Showing posts with label 2019 at 12:30PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:30PM. Show all posts

Saturday, April 20, 2019

Spalletii: Hasil Imbang Vs AS Roma Cukup Adil Bagi Inter

Satu poin penting bagi Inter Milan untuk mengamankan posisi ketiga klasemen.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Pelatih Inter Milan Luciano Spalletti mengaku hasil imbang kontra AS Roma pada lanjutan Serie A Liga Italia pekan ke-33 sangat adil. Bahkan ia menyatakan, capaian satu poin tersebut sangat berharga bagi i Nerazzurri dalam mengamankan tempat di posisi ketiga.

Berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Ahad (21/4) dini hari WIB, Inter terlihat kesulitan untuk meladeni permainan tim tamu. Hasilnya, i Biscone tertinggal melalui gol Stephan El Shaarawy pada menit ke-16.

Armada Spalletti baru bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui Ivan Perisic. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

"Hasilnya adil karena ada peluang bagi kedua belah pihak dan kami tidak melakukan serangan dengan baik. Itu adalah kelemahan kami," kata Spalletti kepada Sky Sport Italia, Ahad (21/4).

Allenatore berkepala plontos ini menilai, bek sayap Inter terlalu bermain melebar dan itu menjadi kesalahan timnya. Sedangkan, i Giallorossi menerapkan strategi lebih ke dalam dengan bermaksud mengandalkan counter attack selepas mencetak gol di awal laga.

"Saya pikir kami bisa melakukan lebih baik. Namun, secara keseluruhan, hasil imbang baik-baik saja dan hasil yang berharga dalam situasi ini," sambung eks pelatih Zenit Saint Petersburg.

Berkat hasil ini, Inter tetap bertahan di peringkat ketiga klasemen dengan perolehan 61 poin unggul lima poin dari rival terdekat AC Milan di posisi keempat. Sedangkan Roma gagal merangsek ke zona Liga Champions dan masih berada di posisi kelima.

Selanjutnya, Inter akan berhadapan dengan juara bertahan Serie A Juventus di Stadion Giuseppe Meazza. Sementara, Roma menjamu Cagliari di Olimpico.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Pl1ioF
April 21, 2019 at 12:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Pl1ioF
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Indeks Harga Pangan Dunia Naik 1,7 Persen

Harga beras dan sereal, komponen terbesar dalam indeks, stabil 3 bulan berturut-turut

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Harga-harga pangan dunia naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada Februari, meningkat 1,7 persen dibandingkan Januari. Kenaikan tertinggi terjadi pada harga susu yang mencapai 5,6 persen.

Menurut Indeks Harga Makanan yang dirilis Kamis (7/3) oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), meskipun terjadi kenaikan yang dimulai pada Desember, harga-harga masih 2,3 persen di bawah level setahun yang lalu. Indeks harga pangan global pada akhir Februari berada di posisi 167,5 poin, dibandingkan dengan 164,8 poin pada Januari.

Harga beras dan sereal, komponen terbesar dalam indeks FAO, stabil untuk bulan ketiga berturut-turut. Harga beras dan gandum tidak bergerak sama sekali, sementara harga jagung sedikit lebih tinggi.

Di antara komponen-komponen lain dalam indeks, harga-harga minyak dan lemak naik 1,8 persen karena proses minyak sawit didorong lebih tinggi berdasarkan masalah-masalah musiman.

Indeks daging FAO naik moderat 0,7 persen, dipimpin oleh harga daging sapi dan babi yang lebih tinggi didorong oleh lebih banyak permintaan dari importir. Sementara itu, harga unggas tidak berubah.

Sedangkan untuk harga gula naik 1,2 persen karena produksi yang lebih rendah di India dan sebagian Brasil.

Kenaikan harga susu sebesar 5,6 persen terjadi setelah kenaikan besar dalam harga susu bubuk, karena sedikit penurunan produksi dari Australia dan Selandia Baru dan peningkatan permintaan dari importir tradisional. Indeks susu hampir sama dengan levelnya setahun lalu.

Indeks Harga Makanan FAO bulanan didasarkan pada harga di seluruh dunia untuk 23 kategori komoditas pangan yang mencakup harga untuk 73 produk yang berbeda dibandingkan dengan tahun dasar. Indeks berikutnya dijadwalkan akan dirilis pada 4 April.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XLSsUS
March 08, 2019 at 12:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XLSsUS
via IFTTT
Share:

Unusa Dorong Mahasiswanya Jadi Wirausahawan

Unusa menggelar Entrepreneur Plus (Enplus) Festival 2019

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar Entrepreneur Plus (Enplus) Festival 2019. Gelaran ini dalam upaya menyikapi era globalisasi, sekaligus meningkatkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Mengingat perguruan tinggi dituntut mampu membekali kemampuan mahasiswanya di segala bidang, utamanya bidang kewirausahaan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unusa, Yusak Anshori meyakini, menumbuhkan jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa akan mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia, terutama di sektor industri kreatif. Terbatasnya lapangan pekerjaan, kata dia, membuat mahasiswa harus mempunyai jiwa kewirausahaan, untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Terbatasnya lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah lulusan mahasiswa, sehingga banyak mahasiswa yang tidak terserap oleh perusahaan-perusahaan yang ada," kata Yusak melalui siaran persnya, Jumat (8/3)

Yusak melanjutkan, ketika lapangan kerja terbatas, mahasiswa jangan sampai bergantung pada situasi yang ada saat ini. Selain menguasai teori di bangku kuliah, menurutnya mahasiswa juga harus bisa memiliki jiwa menciptakan sendiri lapangan pekerjaan. Itu pula lah salah satu alasan digelarnya Enplus Festival.

Yusak menjelaskan, Enplus Festival merupakan kegiatan tahunan yang diperluas cakupannya setiap tahun. Tujuannya agar menjadi lebih besar sehingga memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. :Ke depannya, kami ingin mengajak lebih banyak lagi mahasiswa baik yang di Surabaya maupun di Jawa Timur untuk ambil bagian," kata Yusak

Rektor Unusa Achmad Jazidie mengatakan, gema kewirausahaan di Indonesia sudah merambah ke semua lini pendidikan. Hampir seluruh jenjang pendidikan di Indonesia telah mengaplikasikan kurikulum kewirausahaan untuk siswa-siswinya.

Pertumbuhan ekonomi menurutnya merupakan hal yang sangat vital atau penting dalam suatu negara. Pertarungan antara kesediaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor pentingnya pertumbuhan ekonomi. Dimana setiap tahunnya, ada jutaan wisudawan baru dan lulusan SMK yang berniat untuk kerja sementara kebutuhan tenaga kerja itu tidak klop.

“Ditambah lagi ada yang senang menggunakan tenaga kerja asing. Menyadari itu Unusa dalam visinya merumuskan secara eksplisit menyiapkan SDM yang berjiwa entrepreneur berjati diri Islami,” kata Jazidie.

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, lanjut dia, tidak hanya dituntut untuk pintar dalam ilmu pengetahuan atau pun peka terhadap perubahan lingkungan sosial dan global. Namun juga diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan yang penuh.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SPTFq8
March 08, 2019 at 12:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SPTFq8
via IFTTT
Share: