Showing posts with label 2018 at 06:31PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:31PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Buah Semangat Palu yang tak Pernah Layu

Astra menjalankan semangat empat pilar di Kelurahan Layana Indah, Palu.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Mas Alamil Huda, wartawan Republika.co.id

Ribuan pohon cabai menghampar menghijaukan ladang di tengah gersang pemandangan sekitar. Hijau kekuningan warna cabai kian terlihat segar dipapar matahari sore. Padatnya buah di setiap pohon adalah penegas subur dan terawatnya tanaman. Panasnya cuaca juga seolah tak mengganggu tumbuh kembang cabai, apalagi sampai melayukannya.

“Mudah-mudahan dua sampai tiga pekan lagi ini semua bisa panen,” kata Agus Panca Saputra kepada Republika.co.id di RW 05 Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (22/9).

Agus merupakan tokoh pemuda di Kampung Layana Indah. Sore itu, lelaki 44 tahun tersebut sedang menyiram cabai-cabainya yang ditanam di ladang seluas kurang lebih satu hektare. Ketika Agus menyiram pohon-pohon cabai, air yang keluar dari selang berwarna biru yang dipegangnya tak mengucur deras, meski cukup untuk kebutuhan cabai-cabainya.

Mendapatkan air di sana memang tak semudah seperti di Jakarta atau di tempat-tempat lainnya. Warga Layana Indah mendapat jatah air dan menampungnya dalam bak buatan berukuran rata-rata 3x3 meter dengan kedalaman kurang lebih semeter. Setiap rumah di sana memiliki bak penampungan masing-masing. Sebanyak itulah jatah yang dialirkan oleh kelurahan ke setiap keluarga. Air itu digunakan untuk segala keperluan, dari mandi hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Keterbatasan air di daerah ini juga menjadi salah satu alasan bagi Agus memilih cabai sebagai objek untuk bercocok tanam. Kebutuhan air untuk tanaman ini tak terlalu banyak. Namun, tak boleh juga kekurangan. Selain tak butuh banyak air, cabai bukan jenis tanaman seperti padi yang sekali panen ‘habis’. Cabai bisa berkali-kali berbuah dengan jangka waktu 2,5-3 bulan sekali panen.

Namun, bukanlah itu pangkal dari semua yang dilakukan Agus. Motivasinya untuk bercocok tanam tak sekadar panen dan mendapat peruntungan pribadi. Ada beban besar yang menggelayuti hatinya sebelum ia memutuskan menjadi seperti saat ini. Tentang semangat kemandirian yang kian pupus dan kepasrahan masyarakat terhadap keadaan.

Semua berawal dari keprihatinan Agus akan banyaknya pemuda di kampungnya yang lebih memilih untuk menjadi kuli bangunan atau bahkan berpangku tangan selepas lulus sekolah menengah, pertama maupun atas. Sebagian besar pemuda di kampungnya lebih memilih untuk dibayar murah menjadi kuli bangunan. Alasannya, setiap pekan mendapat bayaran, meski hanya Rp 300-400 ribu. Itupun, dalam rentang waktu tertentu lebih banyak menganggur.

Ayah tiga anak ini menyadari, lahan ‘tidur’ di Layana Indah begitu luas. Hampir setiap orang memiliki lahan yang dibiarkan menganggur dan ditumbuhi ilalang. Hingga sebuah ide terbersit di pikirannya. “Mengapa itu tidak dimanfaatkan,” pikirnya.

Akhir 2016, Agus memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai swasta. Dia ingin ‘membersamai’ para pemuda di kampungnya. Agus memutar otak untuk mengubah paradigma, bahwa tak selamanya mereka menjadi kuli bangunan atau buruh kasar lain. Satu hal yang dia yakini, mengajak dengan bicara saja tak akan menyelesaikan masalah.

Gayung pun bersambut. Keinginan Agus memberdayakan warga Layana Indah perlahan menemu jawaban. Asa itu kian menebal kala Astra International hadir di Kampung Layana Indah, Kota Palu pada medio Mei 2017. Agus dipercaya menjadi Koordinator Kampung Berseri Astra (KBA). Sebuah program kontribusi sosial berkelanjutan dari Astra International.

“Ini namanya Bu Lastri, anggota Kampung Berseri Astra yang bersama saya di sini,” kata Agus memperkenalkan seorang perempuan yang datang menghampiri saat kami sedang berbincang.

Sore itu, Lastri memang terlihat sedang mengendalikan mesin pembajak tanah di salah satu bagian lahan yang belum dimanfaatkan. Ukuran mesin relatif tidak besar, namun dia terlihat lihai memegang kendali mengarahkan ke gundukan-gundukan tanah untuk diratakan. Sesekali perempuan 35 tahun itu tampak menyeka keringat di dahi dengan kaus warna putih lengan pendek yang ia kenakan.

Agus tak sendiri di KBA Palu. Dia dibantu 10 orang lainnya sebagai satu kesatuan tim inti. Lastri salah satunya. Kadang, beberapa orang lainnya juga membantu untuk menyiram atau merapikan bagian dari ladang yang belum ditanami. Atau sekadar memeriksa cabai-cabai dari kemungkinan serangan hama.

“Mengajak orang di sini gampang-gampang susah,” kata Lastri ikut bergabung dalam perbincangan. “Karena pemuda di sini maunya pada kerja terus langsung dapat duit. Kalau begini (bertani) kan harus nunggu. Tanam dulu, merawat, baru dapat hasilnya.”

“Tapi hasilnya lumayan. Sekali panen bisa dapat besar,” ujar Agus memotong Lastri. “Begitu yang saya bilang ke pemuda-pemuda dan masyarakat di sini. Tapi kalau saya cuma ngomong, orang tidak akan mudah percaya. Makanya ini saya ingin membuktikannya, ngasih contoh.”

Berladang hanyalah pintu masuk bagi Agus mewujudkan mimpi besarnya memandirikan warga Layana Indah untuk berwirausaha. Dia bermimpi adanya usaha baru yang bisa lahir dari masyarakat. Hasil panen cabai bisa diolah sendiri oleh warga untuk menjadi sambal botol atau bubuk cabai dengan konsep industri rumahan. Semangatnya ini ditopang penuh oleh Astra.

Bibit cabai, pupuk, plastik mulsa, ajir atau penyangga tanaman hingga jaring hitam yang dipasang mengelilingi ladang untuk melindungi tanaman dari binatang ternak difasilitasi Astra. Agus bersyukur, segala keperluan untuk bertani terpenuhi. Untuk keperluan penghijauan lingkungan di tengah gersangnya Kampung Layana Indah, Agus memilih penanaman pohon mangga di setiap rumah. Pemanfaatan pekarangan rumah untuk tanaman obat dan sayuran juga dilakukan di beberapa rumah warga.

“Mangga kan juga tidak butuh banyak air. Dan yang penting, kalau 500 bibit mangga tumbuh semua, dalam lima tahun bisa jadi sentra mangga, nanti bisa diolah warga menjadi manisan atau apa saja untuk penghasilan tambahan. Penghijauan dapat, wirausahanya juga dapat. Ini agar semangat mereka untuk mandiri tumbuh,” ujar Agus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SwebwE
December 28, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SwebwE
via IFTTT
Share:

Sleman Ungkap 66 Kasus Narkoba Sepanjang 2018

BNN Sleman melaksanakan kampanye setop narkoba kepada 1.200 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Indonesia terus melakukan usaha menolak dan melawan penyalahgunaan narkoba tanpa henti. Di Kabupaten Sleman, sebanyak 66 kasus narkoba berhasil diungkap sepanjang 2018.

Fokus utama di Kabupaten Sleman sendiri merupakan pengurangan permintaan dan pengurangan pasokan narkoba. Programnya dikemas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, AKBP Siti Alfiah mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan penyelidikan kasus tindak pidana narkotika. Itu menjadi salah satu langkah pengurangan pasokan.

Atas penyelidikan itu, BNN Kabupaten Sleman berhasil mengungkap satu kasus pada 2018 yang melibatkan satu orang tersangka. Sedangkan, kasus yang berhasil diungkap Polres Sleman sepanjang 2018 mencapai 65 kasus.

Berbagai barang bukti yang diamankan atas pengungkapan itu terdiri dari shabu-shabu, ganja, ekstasi, tembakau gorila, hanomas dan danesha. Alfiah menilai, itu jadi bukti kerja sama yang kuat antar instansi terkait.

"Baik BNN, Polres maupun Polda, upaya-upaya pemberantasan akan menghasilkan dampak yang maksimal bila diimbangi pengurangan permintaan narkoba melalui upaya-upaya pencegahan," kata Alfiah, Jumat (28/12).

Demi menunjang itu, BNN Kabupaten Sleman sendiri telah menggandeng elemen-elemen masyarakat. Di antaranya, lima kelompok masyarakat dan 10 institusi pendidikan melalui kegiatan-kegiatan advokasi

Utamanya, terkait pembangunan berwawasan antinarkoba untuk membuat kebijakan penanganan permasalahan narkoba. Pelaksanaan melibatkan para pemangku kebijakan di kelompok masyarakat maupun institusi pendidikan di Kabupaten Sleman.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, BNN Kabupaten Sleman telah melaksanakan kampanye setop narkoba kepada 1.200 orang. Serta, penyebarluasan informasi P4GN melalui media-media kepada 1.115.857 orang.

Telah pula dilakukan pemberdayaan peran serta masyarakat dan penyelamatan bagi para pecandu dan penyalahguna narkoba untuk dapat lepas dari jeratan narkoba. Penanganannya tidak lain dilaksanakan lewat rehabilitasi

Saat ini, terdapat 12 lembaga rehabilitasi baik yang dimiliki pemerintah maupun milik komponen masyarakat yang telah bekerja sama dengan BNN Kabupaten Sleman. Jumlah pengguna yang direhabilitasi di lembaga-lembaga itu sebanyak 70 orang.

"Kita mendorong terselenggaranya Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan P4GN dalam sosialisasi bahaya narkoba, tes urine atau pembentukan kader anti narkoba," ujar Alfiah.

Penting bagi Generasi Muda

Semua usaha itu tampak semakin menjadi penting bagi Kabupaten Sleman. Terlebih, melihat data yang diungkap Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman.

Data mengungkapkan kalau anak berhadapan hukum di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan tahun ini. Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Tina Hastani menilai, itu tentu jadi batu sandungan mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).

Ia menekankan, keluarga memiliki peran penting dalam pendidikan anak, selain sekolah dan lingkungan. Tapi, Tina merasa, jika ketiga institusi itu mampu bersinergi akan menekan angka kejahatan yang melibatkan anak sebagai pelaku.

"Anak berhadapan hukum sangat perlu mendapat perhatian bersama, apalagi dengan naiknya jumlah kasus," kata Tina.

Tina mengungkapkan, tahun ini, hingga November 2018 saja, sudah terdapat 41 kasus anak berhadapan hukum. Ini mengalami kenaikan cukup tinggi dari tahun lalu yang hanya sebanyak 20 kasus. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AtPB95
December 28, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AtPB95
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Warga Terdampak Gempa Lombok Barat Terima Dana Rehabilitasi

Dari 72 ribu rumah rusak, 15 ribu kepala keluarga sudah menerima dana rehabilitasi.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Belasan ribu rumah di Lombok Barat  yang rusak akibat gempa telah menerima dana rehabilitasi. Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lobar Ratnawi mengatakan dari 72.222 rumah rusak di Lombok Barat, sebanyak 15.599 kepala keluarga (KK) sudah menerima dana rehabilitasi yang dibagi dalam tiga tahap.

"Jadi total dana bantuan tahap I, II, III sebesar Rp 278.215.000.000," ujar Ratnawi di Lobar, NTB, Senin (17/12).

Dalam rapat koordinasi evaluasi percepatan perbaikan rumah pascagempa pada 11 Desember di Jakarta terdapat sejumlah masukan, mulai dari membentuk satgas bersama dengan danramil/kapolsek untuk pemantauan, melakukan evaluasi terhadap BUMN yang masih lamban dalam penyelesaian mur dan baut struktur Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha). Selain itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD kabupaten/kota juga diminta aktif melaporkan kepada BPBD NTB.

Kata Ratnawi, seiring telah berjalannya validasi ulang warga, di mana terdapat perubahan kategori kerusakan dan penambahan calon penerima bantuan, BPBD diminta menyiapkan draf SK perubahan kategori dan penambahan calon penerima bantuan tersebut.

Baca juga, Pasar Berdaya Dorong Perekonomian Korban Gempa Lombok

Ratnawi menjelaskan kendala yang dihadapi dalam rehabilitasi masih berkutat pada aplikator yang masih belum melengkapi panel Risha dengan baut dan mur sehingga panel belum dapat didirikan. Saat ini, dia katakan, sedang dilakukan proses validasi di lapangan untuk memastikan kategori rumah clear dan clean.

"Kendala lainnya yakni jumlah tukang bangunan masih terbatas sehingga pelaksanaan pembangunan rumah menjadi lambat. Saya berharap agar masyarakat lebih aktif dalam membangun rumahnya sendiri dan mengikuti arahan tim fasilitator," kata dia.

Ratnawi mengungkapkan, dari 10 kecamatan yang ada di Lombok Barat, minat warga dalam menentukan model rumah beragam, dengan rincian 585 KK memilih Risha, 20 KK memilih Rika, dan 1.159 KK memilih Riko. Adapun jumlah kelompok masyarakat (Pokmas) yang sudah terbentuk mencapai 2.315 Pokmas yang mencakup 35.414 KK, dengan rincian rusak berat 703 Pokmas mencakup 10.245 KK untuk rumah rusak berat, 494 Pokmas mencakup 7.762 KK untuk rumah rusak sedang, dan sebanyak 1.118 pokmas mencakup 17.407 KK untuk rumah rusak ringan

"Rekening Pokmas yang sudah terisi mencapai 29 Pokmas atau 314 KK. Rumah yang saat ini masih dalam proses membangun sebanyak 144 rumah, sudah terbangun sampai atap 39 rumah, sudah finishing dinding dan atap 32 rumah, dan yang sudah selesai 100 persen sebanyak 24 rumah," lanjut Ratnawi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Bpz1GJ
December 17, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Bpz1GJ
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

Cukai Dinilai Bukan Solusi atasi Sampah Plastik

Industri lebih ingin mendorong perbaikan manajemen sampah plastik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Industri Olefin, Plastik, dan Aromatik Indonesia (Inaplas) menyebut penerapan cukai dan pelarangan plastik di sejumlah daerah, bukan solusi hadapi persoalan sampah plastik. Mereka menyebut solusinya adalah perbaikan manajemen sampah plastik.

"Sebenarnya yang jadi masalah sekarang itu bukan sampah plastiknya tapi manajemen sampahnya," kata Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiyono ketika dihubungi Republika, Ahad (16/12).

Fajar menegaskan, Inaplas sepakat untuk mengurangi sampah plastik ke laut. Namun, dia menyebut, solusinya bukan melalui pengenaan cukai plastik. Menurut Fajar, pengelolaan sampah plastik perlu memanfaatkan sistem Management Sampah Zero (Masaro).

Masaro, kata dia, berupaya menyelesaikan masalah sampah dari sumbernya seperti di rumah tangga dan pasar. Caranya, sampah akan dipilah lebih dulu di hulu, sehingga memudahkan proses pengolahan selanjutnya. Dengan adanya Masaro, kata dia, beban kerja Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan berkurang lantaran sampah sudah lebih dulu dipilah dan diolah.

"Pemda juga ke depannya tidak perlu lagi menganggarkan biaya untuk transportasi sampah dan juga pembangunan TPA. Itu anggarannya bisa dialokasikan untuk riset atau pengembangan pengolahan sampah baik teknologi maupun manajemennya," kata Fajar.

Fajar mengatakan, skema Masaro telah didorong oleh Inaplas, dan juga asosiasi lain seperti pemulung, pengepul, dan industri daur ulang. Beberapa proyek percobaan telah dikembangan Inaplas dengan menggandeng sejumlah daerah seperti Indramayu, Cilegon, Pekanbaru, Wonosobo, dan Tangerang.

Dia mengatakan, penerapan cukai atau pelarangan plastik justru berpotensi mengganggu perputaran ekonomi dari sampah plastik, yang sudah ada di Indonesia saat ini. Dia menyebut, ratusan ribu pemulung, ribuan pengepul, dan ratusan industri pengolahan plastik akan terimbas negatif akibat kebijakan tersebut.

Saat ini permintaan konsumen pada plastik masih relatif tinggi. Sementara, jika suplai bahan baku plastik dari pemulung berkurang justru industri terpaksa melakukan impor.

Lebih lanjut, kata dia, pengawasan pengenaan cukai kantong plastik juga perlu kejelasan. Ini lantaran 60 persen peredaran kantong plastik berasal dari pasar tradisional dan 40 persen dari pasar modern.

Selain itu, dia menilai saat ini belum ada standar yang jelas terkait dengan standar kantong plastik ramah lingkungan atau yang bisa terurai. Hal ini terkait dengan wacana pemerintah untuk memberikan variasi tarif cukai pada produsen yang ramah dan tidak ramah lingkungan. 

"Nah, ini mau memungut cukainya nanti bagaimana?" kata Fajar.

Dengan dasar itu, Inaplas menilai kunci pengelolaan sampah plastik yang baik adalah dengan memajukan perputaran ekonomi. Fajar mengatakan, Indonesia sudah memiliki pola perputaran tersebut yang dimulai dari sampah plastik dibuang, diambil pemulung, dikumpulkan pengepul, diolah industri daur ulang, hingga masuk ke industri kantong plastik.

"Itu sudah bagus tapi kita ingin itu prosesnya bisa lebih baik," kata Fajar.

Salah satu kendala saat ini, ujarnya, adalah pemilahan sampah. Ini lantaran sampah dari hulu saat ini belum terpilah dengan baik. Dia menilai, jika sampah sudah terpilah maka nilai tambah ekonominya bisa meningkat.

"Kita ingin mengubah paradigma lama kumpul, angkut, buang menjadi pilah, angkut, jual, proses," kata Fajar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CgGolq
December 16, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CgGolq
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

The Jakmania Bersih-Bersih Bus Transjakarta

Jakmania mengajak pendukung sepak bola menjaga fasilitas transportasi umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Enam orang The Jakmania atau pendukung kesebelasan Persija mendatangi pool bus Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (13/12) sore. Mereka datang bukan untuk menonton pertandingan sepak bola atau berunjuk rasa, melainkan membersihkan bus Transjakarta.

Persija berhasil menjuarai Liga 1 Indonesia Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Ahad (9/12) lalu. Kemudian, The Jakmania langsung marayakan kemenangan dengan melakukan konvoi dari Gelora Bung Karno (GBK) sampai ke Bundaran Hotel Indonesia.

Namun, di tengah euforia The Jakmania itu, ada oknum tak bertanggung jawab melakukan tindakan perusakan. Perusakan dilakukan terhadap badan bus Transjakarta dengan nomor MYS-17078 bertuliskan 'JKT DAY' berwarna hitam.

Sampai saat ini, pelaku yang mencoret badan bus juga belum diketahui. Meski belum dipastikan tindakan itu dilakukan Jakmania, tetapi pendukung klub asal Ibu Kota itu bersedia membersihkan bus tersebut.

Salah satu Jakmania asal Pondok Gede, Aditya Cahya (24 tahun), mengatakan, aksi bersih-bersih bus Transjakarta kali ini sebagai bentuk kepedulian. Jakmania ingin menunjukkan sekaligus mengajak para pendukung sepak bola lainnya untuk menjaga fasilitas transportasi umum.

"Ini soal pembersihan, kami sama Persija bareng-bareng sebagai bentuk kami pedulilah sama transportasi kami yang sudah kejadian kemarin. Sejauh ini tidak diketahui pelakunya siapa, dibilang oknum lah," ujar Aditya.

Pria yang mengenakan kaus loreng-loreng oranye khas tim Macan Kemayoran itu mengajak Jakmania lainnya bersama-sama menjaga fasilitas warga Jakarta. Aditya berharap, tidak ada tindakan perusakan fasilitas-fasilitas umum usai pertandingan sepak bola.

"Kedepannya kita harus lebih baik lagi, tidak boleh mencoret atau menjeleki fasilitas warga Jakarta sendiri," katanya.

The Jakmania datang ke kandang bus Transjakarta itu ditemani Corporate Secretary PT Persija Jaya Jakarta Darwis Satmoko. Mereka disambut oleh Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono dan Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph.

Kendati bus Transjakarta yang dicoret-coret itu sudah dibersihkan petugas Transjakarta sebelumnya, aksi bersih-bersih terhadap bus yang sama tetap dilakukan Jakmania. Menurut Agung, hal itu sebagai simbolis komitmen Jakmania atas menjaga fasilitas publik. 

"Sore ini adalah sebuah sebenarnya simbolisasi komitmen atas bagaimana fasilitas publik milik Transjakarta itu akan dan perlu dirawat dijaga dengan baik," kata Agung.

Ia menjelaskan, pihak Transjakarta telah bertemu dengan Jakmania pada Selasa (11/12) lalu. Meski belum tentu yang melakukan coret-coret bus itu Jakmania, lanjut dia, The Jakmania berbesar hati telah menyampaikan permintaan maaf.

Menurut Agung, Jakmania menunjukkan sikap bertanggung jawab untuk menjaga bus Transjakarta sebagai fasilitas publik. "Buat kami sangat penting karena itu menunjukan bahwa Jakmania juga melihat bus Transjakarta ini milik masyarakat, milik keluarga," tuturnya. 

Pawai juara Liga 1

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Agung mengatakan, pawai penyerahan trofi akan menggunakan bus tingkat kap terbuka dari Transjakarta. Bus tingkat berwarna merah yang sama digunakan pada Torch Relay Asian Games 2018 pada Agustus lalu. 

Agung mengatakan, Transjakarta telah menerima sepucuk surat dari pengurus Persija untuk menggunakan bus tingkat tersebut. Mereka akan melakukan pawai penyerahan trofi kemenangan Liga 1 Indonesia dari Persija kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Untuk itu, sebelum bus tingkat satu-satunya itu digunakan, ada prosesi pembersihan. Agung mengibaratkannya sebagai jamasan karena bus itu menjadi barang istimewa.

Tentunya, bus bisa dioperasikan setelah mendapatkan persetujuan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. "Ini disayang-sayang banget sama Transjakarta disayang-sayang banget. Kalau bukan karena Persija juara, enggak akan keluar kandang ini," tutur Agung.

photo

Petugas mengecek bus Transjakarta yang akan digunakan untuk pawai kemenangan tim sepakbola Persija di Kantor PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Kamis (13/12). (Republika/Putra M Akbar)

Joseph menambahkan, bus tingkat dapat menampung 34 penumpang untuk duduk. Akan tetapi, ia mengatakan, sebenarnya bus itu digunakan bukan untuk duduk tetapi dipusatkan di bagian kap terbuka untuk arak-arakan.

Bagian atap terbuka itu bisa memuat 10 sampai 15 orang berdiri ketika mengarak trofi. "Tetapi mobil ini untuk arak-arakaan jadi pusat perhatiannya justru di bagian depan, atap terbukanya itu," kata Joseph.

Sementara itu, Darwis menjelaskan, para penggawa Persija baik dari yang senior, U-19, U-16 akan melakukan pawai pada Sabtu (15/12) mendatang. Mereka akan memulainya dari Patung Panahan GBK di Jalan Asia Afrika, berbelok ke Pintu Satu yang mengarah ke FX Sudirman, melalui Jalan Jenderal Sudirman hingga sampai di Balai Kota.

"Itu suatu hal yang patut kami rayakan sama-sama dan kemenangan Persija ini adalah kemenangan masyarakat Jakarta, masyarakat pecinta sepak bola yang khususnya mencintai Persija," ungkap Darwis.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RS7h4J
December 13, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RS7h4J
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Manajemen Borneo FC Bantah Terlibat Pengaturan Skor

Borneo FC selaku tuan rumah menyerah dengan skor 1-3 menghadapi The Young Warrior.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Manajemen Borneo FC membantah terlibat dalam pengaturan skor pertandingan menghadapi PS Tira pada laga terakhir kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (9/12). Pada laga tersebut, Borneo FC selaku tuan rumah menyerah dengan skor 1-3 menghadapi The Young Warrior.

Kemenangan atas Borneo FC, akhirnya menyelamatkan tim yang dulunya bernama PS TNI itu dari jurang degradasi. PS Tira tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan bersama Perseru Serui. Perseru mengalahkan tuan rumah Persipura Jayapura dengan skor 2-0 pada laga terakhirnya. Tiga tim yakni PSMS Medan, Mitra Kukar dan juga Sriwijaya FC, harus terlempar ke Liga 2 musim depan.

Kekalahan Borneo FC banyak disorot oleh banyak pihak dan sempat memunculkan isu suap di media sosial. Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin langsung membantah isu tersebut dan menilai banyak pihak yang tak mengerti soal sepak bola.

"Saya sempat bingung ketika membaca di media sosial, tentang banyaknya tuduhan pada Borneo FC atas kekalahan lawan PS Tira. Saya melihat mereka tak memahami bagaimana sepak bola. Ini permainan dan semua pasti akan merasakan kekalahan dan kemenangan. Hari ini kami tak bermain bagus dan sangat wajar kalah," kata Nabil Husen di Samarinda, Senin (10/12).

Ia menegaskan, membangun Borneo FC sejak dari Divisi Utama (sekarang Liga 2) dengan susah payah dan penuh perjuangan. Namun, lanjut Nabiel, kalau ujung-ujungnya menerima suap demi kepentingan tim lain, hal itu justru akan mencoreng kerja keras yang dilakukannya selama ini.

"Silakan orang menuduh Borneo FC dan saya menerima suap. Tapi saya perlu tegaskan, selama ini saya tak pernah menerima suap berapa pun itu jumlahnya. Jangan samakan kami dengan tim lain yang mungkin melakukannya. Maaf, itu (menerima suap) bukan tipe saya dan saya tak akan pernah melakukannya," tegas Nabil.

Nabil melihat perjuangan keras PS Tira untuk tetap bertahan di Liga 1 menjadi salah satu alasan mengapa timnya kalah. Lagipula, banyak pemainnya tak bermain seperti biasa. Saat disinggung mengenai taktik dan strategi pelatih yang terlihat tak biasa saat bertemu PS Tira, Nabil pun enggan mengomentarinya.

"Jangan pernah mengatakan suap di tubuh tim Borneo FC. Terus terang, kalau ada yang terlibat dan saya mengetahuinya, saya pastikan langsung saya pecat siapa pun dia. Saya sekarang harus berpikir bagaimana tim ini musim depan, jadi tolong jangan beri fitnah dengan isu suap pada tim saya,"kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2En6OV2
December 10, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2En6OV2
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Macron akan Gelar Pengumuman Terkait Demonstran Rompi Kuning

Macron telah membatalkan kenaikan pajak bahan bakar yang memicu unjuk rasa.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Juru bicara pemerintahan Prancis Benjamin Griveaux mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mengumumkan hal penting pekan ini. Pernyataan ini dikeluarkan setelah unjuk rasa 'rompi kuning' pekan keempat yang memprotes kenaikan biaya hidup di Negara Eropa Barat tersebut.

"Presiden Republik akan menyampaikan pengumuman penting," kata Griveaux di stasiun televisi LCI.

Ia tidak memberikan rincian tentang kapan tepatnya dan apa yang akan diumumkan Macron. Salah satu sekutu dekat Macron mengatakan presiden Prancis tersebut akan mengumumkan hal penting pada pekan ini.

Macron telah membatalkan kenaikan pajak bahan bakar yang memicu unjuk rasa. Tapi hal tersebut tidak menghentikan unjuk rasa yang permintaannya telah berubah menjadi menurunkan pajak, menaikkan upah minimum, dan tunjungan pensiun.

Setelah unjuk rasa pekan keempat pada hari Sabtu (8/12) kemarin tempat-tempat wisata di Paris sudah dibuka kembali. Para pekerja membersihkan pecahan kaca dan pemilik toko kembali datang ke Paris.

Unjuk rasa pekan keempat yang diberi nama Act IV itu mengakibatkan 71 anggota polisi terluka dan kerusakan di seluruh penjuru ibu kota Prancis. Macron yang menjadi penyebab unjuk rasa dan kerusuhan tersebut sudah membuka suaranya.

Ia memuji kinerja polisi melalui akun media sosial Twitter. Tapi ia juga ditekan untuk membuat solusi baru untuk menahan amarah warga yang telah memecah belah Prancis. 

Jumlah mereka yang terluka di Paris dan di seluruh Prancis menurun dibandingkan pekan lalu. Sebagian besar kota Paris juga tidak tersentuh. Tapi televisi di Prancis dan seluruh dunia menayangkan kekerasan yang terjadi di tempat-tempat wisata terkenal di Paris.

Prancis mengerahkan sekitar 89 ribu polisi tapi tetap gagal menahan kerusuhan. Sebanyak 125 ribu pengunjuk rasa rompi kuning turun ke jalan. Mereka meminta pemerintah untuk menurunkan biaya hidup sehari-hari dan menuduh Macron hanya membela kepentingan elite.

Para pengunjuk rasa juga menilai modernisasi ekonomi yang dilakukan Macron terlalu cepat dilakukan. Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, 1.220 orang ditahan polisi dalam kerusuhan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SDn0Vs
December 09, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SDn0Vs
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Jelang Tahun Baru, BKP Kementan Fokus Stabilkan Harga Pangan

Stabilisasi harga dilakukan agar tak terjadi pelonjakan harga pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) berencana melakukan aksi stabilisasi harga dan pasokan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru 2019. Dengan begitu diharapkan tidak terjadi pelonjakan harga pangan.

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengatakan, tahun ini stabilisasi harga yang dilakukan fokus di beberapa daerah yang masyarakatnya banyak merayakan Natal dan Tahun Baru. Di antaranya Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Utara, serta Maluku.

"BKP sudah menyusun jadwalnya, berkisar minggu depan dan minggu berikutnya kita akan lakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemangku kepentingan seperti satgas pangan daerah, dinas perdagangan daerah, dan Bulog," ujar Agung kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (5/12). BKP Kementan pun akan mengundang para pemasok.

Pemantauan pasokan harga pangan pokok dan strategis di pasar utama juga wilayah sentra produksi pun akan dilakukan. Termasuk melakukan Operasi Pasar (OP) selektif bersama stakeholder terkait komoditas pangan dan wilayah tertentu.

"OP selektif misalnya ke lokasi yang telur lagi naik dan daging ayam juga naik. Hanya saja kita sudah pelajari, tidak semua (lokasi) perlu mengalami kenaikan," kata Agung.

Menurutnya, secara nasional harga masih terpantau normal. Hanya saja di beberapa pasar seperti di Kosambi dan Gondangdia terjadi kenaikan harga.

"Secara nasional masih ada kecenderungan meningkat. Itu perlu kita waspadai, terutama di beberapa provinsi yang kita fokuskan pasti ada permintaan meningkat," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pl8vDE
December 05, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pl8vDE
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Lion Air PK-LQP Sempat Alami Enam Kali Masalah

Permasalahan terdeteksi sejak 26 Oktober 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendeteksi pesawat Lion Air PK-LQP sudah memgalami enam kali masalah selama penerbangan. Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan permasalahan terdeteksi sejak 26 Oktober 2018. 

Ia mencontohkan dalam penerbangan tujuan Tianjin Binhai ke Manado terjadi dua masalah yakni tidak dapat menampilkan kecepatan dan ketinggian pesawat. Selain itu, pada 27 Oktober 2018 di penerbangan Denpasar-Manado, masalah lain muncul terkait lampu perawatan menyala setelah mendarat. 

"Problem yang tercatat di buku perawatan pesawat ada enam namun yang berurutan ada empat," kata Nurcahyo, dalam konferensi pers di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Rabu (28/11). 

Baca juga, Rusak Sejak di Bali, KNKT: Lion Air PK-LQP tak Layak Terbang

Meskipun demikian, masalah tersebut terus diperbaiki. Demikian pula dengan masalah yang sempat terjadi dalam penerbangan Denpasar-Jakarta sehari sebelum kecelakaan pesawat. Nurcahyo mengatakan, pada saat penerbangan tersebut terdeteksi potensi masalah stick shaker

"Stick shaker, adalah tactical warning. Intinya memberikan input kepada pilot bahwa indikasinya pesawat akan stall," kata Nurcahyo melanjutkan. 

Untuk diketahui, stall adalah kondisi ketika pesawat kehilangan daya angkat. Namun, mengapa pesawat tiba-tiba berpotensi stall adalah hal yang masih akan didiskusikan oleh KNKT dengan pihak Boeing nantinya.

Baca juga, Pilot Lion Air Berjuang Kendalikan Pesawat Hingga Terjatuh

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E0AkzP
November 28, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E0AkzP
via IFTTT
Share:

Deretan Bek Kelas Dunia Paling Menyulitkan Menurut Drogba

Diantaranya Carles Puyol dan Gerard Pique

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Legenda Chelsea Didier Drogba mengumumkan pensiun pekan lalu. Drogba gantung sepatu di usia 40 tahun.

Pemain asal Pantai Gading tersebut mengarungi dunia sepak bola profesional selama 20 tahun. Karier Drogba lama dihabiskan bersama Chelsea di Liga Primer Inggris.

Drogba menyebutkan ada empat pemain bertahan lawan yang membuatnya terkesan. Mereka adalah dua bek Barcelona, Carles Puyol dan Gerard Pique. Dua lagi adalah duet bek Manchester United Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand.

"Saya selalu sulit melawan Vidic-Ferdinand dan Puyol-Pique. Saya sulit mencetak gol di pertandingan penting melawan mereka," kata Drogba, dikutip dari Metro.UK, Rabu (28/11).

Duo MU Vidic-Ferdinand menggagalkan upaya Drogba menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya di tahun 2008. Saat itu MU dan Chelsea beradu di laga final Liga Champions di Moskow. MU menjadi juara lewat adu penalti.

Drogba dua kali berhadapan dengan duet Puyol-Pique. Yakni di semifinal Liga Champions 2009 dan tahun 2012.

Drogba baru bisa menjebol gawang Chelsea di edisi 2012 di mana saat itu The Blues sukses menyingkirkan El Barca dari semifinal Liga Champions.

Drogba kemudian menyebutkan satu nama sebagai rekan terbaiknya di Chelsea. Top skorer timnas Pantai Gading tersebut mengatakan nama legenda Chelsea Frank Lampard. Drogba menyebut mayoritas gol-gol yang dibuat Drogba untuk Si Biru London Barat lahir dari umpan Lampard.

Lampard dan Drogba sangat dekat secara personal. Keduanya selalu memanfaatkan momen latihan dengan melakukan berbagai eksperimen untuk mengelabui pemain bertahan lawan.

"Rekan terbaik saya adalah Frank Lampard. Saya menghabiskan banyak waktu latihan bersamanya," ujar Drogba.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Sg7DBR
November 28, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Sg7DBR
via IFTTT
Share:

UMP Kembali Perkuat Kerja Sama dengan Thailand

UMP mengirim alumninya mengajar di sekolah-sekolah di Thailand.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), terus mengembangkan jalinan kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di Thailand. Berbagai bentuk kerja sama yang sudah dilakukan, antara lain dengan mengirimkan alumni UMP untuk mengajar di sekolah-sekolah di Thailand, pengiriman siswa di Thailand untuk studi lanjut di UMP, dan penguatan SDM guru di Thailand dalam pelatihan atau workshop yang dilakukan dosen-dosen UMP.

Terkait penguatan kerja sama ini, perwakilan UMP yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja sama Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMP Dr Jebul Suroso, pekan lalu juga telah mengunjungi negara tersebut.

''Alhamdulillah, di Thailand kita bertemu dengan kurang lebih 15 kepala sekolah untuk menyepakati kerja sama UMP dengan sekolah sekolah di bawah naungan Yayasan As Salaam Institute Satun Branch, Yayasan Darul Uloom, dan Buranakarn Suksa Witya School,'' ungkapnya, Rabu (28/11). 

Dalam pertemuan tersebut, antara UMP dan yayasan pendidikan yang ada di Thailand sepakat menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan menguatkan kedua belah pihak. Kerja sama ini, nantinya akan dikukuhkan dalam  MoU.

''Ada tiga hal yang akan kita kerjasamakan dalam waktu dekat ini. Antara lain, pengiriman alumni kita dari UMP untuk mengajar di sekolah yang ada di Thailand, program dosen mengajar, dan program studi lanjut,'' jelasnya. Dalam kerja sama alumni UMP yang akan mengajar di Thailand, Dr Jebul menyebutkan, alumni UMP disepakati akan mengajar pendidikan bahasa Inggris.

Direktur Kantor Urusan Internasional UMP yang ikut berkunjung ke Thailand, Santhy Hawanti PhD, menyatakan UMP akan terus mendorong akselerasi internasionalisasi institusi dengan diwujudkannya berbagai terobosan starategis. ''Hal itu dilakukan untuk memberikan akses seluas luasnya bagi seluruh civitas akademika UMP terutama mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan beraktivitas internasional,'' jelasnya.

Dia menyebutkan, selain program pengiriman alumni untuk mengajar di sekolah-sekolah di Thailand, dalam kerja sama ini juga menyepakati pengiriman mahasiswa UMP untuk melakukan kegiatan teaching practicum.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E0Akjj
November 28, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E0Akjj
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Sosialisasi KB di Solo Sasar Generasi Muda

Generasi muda diharapkan bisa memahami pentingnya perencanaan untuk berkeluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar generasi muda sebagai objek dalam sosialisasi program Keluarga Berencana (KB). Tujuannya agar pemahaman terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga bisa ditumbuhkan sejak dini.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solo, Ariani Indriastuti, mengatakan Pemkot mulai melibatkan generasi muda dengan masuk ke sekolah-sekolah, kampus, juga anggota karang taruna. "Harapannya, para generasi muda mulai bisa memahami pentingnya perencanaan yang matang untuk berkeluarga," kata Ariani kepada wartawan, Jumat (23/11). 

Ariani menambahkan, generasi muda khususnya remaja putri harus memahami perlunya persiapan fisik dan mental untuk membina rumah tangga. Hal itu untuk mencegah mereka terjebak dalam pernikahan dini dan berpotensi menghambat terciptanya keluarga sejahtera. 

Materi sosialisasi program KB mencakup kesehatan reproduksi dan seksual serta wawasan KB. Sosialisasi program KB di kalangan remaja khususnya pelajar dan mahasiswa dinilai lebih efektif. Sosialisasi KB tidak hanya diperuntukkan bagi pasangan yang sudah menikah. "Namun, juga diperuntukkan bagi kalangan remaja agar memiliki pemahaman sebelum mereka berumah tangga," imbuhnya. 

Ariani menyatakan, selama ini program KB hanya menyasar keluarga muda dan kalangan tua. Generasi muda yang belum menikah justru kurang mendapatkan sosialisasi. Dikhawatirkan, minimnya wawasan dalam mempersiapkan berumah tangga akan menjerumuskan remaja pada pergaulan bebas. 

Berdasarkan pengamatan Pemkot, informasi yang disampaikan kepada anak-anak muda bahasanya masih mentah dan terlalu kaku. Dari evaluasi tersebut, diperlukan inovasi agar informasi mengenai KB bisa diterima generasi muda. 

Salah satu caranya melalui pemilihan duta generasi berencana di kalangan remaja. Duta terpilih memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi kepada rekan sebayanya. 

Program pokok KB telah menjadi prioritas Pemkot Solo. Hal itu diwujudkan dengan pengembangan Kampung KB di kelurahan-kelurahan sejak dua tahun terakhir. Hal itu untuk menekan angka kelahiran di Kota Bengawan. "Target kampung KB untuk meningkatkan kesadaran warga, terutama pasangan usia subur (PUS) agar bisa ikut program-program KB yang sudah terintegrasi," terangnya. 

Kota Solo memiliki luas wilayah 44,04 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 512.266 jiwa. Berdasarkan data dari Pemkot, PUS dari kelompok umur istri tercatat sebanyak 62.282 orang. Sementara kepadatan penduduk Solo sudah mencapai 12.000 orang per meter persegi, dari jumlah ideal sebesar 5.000 orang per meter persegi. 

Tahun lalu, Kampung KB dibentuk di Pucangsawit, Joyontakan, Pajang, Kadipiro dan Semanggi. Tahun ini, Pemkot sudah membentuk Kampung KB di lima kelurahan lain, yakni Panularan, Jebres, Kestalan, Sangkrah dan Serengan. 

Selanjutnya, tahun depan Pemkot Berencana menambah Kampung KB di beberapa kelurahan lain. Penentuan Kampung KB melibatkan tim penanggulangan kemiskinan kota dan kelurahan. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S9cy7z
November 23, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S9cy7z
via IFTTT
Share:

LCCs airport terminal to attract flights from new airlines

Angkasa Pura II expects new airlines attracted by its LCCs airport terminals.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Airport terminals for low-cost carriers (LCCs) are targeted to attract inbound flights from new airlines, especially foreign ones. Muhammad Awaluddin, CEO of PT Angkasa Pura II, stated that during a discussion panel in Jakarta, Thursday.

"Yes, this is one of the aims. There are still a lot of operating LCCs that are yet to fly into our airport," said Awaluddin.

PT Angkasa Pura II is a state-owned enterprise that manages airports in several regions of Indonesia. Low-cost foreign carriers that are yet to enter Soekarno-Hatta Airport in Jakarta include Viet Jet, Jeju Air, Malindo Air and Nok Air.

Awaluddin stated the concept of low-cost carrier terminal will be materialized during the revitalization process of Soekarno Hatta Airport's Terminal 1 and 2. The revitalization of the two terminals is scheduled to be completed in 2022.

Some nine million more passengers per year are expected to use them, taking their capacity to 25 million per year. The revitalization called for an investment of Rp2.7 trillion for terminal expansion and the addition of tools that support the digital concept and smart airport.

"It is scheduled to be completed some three years from now, but the implementation of the concept will be carried out next year," he remarked.

He further mentioned that Terminal 1 is specifically dedicated to low-cost domestic flights, while Terminal 2 is designated for low-cost domestic and international flights. Terminal 3 is for domestic and fully-serviced international flights, while the use of Terminal 4 is yet to be determined.

"If Terminal 4 is ready, it will be easy for us to make arrangements," he stressed.

Meanwhile, Terminal 4 itself is scheduled to be built in 2020, and the focus will be on determining its design next year.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DSJApz
November 23, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DSJApz
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Spesies Dinosaurus Vegetarian Baru Ditemukan di Brasil

Dinosaurus adalah makhluk sosial pada tahap awal evolusi.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Tulang-tulang spesies dinosaurus pemakan tumbuhan yang baru telah ditemukan. Penemuan baru ini telah digali di Brasil.

Tiga kerangka yang terawat sangat baik ditemukan dan memberi pengetahuan pada salah satu dinosaurus berleher panjang yang hidup lebih dari 225 juta tahun yang lalu. Spesies baru ini, yang hidup sebelum dinosaurus raksasa muncul, memiliki berat sekitar 102 Kg, panjang 3,6 meter, dan tinggi 1,5 meter.

Para ahli mengatakan, penemuan ini luar biasa karena menunjukkan dinosaurus adalah makhluk sosial pada tahap awal evolusi. Mereka memilih hidup berkelompok daripada sendirian.

"Ada tiga kerangka artikulasi dalam lima ton batu. Ini unik. Ini menunjukkan hewan-hewan ini mungkin mati bersama karena mereka berbagi derajat disartikulasi yang sama. Jadi, jika mereka mati bersama dinosaurus ini mungkin hidup bersama," kata ahli biologi Rodrigo Muller dari Universitas Federal Santa Maria, Brasil, dikutip dari Independent, Rabu (21/11).

Penemuan spesies baru ini dinamakan Macrocollum itaquii. Jenis ini adalah sepupu jauh dari sauropoda, hewan berleher panjang yang kemudian berjalan dengan empat kaki, seperti brontosaurus yang tumbuh menjadi hewan darat terbesar yang berjalan di bumi.

"Ini memberi kita gambaran menakjubkan tentang bagaimana hewan-hewan ini hidup, yang belum pernah dilakukan sebelumnya," ujar Muller.

Macrocollum merupakan bahasa Latin untuk leher panjang. Penemuan ini dapat membantu paleontolog menemukan bagaimana sauropoda tumbuh begitu besar. Seperti sauropoda, spesies baru itu juga pemakan tanaman, namun berjalan dengan dua kaki.

"Morfologi giginya menunjukkan dinosaurus ini herbivora," ujar Muller.

Vegetasi yang dominan pada saat itu adalah pakis dan gymnospermae, tanaman tanpa bunga yang menghasilkan kerucut dan biji. Tanaman itu menjadi makanan pokok yang dikonsumsi oleh jenis yang baru ditemukan itu. Laporan Royal Society melalui Biology Letters menyatakan leher panjangnya akan membantu mengakses lebih banyak makanan.

"Memang, leher panjang hadir dalam dinosaurus baru mungkin juga telah memberikan keunggulan kompetitif untuk mengumpulkan sumber daya makanan. Ini akan memungkinkan anggota kelompok mencapai vegetasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan vertebrata awal lainnya," ujar Muller.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TwJMzd
November 21, 2018 at 06:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TwJMzd
via IFTTT
Share: