Showing posts with label 2019 at 06:18PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:18PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

ACT Sumbar Kirim 600 Paket Pangan ke Pulau Siberut

ACT berangkat dari Pelabuhan Bungus Kota Padang sejak Jumat (24/5) malam WIB

REPUBLIKA.CO.ID,  SIBERUT -- Kapal Ramadhan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar akhir pekan kemarin menyerahkan bantuan berupa 600 paket pangan kepada masyarakat di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kapal Ramadhan ACT merapat di dermaga Muara Siberut di Kecamatan Siberut Selatan pada Sabtu (25/5) kemarin. Setelah itu, truk-truk yang mengangkut bantuan mulai mendistribusikan paket pangan kepada masyarakat. 

Koordinator Program Aksi Cepat Tanggap Sumatera Barat (ACT Sumbar) Aan Saputra mengatakan perjuangan tim yang membawa bantuan ke Siberut cukup berat. Mereka menempuh perjalanan dengan speed boat untuk masuk ke Siberut Tengah. Sebelumnya 

Kapal Ramadhan ACT berangkat dari Pelabuhan Bungus Kota Padang sejak Jumat (24/5) malam WIB. Butuh waktu semalaman bagi kapal Ramadhan ini untuk sampai ke Kepulauan Mentawai. 

"Kita harus menempuh kurang lebih 2 jam perjalanan lagi dengan speed boatmenuju sejumlah desa di Siberut Tengah yang menjadi wilayah terjauh yang didata ACT Sumbar dalam program Kapal Ramadhan Kepulauan Mentawai kali ini," kata Aan melalui keterangan tertulis yang diterima Republika, Rabu (29/5).

Pemuka agama di Desa Saibi Samukop, Siberut Tengah Ustaz Bilal (26 tahun) mengatakan bantuan pangan yang disalurkan ACT sangat berarti bagi ibadah Ramadhan umat Islam desanya. Selama ini kata Bilal warga di Siberut Tengah sahur dengan memakan sagu seadanya. Untuk berbuka mereka selalu ke masjid terdekat dengan mengonsumsi air putih saja. 

Dengan bantuan makanan dari ACT ini kata Bilal menjadi sebuah berkah bagi umat Islam di Siberut Tengah yang menjalankan ibadah puasa. 

“Selama Ramadan kami sahur seadanya, makan sagu di sini. Bila berbuka, keinginan berbuka bersama di masjid ada, namun untuk konsumsi buka bersama jemaah di masjid tidak ada. Kalau iftar, kita buka dengan air putih saja," ucap Ustaz Bilal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YWpYY5
May 29, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YWpYY5
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 28, 2019

Membedah Diwan Lughat al Turk Karya al-Kashgari

Mahmud al Kahsgari juga menunjukkan dirinya sebagai pakar pembuat peta (kartografer)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Dalam Diwan Lughat al Turk, bukunya yang fenomenal itu, Mahmud al Kashgari juga menunjukkan dirinya sebagai pakar pembuat peta (kartografer). Di bukunya inilah, untuk pertama kalinya ia memublikasikan peta Turki. Peta yang kini tersimpan di Perpustakaan Nasional di Istanbul, Turki, itu merupakan buah dari pemahamannya yang luas dan mendalam mengenai geografi.

Seperti dilansir muslimheritage.com, peta itu menampilkan wilayah-wilayah pertama yang dihuni oleh orang-orang Turki di masa lampau. Dalam peta berbentuk melingkar ini, al Kashgari menunjukkan secara rinci daerah-daerah tersebut yang membentang dari Eropa hingga Asia Timur. Sejumlah daerah, baik di timur, barat, utara, dan selatan, ia tampilkan secara perinci lengkap dengan sungai dan lautnya.

Di kawasan barat misalnya, daerah-daerah yang dihuni orang Turki adalah wilayah yang ditinggali kaum Kipcaks dan Frank. Suku Turki juga tinggal di barat daya Ethiopia, di selatan India, di timur Cina dan Jepang. Suku Turki juga tinggal di kota-kota, seperti Yarkent, Kashgar, Barsgan, Balasagun, Yifruc, Ikiokuz, Asbuali, Kumri, dan Talas.

Dalam petanya, al Kashagari juga menunjukkan lokasi sejumlah negara dan wilayah, seperti Bulgaria, Laut Kaspia, Alexsandria, Mesir, Tashken, Jepang, Cina, Kashgar, Samarkand, Irak, Azerbaijan, Yaman, Somalia Timur, Sahara Timur, Ethiopia, Somalia Utara, anak benua India, India, Sri Lanka, Kashmir, dan lautan yang mengelilingi dunia. 

Peta ini telah dibuat berwarna. Warna biru menunjukkan sungai, hijau untuk laut, kuning terang menunjukkan wilayah gurun, merah merupakan pegunungan, dan kuning untuk kota, negara, atau daratan.

Penelitian dari sejumlah ilmuwan menyebut, ada sejumlah data dalam peta al Kashgari yang salah. Meski demikian, ia menggambarkan seluruh wilayah Timur secara benar dan detail. Dia misalnya menggambarkan Tembok Besar Cina dan menyebut bahwa tembok tersebut serta pegunungan tinggi di Cina menjadi penghambat baginya dalam  mempelajari bahasa Cina. Dia juga menyatakan bahwa Jepang memiliki nasib yang sama sebagai sebuah pulau di bagian timur Asia.

Sejumlah catatan sebelumnya menyebutkan bahwa peta pertama Jepang digambar pada abad ke-14, dan dimasukkan pertama kalinya di atlas dunia pada abad ke-15. Namun, peta yang dibuat al Kashgari secara telak membantah anggapan tersebut. Sebab, pada peta yang dibuat pada abad ke-11 itu, al Kashgari telah membuat peta Jepang meski terdapat beberapa kesalahan dan gambarnya kurang detail.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MeesWG
May 28, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MeesWG
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

PT KAI Lakukan Pengawasan Khusus Daerah Rawan

Di Purwokerto, ada 12 lokasi daerah rawan bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- PT KAI Daop 5 Purwokerto akan mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk menjamin kelancaran angkutan lebaran yang akan berlangsung sejak Ahad (26/5). Antara lain, untuk mengamankan jalur-jalur yang masuk kategori jalur rawan.

''Di wilayah kami, ada 12 lokasi yang termasuk daerah rawan bencana. Di wilayah tersebut, kami akan melakukan pengawasan khusus dengan menempatkan personil penjaga,'' jelas Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Jumat (24/5).

Dia menyebutkan, daerah rawan yang perlu mendapat pengawasan khusus tersebut, antara lain di lintas stasiun Slawi-Prupuk ada 2 lokasi tanah labil dan rawan pohon tumbang, antara Songgom-Prupuk ada 1 daerah rawan longsor, Antara Prupuk-Linggapura ada 3 lokasi rawan longsor, dan antara Linggapura-Bumiayu ada 1 daerah rawan banjir.

Sedangkan di jalur antara stasiun Kroya-Banjarpatronam, ada 4 lokasi rawan bencana. Antara lain, di lintas antara Banjar-Langen, Kawunganten-Jeruklegi, dan Jeruklegi-Lebeng. Sedangkan di jalur antara Kroya-Kutoarjo, ada 1 daerah rawan banjir dan longsor. 

''Untuk mengatasi kemungkinan kejadian bencana, kami sudah melakukan penempatan petugas maupun peralatan siaga (AMUS/Alat dan Material Untuk Siaga) di 20 lokasi. Bila dibutuhkan, seluruh peralatan tersebut bisa langsung di mobilisasi,'' katanya.

Selain di lokasi rawan bencana, Supriyanto menyebutkan pihaknya akan menempatkan personil penjaga perlintasan di 3 titik perlintasan yang dinilai rawan, antara lain di perlintasan antara Karanggandul-Purwokerto, perlintasan antara Sumpiuh-Tambak dan perlintasan antara Ijo-Gombong. ''Selain itu, kammi juga mengoptimalkan Juru Penilik Jalan dengan melakukan penambahan frekwensi pemeriksaan,'' katanya.

Terkait dengan proyek pembangunan jalur rel ganda yang hingga saat ini masih terus dilaksanakan di wilayah Daop 5, Supriyanto menyebutkan PT KAI telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah.

Dari ralat koordinasi tersebut, diputuskan bahwa proyek pembangunan jalur rel ganda dihentikan sementara selama pelaksanaan masa angkutan lebaran sejak 26 Mei hingga 16 Juni 2019. ''Dengan demikian, proyek jalur ganda yang saat ini sedang dikerjakan di jalur antara Kroya-Kutoarjo, untuk sementara dihentikan dulu,'' katanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JA4FId
May 24, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JA4FId
via IFTTT
Share:

Musa Cerantonio, Islam Menjawab Semua Pertanyaanku

Musa datang ke masjid untuk melihat dan kadang belajar shalat.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sejak kecil, Musa Cerantonio percaya akan keberadaan Tuhan. Laki-laki asal Australia ini lahir dari ayah berdarah Italia dan ibu asal Irlandia. Sejak kecil, orang tua telah menuntunnya menjadi seorang Katolik.

Awalnya, dia bangga pada agamanya dan percaya bahwa agama yang dianutnya adalah yang paling benar. “Bagaimana tidak, saat itu jumlah umat Katolik paling banyak di dunia. Jumlah yang banyak tersebut tentu menumbuhkan keyakinan bahwa agama tersebut mengandung kebenaran,” ujarnya. 

Meski bangga pada agama yang dianutnya, tetapi Musa dan keluarganya tidak benar-benar mempraktikkan ajaran Katolik. “Kami tidak datang ke gereja kecuali saat Natal atau ketika ada rekan seagama yang menikah atau meninggal.” 

Musa pun mengecap pendidikan dasar di sekolah Katolik di Melbourne, Australia. Ketika itu, Musa sangat menyukai pelajaran agama. “Ketika bicara soal Injil, tentang nabi-nabi, entah mengapa saya sangat menyukainya,” katanya.

Tetapi, tetap saja kesukaan itu tidak lantas membuat Musa mengaplikasikan ajaran agamanya dengan fasih. Meski demikian, kepercayaan pada agama membuat dia menerapkan batasan dalam hidupnya.

“Saat beranjak remaja saya berhasil menghindar dari tingkah laku buruk yang kerap dilakukan teman-teman seumuran saya. Mereka pergi ke klub, minum-minum, bahkan memakai obat-obatan.” Dia juga tidak berzina dengan perempuan yang dikencaninya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JZFNch
May 24, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JZFNch
via IFTTT
Share:

Thursday, May 23, 2019

Muslimah Beriktikaf

Amalan yang utama pada Ramadhan ialah iktikaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amalan yang utama pada Ramadhan ialah iktikaf. Yaitu, berdiam diri di masjid dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada- Nya. Hukum beriktikaf secara umum, bagi laki-laki ialah sunah. Ini sesuai dengan hadis riwayat Bukhari Muslim. Bahwa, Rasulullah gemar beriktikaf. Terutama di 10 hari terakhir Ramadhan. 

Lantas, bagaimana dengan perempuan? Bolehkah iktikaf tanpa izin suami? Bagaimana menyikapi siklus haid bulanan saat beriktikaf? 

Syekh Ahmad Azzauman menguraikan hal ihwal iktikaf dalam esainya yang berjudul “Al-I’tikaf Hikmatuhu wa Ahkamuhu”. Termasuk hukum-hukum iktikaf yang berkaitan langsung dengan kaum Hawa. Soal hukum beriktikaf, ia menegaskan, tidak ada beda antara Muslim dan Muslimah. 

Iktikaf sunah bagi keduanya. Ini merujuk pada hadis Bukhari Muslim. Disebutkan bahwa Rasulullah beriktikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan hingga ajal menjemput. Aktivititas ini terus dihidupkan oleh istri-istri Rasulullah. Apakah sebelum melaksanakan iktikaf itu, perempuan diharuskan mengantongi izin dari wali atau suaminya? 

Menurut pendapat yang kuat, kata Syekh Ahmad, keharusannya memang demikian. Ia diperbolehkan beriktikaf dengan syarat mesti mendapat izin. Selain itu pula, dengan catatan bahwa kegiatanya itu tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari. Ini seperti dinukil dari Syarh as-Sunnah karangan al-Baghawi dan Al-Majmu’ karya an-Nawawi. 

Kasus berikutnya yang dikupas oleh Syekh Ahmad ialah perihal pelaksanaan iktikaf bagi perempuan yang mengalami istihadhah (keluar darah secara berkelanjutan di luar siklus menstruasi bulanan). Bolehkah yang bersangkutan beriktikaf? 

Menurut mayoritas ulama-seperti dinukil dari kitab Al-Mughni dan Nail Al-Authar karya As Syaukani-- Muslimah yang diserang gejala ini maka ia tetapi disilakan beriktikaf. Dengan syarat, ia berhati- hati dengan darah yang terus keluar. Ini bisa diantisipasi dengan mengenakan pembalut yang bisa melindungi darah menetes dan jatuh di lantai masjid. 

Aisyah mengisahkan, seorang istri Rasulullah pernah iktikaf bersama dalam kondisi terkena istihadhah. Darah yang keluar tersebut berwarna merah dan kuning. Untuk mengantisipasi agar darah tak menetes di lantai, ditaruhlah wadah di bawah yang bersangkutan ketika shalat. Riwayat ini terdapat dalam Shahih Bukhari Muslim. 

Syekh Ahmad juga membahas tentang hukum Muslim yang beriktikaf, dengan di tengah-tengah iktikafnya, keluar darah menstruasi. Maka bagaimana dengan iktikafnya, apakah tetap dilanjutkan? Mengutip pendapat Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi dan Al Baghawi dalam Syarh as-Sunnah, yang bersangkutan harus keluar seketika itu juga dari masjid dan tidak lagi beriktikaf. Ini karena iktikafnya tersebut adalah sunah. 

Permasalah ini, kata Syekh Ahmad, berkorelasi pada persoalan apakah perempuan yang tengah haid, boleh memasuki masjid atau tidak? Terjadi silang pendapat antarulama. Kelompok pertama mengatakan tidak boleh. Ini dipakai oleh Mazhab Maliki, Syafii, dan salah satu opsi pendapat Hanbali. 

Sedangkan pendapat kedua, perempuan tersebut boleh memasuki masjid karena keperluan tertentu dan darurat. Pandangan ini dipilih oleh tokoh berjuluk Syekhul Islam, Ibnu Taimiyyah. 

Mazhab lainnya mengatakan bahwa Muslimah yang tengah haid boleh masuk masjid selama aman dari pencemaran masjid akibat darah yang menetes. Pendapat ini ada dalam Mazhab Dhahiri, dan dikuatkan oleh Ibn Hazm. Sebagian Mazhab Syafii dan Hanbali juga mendukung pandangan ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EsYfq4
May 23, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EsYfq4
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Berkeliling Hansaray, Ada Apa Saja?

"Hansaray" itu dibangun pada abad ke-16 dan menjadi rumah para khan Crimea

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Dalam komplek Hansaray, terdapat pemandian Sari Guzel dan pemakaman istana yang berisi sejumlah nisan kerajaan. Di dekatnya, terdapat pula area pelayanan yang berdampingan dengan satu dari dua gerbang Hansaray. Satu gerbang lainnya berada di antara barak pengawal kerajaan dan guest house yang berada di tepi sungai.

Pemandian (hammam) Sari Guzel terletak dekat sungai di luar kompleks istana hingga sebelah timur Big Khan Mosque. Interiornya dihiasi sebuah plakat berbentuk prasasti yang terdapat di salah satu dindingnya. Plakat tersebut merujuk pada Sahib I Giray sebagai pembangun pemandian tersebut, dan menyebutkan tahun 1532 sebagai waktu konstruksi.

Pemandian ini beratapkan beberapa kubah dengan lubang-lubang kaca yang memungkinkan cahaya dari sinar matahari masuk ke dalam ruang pemandian. Lantainya dibangun lebih tinggi menyerupai dermaga rendah untuk memungkinkan sirkulasi udara panas dari tungku pemanas ruangan. Pemandian yang ditutup sejak 1924 ini dulunya dibuka untuk umum.

Di sudut timur laut Taman Persia, berdiri Menara Falcon. Menara tersebut berbentuk oktagonal berbahan kayu dengan atap berbentuk piramida. Interior luas di dalamnya dilengkapi tangga kayu menuju puncak menara yang digunakan sebagai sarang elang.

Selain The Big Khan Mosque, terdapat sebuah masjid lain yang disebut "The Small Khan Mosque" atau "Kiçik Han Cami" dalam bahasa Tatar Crimea, yang terletak di dalam bangunan utama kompleks. Masjid ini dibuat untuk para anggota keluarga khan dan para pembesar khanate. Konstruksinya dibangun pada abad 16 dan lukisan-lukisan di dalamnya dibuat pada abad 17 dan 18.

Mihrab (tempat imam memimpin shalat) terletak di bagian dinding dalam sebelah utara. Bagian atasnya berhias lukisan tujuh lajur ornamen yang melambangkan tujuh tingkatan surga. Di atas mihrab tersebut terdapat jendela dengan kaca berwarna yang bermotif heksagram hasil bentukan dua buah segitiga yang menghasilkan segitiga-segitiga berukuran lebih kecil di keenam sudutnya, ditambah lingkaran kuning di pusat heksagonal tersebut.

Dalam Islam, lambang ini dikenal sebagai tanda Sulaiman. Motif ini banyak digunakan oleh kaum Tatar Crimea dalam dekorasi jendela-jendela masjid, batu nisan, koin, dan juga perhiasan. Dekorasi lain yang menghiasi bagian dalam masjid adalah lukisan, berupa gambar kapal layar, kuda-kuda, dan para penunggangnya.

Salah satu sudut halaman Hansaray menyimpan sebuah peninggalan Khanate Crimea lainnya, yakni sebuah air mancur dari marmer. Air mancur ini dibuat oleh khan terakhir Crimea, Q?r?m Giray, sebagai ungkapan kesedihannya atas kematian salah satu istri yang amat disayanginya. Sang Khan sangat berduka dan tak berhenti meratap seusai kematian istrinya, seorang wanita Polandia.

Duka mendalam yang ditunjukkan Qasim itu mampu menghapuskan watak kejam yang melekat pada dirinya, yang sempat menggegerkan semua orang yang mengenalnya. Qasim akhirnya memerintahkan pembangunan air mancur tersebut yang akan terus meratap dan menangis seperti dirinya. Di bagian atas air mancur, terdapat delapan baris kalimat Arab yang ditulis dengan khat (seni kaligrafi Islam) Usmani.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JQOs0u
May 21, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JQOs0u
via IFTTT
Share:

Monday, May 20, 2019

Menelusuri Jejak Lashkari Bazar

Lashkari Bazar, jalan pasar panjang yang menghubungkan kota Bust.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejatinya, kota kuno Bust yang terletak di tepi timur Sungai Helmand dan di selatan Afghanistan telah berdiri sejak abad ke-7 sebelum Masehi. Kota itu semakin populer dan berkembang pada era kekuasaan Dinasti Ghaznawiyah yang mulai berkuasa pada 977-1186 M.

Ghaznawiyah yang merupakan kerajaan Islam yang menguasai wilayah Khurasan, Afghanistan, dan India Utara itu untuk pertama kali dipimpin oleh Nashir ad-Dawlah Sebuktigin, gubernur atas nama Dinasti Samaniyah. Pada masa kekuasaannya, dinasti ini menghancurkan berhala-berhala, mengganti kuil menjadi masjid, dan berjaya selama lebih dari 200 tahun. 

Dinasti itu menjadikan Kota Bust sebagai ibu kota pemerintahan. Pada era inilah Kota Bust mencapai puncak keemasannya. Di kota itu terdapat warisan Dinasti Ghaznawiyah bernama Lashkari Bazar, yakni jalan pasar panjang yang menghubungkan Kota Bust dan gerbang selatan suburban tersebut. 

Wilayah itu terletak di sebelah utara Kota Bust dan di tepi timur Sungai Helmand di sebelah barat Laut Afghanistan. Pada banyak hal, situs ini memiliki kemiripan dengan situs Abbasiyah dengan ukuran bangunan yang monumental, istana-istana, dan arsitekturnya yang terbuat dari bata lumpur yang dibangun di sepanjang sungai.

Jalan ini memiliki panjang lebih dari 400 meter yang diisi oleh ratusan toko kecil di sepanjang jalan. Toko-toko tersebut memiliki luas 3,5 x 5 meter. Pada satu sisi jalan ini, kira-kira di pertengahan jalan, terdapat bangunan dengan ruang-ruang toko. Bangunan ini kemungkinan adalah kantor kepala pasar (muhtasib).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JtRus6
May 20, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JtRus6
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Mabes Polri Imbau Masyarakat tak Lakukan Aksi 22 Mei

Densus 88 menganalisa aksi 22 Mei berbahaya karena bakal ditunggangi teroris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri mengimbau masyarakat tak melakukan aksi demonstrasi pada 22 Mei. Deteksi kontra-terorisme oleh Densus 88 menganalisa aksi kelompok tertentu untuk menolak dan menerima hasil Pemilu 2019 berbahaya karena bakal ditunggangi kelompok terorisme.

“Ini (aksi-aksi) akan membahayakan kita semua. Bukan cuma bagi kepolisian, tetapi juga masyarakat yang akan menjadi korban mereka,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5).

Iqbal menerangkan, analisis kontra-terorisme berdasar dari penyidikan oleh Densus 88 terhadap 29 terduga anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap sepanjang Mei 2019. JAD saat ini menjadi kelompok radikalisme lokal yang paling berbahaya di dalam negeri.

Densus 88 sampai hari ini masih terus memburu terduga anggota jaringan terorisme tersebut. “Dari penyidikan, mereka ini (29 terduga terorisme) akan melakukan aksi amaliah atau aksi terorisme saat 22 Mei dengan cara meledakan bom di kerumunan massa,” kata Iqbal. 

Iqbal mengatakan, sejumlah pentolan dan perencana aksi terorisme sudah ditangkap.  Namun, Densus 88 khawatir terduga terorisme yang hingga saat ini masih dalam pengejaran tetap melakukan aksi terorisme 22 Mei.

Rencana aksi terorisme pada 22 Mei tersebut, kata Iqbal, bukan cuma akan menyasar anggota kepolisian yang selama ini menjadi objek sasaran JAD. Melainkan, juga akan menyasar sipil yang turun ke jalan menolak atau menerima hasil Pemilu 2019. 

Itu dibuktikan Iqbal dengan aksi Densus 88 yang melakukan penangkapan terduga anggota JAD Bekasi beserta sejumlah bom rakitan berdaya ledak tinggi dengan bantuan remote control. Semakin berbahaya, kata Iqbal, karena Densus 88 pekan lalu, berhasil menangkap para anggota JAD yang pernah bergabung dengan kombatan Daesh atau ISIS di Suriah.

“Kami tidak ingin kerumunan massa 22 Mei nanti berdampak pada jatuhnya korban,” ujar Iqbal.

Penangkapan 29 terduga terorisme sepanjang Mei 2019 itu, kata Iqbal, menambah jumlah terduga radikalisme yang berhasil diringkus Densus 88 selama tahun berjalan. Kini, Densus 88 mencatat 68 orang terduga anggota JAD.

Delapan di antaranya meninggal dunia di tangan petugas lantaran mencoba melawan, dan satu meledakkan diri. “Seperti yang terjadi di Sibolga (Sumatera Utara),” sambung Iqbal. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LRhZtR
May 17, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LRhZtR
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Catur Permainan Para Bangsawan Muslim

Banyak referensi yang mengungkap keterlibatan bangsawan dan khalifah Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tulisan HJR Murray, A History of Chess (1913), menyebutkan banyak referensi yang mengungkap keterlibatan bangsawan dan khalifah Muslim dalam penyebaran catur ataupun tata cara bermain catur. Misalnya, Said bin Al-Musayyib yang pertama kali bermain catur di depan publik.

"Permainan catur diperbolehkan karena tak ada unsur perjudian," kata

Ada pula Muhammad bin Sirin (wafat tahun 728 M) yang dikenal sebagai salah satu master catur pertama yang bermain dengan mata tertutup. Kemampuan itu juga menurun pada salah satu cucunya, Hisyam bin Urwah (wafat 765M).

Kota Baghdad juga menjadi saksi sejarah perkembangan catur. Kota yang didirikan pada 750 M sebagai ibu kota Dinasti Abbasiyah ini sekelas dengan Kota Delhi, Beijing, dan Konstantinopel. Kota-kota ini dinilai menjadi pusat peradaban dunia.

Para khalifah dan bangsawan mencari sumber segala macam pembelajaran dan inovasi, termasuk terjemahan dari teks Yunani pada ilmu pengetahuan, matematika, geografi, astronomi, pertanian, dan kedokteran di kota tersebut. Para khalifah secara teratur membawa orang-orang terpelajar dari Timur Tengah, Asia Tengah, Mesir, dan India ke Baghdad.

Di antara kesibukan intelektual itu, catur menjadi bagian tak terpisahkan. Di kala senggang, para intelektual itu memainkan bidak-bidak catur. Tak sekadar untuk mengisi waktu senggang, lama-kelamaan catur menjadi permainan yang dipertandingkan. Tak sedikit master catur dari Persia dan Asia Tengah datang ke Baghdad untuk menantang pemain terbaik di dunia Islam.

Di kalangan mereka, pernah ada permainan catur jarak jauh. Cara tersebut dilakukan Harun al-Rasyid yang melakukan pertandingan catur korespondensi dengan Kaisar Bizantium, Nicephorus, pada sekitar tahun 800 M.

Alkisah, mereka berdua menabuh genderang perang melalui strategi catur. Mereka menjalankan permainan ini dengan mengutus prajurit sebagai pion-pion mereka. Peristiwa ini bermula saat sang kaisar dituduh oleh Harun mendahului langkahnya dengan mengirim prajurit ke benteng sang khalifah.

Pada masa pemerintahan Abbasiyah, tercatat sejumlah nama besar (master) di dunia catur. Salah satunya adalah al-Adli, yang meladeni semua penantang pada 850 M. Meski demikian, ia harus takluk di hadapan a-Razi, generasi muda, yang mendominasi catur selama beberapa dekade.

Pada abad ke-10, muncul dua master catur paling terkenal di Abbasiyah, al-Lajlaj dan al-Suli. Jejak keduanya diketahui dari sebuah buku yang disusun pada pertengahan abad ke-12.

"Dua master ini dikenal dengan permainan mereka yang tenang," kata al-Mas'udi, sejarawan yang hidup di abad ke-14. Ia juga mengatakan, para pemain catur tak menghendaki diganggu penonton saat bertarung. Mereka tak suka suasana gaduh. "Pemain catur menggunakan sedikit basa-basi, tapi menggunakan banyak langkah untuk mengejutkan lawan," katanya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VoNI4Y
May 16, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VoNI4Y
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 14, 2019

ACT dan MOS Lampung Adakan Buka Bersama di Panti Asuhan

Kegiatan tersebut bertujuan untuk saling berbagi dan membantu satu sama lain.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Komunitas Move On Sholihah (MOS) Lampung mengadakan acara buka bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Baitu Jannah Kecamatan Kemiling.

Ketua ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni, saat dihubungi di Bandarlampung, Selasa (14/5), mengatakan kegiatan tersebut bertujuan hanya untuk saling berbagi dan membantu satu sama lain pada bulan yang suci ini. "Di bulan yang penuh rahmat ini kita harus lebih giat lagi dalam membantu sesama, tidak hanya lewat uang dan makanan, dengan mengajak main menebarkan senyum juga itu sudah masuk dalam ibadah," kata dia.

Ia menyebutkan bahwa selama Ramadhan, tim relawan ACT terus bergerak menyalurkan bantuan melalui program berbagi paket buka puasa, berbagi paket pangan, safari dakwah syekh asal Palestina dan Kapal Ramadhan.

Penyaluran bantuan, kata dia, dilakukan oleh relawan dari berbagai komunitas termasuk Move On Shalihah (MOS) dengan harapan Ramadhan kali ini ACT Lampung dapat menebar manfaat untuk masyarakat Lampung.

"Tema besar Ramadhan Yaa Dermawan kami turunkan dengan berbagai kegiatan penyaluran bantuan, selain kami terus menggalang dana untuk saudara-saudara di Palestina dan belahan bumi lainnya," katanya.

Sementara itu menurut Ketua MOS Lampung Omera Azkadina pemilihan Panti Asuhan Baitul Hijrah karena selama ini jarang sekali komunitas yang mengadakan acara di tempat itu. Ia mengungkapkan bahwa panti asuhan tersebut benar-benar atas swadaya Bu Aisyah dan keluarganya sendiri sehingga hal itu menggerakkan hati para relawan ACT untuk mengadakan kegiatan di bulan Ramadhan di sana.

"Donatur tetap pada panti itu tidak ada tapi ada juga yang memberi bantuan sekali-kali, dan jarang sekali di datangi komunitas," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VobldR
May 14, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VobldR
via IFTTT
Share:

Korban Kebakaran Butuh Perlengkapan Bayi dan Pakaian Dalam

Korban kebakaran Kampung Bandan membutuhkan perlengkapan bayi dan pakaian dalam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengungsi korban kebakaran Kampung Bandan mengatakan, mereka kekurangan bantuan dalam bentuk perlengkapan bayi. Selain itu, warga juga masih membutuhkan pakaian dalam dewasa.

"Saat ini warga kekurangan perlengkapan bayi seperti popok, selimut, dan baju bayi serta pakaian dalam dewasa," kata Sugeng, Ketua RT 11/05, Ancol, Pademangan, di lokasi pengungsian, Selasa.

Menurut data yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara ada sekitar 400 balita yang ikut terdampak kebakaran di Kampung Bandan. Kebakaran yang menghanguskan 450 rumah di Kampung Bandan RW 05, Ancol, Pademangan, pada Sabtu, diketahui telah membuat lebih dari 3.500 jiwa terpaksa tinggal di tempat pengungsian.

Bantuan dari berbagai instansi terus mengalir kepada korban kebakaran. Meski demikian, ada sejumlah kebutuhan yang belum tersedia.

"Bantuan alhamdulillah sangat mengalir, hanya saja sekarang kita kekurangan pakaian dalam, kalau pakaian luar banyak, ini pakaian dalam sama sekali tidak ada," tutur Sugeng.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30jlagT
May 14, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30jlagT
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Budaya Nyirih di Myanmar

Budaya nyirih ternyata dikenal pula dalam masyarakat Myanmar.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Budy budiman

JAKARTA -- Budaya nyirih ternyata dikenal pula dalam masyarakat Myanmar. Jadi tak heran bila Anda mengunjungi Myanmar, Anda akan menemukan anak-anak muda makan sirih. Jangan heran pula, banyak sekali penjual sirih di jalan-jalan.

Nyirih ini ternyata memiliki banyak khasiat bagi tubuh, salah satu khasiat dari kebiasaan menyirih adalah meningkatkan kekuatan gigi. Lihat saja orangtua kita dulu yang terbiasa nyirih giginya lebih kuat dan masih utuh, dibandingkan dengan yang tidak terbiasa nyirih.

Nenek moyang kita telah mengetahui cara untuk memperkuat gigi dengan nyirih, sebelum ditemukannya pasta gigi.

Tapi tahukah Anda? Jauh sebelum nenek moyang kita menemukan sirih, Rasulullah SAW telah memerintahkan memakai siwak agar supaya gigi kuat dan, mulut kita wangi.

Siwak adalah dahan atau akar dari pohon Salvadora persica yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi, dan mulut. Jika saja bersiwak ini tidak memberatkan niscaya Nabi akan mewajibkan umatnya untuk memakai siwak. Maka dari itu Hukum memakai Siwak adalah Sunnah yang sangat dianjurkan.

Bagaimana ketika bulan Puasa ?

Yang benar adalah disukainya penggunaan siwak setiap saat, baik bagi yang berpuasa maupun lainnya, dan dibolehkan bagi yang berpuasa untuk menggunakan siwak setelah tergelincirnya matahari dan sebelumnya.

Dalilnya adalah hadits Amir bin Rabi’ah yang disebutkan dalam kitab-kitab sunan, ia mengatakan, “Aku melihat Rasulullah SAW berkali-kali menggunakan siwak ketika beliau sedang berpuasa.” Ia tidak membedakan apa yang dilihatnya itu, apakah sebelum tergelincirnya matahari atau setelahnya, ia menyebutkannya secara global.

Biasanya yang dilihat itu adalah setelah tergelincirnya matahari, karena shalat siang hari itu semuanya setelah tergelincirnya matahari. Sementara siwak itu sendiri sangat dianjurkan penggunaannya sebelum shalat.

Adapun orang-orang yang memakruhkan penggunaannya bagi yang sedang menjalankan puasa, mereka berdalih dengan hadits, “Jika kalian berpuasa, hendaklah kalian ber-siwak di awal hari dan janganlah kalian ber-siwak di akhir hari.” Tapi hadits ini lemah jadi tidak bisa dijadikan hujjah.

*Dai Ambassador Myanmar 2019, Tidim Jatman

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q29NVK
May 13, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q29NVK
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

BNN Semakin Mewaspadai Modus Penyelundupan Narkoba

Peredaran narkoba selalu mencari celah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Humas Badan Narkotikia Nasional (BNN), Kombes Sulistyo Pudjo menanggapi terkait penemuan paket “Kopi Shabu” Amerika Serikat seberat 148 kilogram yang diamankan oleh Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat dan dikendalikan jaringan internasional narkotika. Pudjo menyebut, modus ini bukanlah hal yang baru, tetapi patut diwaspadai.

"Modus terbaru dengan bungkus kopi merk ternama atau bungkus teh itu bukan hal yang baru. Tapi kita tetap berhati-hati dan waspada dengan modus seperti ini," kata Pudjo saat dihubungi, Kamis (9/5).

Ia menjelaskan, kegiatan narkoba itu termasuk kekuatan yang memiliki efek sangat besar baik dari segi ekonomi, sosial, dan politik. Selain itu, papar Pudjo, peredaran narkoba selalu mencari celah. Oleh karena itu, sambungnya, BNN terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memberantas peredaran narkoba. Khususnya mewaspadai setiap barang yang masuk ke Indonesia.

"Kita sudah melakukan kerja sama dengan bandara, bahkan dengan pelabuhan-pelabuhan, dalam artian kami sebagai leading sector berencana semua aparat negara terkait mampu berupaya menangkap para sindikat-sindikat pengedar narkoba ini," papar Pudjo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WyKmh0
May 09, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WyKmh0
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

Puncak Arus Mudik Diperkirakan 31 Mei 2019

Sepeda motor yang masih paling mendominasi untuk Jalur Pantura saat arus mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada Jumat, tanggal 31 Mei 2019. Puncak arus mudik diperkirakan hingga Ahad 2 Juli 2019.

"Jadi tiga hari dari tanggal 31 Mei sampai 2 Juli 2019," kata Budi Setyadi, pada Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2019 Bidang Lalu Lintas Darat di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Selasa (7/5).

Sedangkan untuk arus baliknya, Budi memprediksi akan berlangsung pada tanggal 9 Juli-11 Juli 2018. Dia menuturkan untuk pergerakan pemudik dari Jabodetabek ke wilayah Jabar, Jateng dan Jatim, sebanyak 40 persen akan melewati jalan tol dan akses lainnya yang sering digunakan adalah Jalur Pantura.

"Sampai saat ini prediksi kami, sepeda motor yang masih paling mendominasi untuk Jalur Pantura saat arus mudik berlangsung," kata dia.

Dia menuturkan secara umum sebagian besar masyarakat yang hendak mudik mayoritas akan menggunakan mobil bus, yakni 4,4 juta penumpang atau tiga persen. Adapun pemudik yang menggunakan mobil pribadi yaitu sebanyak 4,3 juta atau 28,9 persen.

"Meskipun sudah dikampanyekan tidak pakai motor, namun diprediksi pemudik motor masih tinggi, yaitu 942 ribu atau 6,3 persen," kata Budi.

Lebih lanjut pihaknya memprediksi sekitar 3,7 juta orang dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) akan mudik ke wilayah Jawa Barat pada Idul Fitri 1440 Hijriah atau Lebaran 2019. "Tujuan terbanyak para pemudik itu yaitu pertama Kota Bandung, kedua Kabupaten Garut dan yang terakhir ke Kota Tasikmalaya," kata Budi.

Dia memprediksi pemudik asal Jabodetabek yang akan mudik ke Jawa Barar tahun ini dengan tujuan Bandung sebanyak 775.577 orang. Pemudik dengan tujuan Kabupaten Garut sebanyak 230.941 orang dan yang ke Kota Tasikmalaya 213.630 orang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y9pLjR
May 07, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y9pLjR
via IFTTT
Share:

Lyon Miliki Masjid Agung

Masji Agung Lyon dibangun memalui proses yang sangat panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lyon memiliki masjid agung ( Grande Mosquée de Lyon) yang cukup besar dan representatif. Masjid ini dibangun melalui proses yang sangat panjang. Berdasarkan informasi dari situs resminya, masjid ini diresmikan pada 30 September 1994. Peresmian itu dihadiri oleh pejabat Pemerintah Prancis, wali kota Lyon dan Dubes Arab Saudi di Prancis.

Sebagian besar dana berasal dari bantuan Raja Fahd dari Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya. Arsitekturnya dirancang oleh Lyon Ballandras dan Mirabeau. Di masjid ini, mereka menggabungkan arsitektur tradisional Magribi dan kaligrafi bergaya Barat modern.

Pembangunan masjid agung ini diawali dengan berdirinya Association Culturelle Lyonnaise Islamo Fran çaise (L’ACLIF) pada 1980 oleh tiga orang tokoh Muslim yaitu Rabah Kheliff, Kamel Kabtane, dan Mohamed Tahar. Lembaga ini sejenis asosiasi budaya Muslim Prancis di Lyon. Tujuan pendirian lembaga ini adalah untuk merintis pembangunan masjid yang dibangun atas swadaya Muslim di Lyon maupun bantuan dari pemerintah.

Rencana pembangunan masjid itu secara resmi disetujui oleh wali kota Lyon pada 13 Februari 1984. Meski demikian, pembangunan tersebut tetap menimbulkan polemik. Pada 25 September 1989, muncul gerakan demonstrasi penolakan pembangun an Masjid Agung Lyon.

Saat ini, Masjid Agung Lyon telah berdiri tegak dan menjadi pusat syiar Muslim di Lyon. Masjid ini berada di 146 Boulevard Pinel, Lyon. Selain menjadi tempat ibadah shalat lima waktu, Idul Adha, Idul Fitri, masjid ini juga menjadi tempat pendidikan bagi anak maupun mualaf. Tersedia pula fasilitas seperti perpustakaan serta pusat informasi Muslim di Lyon. Meski bukan masjid terbesar di Prancis, masjid ini sangat diperhitungkan keberadaannya.

Masjid tertua di Prancis adalah Mosquée Noor-e-Islam yang diba ngun pada 1905. Masjid ini berada di daerah Réunion, Saint-Denis. Sementara masjid terbesar di negeri ini se ka ligus masjid terbesar ketiga di Eropa adalah Masjid Agung Paris (Mosquée Grande de Paris). Masjid ini diresmikan Presiden Gaston Doumergue pada 15 Juli 1926, sekitar 20 tahun setelah peletakan batu pertamanya.

Masjid Agung Paris yang memiliki menara setinggi 33 meter ini berdiri setelah melewati perjuangan panjang seorang diplomat Maroko kelahiran Andalusia. Masjid ini didirikan sebagai tanda terima kasih atas pengorbanan 70 ribu tentara Muslim (seba gian besar keturunan Aljazair, Tuni sia, dan Maroko) yang berpe rang untuk Prancis.

Selain Grande Mosquée de Lyon, berdasarkan data dari situs Le Guide Musulman, di Lyon terdapat sekitar 68 masjid lain yang tersebar di berbagai penjuru kota. Saya beruntung karena apartemen saya pertama berdekatan dengan salah satu masjid, yaitu Mosquée Otthmane yang berada di 51 rue Octavie, Villeurbanne. Hanya 10 menit menuju masjid ini. Suasana kebersamaan jamaah dari berbagai negara dan etnis sangat terasa setiap shalat lima waktu.

Muslim di Prancis akan semakin dinamis dengan rencana pembangun an masjid di Marseille. Ini akan menjadi masjid terbesar di Prancis dan masjid terbesar ketiga di Eropa. Pembangunan masjid itu memerlukan anggaran hingga 22 juta euro atau setara 29 juta dolar AS. Pemerintah Aljazair menyatakan siap mengu curkan bantuan dana untuk pem bangunan masjid ini. Ditargetkan, pembangunan masjid tersebut rampung tahun ini.

Berdirinya masjid ini tentu akan membuat Muslim Marseille berlega hati. Sebab, mereka tak perlu lagi menggelar shalat jamaah di ruang-ruang bawah tanah, tempat-tempat sewaan atau garasi. Masjid di Marseille ini akan dilengkapi menara setinggi 25 meter. Hal itu tergolong unik meng ingat beberapa negara Eropa bela kang an ini sangat antipati dengan menara masjid.

Di Lyon sendiri juga sedang berlangsung proses pembangunan beberapa masjid yang cukup besar. Salah satunya, Grande Mosquée de Gerland. Lokasi masjid ini berdekatan dengan kawasan Stade de Gerland yaitu markas klub sepak bola Olympique Lyon. Adapun masjid lain yang juga sedang dalam proses pembangunan adalah Grande Mosquée de Vaulx en Velin. Kebetulan, lokasinya dekat dengan apartemen yang mulai saya tempati pada Januari 2012. Jaraknya hanya sekitar 500 meter. Lokasi masjid ini sangat strategis karena berada di kawasan Vaulx en Velin, yakni bagian dari kota yang berpenduduk lebih dari 40 ribu orang dengan populasi terbesar kaum imigran (sebanyak 60 persen).

Pembangunan masjid ini dikoordinasikan oleh Asosiasi Muslim Centre Vaulx en Velin Okba. Izin pembangunannya sudah didapatkan dari wali kota setempat. Peletakan batu pertamanya sudah dilakukan pada 25 Juni 2011. Masjid ini dibangun di atas tanah seluas sekitar 2.700 meter persegi, dan rencananya me mi liki menara setinggi 24 meter.

Selain ruang untuk shalat, masjid dua lantai berkapasitas 1.000-1.500 jamaah ini dilengkapi pula dengan berbagai fasilitas seperti lima kelas untuk sekolah madrasah, ruang perpustakaan, ruang dapur, lahan parkir yang sangat luas, ruang kantor administrasi, aula pertemuan, ruang VIP, serta beberapa kamar untuk tamu. Sebuah masjid yang megah bagi kawasan seperti Vaulx en Velin.

Rakhmat Hidayat

Dosen Jurusan Sosiologi Unversitas Negeri Jakarta; Mahasiswa Doktoral Departemen Ilmu Pendidikan Universitas Lumiere Lyon 2 Prancis

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Lrzxwa
May 07, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Lrzxwa
via IFTTT
Share:

Friday, May 3, 2019

Makna Pintu-Pintu Langit

Perjalanan manusia mengikuti proses kehadiran lima eksistensi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prof H Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal

Dalam perspektif tasawuf, keberadaan wujud (maujud/existence) dikenal ada dua jenis, yaitu wujud keberadaan alam bawah atau bumi (al-'alam alsufla/ celestin stage) dan alam atas atau langit (al-'alam al-'ulya/celestrial stage). Manusia sebagai bagian dari alam semesta, tentu mengenal dua tempat tersebut. Perjalanan manusia mengikuti proses kehadiran lima eksistensi (alhadharat al-khamsah), yakni dari ahadiyyah, wahidiyyah, alam jabarut, alam malakut, dan alam syahadah.

Manusia dan segala sesuatu yang berasal dari wujud atas ke wujud bawah akan terus berusaha kembali naik ke wujud atas (min al-wujud al-'ulya ila alwujud al-sufla, ila al-wujud al-'ulya); dari wujud batin ke wujud zahir, kemudian berusaha kembali ke wujud batin (min al-bathin ila al-dhahir ila albathin); dari wujud universal-kolektif ke wujud partikular kemudian berusaha kembali ke wujud universal-colective (min al-ijmal ila al-tafshil, ila al-wujud al-ijma'); dari wujud kesatuan ke wujud tafsili, ke wujud kesatuan (min al-wujud al-qur'aniyyah ila al-wujud alfurqaniyyah, ila wujud al-Qur'aniyyah); dari wujud kesatupaduan ke wujud yang banyak dan kembali ke wujud yang utuh dan kuat kembali (min al-wujud aljam'ah ila al-wujud al-katsrah, ila alwujud al-jam'ah); dari wujud hadharah 'ainiyyah ke wujud al-hadharat al- 'ilmiyyah dan kembali lagi ke wujud alhadharat al'ainiyyah.

Manusia pasti rugi dan menyesal kalau mereka hanya lancar terjun ke bawah, tetapi sulit mendaki ke atas, yang menjadi adres setiap umat manusia. Manusia memerlukan sejumlah kebiasaan dan spiritual training lebih positif, serta amal sosial lainnya jika ia ingin kembali ke kampung halaman spiritualnya di sana.

Tentu saja hal ini tidak gampang karena manusia itu bagaikan sudah tersandera dengan berbagai daya tarik bumi dan selera rendah lainnya. Banyak pintu yang bisa dilewati kembali ke kampung halaman rohani kita.

Berikut ini, ada 30 pintu dapat digunakan kembali ke pangkuan halan semula. Barang siapa yang mampu mengikuti semaksimal mungkin salah satu atau beberapa di antaranya, sudah barang tentu akan meraih kesenangan dan ketenangan.

Barang siapa yang melakukan kebalikannya, sudah barang tentu juga akan merasakan penderitaan, setimpal dengan pelanggaran yang dilakukannya. Cukup banyak ayat Alquran yang mengisyaratkan peta perjalanan spiritual anak manusia dari langit, turun ke bumi, lalu berusaha kembali ke kampung halaman spiritualnya.

Kita berasal dari Allah SWT, lalu jatuh ke bumi penderitaan kemudian akan kembali lagi ke pangkuan-Nya, sebagaimana potongan ayat yang sering kita sampaikan jika ada keluarga dan teman dekat kita mengalami musibah atau kecelakaan.

Ayat tersebut ialah, "Alladzi iza ashabatkum mushibah qalu Inna lillah wa inna ilaihi raji'un." (Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Kita dari Allah dan akan kembali kepada-Nya." (QS al-Baqarah [2]: 156).

Upaya menemukan jalan kembali ke hadirat-Nya, tidak cukup ditempuh hanya dengan keinginan melainkan diperlukan pemahaman mendalam (makrifat), latihan dan perjuangan spiritual (mujahadah).

Selain itu, kita juga dituntut untuk menghindarkan diri dari berbagai jalan yang menghambat pencarian kita, yaitu apa yang menjadi kebalikan dari 30 pintu kemuliaan itu. Semoga pintu-pintu tersebut bisa lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya. Allahu a'lam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IYfq6J
May 03, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IYfq6J
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Calon Jamaah Haji Diimbau Jaga Kesehatannya Mulai Sekarang

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Keberangkatan jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 7 Juli 2019 mendatang. Karena itu, calon jamaah haji sudah diharuskan menjaga kesehatannya mulai dari sekarang.

Baca Juga:

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusup Singka, di antara pemeliharaan kesehataan calon jamah haji yang sudah harus dilakukan saat ini adalah, mulai melakukan aktivitas olahraga. Yaitu, rajin olahraga yang dilakukan minimal tiga kali dalam sepekan.

"Misalnya, jalan kaki pagi atau sore minimal 30 menit," kata Eka usai menjadi pemateri di acara Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440 H/2019 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (25/4).

Eka melanjutkan, selain olahraga, calon jamaah haji juga harus mulai memerhatikan asupan makanan dan minumannya. Untuk makanan, harus disesuaikan dengan kondisinya riwayat kesehatannya.

"Misalnya, jika kolesterolnya tinggi, kurangi konsumsi daging," kata Eka.

Sedangkan untuk minuman, Eka menyarankan agar calon jamaah haji mulai banyak minum. Sedikitnya, dua liter per hari.

Untuk musim haji tahun ini, Eka menyebutkan cuaca di Arab Saudi cenderung panas seperti tahun sebelumnya. Karena itu, Eka menyarankan agar calon jamaah haji mempersiapkan payung dan krim pelindung dari sinar matahari.

Selain itu, Eka meminta jika jamaah haji sudah di Arab Saudi, maka harus benar-benar memperhatikan kesehatannya. Di antaranya, harus makan terlebih dahulu sebelum memulai rangkaian ibadah, harus makan dulu. Dan, sering-sering mencuci tangan.

Sedangkan untuk pelayanan kesehatan di Arab Saudi, Eka menjelaskan pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan. Di antaranya, membangun KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) yang baru di Madinah.

Berita Terkait

"InsyaAllah fasilitasnya lebih bagus," kata Eka.

Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan Tim Gerak Cepat (TGC). Tim ini akan diperkuat dengan tim P3JH (Pertolonga Pertama pada Jamaah Haji).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vmFobi
April 25, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vmFobi
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Kubah Batu Bukan Masjid al-Aqsha

Sebagian orang juga salah mengartikan Kubah Batu sebagai Masjid al-Aqsha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kubah Batu sering kali disebut sebagai Masjid Umar. Sebutan itu sebenarnya kurang tepat karena Khalifah Umar bin Khattab semata-mata mengunjungi, bukan membangun Kubah Batu. Saat Khalifah Umar berkunjung, wilayah Yerusalem berada di bawah kekuasaan umat Islam.

Dalam kunjungan tersebut Khalifah menjumpai fondasi rumah ibadah Nabi Sulaiman AS, yakni situs batu besar tersebut penuh puing dan reruntuhan. Kondisi itu merupakan akibat dari sentimen penduduk Kristen Yerusalem terhadap kaum Yahudi.

Melihat kondisi menyedihkan itu serta karena mengetahui bahwa situs batu tersebut tak lain merupakan tempat singgah Rasulullah SAW ketika Isra Mi’raj, Khalifah Umar kemudian memerintahkan untuk dibersihkan.

Bahkan, sahabat bergelar al-Faruq itu turut bahu-membahu bersama pasukannya menyingkirkan puing di sekitar batu tersebut. Setelah itu, khalifah karismatik ini membangun sebuah masjid sederhana berbahan dasar kayu di sekitar tempat itu.

Sebagian orang juga salah mengartikan Kubah Batu sebagai Masjidil Aqsa. Memang, Masjidil Aqsa berlokasi cukup dekat dengan Kubah Batu. Namun, kubah Masjidil Aqsa berwarna hijau lumut, bukan keemasan seperti Kubah Batu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2USNSGy
April 24, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2USNSGy
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 23, 2019

BTN Syariah Fokus Pasar KPR

Kinerja lini bisnis syariah perbankan nasional mulai menunjukkan pertumbuhan positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja lini bisnis syariah perbankan nasional mulai menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal I 2019, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Tabungan Negara Syariah atau BTN Syariah memperoleh laba bersih sebesar Rp 30,29 miliar dan perolehan aset tumbuh 19,41 persen menjadi Rp 27,84 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan kinerja UUS mengalami kesetraan dari segi aset dan penyaluran pembiayaan, sekaligus Dana Pihak Ketiga (DPK). “Kinerja UUS kita, di mana syariah aset kita masih ada kesetaraan,” ujarnya saat ‘Paparan Kinerja BTN Triwulan I 2019’ di Menara BTN, Selasa (23/4).

Tercatat per kuartal I 2019, BTN menyalurkan pembiayaan dan penghimpunan DPK naik maisng-maisng 19,33 persen (YoY) menjadi Rp 22,43 triliun dan 15,72 persen (YoY) menjadi Rp21,66 triliun.

“Pada tahun ini strategi syariah kita utamakan dalam pertumbuhan kredit dalam pembiayaan perumahaan, sehingga pembiayaan yang non perumahan kita kurangi,” ucapnya.

Sementara Direktur BTN Budi Satria menambahkan BTN Syariah fokus memasarkan pembiayaan properti BTN iB Kredit Pemilikan Rumah (KPR Hits) ke sejumlah kota di Indonesia.

“Properti relestate bisnis yang berkaitan dengan KPR syariah, yang komersil lainnya memang kita kurangi. Sekarang rasio tahun lalu sekitar 80 untuk KPR dan nonKPR 20. Tahun ini kita fokus ke KPRnya dengan target 90 persen,” ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2US3OJ4
April 23, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2US3OJ4
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Mengenal Fikih Ibadah Braille

Kemenag menerbitkan buku Fikih Ibadah Braille pada 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu hak keagamaan penyandang disabilitas adalah dapat memahami dengan mudah kitab suci dan lektur keagamaan lainnya. Hal ini seba gaimana yang tercantum dalam UU No 8 Tahun 2016. Karena itu, pada 2017 Kemenag telah menerbitkan Alquran braille.

Teks-teks keagamaan berupa buku, naskah keislaman dan kitab suci Alquran yang berjenis braille diperuntukkan bagi difabel netra di Indonesia. Namun, jumlah ketersediaan pustaka Islam braille itu masih jauh dari memadai.

"Seperti Alquran braille sangat jarang ditemukan. Jika ada, mungkin masih sangat terbatas pada panti dan yayasan penyandang disabilitas netra. Sementara, bagi penyandang disabilitas netra di luar yayasan, akses literasi tersebut menjadi sangat penting dan mendesak," jelas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Prof Dr Muhammadiyah Amin

Selain itu, proses transfer pengetahuan tentang aksara braille pada sumber literasi keislaman, seperti Alquran braille juga belum terselenggara secara massif dan terkonsentrasi, baik oleh pihak organisasi non-pemerintah maupun lembaga pemerintahan terkait. Karena itu, Kementerian Agama mengambil langkah untuk pemenuhan akses bacaan kitab suci umat Islam tersebut.

Fikih ibadah braille

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kalangan difabel, Kemenag juga telah menerbitkan buku Fikih Ibadah Braille pada 2018. Buku tersebut menjelaskan tentang wudhu, tayamum, shalat, puasa, zakat, haji dan umrah, serta memuat doa-doa.

Menurut Amin, penerbitan tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi hak keagamaan difabel. "Kondisinya saat ini ketersediaan pustaka Islam braille, seperti buku Fikih Ibadah Braillebelum pernah ditemukan. Sedangkan, kebutuhan bagi penyan dang disabilitas netra sangat mendesak," kata Amin.

Dia menjelaskan, dalam menyusun naskah fikih ibadah untuk penyandang difabel netra tersebut tidak hanya berpaku pada al-Kutub al-Mu'tabarohatau fikih klasik yang menjadi rujukan umat. Tapi, prinsip-prinsip yang dirumuskan oleh ulama tersebut disesuaikan dengan kondisi sekarang, khususnya yang berkaitan dengan difabel.

Buku fikih ibadah tersebut menjelas kan tentang wudhu, tayamum, shalat, puasa, zakat, haji dan umrah, serta memuat doa-doa. "Naskah fikih ibadah untuk disabilitas netra ini dikondisikan dalam bingkai rahmat atau kasih sayang bagi umat, " jelas Amin.

Islam sangat menghargai kaum d ifabel. Karena itu, pada 2018 lalu Ke menag juga memberikan bantuan ope rasional kepada ormas Islam Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) sebesar Rp 150 juta. "Mereka sama halnya seperti kita, adalah ciptaan Allah. Islam menghargai.

Mereka punya hak untuk dihormati dan dihargai, memiliki karamah insaniyah," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IytFz2
April 22, 2019 at 06:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IytFz2
via IFTTT
Share: