Showing posts with label 2018 at 08:48PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:48PM. Show all posts

Monday, December 17, 2018

SMK Kediri Buka Kelas Kapal Pesiar

Sekolah tidak membebani biaya tambahan bagi peserta kelas kapal pesiar.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- SMK PGRI II Kediri, Jawa Timur, membuka kelas kapal pesiar. Pendidikan tersebut sebagai upaya memberikan tambahan pendidikan bagi anak-anak serta memberikan bekal untuk mereka bisa mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah.

"Tiap ada peluang kami ambil, makanya dilakukan inovasi layanan, sehingga nantinya sesuai dengan standar. Untuk itu, kami membuka kelas industri," kata Kepala SMK PGRI II Kediri, Harun di Kediri, Senin (17/12).

Ia mengatakan, pendidikan dan keterampilan untuk anak-anak memang menjadi prioritas. Diharapkan para lulusan di sekolah ini nantinya bisa terserap dalam dunia kerja. Untuk itu, pihaknya membuka kelas industri dengan meresmikan kelas kapal pesiar.

Pihaknya mempersilahkan bagi anak-anak yang ingin bergabung di kelas ini. Mereka nantinya akan diseleksi dengan dites bahasa termasuk memberikan pelatihan.

Ia juga optimistis kelas ini akan mendapatkan sambutan yang baik dari para pelajar. Dicontohkan saat membuka kelas Jepang yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat 46 pelajar yang ikut. Dari jumlah itu, tinggal 14 anak yang sudah lolos.

Sekolah, kata dia, juga tidak membebani para siswa untuk belajar dan mengikuti program ini. Pihak sekolah juga menargetkan untuk perbaikan kualitas bukan kuantitas. Para pelajar yang ikut program mendapatkan pendidikan di luar jam pelajaran yang aktif yakni di Jumat maupun Sabtu.

Dalam proses belajar mengajar, pihak sekolah juga akan mendatangkan guru tamu, sehingga para murid juga termotivasi. Materi yang diberikan juga sesuai dengan rujukan pendidikan vokasi yang telah diberikan oleh pemerintah.

Terkait dengan biaya, Harun menjelaskan, sekolah tidak memberikan beban biaya. Namun, jika nantinya dari siswa ingin ke luar negeri, sekolah bisa membantu untuk pengurusan berbagai macam persyaratan.

"Yang paling penting kuncinya di kelas industri kami komunikasi dengan orang tua. Jadi, orang tua didatangkan, diajak berbicara. Jika mendukung terus jalan. Sekolah juga membantu," katanya.

Sementara itu, "Director HEC Ecademy" Herman Larante mengatakan, pendidikan kapal pesiar tentunya bisa menjadi salah satu bekal yang bermanfaat bagi anak-anak terutama mereka yang berada di jurusan SMK. Dia sudah cukup lama memberikan materi pada para siswa dan mendorong mereka untuk mau terus belajar.

Ia juga mengemukakan, selama masa pendidikan sudah ada kurikulum yang diterapkan, baik di dalam sekolah maupun saat praktik ke luar negeri. Para siswa ke depannya bisa bekerja sesuai yang diinginkan baik di restoran, hotel, maupun tempat kerja lainnya.

"Karena modul yang diajarkan, tamatannya harus kerja. Kami membantu. Saat ini sudah ada tujuh sekolah, dua lainnya swasta sisanya dari negeri," katanya.

Pihak sekolah meresmikan kelas tersebut yang diawali dengan seminar internasional. Selain dihadiri dari HEC Ecademy, juga terdapat kelas memasak yang mendatangkan koki kelas internasional Pipiet Fardiman Middelkoop dari Amsterdam, Belanda.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BonJ5S
December 17, 2018 at 08:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BonJ5S
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Kawal Praktik Toleransi, Menag Minta Guru Besar Turun Gunung

Guru besar agama Islam dinilai memiliki kompetensi kikis intoleransi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG— Menteri Agama Republik Indonesia Lukmanul Hakim Saifuddin meminta guru besar keagamaan Islam di Indonesia turun ke lapangan atau turun ke masyarakat untuk mengedukasi masyarakat bertoleransi. 

Menurut Lukmanul Hakim, para guru besar harus terjun ke lapangan karena saat ini praktik-praktik intoleransi masih terjadi di masyarakat. 

Lukman mengatakan,  pertemuan ini adalah pertemuan para guru-guru besar, di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Mereka berkumpul, agar memiliki persepsi yang sama.

"Jadi, bagaimana para guru besar ini bisa memiliki persepsi cara pandang yang sama pada persoalan-persoalan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia," ujar Lukman pada Islamic Higher Education Professors Summit (IHEP) dengan tema Membingkai Agama dan Kebangsaan di Hotel Grand Aquila, Kota Bandung, Sabtu (8/13). 

Terkait dengan masih adanya praktik intoleransi, menurut Lukman, tentu harus ada terutama cara pandang yang sama. Melihat cara seperti itu, yang lebih penting itu penyikapan bagaimana menindaklanjuti hal yang bisa merusak keutuhan dalam bangsa yang majemuk. 

Langkah nyatanya, kata dia, tentu banyak sekali. Karena, mereka guru besar basisnya adalah pendidikan guru besar perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. Dengan dasar tersebut, tentu tidak hanya di lingkup lembaga atau institisi pendidikan saja. 

Guru besar, kata dia, sebagai sebuah gelar yang dimiliki seseorang sebagai gelar tertinggi secara akademik tentu lebih diharapkan kontribusi dan sumbangsihnya untuk langsung terjun ke masyarakat. 

"Serta mengisi ruang publik dengan pandangan-pandangan yang bisa dipertanggungjawabkan secata akademik, ilmiah," katanya.

Harapannya, menurut Lukman,  tentu para guru besar tidak hanya terbelenggu pada lembaga atau institusi pada pendidikan keagamaan saja. Tapi, mengisi ruang ruang publik terjun ke masyarakat.

"Lalu kemudian mengisi sosial media dengan pandangan-pandangan keagamaan yang berdasarkan akademik," kata Lukman.   

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RK55Mq
December 08, 2018 at 08:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RK55Mq
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Tekuk Persipura, Pelatih PSIS Bersyukur

Para penggawa Mahesa Jenar tidak pernah putus asa meski tertinggal 0-1.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Tim tuan rumah PSIS Semarang menang 2-1 atas Persipura Jayapura dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (1/12). Dua gol kemenangan tim Mahesa Jenar dicetak striker Bruno Silva pada awal dan akhir babak kedua. Gol tim tamu diciptakan Todo Rivaldo Albert Ferre.

Pelatih PSIS Jafri Sastra menyampaikan rasa syukur atas kemenangan PSIS. Kemenangan atas Persipura mengantar PSIS meraih tiga poin penuh.

Menurut Jafri, anak asuhnya tampil tidak kenal lelah. Para penggawa Mahesa Jenar tidak pernah putus asa meski tertinggal 0-1 di babak pertama.

"Pada babak pertama kami bisa membalas dan ini bukan pekerjaan yang mudah. Ini bukan permainan yang mudah untuk mememangkan pertandingan. Hal ini patut kami syukuri. Kami tampil di laga kandang terakhir dan bisa menang," kata Jafri menjelaskan.   

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rgo85r
December 01, 2018 at 08:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rgo85r
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Kemendag: Skema Baru Penyerapan Beras Jamin Stabilitas Harga

Skema baru ini menuntut kinerja aktif dari Perum Bulog dalam menyerap beras petani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan, skema baru penyerapan beras yang akan diterapkan oleh Bulog akan berdampak positif terhadap masyarakat. Sebab, penyerapan beras akan lebih efektif sehingga ketersediaan dan harga di pasaran dapat lebih terjamin kestabilannya.

Karyanto mengatakan, dengan penerapan skema baru yang melibatkan pembiayaan dari pemerintah melalui APBN memungkinkan Bulog bergerak lebih leluasa. "Khususnya, tanpa harus memikirkan kerugian dari selisih harga beli dari petani dengan harga jual ke masyarakat," tuturnya ketika dihubungi Republika, Kamis (29/11).

Karyanto menambahkan, dengan catatan, Bulog juga harus melaksanakan penugasan oleh regulator. Sebagai operator, Bulog wajib mengikuti penugasan sesuai mekanisme yang ditetapkan. Termasuk dalam melakukan operasi pasar ketika ketersediaan beras di pasaran sudah dirasa berkurang.

Karyanto menjelaskan, skema baru ini juga menuntut kinerja aktif dari Bulog. Sebab, beras yang ada di gudang harus segera digelontorkan ke pasar langsung ke pedagang agar dapat mengerek harga turun hingga ke Harga Eceran Tertinggi (HET). "Dampaknya dijamin lebih efektif dan efisien (terhadap suplai beras)," ucapnya.

Selain Bulog, Karyanto mengatakan, pemerintah juga turut aktif mengatasi kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok. Khususnya dalam menghadapi hari raya Natal dan pergantian tahun baru.

Pemerintah melakukan tiga langkah antisipatif dalam menghadapi akhir tahun. Di antaranya, mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan memantau harga secara nasional di tiap daerah. Karyanto menjelaskan, pemerintah juga memastikan kesiapan pelaku usaha untuk menghindari kekurangan stok.

Terakhir, pemerintah melakukan pengawasan bahan pokok yang beredar. Tujuannya, untuk menjamin masyarakat terhindar dari barang kedaluwarsa atau ilegal. "Dengan berbagai upaya ini, diharapkan stok dan harga pangan jelang akhir tahun bisa terjaga stabil," tutur Karyanto. 

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan skema baru penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP). Upaya ini guna mempermudah Bulog dalam melaksanakan tugas penyerapan gabah dan menjaga kondisi keuangannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah akan memperhitungkan selisih biaya dan pendapatan Bulog dalam setiap pembelian maupun penjualan serta operasi pasar beras. Selisih tersebut yang kemudian akan ditutup oleh APBN agar Bulog tidak merugi.

Darmin mengatakan, keputusan ini sudah disepakati kementerian/ lembaga terkait dalam rapat koordinasi beberapa hari lalu. Skema baru akan berlaku pada 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DQZksi
November 29, 2018 at 08:48PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DQZksi
via IFTTT
Share: