Showing posts with label 2019 at 07:48AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:48AM. Show all posts

Friday, December 6, 2019

MRT Jakarta: Kecepatan Akses Kartu Multi Trip 0,3 Detik

Saldo minium kartu multi trip MRT Jakarta dipatok sebesar Rp 3.000

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama MRT Jakarta William Subandar menyatakan bahwa kecepatan akses kartu Multi Trip atau Jelajah Berganda adalah sebesar 0,3 detik. Sehingga diharapkan akan semakin mengurangi tingkat antrean di moda transportasi massal tersebut.

"Kartu Multi Trip ini kecepatannya sangat tinggi, yaitu hanya 0,3 detik," kata William Subandar di Jakarta, Jumat (6/12).

Menurut dia, penggunaan kartu Multi Trip ini memiliki akses yang sangat kilat karena mesin yang disiapkan oleh MRT Jakarta di setiap gerbang akses memang sangat kompatibel atau sesuai dengan kartu tersebut. Sedangkan berbagai kartu yang berasal dari bank yang bekerja sama dengan MRT, lanjutnya, biasanya memiliki waktu akses sekitar 1-2 detik.

William mengungkapkan manfaat lainnya dari kartu Multi Trip itu adalah memiliki masa berlaku yang tidak terbatas. Selain itu, ujar dia, saldo minimum dalam kartu itu hanya Rp 3.000.

William juga menuturkan kartu tersebut juga merupakan kolaborasi dengan program Pemprov DKI Jakarta dalam konteks Jak Lingko dan diharapkan ke depannya juga akan terintegrasi dengan berbagai moda lainnya.

Ia menyatakan optimistis bahwa dengan penggunaan kartu Multi Trip ini akan meningkatkan jumlah pengguna MRT Jakarta, terlebih pada saat ini memang telah terjadi peningkatan jumlah pengguna. "Penumpang MRT Jakarta pada Selasa, Rabu, dan Kamis, ini di atas 100 ribu per hari, biasanya hanya sekitar 90 ribu per hari," katanya.

William menambahkan pihaknya optimistis bahwa rata-rata pengguna pada bulan Desember 2019 ini akan mendekati 100 ribu per hari.

Berdasarkan surat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta (Asisten Gubernur Bank Indonesia), nomor 21/447/DKSP/Srt/B tertanggal 14 November 2019, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah mendapatkan persetujuan izin Bank Indonesia sebagai Penerbit Uang Elektronik bentuk chip (chip-based) sebagaimana akan diterapkan dalam penerbitan kartu Jelajah MTT MRT Jakarta.

Persetujuan izin ini diberikan Bank Indonesia kepada MRT Jakarta dan belaku selama lima tahun sampai dengan 14 November 2024 dan dapat diperpanjang kembali.

Sebagaimana tercantum dalam surat izin Bank Indonesia, MRT Jakarta juga melakukan interkoneksi dan interoperabilitas dalam bentuk konvergensi teknis dengan kartu KMT Kereta Commuter Indonesia (KCI) paling lambat 1 Januari 2022.

sumber : Antara

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RrO7Fx
December 07, 2019 at 07:48AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RrO7Fx
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Prabowo Ungkap Alasannya Jarang Tampil di Media

Jokowi sebut ekonomi Indonesia telah salah arah.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Calon presiden, Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya kurang banyak tampil dan bicara kepada media dalam Pilpres 2019 ini. Ia mengaku pilpres kali ini lebih memilih langsung terjung ke masyarakat dan menyampaikan program yang akan dilakukan guna mengubah kondisi bangsa.

Sebenarnya Prabowo mengaku sudah berusaha meyakinkan kelompok elite negeri ini terkait kondisi ekonomi yang dirasakan rakyat. Namun, kelompok tersebut tidak pernah peduli dan memilih memikirkan diri sendiri.

"Saya bertahun-tahun keliling dan menulis beberapa buku. Terakhir 'Paradoks Indonesia' dan 'Indonesia Menang'. Di situ saya berusaha menggugah elite bangsa ini. Apa itu elite? Itu adalah unsur pimpinan, jadi kalau saya sebut elite itu unsur pimpinan di Indonesia," ujar Prabowo dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (10/3).

Prabowo menuturkan, saat ia berupaya meyakinkan para elite terkait kondisi Indonesia yang memiliki kekayaan melimpah ia malah dicemooh.

"Malah dibilang 'Prabowo bisa apa? Prabowo ngerti apa soal ekonomi?'. Memang saya tak punya gelar, tapi saya punya akal sehat. Percuma para elite punya gelar berderet tapi kepintaranna bukan untuk rakyat," kata Prabowo.

Karena itu, ia memilih langsung menemui rakyat dan mengajak untuk saling membantu melakukan perubahan bagi kedaulatan dan kesejahteraan Indonesia mendatang.

Menurutnya, sistem ekonomi sekarang telah salah arah. Ini mengakibatkan kekayaan negara kita bangsa kita itu tidak tinggal di Indonesia.

"Dan itu maaf, kegagalan elite kita. Karena itu saya memilih tidak banyak bicara, pilih turun ke kabupaten. Lebih baik saya bicara dengan saudara sekalian (rakyat). Karena elit kita sudah tidak bisa diharapkan lagi," terangnya. 

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan alasannya mau maju dalam kontestasi Pilpres 2019 saat ini bersama Sandiaga Uno. Ia merasa merasa rakyat ingin perbaikan kehidupan. Oleh karena itu dia bersedia menerima penugasan ini.

"Karena kami ingin bekerja dengan sepenuh tenaga kami untuk mengubah keadaan bangsa ini. Prabowo itu mantan prajurit, karena itu Prabowo tahu, tentara dan polisi itu berasal dari rakyat dan untuk rakyat," tutup Prabowo Subianto.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UpB4CV
March 10, 2019 at 07:48AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UpB4CV
via IFTTT
Share: