Showing posts with label 2019 at 12:59AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:59AM. Show all posts

Saturday, April 27, 2019

David Leonardo Cetak Debut Manis di Atas Ring

David merupakan petarung polesan Marlaut dari H Brothers MMA & Fitness Center.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sasana H Brothers Mixed Martial Arts & Fitness Center berhasil mencetak atlet berprestasi melalui bimbingan sang pemilik sendiri yaitu Marlaut Farhan Hutapea. Adalah David Leonardo, seorang penyelam bebas dari Balige, Sumatra Utara yang berhasil menuliskan catatan positif tersebut di Total Boxing Leon Wijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4).

Melalui bimbingan dan hasil kerja keras Marlaut, David berhasil memenangkan debut di cabang olahraga boxing pada pertandingan Rookie Fight. Pertandingan ini diselenggarakan oleh Total Boxing dengan David tampil sebagai perwakilan H Brothers & Lions MMA.

Berawal dari tidak memiliki dasar beladiri apapun, dengan kesabaran dan totalitas Marlaut dalam melatih selama dalam waktu kurang dari dua bulan, David dapat memenangkan pertandingan pertamanya. Daid menang angka  dengan hasil yang sangat memuaskan di setiap rondenya.

“Kemenangan ini saya persembahkan untuk semua orang yang telah mendukung karier saya. Terima kasih kepada para pelatih saya di H Brothers yang telah membimbing saya dengan kerja keras, disiplin dan kesabaran,” kata David setelah pertandingan.

Marlaut pun sangat bangga dengan performa anak asuhnya. Dia memuji penampilan David yang bisa dengan gemilang menang pada laga debut. “Kami senang karena bisa menghasilkan atlet yang berprestasi dari H Brothers. Kerja keras atlet dan dukungan para pelatih menunjukkan pencapaian yang luar biasa”, ujar Marlaut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J1MYQH
April 28, 2019 at 12:59AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J1MYQH
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Menjaga Amanat

Ciri orang beriman adalah menjaga amanat.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Fariq Gasim Anuz

Saya merenung saat membaca kisah ulama Tabiin Muhammad bin Sirin rahimahullah (33 - 110 H) saat dipenjara karena kasus utang sebanyak empat puluh ribu dirham. 

Beliau diutangi barang dagangan berupa minyak dalam drum dengan jumlah yang banyak. Dalam salah satu drum minyak ada bangkai tikus yang sudah membusuk. Muhammad bin Sirin menganggap bahwa bangkai tikus yang sudah membusuk itu berasal dari satu tempat besar yang menampung semua minyak. Jika ia kembalikan khawatir pemilik minyak akan menjual kepada orang lain. Muhammad bin Sirin tidak ingin merugikan masyarakat yang mungkin akan sakit jika mengkonsumsi minyak yang mengandung bakteri dan bibit penyakit. Akhirnya semua minyak tersebut ditumpahkan.

Muhammad bin Sirin menanggung utang dalam jumlah besar. Rupanya pemilik minyak mengadu ke pengadilan dan menuduh Ibnu Sirin telah menipunya. Akhirnya Muhammad bin Sirin dipenjara.

Berikut ini penjelasan dari Dr  Abdurrahman Ra'fat Al Basya rahimahullah,  "Cukup lama beliau dipenjara, hingga penjaga merasa kasihan karena mengetahui keteguhan agama dan ketakwaannya dalam ibadah. Dia berkata, “Wahai Syaikh, pulanglah kepada keluarga bila malam tiba dan kembalilah kemari pada pagi harinya. Anda bisa melakukan itu sampai bebas nanti.” Beliau menolak, “Tidak, Demi Allah aku tidak akan melakukan itu.” Penjaga berkata, “Mengapa?” Beliau menjawab, “Agar aku tidak membantumu mengkhianati pemerintah.”

Ketika Anas bin Malik radhiallahu anhu sakit keras, beliau berwasiat agar yang memandikan jenazahnya kelak adalah Muhammad bin Sirin, sekaligus menyalatkannya. Tapi Ibnu Sirin masih berada di dalam tahanan.

Di hari ketika Anas wafat, orang-orang mendatangi gubernur dan menceritakan tentang wasiat sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan memohonkan izin untuk Muhammad bin Sirin agar bisa melaksanakan wasiat Anas, gubernur mengizinkanya. Namun beliau berkata, “Aku tidak akan keluar kecuali jika kalian memintakan izin kepada orang yang mengutangiku, bukankah aku ditahan karena belum mampu membayar utangnya?”

Orang tersebut memberikan izin sehingga dia bisa keluar dari tahanannya. Setelah selesai memandikan, mengafani, dan menyalatkan jenazah Anas radhiallahu anhu, beliau langsung kembali lagi ke penjara tanpa sedikit pun mengambil kesempatan untuk mampir menengok keluarganya." (Dinukil dari buku Mereka adalah Para Tabi’in halaman 106-107)

Dari kisah di atas banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik, di antaranya tentang menjaga amanat.

Ciri orang beriman adalah menjaga amanat. Allah berfirman, “Dan (sungguh beruntung) orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janji mereka.” (QS Al Mukminun: 8)

Allah telah memerintahkan kepada kita untuk menunaikan amanat dan melarang berkhianat. Allah berfirman,  ”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian mengetahui.” (QS  Al Anfal: 27)

“Sesungguhnya Allah  memerintahkan kalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.. .” (QS An Nisa: 58)

Khianat merupakan ciri orang munafik. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: apabila berkata, ia berdusta, apabila berjanji, ia mengingkari, dan apabila diberi amanat, ia berkhianat." (HR. Muslim)

Setelah membaca ayat-ayat Alquran, hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan kisah Muhammad bin Sirin, sudah saatnya kita mengevaluasi diri. Masih jauh rasanya dari sifat amanat.

Hidup adalah amanat untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jabatan merupakan amanat yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

Anggota tubuh merupakan nikmat sekaligus amanat. Allah berfirman, "Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS  An Nur: 24)

"Kalian sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulit kalian kepada kalian bahkan kalian mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan." (QS Fushshilat:  22)

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya."  (QS  Al Isra:  36)

Orang tua kita merupakan amanat, sudahkah kita melayani dan berkorban untuk ayah dan ibu kita? Apalagi jika orang tua kita sudah berusia senja atau sakit sakitan, jangan malah anak yang justru banyak membebani orang tuanya.

Anak-anak merupakan amanat, sudahkah kita menjadi teladan bagi mereka? Sudahkah kita membekali anak-anak kita dengan, ilmu, iman dan takwa?

Sebagai suami istri, jangan sampai kita khianat dan berselingkuh,  "berpacaran" dengan orang lain lewat medsos. Didiklah istri dengan keteladanan dan akhlak yang baik. Taatilah suami, hormatilah dan layanilah dia dengan semaksimal mungkin.

Seorang teman mengingatkan jika kita bekerja di kantor, "Janganlah khianat dengan datang terlambat. Jika datang terlambat saat bekerja maka pulanglah terlambat juga. Janganlah mengambil kertas foto kopian atau memfoto kopi untuk urusan pribadi dengan menggunakan fasilitas kantor."

Termasuk khianat jika seseorang menambah nilai uang dalam kwitansi barang yang dibelinya untuk keperluan kantor. Termasuk khianat meminjam uang amanat umat tanpa izin. Termasuk khianat, menggolang (mengembangkan) uang hasil penjualan barang milik orang lain yang sudah jatuh tempo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IviNkI
April 14, 2019 at 12:59AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IviNkI
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Jokowi: Baru 11 Persen Sawah Terima Air dari Bendungan

Pemerintah akan terus membangun bendungan untuk pengairan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan terus membangun bendungan untuk pengairan. Jokowi mengatakan, baru 11 persen atau sekitar 780 ribu hektare sawah mendapat air dari bendungan.

"Tapi setelah 58 bendungan selesai akan melompat jadi 20 persen. Masih kecil sekali, oleh sebab itu yang namanya bendungan dan waduk masih diperlukan untuk memberikan air dan irigasi ke sawah-sawah yang dimiliki petani kita," kata Presiden dalam acara Visi Presiden yang disiarkan televisi swasta nasional pada Ahad (14/1) malam.

Menurut Presiden, sebanyak delapan bendungan yang sudah selesai dibangun antara lain Bendungan Raknamo dan Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur, serta Bendungan Tanju dan Bendungan Mila di Nusa Tenggara Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) mendata luas lahan sawah pada 2018 tercatat 7,1 juta hektare. Jumlah itu menurun dari 2017 yang terdata seluas 7,75 juta hektare.

Selain itu, dalam membangun Indonesia dari wilayah pelosok, pemerintah juga telah menggelontorkan dana desa sejak 2015 guna membangun infrastruktur penunjang desa seperti jalan desa, pasar desa, irigasi, serta embung air. Pada 2015, pemerintah mengucurkan dana desa sebesar Rp20,7 triliun, dan meningkatkan dana tersebut menjadi Rp47 triliun pada 2016. Sementara itu, pada 2017 dan 2018, pemerintah memberikan dana desa masing-masing sebesar Rp60 triliun.

Beberapa infrastruktur yang terbangun dari dana desa itu antara lain jalan desa sepanjang 158 ribu kilometer, 6.900 pasar desa, jembatan desa sepanjang 1,02 juta meter, 39 ribu irigasi, serta 3 ribu embung. Jokowi juga menjelaskan pemerintah membangun jalan di kawasan perbatasan Indonesia dengan negara-negara tetangga.

"Karena ini adalah wajah Indonesia," ucapnya.

Jalan sepanjang 3.194 kilometer dibangun di perbatasan, yakni di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini, Kalimantan dengan Malaysia, dan Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fwt6mU
January 14, 2019 at 12:59AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Fwt6mU
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

City Pesta Tujuh Gol ke Gawang Rotherham United

Manchester City sudah ditunggu Arsenal pada babak 32 besar Piala FA.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Manchester City dengan mudah mengamankan kemenangan atas Rotherham United pada partai 64 besar Piala FA di Stadion Etihad, Ahad (6/1) malam WIB. The Citizen sukses membekap tamunya dengan skor telak 7-0.

Ketujuh gol City diciptakan Raheem Sterling menit ke-12, Phil Foden menit ke-43, Gabriel Jesus 53', Riyad Mahrez 73', Nicolas Otamendi 78', Leroy Sane 85', dan ditutup gol bunuh diri pemain belakang Rotherham, Semi Ajayi penghujung babak pertama.

Sejak peluit pertama berbunyi tuan rumah langsung menancapkan pedal gas dalam-dalam. Menggunakan skema 4-3-3 the Eastland sukses membuka keran gol melalui penyerang sayap Sterling.

Penyerang bertubuh kecil itu langsung menyapu bola di dalam kotak penalti, setelah menerima umpan dari Kevin De Bruyne. Penjaga gawang Rotherham Marek Rodak tak mampu mengantisipasi bola dan membuat tuan rumah unggul 1-0.

Jelang turun minum the Citizen memperbesar keunggulan melalui dua gol, yakni sontekan ciamik Phil Foden, memanfaatkan assist Ilkay Guendogan. Ditambah, satu gol bunuh diri Semi Ajayi, yang menutup babak pertama dengan skor 3-0.

Serangan City tak mengendur di interval kedua. Justru anak asuh Josep Guardiola memperlebar skor melalui gol penyerang asal Brasil Gabriel Jesus menit ke-53. Pesta gol terus berlangsung giliran eks penggawa Leicester City Riyad Mahrez mencatatkan namanya di papan skor.

Anak asuh Paul Warne seakaan menjadi lumbung gol tuan rumah. Tak mampu berkutit, lagi-lagi Rotherham kembali kebobolan. Kali ini bek tengah Nicolas Otamendi jadi dalang gol keenam Si Biru Langit.

Tandukannya setelah menerima umpan silang Guendogan mengarah ke pojok kanan gawang Marek Rodak, skor 6-0 bagi tuan rumah. Guardiola melakukan rotasi Leroy Sane yang masuk Sterling berhasil menutup pesta gol City pada menit ke-85, laga pun berakhir 7-0.

Manchester City sudah ditunggu Arsenal pada babak 32 besar Piala FA. Pasukan Unai Emery sebelumnya juga mengalahkan lawannya Blackpool dengan skor telak 3-0.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CRKO2P
January 07, 2019 at 12:59AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CRKO2P
via IFTTT
Share: