Showing posts with label 2018 at 06:52PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:52PM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

Menag Ajak Tebar Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian

Menebar kebaikan adalah sesuatu yang harus menjadi spirit umat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, tema Festival Republik tahun ini "Menebar Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian" sebuah tema yang kontekstual. Tema itu dinilainya memiliki relevansi dengan kondisi saat ini. Menag pun mengajak masyarakat Indonesia untuk menebar kebaikan dan menguatkan kepedulian.  

Lukman mengatakan, dalam beberapa bulan ke depan Bangsa Indonesia memasuki tahun politik. Maka dalam kompetisi pemilihan calon presiden dan legislatif harus memiliki semangat menebar kebaikan. Sebab kompetisi tersebut merupakan ajang bagi warga untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

"Oleh karenanya menebar kebaikan adalah sesuatu yang harus menjadi spirit kita dan jangan kita maknai politik itu sesuatu yang saling menegasikan antar kita atau saling meniadakan satu dengan yang lain," kata Lukman saat ditemui Republika.co.id di rumahnya, Sabtu (22/12).

Menag mengingatkan, mereka yang berkompetisi hakikatnya saudara sebangsa dan setanah air. Maka perbedaan setajam apapun harus dimaknai dengan baik, karena pada dasarnya mereka sama-sama ingin memberikan yang terbaik.

Ia menegaskan, semangat menebar kebaikan sesuatu yang penting karena berkaitan dengan upaya menguatkan kepedulian. Sebab dengan menebarkan kebaikan sesungguhnya sedang meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

"Apalagi beberapa waktu lalu (Bangsa Indonesia, Red) mendapatkan ujian dari Allah SWT di Lombok, Palu dan Donggala. Sehingga dengan kepedulian yang semakin menguat, mudah-mudahan kehadiran kita semakin bisa dirasakan manfaatnya bagi sesama," ujarnya.

Tahun ini Festival Republik yang puncak acaranya adalah Dzikir Nasional mengusung tema "Menebar Kebaikan dan Menguatkan Kepedulian." Republika ingin menggaungkan semangat menebar kebaikan dan menguatkan kepedulian melalui acara tersebut. Festival Republik akan digelar di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur pada 29-31 Desember 2018.

Sejumlah ulama juga akan ikut memeriahkan Dzikir Nasional. Di antaranya Ustaz Arifin Ilham, KH Muhammad Cholil Nafis, Ustaz Tengku Zulkarnain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Cholidi Asadil Alam sebagai publik figur pemeran film Ketika Cinta Bertasbih dan lain-lain.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QNwlgS
December 22, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QNwlgS
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

UBN: Aksi Perjuangkan Hak Muslim Uighur tak Akan Berhenti

Peserta aksi memiliki satu tujuan yang sama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustaz Bachtiar Nasir, menilai umat Islam yang hadir dalam aksi simpati terhadap Muslim Uighur memiliki satu tujuan. Yakni, memperjuangkan hak kemanusiaan dan beragama Muslim Uighur.

"Di antara tuntutan kami juga tentu secara khusus kepada pemerintah Cina atas nama rakyat Indonesia segeralah memberikan hal yang positif kepada kami. Setidaknya tunjukkan bahwa anda memang sudah berubah atas nama kemanusiaan menghentikan semua intimidasi terhadap saudara kami di Uighur," ucap Ustaz UBN, sapaan akrabnya, saat ditemui, Jumat (21/12).

Ustaz UBN berharap pemerintah Indonesia agar segera bersikap. Juga kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan dunia Islam agar bersikap setidaknya menyelamatkan kemanusiaan dan hak-hak beragama Muslim Uighur.

"Ini akan terus memanas bisa jadi akan datang lagi jumat depan atau minggu lain, dan ini tidak berhenti. Hari ini Kedutaan Besar RRC juga tidak ada, dia tutup," ujarnya.

Pemerintah Cina diberitakan mengoperasikan barak-barak reedukasi untuk etnis Uighur dan Kazakhs di Xinjiang sejak 2016. Laporan Dewan HAM PBB menyebutkan, Partai Komunis Cina juga telah melarang etnis tersebut menggunakan bahasa etnis daerah setempat.

Larangan bahkan mencakup persoalan menjalankan ibadah sesuai ajaran Islam. Selain itu, merujuk laporan media-media internasional, mereka juga dipekerjakan paksa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2R9QXz3
December 21, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2R9QXz3
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Uni Eropa akan Larang Penggunaan Plastik

Semua botol plastik harus memiliki setidaknya 30 persen konten daur ulang pada 2030

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Uni Eropa (UE) akan melarang penggunaan barang-barang plastik pada 2021. Ini sebagai langkah untuk mengurangi sampah di lautan.

Negosiator dari Parlemen Eropa dan 28 negara Uni Eropa menyetujui pelarangan 10 produk plastik sekali pakai yang memiliki alternatif lain. Produk tersebut termasuk cotton buds, sendok garpu, piring, sedotan, pengaduk minuman, tongkat untuk balon dan wadah makanan yang terbuat dari karet sintetis.

Untuk barang-barang plastik lainnya, seperti wadah makanan, gelas dan tutup minuman, akan dibatasi penggunaannya. UE juga akan menetapkan kewajiban pembersihan dalam beberapa kasus untuk produsen.

Semua botol plastik harus memiliki setidaknya 30 persen konten daur ulang pada 2030. Produsen filter tembakau yang mengandung plastik harus menyediakan biaya untuk pengumpulan batang rokok.

"Kita semua telah mendengar peringatan oleh Forum Ekonomi Dunia dan yang lainnya, bahwa akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan dunia pada 2050 jika kita terus membuang plastik di laut," kata menteri kelestarian Austria  Elisabeth Koestinger.

Austria, yang memegang jabatan presiden bergilir UE, memimpin pembicaraan atas nama 28 anggota Uni Eropa.

Kelompok Greenpeace memuji langkah UE tersebut. Ia menyebut keputusan EU sebagai langkah  yang signifikan dalam mengatasi polusi plastik.

Namun kelompok itu juga menyuarakan kekhawatirannya untuk beberapa hal. "Tidak ada target Uni Eropa  untuk mengurangi konsumsi wadah dan cangkir makanan. Selain itu tidak ada kewajiban bagi negara-negara UE untuk mengadopsi target, dan persyaratan hanya pada 2029 untuk memastikan 90 persen botol plastik dikumpulkan secara terpisah," kata Greenpeace.

Uni Eropa hanya mendaur ulang seperempat dari 25 juta ton sampah plastik yang dihasilkannya per tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2V3udA6
December 19, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2V3udA6
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Pemerintah Sarankan Pabrik Rokok Serap Tembakau Petani

Ada empat jenis tembakau yang tidak bisa diproduksi di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa daerah di Indonesia telah memberlakukan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Bahkan di Kota Bogor, pemajangan produk tembakau seperti rokok di berbagai toko ritel juga dilarang.

Menanggapi hal itu, Deputi Urusan Kemenko Perekonomian Atong Soekirman menjelaskan, pada dasarnya merokok tetap diperbolehkan namun ada tempatnya. "Di luar negeri pun sudah seperti itu, maka harus kita pahami dan kita terima," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, (17/12).

Maka menurutnya, permintaan rokok porsinya masih tinggi. Dengan begitu tidak menganggu petani tembakau.

"Konsumsi terus meningkat, karena rokok sudah seperti budaya. Maka kaitannya dengan petani, pemerintah menyarankan agar pabrik rokok menyerap tembakau petani," ujar Atong.

Hanya saja, rokok memiliki rasa sendiri yang ditentukan oleh tembakaunya, sehingga ia menegaskan harus ada unsur kemitraan antara petani tembakau dengan pabrik rokok. Tujuannya agar ada standar tembakau yang bisa diserap pabrik.

"Seperti jagung misalnya, kan ada standar kadar airnya. Tembakau ini juga perlu ada standar jelas yang hasilkan kualitas tembakau sesuai harapan, karena mempengaruhi rasa," tuturnya.

Bagi Atong, bila kemitraan tersebut dijalankan maka tembakau petani bisa terserap dan pabrik bisa memenuhi bahan bakunya tanpa impor. "Artinya kalau sepaham untuk hasil tertentu, itu win win solution," katanya.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati menambahkan, persoalan tembakau impor di Indonesia cukup menggelitik. "Industri punya alasan kebutuhan tembakau tidak cukup, di sisi lain petani tembakau kita tidak pernah dapat harga keekonomian," ujarnya pada kesempatan serupa.

Menurutnya, hal itu tidak masuk akal. Pasalnya, permintaan atau demand rokok masih tinggi. Sementara harga biasanya dipengaruhi demand dan supply.

"Seharusnya kalau demand tinggi, posisi petani di atas ingin, ini sebaliknya. Maka ini harus ditata betul," tegas Enny.

Ia mengakui setidaknya ada empat jenis tembakau yang tidak bisa diproduksi di Indonesia. Hanya saja sebenarnya porsi penggunaan tembakau tersebut kecil.

"Maka perlu roadmap komprehensif untuk atasi ini. Termasuk mengkaji PMK 156," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CgzXiu
December 17, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CgzXiu
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Pangeran Harry Frustrasi tak Bisa Setop Berita Miring Meghan

Pangeran Harry ingin menjauhkan megahn dari pemberitaan negatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah drama antara Meghan Markle dan istri Pangeran William, Kate Middleton, Pangeran Harry dilaporkan kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan. Seperti dilansir di Cosmopolitan, hal itu memberikan tekanan pada hubungan pernikahannya.

"Hal itu membuat tekanan dalam hubungannya bersama Meghan. Dia (Harry) sangat frustasi karena tak bisa melakukan apa pun," kata salah seorang sumber kepada US Weekly.

"Menjauhkan Meghan dari berbagai hal negatif dan kecaman adalah hal yang sulit baginya. Sebenarnya ini sudah menjadi tujuan Harry menjaga hubungan mereka terhindar dari hal-hal negatif," ujar sang sumber.

Beberapa pekan terakhir telah beredar kabar di dunia maya, Kate dan Meghan sedang berseteru. Istana jelas membantah kabar tersebut. Meghan masih diberitakan negatif karena 'menuntut' stafnya.

Pekan ini, beredar kabar ada lagi staf Meghan yang mengundurkan diri. Hal ini seperti mendukung kabar sulitnya bekerja dengan Meghan. Staf ini sebelumnya bekerja dengan Kate.

Meski begitu, harus diketahui Kate, Will, Harry, dan Meghan masih tetap berhubungan dengan menjalin komunikasi dalam obrolan grup, bahkan mereka dikabarkan akan menghabiskan Natal bersama. Selain itu, Kate benar-benar antusias dengan bayi Harry dan Meghan. Semua seperti terlihat baik-baik saja di kehidupan keluarga kerajaan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CgtcgJ
December 15, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CgtcgJ
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Polemik Pengaturan Azan Juga Menimpa Afrika Selatan

Muslim membentuk sekitar 2 persen dari 57 juta penduduk Afsel yang multikultural.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG – Isu soal larangan azan sempat memicu kepanikan di antara komunitas Muslim di Cape Town, Afrika Selatan. 

Namun demikian, juru bicara Dewan Yudisial Muslim (MJC) Syekh Isgaak Taliep mengatakan, pada Rabu (12/12), Kota Cape Town tidak berencana untuk melarang azan (seruan untuk shalat). 

Ia mengatakan, sejumlah orang telah mengklaim di platform media sosial bahwa otoritas di Afrika Selatan berencana melarang azan di sana.

"Kami mengadakan pertemuan yang baik dengan para pejabat kota pada Selasa dan mereka setuju untuk mengirim ahli mereka untuk memastikan tingkat volume suara di salah satu masjid kami, di mana seorang warga telah mengajukan keluhan," kata Taliep, dilansir di Anadolu Agency, Kamis (13/12). 

Taliep mengatakan, pemerintah kota meminta manajemen masjid untuk menunjuk seorang insinyur akustik untuk memastikan volume suara tetap pada tingkat yang diperlukan yang ditetapkan oleh pemerintah kota. 

Menurutnya, warga Afrika Selatan menikmati kebebasan beragama di bawah demokrasi di sana. Namun, mereka menerapkan kebebasan beragama tersebut secara bertanggung jawab sebab hidup dalam masyarakat multi-agama dan multi-budaya. Terutama ketika melantunkan panggilan untuk shalat.

"Di Western Cape, kami memastikan memiliki suara dari seruan Muslim untuk shalat lebih rendah dari tingkat yang dibutuhkan sebagaimana tercantum dalam peraturan daerah kota," kata Wakil Presiden Kedua MJC Shaykh Riad Fataar.

Muslim telah menghuni di Cape Town selama 350 tahun terakhir. Komunitas Muslim di sana memiliki beberapa masjid dan situs warisan di seluruh kota Cape Town.

Sementara populasi Muslim terbesar di Afrika Selatan terletak di wilayah Western Cape. Di Afrika Selatan, Muslim membentuk sekitar 2 persen dari 57 juta penduduk di sana.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BgNBk0
December 13, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BgNBk0
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Rivaldo Sayangkan Dembele Rusak Potensi karena Indisipliner

Dembele punya segalanya yang dibutuhkan seorang pemain untuk menjadi yang terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Legenda Brasil dan Barcelona Rivaldo menyoroti tentang pemain muda Los Azulgrana Ousmane Dembele yang menurut dia punya potensi menjadi pemain besar dunia. Rivaldo melihat pemain asal Prancis tersebut punya segalanya yang dibutuhkan seorang pemain untuk menjadi yang terbaik.

Hanya saja, menurut Rivaldo, Dembele harus memperbaiki etika seperti kedisiplinan datang latihan tepat waktu.  "Dembele hanya perlu menekankan profesionalitas. Jangan lagi dapat sorotan karena terlambat datang latihan," kata Rivaldo dikutip dari ESPN, Rabu (12/12).

Rivaldo termasuk salah satu pemain besar yang diorbitkan Barcelona. Bermain di Camp Nou sejak 1997 sampai 2002, Rivaldo membawa La Blaugrana menjuarai Piala Super Eropa dan La Liga. Saat masih di Barcelona, Rivaldo memenangkan Ballon d'Or 1999.

Rivaldo berkomentar terkait Dembele usai menyaksikan pertandingan Barcelona melawan Tottenham Hotspur di Camo Nou, Rabu (12/12) dini hari WIB tadi. Dembele mencetak satu gol ke gawang Spurs dengan cara indah. Mantan pemain Borussia Dortmund itu mengelabui dua sampai tiga pemain Spurs sebelum menceploskan bola ke gawang rekan senegaranya Hugo Lloris.

Rivaldo sangat mengapresiasi skill individu pemain 21 tahun itu. Tapi ia seketika merasa jengkel mengingat perilaku buruk Dembele beberapa pekan lalu. Saat itu Dembele disorot karena terlambat latihan. "Saya jengkel. Dia pemain hebat. Tapi membuat klub sebesar Barcelona kecewa," ujar dia menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QSKgBC
December 12, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QSKgBC
via IFTTT
Share:

Revitalisasi Sisi Barat Pedestrian Malioboro Rampung

Masa pemeliharaan selama enam bulan kalender kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pengerjaan revitalisasi atau penataan sisi barat kawasan pedestrian Malioboro sudah selesai, Rabu (12/12). Pimpinan proyek revitalisasi kawasan pedestrian Malioboro, Eri Purnomo, mengatakan setelah rampung, maka akan dilakukan serah terima pertama kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP dan ESDM) DIY.

"Saat ini sedang dilakukan kontrol dan cek barang-barang yang ada di dalam kontrak. Setelah pekerjaan kontrak kami dinyatakan seleai, kami melakukan serah terima pertama kepada Dinas PUP dan ESDM DIY," kata Eri, kepada Republika.co.id.

Setelah serah terima pertama, pihaknya masih dalam masa pemeliharaan enam bulan ke depan. Eri mengatakan setelah selesai masa pemeliharaan, lalu dilakukan serah terima kedua. Masa pemeliharaan selama enam bulan kalender kerja.

Usai itu baru penyerahan total dan sudah menjadi ranah Dinas PUP dan ESDM DIY. Selanjutnya dari Dinas PUP dan ESDM DIY diserahkan ke Pemkot Yogyakarta untuk pengelolaannya. Menurut Eri, yang dikerjakan selama revitalisasi sisi barat kawasan pedestrian Malioboro yakni dari Hotel Inna Garuda (red. Grand Inna Malioboro) ke arah selatan sampai Ngejaman (red. depan Pasar Beringharjo), lalu Titik Nol, depan BNI 46.

Kemudian pekerjaan median dari Tugu sampai Stasiun Yogyakarta di traso, lantas penanaman pohon Asam dan Gayam serta tanaman perdu dan pasang lampu. Seluruhnya bernilai Rp 37,318 miliar. Ia mengakui selama pekerjaan revitalisasi sisi barat kawasan pedestrian Malioboro tidak ada hambatan yang signifikan.

Namun masih selalu terjadi adalah coret-coret dan buang sampah sembarangan. “Kursi di sisi barat kawasan pedestrian Malioboro sudah ada yang dicoreti dengan gambar love dengan spidol permanen. Tetapi masih masih digosok. Para pengunjung Malioboro juga masih membuang sampah sembarangan. Padahal sudah ada tempat pembuang sampah,” ujarnya.

Karena itu, Eri berharap adanya kesadaran masyarakat pengunjung Malioboro untuk tidak melakukan coret-coret maupun membuang sampah sembarangan. Selama ini meskipun di kawasan Malioboro sudah ada CCTV, tetapi belum bisa memback up dan menjangkau seluruh kawasan pedestrian karena jumlah CCTV belum banyak.

Sementara itu, Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Pemikiman Bidang Cipta Karya Dinas PUP dan ESDM DIY Arif Azazi Zein membenarkan bahwa pada Rabu ini (12/12) masa kontrak proyek Revitalisasi Kawasan Pedestrian Malioboro sudah habis.

‘’Sekarang sedang dalam proses cek list apakah ada kerusakan atau tidak. Kalau sudah inventaris semua dan sudah lengkap baru dilakukan serah terima. Tetapi dalam masa enam bulan kedepan masih masa pemeliharaan oleh pelaksana proyek,” kata Arif.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SH88Fy
December 12, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SH88Fy
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Kemendikbud: Zonasi PPDB Masuki Evaluasi Tahap Akhir

Kemendikbud masih terus melakukan sosialisasi terkait sistem zonasi dalam PPDB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Skema zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini memasuki evaluasi tahap akhir. Hingga kini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun masih terus melakukan sosialisasi terkait sistem zonasi dalam PPDB.

“Kita masih sosialisasi dan evaluasi tahap akhir,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad saat dihubungi Republika, Kamis (6/12).

Hamid mengklaim, Kemendikbud juga telah menyiapkan semua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sehingga siap melakuka  sistem zonasi.

“Semua pihak MKKS dan MGMP segera disiapkan untuk melaksanakan sistem zonasi ini,” kata Hamid.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan mengubah skema proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun 2019 mendatang. Nantinya proses PPDB seperti tahun sebelum-sebelumnya akan diganti menjadi perekrutan siswa berdasar pada zonasi.

“Sistemnya diubah jadi tidak ada PPBD menjelang tahun ajaran baru yang banyak masalah itu. Diubah skemanya menjadi berdasar pada zonasi dan calon siswa akan diidentifikasi dari sekarang," kata Muhadjir dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Zonasi Bersama Pemda beberapa waktu lalu.

Muhadjir menjelaskan, nantinya Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan MGMP berperan untuk menentukan kapasitas di tiap-tiap zona. Untuk itu dia meminta, agar MKKS dan MGMP segera mengindentifikasi siswa yang akan masuk di jenjang berikutnya pada suatu zona.

Guru Bimbingan Konseling, lanjut Muhadjir, juga diminta untuk memberikan pembinaan terhadap siswa. Sehingga siswa bisa mulai menentukan akan meneruskan sekolah ke SMA mana atau SMK bidang apa.

"Nanti kalau ada siswa pindahan itu kan variatif saja atau variabel tambahan. Tapi yang utama ditata dulu siswa yang ada di zona itu. Lalu tahap berikutnya data daya dukung baik sarana dan prasarana," jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E47iyq
December 06, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E47iyq
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Persib Melaju ke Babak 32 Besar Piala Indonesia

Persib menang tipis atas PSCS Cilacap 1-0

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung berhasil menaklukan PSCS Cilacap dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Febri Hariyadi di menit 48 membawa Persib ke babak 32 besar Piala Indonesia.

Asisten pelatih Persib, Yaya Sunarya mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut. Menurutnya, meski menurunkan tim lapis dua, Persib tetap mendominasi serangan.

"Saya tekankan pada pemain sejak babak pertama, betapa besarnya dukungan yang diterima pada pemain dan mari kita buat senyuman dan kebahagiaan pada mereka dengan memenangkan pertandingan," kata Yaya usai laga.

Yaya menuturkan, Persib memang sengaja membawa tim lapis dua. Karena di sisi lain, Persib akan menghadapi Barito Putera pada laga pamungkas Liga 1, Sabtu (8/12) mendatang.

"Memang dari awal coach (Mario Gomez) sudah menekankan pada pemain bahwa kita mempunyai dua pertandingan yang penting," tegas Yaya.

Untuk itu, Piala Indonesia menjadi ajang pembuktian bagi pemain lokal dan pemain muda yang minim menit bermain. Bagi Yaya, semua pemain memiliki kualitas yang sama sehingga tidak perlu lagi diragukan.

"Kita tekankan lagi, kita punya 30 pemain yang penting dan punya dua pertandingan yang penting. Kita punya dua tanggung jawab yang sama dan tidak membeda-bedakannya," kata Yaya.

Sementara itu, pemain sayap Persib, Puja Abdilah mengaku bersyukur atas hasil menang tipis Persib. Menurutnya kerja keras pemain dan dukungan Bobotoh menjadi alasan kemenangan Persib.

Dia tidak menampik permainan baik dari PSCS. Di bawah arahan Jaya Hartono, PSCS memang beberapa kali memiliki peluang. Apalagi Persib melewatkan kesempatan uji coba lapangan karena waktu yang tidak memungkinkan.

"Itu masalahnya, adaptasi lapangan juga, terutama lawan juga motivasi cukup bagus, jadi sulit juga," terang Puja.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rlQgEr
December 05, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rlQgEr
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Surabaya Jadi Finalis Guangzhoi International Award 2018

Dalam pengelolaan lingkungan ini, Surabaya fokus pada Reduce, Reuse, Recycle

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kota Surabaya menjadi finalis dalam ajang Guangzhoi International Award 2018. Surabaya mengikuti ajang tersebut pada kategori Inovasi Perkotaan, tepatnya dari segi pengelolaan lingkungan. Dalam pengelolaan lingkungan ini, Surabaya fokus pada 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser menjelaskan, dalam pengelolaan lingkungan, Surabaya memanfaatkan sampah untuk diubah menjadi tenaga listrik. Inovasi itu dilakukan untuk menekan volume sampah organic yang mencapai 60 persen dari 1.500 ton sampah kota per hari, yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo Surabaya.

"Kemudian sampah-sampah itu dikelola menjadi tenaga listrik 3 watt. Nah, tenaga listrik di taman-taman Surabaya itu hasilnya dari sampah," kata Fikser, ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/11).

Tak hanya itu, lanjut Fikser, Surabaya juga memanfaatkan sampah yang digunakan untuk ongkos Bus Suroboyo. Dimana, bagi masyarakat yang ingin naik bus tersebut, tidak harus membayar dengan uang, melqinkan dengan sampah botol plastik.

Keberhasilan itu, lanjut Fikser, panitia Guangzhoi menilai Surabaya termasuk kota-kota terindah di dunia dalam kategori inovasi perkotaan. Selain itu, keikutsertaan masyarakat dalam mengelola sampah, juga menjadi nilai untuk ikut ajang international itu.

"Panitia tidak hanya menilai inovasinya saja, juga menilai adanya keterlibatan masyarakat dalam program pengelolaan sampah di Surabaya," ujarnya.

Kota Surabaya, terang Fikser, saat ini masuk nominasi Inovasi Perkotaan dalam Guangzhou International Award 2018. Ajang bergengsi itu mengangkat tema menjaga lingkungan hidup yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah. Surabaya mewakili Asia Tenggara dan akan bersaing dengan 193 kota di dunia dari 66 negara.

"Tidak main-main untuk bisa ikut ajang tersebut, karena tidak semua kota bisa mengelola sampah. Surabaya bisa dikatakan membawa nama Indonesia, karena belum ada kota-kota di Indonesia yang ikut dalam ajang International itu," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SlFsl8
November 30, 2018 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SlFsl8
via IFTTT
Share: