Showing posts with label 2019 at 06:59AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:59AM. Show all posts

Thursday, November 21, 2019

Pemeliharaan Anak Ayam Jadi Penilaian Siswa di Kota Bandung

Pemkot Bandung secara simbolis telah membagikan sejumlah anak ayam kepada siswa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Siswa yang sudah menerima anak ayam dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung diminta memeliharanya dengan baik. Karena hal tersebut akan masuk ke dalam penilaian siswa di sekolah.

pemkot bandung , Kamis (21/11) secara simbolis membagikan sejumlah anak ayam kepada sejumlah siswa. Di antaranya kepada siswa dari SMP Negeri 54 Bandung yang terletak di Kecamatan Gedebage.

"Nanti di Sains (IPA) diukur beratnya sudah berapa misalnya satu bulan, berapa nanti kalau sudah gede berapa penambahannya. Dibandingkan dengan anak ayam dari anak lain apakah berbeda ataukah sama," kata salah seorang guru SMPN 54 Bandung, Elin Lindiawati di Bandung.

Selain itu, Elin juga menyebut pemeliharaan anak ayam itu juga masuk dalam penilaian beberapa mata pelajaran. Seperti tulisan laporan tumbuh kembang ayam yang akan masuk dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Juga kreatifitas pembuatan kandang ayam yang akan masuk dalam mata pelajaran Prakarya.

Setiap satu ekor anak ayam, menurutnya, akan dirawat oleh satu orang siswa. Nantinya, kata Elin, para siswa akan membentuk kelompok yang terdiri dari lima anggota untuk memutuskan satu kandang penyimpanan bagi seluruh ayam yang dirawat oleh seluruh anggota.

Kandang tersebut akan disimpan di rumah seorang anggota kelompok. Untuk itu, menurutnya seluruh anggota kelompok rumahnya harus berdekatan. "Satu ayam, satu anak tapi berkelompok dalam satu kelompok itu ada lima. Jadi anak itu rumahnya harus berdekatan," kata dia.

Salah seorang siswa SMP Negeri 54 Bandung, Rabil Khairul Akbar mengaku senang telah menerima seekor anak ayam tersebut. Anak ayam milik Khairul berwarna putih dan memiliki kandang sementara berwarna biru. "Alhamdulillah senang mendapat ayam, nanti akan dirawat sebaik-baiknya," kata Rabil.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan pembagian ayam kepada para siswa merupakan respons Pemkot Bandung atas agenda pemerintah pusat untuk melakukan revolusi mental dan pembangunan karakter. Namun, menurutnya pembagian ribuan ekor anak ayam masih dalam tahap percobaan.

Apabila berhasil, program pembagian anak ayam ini kemungkinan akan secara resmi dianggarkan untuk tahun depan. Saat ini baru hanya 10 sekolah tingkat dasar dan dua sekolah tingkat menengah pertama di dua kecamatan yang menerima anak ayam.

"Ini adalah percobaan pada anak-anak kita. Nanti kita akan evaluasi seperti apa hasilnya. Kalau memang dampaknya bagus atau positif, kita programkan untuk tahun depan," kata Oded.

sumber : Antara

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2D7OjBf
November 22, 2019 at 06:59AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2D7OjBf
via IFTTT
Share:

Sunday, June 2, 2019

Facebook Kunjungi Pelaku UMKM di Surbaya

Perhatian Facebook dilakukan dengan cara bekerja sama dengan pelaku UMKM Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Perusahaan layanan jejaring sosial berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat, Facebook, memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan pemasaran bisnis para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya, Jawa Timur. Salah satu bentuk perhatian Facebook tersebut dilakukan dengan cara bekerja sama dengan Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM) di Kota Surabaya melalui program #SheMeansBusiness yang sudah terjalin sejak 2016.

Pahlawan Ekonomi adalah sebuah program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas perempuan dan keluarga, sedangkan Pejuang Muda adalah pemberdayaan ekonomi berbasis anak-anak muda di Surabaya. Kedua program yang diinisiasi Pemerintah Kota Surabaya sejak 2010 ini dinilai cukup efektif dalam upaya mengembangkan industri kreatif di kalangan pelaku UMKM di Kota Pahlawan.

Tak ayal, jika banyak anggota yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi pun menuai hasil. Bahkan, produk mereka kini telah berhasil merambah ke pangsa pasar ekspor.

Untuk lebih memaksimalkan kerja sama itu, Facebook berkesempatan mengunjungi salah satu UMKM yang menjadi anggota Pahlawan Ekonomi yakni Ina Pie yang berada di Asrama Brimob, Jalan Gresik Nomer 39 RT 01 Blok D, Kota Surabaya pada Sabtu (1/6) lalu.

"Kita sudah ada di sini (Surabaya) dan bermitra dengan Pahlawan Ekonomi sejak 3 tahun yang lalu. Tujuan kita sebenarnya untuk melengkapi kemampuan dari semua UMKM wanita dengan keterampilan digital, agar mereka bisa lebih memasarkan produknya ke luar Surabaya," kata Head of Community Affairs, Asia Pacific Facebook, Beth Ann Lim saat berkunjung di UKM Ina Pie.

Menurut dia, tekad, kreativitas dan kegigihan para pelaku UKM di Surabaya merupakan hal yang menjadikannya sukses, walaupun mereka dihadapi oleh beragam tantangan seperti kesulitan dalam memberikan layanan dan produk, menggaet calon konsumen baru, merekrut pegawai baru hingga berkompetisi di kancah global.

Bahkan setiap hari, ia mengaku fokus dalam membantu bisnis para pelaku UKM agar mendapatkan manfaat yang maksimal dari Facebook melalui pengenalan produk, pelatihan dan alat-alat yang dapat digunakan untuk belajar. "Facebook mengerti banyak tantangan yang dihadapi pelaku usaha UKM untuk merealisasikan ide-ide mereka dan teknologi lah yang mampu membantu mereka dalam hal tersebut," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Ann Lim, pihaknya ingin semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk membangun ketrampilan, membangun bisnis dan membangun komunitas. Ia percaya bahwa dengan mendukung bisnis UMKM, maka akan dapat melihat hal-hal yang luar biasa ke depannya.

Untuk itu, kata dia, Facebook membuat program #SheMeansBusiness yang sudah berjalan di Indonesia sejak 2016. Ini untuk mengapresiasi dan memberdayakan perempuan wirausaha di seluruh Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Program tersebut akan membekali para perempuan wirausaha dengan ilmu, koneksi, ketrampilan dan teknologi yang dibutuhkan dalam membangun dan mengembangkan bisnis mereka. Sejak 2016, program Pahlawan Ekonomi bersama #SheMeansBusiness menjalin kolaborasi melalui rangkaian workshop, sesi pelatihan, dan sumber materi acuan untuk keterampilan digital. Selain itu, #SheMeansBusiness juga membekali anggota Pahlawan Ekonomi dengan ilmu, koneksi, keterampilan dan teknologi yang dibutuhkan.

Beth Ann Lim mengatakan beberapa program dan pelatihan yang dijalankan bersama dengan Pahlawan Ekonomi (PE) melalui program #SheMeansBusiness ini bukan hanya sekadar mengenalkan ke platform-platform sosial media mereka, seperti Facebook, Instagram dan Whatsapp, melainkan juga mengenalkan apa saja alat gratis yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM perempuan untuk memajukan bisnisnya.

Di samping itu, melalui program tersebut pihaknya juga memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM bagaimana mereka bisa melakukan customer service yang baik melalui whatsapp. Menurutnya, dalam ruang lingkup bisnis UMKM, hubungan relasi dengan customer dinilai lebih personal.

Selain itu, dalam program tersebut, pelaku UMKM yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi juga diajarkan meningkatkan penjualan. "Kami mengajarkan kepada mereka bagaimana bisa memiliki kemampuan pemasaran yang lebih baik melalui platform-platform sosial media," katanya.

Salah satu pelaku UMKM yang telah sukses melalui program tersebut adalah Dahliana Tuhuteru dengan produknya Ina Pie. Sejak tahun 2010, Ina sapaan lekatnya, adalah seorang single parent. Kala itu, dengan banyaknya tagihan dan biaya hidup, Ina harus menghidupi kedua buah hatinya. Ina pun bangkit dengan membangun usaha membuat pie.

"Sejak 2010 saya ditinggal suami jadi gimana caranya anak saya bisa hidup. Jadi saya akhirnya diajari ibu saya buat kue. Tapi ibu saya pesan jangan semua kue dibikin," kata Ina.

Akhirnya, Ina pun memilih untuk menekuni bisnis kue pie tersebut. Ina kemudian mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi. Dari program tersebut, ilmunya membuat pie semakin terasah. Terlebih, dengan pelajaran yang telah didapat untuk menjual produk melalui internet, seperti, Facebook, Instagram dan Whatsapp.

"Setelah saya terjun ke Pahlawan Ekonomi, yang tadinya varian rasa hanya lima, sekarang banyak. Karena saya sharing dengan chefnya. Jadi kalau kita bikin (produk makanan) kita tidak boleh merasa enak sendiri," ujarnya.

Hasil mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi yang berkolaborasi dengan #SheMeansBusiness, omzet penjualan produk Ina pun terus meningkat. Bahkan, produknya kini sudah tersebar ke seluruh pelosok nusantara.

"Jadi keuntungan saya yang tadinya tidak tahu jadi tahu, yang tadinya tidak bisa jadi bisa. Sekarang omzet per bulan Rp 30 juta sampai Rp 40 juta," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyuntikkan semangat berapi-api kepada para pelaku UMKM dalam momen kerja sama dengan Facebook yang digelar bersamaan dengan acara launching program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang di Kaza Mall Surabaya, Sabtu lalu.

Risma mendorong mereka agar tidak bosan berusaha, tidak lelah, dan tidak menyerah untuk terus mengembangkan produknya. Wali Kota Risma juga mengimbau kepada para peserta yang baru tergabung dalam Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda agar mereka mendaftarkan merek paten produknya. Harapannya, agar brand yang sudah dibuat itu tidak ditiru oleh orang lain.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EPArgf
June 03, 2019 at 06:59AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EPArgf
via IFTTT
Share:

Saturday, June 1, 2019

Pochettino Sesalkan Penalti Dini yang Diderita Tottenham

Manajer Tottenham menyesalkan timnya harus kemasukan gol di menit awal dari Liverpool

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino menyesalkan timnya harus kemasukan gol melalui penalti dari Liverpool. Padahal pertandingan final Liga Champions pada Ahad dini hari WIB tersebut baru berlangsung semenit.

Penalti tersebut diawali penilaian wasit Damir Skomina yang menganggap lengan Moussa Sissoko menyentuh bola di kotak terlarang. Algojo Liverpool Mohammed Salah tidak menyia-nyiakan peluang dan mengemas gol untuk membuka keunggulan timnya.

"Pertandingan-pertandingan final adalah tentang kemenangan, bukan bermain bagus. Kena hukuman penalti saat laga baru berlangsung 20 detik memberikan dampak yang besar," kata Pochettino dalam komentar purnalaga dilansir laman resmi UEFA, Senin (2/6).

Tottenham kemudian beberapa kali mampu mengancam gawang Liverpool yang dikawal Alisson Becker. Sayang semua upaya mereka gagal berbuah gol balasan, dan justru Si Merah yang mampu menggandakan keunggulan melalui gol Divock Origi pada menit ke-87 dan memastikan laga berakhir dengan skor 2-0 untuk Liverpool.

Secara objektif, permainan Tottenham tidak buruk. Beberapa kali aksi Son Heung Min dan kawan-kawan merepotkan pertahanan Liverpool. Oleh karena itu, Pochettino tidak kehilangan rasa bangga terhadap anak-anak asuhnya.

"Kami semua sangat kecewa, namun saya bangga terhadap para pemain. Ini sangat menyakitkan namun kami perlu terus maju," tambahnya.

Penyesalan serupa disampaikan oleh bek Tottenham Jan Vertonghen. Bagi Vertonghen, kemasukan gol saat pertandingan baru berlangsung 20 detik berarti membuat Liverpool dapat memainkan permainan yang diinginkan.

Kapten Tottenham, Hugo Lloris, juga beranggapan penalti tersebut sangat merugikan timnya."Kami dapat bermain lebih baik terkait penampilan, namun tidak mudah untuk kemasukan gol begitu cepat. Itu sangat menyakitkan," tutur kiper asal Prancis ini.

Lloris mengatakan encetak gol cepat seperti itu tentu mendongkrak kepercayaan diri Liverpool. "Ini adalah mengenai mengatur permainan pada momen-momen kunci. Kami tetap kuat, namun tidak mampu menemukan cara untuk memecah kebuntuan," ujarnya menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XmNlcS
June 02, 2019 at 06:59AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XmNlcS
via IFTTT
Share: