Showing posts with label 2019 at 11:54PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:54PM. Show all posts

Sunday, April 7, 2019

Soal Hasil Survey, HT: Kami Bersyukur

HT sebut kerja keras seluruh kader tetap perlu terus ditingkatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yakin Perindo bisa mencapai 3 besar pemenang Pemilu 2019, seiring dengan tren kenaikan elektabilitas dari berbagai hasil survei.

"Pertama, kami bersyukur ini meningkatkan kepercayaan diri dari semua caleg, pengurus partai. Mereka pasti akan semakin militan dan saya yakin ini akan memberi dampak yang sangat positif, karena trennya naik terus," kata Hary  bersama masyarakat di tengah bazar murah Perindo di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti diketahui sebelumnya, Jaringan Survei Indonesia pada 3-8 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Partai Perindo menembus 4,7 persen, atau melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Angka tersebut naik dibandingkan dengan Oktober 2018 dimana elektabilitas Perindo berada di level 3,2 persen. 

Selain itu, survei terbaru LSI Denny JA menunjukan elektabilitas Partai Perindo berada pada level 3,9 persen. Pada periode sebelumnya di Februari 2019, elektabilitas Perindo sebesar 2,3 persen.

Hary mengatakan meski demikian kerja keras seluruh kader tetap perlu terus ditingkatkan.

"Kepada seluruh caleg, tingkatkan intensitas dari aktivitas kita. Kita tingkatkan sampai Pemilu supaya peningkatan ini naik terus. Mudah-mudahan target untuk menjadi nomor 3 bisa tercapai," kata Hary dalam siaran persnya.

Perindo, lanjutnya, menargetkan perolehan 70 kursi DPR-RI. “Militansi harus dijaga sampai Pemilu ini, tinggal beberapa hari. Jangan satu hari pun kita terlena dan harus setiap hari makin meningkat dan ini saya serukan kepada seluruh caleg," tegas pria yang telah mengajar di lebih dari 200 perguruan tinggi itu.

Ketua Umum Kartini Perindo Liliana Tanaja Tanoesoedibjo mengatakan Kartini Perindo terus bergerak terjun dan melayani masyarakat setiap hari. "Bazar murah adalah bagian dari program Kartini Perindo. Kita selalu membantu masyarakat ekonomi lemah, itu yang kita lakukan setiap hari," tutur Liliana.

Adapun, pada 12 April 2019 Bazar Murah Perindo akan digelar serentak di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Kfd84U
April 07, 2019 at 11:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Kfd84U
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Polisi Israel Terus Tangkapi Warga Palestina

Penguasa Yahudi terus tutup gerbang Ar-Rahmah dan melarang orang Palestina beribadah.

REPUBLIKA.CO.ID,AL QUDS -- Polisi Israel terus melancarkan kegiatannya terhadap warga Palestina di Al-Quds (Jerusalem), yang diduduki, dan pegawai Departemen Waqaf -- yang bertugas atas harta umat Muslim di kota tersebut-- berkaitan dengan upayanya menutup gerbang Ar-Rahmah. Penguasa Yahudi terus menutup gerbang Ar-Rahmah dan melarang orang Palestina beribadah di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha.

Korban terakhir ulah polisi Yahudi adalah seorang penjaga Masjid Al-Aqsha yang diidentifikasi sebagai Samer Qabbani. Dia ditahan pada Sabtu dan dibawa ke kantor polisi Israel, kata Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu (23/2) malam.

Qabbani ditangkap saat ia meninggalkan kompleks Masjid Al-Aqsha. Penangkapannya itu karena penguasa Yahudi berpendapat ia berperan dalam pembukaan kembali gerbang Ar-Rahmah untuk orang Palestina yang ingin shalat setelah polisi menutupnya kembal pada Sabtu.

Polisi Israel telah menahan lebih dari 60 orang Palestina dalam beberapa hari belakangan karena mereka diduga terlibat dalam pembukaan kembali gerba Ar-Rahmah untuk orang yang mau beribadah untuk pertama kali dalam 16 tahun, setelah polisi Israel menutupnya dengan alasan yang lemah.

Ribuan orang Palestina menunaikan Shalat Jumat di bangunan tersebut. Mereka berikrar akan terus membuka gerbang itu sepanjang waktu buat orang yang ingin shalat meskipun polisi Israel keberatan dan mengancam.

Rakyat Palestina khawatir Israel menutup bangunan tersebut, yang berada di tengah kompleks Masjid Al-Aqsha, untuk pada akhirnya mengubahnya menjadi kuil Yahudi. Tindakan yang ditentang dengan keras oleh rakyat Palestina dan umat Muslim di seluruh dunia. Masjid Al-Aqsha adalah tempat suci ketiga buat umat Muslim, setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, dan masjid itu murni menjadi tempat ibadah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GDK0Sh
February 23, 2019 at 11:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GDK0Sh
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Soal Fintech, Ahli: Jangan Tergiur Tawaran Bunga Rendah

Masyarakat perlu belajar hal simpel menghitung bunga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli digitalisasi keuangan PT Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan, sebelum memutuskan untuk menggunakan pinjaman online, seperti fintech, masyarakat perlu belajar beberapa hal. Salah satunya jangan mudah tergiur dengan tawaran bunga yang rendah.

"Masyarakat perlu belajar hal simpel menghitung bunga, perlu mengetahui kapan bunga itu mahal dan kapan bunga itu murah. Jangan mudah tertipu dengan gimmick bayar tujuh hari, 14 hari dan jangan terlena dengan bunga satu persen per hari," katanya kepada Republika.co.id, saat ditemui usai diskusi publik di Kantor LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/2) sore.

Ia menuturkan, penawaran pinjaman online dengan bunga yang rendah per hari, bukanlah sebuah jaminan. Melainkan hanya sebuah trik penjualan (marketing). "Karena kalau fintech menawarkan bunga per bulan, akan keliatan gede," ucapnya.

Selain itu, Alfons menyebut, ada trik lainnya yang juga dilakukan fintech, yaitu biaya admin. "Misal kan, pinjam Rp 2 juta, biaya admin Rp 250 ribu, kan keliatan kecil. Tapi Rp 250 ribu itu sama dengan 12,5 persen per tahun. Kamu pinjamnya cuma sebulan, biaya admin Rp 250 ribu. Artinya, 12,5 persen x 12 bulan. Biayanya terlalu tinggi," papar Alfons.

Menurutnya, masyarakat cenderung menggunakan fintech karena terdesak atau kepepet untuk mencari pinjaman uang. Oleh karena itu, ia menjelaskan, pentingnya pendidikan pengelolaan finansial yang baik dan mengurangi gaya hidup yang konsumtif. "Alternatifnya satu memang ke pengelolaan keuangan. Tapi yang jelas fintech itu cara terakhir," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I3XbNV
February 04, 2019 at 11:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I3XbNV
via IFTTT
Share: