Showing posts with label May 17. Show all posts
Showing posts with label May 17. Show all posts

Friday, May 17, 2019

Minyak Esensial Tertentu Memerlukan Perlakuan Khusus

Minyak esensial ada yang harus dipakai dan disimpan dengan perlakuan khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minyak esensial memiliki banyak fungsi untuk menunjang kesehatan. Selain untuk relaksasi, ekstrak tanaman itu ada juga yang berkhasiat sebagai pertolongan pertama masalah pencernaan, masalah tidur, atau memulihkan diri dari flu.

Training Manager Young Living Indonesia Lysa Evy Lenny mengatakan, ada tiga minyak esensial tunggal yang sangat populer di antara konsumen. Tiga minyak terlaris itu adalah lavender, lemon, dan peppermint.

Menurut Lysa, hampir tidak ada larangan tertentu apabila konsumen mengikuti keterangan yang tertera pada label botol. Namun, ada sejumlah minyak yang perlu perlakuan khusus sebelum dipakai.

"Beberapa oil cukup panas, seperti lada hitam, cengkih, oregano, dan basil. Sensasinya jika terkena kulit lebih panas dibandingkan jenis lain," kata Lysa.

Apabila pengguna menyukai sensasi panas, menurut Lysa, tentu tidak ada masalah. Namun, jika belum terbiasa, perlu ada perlakuan khusus sebelum menggunakan minyak secara topikal. Caranya ialah dengan mencairkan (dilute) minyak essensial dengan carrier oil. Perbandingannya 1:4.

Hal khusus lain berkaitan dengan minyak esensial yang berasal dari berbagai jenis jeruk. Beberapa di antaranya adalah lemon, orange, jeruk bali, nipis, dan citrus fresh. Minyak-minyak tersebut memiliki sifat photosensitive.

Artinya, kandungan dalam tanaman yang dijadikan minyak esensial cukup sensitif terhadap cahaya dan sebaiknya tidak terpapar sinar matahari setelah memakainya di kulit. Lysa menyarankan penggunaannya secara topikal sebaiknya di malam hari sebagai campuran skin care.

Semua jenis minyak, menurut Lysa, aman digunakan dengan cara dihirup atau dioleskan. Biasanya, konsumen menggunakan diffuser untuk menyebarkan aroma ke udara.

Di samping itu, ada juga orang yang mengonsumsi produk minyak esensial dengan mencampurkan setetes dengan air lantas meminumnya. Banyak orang mengatakan cara tersebut efektif menyembuhkan penyakit tertentu atau menjaga kesehatan. Lysa tidak hendak melarang, tetapi juga tidak merekomendasikan.

"Banyak orang membagikan cerita berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Yang jelas, minyak esensial terbuat dari bahan-bahan alami sehingga tidak akan ada dampak buruk bagi tubuh," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W7dDT1
May 17, 2019 at 07:23PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W7dDT1
via IFTTT
Share:

Makanlah Secukupnya, Jangan Berlebihan

Islam mengajarkan umat untuk mengonsumsi makanan yang baik dan halal serta secukupnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di zaman post-modern sekarang ini, makan dan sajian makanan sudah menjadi hal yang kompleks. Lebih-lebih di kota besar, ketika sebagian orang mencari sesuap nasi sejak dini hari, sebagian yang lain justru baru pulang dari makan dan minum di bar-bar atau kafe.

Tingkah manusia dalam soal makan juga macam-macam. Kita sering mendengar sindiran, bahwa kalau orang miskin masih bingung mesti makan 'apa' hari ini, maka orang kaya selalu bingung makan 'di mana'. Adapun mereka yang teramat kaya (dan tidak punya moral Pancasila) -- dan duitnya berlimpah dari kredit bermasalah, misalnya -- sudah tidak memikirkan makan 'di mana', tapi lebih dari itu: makan 'siapa' hari ini.

Terlepas dari kelakar tadi, Islam sendiri sebetulnya membolehkan kita makan apa saja, kecuali yang jelas-jelas haram -- dan itu sangat sedikit macamnya. Meski begitu, dalam soal makan ini Alquran menggarisbawahi: 'jangan berlebih-lebihan' dan semua makanan harus tayyiban bagi tubuh kita.

Para ahli tafsir mengartikan tayyiban sebagai yang memberi manfaat bagi tubuh, bergizi. Kolesterol dalam daging sapi memang halal, tapi tidak tayyib bagi orang yang mempunyai penyakit darah tinggi. Perintah makan -- yang di dalam Alquran disebut sebanyak 187 kali dalam berbagai konteks dan arti -- selalu menekankan salah satu dari dua hal itu, yakni makanan harus 'halalan' dan 'tayyiban'.

Mereka yang kaya juga boleh makan 'apa' saja (bukan 'siapa' saja), sepanjang kekayaannya bukan berasal dari sumber yang haram. Namun yang perlu diingat, sekaya apa pun kita, toh kemampuan perut tetap sama dengan mereka yang miskin. Lambung orang yang gemuk sekali pun cuma mampu menampung 18-3 piring nasi, atau 3-4 buah hamburger plus satu gelas minuman soda.

Lebih dari itu, namanya kelewatan. Dan itu sudah jadi haram, meskipun daging yang mereka makan telah disembelih dengan membaca bismillah seratus kali. Itu sebabnya Islam menganjurkan untuk selalu menenggang tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang sulit dapat makanan -- sebelum memikirkan diri sendiri.

Itulah pesan moral agama Islam. Itu sebabnya, kalau kita tidak mampu puasa Ramadhan dan tidak pula mampu menggantinya dengan puasa di hari-hari lain, kita diwajibkan untuk menggantinya dengan memberi makan kepada fakir miskin. Dan haji kita juga tidak diterima, kalau masih ada tetangga kita yang kelaparan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JL3CEt
May 17, 2019 at 07:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JL3CEt
via IFTTT
Share:

Jalan Terjal Anak Punk Berhijrah dan Yakinkan Masyarakat

Meski sudah berhijrah, stigma negatif anak punk sangat kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Keberadaan anak-anak punk kerap dipandang negatif  masyarakat karena penampilannya berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Namun tidak bisa dimungkiri gerakan hijrah telah lama menyapa anak-anak punk dan kini mereka banyak yang telah bertaubat.

Meski banyak anak-anak punk yang telah bertaubat, belajar mengaji, dan menghapus tato, tetap saja stigma negatif masih melekat pada diri mereka. Karenanya, komunitas Punk Kajian Bekasi membuat gerakan sosial untuk menghapus stigma negatif yang melekat pada anak-anak punk.   

Ketua Komunitas Punk Kajian Bekasi, Miki Abu Izam berpandangan, untuk mengajak anak-anak punk kembali ke jalan yang benar harus dengan cara merangkul. Menghakimi dan memandang negatif anak-anak punk bukan cara yang tepat untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar. 

"Anak-anak punk butuh dirangkul, bukan dihakimi, sebab setelah dirangkul bisa menjadi baik sudah ada contohnya anak punk menjadi lebih baik setelah hijrah," kata Miki saat berbincang-bincang bersama Republika.co.id, Jumat (17/5).    

Sebagai upaya menghapus stigma negatif yang melekat pada anak-anak punk, komunitas Punk Kajian Bekasi melakukan kegiatan sosial selama Ramadhan. Mereka membagi-bagikan iftar di Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi.

Sasaran mereka pengendara dan ojek daring yang masih di jalan saat waktu berbuka puasa telah tiba. Mereka membutuhkan makanan untuk sekadar membatalkan puasa atau berbuka puasa. Banyak ojek daring yang senang dan merasa terbantu dengan iftar yang dibagikan anak-anak punk.

Namun, pada awalnya banyak pengendara yang menolak iftar pemberian anak-anak punk tersebut. Masih banyak pengendara yang tidak percaya dan berpikiran negatif terhadap kegiatan yang dilakukan anak-anak punk.  

"Awalnya saat bagi-bagi iftar pernah ditolak, dikiranya apa kita mau ngamen atau jualan, (karena ketidaktahuan) mereka pikirannya sudah negatif ke kami," ujarnya sambil tertawa mengingat pengalamannya ditolak saat membagikan iftar di jalan.

Miki menjelaskan, solidaritas sesama anak punk dari dulu sebelum hijrah sudah sangat kuat. Memang sudah dasarnya anak-anak punk memiliki rasa kesetiakawanan yang kuat.

Setelah anak-anak punk mengenal Islam, mereka mengetahui ukhuwah Islamiyah dan prinsip tolong menolong di dalam ajaran Islam. Maka solidaritas mereka semakin kuat karena dasarnya sudah sangat kuat.

Miki dan teman-temannya di komunitas Punk Kajian Bekasi ingin menghilangkan stigma negatif yang melekat pada anak-anak punk melalui kegiatan-kegiatan sosial. "Dengan gerakan yang dilakukan Punk Kajian Bekasi bagi-bagi iftar untuk buka puasa ingin sedikit demi sedikit menghilangkan stigma negatif," kata dia. 

Dia menjelaskan, kegiatan bagi-bagi iftar selama Ramadhan merupakan kegiatan lanjutan dari Sebar Jumat. Yakni kegiatan membagi-bagikan makanan di masjid kepada jamaah shalat Jumat. 

Pada Ramadhan tahun ini, Komunitas Punk Kajian Bekasi akan membagikan iftar sekitar 150 paket makanan setiap harinya. Namun, jika pekan keempat di bulan Ramadhan kondisi jalanan sudah sepi, mereka akan membagikan makanan ke masjid-masjid yang menyelenggarakan itikaf. 

Komunitas Punk Kajian Bekasi sangat berharap berbagai kegiatan sosial yang dilakukan dapat tersampaikan pesannya dengan baik kepada publik. Sehingga publik tidak lagi mencap anak-anak punk dengan stigma yang negatif.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JpJdFF
May 17, 2019 at 07:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JpJdFF
via IFTTT
Share:

Betapa Pentingnya Waktu

Banyak keterangan dalam hadis dan Alquran yang bicara soal waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada suatu masa, seseorang menyampaikan pertanyaan kepada Muhammad SAW. "Amal apakah yang paling Allah SWT cintai?" Seketika, orang itu memperoleh jawaban dari Muhammad, "Shalat tepat pada waktunya." Menurut Amr Khaled, cendekiawan Muslim asal Mesir, pernyataan Rasul mengingatkan pada Muslim mengenai berharganya waktu yang mereka miliki. 

Banyak keterangan dalam hadis dan Alquran yang mengaitkan segala kegiatan dengan waktu. Bagi dia, ini menandakan betapa pentingnya waktu. Rasulullah mengingatkan perihal masa. Pada hari kiamat kelak, kaki manusia tak akan bergeser dari hadapan Tuhan sebelum ditanya mengenai empat hal penting, yaitu bagaimana umurnya selama hidup dipergunakan. Masa mudanya dihabiskan untuk apa saja. 

Harta kekayaan yang dinikmati di dunia diperoleh dan dibelanjakan ke mana saja serta apa yang diperbuat seseorang dengan ilmunya. Dalam pandangan Khaled, seorang Muslim akan diminta pertanggungjawaban atas menit demi menit yang dibelanjakannya selama di dunia. Tak ada secuil pun yang berlalu dalam kesia-siaan. 

"Sangat menggembirakan kalau setiap waktu terisi oleh ibadah dan kegiatan bermanfaat," kata Khaled dalam bukunya, Buku Pintar Akhlak. Ulama besar Ibnu Qayyim mengatakan, sangat penting bagi seseorang memaknai hidup dan menyadari berlalunya setiap menit dari kehidupannya. Setiap embusan napas yang berlalu tanpa ketaatan kepada Allah akan melahirkan kerugian bagi orang tersebut. 

Seharusnya, masa yang berlalu telah membawa Muslim melahirkan manfaat bagi dirinya, keluarganya, agama, masyarakat, dan bangsanya. Lebih jauh, ulama lainnya, Hasan al-Bashri, melontarkan nasihat berguna. Menurut dia, setiap kali mentari terbit, hari menyampaikan seruannya, "Hai manusia, aku hari baru. Aku menyaksikan amalmu. Manfaatkan aku dan berbekal dariku."

Jika hari telah pergi, tak mungkin ditarik kembali. Ia menyatakan, itu berarti sebagian kehidupan yang ada pada diri manusia juga telah pergi. Betapa pentingnya waktu membuat ulama ternama al-Muhasibi menyampaikan pernyataan, "Demi Allah, seandainya waktu dapat dibeli dengan uang tentu aku akan belanjakan semua hartaku."

Ia bertekad menggunakan waktunya demi kejayaan Islam. Ada sekelompok orang yang penasaran dengan sikapnya dan bertanya dari mana al-Muhasibi membeli waktu. "Dari orang-orang yang menganggur," kata al-Muhasibi tegas. Pada sebuah kesempatan, kata Amr Khaled, ia melihat orang tua di sebuah masjid. Di sana ada sekelompok pemuda. 

Si orang tua memandang mereka kemudian menangis. Dia bertanya kepada orang itu, menangis dan meluncurlah rahasia dari bibirnya. "Aku terbiasa mendatangi masjid dan shalat tatkala sudah tua. Aku melihat para pemuda itu dan menangis karena telah menyiakan usiaku dengan tidak mengenal shalat sebelumnya. Alangkah beruntungnya para pemuda itu."

Ia mengatakan, berbagai krisis yang terjadi pada umat Islam sekarang ini akibat alamiah dari umat yang menganggur dan membuang-buang waktu. Tak adanya kemauan tinggi dari umat untuk melakukan perubahan akan membuat keadaan lebih buruk. Pantas, ujar dia, orang asing yang giat dan datang ke negeri Muslim mampu mengambil kekayaan negeri-negeri yang didatanginya. 

Padahal sebelumnya, banyak Muslim mengukir prestasi dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mereka sarat tekad dan kuat mengelola waktu. Seseorang meminta Ibnu Qayyim al-Jawzi untuk berhenti sejenak untuk bercakap-cakap. Ia dengan tegas menyatakan, "Hentikanlah matahari kalau bisa." Ia tak ingin membuang waktu percuma. 

Ibnu Aqil menulis sebuah kitab besar berjudul Al-Funun yang terdiri atas 800 jilid. Di usianya yang ke-80 tahun, ia mengatakan, dengan umurnya itu ia berkeinginan menggunakannya seperti waktu berusia 20 tahun. Ia memilih cara makan tak seperti orang kebanyakan guna menghemat waktu sehingga lebih banyak kesempatan menulis buku. 

Ia menuangkan air pada makanannya sehingga menjadi bubur dan ia makan dengan cepat-cepat sehingga dapat menghemat waktu. Sosok lainnya, Usamah bin Zaid. Ia telah memimpin pasukan sejak usianya 16 tahun.Ia tidaklah memimpin orang-orang sembarang, tetapi para sahabat utama Nabi Muhammad. Menurut Nabi, Usamah memang pantas memimpin pasukan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YzEjJH
May 17, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YzEjJH
via IFTTT
Share:

Mengatasi Konflik Batin

Keadaan jiwa yang gelisah berarti mengalami konflik batin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak jarang kita menyaksikan orang yang mengeluh, tapi tak jelas apa yang dikeluhkan. Ada yang berjalan mondar-mandir tak tentu tujuan, wajahnya tanpa ekspresi, dan sesekali keningnya berkerut, nafasnya terengah-engah.

Itulah di antara tanda-tanda orang yang dilanda kebingungan dalam mengambil keputusan.

Ia tak mampu memilih mana yang harus diambil dan ditinggalkan, keduanya perlu tapi tidak mungkin diambil semuanya. Atau ada dua bahaya yang keduanya tidak diinginkannya, namun salah satunya harus dipilih.

Selama tak ada pilihan atau keputusan, orang akan selalu gelisah, dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Keadaan jiwa yang demikian oleh para pakar kejiwaan dinamakan "konflik batin."

Orang awam menyebutnya sebagai "bimbang." Konflik atau kebimbangan ringan, seperti pemilihan pekerjaan, jodoh, pakaian, perhiasan, dan seterusnya, biasanya segera berakhir apabila pilihan terjadi.

Ini berbeda dengan konflik berat yang penyelesaiannya memerlukan pertimbangan lebih jauh. Sebagai misal, seorang pemuda yang menyukai dua orang gadis. Gadis pertama, cantik, peramah, dan mudah bergaul. Sedang yang kedua, meski wajahnya biasa, pribadinya cerdas, aktif, dan berbakat.

Ada pula konflik yang terjadi antara dua hal, yang satu ingin dicapai, dan yang lainnya ingin dihindari, namun keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Contohnya adalah seorang pemuda yang tertarik kepada seorang gadis yang orangtuanya sangat cerewet, otoriter, dan suka mencampuri urusan anaknya.

Apabila gadis itu ia pilih, maka dengan sendirinya ia juga harus menerima calon mertua yang cerewet dan otoriter. Penyelesaian konflik tadi, dapat diusahakan sendiri oleh yang bersangkutan, apabila ia memiliki kepribadian yang kuat dan mental yang sehat. Dan bila ia tak mampu melakukan pilihan tersebut, maka konsultan kejiwaan dapat membantunya dengan konsultasi atau terapi kejiwaan.

Agama Islam memberi petunjuk kepada setiap orang beriman agar dalam memilih sesuatu hendaknya mengacu kepada ketentuan agama. Yakni, mengambil yang pasti sesuai ketentuan Allah dan meninggalkan yang diragukan. Rasulullah mendorong manusia agar selalu memohon pilihan kepada Allah. Caranya adalah dengan melakukan salat istikharah, lalu berdoa supaya dipilihkan-Nya yang terbaik di dunia dan di akhirat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JoyUBT
May 17, 2019 at 07:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JoyUBT
via IFTTT
Share:

Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Launching Gerai Ika Dede

Ini untuk memberi ruang aktualisasi bagi alumni kelas menjahit Institut Kemandirian.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dompet Dhuafa pada bulan Ramadhan ini terus berinovasi dan bermanfaat untuk masyarakat dalam program-program, dan kegiatan Ramadhannya. Salah satu program Dompet Dhuafa, Institut Kemandirian, melakukan soft launching gerai fesyen Ika Dede.

Acara ini merupakan rangkaian dari acara Milad Ke-14 Institut Kemandirian Dompet Dhuafa (IK-DD) yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2019. Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Abdurrahman Usman mengatakan, gerai Ika Dede ini sebagai ikhtiar untuk memberikan ruang aktualisasi bagi alumni kelas menjahit Institut Kemandirian sebagai bentuk pendampingan kepada alumni. Dengan harapan supaya mereka bisa mempunyai penghasilan sekaligus belajar berwirausaha, karena pengelolaan gerai oleh alumni.

"Kami berkomitmen untuk mengawal keberlangsungan usahanya," ujar Abdurrahman seperti dalam siaran persnya.

Launching gerai ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan dorongan untuk para alumni agar dapat mengembangkan diri ketahap selanjutnya. Khususnya para lulusan keterampilan Fashion and Design.

Para designer yang berkerja di Ika Dede ini ialah para alumni Institut Kemandirian dalam bidang fesyen dan desain. Dengan ini pelajaran yang telah diberikan selama berada di Institut Kemandirian dapat di implementasikan dan dapat menjadi  sumber penghasilan.

Jasa yang di tawarkan Ika Dede berupa menjahit dan vermak pakaian. Tak hanya itu gerai Ika Dede ini pun menawarkan produk-produk hasil karya yang telah di buat oleh peserta pelatihan. Meliputi jahit kemeja pria, gamis, blouse, rok, mukena, dan lainnya.

Di hari pertama peresmiannya, gerai Ika Dede telah mendapat 60 pesanan setelah promosi iklan melalui pesan Whatsapps. Banyak pemesan yang memesan untuk dibuatkan gamis, kemeja dan batik pria untuk menyambut lebaran.

Gerai Ika Dedei berada di Jalan Nenas I No. 113 Perumaham Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LLWvhF
May 17, 2019 at 07:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LLWvhF
via IFTTT
Share:

Kesibukan Personel Snada Selama Ramadhan

Snada meluncurkan single terbarunya berjudul 'Nasyid Nasihat' pada bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grup nasyid Snada memiliki harapan di bulan Ramadhan 1440 H. Mereka ingin ibadah puasa selama 30 hari ini diterima oleh Allah SWT dan puasa kali ini bukanlah puasa yang terakhir.

“Kami ingin juga bertemu dengan bulan Ramadhan yang berikutnya karena kegiatan Ramadhan itu menyenangkan. Ada saja sesuatu yang baru,” ujar personel Snada Teddy Tardiana saat ditemui di acara peluncuran konferensi pers grand launching Sehati Umroh dan launching single religi nasyid Snada di Sarinah, Jakarta, Rabu(14/5).

Personel Snada lainnya, Ikhsan Nur Ramadhan, menceritakan kegiatan-kegiatan yang dijalani selama bulan Ramadhan. Ikhsan bersyukur bisa menjalani shalat tarawih dari malam pertama puasa hingga hari ke-10 di bulan Ramadhan.

Berbeda dengan puasa tahun lalu, menurut Ikhsan, shalat tarawih yang dikerjakan sempat terputus karena Snada disibukkan dengan jadwal pentas.

“Sekarang alhamdulillah diberi kesempatan sama Allah bisa tetap ikut tarawih sekeluarga. Ajak dua anak saya dan istri setiap hari,” kata Ikhsan.

Teddy menimpali ia memiliki jadwal kegiatan yang lumayan pada pada puasa tahun ini, terutama di bidang entertainment untuk musik dan konten religi. Ia menjadi juri untuk Qasidah Fest di salah satu stasiun televisi kemudian berlanjut menjadi vocal coach di salah satu acara televisi swasta bersama Sabyan.

Kesibukan yang dijalani setiap hari, menurut Teddy, dinilai sebagai berkah. Sebab, ia ingin meramaikan bulan Ramadhan dengan sesuatu yang berkaitan dengan budaya Islami.

“Saya sangat bersemangat karena di situlah momennya kita harus menyebarkan kebaikan apapun yang kita bisa. Insya Allah itu akan menjadi kebaikan juga buat diri kita, juga masyarakat. Insya Allah itu bekal kita juga di akhirat,” ujar Teddy menjelaskan.

Berbeda lagi dengan Iqbal Taqiudin yang juga bekerja sebagai seorang karyawan. Dengan kegiatan yang semakin padat di bulan Ramadhan, Iqbal menuturkan, ia harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan karier musik.

Kesibukan ini diakuinya menjadi sebuah berkah. Karier musiknya bisa menjadi sarana syiar untuk banyak orang.

“Itu menjadi suatu nilai lebih. Bisa berdakwah, bisa memberikan nilai-nilai kebaikan di bulan Ramadhan,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W41gr7
May 17, 2019 at 07:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W41gr7
via IFTTT
Share:

Merenungi Kematian

Seorang ulama mengatakan, kematian ibaratnya bayi kembar dua

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: M Baharun

Hidup dan mati pada hakikatnya adalah menjalani ujian Allah SWT. Allah berfirman, "(Allah) yang menjadikan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" (QS. 67:2).

Orang yang tak mempunyai orientasi dalam hidup menilai kehidupan ini hanya untuk hidup, oleh karena itu harus dinikmati sepuas-puasnya selama hayat masih di kandung badan. Mereka menganggap kematian itu tak lebih ibarat sebuah mesin yang rusak.

Bagi Islam hidup bukan hanya bernafas. Ada sekelompok manusia yang kendati jasadnya sudah mati, namun seperti dikatakan Alquran sebagai "orang-orang hidup dan memperoleh rezeki" (QS. 3:169).

Sebaliknya ada yang nyatanya hidup tapi dianggap sebagai "orang yang mati" (QS. 35: 22). Makna hidup dalam perspektif Islam adalah menyeimbangkan antara kesenangan duniawi dan penyiapan bekal ukhrawi. Bukankah doa yang selalu kita mohon adalah, "Rabbana aatina fi al-dunya hasanah wa fi al-akhirati hasanah (Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat)."

Di antara kita mungkin ada yang mengira bahwa kematian tak akan segera menghampirinya. Mereka berpikir demikian, karena badannya memang sehat, kekayaan melimpah, dan punya kekuasaan (jabatan).

Padahal, kematian acap kali lewat di sekitarnya, entah itu teman, kenalan, kerabat, tetangga atau orang lain yang kematiannya dimuat lewat berita duka media massa. Namun semua itu dianggapnya sepi.

Mereka pun segera kembali mengasyiki dunianya. Yang demikian ini karena mereka tak menyadari bahwa hidup ini seperti menumpang kapal. Berapa pun lamanya ia mengarungi samudara dan lautan, suatu ketika kapal pasti akan bersandar di dermaga dan ia pun harus turun. Karena itu betapa pun sehatnya kita, semelimpah apapun kekayaan kita, dan setinggi apapun jabatan kita, suatu ketika kita pasti turun.

Seorang ulama mengatakan bahwa kematian itu ibarat bayi kembar dua. Ketika kakaknya lahir lebih dulu, si adik berasumsi bahwa kakaknya sudah meninggal. Sebab, ia mengira bahwa dunia adalah perut ibunda.

Dengan kata lain, kematian itu pada hakikatnya adalah kehidupan baru di alam yang lebih kekal. Dan jenis kehidupan di alam kekal nanti, tergantung pada amal perbuatan manusia ketika hidup di dunia. Persis seperti bayi. Bila selama dalam kandungan ibunya, ia diberi vitamin dan gizi yang baik, maka ia akan lahir dan hidup sehat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HnrOv7
May 17, 2019 at 07:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HnrOv7
via IFTTT
Share:

Ini Dampak Kesehatan Saat Tubuh Terpapar Karbon Dioksida

Kadar karbon dioksida tinggi menimbulkan risiko kesehatan serius bagi manusia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang meningkat dengan cepat tidak hanya memicu perubahan iklim. Kenaikan karbon dioksida juga menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi manusia.

Dalam jumlah besar atau konsentrasi tingkat tinggi, hampir semua hal bisa berbahaya bagi tubuh. Karbon dioksida, yang berbahaya bagi tubuh manusia, dapat menghasilkan berbagai efek kesehatan.

Medical News Today melaporkan karbon dioksida dalam bentuk gas asphyxiant, gas beracun, atau minimal beracun memotong pasokan oksigen normal untuk bernafas, terutama di ruang terbatas. Faktanya kita semua dihadapkan pada tingkat rendah karbon dioksida dalam bentuk gas dengan menghirup udara di dalam dan luar ruangan.

Paparan konsentrasi karbon dioksida tingkat tinggi yang mencapai 10 persen atau lebih berakibat buruk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidaksadaran, kejang-kejang, atau bahkan kematian. Tingginya kadar karbon dioksida juga dapat merusak janin yang sedang berkembang.

Paparan konsentrasi karbon dioksida yang lebih rendah juga dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan. Di antaranya sakit kepala, pusing, gelisah, hiperventilasi, kerusakan penglihatan, kemacetan paru-paru, cedera sistem saraf pusat, dan masih banyak lagi.

Setiap orang dapat terpengaruh paparan karbon dioksida. Akan tetapi risiko kesehatan bisa lebih parah bagi orang yang hidup dengan penyakit jantung dan paru-paru. Jika Anda curiga terkena karbon dioksida, hubungi dokter atau petugas kesehatan Anda.

Cara menghindari atau mengurangi paparan karbon dioksida adalah dengan memeriksa jumlah karbon dioksida di area kerja. Pastikan ada ventilasi yang memadai di area kerja. Ini karena CO2 dapat meningkat dengan cepat di ruangan dengan ventilasi buruk.

Jangan pernah memasuki lubang pupuk cair tanpa peralatan pelindung. Kandungan CO2 bersama dengan gas lain dapat dengan cepat menyebabkan hilangnya kesadaran dan kematian.

Pertimbangkan untuk menggunakan sensor karbon dioksida untuk mengukur kadar CO2 di rumah Anda. Pemantauan dan pengendalian tingkat CO2 dalam ruangan tidak hanya penting untuk pertimbangan kesehatan. Akan tetapi juga untuk keselamatan dan bahkan efisiensi energi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YCxOGm
May 17, 2019 at 07:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YCxOGm
via IFTTT
Share:

Keutamaan Menjadi Ulil Albab

Rasulullah SAW terharu merenungi hikmah ayat tentang ulil albab

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap subuh, seperti biasanya, Bilal bin Rabah mengumandangkan azan di Masjid Nabawi. Begitu mendengar azan, Rasulullah SAW akan segera masuk masjid.

Namun, pada suatu subuh, sekalipun adan selesai berkumandang, Nabi SAW belum juga muncul di masjid. Ini membuat Bilal bertanya-tanya. Akhirnya, dia pun pergi ke rumah Nabi SAW yang terletak di samping masjid.

Setelah ucapan salam dan tiga kali ketukan pintu tak terjawab, Bilal lalu memberanikan diri membuka pintu rumah Nabi SAW, karena khawatir Nabi SAW sakit.

Setelah masuk, didapatinya Nabi sedang menangis. Bilal kaget dan bertanya kalau-kalau Nabi sakit. Namun, Nabi SAW menggeleng. "Tapi kenapa Engkau menangis ya Rasulullah?" tanya Bilal.

Rasul SAW pun menjawab, baru saja turun ayat yang kalau direnungkan, kata Rasul, akan mengubah dunia ini.

Ayat yang dimaksud Nabi itu, kini tertulis dalam Alquran, surah Ali Imran ayat 190-191. Artinya, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal (ulil albaab), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berakata, 'Ya Tuhan kami tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'"

***

Menurut ahli sejarah, para ilmuwan muslim terdahulu giat melakukan penelitian dan pencarian ilmu berdasarkan ayat-ayat tadi. Ditemukannya sejumlah ilmu seperti matematika, biologi, fisika, kedokteran, sosiologi, sejarah, musik, dan sebagainya, adalah karena dorongan ayat-ayat itu.

Dengan semangat mengamalkan perintah Allah, para ulul albab (ilmuwan muslim) generasi pertama melahirkan ilmu-ilmu baru, di samping menerjemahkan ilmu-ilmu yang ada ke dalam bahasa Arab seraya membersihkan unsur-unsur syirik dan takhayulnya.

Dunia pun menemukan dirinya dalam peradaban Islam yang gilang gemilang. Pada masa sekarang ini, semangat ulul albab generai pertama itu perlu direaktualisasikan kembali perannya.

Semua ilmuwan Muslim hendaknya menjadi ulul albab dalam rangka mengejar ketinggalannya dalam bidang iptek dari negara-negara yang lebih dulu maju. Etos keilmuwan muslim sesungguhnya terletak pada karakter sang ulul albab ini, yang tajam daya pikirnya sekaligus kuat kemampuan zikirnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q5HfL8
May 17, 2019 at 07:01PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q5HfL8
via IFTTT
Share:

Ada Lima Ruang Lingkung Renovasi Masjid Istiqlal, Apa Saja?

Untuk pertama kalinya sejak diresmikan, Masjid Istiqlal di Jakarta Direnovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk pertama kalinya sejak diresmikan pada 1978, Masjid Istiqlal di Jakarta akan direnovasi secara menyeluruh. Renovasi tersebut telah dimulai Mei 2019 ini. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan renovasi menyeluruh itu merupakan yang pertama kali dilakukan untuk Masjid Istiqlal.

"Mudah-mudahan renovasi ini berjalan tanpa kendala dan hambatan dalam rentang waktu 10 bulan ke depan," kata Menag, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (17/5).

Menag mengatakan, pembangunan dan pendirian Masjid Istiqlal Jakarta awalnya diinisiasi Presiden Soekarno. Pemancangan awalnya dimulai pada 1961 atau sekitar 58 tahun yang lalu. Kemudian, masjid itu diresmikan penggunaannya pada 1978 oleh Presiden Soeharto. 

Ia mengatakan, bangsa Indonesia harus belajar menjadi satu bangsa yang besar. Karena itu, membuat masjid pun menurutnya haruslah yang besar dan bisa menampung hingga 50-70 ribu manusia. 

"Presiden Jokowi memiliki tekad dan komitmen yang sangat besar bagaimana mesjid negara dilakukan renovasi yang mendasar," ujarnya.

Ada lima ruang lingkup pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal, yaitu: penataan kawasan, arsitektur, interior, renovasi sistem mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP) dan signage. Menag tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Menteri  PUPR Basuki Hadimuljono dan jajarannya yang telah mampu merealisasikan proses renovasi Masjid Istiqlal ini. Karena menurutnya, renovasi masjid itu sudah menjadi keinginan dan kehendak sejak lama. 

"Setelah 58 tahun berselang, kita tidak hanya mampu menjaga dan merawat eksistensi mesjid negara tapi mudah-mudahan kita juga mampu mengembangkan dan meningkatkannya sehingga keberaadaan mesjid semakin membaik," tambahnya.

Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian Presiden Jokowi untuk merenovasi masjid negara tersebut. Dengan adanya renovasi besar-besaran ini, masjid yang menjadi kebanggaan itu diharapkan semakin menggairahkan umat untuk mencintai dan memakmurkan masjid. 

Penandatanganan kontrak renovasi ini dilakukan oleh dua perusahaan BUMN, yaitu  PT.Waskita Karya selaku Kontraktor Pelaksana dan Manajemen Kontruksi oleh PT. Virama Karya. Nilai pekerjaan renovasi akan menelan biaya sebesar Rp 465.300.000.000. 

Masjid istiqlal memiliki luas bangunan 24.200 meter persegi. Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 93.200 meter persegi. Masjid ini bisa menampung lebih dari 200 ribu jamaah. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2w6huRQ
May 17, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2w6huRQ
via IFTTT
Share:

Kakorlantas Polri: Sistem Tol Satu Arah Dapat Diterapkan

Sistem satu arah di Tol Trans Jawa akan diberlakukan mulai dari Gerbang Tol Cikarut.

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia Irjen Refdi Andri memastikan sistem tol satu arah bisa diterapkan saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2019. Sistem satu arah di Tol Trans Jawa akan diberlakukan mulai dari Gerbang Tol Cikarang Utama Km 29 hingga Gerbang Tol Brebes Barat Km 262.

"Tadi sudah kita lihat, sudah kita pantau dan kita sudah pastikan bisa," ujar Refdi, di Gerbang Tol Brebes Barat Km 262, Jumat (17/5).

Irjen Refdi menyampaikan kesiapan tersebut saat menggelar inspeksi pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jakarta-Surabaya via Tol Trans Jawa. Ia menjelaskan, khusus arus mudik sistem satu arah akan diterapkan pada 30 Mei 2019 hingga 2 Juni 2019.

Sedangkan, arus balik dari tanggal 7 Juni hingga 9 Juni 2019, menurutnya pula, rekayasa ini adalah salah satu cara mengantisipasi kemacetan. Refdi mengatakan uji coba sistem satu arah akan dilakukan pada 30 Mei dan diharapkan bisa menyediakan gambaran dari dampak sistem tersebut.

"Tanggal 30 Mei 2019 akan diuji coba dan kita ingin sudah dapat gambaran, sehingga bisa ambil keputusan-keputusan lain yang lebih matang," ujarnya lagi.

Refdi akan mengerahkan personel sesuai kebutuhan, sehingga pergerakan dari Semarang ke Jakarta dan sebaliknya tidak terganggu dengan rekayasa arus tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qbz3ZR
May 17, 2019 at 06:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Qbz3ZR
via IFTTT
Share:

Kemenkes Siapakan Profil Kesehatan bagi Jamaah Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan tengah menyusun profil kesehatan bagi seluruh jamaah haji Indonesia. Pembuatan profil kesehatan jamaah haji ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran situasi dan kondisi kesehatan jamaaah haji tahun ini.

Baca Juga:

"Sehingga dapat menjadi acuan dalam mengendalikan faktor risiko kesehatan jemaah haji dan memberikan pelayanan kesehatan yang tepat apabila jamaah haji mengalami gangguan kesehatan saat di Arab Saudi," kata Kepala Bidang (Kabid) Pembimbingan dan Pengendalian Faktor Resiko Kesehatan Haji (Kemenkes), Rosidi Roslan, melalui pesan singkatnya yang diterima Republika.co.id, Jumat (17/5).

Rosidi mengatakan, tantangan pelayanan kesehatan haji setiap tahun terus meningkat. Dengan adanya penambahan jumlah jamaah haji yang dibarengi bertambahnya jumlah jamaah haji yang risiko tinggi (risti) dan lansia serta faktor sosial budaya lainnya. 

Untuk itu, profil kesehatan haji ini akan sangat untuk membantu para pemangku kepentingan dan petugas haji dalam mengendalikan faktor risiko kesehatan.

Rosidi menerangkan, profil kesehatan haji memanfaatkan data-data dasar yang tersimpan pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Kementerian Agama maupun yang dikelola Kemenkes (Siskohatkes). 

Dengan pemanfaatan profil kesehatan haji ini, kata Rosidi, para petugas nantinya dapat mengetahui status kesehatan jamaah haji pada lingkup provinsi, embarkasi, nasional, sampai pada area zonasi di Arab Saudi.

Berita Terkait

Informasi yang akan tersaji pada profil tersebut antara lain jumlah jamaah haji berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, kelompok risiko penyakit (risti/non risti), jamaah haji yang tidak memenuhi syarat istitaah kesehatan, serta jumlah, dan jenis 10 penyakit terbanyak yang diderita jamaah haji.

Ali Yusuf

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30nTHut
May 17, 2019 at 06:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30nTHut
via IFTTT
Share:

Manfaat Puasa Ramadhan, Lahir dan Batin

Puasa Ramadhan memiliki banyak manfaat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW bersabda, "Berpuasalah engkau, niscaya sehat!" Sabda tersebut beliau ucapkan lebih dari 14 abad silam.

Dunia kedokteran kemudian membuktikan, puasa secara mental bisa menajamkan fungsi inderawi dan mengendorkan tekanan jiwa serta melatih orang menahan amarah.

Selain itu, puasa sekaligus juga secara fisik dapat menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.

Dr Allan Cott dalam bukunya, Why Fast, mengakui manfaat puasa. Bahkan, rekannya dari Moskow Dr Yuri Nikolayev menulis, puasa membuat seseorang tetap awet muda secara fisik dan mental.

Tak heran bila seorang dokter di Mesir--seperti dikutip Jurnal Kedokteran Bulanan Tabibuka al-Khas (Edisi Kairo)--menyalin sebuah penelitian, orang yang berpuasa lebih panjang usianya ketimbang orang yang tak berpuasa. Itu pula yang diingatkan Allah dalam surah al-Baqarah ayat 184. Artinya, "Dan melakukan puasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."

Puasa dalam perspektif sosial juga mendidik manusia untuk memiliki rasa kepedulian. Dengan rasa lapar yang ditahannya, orang yang berpuasa dapat merasakan kelaparan yang diderita orang lain, khususnya kaum dhuafa, hingga mendorongnya mau meringankan beban orang lain.

Kepedulian sosial orang yang ikhlas berpuasa biasanya terwujud dalam perilaku mereka sehari-hari. Solidaritas sosialnya tinggi, misalnya untuk berbagi pertolongan dan bantuan, baik berupa nasihat maupun finansial untuk meringankan beban dhuafa. Etos itu tentu saja sesuai anjuran Alquran, dalam surat 3: 133-134.

Firman itu memerintahkan manusia agar senantiasa mendermakan sebagian harta, menahan marah, suka memberi maaf, dan segera bertaubat bila berbuat dosa. Maka jelas dalam puasa orang tak cuma melatih diri berdisiplin jasmaniah, tetapi juga sekaligus berdisiplin rohaniah.

Walhasil, bulan Ramadhan pada hakikatnya merupakan pesantren periodik bagi kaum beriman untuk mendidik dan melatih diri menuju manusia sehat batiniah dan jasmaniah secara paripurna.

Momentum bulan ini ibarat four in one. Dalam Ramadhan, terakumulasi empat Rukun Islam: syahadat, salat, puasa, dan zakat. Keempatnya saling terkait serta terinteraksi untuk mengkristalisasi kesuksesan yang utuh: menjadi manusia takwa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VxvDBV
May 17, 2019 at 06:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VxvDBV
via IFTTT
Share:

Dari Mana Biaya Kuota Haji Tambahan? Begini Penjelasan BPKH

IHRAM.CO.ID, YOGYAKARTA – Sumber biaya kuota tambahan 10 ribu jamaah haji 2019 tidak memakai APBN. Hal itu diputuskan Raker Komisi VIII DPR, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama.

Baca Juga:

Penghitungan awal penambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah haji memerlukan dana tambahan sebesar Rp 353,7 miliar. Namun, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku telah melakukan revisi anggaran. 

Kebutuhan anggaran untuk penambahan kuota 10 ribu haji menjadi Rp 319,9 miliar. Kepala BPKH, Anggito Abimanyu, menekankan anggaran kekurangan sebesar Rp 149,9 miliar tidak menggunakan APBN.

Pembiayaannya menjadi beban nilai manfaat keuangan haji dari BPKH sebesar Rp 100 miliar. Sisanya, berasal dari realokasi anggaran layanan akomodasi di Makkah.

Lalu, peningkatan layanan transportasi antarkota Rp 49,9 miliar. Ada pula realokasi dana kemasaahatan sebesar Rp 120 miliar yang semula akan digunakan untuk manasik di KUA. 

"Dialihkan penggunaannya untuk biayai sebagian biaya akomodasi jamaah lansia di Makkah, manasik haji diambil dari indirect cost BPIH 1440 Hijriah/2019 Masehi," kata Anggito di Yogyakarta, Jumat (17/5). 

Selain memproyeksikan nilai manfaat sebesar Rp 7,3 triliun untuk operasional haji 2019, BPKH mendukung biaya penambahan kuota 10 ribu jamaah. Totalnya, Rp 220 miliar dari kebutuhan Rp 319,9 miliar. "Sisanya, bersumber dari Kementerian Agama Rp 99 miliar," ujar Anggito.  

Saldo keuangan haji yang dikelola BPKH hingga April 2019 sendiri telah terkumpul Rp 115 triliun. Anggota menegaskan, saldo itu aman dan tidak berkurang. 

Berita Terkait

Justru, dia menegaskan, jumlahnya meningkat Rp 10 triliun dibanding tahun lalu. Prioritas penempatan dan investasi keuangan haji BPKH di instrumen keuangan perbankan syariah. "Dan obyek-obyek investasi surat berharga syariah yang aman, beresiko rendah, likuid dan optimal," kata Anggota. (Wahyu Suryana)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30sjSAk
May 17, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30sjSAk
via IFTTT
Share:

In Picture: Rest Area Bekas Pabrik Gula di Jalan Tol Pejagan-Pemalang

Bangunan bekas pabrik gula pada zaman Belanda tersebut dijadikan rest area tipe A.

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Pekerja melintas di depan bangunan bekas pabrik gula di rest area KM 260 B ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (17/5/2019).

Bangunan bekas pabrik gula pada zaman Belanda tersebut dijadikan rest area tipe A dengan sejumlah fasilitas seperti tempat kuliner, SPBU, masjid, bengkel, dan parkir kendaraan serta akan menjadi destinasi wisata.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hwy2Yp
May 17, 2019 at 06:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hwy2Yp
via IFTTT
Share:

Pemudik Harus Beristirahat Setelah Empat Jam Mengemudi

Pemudik lewat jalan tol diimbau utamakan keselamatan dalam berkendara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat kembali mengadakan Sosialisasi Keselamatan di Rest Area (A) KM102 Tol Cikampek-Palimanan. "Hal ini untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan pada masa Angkutan Lebaran 2019," ujar Direktur Sarana Transportasi Jalan Sigit Irfansyah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/5).

Selama periode Angkutan Lebaran 2019, Sigit berharap masyarakat umum dan pengguna jalan tol mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Masyarakat yang ingin mudik Lebaran dan menggunakan kendaraan pribadi, kini sudah ada pilihan melewati jalan Tol Trans Jawa.

"Namun harus tetap ingat beristirahat jika sudah mengemudi selama empat jam. Salah satunya bisa singgah ke rest area terdekat di tol," kata Sigit.

Dalam sosialisasi keselamatan kali ini, Tim Ditjen Hubdat juga sekaligus mengadakan pemeriksaan lampu kendaraan besar, seperti truk dan mobil boks, pemasangan lampu yang mati, dan pemasangan stiker pemantul cahaya tambahan.

Sehari sebelumnya sosialisasi serupa digelar di Terowongan Jalan Kendal, Kawasan Terintegrasi Dukuh Atas Jakarta Pusat. Dalam sosialisasi ini, personel Ditjen Hubdat mengampayekan keselamatan berkendara sekaligus membagikan takjil pada para pengendara dan masyarakat yang melintasi wilayah tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan sosialisasi ini, Sigit menyatakan penting bagi masyarakat membawa barang bawaan secukupnya saat mudik. "Jaga selalu barang yang Anda bawa, pastikan keamanan anda dengan menghindari membawa barang berlebihan atau perhiasan yang mencolok. Bagi para pengemudi, pastikan kelaikan kendaraan yang akan digunakan sebelum berkendara,â" katanya.

Sigit menambahkan, masyarakat yang naik kendaraan umum jangan segan menegur pengemudi bila terbukti mengendarakan kendaraannya melebihi kecepatan yang ditentukan dan ugal-ugalan atau tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Melalui sosialisasi keselamatan ini diharapkan masyarakat mendapatkan edukasi budaya tertib berlalu lintas serta berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas saat berkendara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VMHb9d
May 17, 2019 at 06:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VMHb9d
via IFTTT
Share:

Ketika Muslimah Berobat

Ada ketentuan yang sebaiknya diketahui oleh Muslimah saat sakit.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Setiap penyakit ada obatnya. Menurut Nabi Muhammad, jika sakit telah diobati, penyakit tersebut akan sembuh dengan izin Allah SWT. Dalam pernyataan lainnya, ia menegaskan, Allah tidak menurunkan penyakit melainkan juga menurunkan obatnya. Oleh karena itu, setiap orang termasuk Muslimah yang menderita penyakit mesti berobat. 

Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah dan Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah melalui bukunya, Fiqih Wanita, laki-laki boleh mengobati perempuan dan sebaliknya perempuan pun boleh mengobati laki-laki jika dalam keadaan darurat. Bahkan kala keadaan terpaksa, dokter laki-laki tak mengapa melihat aurat perempuan yang menjadi pasiennya. 

Rubayyi binti Muawwidz bin Afra meriwayatkan apa yang pernah dialaminya. "Kami ikut berperang bersama Rasulullah dan bertugas melayani dan memberi minum tentara serta mengantarkan jenazah ke Kota Madinah." Keterangan ini dijadikan dasar praktik pengobatan yang melibatkan dokter dan pasien yang berlawanan jenis. 

Al Hafiz dalam Al-Fatah memandang boleh mengobati orang-orang berbeda jenis kelamin dalam keadaan darurat. Ibnu Muflih, yang dikutip Sabiq, menyampaikan pendapat senada. Menurut dia, bila suatu saat ada seorang perempuan jatuh sakit dan tak ada dokter yang mengobatinya kecuali laki-laki, tak ada masalah dokter itu melihat anggota tubuh perempuan, termasuk bagian kemaluan. 

Di sisi lain, seorang Muslimah dapat berobat kepada dokter perempuan yang non-Muslim. Tentu saja, dokter itu memang ahli dan dipercaya serta tak ada dokter Muslimah yang menguasai spesialisasi ilmu yang dikuasai dokter non-Muslim itu. Syekh Taqiyyuddin menyatakan, seorang Nasrani atau Yahudi yang ahli dalam ilmu kedokteran dan bisa dipercaya boleh diangkat menjadi dokter. 

Sebagaimana mereka memperoleh kepercayaan untuk dititipi harta atau menjalin hubungan perdagangan. Ada sejumlah peristiwa yang dijadikan landasan. Sewaktu hijrah, Muhammad mengupah seorang penunjuk jalan bukan Muslim yang sarat pengalaman. Orang-orang dari suku Khuza'ah, baik yang telah memeluk Islam maupun belum, digunakan sebagai mata-mata. 

Sayyid Sabiq menuturkan, Rasulullah pernah menyuruh berobat ke Harits bin Kaldah sedangkan dia adalah orang kafir. Hanya saja, sepanjang masih ada dokter Muslim baik perempuan maupun laki-laki berobatlah kepadanya. Sama halnya dengan menitipkan harta dan menjalin hubungan erat dalam perniagaan. 

Ada ketentuan yang sebaiknya diketahui oleh Muslimah saat sakit. Sabiq mengungkapkan, barang yang dipakai sebagai obat bukanlah yang berstatus haram. Ulama bersepakat, pengobatan dengan khamar dan barang terlarang lainnya. Thariq bin Suwaid pernah bertanya kepada Nabi soal khamar yang digunakan sebagai obat. Lantas Nabi menjawab, "Itu bukan obat, tetapi penyakit."

Lebih lanjut, Sabiq mengatakan, beberapa tetes yang tidak banyak, tidak kelihatan, serta tak memabukkan kalau dicampurkan dengan adonan obat hukumnya tidak haram. Sama kasusnya dengan sedikit sutra yang tercampur dengan kain. Bukan itu saja, Rasulullah melarang jampi dan jimat dalam pengobatan. 

Siapa saja yang menggantungkan tamimah, Allah tak akan menyelamatkannya dan siapa yang menggantungkan wadiah, Allah tidak akan memeliharanya. Tamimah merupakan secarik kain yang biasa digantungkan pada bagian tubuh anak-anak dengan tujuan menurut yang memercayainya, akan mampu mengusir setan. 

Praktik semacam ini dibatalkan oleh Islam. Rasul mendoakan agar orang yang meyakininya tidak akan diselamatkan dan dilindungi Allah. Beliau pernah melihat di pergelangan seorang laki-laki terdapat rantai dari tembaga. Nabi bertanya, "Apa ini?" Laki-laki itu menjelaskan, rantai itu adalah penangkal wahinah atau lemah syaraf yang biasanya menyerang di bahu dan seluruh tangan. 

Sebagian orang menyatakan, wahinah ini penyakit yang menyerang pergelangan tangan. Maka itu, ada dari mereka mengikatkan rantai di pergelangan tangan karena percaya rantai tersebut menjaganya dari rasa sakit. Dengan kenyataan itu, Rasulullah melarang perilaku itu dan menganggap itu salah satu bentuk jimat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q7eWMy
May 17, 2019 at 06:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q7eWMy
via IFTTT
Share:

RUPST BTN Setujui Pengambilalihan Saham PT PNMIM

Pengambilalihan saham menunggu persetujuan OJK yang diharapkan keluar pada Juni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018 memutuskan pengambilalihan saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). Keputusan ini diharapkan dapat mendorong kinerja perseroan dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, BTN akan lebih fokus pada hal-hal yang secara bisnis akan menambah pertumbuhan kinerja perseroan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan bagi pemegang saham. "Oleh karena itu kami memberikan apresiasi atas persetujuan para pemegang saham kepada manajemen menjalankan bisnis BTN ke depan dengan menggunakan sebagian laba 2018 untuk pengembangan bisnis. Termasuk dalam hal ini aksi korporasi BTN untuk mengambil alih mayoritas saham PNMIM,” kata Maryono menjelaskan mengenai hasil RUPST dalam konferensi pers usai RUPST Bank BTN di Jakarta, Jumat (17/5).

Langkah BTN menggenggam saham PNMIM dilakukan lewat sejumlah tahapan. Pertama adalah Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) yang telah ditandatangani pada bulan April lalu. Adapun transaksi pembelian 30 persen saham atau senilai Rp 114,3 miliar tersebut saat ini dalam proses permohonan persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Kami harapkan OJK dapat memberikan persetujuannya pada Juni 2019 sehingga kami bisa melanjutkan tahapan selanjutnya untuk menambah kepemilikan saham hingga sekitar 85 persen,” kata Maryono.

Aksi korporasi Bank BTN mengambil alih saham PNMIM mendapatkan sambutan yang baik dari para pemegang saham. Sesuai dengan Rencana Bisnis Bank tahun 2019-2021, perseroan berencana memiliki anak usaha di bidang manajemen investasi untuk meraup pendapatan non bunga dan persiapan pengelolaan dana pengelolaan dana Tabungan Perumahan.  

RUPST juga menyetujui pembagian dividen sebesar 20 persen dari laba bersih tahun 2018 atau sekitar Rp 561,58 miliar. Nilai dividen per unit saham sebesar Rp 53,029. Menurut rencana, dividen akan dibagikan ke pemegang saham pada pekan kedua Juni 2019.  

"Sebesar 80 persen laba ditahan perseroan atau setara dengan Rp2,24 triliun akan digunakan Bank BTN untuk ekspansi kredit, penguatan modal dan pengembangan usaha perseroan," ujar Maryono.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WVBUJf
May 17, 2019 at 06:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WVBUJf
via IFTTT
Share:

Semarak Ramadhan, UNS Gelar Literasi Religi

Kegiatan literasi religi ini bertujuan menyatukan segenap generasi Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Literasi Religi di Lobi Perpustakaan UNS, Jumat (17/5). Acara itu berupa diskusi serta berbagi cerita dan pengalaman dari para mahasiswa luar negeri yang berkuliah di UNS.

Kepala UPT Perpustakaan UNS Muhammad Rohmadi mengatakan, kegiatan Literasi Religi diharapkan dapat menyatukan segenap generasi Muslim dari dalam dan luar negeri khususnya di lingkungan UNS. "Kegiatan ini dilaksanakan agar para generasi muslim memiliki wawasan global mengenai literasi religi di bulan Ramadhan," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (17/5).

Kegiatan tersebut sebagai bentuk penguatan sumber daya manusia (SDM) bidang religi untuk menyatukan visi dan misi pendidikan bidang penguatan pendidikan karakter.

Salah satu wujud diskusi terpumpun menghadirkan para mahasiswa luar negeri untuk yang tergabung dalam komunitas mahasiswa luar negeri. "Diskusi terpumpun ini banyak memberikan motivasi dan inspirasi untuk saling bertoleransi antargenerasi di Indonesia," imbuhnya.

Menurutnya, sikap toleransi dalam bingkai kebhinekaan dan perbedaan di Indonesia dapat ditanamkan melalui sikap menghargai, kepedulian, dan kasih sayang melalui literasi religi.

Diskusi terpumpun itu juga dalam digelar dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada hari ini, 17 Mei 2019.

"Kebersamaan dan kepedulian antargenerasi dalam literasi religi ini memang harus dirawat dan dijaga untuk membentuk karakter generasi muda yang toleran, peduli, dan kasih sayang antarsesama," jelas Muhammad Rohmadi.

Kepala UPT International Office UNS, Taufik Al Makmun, menjelaskan, kegiatan literasi religi ini akan menjadi bagian promosi dan branding UNS di dunia internasional untuk menarik para mahasiwa asing kuliah di UNS.

Kegiatan Literasi Religi tersebut diharapkan dapat memotivasi para pemustaka untuk terus berliterasi dengan rajin menulis dan membaca demi kemajuan dan kejayaan NKRI.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EecRJK
May 17, 2019 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EecRJK
via IFTTT
Share: