Showing posts with label 2019 at 01:52PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 01:52PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

KPU: Sengketa Pilpres Jadi Prioritas, Sidang Mulai 14 Juni

MK mendahulukan penanganan untuk sengketa perselisihan hasil Pilpres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum menyatakan sesuai jadwal dari Mahkamah Konstitusi (MK), penanganan untuk sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres didahulukan. Sidang perdana perkara PHPU Pilpres akan digelar pada 14 Juni. 

Hal tersebut diungkapkan Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari, menanggapi tahapan penanganan PHPU Pilpres yang sudah disusun oleh MK. "Kalau melihat kerangka jadwal yang disiapkan oleh MK, ya nampaknya MK memprioritaskan untuk memeriksa perkara (pemilihan) presiden dulu. Kemudian sembari berjalan untuk pemilu DPR. Tetapi (MK) tetap memprioritaskan untuk pemeriksaan perkara PHPU Pilpres," ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat,  Sabtu (25/5).

Dalam perkara PHPU pilpres, KPU merupakan pihak termohon. KPU, kata Hasyim, adalah satu-satunya pihak termohon atau tergugat. 

Sementara itu, BPN Prabowo-Sandiaga Uno sebagai pihak pemohon. Adapun TKN Jokowi-Ma'ruf Amin adalah pihak terkait dalam perkara PHPU Pilpres tersebut.  

Objek gugatan, sengketa PHPU Pilpres adalah Surat Keputusan (SK) KPU nomor 987/PL.01.8-KPT/06/KPU/V/2019 Tentang Penetapan Hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Serta DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota Secara Nasional dalam Pemilu 2019. SK itu ditetapkan Selasa, 21 Mei 2019 pukul 01.46 WIB.

Berdasarkan SK tersebut, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh 85.607.362 (55,50 persen) suara sementara paslon Prabowo-Sandi memperoleh 68.650.239 (44,50 persen) suara. Hasil tersebut ditolak oleh BPN Prabowo-Sandiaga Uno dan atas penolakan itu mereka mengajukan gugatan PHPU pilpres ke MK pada Jumat (24/5) malam. 

Hasyim mengatakan pihaknya telah menunjuk lima firma hukum untuk mendampingi dalam menghadapi gugatan PHPU pilpres di MK. Kelimanya nanti juga akan menjadi pendamping KPU dalam gugatan PHPU pileg dan PHPU pemilihan anggota DPD.  Data yang diterima KPU hingga Jumat sore,  tercatat ada 316 gugatan PHPU Pileg yang didaftarkan dan sembilan gugatan PHPU pemilihan anggota DPD yang didaftarkan ke MK.  

"KPU sudah menyiapkan beberapa lawyer untuk menghadapi sidang-sidang di MK dan kami pastikan bahwa tim pengacara ini yang sudah punya pengalaman mendampingi KPU, baik pusat maupun daerah, provinsi, kabupaten/kota dalam persidangan perselisihan hasil pemilu dan pilkada," kata Hasyim.  

Berikut ini jadwal penanganan PHPU Pilpres dan Pileg

1. Pilpres 

Mei

• 21-24 Mei pukul 24.00 WIB

penyampaian permohonan 

Juni

• 11 Juni Buku Registrasi Perkara Konstitusi  (BRPK)

• 12 Juni penyerahan jawaban dan alat bukti

• 13 Juni perbaikan jawaban dan alat bukti

• 14 Juni pemeriksaan pendahuluan

• 17 Juni pemeriksaan saksi

• 24 Juni - 27 Juni Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH)

• 28 Juni Putusan PHPU Pilpres.

2. Pileg

Mei 

• 21-24 Mei pukul 1.46 WIB,  penyampaian permohonan 

Juli 

• BRPK

· 1 Juli - 2 Juli penyampaian salinan permohonan dan pemberitahuan sidang pertama

• 5 Juli -12 Juli Penyerahan jawaban dan alat bukti

• 9 Juli-12 Juli pemeriksaan pendahuluan

• 11 Juli-26 Juli perbaikan jawaban 

• 15 Juli-30 Juli pemeriksaan saksi

• 31 Juli -5 Juli agustus RPH 

Agustus 

• 1 Agustus -5 Agustus RPH

• 6 Agustus -9 Agustus Putusan

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ExQVth
May 25, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ExQVth
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 1, 2019

Kakek yang Hilang di Sungai Citarik Ditemukan Meninggal

Kakek yang hilang tergelincir di sungai Citarik ditemukan meninggal dunia

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Ahim (70), warga Kampung Putes, Desa Cibodas yang tergelincir di sungai Citarik, Kabupaten Bandung, Senin (29/4) dan hilang berhasil ditemukan Rabu (1/5) pagi. Kondisi korban saat pertama kali ditemukan oleh petugas diketahui telah meninggal dunia.

Humas Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor mengungkapkan saat ditemukan oleh tim petugas gabungan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

"Korban di evakuasi pukul 08.00 wib dan langsung dibawa ke rumah duka, serah terima 08.30 Wib. Korban ditemukan didekat pintu air kurang lebih 2 Km dari lokasi tergelincir," ujarnya melalui pesan singkat kepada Republika.co.id, Rabu (1/5). 

Menurutnya, unsur yang terlibat dalam pencarian yaitu Basarnas Jabar, BPBD Kabupaten Bandung, Polsek Solokan Jeruk dan Koramil Majalaya. Serta unsur masyarakat dan pemerintah desa serta kecamatan.

"Tim rescue kembali ke kantor dan mengusulkan agar penutupan operasi SAR," ungkapnya. Katanya, korban yang tengah berada di pinggir sungai tergelincir. Sehingga masuk ke sungai Citarik, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung.

Ia mengungkapkan, selama proses pencarian pihaknya menerjunkan rescue car, rubber boat satu unit dan perlengkapan pendukung lainnya. "Pencarian kembali dilanjutkan dengan menggunakan perahu karet dan penyisiran tepi sungai," katanya.

Menururtnya, tim dibagi menjadi dua. Tim pertama yang menggunakan perahu karet berusaha membuat gelombang dengan cara membuat angka delapan di permukaan air. Sementara tim darat menyisir sepanjang tepi sungai hingga tiga kilometer.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J44F24
May 01, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J44F24
via IFTTT
Share:

Wajah Toleransi Beragama Indonesia Dipromosikan di Slowakia

Wajah toleransi beragama Indonesia diapresiasi warga Slowakia.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Kedutaan Indonesia di Bratislava, Slowakia bekerja sama dengan Constantine the Philosopher University di Nitra menggelar pameran foto koleksi Pavol Demes, mantan menteri luar negeri Slowakia. Pameran foto mengenai kehidupan beragama di Indonesia.   

Pameran foto yang bertema Indonesia: Unity in Diversity di Constantine the Philosopher University  itu berlangsung di Nitra, Slowakia pada 24 April-10 Mei.

Pensosbud KBRI Bratislava, Lely Meiliani, dalam keterangan kepada Antara London, Rabu (1/5), menyebutkan foto yang ditampilkan merupakan foto-foto koleksi Pavol Demes saat berkunjung ke Indonesia pada April dalam rangka mempelajari kehidupan beragama di Indonesia yang memiliki keragaman budaya, agama, dan ras. Terdapat sekitar 75 foto ditampilkan yang menggambarkan kehidupan beragama di Indonesia.

Dubes Indonesia untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso, dalam sambutan pembukaan pameran foto menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari pihak universitas dan Pavol Demes sehingga pameran foto ini dapat terealisasi.

Menurut dia, sangat penting bagi Indonesia menginformasikan kepada publik Slowakia khususnya generasi muda Slowakia untuk mengenal Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan konsistensi menjaga toleransi beragama.

Dia mengatakan, melalui pameran ini diharapkan dapat diberikan pengertian bahwa setiap agama membawa ajaran kebaikan sehingga tidak perlu ada sentimen terhadap agama tertentu. 

Untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai Indonesia, Dubes Adiyatwidi Adiwoso memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di Constantine the Philosopher University bertema Faces of Indonesia.

Kuliah umum ini memberikan gambaran kepada mahasiswa Slowakia mengenai kekayaan seni budaya, agama, suku bangsa, dan sejarah migrasi nenek moyang Indonesia yang berasal dari berbagai benua.

Sementara itu Pavol Demes memberikan presentasi berupa photo lecture. Dia memberikan penjelasan dari setiap foto yang ditampilkan sebagai representasi keragaman budaya dan agama di Indonesia, dan lima dasar dari Pancasila serta Bhinneka Tunggal yang menjadi dasar bagi rakyat Indonesia dalam hidup saling berdampingan dengan segala perbedaan yang ada.

Apresiasi disampaikan para undangan dan mahasiswa yang melihat pameran foto dan mengikuti presentasi Dubes Adiyatwidi dan Pavol Demes.

Menurut mereka, tidak terbayangkan Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dapat menghormati keberadaan agama lain, walau tidak dapat dimungkiri terdapat kelompok yang beraliran keras. Namun, negara memberikan jaminan dan kepastian kepada rakyatnya beribadah sesuai agamanya masing-masing

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan resepsi dan hidangan kue-kue khas Indonesia seperti onde-onde, lapis singkong, risoles, kue lumpur dan dadar gulung.

Constantine the Philosopher University berada di Nitra yang berjarak sekitar 100 km dari Bratislava. Universitas ini merupakan salah satu dari enam universitas terbesar di Slowakia dengan lima fakultas utama yaitu Faculty of Arts, Faculty of Central European Studies, Faculty of Education, Faculty of Natural Sciences, dan Faculty of Social Sciences and Health Care.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ITLzfU
May 01, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ITLzfU
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

Aktif Bergerak Tekan Risiko Kematian Dini pada Orang Gemuk

Aktif bergerak dapat menekan risiko kematian dini pada mereka yang bertubuh gemuk

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Aktif bergerak dapat menekan risiko kematian dini pada mereka yang bertubuh gemuk atau obesitas. Penelitian mengklaim orang gemuk yang bepergian dengan mobil memiliki risiko kematian 32 persen lebih tinggi daripada orang yang memiliki berat normal dan terlibat dalam perjalanan aktif.

Studi ini dipresentasikan pada European Congress of Obesity. Analisis mereka mencakup 163.149 peserta UK Biobank yang telah ditindaklanjuti selama rata-rata lima tahun. Kisaran usia responden berada di rentang 37 hingga 73 tahun. Sebanyak 50,8 persennya adalah perempuan.

Obesitas didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (BMI) (kg/m2) yang lebih besar dari 30. Responden diklasifikasikan dalam salah satu kelompok seperti mengendarai mobil, berjalan, bersepeda (aktif-campuran), hanya bersepeda, dan hanya berjalan kaki.

Ketua penelitian Carlos Celis mengatakan selama masa tindak lanjut, total 2.425 peserta meninggal dan 7.973 terkena penyakit jantung. Dibandingkan dengan orang berat badan sehat dan pergantian aktif campuran (berjalan dan bersepeda ke dan dari tempat kerja), orang gemuk yang bepergian dengan mobil dikaitkan dengan risiko 32 persen lebih tinggi untuk kematian dini. Orang gemuk yang jarang bergerak juga dua kali lipat berisiko menghadapi kematian akibat penyakit jantung dan peningkatan 59 persen risiko penyakit jantung tidak fatal.

Orang dengan obesitas yang menjadi penglaju aktif menunjukkan bersepeda atau berjalan kaki ke dan dari tempat kerja dapat mengurangi efek buruk dari obesitas. Risiko penyakit jantung masih meningkat sebesar 82 persen pada komuter aktif dengan obesitas dibandingkan dengan komuter aktif berbadan normal.

Penulis menyimpulkan temuan ini bersifat kausalitas. Hasil studi menunjukkan orang dengan obesitas berpotensi mengurangi risiko kematian dini jika mereka terlibat dalam perjalanan aktif. Terlepas dari berat badan seseorang, menjadi aktif secara fisik dapat mengurangi risiko berlebih yang terkait dengan obesitas.

“Tetapi dibandingkan dengan bentuk lain dari aktivitas fisik, seperti kelas olahraga dan latihan, komuter aktif dapat mengimplementasikannya ke dalam tubuh dan rutinitas harian. Di saat yang sama dapat meningkatkan tingkat aktivitas fisik secara keseluruhan dan membantu memenuhi rekomendasi aktivitas fisik terkini untuk kesehatan,” ujar mereka, seperti yang dilansir Times Now News, Senin (29/4).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ULJB2z
April 29, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ULJB2z
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Clippers Paksa Warriors Mainkan Gim Keenam

Los Angeles Clippers berhasil menaklukkan Golden State Warriors dengan skor 129-121.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Los Angeles Clippers berhasil menaklukkan Golden State Warriors dengan skor 129-121 dalam gim kelima putaran pertama play-off Wilayah Barat NBA di Oracle Arena, Kalifornia, Amerika Serikat, Kamis (25/4) WIB. Kemenangan itu mengubah kedudukan seri menjadi 2-3 dan gim keenam harus dimainkan untuk mencari tim yang berhak lolos ke putaran kedua, demikian catatan laman resmi NBA.

Jika kemudian Clippers berhasil menjungkalkan prediksi umum dan membalikkan keadaan menjadi 4-3, ini menjadi kali kedua Warriors menderita hal serupa. Sebelumnya, Stephen Curry dkk membuang sia-sia keunggulan 3-1 dalam seri play-off sebagaimana mereka alami pada rangkaian final NBA 2016 kontra Cleveland Cavaliers.

Tentu saja, hal itu tak semudah kedengarannya. Dalam gim keenam di Staples Center pada Sabtu (27/4) WIB nanti, Clippers tentu membutuhkan penampilan prima untuk memenangi gim kelima. Di Oracle Arena, Lou Williams yang dua kali penyabet gelar Pemain Cadangan Terbaik NBA membuktikan ia pantas menyandangnya dengan mengemas dwiganda 33 poin dan 10 assist untuk menyokong kemenangan Clippers.

Williams dibantu 26 poin dan tujuh rebound milik Danilo Gallinari, 24 poin Montrezl Harrell, dwiganda 17 poin dan 14 rebound Patrick Beverley serta 15 poin JaMychal Green.

Kontribusi-kontribusi itu tentu dibutuhkan, guna membendung Warriors yang starting five-nya sarat bintang, namun tak banyak mendapatkan bantuan berarti dari bangku cadangan.

Di gim kelima, Kevin Durant memborong 45 poin, Stephen Curry 24 poin dan Klay Thompson 22 poin, selebihnya tak satupun membukukan dua digit di departemen apapun.

Sekali lagi, sepintas terdengar mudah, namun Clippers punya tugas yang sangat berat. Terlebih, dalam dua laga kandang mereka di rangkaian putaran pertama kali ini, Clippers selalu menelan kekalahan dari Warriors.

Jika, Warriors berhasil mengulang kemenangan, mereka akan lolos ke putaran kedua. Sebaliknya, kalau Clippers yang menang gim ketujuh akan digelar kembali di Oracle Arena pada Senin (29/4) WIB

Siapapun yang berhasil melangkah ke putaran kedua sudah ditunggu Houston Rockets yang baru saja memastikan kelolosan usai menyingkirkan Utah Jazz 4-1. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VqbOQX
April 25, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VqbOQX
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Polisi Wafat Saat Kawal Pemilu Dapat Kenaikan Pangkat

Sembilan polisi wafat saat bertugas mengawal pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah personel polisi meninggal dunia saat bertugas mengamankan Pemilu 2019. Polri pun akan memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada seluruh polisi tersebut.

“Ya betul. Anggota (polisi) yang gugur dalam tugas mengamankan Pemilu 2019 mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat semula,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada Republika.co.id, Ahad (21/4).

Sedikitnya sembilan polisi di berbagai daerah meninggal saat menjalankan tugas mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) dan setelah penghitungan suara. Berikut nama-nama polisi yang gugur beserta pangkat terakhirnya:

1.       Aiptu M. Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi, Jawa Barat, meninggal karena kelelahan setelah mengawal distribusi kotak suara.

2.       Aiptu M. Supri, anggota Polresta Sidoarjo, meninggal saat berjaga di TPS 21 Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian Sidoarjo, Jawa Timur, meninggal karena kelelahan.

3.       AKP Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kalimantan Timur, meninggal karena sakit.

4.       Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme, Polres Bondowoso, Jawa Tengah, meninggal karena kecelakaan menuju TPS.

5.       Bripka Ichwanul Muslimin, anggota Polres Lombok Tengah Polda NTB, meninggal karena kecelakaan saat menuju salah satu polsek untuk apel kesiapan pengamnan TPS.

6.       Aipda Stef Pekualu, anggota Polres Kupang NTT, meninggal karena kecelakaan usai mengawal kotak suara di kantor panitia pemilihan kecamatan (PPK), Kupang Timur.

7.       Brigadir Arif Mustaqim, anggota Brimob Cikarang Polda Metro Jaya, meninggal saat mengawal Pemilu 2019.

8.       Brigadir Slamet Dadiri, anggota Polsek Tosari Polres Pasuruan, meninggal karena kecelakaan saat mengawal Pemilu 2019.

9.       Brigjen Syaiful Zachri, Dibinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, meninggal karena serangan jantung setelah bertugas mengamankan pemilu di Labuan Bajo, NTT.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GyfmrZ
April 21, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GyfmrZ
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Azimah: Hati-Hati Akibat Ekspose Kasus Audrey

Pemberitaan kekerasan yang berlebihan akan menimbulkan efek Mirror Neuron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat kembali heboh atas kasus kekerasan pada anak. Kali ini pelakunya cukup banyak yaitu 12 orang siswa SMA. Sementara korbannya siswa SMP berusia 14 tahun. Peristiwa yang terjadi 29/3/2019 di Pontianak, Kalimantan Barat ini menuai dukungan masyarakat di dunia maya sangat tinggi agar keadilan bisa ditegakan atas nama korban. Terbukti dari Tagar justiceforaudrey sampai tulisan ini dibuat sudah mencapai 45.987 postingan publik.

Berawal dari saling sindir di media sosial karena hubungan asmara salah satu pelaku dengan saudara korban yang berujung pada kekerasan ini, perlu jadi perhatian semua pihak. “Tingginya intensitas penggunaan media sosial oleh pelajar, membuat penggunaannya cenderung kurang produktif bahkan menjurus pada cyber bullying hingga berujung pada kekerasan di dunia nyata," ujar Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi Azimah Subagijo dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Kamis (11/4).

Azimah menjelaskan, perilaku kekerasan yang dilakukan 12 anak di Pontianak tersebut, perlu dilihat juga lingkungan tempat anak-anak berada. Hal ini karena potensial mereka meniru sikap buruk dari orang dewasa di sekitarnya atau juga dari media yang mereka akses.

”Anak-anak adalah peniru yang ulung. Apa yang mereka lihat dan dengar baik langsung maupun melalui media bila terus-menerus, dapat mempengaruhi perilaku mereka. Untuk itu pengawasan dari orangtua dan orang dewasa di sekitarnya sangat penting,” imbuh komisioner Komisis Penyiaran I 2010-2016 ini.

Azimah menyitir sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan saraf Italia bernama Giacomo Rizzolatti dari Universitas Parma sekitar tahun 1980-an, yang menjelaskan kerja otak saat menonton sesuatu dan membandingkannya dengan saat seeorang melakukan suatu aktivitas yang ditonton tersebut. 

Penelitian tersebut  dilakukan dengan men-scan otak seseorang yang menonton dan melihat orang sedang bermain piano. Kemudian dilakukan pula scan otak pada orang yang melakukan aktivitas bermain piano. Hasilnya adalah scan otak dari orang yang menonton orang bermain piano sama persis dengan orang yang langsung melakukan atau bermain piano dalam dunia nyata. Inilah yang dikenal dengan istilah Mirror Neuron.

“Otak kita punya kemampuan “mirror neuron” yaitu ketika kita melihat sesuatu maka otak akan menganggap/ menempatkan seolah-olah kita benar-benar melakukan hal yang kita lihat tersebut," ujarnya. 

Contoh lain dari cara  kerja “mirror neuron” adalah saat kita ikut mengaduh atau menahan nyeri saat menonton tayangan orang yang terjatuh atau terluka, atau merasa ikut makan saat kita melihat  iklan TV, saat seorang karakter mengambil produk makanan dan membawanya dari tangannya dan memasukannya ke mulut. 

Namun, mirror neuron juga yang menjadi penyebab orang meniru tindakan kekerasan yang mereka lihat, seperti perilaku menindas seseorang di sekolah, atau mengambil senjata dengan niat menembak sebanyak mungkin orang.

Untuk itu, Azimah yang juga aktif sebagai fasilitator nasional Sistem Perlindungan Anak ini, menyarankan ekspose terhadap perilaku buruk 12 anak tersebut yang menimbulkan sejumlah luka fisik, jangan sampai berlebihan. Selain dapat membuat trauma pada korban terus berlanjut, juga dapat menimbulkan pengaruh negatif berupa penghakiman sosial yang berlebihan kepada pelaku oleh publik yang padahal notabene mereka anak-anak pula (belum berusia 18 tahun), termasuk peniruan perilaku brutal ini oleh anak-anak lainnya. 

Meskipun bentuk kecaman masyarakat sebagian besar tertuju pada pelaku dan juga desakan kepada aparat penegak hukum agar memberi sanksi yang membuat pelaku jera, terutama juga didorong karena geram melihat para pelaku yang masih berusia anak-anak tidak terlihat merasa bersalah saat diperiksa polisi. 

Bahkan, para pelaku sempat selfie dan juga bergaya ‘boomerang’ sebagaimana terlihat dari postingan di akun media sosial pelaku. Namun, menyamakan pelaku agar dihukum secara formal sebagaimana orang dewasa juga bukan tindakan bijaksana.

Azimah menyarankan, berbagai pihak yang berwenang dalam penyelesaian kasus ini melakukan pendekatan restorative justice (keadilan yang merestorasi). Hal ini mengingat baik pelaku maupun korban masih berusia anak-anak. Sehingga, penanganannya juga harus disesuaikan dengan memperhatikan kepentingan terbaik untuk anak.

“Kasus Audrey ini sudah menyita perhatian masyarakat luas. Untuk itu penting aparat penegak hukum menciptakan keadilan bagi korban maupun pelaku yang bisa diterima oleh masyarakat luas," ucapnya. 

Namun, sambung dia, bukan sekadar menekan aparat agar menghukum pelaku seberat-beratnya, akan tetapi juga memberi kesempatan pada pelaku yang notabene anak-anak ini yang lebih mendidik. "Yaitu untuk menebus kesalahan yang telah diperbuatnya dengan mekanisme ganti rugi, kerja sosal, hukuman percobaan, atau bentuk-bentuk penebusan kesalahan lainnya selain penjara,” tandas Azimah yang saat ini juga menjadi calon anggota DPRRI dari Dapil DKI Jakarta 3 dari Partai Golkar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X4m4f0
April 11, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X4m4f0
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

TKN: Ada Penggiringan Opini Pilpres 2019 Penuh Kecurangan

Kemunculan hoaks yang menyerang KPU menjadi bukti kubu Prabowo-Sandi panik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Maruf Amin, Lukman Edy, menyebut ada upaya penggiringan opini dari paslon 02 bahwa pelaksanaan Pilpres 2019 akan penuh kecurangan. Salah satunya isu server KPU yang sudah diatur memenangkan Jokowi.

Menurutnya, kemunculan hoaks yang menyerang KPU menjadi bukti kubu Prabowo-Sandiaga sebenarnya panik. "Mereka sengaja mengada-ada bahwa pihaknya hanya kalah jika dicurangi. Padahal, tanpa dicurangi pun mungkin mereka sudah kalah. Sehingga terciptalah konstruksi ‘kecurangan’ atau ‘dicurangi’ yang sengaja dibuat-buat oleh mereka,  kata Lukman Edy dalam keterangan resmi, Ahad (7/4).

Politikus PKB itu menilai upaya penggiringan opini sudah terbaca oleh masyarakat. Dengan demikian, ia meyakini masyarakat tidak percaya dan setuju terhadap narasi yang dikembangkan paslon 02.

"Tambahan lagi berbagai pihak telah melaporkan hoaks yang diproduksi kubu paslon 02. Terakhir Polisi juga tengah memproses hoaks server KPU ini," ujarnya.

Ketimbang terus melontarkan hoaks, Lukman berharap kubu paslon 02 mempersiapkan para pendukung Prabowo-Sandiaga menerima kekalahan mereka pada pilpres 17 April mendatang.

"Tidak perlu mendorong-dorong people power atau mengerahkan emak-emak untuk menjaga TPS. Lebih baik beri penyadaran bahwa pilpres adalah ajang 5 tahunan dan perjuangan bisa dilanjutkan dengan mengawal kubu yang menang agar memerintah dengan baik," ucapnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uTjSdS
April 07, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uTjSdS
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 2, 2019

Pink Kesal dengan Para Troll Internet, Kenapa?

Troll internet membuat Pink kesal dengan komentar-komentar pedas mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengguna internet aktif tentu sudah tidak asing dengan troll di internet. Troll adalah istilah bagi warganet yang doyan menyebar provokasi, memancing emosi, bahkan kebencian. Banyak selebritas dunia yang dibuat kesal oleh troll, salah satunya Pink.

Pelantun "What About Us" itu membalas komentar pedas yang ditulis di foto Instagram-nya. Para troll mengkritik postingan foto Pink yang memperlihatkan putranya Jameson Moon Hart (2 tahun) tanpa mengenakan popok, saat ia dan putrinya Willow Sage (7 tahun) sedang memberi makan seekor pelikan di pantai.

Pink berpikir ada "sesuatu yang sangat salah" dengan troll internet.

"Berbicara tentang penis bayiku? Tentang sunat??? Apakah Anda benar-benar nyata? Seperti halnya ibu normal di pantai, aku bahkan tidak menyadari dia melepas popok renangnya," tulis Pink membalas komentar para troll, seperti dikutip Page Six, Selasa (2/4).

Serangan troll memang membuat Pink menghapus foto asli, tetapi ia kemudian mengunggahnya kembali setelah mengedit foto itu dengan menutupi area pribadi putranya.

Dia kemudian menulis caption pada postingannya seperti berikut, "Aku menghapusnya karena kalian semua menjijikkan. Dan sekarang saya mematikan komentar saya dan menggelengkan kepala pada keadaan media sosial dan pejuang papan ketik, dan hal negatif yang Anda bawa ke kehidupan orang lain. Ada sesuatu yang sangat salah dengan banyak dari kalian ada di sana."

Suami Pink, Carey Hart, juga sebelumnya dikritik karena cara pengasuhannya di masa lalu. Pada bulan Januari, troll mengecam Hart karena mengajari putrinya menembak.

"Pernahkah berpikir betapa hebatnya jika orang tidak memiliki hak untuk memberikan komentar jahat di halaman orang lain?" ujar Hart.

"Banyak yang tidak saya setujui dari postingan orang yang saya ikuti. Tebak apa yang saya lakukan? Biarkan saja," kata Hart.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FILxTX
April 02, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FILxTX
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

TKN Ungkap Alasan Banten Jadi Lokasi Pertama Kampanye Akbar

Banten adalah provinsi tempat kelahiran Kiai Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Banten menjadi provinsi pertama yang akan menjadi lokasi pertama kampanye terbuka bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Salah satu alasan menjadikan Banten sebagai lokasi pertama, karena Kiai Ma'ruf Amin lahir di provinsi tersebut.

"Ini momentum baik bagi Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin untuk memulai di sebuah tempat yang dalam konteks kesejarahan begitu luar biasa," ujar Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi, Ahad (24/3).

Selain itu, Banten juga dianggap sebagai salah satu provinsi yang memiliki jumlah penduduk yang banyak. Sehingga diharapkan, jelang Pemiliha Presiden (Pilpres) 2019, elektabilitas pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin dapat terus meningkat.

"Ketika kampanye dihadiri Pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf, seluruh partai koalisi Indonesia Kerja bergerak ke Banten," ujar Hasto.

Perlu diketahui, kampanye terbuka akan dimulai pada hari ini 24 Maret hingga 13 April mendatang. TKN Jokowi-Ma'ruf Amin akan melakukan kampanye terbuka perdananya di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Banten.

Pada hari selanjutnya, TKN akan melakukan kampanye terbuka di Banyuwangi, Jember, dan Malang. Sedangkan pada 26 Maret 2019, kampanye terbuka akan digelar di Aceh, dan Pekanbaru, Riau.

Selanjutnya, pada 27 Maret 2019, Jokowi dijadwalkan berkampanye di Pontianak, Kalimantan Barat. Pada 28 Maret 2019, Jokowi akan menghadiri kampanye di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan berlanjut ke Mamuju, Sulawesi Barat.

Untuk 29 dan 30 Maret, TKN belum merilis lokasi dilaksanakannya kampanye terbuka. Namun, rencananya pada dua tanggal tersebut, kampanye terbuka akan digelar di lokasi yang berada di sekitar Jakarta, guna bersiap untuk menghadapi debat Pilpres ke empat. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Czgfyg
March 24, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Czgfyg
via IFTTT
Share:

Saturday, March 16, 2019

Prihatin Kondisi Bangsa, Gerakan Nusantara Bertauhid Hadir

PKB mengajak seluruh komponen bangsa melakukan upaya batin jaga ketauhidan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar beberapa waktu lalu meluncurkan gerakan Nusantara Bertauhid. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PKB, M Hanif Dhakiri, mengatakan dengan Nusantara Bertauhid, PKB mengajak kepada seluruh komponen bangsa, terutama umat Muslim melakukan upaya batin untuk menjaga katauhidan dan persatuan.

“Berdoa agar bangsa Indonesia selalu bersatu dalam ukhuwah islamiyah (persaudaraan antar umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga bangsa) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia),” kata Hanif Dhakiri seperti dalam siaran persnya, Sabtu (16/3).

Gerakan Nusantara Bertahuhid, lanjutnya, juga dimaksudkan agar Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 nanti berlangsung aman, damai, jujur. Serta diharapkan Pemilu menghasilkan pemimpin yang memberikan kerja nyata bagi seluruh bangsa Indonesia.

Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meluncurkan gerakan Nusantara Berauhid. Gerakan ini sebagai wujud keprihatinan atas dinamika sosial dan politik yang terjadi di tanah air saat ini, terutama menjelang perhelatan Pemilu 17 April 2019.

Ketua Umum PKB ini melihat sendi-sendi kehidupan kebangsaan, kenegaraan, dan kemasyarakatan mengalami berbagai ujian yang tidak ringan. Ancaman hoaks, radikalisme, terorisme, kesenjangan ekonomi dan sosial, pudarnya nilai keagamaan, pergaulan bebas, narkoba, LGBT, perilaku menang sendiri, makin menambah berat perjuangan mewujudkan negara sejahtera dan makmur lahir serta batin.

“Gerakan Nusantara Bertauhid adalah gerakan moral keagamaan yang kami rumuskan sebagai tanggungjawab kami atas situasi mutakhir bangsa, dimana sesama umat muslim, maupun antara umat beragama dibuat renggang dan diadu-dimba oleh fitnah dan hoaxs media sosial yang tersetruktur massif. Kami prihatin,” tutur Cak Imin usai pencanangan Gerakan Nusantara Bertauhis di Masjid Almunawar, Ciganjur, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019, lalu.

Masyarakat, lanjut Cak Imin, tak boleh menyerah. Tak boleh membiarkan ketidak beresan ini terus terjadi. Bangsa ini harus bersama-sama membenahi segala masalah dengan kerja keras dan berjibaku mengerahkan segala daya upaya. Juga sepatutnya bersama-sama mengangkat kedua tangan berdoa kepada Allah SWT untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

“Kita harus optimistis Pemilu akan terlaksana dengan damai. Umat harus tetap bersatu dalam dukungan yang berbeda. Umat harus tetap akur dalam perbedaan pilihan. Dengan membaca Alquran dan bershalawat, yakinlah Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan pertolongannya kepada bangsa Indonesia," kata Wakil Ketua MPR ini.

Terkait hal itu, Cak Imin mengajak seluruh umat Islam di Indonesia turut bergabung dan berpartisipasi membaca dan mengkhatamkan Alquran serta bersalawat secara serentak dalam gerakan Nusantara Bertauhid yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 maret – 14 april 2019. Acara ini akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia bersama para ulama, kyai, hafiz, qori serta santri dan masyarakat umum.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2udJD8o
March 16, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2udJD8o
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Di Yogyakarta Ada Warung Soto Berusia Seabad

Soto Kadipiro adalah salah satu heritage Yogyakarta

Oleh: Ilham Bintang, Jurnalis Senior dan Pimred Media Cek and Ricek

Kami makan siang di Rumah Makan Soto Kadipuro, jalan Wates, Kadipiro, Yogyakarta, Sabtu (19/1) siang. Setiap ke Yogyakarta memang saya selalu mengagendakan bersantap soto atam dan ayam goreng di sini. Sotonya enak, ayam gorengnya khas. Dagingnya lembut.


Saya diperkenalkan pertama kali dengan soto Kadipiro oleh almarhum Soedwikatmono, pengusaha nasional. 
Pak Dwi — panggilan Soedwikatmono— bercerita bahwa ia sudah melanggani soto sejak usia anak-anak.

Soto Kadipiro memang termasuk heritage Yogyakarta. Rumah makan ini didirikan oleh Atmojo tahun 1921, hampir seabad lalu. Setelah Atmojo wafat, usaha itu dilanjutkan oleh puteranya, Rambat. Kini Soto Kadipiro dikelolah oleh Hendy Suherly, putera Rambat atau cucu Atmojo.

Awalnya, Atmojo memulai jualan soto itu dengan cara pikulan. Berjualan di Kraton dan Pasar Beringhardjo. Kemudian mangkal di tempat sekarang ini di jalan Wates.
Di Yogyakarta, jangan kaget kalau menemui ada banyak Soto Kadipiro di sana.

Di jalan Wates saja ada empat. Yang berjualan masih turunan ketiga Atmojo, dari empat anaknya. Tapi yang heritage itu adalah di sini, di rumah tempat tinggal Atmojo yang bangunannya masih dipertahakan seperti sedia kala. Tak heran jika tempatnya selalu penuh.

Satu lagi. Soto Kadipiro juga mengikuti kondisi zaman now. Bisa dipesan lewat go food.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2syoncX
January 19, 2019 at 01:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2syoncX
via IFTTT
Share: