Showing posts with label 2018 at 07:19PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:19PM. Show all posts

Wednesday, December 26, 2018

Ini Perbedaan Gas Alam dan Elpiji untuk Memasak

Berat jenis gas alam lebih ringan sehingga jika terjadi kebocoran akan terbawa udara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan gas alam untuk rumah tangga kini semakin meluas. Group head Unit Layanan Jaringan Gas Perusahaan Gas Negara (PGN), M Napitupulu mengatakan ada banyak alasan kenapa masyarakat semakin tertarik menggunakan gas alam.

Selain bermanfaat karena harganya yang lebih murah dan penggunaannya yang lebih mudah, keamanan penggunaan jaringan gas ini menjadi salah satu alasan mengapa jaringan gas digunakan dalam skala rumah tangga.

“Terkait keamanannya yang paling mendasar adalah perbedaan berat jenis LPG dan gas Alam, untuk gas alam lebih ringan dari pada udara. Sehingga ketika terjadi kebocoran akan terbawa dengan udara ke atas,” ujar Napitupulu.

Sementara ini berbeda dengan LPG yang berat jenisnya lebih berat dari udara. Sehingga ketika terjadi kebocoran akan menumpuk di bawah, yang menjadi berisiko terjadinya pengendapan gas pada lantai dan terjadi ledakan jika ada pemicunya. Dan perbedaan lainnya yang membuat aman ketika di dalam rumah adalah gas LPG dikemas di dalam tabung bertekanan tinggi, sedangkan gas alam bertekanan rendah.

PGN Kembangkan Aplikasi Cradle untuk Distribusi di Batam

“Gas bumi sangat aman digunakan oleh penggunanya, karena sifatnya yang tidak beracun, tidak berwarna, lebih ringan dari udara dan tidak berbau. Namun sebagai tindakan pencegahan, gas bumi PGN ditambahkan suatu bahan pembau agar mudah dikenali jika terjadi kebocoran,” kata Napitupulu.

Kebocoran dapat dideteksi dari bau, alat deteksi khusus, dan angka paling kanan meteran gas yang berputar meski tidak digunakan. Jika terjadi kebocoran, tutup keran luar dan dalam, serta ventilasi dibuka agar gas terlepas ke udara.

Dalam kondisi kebocoran gas, juga disarankan jangan menyalakan api maupun peralatan listrik, jika ingin ketahui kebocoran gunakan gelembung sabun ke setiap sambungan pipa gas. Jika ada semburan api keluar dari pipa, jangan panik, karena itu tidak akan meledak, segera padamkan dengan kain basah, dan jangan pernah langsung menyiramkan air.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AfXm1U
December 26, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AfXm1U
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Mahasiswa HI Unpad Rumuskan Upaya Pemberantasan Hoaks

Terlontar, gagasan membentuk Badan Siber Provinsi Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Rencana pembentukan Badan Siber Provinsi Jawa Barat menjadi gagasan yang terlontar dalam Seminar Nasional bertajuk Indonesia Cyber Diplomasi Forum 2018 di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, akhir pekan lalu. Gagasan itu merupakan jawaban atas tingginya ancaman penyebaran berita bohong atau hoaks.

Seminar Nasional diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Aequalis Consultant.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa turut hadir dalam acara yang diikuti oleh mahasiswa se-Bandung Raya, organisasi kepemudaan, pemerintahan daerah di Provinsi Jabar. Hadir pula dalam acara tersebut Deputi Bidang Proteksi Infrastruktur Infirmasi Kritikal BSSN Agung Nugraha, Dosen Senior Departemen Hubungan Internasional FISIP UNPAD Teuku Rezasyah, Pejabat Fungsional Diplomat Utama Kementerian Luar Negeri Chilman Arisman, serta Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Litfi Rauf.

Penyelenggara sengaja mengangkat isu cyber threat yang saat ini kian membahayakan. Menurut Sekda Jabar Iwa Karniwa, Pemerintah Provinsi Jabar akan melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi dan mengantisipasi kejahatan siber, yang salah satunya berupa penyebaran hoaks. Kata dia, salah satu upayanya yaitu dengan membentuk Badan Siber Jawa Barat.

‘’Dalam menangkal sekaligus mengurangi berita-berita hoaks, maka kita akan membentuk Badan Siber Jawa barat,’’ ujar Iwa. Dia menyatakan, gagasan itu merupakan salah satu hasil pembicaraan dengan BSSN, belum lama ini. Diakui dia, penyebaran berita hoaks di Jabar kian massif, dan telah menimbulkan kekhawatiran dan ancaman baik bagi masyarakat ataupun pemerintah.

Iwan menjelaskan, penguna internet di Provinsi Jabar mencapai 25 juta jiwa. Untuk itu, pihaknya menilai, dibutuhkan perlindungan dari penyebaran hoaks, yang juga bisa mengancam kesatuan dan persatuan bangsa.

Kepala Pusat Studi Asean, Asia Afrika dan Timur Tengah, Dr Windy Dermawan mengatakan, penyelenggaraan seminar dimaksudkan sebagai sarana mendiskusikan perkembangan diplomasi siber. Kata dia, perkembangan ancaman siber harus disikapi dengan serius, salah satunya dengan mengadakan seminar Indonesia Cyber Diplomacy Forum.

Sementara Ceo Aequalis Consultant Affabile Rifawan menambahkan, Indonesia Cyber Diplomacy Forum dapat menjadi sarana untuk menyebarluaskan informasi. Harapannya, tutur dia, agar setiap elemen masyarakat Indonesia, mulai dari mahasiswa, pemuda, pelaku e-comerce, aparatur sipil negara bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran siber (cyber awareness).

“Seluruh lapisan masyarakat harus sadar akan adanya ancaman cyber, sehingga bisa melakukan pencegahan,’’ ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GagqEf
December 10, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GagqEf
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Iran Tangkap 10 Tersangka Bom Bunuh Diri

Beberapa tersangka lainnya sudah berhasil diidentifikasi dan kini sedang dicari.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kepala kepolisian Iran Hossein Ashtari mengatakan pasukan keamanan Iran telah menangkap 10 tersangka yang diduga terlibat dalam bom bunuh diri di Chabahar. Bom tersebut menewaskan dua orang petugas polisi. 

"Petunjuk yang bagus sudah diperoleh dan harapannya dengan kerja sama masyarakat kami bisa mendapatkan petunjuk yang utama," kata Ashtari seperti dikutip dari kantor berita IRNA, Ahad (9/12). 

Ashtari menambahkan beberapa tersangka lainnya sudah berhasil diidentifikasi dan kini sedang dicari. Bom bunuh diri yang terjadi pada hari Kamis (6/12) lalu juga melukai 48 orang lainnya. 

Kabarnya bom tersebut dilakukan oleh kelompok Muslim Sunni. Menurut kantor berita pemerintah pelaku meledakan bom di dekat markas polisi di kota pelabuhan Chabahar di sebelah selatan Iran. 

Bom bunuh diri cukup jarang terjadi di Iran. Kelompok pemberontak Sunni sudah beberapa kali melakukan serangan terhadap anggota keamanan selama beberapa tahun terakhir di Provinsi Sistan-Baluchestan, dimana Chabahar berada. 

Provinsi tersebut menjadi tempat tinggal kelompok minoritas Muslim Sunni. Mayoritas penduduk Iran beragama Muslim Syiah. 

Daerah tersebut juga sudah lama menjadi pusat kekerasan di mana ada banyak penyulundupan narkoba dan serangan-serangan kelompok separatis. Media-media Iran melaporkan kelompok pemberontak Muslim Sunni Ansar al-Furqan telah mengaku bertanggungjawab atas serangan ini. 

Sementara itu pemerintah Iran menuding Arab Saudi dan Amerika Serikat telah mendanai kelompok-kelompok tersebut. Arab Saudi dan AS telah membantah tuduhan tersebut. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G5mtdu
December 09, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G5mtdu
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Jamilah Terinspirasi Tuntunan Berwudhu

Jamilah Kolocotronis: Hidayah Itu Harus Dijemput

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Terlahir sebagai anak sulung dari tiga bersaudara pada 59 tahun lalu, Jamilah Kolocotronis tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga Kristen Lutheran di Missouri, AS. Dia awalnya tidak pernah menyangka bakal jatuh cinta kepada Islam. Bahkan, hingga usianya menginjak 20 tahun, dia memiliki konotasi yang buruk tentang agama samawi tersebut.

“Dulu saya tidak pernah menyukai Islam lantaran agama ini tidak mengakui Yesus Kristus sebagai tuhan,” tutur Jamilah membuka kisah perjalanan rohaninya, seperti dikutip laman I Found Islam.

Sebelum masuk Islam, pemilik nama lahir Linda Kay itu adalah seorang pemeluk Kristen yang taat. Semua kegiatan ibadah di gereja diikutinya secara teratur. Tidak hanya itu, ia juga pernah bercita-cita menjadi pendeta. Untuk alasan itulah, Jamilah kemudian memilih mendalami agama Kristen di salah satu sekolah seminari di AS semasa remajanya.

Akan tetapi, Jamilah mengaku kecewa lantaran pengetahuan agama yang diperolehnya di lembaga tersebut ternyata tidak mampu memberikannya pemahaman Kristen yang kokoh. Setelah satu semester menjalani pendidikan seminari, dia pun akhirnya memutuskan untuk berhenti dari sekolah itu.

Selepas dari seminari, mulai timbul keinginan di hati Jamilah untuk mempelajari agama-agama lainnya, termasuk Islam. Oleh karenanya, ia pun mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai beragam agama yang ada di luar Kristen.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SEj9HJ
December 07, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SEj9HJ
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Dorong Pemanfaatan Rawa, Kementan Kirim Alsintan ke Sumsel

Untuk tahap pertama optimasi akan dilakukan terhadap sekitar 200 ribu hektare lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kementerian Pertanian (Kementan) mengirim puluhan alat mesin pertanian (alsintan) berupa escavator besar ke Sumatera Selatan (Sumsel). Alat berat ini merupakan bantuan untuk dimanfaatkan dalam program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

"Kita akan membangunkan lahan tidur. Hari ini kami kirim 22 escavator besar dari Jakarta, nilainya kira-kira Rp 60 miliar. Tolong diamankan, dipantau, dikawal penuh, ini program khusus Pemerintah," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Serasi di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (6/12).

Untuk tahap pertama, optimasi akan dilakukan terhadap sekitar 200 ribu hektare lahan. Kementan mempunyai varietas baru yang cocok untuk daerah rawa. Dengan begitu akan bisa meningkatkan pendapatan petani.

Ke depan jika korporasi sudah berjalan, petani akan memiliki saham sebanyak 49 persen. Namun Amran memastikan seluruh harga gabah 100 persen milik petani. Petani akan memiliki tambahan pendapatan dari hilir, karena mereka juga akan melakukan pengemasan hasil tani nya.

"Kalau di Sumsel ini optimasi lahan rawa pasang surut seluas 200 hektare jadi (berjalan), akan meningkatkan pendapatan  Provinsi Sumsel hingga Rp 12 triliun," ujar Amran.

Sementara Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumarjo Gatot Irianto menyampaikan, proyek optimasi lahan rawa pasang surut dalam program Serasi akan dibiayai Pemerintah pusat. "Di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin saya sampaikan bantuan cukup diberikan selama satu tahun pertama," ujar Gatot di hadapan Gubernur Sumsel dan peserta Rakor Serasi.

Setelah satu tahun, ia melanjutkan, barulah secara perlahan dan bertahap dikelola secara mandiri melalui mekanisme usaha bersama kelompok petani dan gabungan kelompok petani. Kemudian di tahun berikutnya terus bertransformasi menjadi korporasi, sehingga dikelola secara matang dengan perhitungan profit yang profesional.

"Pengembangan usaha bersama Poktan/gapoktan dengan skala 5.000  hektare ini, adalah cikal bakal menjadi PT sehingga dikelola secara profesional," kata dia.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah pusat memberikan berbagai fasilitas mulai dari escavator besar, escavator kecil, traktor roda empat, RMU atau mesin penggiling padi, pompa air untuk irigasi, benih, pupuk dan lainnya.

Pemerintah daerah tinggal menyiapkan bahan bakar untuk alsintan dan alat berat, operator termasuk listrik untuk menghidupkan pompa. "Pompanya dari kami. Modalnya sedikit listrik, operator," tegas Gatot.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan rasa syukurnya atas terpilihnya Sumsel sebagai salah satu wilayah yang menjadi proyek percontohan optimasi lahan rawa program Serasi Kementan. Menurutnya, program ini sebagai program yang akan segera menjadi solusi untk menekan angka kemiskinan di Provinsi Sumsel.

"Hari ini kita mendapatkan berkah luar biasa. Tapi ini menjadi sia-sia kalau tidak ada komitmen. Komitmen menjadi sia-sia kalau tidak ada ahli yang mengawal," ujar Herman.

Sebagai bukti komitmen pada pembangunan sektor pertanian uang menyejahterakan, ia menyebutkan Pemerintah Provinsi Sumsel sudah menginisiasi agar semua daerah membeli langsung beras petani. "Tidak sampai Rp 100 miliar, tapi petani merasa diperhatikan. Menjaga semangat para petani bahwa sejatinya mereka tidak pernah kita abaikan, karena telah sama-sama berjuang melawan kemiskinan," tambahnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi, Angka kemiskinan di Sumsel saat ini 13,10 persen. Sementara angka kemiskinan nasional single digit.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zGLLZC
December 06, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zGLLZC
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

In Picture: Pemanfaatan Eceng Gondok untuk Naturalisasi Kali

melakukan uji coba pemanfaatan eceng gondok untuk naturalisasi Kali Inlet 3.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas UPK Badan Air menanam eceng gondok (Eichhornia crassipes) di atas aliran Kali Inlet 3 di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/12).

Pemerintah Kota Jakarta Utara melakukan uji coba pemanfaatan eceng gondok untuk naturalisasi Kali Inlet 3 karena dianggap mampu menyerap partikel-partikel, membuat air menjadi jernih, dan memperbaiki kualitas air. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PiSnm6
December 04, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PiSnm6
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

BNPT Berdayakan Mantan Napi Terorisme di Solo Raya

Sejak 2002, lebih dari 1.500 orang yang ditangkap dalam kasus tindak pidana terorisme

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meresmikan Kewirausahaan Popwarung bagi 10 mantan narapidana (napi) kasus terorisme dan korban terorisme di Solo Raya. Peresmian dilakukan di rumah salah satu warga binaan di Desa Manang, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (30/11).

Sepuluh orang tersebut merupakan warga binaan Subdit Bina Masyarakat BNPT dan Subdit Pemulihan Korban Aksi Terorisme.

Direktur Perlindungan BNPT, Brigjen Pol Herwan Chaidir, mengatakan, 10 titik popwarung di Solo Raya tersebut menjadi percontohan nasional. Sejak 2002, lebih dari 1.500 orang yang ditangkap dalam kasus tindak pidana terorisme. Mereka ditahan kemudian dikenakan proses hukum. Dari jumlah tersebut, banyak yang sudah kembali ke masyarakat. BNPT telah melakukan pendataan mantan napi terorisme dan korban (penyintas). Jumlahnya mencapai sekitar 1.000 orang.

Herwan menjelaskan, tujuan awal dari program tersebut BNPT ingin mengawal mantan napi kasus terorisme yang sudah kembali setelah selesai melaksanakan hukuman dari lapas. Mereka harus memulai dari nol lagi untuk membangkitkan perekonomian keluarga. Para mantan napi tersebut ada yang dihukum lima tahun, 10 tahun bahkan 15 tahun.

"Banyak yang perlu kita bangkitkan dari sisi ekonomi mereka supaya punya pegangan hidup. Kalau tidak punya pegangan hidup gampang sekali terpengaruh paham-paham radikal," terang Herwan di acara tersebut.

Menurut Herwan, Popwarung menjadi salah satu solusi untuk menggeliatkan lagi kehidupan para mantan napi dan penyintas. Dia berharap, dari 10 percontohan tersebut bisa berkembang menjadi 20, 30 dan seterusnya.

Herwan menambahkan, dengan cara pemberdayaan ekonomi Popwarung tersebut, BNPT melatih para mantan napi mengenai kewirausahaan. BNPT berusaha agar para mantan napi saat kembali ke masyarakat memiliki keterampilan untuk mencukupi kehidupan mereka.

Sebelumnya, selama di lapas, BNPT kerap mengunjungi para napi. Kemudian, empat sampai lima bulan sebelum mereka dibebaskan, BNPT mengumpulkan para napi untuk diberikan pelatihan.

"Mudah-mudahan dengan adanya launching ini kiranya program ini dapat membantu pemerintah dan memberikan rasa ketenangan batin kepada para ikhwan dan penyintas," harap Herwan.

Head of Bussinees Development Popwarung, Dianri Taufik, mengatakan, Popwarung bekerja sama dengan BNPT meresmikan proyek percontohan 10 popwarung di Solo Raya. Bisnis Popwarung yang dijalankan sejak Mei 2018 telah berkembang menjadi sebanyak 107 kios di Jabodetabek. Solo menjadi area pertama pengembangan di luar Jabodetabek.

Taufik menyatakan, sebelumnya, para mantan napi dan penyintas telah diberikan pelatihan. Pelatihan tersebut berupa SOP sebelum membuka warung. Dimulai dari training kewurausahaan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahan. Kemudian SOP dari operasional teknologi dan pengelolaan warung. Operasional warung menggunakan teknologi digital.

"Teknologi seperti kasir dengan menggunakan tablet ada printer dan free wifi. Semuanya dilakukan oleh aplikasi mulai dari daftar barang, penjualan, isi pulsa, bayar listrik, dan lainnya," paparnya.

Taufik menargetkan, sampai akhir 2019 Popwarung bisa membuka 1.000 kios di seluruh Indonesia. Sedangkan sampai akhir 2018 hanya ditargetkan 120 kios.

Salah satu warga binaan Subdit Bina Masyarakat BNPT, Joko Triharmanto, mengucapkan terima kasih kepada BNPT dan Popwarung yang telah memberikan fasilitas, membantu dan memberikan solusi ekonomi. 

"Karena selama ini kami sudah banyak mencoba kembali ke masyarakat. Banyak kendala juga. Alhamdulillah hari ini dengan Popwarung InsyaaAllah ekonomi akan lebih baik," harap Joko.

Joko menyatakan, teman-temannya di Solo Raya yang tertarik membuka Popwarung sekitar 30 orang. Menurutnya, para ikhwan-ikhwan tersebut banyak yang kembali ke aktivitas sebelumnya, seperti tukang parkir, jasa perpanjangan SIM maupun mengelola pertanian.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AAhUBU
November 30, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AAhUBU
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Soal Diksi 'Tabok', Erick: Jokowi Dizalimi, Wajar Melawan

Berdasarkan survei, ada sembilan juta orang yang percaya pada hoaks Jokowi PKI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir merasa wajar bila Jokowi akhirnya melontarkan diksi keras terhadap lawan politiknya. Menurutnya, pernyataan Jokowi keluar karena sudah gerah dengan kondisi politik terkini.

Diketahui, Jokowi menyampaikan sejumlah diksi keras seperti tabok, sontoloyo, genderuwo guna menanggapi lawan politiknya. Erick membantah bila Jokowi disebut memanasi suasana dengan mengucapkan diksi itu.

"Kalau dibilang 'kompor' ya gimana ya, orang yang sabar dituduh PKI. Dan masyarakat cukup percaya sembilan juta. Masa didiamkan? Kasihan gitu," katanya pada wartawan usai kegiatan diskusi, Selasa (27/11).

Erick merasa wajar saat Jokowi berontak atas tuduhan yang selama ini menyanderanya. Ia mengibaratkan hewan saja melawan bila diperlakukan tidak baik, terlebih lagi manusia.

"Mohon maaf nih, istilah semut. Semut itu kecil, diinjak saja gigit loh. Apalagi manusia. Saya rasa wajar, wajar. Dan ini bukan beliau mau jadi suka marah-marah, beliau menyampaikan. Kan cara menyampaikannya beliau sabar," ujarnya.

Ia menganggap Jokowi sudah cukup bersabar atas segala tuduhan yang diarahkan. Ia membantah bila Jokowi disebut menggunakan gaya politik menyerang.

"Beliau tidak menyerang. Beliau hanya menyampaikan isi hati beliau. Bahwa ya kalau dizalimi ya pasti menjawab dong," ucapnya.

Presiden Jokowi sebelumnya, memperingatkan, bahwa penyebar fitnah dan atau berita bohong akan diproses secara hukum. "Jadi hati-hati memfitnah, membuat hoaks, hati-hati," katanya kepada media di Bandara Radin Inten II pada Sabtu malam (25/11).

Presiden dalam beberapa acara mengemukakan kepada warga bahwa dia menghadapi fitnah menyusul peredaran gambar rekaan yang menampilkan sosok menyerupai dia berdiri di depan mimbar tempat DN Aidit berpidato dalam kampanye PKI. Ia menegaskan bahwa akan ada proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dengan penyebaran fitnah dan kabar bohong tersebut.

Pada 15 Oktober 2018, polisi menangkap pemilik akun media sosial Instagram @sr23_official bernama Jundi (27 tahun) di kediamannya Kecamatan Lueng Bata, Provinsi Aceh, dalam perkara itu. Jundi diketahui memproduksi serta menyebarkan hoaks serta ujaran kebencian, dan beberapa kali menggunggah tuduhan bahwa Presiden Joko Widodo adalah pengikut Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Itu yang namanya menabok ya itu. Menabok dengan proses hukum," kata Jokowi menanggapi penangkapan tersangka penyebar gambar-gambar hoaks terkait dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r6g6Mv
November 27, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r6g6Mv
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

500 Ribu Rumah Ibadah Muslim Terdata di Aplikasi SIMAS

Semua masjid dan mushala yang tersaji di SIMAS sudah punya nomor ID Nasional Masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama terus melakukan pendataan rumah ibadah, masjid dan mushala. Untuk memudahkan akses publik, pendataan dilakukan secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Masjid (SIMAS).

"Hingga saat ini, data masjid dan mushala yang telah diinput melalui aplikasi SIMAS sebanyak 511.899. Jumlah ini terdiri atas 242.823 masjid dan 269.076 mushalla," ujar Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag), Mastuki, dalam keterangan tertulis yang didapat Republika.co.id, Sabtu (24/11).

Menurutnya seluruh data masjid dan mushalla yang tersaji di SIMAS sudah memiliki nomor ID Nasional Masjid. Data itu mencakup nomor identifikasi masjid/mushalla, tipologi, lokasi, dan juga nomor urut pendataan. Data tersebut bisa diakses melalui http/simas.kemenag.go.id.

"Data pada SIMAS juga dilengkapi dengan GIS (Geographic Information System, Red) sehingga lokasi masjid/mushalla dapat dipetakan dengan tingkat akurasi yang baik di atas peta dunia (citra satelit)," ujar Mastuki.

Proses sosialisasi dan input data masjid dan mushalla ke aplikasi SIMAS sudah dilakukan sejak 2014. Meski demikian, Mastuki mengakui bahwa belum semua masjid dan mushalla terdata di SIMAS. Namun, pendataan terus dilakukan oleh operator Kantor Urusan Agama (KUA).

Dia berharap seluruh data masjid dan mushala pada setiap kecamatan terinput dalam SIMAS hingga 2019 mendatang. Berdasarkan data terakhir yang dihimpun secara manual melalui Kanwil Kementerian Agama Provinsi, ada 741.991 rumah ibadah umat Islam di seluruh Indonesia, dengan rincian 296.797 masjid dan 445.194 mushalla. Artinya, masih ada sekitar 230 ribuan data yang masih dalam proses verifikasi dan validasi untuk kemudian diinput ke dalam SIMAS.

"Ini jelas bukan data final. Karenanya, kami juga mengundang pengurus masjid dan mushala untuk pro aktif mendaftar,  utamanya bagi mereka yang belum memiliki ID Nasional Masjid dan Mushalla. Caranya, silakan datang ke KUA terdekat," lanjutnya.

Di setiap KUA, Kemenag sudah menugaskan PNS yang secara khusus bertanggungjawab dalam input data. Mekanisme ini dilakukan untuk memastikan entry dilakukan secara benar dan tepat sehingga data yang diinput akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, ada juga mekanisme kontrol atau pengecekan yang dilakukan administrator pusat melalui akurasi koordinat Google Map.

"Jika ada masjid/mushalla berdasarkan laporan terkena musibah seperti roboh/hancur akan dilakukan pembaruan data. Pembaruan data rumah ibadah selalu dilakukan seiring dengan perkembangan situasi di lapangan," ucap Mastuki.

Kementerian Agama sangat konsen dalam pendataan rumah ibadah. Sebab, data masjid dan mushala sangat penting dalam proses pemberdayaan, baik fisik maupun SDM pengelola (takmir). Aplikasi SIMAS dibangun dalam kerangka itu.

Aplikasi yang dibangun sejak 2013 ini didesain sebagai bentuk layanan publik dalam upaya meningkatkan kualitas pengeloaan dan pemberdayaan potensi masjid dan mushala Indonesia. Tujuannya untuk memperluas layanan informasi dan data kemasjidan, mengidentifikasi dan pemetaan potensi maupun problematika masjid untuk optimalisasi pemberdayaan masjid, dan mewujudkan modernisasi layanan data bidang Kemasjidan.

Aplikasi SIMAS menggunakan platform realtime online berbasis web-base. Sehingga mempermudah para admin/operator (baik tingkat KUA Kecamatan maupun lainnya) dalam melakukan fungsi entry, verifikasi, dan validasi data masjid dan mushala. Selain itu untuk mempermudah mendapatkan dan menampilkan data-data kemasjidan dengan cepat kepada masyarakat luas. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r1NS5p
November 24, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r1NS5p
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Di Gereja Saint Pieters, Utusan Sultan Aceh Disemayamkan

Kehadiran utusan Sultan Aceh sangat dihormati Belanda

REPUBLIKA.CO.ID, Hubungan Kesultanan Aceh dengan Belanda semula tak pernah terjalin. Hal ini berbeda dengan negara kongsi dagang lainnya, seperti India, Turki Ottoman, dan Lainnya. 

Namun setelah melalui beberapa peristiwa, singkat kata, relasi kedua pemerintahan itu pun akhirnya mencair. Herry A Poeze dalam buku Di Negeri Penjajah menuliskan penjelasan J de Vries dalam Majalah Eigen Haard 1896, Sultan Aceh Sultan Alauddin Riayat Syah dari Dinasti Darul Kamal pun mengutus tiga orang, yakni duta besar Abdul Zamat, laksamana raja yaitu Seri Mohamat dan Meras San atau Abdul Hamid atau dikenal Sri Muhammad yang merupakan keponakan Sultan Aceh pergi melawat ke Belanda.

Utusan kesultanan Aceh itu pun tiba di Belanda pada akhir Juli 1602. Namun, duta besar Kesultanan Aceh, Abdul Zamat meninggal di Meddelburg pada Agustus di usia ke-71 tahun setelah mengalami luka akibat pertempuran dengan kapal guling musuh selama dalam perjalanan menuju Belanda. 

Pemakaman Abdul Zamat di Belanda dengan menggunakan syariat Islam itu pun begitu besar, mungkin menjadi upacara pemakaman orang Aceh dengan tata cara Islam terbesar yang meninggal di Belanda, sebab diikuti banyak rakyat Belanda. 

“Ia (Abdul Zamat) dimakamkan dengan segala kebesaran dengan iringan tuan-tuan penguasa zeeland, pemakanan dilakukan dengan mengikuti syariat Islam, bertempat di Gereja Saint Pieters dalam upacara yang khidmat itu Middelburg maupun Vlissingen menjadi kosong karena penduduknya menyaksikan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya itu,”

Sementara itu, dua utusan Sultan Aceh yakni Seri Mohamat dan Meras San bisa berjumpa dengan raja Maurits. Utusan Kesultanan Aceh itu disambut baik Belanda. Seri Mohamat pun memberikan surat hadiah balasan dari Sultan Aceh seperti keris, pekakas dari emas, kamper serta sebuah burung kakak tua. 

Selama berada di Belanda, Seri Mohamat dikenalkan dengan berbagai hal tradisi dan kebudayaan di Belanda semisal pertarungan pasukan berkuda dengan senjata lengkap. 

Lebih dari 15 bulan utusan Kesultanan Aceh itu tinggal di Belanda untuk mengenal berbagai hal tentang negara itu. Pada Desember 1603, Seri Mohamat dan Meras San pulang kembali ke Aceh. Andrianm Saputra

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r0VKEg
November 23, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r0VKEg
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Radja Nainggolan tidak akan Kembali ke Timnas Belgia

Nainggolan mengatakan, keputusannya sudah bulat untuk pensiun dari timnas Belgia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Radja Nainggolan menegaskan sikapnya tidak akan bermain lagi untuk tim nasional Belgia. Alasan itu ia ungkapkan setelah gagal memperkuat Belgia di Piala Dunia 2018. Saat itu namanya memang tidak diikutsertakan ke dalam skuat Iblis Merah.

"Saya tidak akan kembali ke tim nasional lagi. Saya mengatakan bahwa jika saya tidak pergi ke Piala Dunia, saya akan berhenti, saya memegang omongan," kata Nainggolan, dikutip dari ESPN, Kamis (22/11).

Nainggolan mengatakan, keputusannya sudah bulat untuk pensiun dari timnas Belgia. Gelandang 30 tahun juga menyatakan tidak akan kembali ke timnas Belgia meski Roberto Martinez diganti sebagai pelatih.

“Jika mereka mengubah pelatih besok dan berkata ingin saya kembali, saya katakan tidak. Karena ketika saya memutuskan, saya akan tetap melakukannya. Bagi saya ketika itu berakhir, ya sudah berakhir karena saya sudah memikirkannya dengan baik,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan lebih bahagia setelah pensiun dari tim nasional. Sebab, ia bisa lebih fokus kepada tim yang dibelanya. Ia menambahkan akan tetap menjadi pendukung setia Belgia meski sudah pensiun.

"Setiap kali ada jeda internasional sekarang, saya mendapatkan empat atau lima hari libur dan saya senang karena saya dapat berkonsentrasi pada Inter. Saya merupakan penggemar Belgia dan rekan tim nasional saya. Saya mempunyai hubungan yang baik dengan semua pemain disana,” ujar dia.

Nainggolan merupakan pemain regular di tim nasional Belgia sampai kedatangan Martinez pada 2016. Dia selalu bermain di setiap pertandingan Belgia di bawah pelatih Marc Wilmots. Ia menjadi pemain penting bagi Belgia di Piala Eropa 2016.

Namun setelah Martinez menangani timnas, nama Nainggolan pun mulai tersingkir. Ia hanya bermain tiga kali. Ini menjadi awal kekecewaan dari Nainggolan kepada Martinez. Ia pun merasa Martinez pilih kasih dan tidak melihat secara keseluruhan permainan.

“Saya sangat, sangat kecewa dengan fakta bahwa saya telah memainkan Kejuaraan Eropa yang hebat dan kemudian saya dibuang. Saya melihat sesuatu yang berbeda di Belgia, ada pemain yang tidak bermain di level klub dan mereka dipanggil. Saya bermain 50 pertandingan dan masih ditinggalkan,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R4zIfv
November 22, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R4zIfv
via IFTTT
Share:

Laut Indonesia Dinilai Darurat Sampah Plastik

Pencemaran sampah plastik butuh penanganan komprehensif dari hulu ke hilir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- LSM World Wild Fund for Nature (WWF) Indonesia menilai masalah pencemaran sampah plastik di laut sudah berada dalam taraf mengkhawatirkan. Bahkan, mereka menilai laut Indonesia sudah bisa disebut sebagai darurat sampah plastik karena perlu penanganan serius.

Marine Species Coordinator WWF-Indonesia, Dwi Suprapti mengatakan perlu penanganan komprehensif dari mulai hulu hingga hilir soal sumber masalah sampah. Sebab, tingkat pencemaran sampah plastik buangan limbah ke laut berdampak pada biota laut. Berdasarkan catatan WWF Indonesia dan IAM Flying Vet, pada 2018, ada 25 kasus biota laut terdampak limbah buangan aktifitas manusia.

"Seperti plastik, terbol, jaring hantu. Menjadi penyebab kematian secara langsung maupun tidak langsung pada biota laut. Ini sudah mengkhawatirkan atau saya sebut darurat," katanya pada Republika.co.id, Kamis (22/11).

Ia menyebut semua jenis plastik membahayakan biota laut baik yang makroplastik maupun mikroplastik. Ada berbagai jenis plastik menunjukkan dampaknya, misalnya kasus masuknya pipet sedotan ke dalam saluran pernafasan penyu, plastik yang menjerat cangkang kura-kura

"Ada bahkan yang menyebabkan kematian. Saya pernah bedah bangkai penyu sisik mengalami kebocoran pada lambung akibat memakan jaring hantu (jaring yg tak terpakai)," ujarnya..

Ia memperingatkan dilarang buang sampah ke lautan karena dapat berdampak buruk terhadap biota laut. Bahkan bisa berdampak balik ke manusia seperti pada contoh mikroplastik yang termakan ikan dan kemudian ikannya dimakan manusia.

"Sehingga berpotensi pula manusia akan terdampak, baik berupa keracunan, kelainan genetik, tumor dan lain sebagainya yang kemungkinan dapat terjadi," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PNTMGc
November 22, 2018 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PNTMGc
via IFTTT
Share: