Showing posts with label 2018 at 04:47PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:47PM. Show all posts

Tuesday, December 18, 2018

Kode Etik Pelaut untuk Zero Accident

Produk hukum heteronom, dirasa masih belum cukup untuk pelindungan ketenagakerjaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyusunan kode etik pelaut sudah sangat mendesak. Hal ini mengingat peran pentingnya seorang pelaut dalam mengawal keselamatan pelayaran menuju zero accident.

Demikian yang disampaikan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenhub Wahyu Satrio Utomo atau usai membuka Forum Grup Discussion (FGD) Penyusunan Kode Etik Pelaut pada hari ini, Selasa (18/12) di Jakarta. 

Menurutnya, penyusunan kode etik pelaut dapat menjadi payung hukum bagi pelaut Indonesia dengan tujuan meningkatkan kebutuhan dan perlindungan hukum serta mencegah perbuatan tidak profesional bagi tenaga kerja pelaut di masa kini dan masa mendatang.  

"Oleh karenanya, kedepan sudah sewajarnya jika kode etik bagi pelaut disusun bersama-sama oleh forum tripartite untuk kemudian dikompilasi atau dibakukan, dan disepakati serta disahkan oleh seluruh asosiasi atau organisasi pelaut Indonesia," ujar Irjen Kemenhub yang biasa dipanggil Tommy, dalam keterangannya kepada Republika.co.id.

Tommy mengatakan, pelaut merupakan suatu profesi yang luar biasa, dengan wilayah kerja yang bersifat lintas negara, lintas wilayah, bahkan lintas benua. Kondisi itu, membuat seorang pelaut dituntut untuk memiliki kualifikasi keahlian dan keterampilam yang berstandard internasional sesuai konvensi Standard ofTraining Certification and Watchkeeping (STCW) Amandeman Manila 2010 yang dikeluarkan oleh Internasional Maritime Organization (IMO).   

“Dengan pendidikan yang terstandard internasional, seorang pelaut dapat dengan mudah bekerja dan dipekerjakan di luar negeri tanpa harus melalui proses penyetaraan ijazah atau proses adaptasi sebagaimana profesi yang lain,” kata Tommy.

Selain pendidikan, profesi pelaut dalam bekerja di atas kapal, harus didukung dan dilindungi kenyamanan, keamanan dan keselamatan lingkungan kerjanya. Yang harus dimulai dari darat, sebelum pelaut mulai bekerja di atas kapal yaitu dengan adanya Perjanjian Kerja Laut (PKL) dan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB). 

"Perekrutan mereka pun harus dilakukan oleh agen yang berlisensi sesuai dengan tuntutan Maritime Labour Convention 2006 yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO)," tegasnya. 

Lebih jauh Tommy mengatakan, Pemerintah Indonesia selalu berusaha yang terbaik untuk tenaga kerja pelaut Indonesia. Yaitu dengan memberi kepastian hukum, membentuk sistem perlindungan bagi pelaut dan menghormati hak asasi manusia dengan perangkat hukum berupa peraturan perundang-undangan nasional yang sesuai dengan peraturan dan konvensi internasional. 

Yaitu KUHD Buku Kedua, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengesahan ILO Convention No. 185 Concerning Revising the Seafarers’ Identity Documents Convention, 1958 (Konvensi ILO No. 185 Mengenai Konvensi Perubahan Dokumen Identitas Pelaut, 1958), Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pengesahan Maritime Labour Convention, 2006, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan, PP. Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan sebagaimana telah diubah dengan PP. Nomor 22 Tahun 2011, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 30 Tahun 2008 tentang Dokumen Identitas Pelaut, PM. 70 Tahun 2013 tentang Pendidikan dan Pelatihan, Sertifikasi serta Dinas Jaga Pelaut dan PM. 84 Tahun 2013 tentang Perekrutan dan penempatan Awak Kapal.

Namun demikian, peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah atau biasa disebut dengan produk hukum heteronom, dirasa masih belum cukup untuk pelindungan ketenagakerjaan. 

Hukum heteronom harus didukung dengan hukum otonom yang merupakan ketentuan yang dibuat dan disepakati sendiri oleh perusahaan pelayaran atau pemilik/operator kapal (Principals) dengan Pelaut, dan pelayaran atau pemilik/operator kapal dengan asosiasi/organisasi pelaut. 

"Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan kelengkapan penerapan hukum semakin berkembang. Hal-hal yang dahulu dirasa belum dibutuhkan atau bahkan belum terpikirkan, kini sudah mulai kita pertimbangkan bersama.  Salah satunya adalah kode etik," ujar Tommy.

Kode etik dalam pengertiannya secara khusus dikaitkan dengan tuntunan pengambilan keputusan dalam melaksanakan profesi yang diwadahi dalam bentuk aturan tertulis atau kode berdasarkan norma-norma umum yang berlaku di bidang profesi dan menjadi standard yang pada suatu saat dibutuhkan, akan menjadi acuan untuk menilai dan atau menghakimi segala perbuatan yang menyimpang dari norma-norma yang disepakati tersebut. 

Menurut Tommy, saat ini, pemerintah juga sedang menyusun Peraturan Pemerintah tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal yang ditujukan pada Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kementerian Keuangan yang tentunya berdampak pada kesiapan dan keseriusan masing-masing Kementerian terkait. Terutama Kementerian Perhubungan untuk menyusun petunjuk pelaksanaannya.

"Dengan begitu, Kode etik ini diharapkan akan menjaga baik personal pelaut, maupun principals untuk berlaku sesuai etika dan norma-norma yang berlaku dan Mahkamah Pelayaran pun mempunyai standard baku yang disepakati banyak pihak sebagai acuan dalam menerapkan disiplin administrasi bagi para pelaut Indonesia," kata Tommy. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R0a7rb
December 18, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R0a7rb
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Pemkot Bandung Permudah Layanan Kesehatan dengan ''Beres''

Inovasi memudahkan proses rujukan dan pelayanan lansia dan penderita serangan jantung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadirkan kemudahan layanan kesehatan melalui inovasi. Inovasi layanan kesehatan ini dihadirkan lewat aplikasi Beres atau singkatan dari Bandung Emergency Referral and STEMI.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial meluncurkan Beres di RSUD Kota Bandung Jalan Rumah Sakit Kecamatan Ujungberung Kota Bandung, Sabtu (8/12). STEMI atau ST Elevasi Miokard Infark adalah jenis serangan jantung yang paling serius ditandai dengan ada gangguan pada suplai darah. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan total arteri koroner, yang dapat menyebabkan meluasnya kerusakan pada area jantung.

Menurut Kepala RSUD Kota Bandung, Dokter Exsenveny Lalopua, M.Kes, Beres merupakan jawaban atas tantangan meningkatnya angka kematian harian di RSUD Kota Bandung. Kematian di RS yang dipimpinnya mencapai 2-3 orang per hari. Salah satu penyebabnya akibat kesulitan mendapatkan rujukan dan atau pelayanan. Hal itu karena kurang informasi dan penanganan pasien saat terjadi gangguan kesehatan.

"Itu itu kami membuat inovasi yang memudahkan proses rujukan dan pelayanan Khusus untuk Geriartri (Lansia) serta penderita serangan jantung," kata Veny dalam siaran persnya.

Veny juga menambahkan, inovasi Beres akan digabungkan dengan pelayanan Home Care RSUD Kota Bandung. Sehingga akan lebih cepat karena menjangkau masyarakat langsung.

"Dalam Lima tahun ini akan diutamakan pelayanan lansia agar bisa mencapai level paripurna. Ini juga akan ditingkatkan kualitas asuhan keperawatan yang komprehensif agar bisa maksimun dan optimal dalam pelayanan kesehatan pada masyarakat," tuturnya.

Selain itu, tambah Veny, akan ada juga transfer pengetahuan dengan kewilyahan agar Puskesmas juga bisa memberikan penanganan sakit jantung dini dan geriartri ramah Lansia. "Saat ini sudah ada 11 Puskesmas di kewilayahan yang punya EKG (Electro Kardio Gram). Nantinya kita bimbing. Semoga bisa diperbanyak di Puskesmas lain yang belum punya," tambah Veny.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengaku sangat senang dan bangga serta mengapresiasi dengan hadirnya inovasi ini. Apalagi inovasi ini diciptakan oleh RSUD Kota Bandung.

"Alhamdulilah, Bandung mendapatkan Inovatif Government Award (dari Kemendagri). Kita juara 1 dari 554 kota kabupaten di Indonesia. Ini sesuai dengan tiga pilar pembangunan yaitu inovasi, kolaborasi dan desentralisasi," jelasnya.

Mang Oded, sapaan akrabnya berharap, Beres bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan. Usai meluncurkan Beres, Mang Oded menyempatkan diri teleconference dengan Puskesmas Kopo dan menyapa pasien di RSUD Kota Bandung.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zNeuw6
December 08, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zNeuw6
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Aksi Hegerberg Menginspirasi Seluruh Wanita di Dunia

Ia memenangi Ballon d'Or edisi perdana di kategori sepak bola putri.

REPUBLIKA.CO.ID, Ada Hegerberg mengejutkan dunia. Pesepak bola yang bermain untuk klub Olympique Lyon itu meraih ballon d'Or (pemain terbaik dunia) 2018.

Tentu saja, Hegerberg tidak bersaing dengan Luka Modrid. Pasalnya, penyerang asal Norwegia itu memenangkan award tersebut di kategori wanita.

"Luar biasa, ini motivasi besar untuk terus bekerja keras," kata striker 23 tahun, dikutip dari the Guardian, awal pekan ini.

Hegerberg berharap bisa terus memenangkan gelar bersama Lyon. Ia baru saja membawa klub Prancis itu meraih trofi Liga Champions wanita, tiga musim beruntun.

Hegerberg juga membawa Lyon meraih gelar Liga Prancis empat kali beruntun. Ia berharap pencapaiannya menginspirasi semua wanita di dunia. "Untuk gadis-gadis muda di seluruh dunia, percayalah pada dirimu sendiri," ujar pesepak bola bernomor punggung 14 ini.

Sebelumnya, Hegerberg mengoleksi berbagai gelar individu bergengsi. Sosok kelahiran Molde ini pemain terbaik Eropa 2016, kemudian atlet terbaik Norwegia di tahun yang sama.

Pada 2017, Hegerberg terpilih sebagai pesepak bola wanita terbaik versi BBC. Kini di 2018, ia memenangi Ballon d'Or edisi perdana di kategori putri.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EjiUhP
December 07, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EjiUhP
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Motor Listrik Gesit akan Jadi Kendaraan Instansi Pemerintah

Sepeda motor Gesit akan diproduksi massal mulai tahun depan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Sepeda motor listrik 'Gesit' yang siap diproduksi massal bakal menjadi kendaraan bermotor di instansi pemerintahan. Sebelum resmi diproduksi massal, Pemerintah telah menginisiasi untuk menggunakan 'motor listrik' karya anak bangsa tersebut untuk kendaraan di instansinya.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir mengatakan lintas kementerian terkait sudah melakukan rapat dengan DPR di bawah koordinasi Menko Maritim. Terkait dengan motor listrik sekarang sudah dalam tahap masuk industri setelah sebelumnya prototipe dari kendaraan roda dua ini sudah dicoba oleh Presiden di Istana Negara.

Usai mencoba, kata dia, Presiden sempat menanyakan motor listrik tersebut jauh lebih halus dan tidak seperti motor listrik yang pernah dicoba oleh Presiden. “Saya bilang, ini teknologinya sangat tinggi sekali. Karena speedometer-nya yang bisa memantau kecepatan sekaligus baterai, ini yang luar biasa,” katanya usai memaparkan 4 tahun Kinerja Kemenristekdikti, di gedung Prof Soedharto, kumplaks kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Kota Semarang, Jumat (30/11).

Bahkan, begitu motor itu diberhentikan, speedometer bisa dikeluarkan dan berfungsi sebagai smartphone. Ini merupakan teknologi motor listrik pertama kali di dunia, yang mulai Januari 2019 nanti, rencananya sudah akan diproduksi massal.

Terkait dengan regulasinya, Menristekdikti juga mengaku tidak masalah. Semua sudah ditandatangani oleh Menteri Perindustrian dan Menristekdikti juga telah meminta pendampingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK mendampingi supaya ini diusulkan masuk industri.

“Menteri Perindustrian sudah setuju, Menteri Perhubungan –karena ini harus di jalan—juga bakal memberikan izin dan mereka akan melakukan hal ini,” kata Nasir.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan, target pertama motor listrik itu akan diproduksi massal mulai 2019. Pabrik bakal memproduksi 60 ribu unit kapasitas dalam satu tahun untuk satu line. Nantinya ada empat line namun yang difungsikan baru satu line.

Jika satu line nanti tidak memenuhi kebutuhan dalam negeri maka akan ditambah line kedua. Kapasias produksi per bulan bisa mencapai 5.000 unit motor listrik. Baterai motor tersebut menggunakan lithium hasil riset dan inovasi yang dikembangkan oleh UNS dan speedometernya buatan dari ITB dan motor penggeraknya dari ITS Surabaya.

Menristekdikti juga mengakui, jika motor listrik ini diproduksi massal bakal menyaingi industri otomotif. Ia bahkan mengakui, pada saat mau meluncurkan motor listrik ini sudah ada industri motor dunia yang mengintip, seperti dari Taiwan, Jepang, dan Cina.

Bahkan ada yang menanyakan harga jual motor listrik tersebut. Namun Menristekdikti tidak menjawab, kecuali menyampaikan harganya kompetitif. Artinya tidak jauh berbeda dengan harga motor pabrikan yang saat ini sudah banyak di pasaran dan harganya di atas Rp 15 juta.

Menurutnya, harga itu tidak masalah. “Karena seluruh komponennya sudah dibuat di dalam negeri,” kata Nasir.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rc4Dev
November 30, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rc4Dev
via IFTTT
Share:

Komisi VII Gelar Konsinyasi Soal BPIH 2019

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Komisi VIII DPR RI berencana melakukan konsinyasi untuk memutuskan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2019. Kegiatan itu menindaklajuti usulan Kementerian Agama (Kemenag) menaikkan BPIH 2019 sebesar 43 dolar Amerika Serikat (AS).

Anggota Komisi VIII DPR RI Achmad Mustaqim mengatakan Komisi VIII DPR tidak menginginkan adanya kenaikan BPIH dari tahun sebelumnya. BPIH 2018 secara nasional sebesar Rp 34 juta. Dia menjelaskan dalam rapat kerja dengan Kemenag, angka 43 dolar AS sifatnya usulan awal.

“Kemarin kita terima apa adanya dulu. Setelah rapat, Komisi VIII membentuk tim panja BPIH 2019. Kita lakukan FGD untuk mempertajam usulan itu, logis tidak,” kata Mustaqim kepada Republika.co.id, Jumat (30/11).

Karena itu, dia mengatakan, tim panja BPIH 2019 akan mengadakan konsinyasi dengan mengajak maskapai penerbangan di Wisma DPR RI di kawasan puncak, Jawa Barat pada pekan depan.

Kegiatan itu akan menyisir 27 elemen penyelenggaraan ibadah haji. Sehingga, ada kejelasan apakah usulan kenaikan lebih disebabkan alasan pelayanan atau ada faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan di lapangan.

Menurut dia, salah satu contoh faktor lapangan yang menyebabkan kenaikan BPIH, yakni regulasi baru Saudi, seperti biaya BBM, kenaikan pajak progresif atas visa.
“Kenaikan yang disebabkan dampak regulasi, itu kan harus diantisipasi,” ujar dia.

Politikus PPP itu mengingatkan penyelenggaraan haji pada 2018 terdampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena itu, menurut dia, tim panja BPIH 2019 yang terdiri dari Komisi VIII dan pemerintah harus mengantisipasi kemungkinan hal serupa.

“Oleh karena itu, saat ini usulan kenaikan itu belum menjadi keputusan tim panja BPIH 2019,” kata Mustaqim.

Berita Terkait

Kemenag mengusulkan BPIH 2019 naik 43 dolar AS daripada tahun sebelumnya. Menag Lukman Hakim Syaifuddin beralasan kenaikan itu disebabkan tiga hal, pertama, sewa pesawat da bahan bakar avtur yang mengalami kenaikan.

Kedua, transportasi darat dari Makkah ke Madinah, juga sebaliknya yang dinaikkan pemerintah Saudi. Ketiga, upaya pemerintah Indonesia meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji, khsuusnya di Arafah. n Umi Nur Fadhilah

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2re2zTm
November 30, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2re2zTm
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Haedar: Pemuda Muhammadiyah Jaga Integritas

Pemuda Muhammadiyah agar membangun sinergi dengan seluruh persyarikatan Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke XVII telah berlangsung sukses, lancar dan menghasilkan kepengurusan baru yang dipilih secara demokratis. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berpesan agar Pemuda Muhammadiyah menjaga integritas.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan terima kasih atas pelaksanan Muktamar yang berjalan baik itu kepada PP Pemuda Muhammadiyah yang lama dan seluruh muktamairin. "Kepada PP Pemuda Muhammadiyah yang baru agar dapat menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya yang membawa pada kemajuan Pemuda Muhammadiyah, persyarikatan Muhammadiyah, umat dan bangsa," kata Haedar melalui keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Kamis (29/11).

Haedar berpesan agar kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah di bawah Ketua Umum Sunanto dan Sekretaris Jenderal Dzul Fikar Ahmad Tawalla dapat menjaga integritas diri secara individual dan kolektif agar dapat memimpin dengan baik, jujur, amanah dan terpercaya. "Perkuat kebersamaan, soliditas dan keutuhan organisasi, jaga independensi dan netralitas organisasi dari tarikan kepentingan politik manapun," ujarnya.

Ia berpesan agar Pemuda Muhammadiyah membangun sinergi dengan seluruh organ persyarikatan Muhammadiyah. Lebih dari itu, Pemuda Muhammadiyah diingatkan agar mentaati segala prinsip, kepribadian, khittah dan ideologi Muhammadiyah serta kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 

"Lakukan usaha-usaha dan program-program yang nyata dan berkemajuan dengan semangat sedikit bicara atau bicara seperlunya dan banyak bekerja," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pb2KrQ
November 29, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pb2KrQ
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

LSI: Penilaian Publik Soal Ekonomi Pengaruhi Dukungan Capres

Mayoritas responden yang menilai ekonomi Indonesia membaik dukung Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ardian Sopa menilai persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi memengaruhi dukungan pemilih terhadap calon presiden (capres). Hasil survei LSI menunjukan ini terjadi pada segmen pendidikan, pendapatan, dan agama.

Ardian mengatakan pada pemilih berdasarkan segmen pendidikan, mayoritas responden yang menilai ekonomi Indonesia membaik mendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Rata-rata di atas 60 persen responden, baik yang hanya lulus SD maupun kelompok segmen pelajar, yang menilai ekonomi baik, menyatakan memilih Jokowi-Maruf. 

“Sebaliknya, rata-rata di bawah 25 persen, di semua segmen pendidikan yang menilai ekonomi baik, yang memilih pasangan Prabowo-Sandi," kata Ardian di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Selasa (27/11).

Pada semua segmen pendidikan, mereka yang menilai ekonomi Indonesia buruk menyatakan memilih Prabowo-Sandi sebagai pilihan capresnya. Pada mereka yang menilai ekonomi buruk, semakin tinggi pendidikannya, semakin tinggi dukungannya terhadap Prabowo-Sandi.

Di segmen pemilih berdasarkan pendapatan, mayoritas responden, yang menilai kondisi ekonomi sedang dan baik, menyatakan mendukung Jokowi-Maruf dengan rata-rata angka di atas 60 persen. Sedangkan mereka yang menilai kondisi ekonomi buruk mayoritas memilih Prabowo-Sandi.

“Keunggulan Prabowo-Sandi di pemilih yang menilai ekonomi buruk, lebih tinggi di segmen pendapatan menengah hingga ekonomi mapan. Namun di segmen pemilih wong cilik yang mempersepsikan ekonomi buruk, meski unggul namun keunggulan Prabowo-Sandi tidak signifikan,” kata dia.

Di segmen agama, mayoritas responden yang menilai kondisi ekonomi sedang dan baik, baik pemilih Muslim maupun pemilih non-Muslim, menyatakan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Maruf. Bahkan, keunggulan pasangan Jokowi-Maruf di segmen pemilih non-Muslim yang menilai ekonomi Indonesia sedang dan baik mencapai 87 persen.

Sementara responden yang menilai kondisi ekonomi buruk, sebanyak  65,6 persen pemilih Muslim menyatakan mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Di pemilih non-Muslim, meski menilai ekonomi buruk, mayoritas responden tetap memilih Jokowi-Maruf yaitu sebesar 52,2 persen. 

Sementara yang memilih Prabowo-Sandi sebesar 43,5 persen. "Sebagian besar dari pemilih kalangan minoritas agama dan Indonesia Timur cukup militan mendukung Jokowi. Walau mereka menilai kondisi ekonomi buruk, Jokowi masih menang di segmen ini," ujarnya.

Pengumpulan data survei tersebut dilakukan pada 10-19 November 2018 dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei melibatkan 1.200 respoden, yang dipilih dengan multistage random sampling. Sementara margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QpEkiY
November 27, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QpEkiY
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Sokoliman Didorong Jadi Dusun Pendidikan di Yogyakarta

Diupayakan adanya koneksi internet demi bisa mempercepat proses belajar.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Perpustakaan Dusun Sokoliman baru saja diresmikan. Peresmian yang dilakukan pula dengan pagelaran wayang yang dipentaskan anak-anak PAUD turut menjadi dorongan kepala Sokoliman menjadi Dusun Pendidikan.

Peresmian diselenggarakan di Joglo Sokoliman, Ahad (25/11). Pementasan wayang turut dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi dan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sutrisna Wibawa.

Program itu sendiri merupakan hasil kerja sama banyak elemen. Mulai Pelayanan Pengabdian Masyarakat (P2M) dan Jurusan PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), LPPM, Gugus PAUD VI Karangmojo sampai Yayasan Marta Hadi Wisroyo.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran program-program tersebut. Di antaranya, Kampung Emas Dewi Sri yang cuma ada dua di Kabupaten Gunungkidul.

Selain di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kampung Emas Dewi Sri kini dihadirkan di Dusun Sokoliman, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Kini, Desa Bejiharjo bahkan telah menjadi Kampung Pendidikan.

"Ini merupakan modal penting bagi kemajuan pendidikan di Gunungkidul," kata Immawan.

Setelah ini, ia mengaku akan mengupayakan adanya koneksi internet demi bisa mempercepat proses belajar. Kehadiran wi-fi, dirasa dapat pula dimanfaatkan untuk memasarkan produk-produk UMKM.

Rektor UNY, Sutrisna Wbawa berharap, kehadiran perpustakaan dapat senantiasa membangkitkan semangat pendidik di Sokoliman dan sekitarnya. Itu merupakan salah satu cara perguruan tinggi mendekatkan diri.

"Mendekatkan diri dengan masyarakat yang dikemas dalam bentuk program-program pengabdian masyarakat," ujar Sutrisna.

Wayang bocah sendiri mengusung judul Hangrungkepi Bhumi Pertiwi yang dimainkan anak-anak PAUD Kecamatan Karangmojo. Cerita ini diilhami cerita Mahabarata yang diset kepada cerita pemilihan Raja Pringgodani.

Mengandung tujuan literasi, cerita itu mengisahkan pergolakan rasa menolak ketidakinginan atau maju untuk menjalankan amanat orang tua. Tokohnya, Gatot Kaca, menguatkan diri terus berdarma demi kejayaan tanah leluhur.

Langkahnya dibesarkan niat untuk melangkah lurus yang membawa panji kebesaran jati diri. Atas semua itu, Gatot Kaca berani berjanji untuk memiliki, menjaga dan melindungi bumi pertiwinya.

Peresmian penggunaan Perpustakaan Dusun Sokoliman turut diramaikan sumbangan bantuan BTN berupa tiga unit komputer dan printer. Itu jadi langkah literasi budaya demi mengimplementasikan nilai-nilai budaya.

Tentunya, implementasi langsung kepada anak-anak karena dihadirkan di tengah-tengah masyarakat. Wayang bocah dan pelatihan tembang menjadi langkah-langkah lain yang akan terus digalakkan.

Melalui wayang bocah, dapat ditingkatkan perkembangan anak-anak berupa bahasa motorik, sosial emosional, kognitif, nilai agama, moral dan seni. Selain itu, wayang bocah menjadi apresiasi kepada elemen-elemen pendidik.

Dekan FIP UNY, Haryanto menambahkan, kegiatan itu memang merupakan agenda rutin tahunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP UNY melalui program P2M. Tujuannya, membiasakan mahasiswa mengidentifikasi persoalan masyarakat dan memberi solusi.

"Bagi kami pengabdian masyarakat bukan hanya dijalankan dosen, namun wajib bagi mahasiswa," kata Haryanto.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DKUs7X
November 26, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DKUs7X
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

30 Menit Lancar Membaca Alquran

Peserta antusias mengikuti kegiatan 30 menit membaca Alquran di kantor Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika kembali menggelar 30 menit lancar membaca Alquran. Acara digelar di kantor Republika, Jalan Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta Selatan, Sabtu (24/11).

Puluhan peserta angkatan 85 antusias mengikuti metode yang diajarkan Ustaz Ahmad Farid Hasan. Ia mengatakan, peserta menikmati dan senang mengikuti metode ini. Karena metode ini beda serta mudah, cepat dan praktis.

"Intinya bisa baca Alquran menguasai 30 huruf, delapan tanda baca, dan tujuh tajwid. Belajar seperti itu sehari selesai," ucapnya pada Republika.co.id, Sabtu.

Ia menjelaskan, metode yang diajarkan lain daripada yang lain. Menurut dia, meski memiliki buku jika teori yang diajarkan susah, orang akan sulit memahaminya. Namun, kalau metode yang diajarkannya mudah, sehingga dicari masyarakat yang ingin belajar.

Nantinya, kata dia, setelah pengajaran ini, para peserta belajar di rumah masing-masing. "Seharian kan banyak praktiknya, nantinya tidak tergantung guru. Tapi belajar sendiri dengan bacaan yang benar," ucapnya.

Farid menambahkan jika ingin cepat menguasai harus fokus, tidak boleh tidur, adanya kemauan sendiri, jangan dipaksa, dan bisa membaca latin. Farid berharap dengan adanya pelatihan dan metode ini umat islam di Indonesia bisa membaca Alquran. Pemberatasn buta huruf Alquran bisa tuntas dan berhasil.

"Pelatihan-pelatihan seperti ini sering ditunggu terutama orang dewasa," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DKg44i
November 24, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DKg44i
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Kemendes Terus Tingkatkan Kapasitas Pendamping Desa

Pendamping desa salah satu pilar yang sangat penting untuk pembangunan desa.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus meningkatkan peningkatan kapasitas pendamping desa. Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan pendampingan desa terus dilakukan pemerintah dalam upaya percepatan pembangunan di desa-desa.

Pendamping desa juga diperlukan dalam upaya pendampingan program dana desa dan program inovasi desa. "Pendamping desa ini kan salah satu pilar yang sangat penting untuk pembangunan desa. Desa-desa perlu pendampingan dan kapasitasnya kita tingkatkan terus," kata dia, saat memberikan arahan pada acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa se-Provinsi Jawa Tengah di Setos Hotel, Semarang (22/11).

Dia melanjutkan, dana desa pada tahun depan lebih banyak dipakai untuk pemberdayaan masyarakat, karena peningkatan Sumber Daya Manusia sangat penting, dan pemberdayaan ekonomi desa. Dengan adanya pendamping desa ini diharapkan bisa memunculkan potensi dan inovasi di desa-desa untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa.

"Kita bisa mencontoh desa-desa yang BUMDes-nya sukses, sekarang sudah banyak BUMDes yang membayar pajaknya lebih besar dari dana desa yang diterima. Nah ini kita copy, kita tularkan melalui pendampingan pendamping-pendamping desa supaya disampaikan ke perangkat dan masyarakat desa binaannya masing-masing," ujar dia, di hadapan para pendamping desa.

Ia mengatakan, pelatihan kepada pendamping desa ini terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pendamping desa. Salah satunya untuk menggenjot program inovasi desa. Karena dengan inovasi desa, desa-desa lebih cepat maju.

Contohnya seperti di Desa Kutuh, Bali. Karena inovasinya membelah tebing yang awalnya untuk budidaya rumput laut, ternyata bisa menjadi jalan ke pantai dan menjadi desa wisata dengai Pantai Pandawa-nya. Tahun lalu sekitar 1 juta wisatawan yang berkunjung dengan penghasilan desanya dari BUMDes/ Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA) sebesar Rp 34 miliar, penghasilan bersih Rp 14 miliar dan Pajak Rp 3 miliar, padahal dana desanya Rp 800 juta.

"Dengan bursa inovasi desa, keberhasilan desa lain kita copy. Kalian tinggal ambil saja dari media sosial, website kemendesa.go.id, atau inovasidesa.kemendes.go.id ada ribuan video contoh pemberdayaan ekonomi seperti desa-desa wisata. Saya yakin inovasi-inovasi ini akan membantu pertumbuhan ekonomi di desa-desa dan membantu pendamping desa jadi pengusaha-pengusaha di masa datang," paparnya memberi semangat dan optimisme.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OZwWWO
November 22, 2018 at 04:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OZwWWO
via IFTTT
Share: