Showing posts with label 2018 at 11:04PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 11:04PM. Show all posts

Monday, December 24, 2018

Haedar Nasir: Islam Penggerak dan Pendorong Peradaban

Muhammadiyah dilahirkan untuk mengubah kehidupan umat dan bangsa menuju kemajuan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG— Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan organisasi keagamaan yang dipimpinnnya itu senantiasa berupaya menguatkan peranan bagi kemajuan hidup umat dan kehidupan berbangsa. 

"Muhammadiyah dilahirkan untuk mengubah kehidupan umat dan bangsa menuju kemajuan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Magelang, Senin (24/12). 

Ia mengatakan hal itu saat kegiatan Silaturahim ke-24 Keluarga Besar Muhammadiyah di Lapangan Tembak Akmil di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Ahad (23/12) dihadiri puluhan ribu warga Muhammadiyah 

Pembangunan berbagai pusat keunggulan berupa amal usaha Muhammadiyah, kata dia, sebagai bagian dari kontribusi organisasi itu dalam memberikan kemanfaatan bagi kemajuan umat dan bangsa. 

"Kontribusi dalam bentuk kemanfaataan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial kemasyarakatan," ucapnya. 

Muhammadiyah, kata dia, menyadari dan meyakini bahwa Islam sebagai agama yang mampu menggerakkan dan memajukan peradaban. 

Ia menjelaskan pengamalan dari setiap ajaran dan nilai-nilai agama akan memberikan pengaruh positif bagi pembangunan peradaban.

Oleh karena itu, katanya, seluruh umat Islam perlu senantiasa bergerak, melakukan hal-hal strategis untuk mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan.

Ia menjelaskan, pada Milad Muhammadiyah tahun ini, tema yang dipilih adalah 'Ta’awun untuk negeri'. Hal tersebut memberikan pesan agar setiap kegiatan dan perjuangan yang dilakukan oleh Muhammadiyah memiliki kekuatan rohani dalam bentuk spirit tolong-menolong, kerja sama, dan berbagi kemanfaatan kepada semuanya. 

Terkait dengan kehidupan politik, Haedar Nashir berpesan kompetisi politik dalam mendapatkan kekuasaan jangan sampai menimbulkan kebencian dengan menebar hoaks dan fitnah di antara kelompok yang ada. 

Perbedaan pilihan politik, kata dia dalam keterangan tertulis Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang itu, hak demokrasi dari setiap warga negara yang perlu dihargai dan dihormati, serta tidak boleh dicampuri dan dipaksakan.

Ia menjelaskan pilihan politik boleh berbeda, akan tetapi persaudaraan perlu tetap terjaga.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari mengemukakan warga Muhammadiyah ikut menyukseskan pesta demokrasi melalui partisipasi aktif dalam Pemilu 2019 secara wajar, proporsional, dan bermartabat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto dan Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Eko Muh Widodo, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Salaman.

Pada kesempatan itu, Haedar Nashir juga melakukan penandatanganan lima prasasti terkait dengan pembangunan amal usaha Muhammadiyah (AUM) di Kecamatan Salaman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EMPpV0
December 24, 2018 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EMPpV0
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Baznas Usulkan Revisi UU Zakat dan UU Pajak Penghasilan

Usulan perubahan UU Zakat dan UU Pajak khususnya tentang pajak penghasilan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengusulkan agar Undang-Undang Zakat no 23 tahun 2011 dan Undang-Undang Pajak Penghasilan no 36 tahun 2008 direvisi. Langkah tersebut dilakukan agar zakat bisa berubah statusnya dari pengurang pendapatan kena pajak menjadi pengurang pajak langsung.

Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas, Irfan Syauqi Beik mengungkapkan dia mengusulkan agar zakat bisa menjadi pengurang pajak langsung atau menjadi kredit pajak. Sebab dengan begitu maka potensinya bisa sangat ideal.

"Zakat menjadi pengurang pajak langsung maka potensi pajak bisa ideal yaitu 3,4 persen dari PDB. Di tahun 2017 PDB yaitu Rp 13.500 triliun maka dapat Rp 462 triliun," ujarnya seusai pelaksanaan acara seminar refleksi Baznas akhir tahun yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia, Kamis (20/12).

Ia menuturkan, saat ini zakat yang hanya sebagai pengurang pendapatan kena pajak. Potensinya 1,57 persen dari PDB atau hanya Rp 213 triliun. Sehingga dengan fakta seperti itu pihaknya ingin agar kondisi ideal bisa dicapai dengan perubahan undang-undang.

Menurutnya, perubahan yang dilakukan adalah UU Zakat dan UU Pajak khususnya tentang pajak penghasilan. Ia mengatakan upaya perubahan atau revisi merupakan proses politik sehingga itu semua tergantung kesepakatan antara DPR dengan pemerintah.

"Yang bisa dilakukan Baznas siap mengawal dana sebesar itu. Sebagai bukti mengenai kualitas kinerja hal apa yang perlu diperbaiki, maka kami mengeluarkan alat ukur indek zakat nasional," ungkapnya.

Irfan mengungkapkan dengan alat ukur tersebut pihaknya bisa mengidentifikasi dan menganalisis apa-apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. "Itulah kegunaan indek zakat nasional, misalnya lemah di regulasi maka dorong pemda buat perda dan surat edaran," katanya.

Dia menambahkan, berdasarkan indek zakat nasional pada 2018 melibatkan 30 provinsi di Indonesia terjadi peningkatan kinerja dari 0,48 menjadi 0,51 atau terdapat kenaikan sebesar 0,03. Fakta tersebut menunjukan kinerja Baznas mengalami peningkatan.

"Tentu kita tidak berpuas diri, nilai ini kelasnya cukup baik. Ada lima kelas, tidak baik, kurang baik, cukup baik, baik dan sangat baik. Tahun depan ingin naik kelas menjadi baik," ungkapnya.

Ia pun memproyeksikan perolehan zakat yang dikelola Baznas pada 2017 naik 40 persen atau minimal 25 persen hingga akhir tahun ini. Menurutnya, jika diangkakan pada 2017 mencapai Rp 6,2 triliun maka pihaknya tahun ini berharap bisa menjadi Rp 8 triliun.

Sementara itu, anggota Baznas Nana Mintarti mengungkapkan berdasarkam Undang-Undang Zakat dikatakan zakat masih bersifat belum wajib atau sukarela. Oleh karena itu, Puskas Baznas tengah menyiapkan naskah akademik yang akan diusulkan kepada DPR. "Rancangan draft UU Zakat bisa lewat inisiatif legislasi yang melakukan revisi," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dirjen Pajak yang berada di bawah Kementerian Keuangan dengan harapan mereka bisa menyambut usulan tersebut. Dia menambahkan, jika penghimpunan dan disosialisasikan dengan sungguh-sungguh maka perolehan zakat bisa naik.

Menurutnya, sejak 2016 trend penerimaan zakat ditingkat naasional mengalami kenaikan. "Kita harapkan mengelola zakat sungguh sungguh dan komitmen menular ke daerah," ungkapnya.

Nana mengatakan, kegiatan yang dilakukan Baznas di kampus merupakan bagian dari akuntabilitas lembaga Baznas. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Baznas harus terlihat dan sesuai dengan apa yang ditugaskan dalam undang-undang.

Ia pun mengungkapkan salah satu hasil riset Puskas Baznas tentang kaji dampak merupakan bentuk pertanggungjawaban secara akademis dan akan dilaporkan kepada presiden. Anggota Baznas lainnya, Irsyadul Halim memgungkapkan keberadaan zakat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi kemiskinan. Namun selama ini masih kurang percaya dan yakin terhadap pengelolaan zakat.

"Forum ini meyakinkan apa yang dilakukan Baznas melalui Puskas banyak hal yang positif melalui zakat untuk mengurangi kemiskinan," katanya.

Dia menuturkan, saat ini masyarakat banyak yang belum paham tentang zakat. Oleh karena itu melalui kampus pihaknya berharap lulusannya bisa menjadi duta zakat di masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BxdD2q
December 20, 2018 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BxdD2q
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Bima Sakti: Saya Minta Maaf atas Kegagalan Timnas

Bima Sakti kembali mengucapkan permintaan maaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Indonesia yang telah dipastikan gagal di Piala AFF 2018 hanya bermain imbang tanpa gol dengan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (25/11). Pelatih timnas, Bima Sakti kembali meminta maaf atas prestasi buruk timnas dalam debut kepelatihannya kali ini.

"Seperti yang kita tahu hasilnya seperti ini. Saya sampaikan sekali lagi, saya minta maaf kepada seluruh insan sepak bola di Indonesia atas kegagalan timnas ini," ujar Bima di GBK Jakarta, Ahad (25/11).

Permintaan maaf Bima, terutama ia sampaikan kepada para suporter timnas. Pelatih 42 tahun itu, dengan nada sengau mengaku terharu melihat antusiasme para pendukung skuat Garuda yang masih memberikan semangat di laga kontra Filipina.

Menurut Bima, meski hasil laga kontra Filipina sudah tak mampu menolong nasib Indonesia di Piala AFF. Namun, sekitar 15 ribu pendukung timnas Indonesia masih memadati GBK.

"Saya terharu dengan dukungan suporter. Melihat suporter mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di tribun, dan spanduk besar untuk tetap mendukung timnas apapun hasilnya. Saya sangat terharu, dan saya minta maaf belum bisa memberikan yang terbaik," sambung Bima.

Saat pertandingan Indonesia Vs FIlipina, di tribun selatan memang para suporter Indonesia membentangkan bendera merah Putih ukuran raksasa yang memenuhi seluruh ruas tribun selatan.

Di sisi tenggara stadion, para suporter juga menampilkan spanduk raksasa bertuliskan 'Menang Ku Sanjung. Kalah Ku Dukung'. Yang artinya, menurut suporter, apapun hasil laga kontra Filipina, timnas Indonesia tetap harus mendapat dukungan.

"Semoga aksi suporter ini, menjadi motivasi sepak bola kita di masa depan," sambung Bima.

Indonesia mengakhiri penyisihan grup di peringkat keempat. Dari empat laga selama penyisihan, skuat Garuda cuma mampu menang satu kali dengan skor 3-1 saat menjamu Timor Leste.

Di dua laga lainnya, skuat Merah Putih kandas 0-1 dari Singapura, dan 2-4 saat menghadapi Thailand. Rangkaian hasil tanding tersebut membuat skuat pelatih Bima Sakti Tukiman mengemas empat angka selama penyisihan.

Posisi keempat, dengan nilai empat angka itu tak cukup membawa Hansamu Yama Pranata lolos fase grup. Kegagalan menembus fase semifinal kali ini, menjadi yang keempat kalinya dialami para penggawa Garuda sejak mengikuti Piala AFF 1996.

Hasil buruk serupa pernah terjadi pada Piala AFF 2007, 2012, dan 2014.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AmYkc3
November 25, 2018 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AmYkc3
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Flying Wheel Makassar Targetkan 4 Besar Piala Srikandi

Flying Wheel Makassar telah melakukan latihan intensif sejak September 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Klub bola basket Flying Wheel Makassar menargetkan peringkat empat di turnamen bola basket putri Indonesia Piala Srikandi (Srikandi Cup) 2018-2019.

"Kami sudah melakukan latihan intensif sejak September 2018. Semoga hasil kerja keras anak-anak berlatih di lapangan bisa membuahkan hasil yang terbaik dengan target yang saya tetapkan yakni berada di empat besar," ujar pelatih Eddy Winarso, dikutip dari laman resmi Piala Srikandi, Kamis (22/11).

Menurut Eddy, peluang empat besar semakin terbuka seiring absennya Surabaya Fever dan Merah Putih Samator Jakarta di musim 2018-2019. Selain itu, Eddy juga mempersiapkan timnya dengan latihan keras karena Piala Srikandi 2018-2019 akan memulai Seri I di Bali pada 26 November-1 Desember 2018.

Sang pelatih menambah menu latihan dari satu kali menjadi dua kali dalam sehari dan ini sudah diterapkan dalam satu pekan terakhir. Selain itu, mereka juga menjalani beberapa laga uji coba.

"Permasalahan kami saat ini adalah pemain tinggi. Namun itu tidak masalah buat saya. Yang jelas sepekan ini kami terus mengasah kemampuan mengoper, menggiring bola dan mempertajam persentase menembak dari segala lini," tutur Eddy.

Sementara pemain Flying Wheel Azizah Abbas menyebut dirinya dan rekan saat ini terus membenahi mental selain soal teknis.

"Kami membenahi itu demi ke empat besar," tutur Azizah.

Sebagai informasi, Piala Srikandi musim 2018-2019 akan diikuti tujuh tim yaitu Tanago Jakarta, Scorpio Jakarta, GMC Cirebon, Sahabat Semarang, Merpati Bali, Flying Wheel Makassar, danTenaga Baru Pontianak.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S5tM5P
November 22, 2018 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S5tM5P
via IFTTT
Share:

Keluarga Indonesia Didorong Tingkatkan Konsumsi Susu

Susu memiliki peranan penting memenuhi kebutuhan nutrisi anggota keluarga

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Keluarga Indonesia didorong untuk meningkatkan konsumsi susu lebih baik lagi ke depannya.

Marketing Director Tetra Pak Indonesia, Wibisono, menerangkan, susu dikenal sebagai salah satu sumber energi yang kaya akan gizi. Susu juga memiliki peranan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anggota keluarga. Hal ini terutama untuk anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang.

Hingga saat ini telah beragam jenis susu yang telah hadir di pasaran. Salah satu yang sedang digemari, yakni susu yang menggunakan teknologi pemrosesan Ultra-high Temperature (UHT).

Teknologi ini dianggap mampu mengeliminasi bakteri buruk dalam susu segar dan memastikan nutrisi dan gizi tetap terjaga.

Untuk menguatkan pentingnya susu, PT Tetra Pak mengklaim telah memastikan produk susu dapat dinikmati secara aman di pasaran. Hal ini dibuktikan melalui kerjasama dengan PT Greenfields Indonesia yang salah satu pabriknya berada di Ngajum, Kabupaten Malang.

PT Greenfields merupakan salah satu mitra PT Tetra Pak yang memanfaatkan kemasan khusus untuk produk susu.

"Salah satu kemasan susu UHT dengan jenis Tetra Prisma Aspetic yang didesain secara unik dan mudah digenggam sehingga mendukung pengalaman minum susu yang menyenangkan," ujar Wibisono.

Marketing Manager Fairy Category Tetra Pak Indonesia, Sadelyn Isuki, menjelaskan, kemasan Tetra Prisma Aspetic memiliki banyak keunikan dibandingkan lainnya. Salah satunya, bentuk prisma yang persegi delapan membuat kemasan lebih menarik. Bentuk ini juga memudahkan kemasan untuk digenggam oleh tangan anak.

Selain itu, kemasan juga dilengkapi sedotan teleskopik yang bisa dipanjangkan. Sedotan ini menawarkan pengalaman minum yang menyenangkan bagi anak. Kemasan ini tentunya juga membuat produk terlihat modern dan berbeda ketika berada di rak gerai penjualan.

"Kemasan juga tersedia dengan bukaan jenis pull tab yang memudahkan kemasan dibuka dan langsung dikonsumsi," tambah dia.

Di kesempatan serupa, Head of Manufacturing PT Greenfields Indonesia, Darmanto Setyawan, mengungkapkan, sejumlah upaya untuk meningkatkan konsumsi susu di masyarakat. Termasuk selalu berusaha memberikan pilihan produk yang lebih beragam.

Variasi rasa yang lebih banyak tentu akan semakin membawa kebermanfaatan bagi konsumen. Selain nutrisi, rasa enak pada susu juga menjadi komitmen pihaknya untuk terus ditingkatkan ke depannya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DT5Wr1
November 22, 2018 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DT5Wr1
via IFTTT
Share: