Showing posts with label 2018 at 11:22PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 11:22PM. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Industri Manufaktur Diharapkan Mampu Dongkrak Ekspor

Industri manufaktur berkontribusi 72 persen terhadap ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan industri manufaktur sebagai sektor yang diandalkan guna berkontribusi lebih dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperbaiki neraca perdagangan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri manufaktur nasional sanggup berdaya saing di kancah global. Salah satunya terlihat dari kontribusinya terhadap total ekspor nasional yang terbilang signifikan. "Saat ini, ekspor produk industri manufakur memberikan kontribusi mencapai 72,28 persen dari total ekspor nasional," ujarnya dalam rilis yang diterima Republika, Senin (24/12).

Kemenperin mencatat, nilai ekspor produk manufaktur terus meningkat setiap tahun. Hingga Desember 2018, mampu menembus 130,74 miliar dolar AS atau naik 4,51 persen dibanding capaian tahun 2017 sebesar 125,10 miliar dolar AS. Tahun 2016 sekitar 110,50 miliar dolar AS dan tahun 2015 di angka 108,60 miliar dolar AS.

Menurut Airlangga, dalam upaya mendorong peningkatan ekspor dari industri manufaktur, diperlukan langkah untuk memacu investasi atau ekspansi guna perluasan usaha. Hingga Desember 2018, investasi industri nonmigas diperkirakan mencapai Rp 226,18 triliun. Selain menumbuhkan populasi industri, investasi dapat memperdalam struktur industri di dalam negeri sehingga berperan sebagai substitusi impor.

Airlangga menuturkan, populasi industri besar dan sedang bertambah sebesar 6 ribu unit usaha. "Industri kecil mengalami penambahan jumlah industri yang mendapatkan izin sebanyak 10 ribu unit usaha," katanya.

Dari capaian tersebut, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding tahun 2015 di angka 15,54 juta orang.

Oleh karena itu, pemerintah terus merancang kebijakan pemberian insentif fiskal yang lebih menarik sehingga dapat menggairahkan iklim usaha. Misalnya, untuk industri otomotif, Kemenperin mengusulkan harmonisasi tarif dan revisi besaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Upaya strategis itu salah satunya guna mendongkrak produktivitas kendaraan sedan, sesuai permintaan pasar ekspor saat ini. Sebab, produksi industri otomotif di Indonesia masih didominasi jenis SUV dan MPV. Salah satu pasar potensial untuk ekspor sedan adalah Australia dengan peluang mencapai 1,3 juta unit. Sementara, jumlah pengapalan untuk kendaraan roda empat produksi Indonesia ke mancanegara saat ini sebesar 200 ribu unit per tahun.

Pada Januari-Oktober 2018, industri otomotif di Indonesia mengekspor kendaraan roda dua dengan total nilai sebesar 1,3 miliar dolar AS. Sedangkan, untuk kendaraan roda empat, dengan nilai 4,7 miliar dolar AS.

Airlangga mencontohkan beberapa industri otomotif sudah berhasil melakukan ekspor. Menurutnya, mereka bisa melakukan ekspor ketika ada investasi yang menggerakkan industri sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing. "Kemarin sudah ada ekspor dari Toyota, Suzuki, dan Yamaha Motor. Semua itu kan investasi dulu baru ekspor. Karena kapasitasnya rata-rata sudah optimal," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LzJmEJ
December 25, 2018 at 11:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LzJmEJ
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Undip Pastikan 12 Mahsiswanya Selamat dari Tsunami

Saat tsunami terjadi 12 mahasiswa Undip ini sedang melakukan ekspedisi riset

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Universitas Diponegoro (Undip) memastikan 12 orang mahasiswanya selamat dari tsunami yang menghantam sejumlah pesisir di perairan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam. Saat tsunami terjadi, ke-12 mahasiswa Undip tersebut tengah melakukan ekspedisi riset di pulau Legundi, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

"Kami sudah menerima kabar, ke-12 mahasiswa tersebut selamat dan telah dievakuasi ke Bandar Lampung," ungkap Kepala UPT Humas Undip, Nuswantoro Dwiwarno, Ahad (23/12).

Ia mengungkapkan, ke-12 mahasiswa Undip ini tergabung dalam tim Unit Kegiatan Selam (UKSA) dan Seagrass Conservation and Research Center (SEACREST) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Beberapa saat setelah terjadi tsunami, komunikasi kampus dengan para mahasiswa ini tidak dapat dilakukan, bahkan ke-12 mahasiswa ini sempat dikabarkan terjebak di pulau Legundi.

Namun Ahad (23/12) sore, Undip sudah menerima kabar jika ke-12 mahasiswa tersebut selamat dan sudah dievakuasi keluar dari pulau Legundi menuju Bandar Lampung. Bahkan beberapa mahasiswa sudah bisa dihubungi pihak kampus untuk mengonfirmasi kondisi terkini para mahasiswa.

"Yang terbaru, kami telah mendapatkan informasi mereka sudah dievakuasi menuju markas Polairud di Puri Gading, Bandar Lampung," jelas Nuswantoro.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BB36mU
December 23, 2018 at 11:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BB36mU
via IFTTT
Share: