Showing posts with label 2018 at 09:22PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:22PM. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Korban Tsunami Melahirkan dengan Selamat di RS Bob Bazar

Selvi berhasil dibawa ke RS Bob Bazar setelah dua hari menahan sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN -- Selvi, warga Pulau Sebesi Lampung Selatan,  salah satu korban yang terdampak tsunami, akhirnya dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda untuk melahirkan seorang anak perempuan. Selvi berhasil dibawa menuju ke rumah sakit setelah dua hari menahan rasa sakit saat di pengungsian di Pulau Sebesi Lampung Selatan.

Selvi menceritakan, sudah merasakan mulas-mulas sejak beberapa malam ini. Namun, rasa sakit yang luar biasa saat malam tadi ketika dirinya masih berada di pengungsian yang berada di atas gunung di Pulau sebesi.

"Alhamdulillah jam sebelas tadi proses lahiran  berjalan lancar, dan anaknya perempuan. Sebenarnya saya sudah merasakan mules sejak semalam pas masih berada di pengungsian," ungkapnya.

Selvi juga mengatakan, jika dirinya di evakuasi menggunakan kapal nelayan, dengan lama perjalanan selama dua jam menuju Dermaga Canti. "Dievakuasi pagi, sampai di Canti jam 10 dan langsung dibawa ke rumah sakit," katanya.

Sampai saat ini, sambung Selvi, dirinya belum memikirkan akan diberi nama siapa. Ia juga memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Pulau Sebesi untuk sementara waktu.

"Belum kepikiran perihal nama, dan kayaknya untuk sementara tidak ingin kembali ke Pulau Sebesi dan pulang ke rumah suami yang berada di pesisir," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SmZKes
December 25, 2018 at 09:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SmZKes
via IFTTT
Share:

Pukulan Berat untuk Krisna dan Keluarga

Sebelum kecelakaan, Krisna mendapatkan hukuman paling berat bagi pesepak bola.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemain PS Mojokerto Putra (PSPM), Krisna Adi Darma, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Sardjito. Hingga Selasa (25/12) sore, Krisna bahkan belum diizinkan keluarga untuk menerima kunjungan.

Krisna tampak masih terbaring di salah satu tempat tidur di High Care Unit (HCU) RSUP Dr Sardjito. Dari kejauhan, tubuh lincahnya kini berbalut selimut biru yang melindunginya dari dingin.

Keluarga, setia menemani Krisna di sekeliling tempat tidur. Beberapa masih terlihat cemas sambil terus memperhatikan kondisi Krisna. Sesekali, mereka menepuk pundak satu sama lain untuk saling menguatkan.

Sambil terus berdiri, bibir mereka tampak tidak berhenti memanjatkan doa demi kesembuhan Krisna. Walau beberapa memar masih terlihat di wajah, kondisi Krinsa tampak semakin membaik.

Selain selang pernafasan yang masih melintang di bawah lubang hidung, sejumlah perban masih tertempel, seperti di kuping Krisna. Beberapa rekan maupun kerabat tampak menunggu di depan ruangan, menanti kabar.

Sayang, Krisna memang belum dibolehkan menerima kunjungan karena membutuhkan banyak waktu istirahat. Republika.co.id sempat menemui ayahanda Krisna, tepat di depan ruangan tempat putranya dirawat di RSUP Dr Sardjito.

Walau tegar, mata sayunya cukup menggambarkan rata letih yang dirasakan. Pandangannya tidak fokus dan tampak bergegas kembali menemani Krisna yang masih berbaring di tempat tidur.

Namun, ayahanda tampak berusaha kuat untuk menemui sejumlah penjenguk. Ia berharap, Krisna tidak dulu diganggu agar mendapat banyak waktu istirahat, sehingga cepat pulih. "Lebih baik segera pergi," kata ayahanda Krisna kepada salah seorang penjenguk, Selasa (25/12) pagi.

Permintaan itu cukup bisa dipahami. Terlebih, setelah terlibat kecelakaan, putranya sempat mengalami kondisi koma. Karena itu, keluarga masih fokus menemani Krisna yang tengah memulihkan diri.

Sebelumnya, Krisna disebut mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Wates, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad dini hari. Kecelakaan tepatnya terjadi di depan Pasar Balecatur. "Sekitar pukul 02.15 WIB di Jalan Wates Kilometer 7,5," ujar Kanit Lantas Polsek Gamping, AKP Sugiyo.

Krisna disebut membonceng sepeda motor matic bersama temannya dan melaju menuju arah barat. Namun, motor yang dikendarai menabrak bus di depannya yang tengah terparkir di pinggir jalan.

Belum diketahui secara pasti penyebab kendaraan yang dikendarai mereka bisa menabrak bus. Namun, diduga kecelakaan terjadi lantaran kondisi jalan yang tidak terlalu terang dan sedikit licin karena bekas hujan.

Kejadian ini pasti menambah pukulan sangat berat yang menimpa keluarga Krisna. Pasalnya, satu hari sebelum kecelakaan, Krisna baru saja mendapatkan hukuman paling berat yang bisa dialami pesepak bola.

Ya, Krisna tengah menjalani hukuman seumur hidup dari Komisi Disiplin PSSI. Hukuman diberikan usai Krisna dinyatakan terbukti terlibat dalam pengaturan skor di laga PS Mojokerto Putra kontra Aceh United di Liga 2 2018.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QNqwjn
December 25, 2018 at 09:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QNqwjn
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Gus Yaqut: Sikapi Persoalan Uighur dengan Bijak, tak Reaktif

GP Ansor menilai penyikapan Cina anti-Islam adalah prematur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor mengutuk secara keras jika ada cara-cara represif yang dilakukan terhadap Muslim suku Uighur di Xianjiang, Cina. Namun PP GP Ansor tetap meletakan persoalan tersebut pada perspektif penegakan hak asasi manusia (HAM) dan bukan untuk mencampuri urusan negara lain.

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya tidak pernah reaktif menyikapi persoalan global dengan hanya berdasarkan pada pemberitaan-pemberitaan, terutama di media sosial.

Menurutnya, kajian-kajian strategis perlu dilakukan agar tidak terjebak pada sebuah penyikapan yang salah atas sebuah persoalan internasional. Ia menyebutkan, separatisme, ekstremisme, terorisme, serta kesenjangan sosial adalah benang kusut yang memang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Cina.

"Penyikapan Cina anti-Islam adalah prematur dan menyampingkan fakta sejarah tersebut, terlalu tergesa-gesa dan reaktif," ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.co.id, Jumat (21/12).

Baca juga, Ini Jawaban Cina Soal Keprihatinan RI ke Muslim Uighur.

PP GP Ansor, lanjutnya, mengkaji dengan seksama, khususnya secara geopolitik terkait isu Muslim Uighur di Xianjiang itu. Hal itu justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik. Termasuk kepentingan politik di Tanah Air yang mendekati tahun pileg dan pilpres 2019 mendatang.

Yaqut atau yang akrab disapa Gus Yaqut ini juga menambahkan, fakta terkait Xinjiang juga dibelokan sedemikan rupa. Hal tersebut menjadi senjata dari kekuatan politik tertentu untuk menyerang kekuatan politik lainnya.

Menurutnya, fakta yang dihimpun GP Ansor menemukan hal yang sangat jauh berbeda dengan sebaran isu di Indonesia. "Berita yang tersebar bahwa pemerintah Cina anti-Islam adalah pesan yang dibawa kepentingan tertentu, menunggang pada kekuatan politik tertentu dan tujuannya untuk membawa segala macam krisis tersebut ke Indonesia," imbuhnya.

Ia pun menegaskan, persoalan Muslim Uighur di Xinjiang itu tidak bisa dikaitkan dengan kebijakan anti-Islam. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh otoritas Cina adalah tindakan untuk mencegah gerakan separatisme.

Sehingga jika ada dugaan terjadinya tindakan pelanggaran HAM di sana, tetap harus ditempatkan pada persoalan cara penanganan separatisme yang kurang tepat, bukan pada kesimpulan bahwa pemerintah Tiongkok anti-Islam.

Ia pun menyamakan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang menangani gerakan separatisme dan terorisme, maka tidak ada hak bagi negara manapun untuk ikut campur urusan dalam negeri negara berdaulat yang lain.

“GP Ansor sejalan dengan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berprinsip Bebas Aktif sesuai dengan UUD 1945 sebagai dasar ideologi Indonesia. Sikap GP Ansor tersebut adalah untuk menjaga keutuhan NKRI dan tidak mudah termakan isu yang beredar, sehingga menyebabkan perpecahan antaranak bangsa,” katanya.

Menurut Gus Yaqut, fakta sebenarnya tentang Xinjiang telah banyak diberitakan oleh media internasional dan juga nasional untuk mengklarifikasi dan menginformasikan secara seimbang kejadian di Cina.

“Untuk itu, GP Ansor mengajak pada semua pihak, untuk menyikapi persoalan Xianjiang ini dengan bijak, dan tidak memanfaatkan kejadian ini untuk tujuan-tujuan yang bisa memperkeruh suasana bangsa kita sendiri,” tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Lz2RgY
December 21, 2018 at 09:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Lz2RgY
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Peneliti Prediksi Satu Spesies Tumbuhan Punah Setiap Hari

Kemunahan spesies tumbuhan di Indonesia akibat perambahan hutan lindung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memprediksikan setidaknya satu spesies tumbuhan di Indonesia punah setiap harinya dikarenakan perambahan hutan lindung.

"Memang untuk mengatakan berapa spesies tumbuhan Indonesia yang punah setiap hari tidak gampang, tapi prediksi kami minimal satu spesies punah setiap hari, untuk kondisi seperti ini," kata peneliti dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko di Jakarta, Selasa (18/12).

Dia menjelaskan, perambahan hutan lindung atau bahkan hutan konservasi yang dikonversi menjadi lahan perkebunan menjadi faktor terbesar penyebab kepunahan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Dari hasil catatan penelitiannya, sekitar 10 juta hektare hutan dataran rendah di Sumatera telah hilang pada periode 1980 hingga 2000 dengan laju deforestasi tahunan mencapai 0,91 persen.

"Untuk Indonesia 'habitat loss' atau konversi lahan, kelapa sawit itu luar biasa. Kita tidak menyalahkan kelapa sawitnya itu, tapi manusianya yang tidak cerdas," kata Didik.

Dia menerangkan seharusnya lahan untuk pengembangan kelapa sawit tidak mengambil lahan hutan alam atau bahkan hutan konservasi karena berpengaruh sangat signifikan terhadap kepunahan keanekaragaman hayati di Indonesia.

"Hutan alami dibabat jadi kebun kelapa sawit, itu yang tidak bagus. Karena kita memusnahkan banyak sekali. Di Papua mulai banyak kelapa sawit, data terbaru itu melonjak sekali, itu sangat signifikan pada kepunahan. Harusnya kelapa sawit di tempat kelapa sawit, konservasi ya konservasi," kata dia.

Selain faktor tersebut, kepunahan tumbuhan Indonesia juga disebabkan oleh pemanfaatan yang berlebihan, spesia asing invasif, pencemaran lingkungan, perubahan iklim, dan faktor biologi spesies. Indonesia yang memiliki sekitar 89.326 spesies tumbuhan berspora dan 19.232 tumbuhan berbunga tumbuh di Indonesia.

Namun, ancaman kepunahan tumbuhan di Indonesia semakin serius dengan meningkatnya spesies terancam punah dari 386 spesies pada 2009 menjadi 437 spesies tumbuhan terancam punah pada 2018.

Didik mengatakan dari keanekaragaman hayati tersebut tersimpan kekayaan alam berupa organ utuh atau bagian dari tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk keberlangsungan hidup manusia di masa datang.

"Mungkin orang tidak begitu paham, punahnya tumbuhan lalu so what? Tapi begitu kita teliti dengan detil, Masya Allah, di dalam tumbuhan kita tidak sadar dalam plasma nutfah itu ada keragaman luar biasa yang sebetulnya sebagai penjaminan hidup jangka panjang yang tersimpan," kata Didik.

Didik berpendapat ancaman kepunahan tumbuhan di Indonesia bisa diminimalkan dengan pembangunan kebun raya sebagai wilayah konservasi untuk menjaga kelangsungan alam. Hingga saat ini terdapat 37 kebun raya di Indonesia dan diharapkan dapat ditingkatkan minimal menjadi 47 kebun raya di 47 wilayah ekologi berbeda.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A7Ep1o
December 18, 2018 at 09:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A7Ep1o
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Ini Nama Baru yang Diberikan Anies untuk MRT

Ratangga merupakan nama yang diambil dari kitab Sutasoma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan beserta PT MRT Jakarta memberikan nama kepada kereta Moda Raya Terpadu (MRT). Nama kereta yang terdiri 16 rangkaian itu adalah ‘Ratangga’.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar mengatakan nama tersebut dicanangkan oleh Gubernur DKI. Ratangga merupakan nama yang direkomendasikan dari hasil duduk bersama dengan badan bahasa.

“Satu lagi yang akan dicanangkan oleh Bapak Gubernur adalah penamaan dari kereta MRT yang namanya disebut dengan nama Ratangga. Jadi Ratangga adalah juga direkomendasikan  dari hasil duduk bersama dengan badan bahasa,” kata William pada saat peresmian nama di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (10/12).

Nama Ratanga, kata William, merupakan nama yang diambil dari kitab Sutasoma. Kitab Sutasoma adalah karangan Mpu Tantular, yang memiliki arti  kereta kuda yang kuat dan dinamis. Sementara, Anies sendiri menjelaskan, nama Ratangga merupakan nama yang mengandung kekuatan dan juga perjuangan.

“Nanti mereka-mereka yang menggunakan kereta ini adalah yang akan berjuang, ketangguhan,” jelas Anies.

Dia mengatakan, para putra-putri yang terlibat dalam proses pembangunannya adalah putra-putri Indonesia yang tangguh dan penuh semangat juang. Nama Ratangga, kata dia, bukan sekedar nama tanpa makna.

Ratangga, kata dia, adalah nama membawa pesan penuh makna. Dia pun berharap semua fasilitas umum di Jakarta menyerap dari akar sejarah budaya kita.

“Seperti hari ini di MRT kita memilih menggunakan Ratangga,” jelas Anies.

Sebelumnya, Anies menjajal kereta Ratangga MRT dari Stasiun Bundaran HI sampai dengan Depo Lebak Bulus yang ada di Jakarta Selatan bersama dengan para wartawan. Perjalanannya sendiri memakan waktu sekitar 15 menit. William menjelaskan, ada sebanyak 16 rangkaian kereta yang ada di Depo Lebak Bulus. Masing-masing rangkaian, terdapat sebanyak enam kereta.

“Sehingga total kereta ada 96 semua sudah siap. Direncanakan pada akhir Des sebuah fase yang dinamakan uji coba operasi. Maka satu tahap yang akan kita saksikan pada sore hari ini adalah penamaan dari kereta MRT Jakarta, “ jelas William.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EbVCd1
December 10, 2018 at 09:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EbVCd1
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

SOS: PSSI tidak Pernah Serius Berantas Suap

Kasus suap di Indonesia dapat terjadi dalam berbagai bentuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali mengatakan, kasus suap di Liga Indonesia bukanlah suatu hal yang baru. Sejak awal 2000-an, kata Akmal, isu-isu suap sering terdengar dalam kompetisi sepak bola Tanah Air.

Hanya saja, menurut Akmal, PSSI sebagai pihak yang punya wewenang dan tanggung jawab untuk memberantas hal tersebut tidak pernah serius untuk menghapuskan kasus suap. Sehingga, sepak bola Indonesia sering cacat dalam hal sportivitas.

"Sejak 2003, sejak SOS ini ada, isu suap ini sudah ada. Persoalannya, PSSI tidak serius menanganinya," kata Akmal kepada Republika.co.id, Sabtu (24/11).

Akmal menyinggung mengenai adanya tuduhan suap terhadap pemain Persib Bandung tak lama setelah skuat Maung Bandung kalah dari PSMS Medan beberapa waktu lalu. Beberapa nama yang diduga terlibat.

Akmal tidak mau ikut menuduhkan para pemain Persib ini karena sifatnya masih isu yang belum bisa dibuktikan. Menurut dia, seharusnya PSSI turun tangan melakukan penyelidikan sesegera mungkin supaya tidak terjadi salah paham.

Andai tidak terbukti, harus dijelaskan secara transparan kepada publik supaya nama baik pemain yang tertuduh bisa kembali. SOS kemudian menyoroti kinerja Komite Fairplay dan Kepatuhan PSSI dan bidang sport inteligent PSSI yang seharusnya mengawasi terjadinya kasus suap dan pengaturan skor pertandingan Liga 1 dan kompetisi resmi lainnya. "Kerja komite fairplay dan kepaturan kemudian sport intelijen PSSI ngapain aja?" tanya Akmal.

Sejak dulu bayangan kasus suap tidak pernah lepas dari sepak bola Indonesia. Hal itu dinilai sebagai salah satu penyebab utama sepak bola Indonesia berjalan di tempat. Dampaknya kepada mandeknya prestasi klub-klub Indonesia dan timnas di kancah internasional.

Akmal menjelaskan, kasus suap di Indonesia dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Ada yang melibatkan bandar judi ada juga yang melibatkan kepentingan. Biasanya suap yang dilakukan bandar judi, lanjut dia, terjadi di laga-laga biasa.

Adapun suap untuk kepentingan, kata Akmal, biasanya menyasar pelatih, wasit, atau pemain langsung. "Kalau suap untuk kepentingan biasanya di laga-laga krusial seperti penentuan juara, degradasi, promosi, atau perebutan tiket final hingga semifinal."

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SbMGrF
November 24, 2018 at 09:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SbMGrF
via IFTTT
Share:

Kawasan Tlatar Kini Miliki Wahana 'Boyolali Aquatic'

Pengunjung disambut jembatan kaca saat memasuki wahana Boyolali Aquatic.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Kawasan objek wisata Tlatar, Boyolali, Jawa Tengah kini memiliki wahana baru bernama 'Boyolali Aquatic'. Wahana edukasi ikan ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bertepatan peringatan Hari Ikan Nasional Ke-5 2018 di Balai Benih Ikan (BBI) terpadu, kawasan objek wisata Tlatar, Kabupaten Boyolali, Sabtu.

''Kawasan objek wisata Tlatar dengan debit air sekitar 400 meter kubik per detik ini  tidak hanya memiliki potensi untuk perikanan, tetapi juga dapat dijadikan tempat piknik,'' kata Gubernur.

Boyolali Aquatic yang dikenal sebagai kawasan Balai Benih Ikan (BBI) terpadu tersebut tidak hanya memproduksi benih ikan, tetapi juga sebagai wahana edukasi. Sebelum masuk ke wahana Boyolali Aquatic, pengunjung akan disambut dengan jembatan kaca sehingga siapapun bisa melihat ikan berenang di bawahnya.

Pengunjung kemudian bisa masuk ruang yang terdapat akuarium berjajar rapi dengan diisi berbagai jenis ikan seperti Arwana, Mas Koki,  Pari kecil, Patin putih, dan lain sebagainya.

''BBI kini dibuat lebih terbuka lagi. Di sana nanti ada ikan-ikannya yang bisa ditonton,'' katanya. ''Orang masuk di sini gratis atau tanpa dipungut biaya.''

Gubernur menjelaskan Pemkab Boyolali melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat telah bekerja sama dengan pengelola Taman Wisata Purbasari Pancuran Mas di Kabupaten Purbalingga dalam pembangunan Aquatic tersebut.

Anak anak diharapkan bisa belajar budidaya ikan di Boyolali Aquatic. ''Kami bisa kembangkan termasuk membangun desa wisata yang ada di sekitar sini. Masyarakat yang belum pernah piknik ke daerah ini, segera datang supaya bahagia,'' kata Gubernur.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DWdiKa
November 24, 2018 at 09:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DWdiKa
via IFTTT
Share: