Showing posts with label 2018 at 06:55PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:55PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Ahmad Basarah Ajak Masyarakat Meneladani Taufik Kiemas

Masyarakat diajak meneladani sikap politik Taufiq Kiemas yang beradab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Taufiq Kiemas, itulah nama yang diberikan pasangan Tjik Agus Kiemas dan Hamzatun Rusjda pada putranya yang lahir di Jakarta 31 Desember 1942.  Keluarga kecil itu tinggal disebuah rumah sederhana di kawasan Harmoni Jakarta.

Taufik Kiemas dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang penuh perjuangan. Di tengah kesusahan yang melilit pribumi pada masa awal pendudukan Jepang, Tjik Agus Kiemas bekerja di Persatuan Warung Kebangsaan Indonesia (Perwabi) yakni sebuah organisasi yang berafiliasi pada Partai Masjumi. Tjik harus bekerja membanting tulang demi menghidupi keluarganya. 

Sedangkan Hamzatun, yang pernah mengenyam pendidikan bidan, fokus mengurus kebutuhan Taufiq dan adik-adiknya yang lahir kemudian. Tak lama setelah proklamasi kemerdekaan, Tjik Agus Kiemas-yang sudah perwira TNI hasil lulusan pendidikan perwira PETA di Bogor- memboyong keluarganya di Yogyakarta. Mereka mengikuti para pejabat pemerintah yang memutuskan memindahkan ibu kota Republik Indonesia ke Yogyakarta.

Baru setelah penyerahan kedaulatan, Taufiq dan keluarganya kembali ke Jakarta. Ketika ayahnya ditugaskan sebagai pejabat di Djawatan Perdagangan di Makassar, Taufiq tidak ikut serta. Oleh ayahnya, yang simpatisan militan Masjumi, ia justru dimasukkan ke SMP Katolik Mardiyuana di Sukabumi.

Setamat SMP, barulah Taufiq bergabung kembali dengan keluarganya yang sudah bermukim di Palembang, kampung halaman sang ayah. Saat remaja di Palembang, Taufiq tumbuh menjadi seorang Soekarnois yang militan. Militansi itu berawal dari kekaguman saat ia mendengar pidato Bung Karno di radio.

Seakan  ada dorongan kuat dalam dirinya untuk mengetahui lebih jauh sosok dan pemikiran Bung Karno. Berbagai hal pun dilakukan Taufiq untuk memuaskan rasa ingin tahunya tersebut, mulai dari meminjam buku-buku karya Bung Karno atau yang membicarakan pemikiran sang proklamator, juga ia terus berupaya agar selalu bisa menyimak pidato Bung Karno di radio.

“Dari seorang remaja yang semula hobi hura-hura dengan geng Don Quixote, perlahan tapi pasti, Taufiq bertransformasi menjadi seorang aktivitis mahasiswa,” tutur Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Basarah mengenang kelahiran Almarhum Taufiq Kiemas.

Menurut Ketua Fraksi PDIP MPR RI itu tak lama setelah Taufik Kiemas masuk Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Taufiq memutuskan bergabung dengan GMNI. Meski untuk itu, ia harus bertengkar hebat dengan ayahnya, yang ingin anak sulungnya itu berkecimpung di organisasi mahasiswa Islam. Karena militansinya dan kepandaiannya bergaul, dalam waktu singkat Taufiq dipercaya menjadi Ketua GMNI Palembang.

Pergaulan politiknya pun tidak lagi sebatas anak-anak GMNI, juga dengan tokoh-tokoh politik di Palembang. Bahkan dengan sejumlah tokoh muda nasional, seperti Guntur Soekarnoputra.Peristiwa Gestok 1965, membalikkan suasana.

Kekuasaan Bung Karno surut. Para Soekarnois sejati, termasuk Taufiq, harus mendekam di penjara rezim Orde Baru. Dua kali ia dipenjara di Markas CPM Palembang dan RTM Budi Utomo Jakarta.  

“Tapi, penjara tidak membuat Taufiq patah semangat, justru memberikan pelajaran berharga baginya. Pelajaran dari penjara itu terus diingat oleh Taufiq. Bukan sekadar menjadi pengetahuan penghias kepala belaka, tapi juga ia praktikkan dalam kehidupan kesehariannya,” kata Ahmad Basarah seperti dalam siaran persnya.

Seiring perjalanan politiknya, romansa asmaranya dengan Megawati Soekarnoputri pun tumbuh. Saat mendekam di penjara di Palembang, angan-angan atau firasat Taufiq untuk menyunting Megawati Soekarnoputri sudah bersemi. Firasat itu rupanya membekas di garis tangan. 

Di awal tahun 1971, setelah Megawati menjanda karena suaminya, Letnan (Penerbang) Surindro Suprijarso, wafat akibat kecelakaan pesawat di sekitar Pulau Biak, ia diperkenalkan dengan Taufiq oleh Guntur Soekarnoputra. Perkenalan itu berlanjut menjadi jalinan asmara, hingga akhirnya pasangan ini menikah Maret 1973. 

Sambil mengarungi biduk rumah tangga, pasangan ini memiliki tiga anak Muhammad Rizki Pratama, Muhammad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani. Taufiq dan Megawati kemudian terjun ke dunia politik. Mereka berkiprah di Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Di masa-masa kritis, terutama setelah KLB PDI di Surabaya akhir tahun 1993 di mana Megawati terpilih sebagai Ketua Umum PDI, Taufiq terus mendampingi sang istri. Ia lebih banyak bergerak di belakang layar.

Di masa reformasi, Taufiq merupakan motor utama pendirian PDI Perjuangan. Ia pula yang berperan besar mengantarkan Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Presiden RI, dan kemudian Presiden RI.

Puncak karir politik Taufiq Kiemas sendiri adalah saat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MPR RI di tahun 2009. Di tengah masa kepemimpinannya, 8  Juni 2013, beliau berpulang ke haribaan Allah SWT.

“Kini Taufiq Kiemas, lelaki yang menentang badai itu, sudah lima tahun lebih wafat. Sudah menjadi tugas kita merawat kenangan, serta meneruskan warisan keteladanannya dalam berpolitik yang beradab. Dirgahayu Pak Taufiq Kiemas,” kata Ahmad Basarah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BRvpNX
December 31, 2018 at 06:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BRvpNX
via IFTTT
Share:

Thursday, December 27, 2018

Kemenperin Pastikan Industri Serap Tenaga Kerja Difabel

Para penyandang disabilitas dipacu menjadi wirausahawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat melakukan kerja sama untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja di sektor industri. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin lebih secara masif melaksanakan kegiatan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Komitmen ini dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas, antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (27/12).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menargetkan sebanyak 72.000 orang ikut serta dalam program Diklat 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja) pada 2019. "Ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif," katanya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis.

Pelaksanaan program Diklat 3in1 untuk para penyandang disabilitas akan segera dijalankan pada Januari 2019. Program ini berlangsung sekitar tiga pekan. Semakin cepat program diadakan, diharapkan industri yang akan menyerap juga sudah bisa cepat menerima.

Airlangga juga meyakini, langkah kolaborasi ini mampu mengurangi jumlah pengangguran sekaligus dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. "Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami juga memacu mereka agar bisa menjadi wirausaha industri baru," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril berharap program Diklat 3 in 1i dapat menjadi contoh bagi kementerian lain, seperti Kementerian BUMN dan Ketengakerjaan. "Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas," ujar Gufroni.

Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penempatan kerja di perusahaan industri, serta pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas masing-masing pihak.

Pada implementasi tahap pertama, penyandang disabilitas akan menjadi peserta program Diklat 3in1 yang disiapkan untuk bekerja di industri alas kaki dan garmen. Sudah ada tujuh industri alas kaki yang dipastikan menyerap mereka, yakni PT Wangta Agung, PT Ecco Indonesia, PT Young Tree Industries, PT Widaya Inti Plasma, PT Inti Dragon Suryatama, PT Bintang Indokarya Gemilang, dan PT Aggio Multimax.

Sementara, untuk industri garmen, yaitu Intima Globalindo, Mataram Tunggal Garment, Pan Brothers Group, Ungaran Sari Garments, dan Sritex Group.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SifG1G
December 27, 2018 at 06:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SifG1G
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

ACT Sumbar Turunkan Tim Bantu Bersihkan Material Longsor

ACT membantu evakuasi mobil yang terseret longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat mengirim tim untuk membantu proses pembersihan material longsor di Panorama 2. Tepatnya di kawasan Sitinjau Lauik di jalur utama Padang-Solok.

Tim relawan juga membantu memindahkan salah satu minibus yang ikut terseret longsor pada Jumat (14/12) dini hari kemarin agar tidak menghalangi laju kendaraan. Tim program ACT Sumbar, Aan Saputra, menyebutkan bahwa tim relawan bekerja sejak pagi sampai Jumat siang kemarin, hingga arus kendaraan mulai mengalir setelah 10 jam terhenti.

"Ini merupakan kali kedua longsor yang terjadi di Panorama 2 Jalan Padang - Solok ini. Kita dari tim ACT Sumbar ikut membantu BPBD untuk mengevakuasi mobil yang terkubur dan terseret akibat longsor tersebut," kata Aan, Sabtu (15/12).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, bencana ini menimbulkan satu orang korban jiwa dan empat orang luka-luka. BPBD mencatat, korban meninggal dunia adalah Dian Ekawati (40 tahun). Sementara korban lain yang terluka sudah dievakuasi menuju rumah sakit. Material longsor sepanjang 30 meter dan ketinggian timbunan 2-3 meter juga membuat jalur Padang-Solok kembali terputus.

Namun, hingga Sabtu (15/12) sore tadi pihak kepolisian belum melakukan evakuasi terhadap tiga unit kendaraan yang terseret tanah longsor di jalur utama Padang-Solok. Satu truk, satu bus Family Raya, dan satu minibus masih berada di lereng tebing, tepat di sisi bawah badan jalan. Ketiga kendaraan tersebut sempat terseret longsor yang terjadi pada Kamis (13/12) tengah malam. 

Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Polresta Padang, AKP Muzhendri, mengungkapkan bahwa belum dilakukannya evakuasi terhadap ketiga kendaraan mempertimbangkan padatnya lalu lintas di jalur Padang-Solok. Bila evakuasi tetap dipaksa dilakukan, maka berisiko membuat antrean panjang di jalur yang kini menjadi 'primadona' bagi warga Padang ini. Pascaputusnya jembatan di jalur Padang-Bukittinggi, pengendara memilih rute melalui Solok untuk menuju Bukittinggi dan daerah lain di Sumbar bagian utara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LhZ0o3
December 15, 2018 at 06:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LhZ0o3
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

In Picture: Apel Pengamanan Pemilu 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memimpin apel kesiapan TNI membantu Polri dalam pengamanan Natal, Tahun Baru 2019 serta Pemilu 2019 di Silang Monas, Jakarta, Jumat, (30/11). Sebanyak 50 ribu personel dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara serta Polri mengikuti apel tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Sjf8bf
November 30, 2018 at 06:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Sjf8bf
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Bebas Bersyarat, Pengacara: Jonru Ingin Fokus ke Keluarga

Jonru resmi bebas bersyarat sejak Jumat Sore.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terpidana kasus ujaran kebencian Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting resmi bebas bersyarat pada Jumat (23/11), setelah menjalani dua pertiga masa hukumannya. Pengacara Jonru, Djudju Purwonto mengatakan kliennya menghirup udara bebas sejak Jumat sore.

"Tadi ba'da Ashar sekitar setengah empat karena beliau sudah menjalani dua pertiga masa hukuman," kata Djudju saat dihubungi wartawan, Jumat (23/11).

Djudju Purwanto mengatakan kliennya saat ini ingin menghabiskan waktu bersama keluarga setelah dinyatakan bebas. Ia pun belum dapat memastikan apakah Jonru akan ikut dalam reuni alumni 212 pada Desember mendatang.

"Belum ada jadwal khusus, jadi kembali ke keluarga," katanya.

Djudju menilai, Jonru akan kembali kepada keluarga setelah istrinya baru melahirkan seorang anak beberapa waktu lalu. "Sampai saat ini belum (ada jadwal ikut Reuni 212) karena beliau punya bayi, istrinya melahirkan, bayinya belum tiga bulan fokus di keluarga," ujar Djudju.

Djudju menyampaikan, pihaknya sudah mengurus berkas bebas bersyarat Jonru sejak Oktober lalu. Hal tersebut, lanjutnya, menjadikan kliennya dipersilakan pulang oleh petugas.

Sebelumnya, Jonru Ginting divonis satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan atas kasus ujaran kebencian, Maret lalu. Putusan ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa. Dalam sidang sebelumnya, jaksa menuntut  Jonru untuk dihukum dua tahun penjara dengan denda Rp 50 juta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QdJ2QP
November 23, 2018 at 06:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QdJ2QP
via IFTTT
Share: