Diminta Hentikan Situng, Ini Jawaban KPU

KPU hanya menjalankan perintah undang-undang dalam melaksanakan tahapan pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, mengatakan tidak tunduk kepada pihak manapun terkait proses pemilu.  Dia menegaskan, KPU hanya menjalankan perintah undang-undang dalam melaksanakan tahapan pemilu.

"KPU tidak akan tunduk kepada pihak mana pun. Itu prinsip. Dari pihak mana pun kami tidak akan tunduk dan kami akan membuktikan itu. Kami juga tidak akan tunduk kepada 01 dan 02 dan siapapun. KPU hanya tunduk kepada undang-undang, " ungkap Wahyu ketika dijumpai wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat,  Kamis (2/5).

Hal tersebut disampaikannya menanggapi permintaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, yang meminta BPN Prabowo-Sandiaga Uno untuk menghentikan sistem informasi penghitungan (situng) yang dibuat oleh KPU.  Rizieq menilai situng membentuk opini masyarakat terkait kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Wahyu melanjutkan, situng hanya merupakan alat bantu yang dipilih oleh KPU untuk memberikan informasi yang cepat kepada masyarakat  terkait hasil pemilu.  Terkait kesalahan dalam entry data situng pun, Wahyu mengakuinya.

"Kami tidak memungkiri ada sekitar 159 salah entry atau salah input data di Situng, tapi kami pastikan bahwa salah input itu berbeda dengan kecurangan. Kami membuka ruang partisipasi publik untuk mencermati apabila ada informasi di laman KPU yang tidak benar sesuai dengan C1, dipersilakan melaporkan kepada KPU dan akan kita perbaiki. Sekali lagi kami tegaskan bahwa Situng merupakan alat bantu. Hasil di Situng juga bukan hasil resmi pemilu 2019," tambah Wahyu. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GKiHmA
May 02, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GKiHmA
via IFTTT
Share:

Kapal Pesiar AS Dikarantina karena Campak

Karantina kapal pesiar AS dilakukan karena kasus campak cepat menular.

REPUBLIKA.CO.ID, STLUCIA -- Sebuah kapal pesiar Amerika Serikat (AS) dikarantina di pulau St Lucia, Kepulauan Karabia. Kepala Staf Medis Nasional St Lucia Dr Merlene Frederick James mengatakan kapal itu dikaratina karena ada laporan kasus campak. 

Frederick James mengatakan sudah ada konfirmasi tentang kasus campak di dalam kapal tersebut. "Saya pikir lebih kami mengkarantina kapal," katanya, seperti dilansir BBC, Kamis (2/5). 

Tidak ada satu pun orang yang boleh meninggalkan kapal itu. Kapal yang dilaporkan bernama Freewinds dimiliki dan dioperasikan oleh the Church of Scientology (Gereja Sainstologi).

Dalam pernyataan video yang diunggah di Youtube, Frederick-James mengatakan kementerian kesehatan St Lucia mendapat konfirmasi tentang kasus campak tersebut dari 'dua sumber yang terkemuka'.  Ia mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan fakta campak adalah yang sangat penyakit menular. 

"Satu orang dapat tertular dengan sangat mudah melalui batuk, bersin, dan tetesan kecil di berbagai permukaan, dan lain-lain, jadi karena risiko menular tidak hanya dari kasus campak yang terkonfirmasi tapi juga dari orang yang mungkin ada di dalam kapal saat itu kami pikir lebih bijaksana untuk memutuskan tidak mengizinkan seorang pun untuk turun," katanya. 

NBC News melaporkan salah seorang penjaga pantai St Lucia mengatakan kapal itu adalah Freewinds. Kapal sepanjang 134 meter milik Gereja Sainstologi yang ditumpangi sekitar 300 orang. 

"Dokter kapal telah mengkonfirmasi kasus ini telah diisolasi dalam kapal, pasien dalam keadaan stabil," kata  Fredericks-James seperti dikutip NBC News. 

NBC News menambahkan pihak berwenang St Lucia tidak memiliki otoritas untuk mempertahankan kapal itu untuk pergi. Freewinds dijadwalkan akan meninggalkan St Lucia pada Kamis 23.59 waktu setempat. 

Situs yang menelusuri jejak kapal MarineTraffic.com menunjukkan kapal SMV Freewinds berlabuh di Castries, ibukota St Lucia. Sampai saat ini Gereja Sainstologi belum dapat dimintai komentar tentang hal ini. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V9P885
May 02, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V9P885
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 30, 2019

Sutradara Boyz n the Hood Tutup Usia

John Singleton yang terkenal lewat karyanya, Boyz n the Hood, tutup usia Senin lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara sekaligus penulis skenario film Boyz n the Hood John Singleton meninggal dunia di usia yang ke-51 tahun. Singleton dikabarkan mengalami strok sesaat setelah bagian kakinya mengalami pelemahan. Singleton segera dilarikan ke rumah sakit pada 17 April lalu.

Sejak saat itu Singleton terus dirawat di rumah sakit Cedars-Sinai. Tepat Senin (29/4) kemarin, keluarga memutuskan untuk mencabut alat-alat penunjang kehidupan yang terpasang pada Singleton. Beberapa jam setelahnya, Singleton dinyatakan meninggal dunia.

"Dengan berat hati kami menyampaikan bahwa John Singleton telah meninggal dunia," ungkap perwakilan keluarga Singleton seperti dilansir Variety.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Singleton tutup usia dengan damai. Di saat-saat terakhir kehidupannya, Singleton dikelilingi oleh keluarga dan teman-temannya.

Tak lupa, pihak keluarga juga menyatakan rasa terima kasih mereka kepada para tim dokter di rumah sakit Cedars-Sinai yang bekerja keras membantu Singleton selama masa perawatan. Pihak keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada para penggemar hingga rekan kerja dan teman-teman Singleton yang selalu memberi dukungan.

"Terima kasih untuk semua cinta dan dukungan yang mereka berikan kepadanya (Singleton) selama masa yang sulit ini," ungkap perwakilan keluarga Singleton.

Singleton tumbuh besar di South-Central Los Angeles. Tak heran bila wilayah tersebut kerap menjadi latar dari beragam karyanya sebagai penulis maupun sutradara. Semasa hidupnya, Singleton telah menorehkan beberapa pencapaian yang membanggakan.

Singleton berkuliah di USC film school dan ia sempat menuangkan skripsinya ke dalam sebuah skenario film untuk film Boyz n the Hood. Film tersebut dibintangi oleh Ice Cube dan Cuba Gooding Jr. Film ini menampilkan kehidupan generasi muda keturunan Afrika Amerika di lingkungan yang rusak oleh obat-obatan terlarang dan kekerasan.

Melalui film ini, Singleton mendapatkan nominasi Oscar sebagai sutradara terbaik. Singleton merupakan sutradara film berkulit hitam pertama yang berhasil masuk ke dalam nominasi Oscar untuk kategori ini.

Semasa hidupnya, Singleton juga cukup bersuara lantang dalam mengkritik rekam jejak buruk Hollywood. Masalah yang kerap Singleton soroti ialah masalah terkait rekrutmen pekerja film berkulit hitam untuk menyampaikan cerita orang-orang berkulit hitam.

"Bila anda mengerjakan sebuah cerita bertema orang Afrika Amerika, maka Anda harus melibatkan orang-orang berkulit hitam yang dapat memberikan Anda masukan," jelas Singleton dalam suatu sesi pembicaraan di Hollywood Masters.

Singleton juga dipercaya menyutradarai Poetic Justice, Higher Learning, dan 2 Fast 2 Furious. Dia juga menangani video klip Michael Jackson, "Remember the Time", yang dibintangi Eddie Murphy, Iman, dan Magic Johnson. Ayah lima anak itu juga terlibat dalam penggarapan beberapa episode serial TV Billons dan Empire.

.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ISP0mP
April 30, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ISP0mP
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Modal Usaha dari Rumah Zakat Berdayakan Keluarga Waidi

Usaha Waidi lebih berkembang karena bantuan modal Rumah Zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Modal usaha dan pembinaan kewirausahaan yang dilakukan oleh Rumah Zakat bisa memberdayakan keluarga Waidi yang berjualan bakso kojek mini. Waidi merupakan salah satu penerima manfaat program ekonomi di Desa Berdaya Gilingan Solo.

Usaha bakso kojek yang dilakoni Waidi sudah berjalan selama 20 tahun. Ia mengaku dengan adanya bantuan permodalan dari Rumah Zakat bisa membantu untuk mengembangkan usahanya.

“Setelah mendapatkan modal dan pembinaan dari Rumah Zakat, saat ini saya masih bertahan dengan usaha bakso ini. Alhamdulillah dari hasil jualan ini bisa membiayai sekolah anak-anak,” ujar Waidi, Selasa (23/4).

Sebelumnya Waidi bekerja sebagai kuli bangunan, penghasilannya tidak menentu sehingga hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan keluarganya sehari-hari. Namun, istrinya memberikan masukan untuk berhenti bekerja dan mencoba untuk memulai usaha sendiri.

“Saya mencoba meyakinkan suami untuk membuka usaha sendiri, awalnya memang berat, tapi alhamdulillah saat ini kami bisa menyekolahkan anak-anak dari hasil jualan. Apalagi setelah dibantu modal oleh Rumah Zakat, alhamdulillah bisa menambah modal dan bisa membantu membeli sembako untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rusmini, istri Pak Waidi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XF74Va
April 24, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XF74Va
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

'Emak-emak' Pendukung Prabowo Gelar Aksi di depan KPU

Para ' emak-emak' itu mengimbau KPU agar mengedepankan pemilu yang jujur dan adil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puluhan orang yang tergabung dalam Panggung Perlawanan Rakyat menggelar aksi di depan Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (21/4) sore. Mereka yang mayoritas adalah emak-emak itu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar jangan sampai melakukan kecurangan menghitung suara di pemilihan umum (pemilu) tahun ini.

Juru bicara massa tersebut, Endah Farida menegaskan, pemilu semestinya menjadi sarana untuk menghadirkan partisipasi masyarakat. Namun, pihaknya menyayangkan bila masih ada indikasi KPU tidak menjalankan tugas dengan sebagaimana mestinya.

"Misalnya, ditemukan ribuan pelanggaran di TPS pada 17 April lalu, kesalahan input data berujung kepada pernyataan KPU soal adanya human error, tetapi merugikan paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno, serta informasi penayangan hasil hitung cepat (quick count) yang begitu masif," papar Endah Farida kepada awak media di sela-sela aksi, Ahad (21/4).

Menurut dia, sebagai emak-emak pihaknya memahami beratnya tugas penyelenggara pemilu. Namun, dirinya menekankan, sudah seharusnya KPU mengedepankan pemilu yang jujur, adil, dan transparan. "Kami dukung KPU untuk bersikap tegas dan tidak takut kepada rezim. Takutlah kepada kekuatan rakyat," ujar Endah.

Selain menyampaikan keterangan pers, para emak-emak juga meneriakkan yel-yel. Misalnya, 'KPU Jangan Curang!', 'Prabowo-Sandi Menang!' dan 'Prabowo-Sandi Presiden RI!'

Mereka pun tidak lupa menyanyikan lagu 'Ibu Kita Kartini' sebagai penghormatan atas peringatan Hari Kartini yang jatuh hari ini, 21 April 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IMVGC7
April 21, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IMVGC7
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Ratusan WNI di Australia Terpaksa Golput, Ini Respons KPU

Pemilih yang masuk Daftar Pemilih Khusus tak mencoblos karena keterbatasan waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan WNI di Sydney, Australia, seperti laporan yang diterima Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, mengaku tidak bisa mencoblos dan terpaksa berstatus golput. Massa yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) itu tidak bisa memberikan suara mereka menyusul keterbatasan waktu.

Sejatinya, dalam aturan main pemilu disebutkan bahwa pemilih yang berstatus DPK berhak mencoblos pada satu jam terakhir atau sebelum pukul 18.00 waktu Sydney. Namun, faktanya Panitia Pemiliham Luar Negeri (PPLN) Sydney tidak sanggup menampung lonjakan massa sehingga antrian membeludak.

Di Australia, WNI secara serempak melakukan pemilu pada Sabtu (13/4) Kekecewaan massa yang tidak dapat mencoblos ditumpahkan di sosial media. Bahkan, saat ini lebih dari 3.000 WNI sudah menandatangani petisi untuk mendesak pemilu ulang di Sydney.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Arief Budiman menjelaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki terlebih dahulu tentang dugaan kecurangan pemilihan umum yang terjadi di Sydney, Australia. "Saya sudah minta kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) agar berkoordinasi dengan Bawaslu kemudian meneliti apakah ada ketentuan-ketentuan yang dijalankannya tidak sesuai," kata Arief dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Perhitungan Suara Pileg dan Pilpres Tahun 2019, di Jakarta, Senin (15/4).

Menurut dia, jika ada ketidaksesuaian terhadap penyelenggaraan pemilu di Sydney maka akan ada pasal yang mengatur terhadap dugaan pelanggaran tersebut. "Itu juga ada pasal-pasal yang mengatur apakah pemilunya bisa dilanjutkan atau ada pemilu susulan. Nah itu yang harus dicek dulu masuk kategori yang mana kemudian direspons dengan cara bagaimana," jelas Arief.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa tim yang berwenang harus melakukan peninjauan terhadap WNI yang masuk dalam antrean apakah mereka memenuhi syarat sebagai pemilih atau tidak. "Itu perlu dipastikan dulu apakah pemilih yang memang memenuhi syarat sebagai pemilih. Jadi kita akan meminta laporan secepatnya lalu diputuskan seperti apa untuk menindaklanjuti hal tersebut," ujar Arief.

Berdasarkan peraturan dari KPU, jika di Indonesia pemungutan suara di TPS dilakukan dari pukul 07.00 sampai 13.00, jika pukul 13.00 masih terdapat antrean maka orang-orang yang sudah hadir sebelum pukul 13.00 tersebut tetap harus dilayani haknya, tetapi jika ada pemilih yang datang lewat pukul 13.00 maka orang tersebut tidak diperkenankan untuk mencoblos. Hal tersebut juga berlaku di seluruh negara termasuk di Sydney, Australia.

"Tinggal disesuaikan dengan jadwal waktu disana saja, kalau di sini kan sampai jam satu siang," jelas Arief.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) mengaku menerima ratusan keluhan WNI di luar negeri terkait hak pilih. TKN mengatakan, laporan dibuat menyusul terhalangnya WNI untuk menggunakan hak pilih mereka.

Keluhan serupa juga diterima dari beberapa negara lain semisal Jerman dan Selandia baru. Kendati hingga Ahad (14/4), TKN masih menghimpun jumlah keseluruhan laporan beserta seberapa besar tingkat pelanggarannya.

"Nah kita masih mengidentifikasi menunggu laporan semua dari semua kejadian yang ada di luar negeri," kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN KIK Ade Irfan Pulungan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v2HdKv
April 15, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v2HdKv
via IFTTT
Share:

Seorang Ustaz Kisahkan Kehati-hatian UAS Soal Aset Wakaf

UAS khawatir wakaf yang dikelolanya membuatnya mendapatkan keuntungan pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Dai Ambassador Cordofa Korea Selatan, Ustaz Alnofiandri Dinar, memberikan kesaksian bahwa fitnah terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) tidaklah benar. Ia juga mengatakan, bahwa UAS bukanlah orang yang berambisi terhadap harta duniawi. 

Ustaz Alnof menceritakan sosok UAS yang sangat berhati-hati manakala menerima aset wakaf. Ia melihat sendiri bagaimana UAS menolak secara halus pemberian wakaf yang diamanahkan kepadanya.

Pada 16 April 2018, Ustaz Alnof mengisahkan bahwa ia meminta waktu kepada UAS untuk bertemu. Saat itu, UAS telah mengisi kajian rutin ba'da Magrib Kitab al-Arba'un an-Nawawiyah di Masjid Raya Pasar Bawah Pekanbaru dan tabligh akbar di Markas Polresta Pekanbaru di jalan Jendral A Yani.

Ustaz Alnof meminta untuk bertemu karena ada seorang WNI yang merantau di Korea Selatan dan sengaja datang ke Pekanbaru untuk mengundang UAS ke Negeri Ginseng tersebut. UAS kemudian memberi mereka kesempatan untuk bertemu setelah tabligh akbar. Mereka dijamu di Kantor Tafaqquh di jalan Duyung, Pekanbaru, Riau.

"Tidak lama kami berbincang tentang rencana Safari Dakwah UAS di Korea Selatan 22-26 Juni 2018 dan teknis pengurusan visa, datang sahabat UAS ketika kuliah di UIN Suska Riau dulu menemani rombongan calon wakif yang hendak berwakaf tanah sekitar 10 Ha untuk membangun pesantren di Siak. Wakaf diamanahkan ke UAS," kata Ustaz Alnof menceritakan, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Senin (15/4).  

Namun, ketika amanah itu disampaikan oleh calon wakif kepada UAS, UAS justru tidak lantas langsung menerimanya. Di hadapan Ustaz Alnof dan seorang WNI yang merantau di Korsel, Setiawan, UAS menjawab kepada rombongan calon wakif agar wakaf itu diserahkan kepada lembaga yang memang menanganinya, yakni Dompet Dhuafa.

"Jika wakaf diserahkan kepada saya, nanti berdiri rumah saya, rumah keluarga saya, rumah anak saya, dan rumah keturunan saya di tanah wakaf itu. Kalau mau berwakaf, berwakaflah ke Dompet Dhuafa. Hubungi Ustaz Alnof. Ini beliau! (sambil mengarahkan tangannya ke saya)," tutur Ustaz Alnof mengutip ucapan UAS saat itu.

Calon wakif itu selanjutnya diarahkan Ustaz Alnof agar berkomunikasi lebih intens dengan Dompet Dhuafa Riau. Ia tawarkan agar mereka bertemu di Kantor Dompet Dhuafa Riau untuk menindaklanjuti rencana wakaf tersebut. Namun sampai saat ini, mereka tidak lagi melanjutkan komunikasi dengan Dompet Dhuafa Riau.

"Saya bersama Dompet Dhuafa Riau bersaksi UAS sangat hati-hati menerima aset wakaf. Beliau sama sekali tidak berambisi menguasai asset wakaf bahkan tidak mau tahu dengan asset wakaf yang beliau rekomendasikan ke Dompet Dhuafa," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P9VGNO
April 15, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P9VGNO
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

Warga Purwakarta Kembali Digegerkan Penemuan Jasad Bayi

Jasad bayi ditemukan warga sekitar pukul 08.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Penemuan jasad bayi, kembali terjadi di Kabupaten Purwakarta. Kali ini, warga Kelurahan Tegalmunjul, Kecamatan Purwakarta, digegerkan dengan penemuan jasad bayi dalam kantung plastik di tempat pembuangan sampah. Sehari sebelumnya, bayi laki-laki yang diduga lahir prematur, ditemukan di lokasi pembuangan sampah di Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakan Cikao.

Lurah Tegalmunjul, M Kosim, mengatakan, saat ditemukan kali pertama, jasad bayi laki-laki tersebut sangat memprihatinkan. Sebab, tali ari-arinya masih menempel. Tak hanya itu, diduga bayi tersebut lahir secara prematur. Sebab, badannya kecil. Diperkirakan, usia enam bulan dikandungan, sudah lahir.

"Kami menduga, bayi itu merupakan korban aborsi. Makanya, dibuang ke tempat sampah," ujar Kosim, Selasa (9/4).

Kosim menuturkan, penemuan jasad bayi oleh warga ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ini, jasad bayi malang tersebut telah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih. Serta, kasus ini telah dilaporkan ke petugas yang berwajib.

Sementara itu, Viviana (26 tahun) warga setempat, mengatakan, jasad bayi malang ini tersebut ditemukan di antara tumpukan sampah. Petugas kebersihan, yang menemukannya pertama kali. Penemuan jasad bayi ini, tentu saja mendapat perhatian masyarakat. Serta, membuat geger.

"Kami, kaget karena baru kali ini di tempat pembuangan sampah sementara ini, ditemukan jasad bayi," ujarnya.

Sehari sebelumnya, warga Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakan Cikao, juga digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki di tempat pembuangan sampah. Tepatnya, dibawah pohon nangka. Saat ditemukan, bayi itu masih hidup. Namun, ketika dievakuasi ke RSUD Bayi Asih, dalam perjalanan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian, membenarkan, jika dalam dua hari terakhir ini ada kasus yang berkaitan dengan bayi dan anak-anak. Ada tiga kasus. Dua kasus, yaitu penemuan jasad bayo laki-laki, yang dibuang di tempat sampah. Serta, satu kasus lagi, anak balita ditemukan di mushola yang berada di Stasiun Plered.

"Kalau yang anak balita, sepertinya orang tuanya lupa. Sehingga, anaknya tertinggal. Tetapi, saat ini anak tersebut sudah kembali ke orang tuanya. Kalau, kasus penemuan jasad bayi ini, masih kita selidiki," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UEqyLJ
April 09, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UEqyLJ
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

Sandiaga Uno Ajak Pendukungnya Bershalawat

Menurut Sandi ini upaya menangkal berita hoaks yang menyatakan dirinya antishalawat.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengajak pendukungnya bershalawat saat menghadiri Halaqoh K2 Aswaja Kabupaten Temanggung di Pondok Pesantren Ridho Allah, Kauman, Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (6/4). Di hadapan ribuan pendukungnya tersebut, Sandiaga mengajak bershalawat sebelum menyampaikan orasi politiknya.

Hal ini sebagai upaya menangkal berita hoaks yang menyatakan bahwa Prabowo-Sandi antishalawat, antimaulid, dan antitahlil. "Banyak beredar hoaks di antara kita, bahwa Prabowo-Sandi antishalawat, anti maulid, antitahlil, itu semua bohong," katanya.

Ia menuturkan komunitas kiai ahlusunnah waljamaah sudah menegaskan bahwa Prabowo-Sandi akan mengawal ahlusunnah waljamaah dan mencintai Islam yang rahmatan lilalamin. "Tahlilan, maulid, shalawatan, dan manakib Insya Allah kita lestarikan. Kami pastikan komunitas ahlusunnah waljamaah akan mengawal terus dan menjadi mitra pembangunan ekonomi," katanya.

Sandiaga dalam orasinya mengatakan Temanggung ini udaranya menyegarkan, tanahnya subur, hamparan tanaman tembakau dan hortikultura tumbuh dengan bagus. Namun, katanya harga tembakau anjlok dari semula Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.

"Mau panen petani malah cemas. Oleh karena itu Prabowo-Sandi akan berjuang bersama petani Temanggung, jangan sampai petani panen malah nombok. Pak Prabowo dan saya akan nguwongke petani," katanya.

Ia menuturkan petani harus makmur, pastikan pupuk, obat, bibit tersedia. Jangan sampai ada yang diselewengkan. Menurut Sandi jangan ada yang dikorupsi, harga panen harus dijaga jangan sampai anjlok karena impor.

"Prabowo sandi tegas menolak impor saat panen," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WON0z4
April 06, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WON0z4
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

Klarifikasi Maruf Amin Soal Ahok Sumber Konflik

Maruf Amin menilai video Ahok sumber konflik telah dipotong sehingga menjadi bias.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin mengklarifikasi terkait beredarnya video yang menyebut ia mengatakan, "Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai sumber konflik." Menurutnya, video yang beredar di masyarakat sudah dipotong sehingga tidak utuh.

Pemotongan video yang beredar itu, kata ia, membuat masyarakat mendapatkan informasi tidak menyeluruh dan bias. "Ya saya kira videonya enggak utuh dia. Kalau utuh kan tahu orang (makna sesungguhnya) kenapa saya mengatakan begitu," kata Ma'ruf Amin usai mengadakan dialog bersama elemen pondok pesantren di wilayah priangan timur, Garut, Jawa Barat pada Kamis (4/4).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengungkapkan, secara utuh video itu berisikan diskusi dengan para ulama untuk mendukung Gubernur Anies Baswedan sebagai calon presiden. Menurut para ulama, Anies akan bisa memperoleh kemenangan di ajang Pilpres 2019 sama seperti saat menaklukan Ahok di Pilgub 2017.

Ma'ruf mengatakan, usulan tersebut kemudian dia tolak dengan alasan Jokowi merupakan calon presiden yang patut didukung untuk maju kembali dua periode.

Ma'ruf melanjutkan, dukungan kepada Jokowi wajar diberikan karena calon presiden (capres) pejawat itu tidak seperti Ahok yang dinilai sebagai sumber konfik, berbeda dengan Jokowi.

"Saya tak setuju, saya bilang, kalau Ahok itu, saya waktu itu menggunakan istilahnya itu apa namanya 'sumber konflik', terjadi konflik itu karena Ahok. Oleh karena itu tentu Ahok ya kita harus cegah kalo dia terus menjadi konflik akan bangsa ini berkonflik," kata Ma'ruf lagi.

Ma'ruf mengatakan, penolakan tersebut membuat ia dan ulama yang mengunjunginya itu berbeda pendapat. Dia mengatakan, mereka yang mengajak untuk mendukung Anies akhirnya mengalihkan dukungan ke capres Prabowo Subianto.

Mustasyar PBNU itu menambahkan, Jokowi tak bisa dikalahkan dengan cara seperti mengalahkan Ahok di Pilkada DKI. Sebab, dia melanjutkan, Ma'ruf mengatakan Jokowi bukan sumber konflik.

Ma'ruf mengungkapkan, itulah salah satu alasan dia memberikan dukungan kepada Jokowi. Dia menyarankan kepada pemuka agama lainnya agar Anies Baswedan lebih baik maju sebagai kandidat kepala negara pada 2024 mendatang. "Biar nanti Anies 2024 ke atas bolehlah, sekarang pak Jokowi, konteksnya (video) itu," kata Ma'ruf.

Sebelumnya, beredar video di media sosial  Ma'ruf menyebut Ahok sebagai 'sumber konflik' sehingga harus dikalahkan. Dalam video berdurasi 28 detik itu, Ma'ruf tampak berbicara dengan sejumlah orang.

"Menurut saya, Ahok itu sumber konflik. Bangsa ini akan konflik, tidak akan berhenti kalau Ahok tidak.... Maka itu.. Maka itu Ahok harus kita habisi... Itu sudah pakainya fikih siyasah namanya," bunyi percakapan dalam video tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Us1I1A
April 04, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Us1I1A
via IFTTT
Share:

Monday, April 1, 2019

Kelemahan UU Haji dan Umrah Terbaru Menurut Komnas

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) menuai kritik dari pelbagai kalangan. Menurut Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj, beleid tersebut memiliki sejumlah kelemahan. Misalnya, tidak adanya klausul yang menegaskan pengawas penyelenggara ibadah haji.

Baca Juga:

"Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) dalam bagian penutup UU tersebut dihapus atau dibubarkan, diganti dengan sebagaimana termuat dalam ketentuan penutup UU PHU," ujar Mustolih Siradj saat dihubungi Ihram.co.id, Senin (1/4).

Dalam aturan teranyar, pengawasan penyelenggaraan haji didelegasikan kepada DPR, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ketiganya mengurusi sektor eksternal. Adapun pada level internal diberikan kepada Pengawas Internal Pemerintah (PIP).

Bagaimanapun, lanjut Mustolih, keberadaan KPHI masih penting. Selama ini, kata dia, KPHI bagaikan "macan ompong" karena memiliki kewenangan yang terbatas. Padahal, fungsi lembaga pengawasan seperti KPHI penting karena pelaksanaan ibadah haji tidak bertumpu pada satu aspek saja, melainkan cukup kompleks. Indonesia sebagai negara penyumbang jamaah umrah dan haji terbesar, tegas dia, mesti memiliki lembaga khusus  yang secara komprehensif bertugas mengawasi, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji.

"Karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan ratusan ribu orang dan implementasi anggaran triliunan rupiah. Hal ini (tiadanya KPHI di UU baru --Red) sangat disayangkan, seharusnya KPHI tetap dipertahankan dengan memperluas dan memperkuat tugas serta kewenangannya," katanya.

Berita Terkait

Menurut Mustolih, pelibatan DPR, BPK, DPD dan PIP justru membuka peluang benturan kepentingan dan setidaknya ego sektoral dari masing-masing lembaga tersebut. Ini merupakan kelemahan. Lebih lanjut, dia mempertanyakan, mengapa Ombudsman tidak dilibatkan juga, padahal penyelenggaraan haji merupakan kewajiban negara sebagai penyedia layanan publik. "Hasil pengawasan yang nantinya sebagai out put juga hanya akan memotret kepentingan Lembaga masing-masing," sebut Mustolih.

Meski begitu, Mustolih mengapresiasi UU PIHU. Sebab, aturan ini dinilainya lebih lengkap daripada aturan sebelumnya, yakni UU Nomor 13 Tahun 2008. "Pada bagian pertimbangan RUU Haji dinyatakan UU Nomor 13 Tahun 2008 sudah tidak kompatibel dengan dinamika perkembangan zaman dan banyak kelemahan dari aspek hukum," kata dosen Fakultas Hukum UIN Syarif Hidayatullah itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JTKwxD
April 01, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JTKwxD
via IFTTT
Share:

BPN Temukan Dugaan NIK Ganda dan KK Manipulatif

Inkonsistensi NIK berasal dari pengecekan ulang Tim IT BPN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menemukan persoalan baru dalam potensi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Kasus baru tersebut, diduga menyangkut tentang banyaknya temuan inkonsistensi penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) para calon pemilih. Daftar NIK bermasalah tersebut, menambah angka invalid DPT versi BPN 02 yang saat ini diyakini pihaknya mencapai 17,5 juta pemilih.

Direktur Informasi dan Teknologi (IT) BPN Agus Maksum mengatakan, temuan inkosistensi NIK tersebut, baru timnya dapatkan belakangan. “Ini (inkonsistensi NIK) banyak kita temukan. Jumlahnya masih belum dihitung karena terlalu banyak,” ujar dia usai konfrensi pers BPN dan Relawan Prabowo-Sandi di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (1/4). Sementara ini, tim IT BPN baru mengidentifkasi NIK yang inkonsisten di Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Majalengka, di Jawa Barat (Jabar).

Agus menerangkan soal inkonsistensi NIK ini berasal dari pengecekan ulang tim IT BPN terhadap daftar potensi pemilih sementara (DP4) yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dari pengecekan tersebut, didapat sejumlah NIK yang sama tetapi digunakan oleh nama-nama yang berbeda. Temuan lainnya, NIK milik satu nama yang sama, tetapi terdaftar di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) berbeda.

NIK merupakan angka validasi kependudukan resmi yang dimilik setiap warga negara pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) keluaran dan tercatat di Kemendagri. Setiap warga yang mempunyai KTP dipastikan memiliki NIK yang berbeda. KTP sebagai syarat mutlak warga negara agar mempunyai hak pilih dalam Pemilu. Karena itu inkonsistensi NIK berpotensi memunculkan pemilih ganda yang masif dalam Pemilu 2019.

“Kita (BPN) menyampaikan temuan-temuan ini, untuk membantu KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk memastikan jumlah DPT. Karena masih ada waktu bagi KPU menyisir semua masalah dalam DPT sementara,” kata Agus.  Persoalan DPT, pun sampai hari ini belum pungkas. Temuan BPN tentang 17,5 juta pemilih invalid membuat KPU belum juga merilis jumlah DPT final.

KPU seharusnya merilis DPT final Pemilu 2019,  pada 17 Maret lalu. Sementara Pemilu 2019 menyisakan 16 hari sebelum pencoblosan pada 17 April mendatang. BPN sudah tiga kali mendatangi KPU terkait laporan 17,5 juta pemilih invalid dalam potensi DPT. Jutaan pemilih invalid tersebut, terangkum dalam tiga kategori. BPN menyebutnya DPT Tak Wajar.

Tak wajar dalam keterangan tanggal, dan bulan kelahiran. Tak wajar dalam tahun lahir, dan tak wajar dalam usia. Ketidakwajaran dalam tanggal dan bulan kelahirn teridentifikasi menggunakan tiga jenis penanggalan yang sama. Sebanyak 9,8 juta pemilih tercatat menggunakan tanggal dan bulan lahir yang sama, pada 01/07. Yang lainnya, pemilih yang teridentifikasi menggunakan tanggal dan bulan lahir yang sama, 01/01 ada sebanyak 2,3 juta. Selebihnya, 5,3 juta menggunakan tanggal dan bulan lahir yang sama, 31/12.

“Penggunaan tanggal dan bulan lahir yang sama itu, yang menurut kami (BPN) tidak wajar,” kata Agus. Dari jumlah tersebut, Agus menerangkan, 304 ribu pemilih dengan usia di atas 90 tahun. Sebanyak 20 ribuan, teridentifikasi berusia di bawah 17 tahun. Ada juga nama-nama potensi DPT, yang teridentifikasi menggunakan data Kartu Keluarga (KK) yang manupulatif. Temuan KK manipulatif, BPN temukan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) dengan jumlah 41,55 ribu KK.

Terbanyak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) dengan 44,5 ribu KK fiktif. Menyusul Kabupaten Majalengka, di Jabar dengan 22,43 ribu KK manipulatif. Menengok sebarannya, dalam data IT BPN sebanyak 17,5 pemilih invalid tersebut, terbanyak ada di Jabar dengan angka mencapai 7,1 juta pemilih.  Jatim dengan 5,3 juta pemilih, dan Jateng dengan 3,8 juta pemilih invalid. Adapun di Banten, dan DKI Jakarta, data pemilih invalid, menurut BPN berada di angka 1,4 juta, dan sekitar satu juta pemilih.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan, mengatakan pihaknya dan KPU daerah sedang menyelesaikan temuan data pemilih tidak valid yang dilaporkan oleh BPN Prabowo-Sandiaga Uno. Dia juga menjelaskan sejumlah detail dari temuan data tidak valid sebesar 17,5 juta orang tersebut.

"Saat ini sedang dalam penyelesaian seluruhnya. Sebagian data yang disampaikan oleh BPN 02, sudah diselesaikan oleh teman-teman KPU di daerah. Jadi yang melakukan perbaikan data apabila ada yang keliru itu teman-teman KPU daerah. KPU RI mengkordinasikan, mensupervisi, memonitoring pekerjaan itu dan memastikan teman- teman mengerjakanya," jelas Viryan kepada wartawan di Hotel Sari Pan Pacific, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

Dia melanjutkan, temuan data tidak valid sebesar 17,5 juta itu tidak hanya terdiri dari satu jenis kasus saja. Misalnya, kata Viryan, bukan hanya soal bulan dan tanggal lahir yang sama.

Kemudian, kasus lain di mana dalam satu keluarga tercatat ada satu KK dengan ratusan pemilih. "Ada satu nomor KK berisi sekian ratus pemilih, nah yang seperti itu sudah diperbaiki," ungkap Viryan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Uue6OF
April 01, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Uue6OF
via IFTTT
Share:

Monday, March 25, 2019

Kementan: Viabilitas Benih Impor Rendah

Tingkat viabilitas benih impor dari Cina terbilang rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Puslitbang Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Hardianto menjelaskan, peningkatan produktivitas bawang putih terkendala minimnya benih bawang putih yang sesuai dengan ketersediaan lahan tanam di dalam negeri. Sementara itu, tingkat viabilitas benih impor dari Cina terbilang rendah.

"Karena viabilitasnya rendah (benih bawang putih Cina), jadi tanaman itu baru bisa berumbi atau bahkan tidak bisa berumbi sama sekali kalau ditanam di lahan lokal," kata Hardianto saat dihubungi Republika, Senin (25/3).

Dia menjelaskan, selain viabilitasnya rendah, benih impor sulit meningkatkan produktivitas sebab memakan waktu panen yang cukup lama yakni dalam kurun tujuh hingga delapan bulan ke depan. Hal itu, kata dia, membuat ongkos produksi di tingkat petani semakin bertambah serta kualitas produk yang kurang bagus.

Untuk itu dia menjelaskan, sejak 2017 pemerintah sudah memulai aktivitas riset produk tani hortikultura seperti bawang putih. Riset tersebut, kata dia, dimulai dari program produk lipat ganda (proliga) guna meningkatkan produktivitas benih.

Pihaknya juga memburu beragam benih lokal yang masih terjaga kualitasnya dari sejumlah daerah seperti di Sembalun, hingga daerah-daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dia menambahkan, sebelum tahun 2017, anggaran alokasi riset produk hortikultura bawang putih memang belum diadakan. Namun sejak kurun waktu tersebut, kata dia, pemerintah berupaya menghasilkan benih bawang putih dengan melakukan upaya tanam di lahan asal tumbuhan (dataran tinggi).

"Ya meskipun ada varietas yang bisa tumbuh di dataran medium dan rendah, tapi kualitas produksinya bisa menjadi tidak bagus. Tidak seperti yang ditanam di dataran tinggi," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2upkcRw
March 25, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2upkcRw
via IFTTT
Share:

Thursday, March 21, 2019

25 Ribu Warga Lombok Timur Terdampak Gempa Kemarin

Empat orang menjadi korban meninggal gempa kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Rum menjelaskan perkembangan penanganan dampak gempa yang melanda Pulau Lombok pada Ahad (17/3). Dua wilayah di Lombok yakni Lombok Timur dan Lombok Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah akibat gempa tersebut.

Rum merinci total kerusakan mencapai 2.096 rumah yang terdiri atas 1.617 rumah rusak sedang dan 876 rumah rusak berat. Selain itu, 3 rumah ibadah, 50 fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan, dan 3 kantor Polsek Lombok Timur.

Rum menambahkan, jumlah warga terdampak gempa mencapai 25.416 jiwa dari 7.793 kepala keluarga (KK) di tujuh kecamatan yang ada di Lombok Timur, dengan Kecamatan Montong Gading menjadi wilayah tertinggi sebanyak 17.824 jiwa. "Jumlah korban meninggal sebanyak empat orang yang terdiri atas dua wisatawan Malaysia, 1 warga Lombok Utara, dan satu warga Lombok Timur," ujar Rum di Mataram, NTB, Kamis (21/3).

Rum menjelaskan, dua wisatawan dan satu warga Lombok Utara meninggal dunia tertimpa longsoran di kawasan air terjun Tiu Kelep di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, akibat gempa. Sementara satu warga Lombok Timur dilaporkan meninggal diduga terkena serangan jantung tak lama saat gempa terjadi.

Selain korban jiwa, lanjut Rum, 40 warga Lombok Timur dan 37 warga, yang merupakan pengunjung Tiu Kelep, mengalami luka-luka akibat gempa. "Saat ini situasi sudah kondusif, sebagian besar para korban luka sudah pulang ke rumah, kecuali para korban yang mengalami luka berat masih dirawat di rumah sakit," kata Rum.

Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Lombok Timur, kata Rum, tidak terdapat pengungsi di Lombok Timur akibat gempa kemarin. Sebab masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat pada gempa tahun lalu sudah menghuni hunian sementara (huntara).

"BPBD dan juga instansi terkait sudah mengirimkan bantuan berupa terpal, lauk pauk, matras, selimut, telur, dan mi instan," ucap Rum.

Rum menambahkan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi akibat gempa tahun lalu juga masih berjalan. Dampak gempa yang melanda NTB pada akhir Juli hingga Agustus 2019 mengakibatkan 216 ribu rumah penduduk rusak, dengan rincian 75 ribu rumah rusak berat, 33 ribu rumah rusak sedang, dan 108.306 rumah rusak ringan.

Catatan BPBD NTB per Kamis (21/3), jumlah rumah rusak berat yang sudah berhasil terbangun sebanyak 1.691 rumah, yang meliputi 660 rumah jenis Risha, 341 Rika, 560 Riko, dan 130 Risba. "Rumah yang sudah selesai dibangun berjumlah 1.691 dan yang sedang dalam proses pembangunan berjumlah 14.959 rumah sehingga total dalam proses dan selesai dibangun adalah 15.646 unit."

Belasan rumah hunian jenis Rumah Instan Sederhana Kayu (Rika) sudah ditempati sejumlah warga di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Seorang warga Sembalun Bumbung, Albar, mengaku bersyukur sudah memiliki rumah kembali.

Albar bersama belasan warga lain sudah menghuni Rika tersebut sejak sebulan lalu. Bersama anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) di dusun itu, Albar mendapat bantuan stimulan untuk membangun kembali rumahnya yang rusak berat akibat gempa 2018, dengan nilai stimulan Rp 50 juta per rumah.

"Kami berterima kasih karena sudah merasa lebih nyaman dari pada tinggal di tenda. Kemarin waktu gempa lagi, kita juga tidak panik dan lari keluar, kita tetap dalam rumah," kata pria berusia 45 tahun tersebut.

Albar berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sembalun segera tuntas agar masyarakat lain yang rumahnya rusak jiga bisa kembali menjalani kehidupan yang normal. "Harapan kita ya supaya teman-teman lain yang belum dapat bantuan rumah bisa segera dapat, supaya tidak tidur di tenda lagi," kata Albar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TOrL3j
March 21, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TOrL3j
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

Hujan Jadi Faktor Utama Banjir Sentani

Kondisi hulu Daerah Aliran Sungai Sentani tidak stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Faktor utama penyebab bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua adalah curah hujan yang tinggi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) IB Putera Parthama di Gedung Manggala Wanabakti, Selasa (19/3).

Ia menjelaskan, curah hujan yang sangat tinggi mulai pukul 19.00 WIT sampai dengan 23.30 WIT terjadi di wilayah tersebut. Debit air di wilayah Sentani pada malam itu melebihi kondisi normal mencapai 193,21 meter kubik per detik yang menyebabkan debit aliran tinggi. "Sementara itu, mulut sungai terhitung kecil dengan kapasitas tampung yang rendah yaitu hanya 91,38 meter kubik per detik," katanya.

Selain curah hujan, ada faktor lain yang menyebabkan bencana banjir bandang Sentani. Yakni kondisi hulu Daerah Aliran  Sungai (DAS) yang tidak stabil. Ia mengatakan, hulu DAS di Sentani memiliki kontur batuan yang kedap air sehingga membentuk bendung alami yang mudah jebol pada saat hujan tinggi. Adanya perluasan kota dan permukiman di bagian hilir turut memberi dampak  cukup signifikan.

Beberapa lokasi terdampak dari musibah banjir tersebut meliputi Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram, Sentani dan sekitarnya. Lokasi-lokasi tersebut merupakan dataran banjir atau flood plain dan berada di lereng kaki perbukitan yang terjal.

Luas daerah tangkapan air (DTA) di lokasi tersebut mencapai 15.199,83 hektare. "Luapan air Sungai Sereh/Tahara dan Sungai Kemiri masuk ke DAS Sentani yang berhulu di Cagar Alam Pegunungan Cycloop," ujar dia.

Putera mengakui, faktor tutupan hutan di DAS Sentani terhitung baik dan berkisar 55 persen dari total area DAS. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pohon yang tercabut dari akarnya, serta adanya longsor pada area hulu DTA.

Ia menambahkan, di sekitar banjir bandang tidak ditemukan adanya pembalakan liar. Ini dapat dipastikan karena tidak ditemukan material kayu bekas tebangan yang hanyut terbawa banjir. "Pohon-pohon tersebut masih lengkap dengan ranting dan akar-akarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kayu-kayu tersebut bukan hasil kegiatan penebangan kayu yang menyebabkan banjir bandang," kata Putera.

Sementara itu, Cagar Alam Pegunungan Cycloop yang berada di Sentani adalah kawasan suaka alam dengan ciri khas tertentu. Cagar Alam ini mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, sekaligus sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.

Pegunungan Cycloop memiliki luas kawasan 31,5 ribu hektare dan terdapat area terbuka seluas 2.415 hektare, bersumber dari peta tutupan lahan 2017. Penyebab adanya area terbuka tersebut antara lain pertanian tradisional, permukiman dan areal tidak berhutan.

Kawasan pegunungan ini memiliki kemiringan lereng yang tajam. Sehingga walaupun kawasan hutannya tidak rusak, curah hujan sangat ekstrem sehingga berdampak besar pada daerah pengembangan yang ada di bawah.

Putera berharap ada role model pengelolaan cagar alam berbasis kearifan lokal. Harmonisasi antara alam dan budaya perlu dijaga dengan baik dengan cara mengajak masyarakat bersama para pemangku kepentingan untuk ikut berperan aktif dalam melestarikan cagar alam tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, perlu dipikirkan tata ruang kawasan permukiman. Terutama bila ada fenomena hujan ekstrem di wilayah Pegunungan Cycloop.

Ia mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah itu tidak berdampak pada satwa-satwa yang ada di Cagar Alam Cycloop meski ada kemungkinan tersebut. "Tim Balai Besar KSDA Papua terus melaporkan perkembangan informasi setiap enam jam," ujar Wiratno.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TWVYfV
March 19, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TWVYfV
via IFTTT
Share:

Monday, March 18, 2019

Tingkatkan Pengawasan, BPOM Jalin Kerja Sama Bilateral

Kerja sama diharapkan bermanfaat meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengawasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM) menilai kerja sama bilateral dengan badan pengawas dari negara lain menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan dalam pengawasan obat dan makanan. Hal ini diungkapkan Kepala Badan POM Penny L Lukito setelah menerima kunjungan badan pengawas obat dan makanan asal Maroko, Office National De Securite Des Produits Alimentaires (ONSSA) dan Duta Besar Filipina Lee Hiong Tan Wee beberapa waktu lalu.

"Tentunya, kemitraan bilateral diharapkan akan bermanfaat bagi kedua belah dalam meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengawasan obat dan makanan," ujar Penny.

Kunjungan ONNSA merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Badan POM menyambangi kantor pusat ONNSA untuk menandatangani nota kesepahaman di bidang keamanan pangan pada tanggal 9 November 2017 lalu. Untuk pertemuan kali ini, ONNSA berbagi wawasan dan praktik seputar produk pertanian, khususnya persyaratan terkait sanitary dan phytosanitary.

Sementara itu, kunjungan Dubes Filipina sebagai bagian dari penjajakan kerja sama antara Badan POM dengan FDA Filipina. Kedua instansi akan melakukan dialog rutin untuk memastikan keamanan, manfaat, dan kualitas obat dan makanan yang dipasarkan ke negara-negara Asean.

"Saya juga rencananya akan mengunjungi beberapa negara ASEAN termasuk Filipina untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang pengawasan obat dan makanan," kata Penny.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FfvNrd
March 18, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FfvNrd
via IFTTT
Share:

Friday, March 15, 2019

Muhammadiyah: Jangan Terpancing Teror Selandia Baru

Terorisme apapun latarbelakangnya adalah musuh semua agama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Muhammadiyah mengimbau umat Islam di Indonesia, tidak terprovokasi atas aksi biadab Brenton Tarrant, seorang fasis dari kelompok supremasi kulit putih, pelaku penembakan brutal terhadap 40 Muslim di Masjid Annoor, Cristchurch pada Jumat (15/3) di Selandia Baru. 

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Maneger Nasution, mengatakan apa yang dilakukan Brenton Tatrant itu dipastikan sebagai aksi terorisme yang menyerang umat Islam. 

Sebab terorisme itu musuh agama dan kemanusiaan. Karena itu siapa pun pelaku teror, dia adalah musuh agama dan kemanusiaan. 

"Publik dalam negeri mampu menahan diri, tidak terprovokasi. Hindari aksi kebencian antarumat beragama," ujar Manager kepada wartawan, Jumat (15/3). 

Kepada pemerintah Indonesia, dia berharap bisa menjaga dan memastikan agar kasus terorisme di Selandia Baru itu tidak berdampak ke Indonesia. "Jangan sampai insiden di Selandia Baru membawa aksi kebencian di Indonesia yang berpotensi mengganggu keguyuban nasional," serunya. 

Dia juga meminta pemerintah Selandia Baru melindungi kebebasan beragama di sana dan harus bisa memastikan bahwa peristiwa yang sama tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Manager menilai mereka yang terlibat secara sengaja dalam aksi di Christchruch tersebut, pantas dihukum dengan sangat berat dan keras. Sebab mereka penjahat keagamaaan dan kemanusiaan.  

Sebelumnya, dunia kemanusiaan kembali berduka. Kali ini terjadi aksi terorisme berupa penembakan di masjid di Christchurch Selandia Baru pada Jumat (15/3) siang. Penembakan itu terjadi terhadap umat Islam yang shalat Jum'at. Sebanyak 49 orang dikabarkan meninggal dunia dalam insiden biadab ini.   

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2O88B2f
March 15, 2019 at 04:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2O88B2f
via IFTTT
Share: