Showing posts with label 2018 at 05:10PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:10PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

SOS: Tindak PSSI Bila tak Kooperatif

PSSI perlu menginformasikan orang-orang yang berkasus di sepak bola Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali mengatakan, PSSI harus bersikap kooperatif atas upaya yang sedang dilakukan Satgas Antimafia Bola. Sebab, sebenarnya kerja PSSI kini menjadi ringan dengan adanya satgas.

Menurut Akmal, PSSI perlu menginformasikan orang-orang yang berkasus di sepak bola Indonesia untuk dijerat secara hukum positif. "Selain hukum football, hukum positifnya harus diserahkan ke polisi," ujar Akmal kepada Republika.co.id, Kamis (27/12).

Bila tidak kooperatif, lanjut Akmal, PSSI perlu ditindak oleh satgas secara hukum. PSSI pun jangan sampai berdalih bahwa polisi tidak bisa mengintervensi persoalan di dunia sepak bola nasional. "Tindak saja pssi dan tidak ada kaitannya dengan intervensi juga, karena yang dikelola oleh satgas itu hukum positif negara yang terkait dengan pidana. Jadi tidak ada hubungannya dengan family football-nya PSSI," tukasnya.

Satgas, kata Akmal, harus tetap jalan melaksanakan tugasnya, meski seandainya PSSI tidak kooperatif. "Kalau PSSI-nya enggak mau diajak kerja sama ya tinggal saja. Tinggal bagaimana satgas menemukan bukti-bukti yang kuat akurat untuk menjerat pelaku perusak sepak bola Indonesia lewat aksi pengaturan skor ini," ujar dia.

Saat ini, call center Satgas Antimafia Bola telah menerima 149 laporan dari masyarakat sejak diaktifkan sekitar satu pekan lalu. Satgas kini sedang memilah mana yang akan didahulukan untuk diselidiki.

Laporan datang dari berbagai unsur masyarakat. Namun tidak dapat disebutkan siapa saja dan apa saja yang dilaporkan. "Saat ini kami sedang memilah mencari skala prioritas. Selain menunggu laporan masyarakat, tim Satgas Antimafia Bola juga mengirim sejumlah penyidik ke berbagai daerah," jelas Akmal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rYTeih
December 27, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rYTeih
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Wisata Pantai di DIY Dipadati Pengunjung

Pantai masih menjadi pilihan utama menghabiskan musim liburan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- DI Yogyakarta memang salah satu pilihan masyarakat Indonesia untuk menghabiskan liburan akhir tahun. Pantai menjadi wisata di DIY yang sudah dipadati pengunjung baik lokal, domestik, maupun mancanegara.

Untuk DIY, pantai-pantai di Kabupaten Gunungkidul dan Bantul memang masih terfavorit. Sejak pertengahan pekan ketiga Desember 2018, wisatawan sudah memenuhi pantai-pantai yang ada.

Sejumlah pantai populer masih yang paling sukses menarik banyak wisatawan. Seperti Parangtritis, Depok, dan Pandansari di Kabupaten Bantul, serta Baron, Dini, dan Indrayanti di Kabupaten Gunungkidul.

Penurunan wisatawan memang sempat terjadi pada akhir pekan kedua Desember. Hal ini banyak dikarenakan peristiwa tsunami yang terjadi di Selat Sunda, sehingga membuat wisatawan takut mengunjungi pantai.

Walau Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan dampaknya tidak sampai ke pantai-pantai di bagian selatan DIY, masih ada kekhawatiran. Terlebih, gelombang cukup tinggi terjadi.

Peringatan gelombang tinggi masih terus dikeluarkan. Kondisi itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya gelombang tinggi.

Namun, memasuki pertengahan pekan ketiga, wisatawan mulai memadai pantai-pantai yang ada di DIY. Baik yang ada di Kabupaten Bantul maupun Kabupaten Gunungkidul semua dipadati pengunjung.

Hal itu bisa dilihat dari bus-bus besar yang memenuhi hampir mayoritas lokasi parkir pantai-pantai. Sebagian besar pelat nomor bus-bus itu berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Salah seorang pengunjung di Pantai Krakal, Rizal Aziz (26 tahun) mengatakan, pantai memang masih menjadi pilihan utama menghabiskan musim liburan. Terlebih, libur kali ini terjadi cukup panjang.

Mulai libur sekolah, libur Natal dan tentunya libur pergantian tahun. Walau sedikit takut terhadap potensi gelombang tinggi, Rizal merasa pantai akan tetap menjadi tempat favorit berlibur.

"Tetap orang kalau liburan ke Yogya tuh pasti ke pantai-pantainya juga," kata Rizal, kepada Republika.co.id, Ahad (23/12).

Senada, salah satu pengunjung di Pantai Baron, Dery Suprek menuturkan, pantai juga bisa memberikan wisata lain yaitu kuliner. Utamanya, panganan-panganan laut seperti ikan, udang dan cumi-cumi.

Untuk itu, walau tahu pantai-pantai pasti akan dipenuhi pengunjung pada musim liburan, Dery mengaku tetap ingin berkunjung. Ia memperkirakan, pengungjung pantai-panta akan jauh lebih padat pada akhir tahun.

"Ini masih belum penuh ini, akhir tahun nanti lebih parah," ujar Dery.

Keuntungan wisata-wisata pantai memang lantaran bisa dinikmati seluruh usia. Karenanya, sebagian besar pengunjung banyak menyertakan anak-anaknya, termasuk rombongan-rombongan sekolah.

Kehadiran pantai-pantai memang memberikan pilihan wisata lebih banyak kepada wisatawan yang mengunjungi DIY. Artinya, mereka tidak cuma bisa menikmati wisata-wisata yang ada di tengah kota.

Selain Malioboro, Tugu, dan Alun Alun yang jadi ikon Kota Yogyakarta, wisatawan DIY banyak mengunjungi wisata-wisata bertema alam yang ada di Kabupaten Sleman seperti yang ada di kaki-kaki Gunung Merapi.

Candi Prambanan di Kabupaten Sleman dan Candi Borobudur, walau ada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tetap jadi paket berlibur sebagian besar pengunjung. Maka itu, pantai-pantai, semakin memperkaya pilihan wisata yang bisa dinikmati pengunjung DIY.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CyBsbP
December 26, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CyBsbP
via IFTTT
Share:

Saturday, December 22, 2018

Pemerintahan AS Shutdown

Tidak ada kesepakatan untuk anggaran pembangunan tembok perbatasan di Meksiko.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mulai  shutdown pada Jumat (21/12) malam waktu setempat. Kongres AS gagal menemukan kesepakatan soal permintaan anggaran Presiden AS Donald Trump untuk pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko senilai 5 miliar dolar AS.

Trump berusaha menyalahkan Demokrat atas ketidaksepakatan anggaran ini. Sementara Demokrat  bangga berhasil menahan anggaran yang akan digunakan untuk membangun tembok di perbatasan.

"Kami akan shutdown, tidak ada yang bisa kami lakukan tentang itu karena kami membutuhkan Demokrat memberikan suara mereka kepada kami," kata Trump dalam video yang ia unggah di media sosial Twitter, Sabtu (22/12).

Video itu diunggah dua jam sebelum tenggat waktu pengesahan rancangan anggaran tahun depan. Dalam kondisi Shutdown, pemerintah federal AS tak boleh mengeluarkan anggaran, termasuk buat gaji pegawai. 

"Semoga penutupan tidak berlangsung lama," tambah Trump.

Sebenarnya, senator dari partai Republik dan Demokrat sudah mencapai kesepakatan anggaran jangka pendek, namun tidak memasukan anggaran sebesar 5 miliar dolar AS yang diinginkan Trump. Presiden AS ke-45 itu lantas tidak mau menandatangani kesepakatan anggaran tersebut.

Penutupan pemerintahan ini menjadi bukti terbaru disfungsi Gedung Putih. Hal ini juga menjadi tanda semakin sulitnya kesepakatan diraih pada tahun depan, ketika Demokrat akan semakin kuat sebagai penguasa majelis rendah, House of Representative.

"Presiden Trump telah melampiaskan amarahnya dan sekarang sepanjang Natal kami harus bergegas menuju 'shutdown Trump', Anda tidak bisa mendapatkan tembok sekarang, pekan depan atau Januari pekan ketiga ketika Demokrat mengambil alih kekuasaan di House of Representative," kata Senat dari partai Demokrat Chuck Schumer.

Beberapa jam sebelum tengah malam para anggota legislatif bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence dan beberapa pejabat Gedung Putih lainya. Mereka mencari rancangan anggaran yang dapat disepakati baik kedua partai maupun Trump.

Tapi mereka gagal mencapai kesepakatan dan House of Representative serta Senat sudah memastikan penutupan pemerintahan sementara. Anggota tim Trump akan bertemu kembali dengan pemimpin Kongres dari partai Republik dan Demokrat pekan depan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Re34ex
December 22, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Re34ex
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Cina Kecam Undang-Undang AS Tentang Tibet

Undang-Undang AS mempromosikan akses ke Tibet bagi diplomat AS.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina pada Kamis (20/12) mengecam Amerika Serikat (AS) karena mengeluarkan undang-undang baru tentang Tibet. Cina dengan tegas menentang undang-undang tersebut. Cina mengatakan Tibet adalah masalah internal Cina. Tindakan AS dinilai akan menimbulkan dampak serius bagi hubungan kedua negara. 

Presiden AS Donald Trump pada Rabu menandatangani undang-undang Akses Timbal Balik bagi Tibet. Undang-undang itu berusaha mempromosikan akses ke Tibet bagi para diplomat AS dan pejabat lainnya, wartawan, dan warga negara lain dengan menolak masuk ke AS bagi para pejabat Cina yang dianggap bertanggung jawab untuk membatasi akses ke Tibet.

Juru bicara kementerian luar negeri Cina Hua Chunying mengatakan undang-undang itu mengirim sinyal yang salah ke elemen separatis Tibet. Selain itu, undang-undang juga mengancam hubungan bilateral yang sudah memburuk karena masalah perdagangan dan  lainnya.

"Jika Amerika Serikat menerapkan undang-undang ini, itu akan menyebabkan kerusakan serius bagi hubungan Cina-AS dan kerjasama di daerah-daerah penting antara kedua negara," kata Hua.

Ia mengatakan AS harus menyadari sensitivitas tinggi akan  masalah Tibet dan berhenti untuk ikut campur. "Jika tidak Amerika Serikat harus menerima tanggung jawab atas konsekuensinya," tambahnya. Namun, ia tidak merinci pernyataan tersebut.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan situasi bagi etnis Tibet di wilayah tersebut  sangat sulit. Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB pada Juni mengatakan kondisi di Tibet akan cepat memburuk.

Semua orang asing membutuhkan izin khusus untuk memasuki Tibet, yang umumnya diberikan kepada turis. Namun para diplomat dan jurnalis asing sangat jarang memperoleh izin.

Hua mengatakan Tibet terbuka untuk pengunjung asing. Menurutnya terdapat 40 ribu pengunjung Amerika ke wilayah itu sejak 2015.

"Ini adalah hal yang harus dimengerti bahwa pemerintah mengatur kontrol terhadap masuknya orang asing," katanya.

Kelompok HAM Tibet  menyambut baik undang-undang AS. Kampanye Internasional untuk Tibet mengatakan undang-undang  AS tersebut menandai era baru dukungan AS dan merupakan tantangan bagi kebijakan Cina di Tibet.

"AS membiarkan Beijing tahu bahwa para pejabatnya akan menghadapi konsekuensi nyata jik mendiskriminasi orang Amerika dan Tibet dan telah membuka jalan bagi negara lain untuk mengikuti," kata presiden kelompok itu, Matteo Mecacci, dalam sebuah pernyataan.

Tahun depan warga Tibet akan memperingati 60 tahun pelarian Dalai Lama ke Tibet dari Cina.

Cina selalu menyebut Dalai Lama sebagai seorang separatis yang berbahaya, meskipun Dalai Lama mengatakan bahwa ia hanya menginginkan otonomi asli untuk tanah airnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EEoqfd
December 20, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EEoqfd
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

Tol Trans Jawa Digratiskan Hingga Akhir Desember 2018

Jalur tol Pekalongan hingga Batang sudah bisa dilalui kendaraan saat libur Natal 2018

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Pimpinan Proyek PT Waskita Karya Pemalang-Batang Toll Road (PBTR) Aminuddin mengatakan bahwa pihaknya akan menggratiskan kendaraan yang melintas jalur tol Trans Jawa. Penggratisan tersebut akan berlaku hingga akhir Desember 2018.

"Kami pastikan jalur tol Pemalang-Batang digratiskan saat libur Natal 2018 hingga Tahun Baru 2019," katanya di Pekalongan, Jumat (14/12).

Dia mengatakan progres fisik pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang sudah hampir semuanya selesai sehingga siap untuk dioperasional menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2019. "Di luar paket 3, semua pengerjakan jalan tol (Pemalang-Batang, red.) sudah hampir selesai 100 persen. Jalur tol Pemalang-Batang ini ditargetkan selesai total Mei 2019," katanya.

Ia yang didampingi Kepala Humas PT Waskita Karya PBTR Paket IV Misbachul Huda mengatakan untuk pengerjakan jalur tol Paket IV yang meliputi Pasekaran Kabupaten Batang hingga Pakajangan Kabupaten Pekalongan sudah selesai. "Kami pastikan jalur tol Kabupaten Pekalongan hingga Kabupaten Batang sudah dapat dilalui kendaraan saat libur Natal 2018," katanya.       

Staf Tekhnik dan Operasional PBTR Zakaria mengatakan berdasarkan informasi pada 16 Desember 2018 akan diresmikan Tol Pemalang-Batang, tepatnya di titik pintu tol Batang di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem. Pada 20 Desember 2018 akan diresmikan ruas Tol Batang-Semarang di titik Jembatan Kalikuto, perbatasan Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal.

"Kendati demikian, hingga kini kami belum mendapatkan kepastiannya (kehadiran Presiden RI Joko Widodo, red)," katanya.

Setelah diresmikan oleh Presiden, kata dia, jalur tol Trans Jawa dari Merak hingga Surabaya sepanjang 870 kilometer sudah bisa dioperasikan. "Nanti, ruas tol dari Pemalang hingga Semarang akan terlebih dulu diujicobakan selama tujuh hari, artinya tarif tol akan digratiskan bagi masyarakat yang akan melewati jalur sepanjang 107 kilometer itu," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PCioNp
December 14, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PCioNp
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

TKN KIK targets 78 percent votes in Central Java

TKN KIK says they still have four months left to gain more votes in Central Java.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The National Campaign Team for number 01 candidates (TKN KIK) targeted 78 percent votes for incumbent President Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin in Central Java. The calculation was based on the results of Central Java Regional Election in 2018.

"Our voters were around 58 percent in the regional election. At that time, PKB did not join us. PKB voters was approximately 15 percent, so if we look at the results of our last internal survey, our figure can reach 73 percent," said Deputy Chairman of TKN KIK, Eriko Sotarduga at the Parliament Complex in Senayan, Jakarta, Thursday (Dec 13).

Eriko added that the target was calculated based on additional participation from other parties outside Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP). Besides, the activeness of TKN volunteers working for Central Java could help them to achieve the target.

In addition, the PDIP politician also considered it legitimate if Prabowo-Sandiaga's campaign team in its internal survey claimed that electability of number 02 candidates in Central Java had reached 43 percent. However, Eriko remained firm that the results of Jokowi-Maruf survey were currently 73 percent.

"But there are four months left, right?" he said.

Previously, the Director of Materials and Debates for National Winning Agency (BPN), the campaign team of number 02 candidates, Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said revealed that the reason for moving BPN headquarters to Central Java was to win the presidential election. He said BPN targeted Prabowo-Sandiaga to get a victory of up to 50 percent in Central Java.

"Insya Allah (God willing), our target is above 50 percent," Sudirman Said said in Jakarta on Wednesday (Dec 12).

Sudirman also explained that BPN was ready to work by relying on volunteer and party networks. Moreover, he added, Prabowo has a cultural base in Central Java.

"He is a descendant of the Kebumen people, grew up in Banyumas. So, he knows very well the terrain of Central Java," he said.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Em6oxc
December 13, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Em6oxc
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Menkeu: Pemda Belum Siap Terima DAU Dinamis

Pemda harus siap untuk mendapatkan penyesuaian pagu dalam DAU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah daerah (pemda) belum siap menerima dana alokasi umum (DAU) yang bersifat dinamis. Karena alasan itu pemerintah pusat memutuskan kembali memberikan dana tersebut dalam bentuk final.

"Tahun ini dan tahun sebelumnya, kami coba DAU yang dinamis, tapi ternyata daerah belum siap. Daerah siap kalau DAU-nya naik, tapi tidak siap kalau DAU-nya turun," kata Sri Mulyani dalam sambutan pada acara sosialisasi transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2019 di Jakarta, Senin (10/12).

Sri Mulyani menjelaskan formula DAU yang bersifat dinamis berarti DAU yang diterima oleh daerah diperhitungkan berdasarkan pendapatan netto dalam negeri sehingga pemberian dana tersebut tergantung dari penerimaan yang diperoleh.

Dengan demikian, pemerintah daerah harus siap untuk mendapatkan penyesuaian pagu dalam DAU, apabila asumsi harga minyak atau nilai tukar memengaruhi penerimaan negara terutama yang berasal dari sumber daya alam.

"Tentu kita berusaha supaya proyeksi dan estimasi seakurat mungkin. Tapi, penerimaan pajak dan bea cukai, maupun PNBP itu dinamis. Dari penerimaan negara ini, DAU kita alokasikan. Jadi DAU seharusnya juga dinamis seperti penerimaan," ujar Sri Mulyani.

Melihat kondisi yang ada, Sri Mulyani masih berupaya memahami keinginan pemerintah daerah untuk menetapkan kembali desain DAU yang bersifat final, sehingga hal tersebut diwujudkan untuk tahun anggaran 2019.

Meski demikian, ia meminta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan untuk melakukan pelatihan kepada daerah agar penetapan DAU yang bersifat dinamis dapat diwujudkan, ketika daerah telah mempunyai kapasitas tata kelola yang lebih memadai. "Kita bikin final dulu. Ini bukan masalah kepentingan pusat dan daerah, tapi suatu negara yang mampu memiliki ketahanan harus mampu memiliki kemampuan 'adjustment' secara dinamis," ujarnya.

DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

Untuk tahun anggaran 2019, pagu DAU nasional dalam APBN bagi pemerintah daerah bersifat final dengan memperhitungkan kenaikan gaji lima persen, formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD), gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya.

Dalam APBN 2019, pagu DAU nasional ditetapkan sebesar Rp 417,87 triliun yang terdiri atas Rp 414,87 triiun untuk pagu formula dan Rp 3 triliun untuk bantuan pendanaan 8.212 kelurahan di tingkat kabupaten maupun kota (dana kelurahan).

Sebelumnya, pemerintah selama dua tahun terakhir menerapkan DAU bersifat dinamis dengan pagu yang terserap masing-masing sebesar Rp 398,5 triliun pada 2017 dan proyeksi sebanyak Rp 401,5 triliun pada 2018.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EnBBRJ
December 10, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EnBBRJ
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Polda Metro Yakin Reuni Alumni 212 Berjalan Damai

Kegiatan Reuni Alumni 212 berbarengan dengan car free day dan Maulid Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono yakin kegiatan reuni alumni 212 akan berjalan damai, meski berbarengan dengan kegiatan car free day (CFD). Begitupun dengan kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal, juga akan berjalan beriringan.

"Saya rasa tidak masalah ya, itu sama-sama ada kegiatan agama di masjid, dan ada kegiatan penyampian pendapat, nanti kita amankan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/11).

Menurut dia, kegiatan CFD akan berjalan seperti biasanya sesuai aturan yang sudah berlaku sebelumnya, sementara kegiatan Reuni Alumni 212 akan berlangsung di Monas, Jakarta Pusat. "Semua pengalaman polisi mengamankan acara, sudah dilakukan dengan baik," kata Argo.

Diberitakan sebelumnya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan kembali menggelar reuni akbar kedua pada 2 Desember 2019 mendatang. Dalam aksi damai ini, alumni Aksi Bela Islam tersebut akan mengibarkan satu juta bendera kalimat tauhid berwarna warni.

Reuni akbar 212 tersebut akan tetap dilaksanakan setiap tahun sebagai ajang silaturahmi akbar umat Islam. Dan siapapun presidennya, reuni akbar tersebut akan tetap dilaksanakan sebagai momentum tahunan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q2kn2E
November 27, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q2kn2E
via IFTTT
Share:

Bangladesh Tunggu Hasil Pemilu untuk Urusi Rohingya

Rencana mengembalikan Rohingya ke Myanmar terhenti.

REPUBLIKA.CO.ID, COX'S BAZAR -- Rencana repatriasi dan pemukiman kembali pengungsi Rohingya telah terhenti. Pengungsi enggan untuk kembali ke Myanmar karena masalah keamanan.

Dilansir Anadolu, Selasa (27/11), seorang pejabat pemerintah Bangladesh mengatakan masalah repatriasi dan pemukiman kembali akan diselesaikan oleh pemerintah baru  setelah pemilihan umum akhir tahun. Menurut pejabat yang menjadi narasumber, sebelum pemilu pada 30 Desember mendatang maka tidak ada kemungkinan untuk menyelesaikan repatriasi Rohingya.

Lebih dari 750 ribu Rohingya melarikan diri ke Bangladesh dan berlindung di kamp-kamp sementara di Cox's Bazar sejak 25 Agustus 2017. Rohingya tidak ingin kembali ke Myanmar- negara asal mereka- tanpa hak kewarganegaraan, identitas etnis, jaminan keselamatan, dan kembali ke rumah  mereka. Di sisi lain, mereka juga takut dipindahkan ke Bhasan Char, sebuah pulau yang rentan terhadap banjir dan tanah longsor.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dijadwalkan membuka permukiman baru bagi 100 ribu pengungsi Rohingya di Bhashan Char pada 3 Oktober lalu. Namun rencana ditunda sampai waktu yang tak ditetapkan. Berdasarkan konsensus kedua negara- Bangladesh dan Myanmar -pada tahap pertama lebih dari 2.200 orang Rohingya direncanakan untuk dipulangkan pada 15 November.

Di tengah ketidakpastian seperti itu, pembangunan Biara Char di sebuah muara Sungai Meghna hampir selesai. Puluhan ribu orang pekerja berpenghasilan rendah di daerah pesisir sungai Bangladesh mengaku senang dengan proyek pemukiman kembali.

Mohammad Rajib (30 tahun) seorang tukang batu dan penduduk asli pulau terpencil lainnya, Hatia, bekerja di proyek pemukiman kembali Rohingya selama sekitar enam bulan. Penghasilan hariannya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

Seperti Rajib, ribuan pekerja dari seluruh Bangladesh kini bekerja di proyek  Bhasan Char, sebuah pulau kecil berlumpur yang muncul dari Teluk Benggala pada 2006. Di daerah pesisir yang terpencil ini, ratusan pekerja konstruksi dan buruh harian bergerak setiap hari dengan kapal trawl atau perahu mesin ke dan dari Bhasan Char. Mereka senang dengan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan tersebut.

“Saya pikir setelah menyelesaikan proyek ini, perpanjangan akan dimulai, karena lebih dari satu juta Rohingya tinggal di wilayah Cox's Bazar dan Teknaf (di selatan Bangladesh) dan mereka membutuhkan lokasi baru,” kata Abdur Rahim, seorang pengusaha hotel kecil di Bashan Char. Di wilayah itu memang terdapat hotel kecil dan kedai teh. Pelaku bisnis berharap penghasilan mereka bertambah dengan adanya proyek tersebut.

Baca: Myanmar Tangkap Kapal Rohingya Tujuan Malaysia

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RhDhiu
November 27, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RhDhiu
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Ousmane Dembele Buat Pusing Barcelona

Pemain berusia 21 tahun itu butuh bantuan untuk mengembalikan kedisiplinannya.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Ousmane Dembele terus disorot karena kontroversi lebih dari 10 hari belakangan. Khususnya karena ia absen dalam sesi latihan tanpa adanya penjelasan.

Itu bukan yang pertama kalinya terjadi sehingga membuat Barca menghukumnya dengan tidak masuk dalam skuat saat laga lawan Real Betis. Di saat yang sama, beberapa pemain yang masih aktif maupun mantan penggawa Barcelona juga angkat bicara. Mereka kebanyakan menyebut apa yang dibutuhkan pemain internasional Prancis tersebut untuk kembali semangat dan fokus pada sepak bola.

Saat ini, dikabarkan bahwa kesabaran manajemen Barcelona sepertinya hampir habis. Dembele dinilai sudah tak punya kesempatan untuk membuktikan bahwa dia dapat menjadi pemain penting untuk tim. Meski diprediksi tak akan ada hukuman lagi, namun keputusan nasib Dembele ada di tangan sang pelatih Ernesto Valverde.

Walaupun demikian, Valverde masih belum menyerah terhadap Dembele. Ia menilai, pemain berusia 21 tahun itu butuh bantuan untuk mengembalikan kedisiplinannya.

''Saya belum kehilangan kesabaran. Dia memiliki talenta spesial dan kami akan membantunya,'' ujar Valverde dikutip dari Marca, (21/11).

Sementara itu, rekan setimnya, Gerard Pique, juga menyatakan Dembele harus mendapatkan bantuan atas perilakunya tersebut. Meskipun ia meminta mantan pemain Borussia Dortmund itu lebih profesional lagi. ''Dia harus sadar sepak bola adalah pekerjaan 24 jam,'' tegasnya.

Mantan bintang Barca Andreas Iniesta menyatakan, Dembele merupakan pemain luar biasa. Namun, dirinya tidak tahu apa yang ada dalam kepala Dembele sehingga menunjukkan perilaku yang tak disiplin tersebut. Ia meminta, Dembele harus melakukan segalanya untuk menunjukkan performa terbaik. "Itu semua yang harus dilakukan untuk membuatnya merasa penting. Tidak diragukan lagi,'' ujar Iniesta.

Sikap tak profesional tersebut juga mendapatkan kecaman dari striker Barca Luis Suarez. Menurutnya, menjadi pemain sepak bola adalah sebuah keistimewaan. Ia menegaskan, Dembele harus lebih fokus lagi terhadap sepak bola dan mencontohkan para pemain profesional yang ada di ruang ganti. ''Dia harus lebih fokus pada sepak bola,'' jelas dia.

Perilaku Dembele ini bahkan sampai kepada dewan direksi Blaugrana. Presiden Barcelona Maria Bartomeu bertemu dengan agen sang pemain beberapa waktu lalu.

Direksi sepertinya khawatir dengan sikap Dembele, apalagi mereka telah berinvestasi dengan uang yang cukup besar. Dalam pertemuan dengan perwakilan Dembele, Moussa Sissoko, Bartomeu ditemani oleh Eric Abidal sebagai direktur teknik dan direktur olahraga Pep Segura.

Memang tidak jelas apa masalah yang menimpa Dembele. Namun, saat ia absen latihan, alasannya karena sakit. Namun setelah diperiksa tim medis Barca, tidak ada tanda-tanda sakit darinya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Dembele tidak disiplin karena kecanduan main game.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R0TCYy
November 21, 2018 at 05:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R0TCYy
via IFTTT
Share: