Showing posts with label 2019 at 05:52PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:52PM. Show all posts

Tuesday, May 28, 2019

In Picture: OTT Imigrasi Mataram

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Kurniadie (bermasker) digiring petugas saat tiba di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (28/5).

Kurniadie bersama tujuh orang lainnya diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dengan suap izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di NTB.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WrOPVX
May 28, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WrOPVX
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Selamat Hari Buku Nasional

Dari 1.000 penduduk Indonesia hanya ada 1 orang yang memiliki minat baca

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nasihin Masha

Pada 17 Mei merupakan peringatan Hari Buku Nasional. Penentuan hari buku ini ditetapkan pada 2002, di masa Mendikbud dijabat A Malik Fadjar, era pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Pemilihan tanggal 17 Mei dinisbahkan pada peristiwa pembangunan gedung perpustakaan nasional pada 17 Mei 1980, di masa mendikbud Daoed Joesoef di era Orde Baru Soeharto. Saya belum mendapat penjelasan mengapa hari buku diambil dari perisitwa pembangunan gedung perpustakaan. Tentu saja perpustakaan terkait dengan buku. Namun yang menjadi pertanyaan mengapa penisbahan itu bukan pada hal lain.

Mari kita lihat perbandingannya. Hari Buku Internasional jatuh pada 23 April. Hal itu ditetapkan Unesco pada 1995. Penisbahan itu dikaitkan dengan tanggal kematian Miguel de Cervantes Saavedra (sastrawan dari Valencia, Spanyol, 1547-1616) pada 23 April 1616 – ternyata itu juga menjadi tanggal kematian William Shakespeare (dramawan dari Inggris). Mengapa memilih Cervantes? Ternyata dia adalah penulis pertama novel modern. Pasti kita sudah sangat mengenal karyanya dibandingkan dengan penulisnya. Ya, Cervantes adalah penulis novel Don Quixote. Novel ini begitu masyhur, hingga kini.

Menisbahkan hari buku ke penulis atau sebuah karya buku tentu lebih afdol dibandingkan dengan menisbahkan ke dalam pembangunan sebuah gedung, apalagi gedung itu baru dibangun di era kini, tak fenomenal, dan bahkan perpustakaan nasional pindah ke gedung baru di tempat lain. Apapun kita patut mensyukuri bahwa kita memiliki hari buku nasional. Ini bisa dijadikan momen untuk introspeksi diri, sampai sejauh mana dunia perbukuan berkembang? Berapa judul buku yang terbit tiap tahun? Pada derajat berapa minat baca buku orang Indonesia? Dengan demikian, kita bisa menengok sampai seberapa jauh kita melangkah.

Era Lampau

Sejak kapan Indonesia mengenal buku? Ada yang mencatat bahwa buku pertama lahir pada abad ke-9. Ya, itu adalah lahirnya serat Ramayana. Ini adalah kisah klasik dari India. Saat itu, bumi Nusantara berada dalam pengaruh Hindu. Buku Ramayana itu ditulis dengan syair tembang. Ada beragam serat yang ditulis yang menyadur kisah-kisah dalam sastra India seperti Mahabharata, Bharatayuddha, dan lain-lain. Namun setelah itu dunia penulisan seolah berhenti. Baru di era Majapahit dunia kepenulisan hidup lagi.

Salah satu karya sastra yang popular adalah Kakawin Desa Warnnana uthawi Nagara Krtagama (Nyanyian Desa-desa Jawa atau Negara Kertagama). Syair ini berkisah tentang sejarah tanah Jawa, namun tentu fokus pada kejayaan Majapahit di era Hayam Wuruk, era saat syair tersebut ditulis. Tentu saja kisah itu ditulis atas restu sang raja. Buku itu ditulis dalam bentuk syair tembang dalam 47 lembar lontar. Syair itu berisi 386 bait. Selesai ditulis September-Oktober 1365. Syair ini ditulis oleh Mpu Prapanca. Selain menjadi dokumen penting tentang bukti kejayaan Majapahit, dalam kakawin ini juga menyebutkan diksi Pancasila –sebuah istilah yang kemudian diadopsi Sukarno tentang dasar negara Indonesia. Memang isi Pancasila dalam kakawin tersebut berbeda dengan isi Pancasila yang dimaksud Sukarno.

Buku penting lainnya pada era ini adalah sebuah kitab yang ditulis Mpu Tantular yang berjudul Kakawin Sutasoma. Dari kitab inilah Indonesia mengadopsi istilah Bhineka Tunggal Ika. Mpu Tantular menulisnya dalam konteks untuk menjembatani agama-agama yang ada saat itu, terutama Hindu Siwa dan Buddha Mahayana.

Kehadiran pujangga-pujangga keraton seperti Mpu Prapanca dan Mpu Tantular merupakan tradisi yang terus hadir dalam sejarah kerajaan di Jawa. Para pujangga itu menulis sejarah maupun ajaran-ajaran moral dan agama yang menjadi pegangan dalam kehidupan kenegaraan maupun kemasyarakatan. Biasanya mereka menulis dalam bentuk syair tembang. Jika di era Hindu maupun Buddha menulis dengan tentrum India, maka di era Mataram Islam, para pujangga itu menulis syair tembang tersebut dalam pengaruh tradisi Islam, khususnya Persia.

Salah satu pujangga yang sangat masyhur adalah Ranggawarsita dari keraton Surakarta. Ranggawarsita sangat produktif menulis. Di antara karya-karyanya adalah Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Kalatidha, Serat Cebolek, Serat Jakalodhang, Serat Paramayoga, Serat Pamoring Kawula Gusti, Suluk Saloka Jiwa, Suluk Supanala, Suluk Suksma Lelana, dan sebagainya. Serad Wirid Hidayat Jati bahkan menjadi semacam induk ajaran Kejawen yang terus berlangsung hingga kini. Kitab ini mencoba mensinergikan ajaran dari era animisme, Hindu, dan Islam.

Namun semua buku yang ditulis di era Hindu, Buddha, maupun Islam itu bukanlah karya yang ditulis dalam langgam modern. Bagi generasi baru tak mudah untuk memahaminya, penuh seloka dan bahasa yang menyimpan makna. Buku-buku era modern hadir setelah Indonesia dijajah bangsa-bangsa Eropa.

Salah satu novel yang lahir di abad ke-19 yang tetap relevan dibaca hingga kini dan memiliki pengaruh besar pada masanya adalah novel yang berjudul Max Havelaar, yang ditulis Multatuli (sebuah nama samaran dari Eduard Douwes Dekker). Novel ini ditulis pada 1860, dan menjadi salah satu pemicu lahirnya Politik Etis. Novel ini berkisah tentang kondisi penjajahan di Lebak, Banten, yang menjadi daerah perkebunan kopi yang penting saat itu. Walau novel itu bersimpati terhadap bangsa pribumi, namun tetap saja itu bukan novel nasional. Selain ditulis oleh orang Belanda, juga terbit di Belanda dan dalam Bahasa Belanda. Karena itu buku ini tak bisa menjadi ukuran sebagai buku nasional.

Era Modern

Lalu buku nasional apa yang pertama lahir di Indonesia? Hingga kini belum ada riset yang kuat tentang ini. Pers nasional pertama adalah Medan Prijaji (Medan Priyayi) yang lahir pada 1907, yang didirikan Tirto Adhi Soerjo. Wartawan nasional generasi pertama adalah Tirto Adhi Soerjo, Mas Marco, dan lain-lain. Namun buku pertama masih belum diketahui. Jika kita merujuk pada periodesasi HB Jassin, angkatan pertama sastrawan Indonesia adalah Angkatan Pujangga Lama. Angkatan ini terutama didominasi oleh sastrawan dan penulis dari Sumatra seperti Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Hamzah Fansuri, Raja Ali Haji, Syamsuddin Pasai, Nuruddin ar Raniri, Abdurrauf Singkil. Namun yang pertama adalah Hamzah Fansuri. Dia berasal dari Barus, Tapanuli, namun menetap di Aceh. Dia banyak melakukan perjalanan ke berbagai negeri. Ia menulis puisi –bahkan A Teeuw menyebut Fansuri sebagai pemula puisi Indonesia– dan buku-buku tasawuf.

Kita memang tak cukup akrab dengan karya penulis angkatan Pujangga Lama ini – yang masih sering diterbitkan adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji atau Hikayat Abdullah karya Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. Kita justru lebih akrab dengan penulis dari Angkatan Balai Pustaka (1920an). Kita mengenal Siti Nurbaya, Salah Asuhan, dan lain-lain. Namun karya pertama angkatan ini adalah novel berjudul Azab dan Sengsara karya Merari Siregar pada tahun 1920.

Apakah tidak ada buku selain sastra yang menjadi buku pertama nasional yang ditulis dalam langgam modern? Ada baiknya kita menengok tulisan Tan Malaka dan HOS Tjokroaminoto. Atau patut juga melihat kitab-kitab yang ditulis Syekh Nawawi al Bantani (1813-1890) atau Kiai Soleh Darat. Syekh Nawawi adalah seorang ulama yang menulis sekitar 115 kitab. Ia memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ulama dan agama Islam di Indonesia melalui murid-muridnya yang berguru secara langsung maupun melalui kitab-kitabnya yang menjadi rujukan di dunia pesantren. Kitab-kitabnya menjadi rujukan hingga kini. Ia bahkan dijuluki sebagai Sayid Ulama Hijaz karena menjadi ulama dan imam di Masjidil Haram.

Dari jalur ayahnya, Syekh Nawawi merupakan keturunan ke-12 dari Sultan Hasanudin, pendiri kesultanan Banten. Namun ibunya adalah orang biasa dari Tanara, Serang, Banten. Setelah tiga tahun bermukim di Makkah, pada 1828 ia kembali ke Serang. Ia giat berdakwah. Saat itu sedang bergejolak Perang Diponegoro. Dalam dakwahnya ia menggelorakan perlawanan terhadap Belanda, sehingga ia dituduh sebagai pengikut Diponegoro. Akhirnya ia diusir dan kembali ke Makkah. Di sana ia menjadi guru bagi para santri, termasuk dari Indonesia. Hampir semua ulama masyhur di Indonesia merupakan murid-muridnya, seperti Kiai Kholil Bangkalan, KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, Kiai Soleh Darat, dan sebagainya. Ulama-ulama yang menjadi motor perang Cilegon pada 1888 adalah murid-muridnya. Di antara kitab-kitabnya yang kita kenal adalah Tafsir al Munir, Sullam Munajah, Fathul Qarib, Syarah Uqudul Lujain.

Kiai Soleh Darat (1820-1903) lahir di Jepara dan meninggal di Semarang. Ayahnya adalah seorang pejuang pengikut Pangeran Diponegoro. Ia menjadi guru banyak ulama, bahkan RA Kartini pun berguru kepadanya. Semua kitabnya ditulis dalam Bahasa Jawa dengan huruf Arab Pegon. Di antaranya adalah Kitab Majmu’ah Syariah Kahfiyah lil Awam, al Hikam (ringkasan kitab al Hikam karya Ibnu ‘Athoillah), dan tafsir Faidhir Rahman.

Tan Malaka (1897-1949) adalah salah satu pejuang Indonesia yang produktif menulis buku, bukan sekadar artikel di koran ataupun penulis pidato pembelaan di pengadilan – hampir semua perintis kemerdekaan adalah penulis yang produktif di media massa. Ada lebih dari 20 buku yang ditulis Tan Malaka, di antara buku-bukunya yang terkenal adalah Madilog dan Dari Penjara ke Penjara. Namun dua buku itu ditulis pada 1943 dan 1947-1948. Bukunya yang pertama adalah Parlemen atau Soviet (1920). Namun bukunya yang penting di masa awal adalah Menuju Republik Indonesia (1924). Buku ini sangat visioner tentang masa depan Indonesia. Karena itu majalah Tempo menjulukinya sebagai Bapak Republik Indonesia.

Tan adalah seorang revolusioner. Awalnya dia seorang pengikut komunisme, bahkan menjadi wakil komintern untuk Asia. Karena itu ia termasuk generasi awal penyebar komunisme di Asia. Ia berkeliling ke berbagai negara menyebarkan komunisme. Namun kemudian ia keluar dari komunisme, terakhir mendirikan Partai Murba.

HOS Tjokroaminoto (1883-1934) adalah pemimpin besar pertama Indonesia. Ia memimpin Syarekat Islam dan orator ulung yang menjadi guru Sukarno, termasuk dalam kepandaiannya memukau massa. Selain seorang organisatoris dan orator, Tjokro juga menulis sejumlah buku. Belanda menjulukinya sebagai Raja Jawa Tanpa Mahkota. Setidaknya ada dua buku yang terlacak pernah ditulisnya yaitu Islam dan Sosialisme (1924) dan Tarikh Agama Islam. Buku Islam dan Sosialisme memiliki pengaruh yang besar di masanya, karena setelah Revolusi Bolshevik (1917), komunisme digandrungi banyak tokoh-tokoh anti kolonialisme di seluruh dunia. Buku Tjokro memberi jalan bahwa untuk menjadi revolusioner tak mesti menjadi komunis.

Setelah Merdeka

Setelah merdeka, kehidupan perbukuan di Indonesia tumbuh dengan pesat. Anak-anak haus untuk maju. Para orangtua pun gandrung. Maka pada 1953, toko buku dan penerbit buku NV Gunung Agung mengadakan pameran buku kecil-kecilan. Ternyata peminatnya membludak. Maka pada tahun berikutnya, Gunung Agung mengadakan pameran buku berskala nasional di tempat yang representatif. Inilah pameran buku yang pertama di Indonesia. Para menteri dan pejabat hadir memberikan sambutan. Pengunjung juga membludak. Dari foto-foto dokumentasi tampak anak-anak pun antusias hadir. Pameran yang diberi judul Pekan Buku Indonesia itu berlangsung 8-14 September 1954. Panitia pun hingga dua kali menerbitkan buku semacam laporan dari kegiatan tersebut. Selain berisi pidato dan sambutan-sambutan, buku itu juga memuat profil para pengarang, daftar toko buku di seluruh Indonesia, daftar percetakan buku seluruh Indonesia, dan daftar penerbit buku seluruh Indonesia.

Pameran itu diikuti oleh seluruh penerbit, ada 457 penerbit dari 47 kota. Kita mungkin tak membayangkan bahwa dunia buku demikian menyebar merata, bukan hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, atau Surabaya tapi juga Tegal, Temanggung, Cirebon, Tomohon, Tulung Agung, Watampone, Wereli (Weleri, Kendal?), Sawahlunto, Ponorogo, Mojokerto, Langsa, Madiun, Amuntai, dan lain-lain. Memang peserta terbesar berasal dari kota-kota besar seperti Bandung 42 penerbit, Jakarta 176 penerbit, Yogyakarta 31 penerbit, Medan 49 penerbit, Semarang 20 penerbit, Surabaya 40 penerbit. Kita ragu jika saat ini di kota-kota kecil tersebut masih ada penerbit-penerbit buku. Saat itu ada 10 ribu buku yang dipamerkan.

Dunia buku saat ini, setelah lebih dari 70 tahun merdeka, masih belum juga menggembirakan. Jumlah judul buku yang terbit per tahun masih rendah. Tingkat minat baca buku masyarakat pun masih rendah. Berdasarkan data Ikapi tahun 2015, di Indonesia terdapat 1.328 penerbit buku. Sedangkan pada 2018 ada 1.488 penerbit.

Pada data 2015, sebagian besar ada di Jakarta, yaitu 504 penerbit (38%). Mayoritas di Jawa, tak termasuk Jakarta, yaitu 687 penerbit (52%). Sisanya di luar Jawa, yaitu 137 penerbit (10%). Berdasarkan data penjualan, pada 2014 bernilai Rp 8,51 triliun. Tak semua penerbit aktif. Hanya 711 yang masih aktif menerbitkan buku, sedangkan 617 penerbit lagi tak aktif menerbitkan buku. Ada 80% penerbit aktif menerbitkan 10-50 judul buku per tahunnya, sedangkan 17% menerbitkan 50-200 judul buku per tahun. Sisanya, 3% menerbitkan lebih dari 200 judul buku per tahun.

Rata-rata tiras buku per judul adalah 3.000 eksemplar. Hanya 3% judul buku yang mampu mencapai penjualan 15 ribu eksemplar, itupun umumnya buku-buku sekolah. Berdasarkan data 2015 itu, tiras buku sekolah adalah 37,8 juta eksemplar, sedangkan buku umum bertiras 101,235 juta eksemplar.

Berdasarkan kategori buku (2014), sebagian besar bertema anak-anak, yaitu 22,64%, disusul buku fiksi 12,89%, buku agama 12,85%, dan buku sekolah 12,04%. Sisanya adalah tema-tema lain. Adapun dari sisi judul buku, data 2014 menunjukkan ada 24.204 judul buku (berdasarkan data di toko buku Gramedia). Namun jika dilihat dari data ISBN Perpustakaan Nasional ada 44.327 judul buku.

Berdasarkan data BPS tahun 2010, tingkat melek huruf Indonesia adalah 96,07%. Angkanya memang belum 100%. Ini menunjukkan masih ada orang Indonesia yang buta huruf. Namun ini sudah lebih baik dibandingkan dengan India. Ini menunjukkan tingkat kesuksesan pendidikan di Indonesia. Namun tingkat minat bacanya masih rendah. Berdasarkan data Unesco pada 2012, tingkat minat baca Indonesia adalah 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk hanya ada 1 orang yang memiliki minat baca. Tentu saja ini menyedihkan. Walaupun kita layak kritis terhadap angka survei tersebut. Betulkah serendah itu?

Harus diakui harga buku di Indonesia memang tergolong mahal dibandingkan dengan pendapatan perkapitanya. Tak ada insentif dari pemerintah untuk dunia buku. Terlalu banyak pajak untuk buku: pajak kertas, pajak cetak, pajak tinta, pajak penulis, pajak toko. Setiap berganti presiden selalu diminta untuk ada insentif, tapi selalu gagal.

Pemerintahan Jokowi yang banyak memberikan insentif pajak pun tetap tak menyentuh buku, padahal untuk amusemen, tontonan, dan dunia hiburan lain sudah tak dikenai pajak. Harga buku merupakan salah satu faktor, faktor lain adalah akses publik terhadap buku, terutama di daerah. Ada pendapat bahwa 40% buku terserap di Jakarta. Masih banyak pekerjaan rumah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.

Selamat Hari Buku Nasional.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VL3wEd
May 19, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VL3wEd
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

KPK Tetapkan Hakim PN Balikpapan Tersangka

Kayat diduga meminta uang untuk membebaskan Sudarman, terdakwa yang sedang disidang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, Kayat sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan perkara pidana di Balikpapan, Tahun 2018. Penetapan tersangka, setelah tim penyidik KPK memiliki bukti permulaan yang cukup setelah tangkap tangan yang dilakukan pada Jumat (3/5) sore.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni KYT (Kayat), Hakim di PN Balikpapan; SDM (Sudarman), Swasta dam JHS, (Jhonson Siburian) Advokat," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (4/5).

Kayat diduga meminta uang untuk membebaskan Sudarman, terdakwa yang sedang menjalani persidangan. Pada tahun 2018, Sudsrman dan dua terdakwa Iain disidang di Pengadilan Negeri Balikpapan dengan Nomor Perkara: 697/ Pid.B/2018/PN Bpp dalam kasus pemalsuan surat.

Atas perbuatannya, Kayat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Sementara Sudarman dan Jhonson disangkakan melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WqhJ5U
May 04, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WqhJ5U
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

KPU Surabaya Siap Gelar Rekapitulasi Tingkat Kota

KPU Surabaya Siap Gelar Rekapitulasi Tingkat Kota

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Miftakhul Gufron menegaskan siap melaksanakan rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 tingkat Kota. Penghitungan surat suara akan digelar di Kantor KPU Kota Surabaya, Jalan Adityawarman pada Selasa (30/4). Di hari pertama, rekapitulasi dilakukan untuk enam kecamatan.

Gufron menjelaskan, enam Kecamatan yang akan direkap di hari pertama adalah Kecamatan Pakal, Kecamatan Bulak, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Gayungan, Kecamatan Benowo, dan Kecamatan Asemrowo. "Rekapitulasi akan dimulai pukul 09.00 WIB sampai selesai," ujar Gufron dikonfirmasi Senin (29/4).

Gufron menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk rekapitulasi surat suara tersebut. Persiapan yang dimaksud mulai dari setting tempat rekapitulasi di lantai 3 Gedung KPU Surabaya, menyebar undangan ke peserta pemilu, Bawaslu, dan Panitian Pemilihan Kecamatan (PPK).

"KPU Kota Surabaya menargetkan dalam sehari 6 Kecamatan. Sehingga rekapitulasi 31 Kecamatan bisa tuntas dalam 5 hari ke depan," ujar Gufron.

Gufron juga meminta doa dari masyarakat Kota Surabaya agar petugas selalu sehat dan dapat menjalankan tugas dengan lancar. "Mohon doanya masyarakat Surabaya, agar kami sehat dan lancar dalam tugas," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IOb5Dm
April 29, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IOb5Dm
via IFTTT
Share:

Sunday, April 28, 2019

Iran Pertimbangkan Keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015

Iran menyebut tengah mempertimbangkan opsi keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan keluar dari kesepakatan nuklir 2015 menjadi salah satu opsi dalam mengatasi sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan nuklir 2015 dirancang agar Iran tidak menyalahgunakan teknologi nuklir yang mereka miliki.

Ketegangan antara Washington dan Teheran semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari kesepakatan tahun 2015 lalu. Trump kemudian memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap negara Timur Tengah itu.

Pada awal bulan ini, AS memasukkan Garda Revolusi Iran ke dalam daftar kelompok teroris. Mereka juga mencabut keringanan beberapa importir minyak Iran sehingga negara-negara yang sebelumnya masih diperbolehkan membeli minyak Iran tidak bisa lagi mendapatkan pasokan minyak dari negara itu sejak awal Mei mendatang atau mereka akan mendapatkan sanksi.

"Republik Islam (Iran) memiliki banyak pilihan dan pihak berwenangan negara ini mempertimbangkannya, dan meninggalkan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) menjadi salah satu di antaranya," kata Zarif di situs stasiun televisi IRIB, Ahad (28/4).

Sebelumnya, Iran juga pernah mengancam akan meninggalkan NPT. Ketika itu, Trump menarik AS dari kesepakatan tahun 2015 yang ditandatangani enam kekuatan dunia, yakni AS, Rusia, Cina, Jerman, Inggris dan Prancis.

Iran juga mengancam akan menarik diri dari kesepakatan tahun 2015 kecuali jika negara-negara besar Eropa dapat memastikan Iran mendapatkan manfaat ekonomi dari kesepakatan itu. Eropa mengatakan mereka akan membantu perusahaan-perusahaan untuk berbisnis dengan Iran dengan syarat Iran tetap mematuhi kesepakatan perjanjian nuklir tahun 2015.

Tapi Iran mengkritik upaya lambat Eropa dalam menciptakan mekanime pembayaran baru yang menjadi solusi untuk perdagangan Eropa-Iran.

"Eropa punya waktu satu tahun tapi sayangnya mereka sama sekali tidak melakukan langkah yang praktis, harapan kami kepada mereka untuk menunjukannya tidak terlihat, dan saya pikir mereka tidak punya waktu lagi," kata Zarif kepada IRIB.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IOjF4W
April 28, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IOjF4W
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

Arab Saudi dalam Jutaan Lembar Media Cetak Bersejarah

IHRAM.CO.ID, JEDDAH — Bagian penting dari sejarah Arab Saudi dapat ditemukan di empat apartemen di Jeddah. Tempat itu berisi sejuta salinan surat kabar tua dan puluhan ribu majalah, foto, dan rekaman kaset tentang Saudi.  

Baca Juga:

Pemilik Museum Pages from History, Jaber Abdullah al-Ghamdi, percaya apabila negara gagal melestarikan sejarah yang termuat di koran selama 15 tahun mendatang, maka bangsa itu berisiko kehilangan identitas nasionalnya.  

“Selama 70 atau 80 tahun terakhir, surat kabar telah mendokumentasikan sejarah kami dan melestarikan tradisi kami,” kata Al-Ghamdi dilasir di Arab News, Jumat (26/4). 

Al-Ghamdi telah mengunjungi banyak kementerian dan lembaga pemerintah, tetapi tidak menemukan dokumentasi surat kabar yang menunjukkan identitas sejarah. Bahkan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Haji dan Umrah tidak memiliki dokumentasi itu. 

Al-Ghamdi telah berbicara dengan menteri haji dan umrah tentang pernyataan resmi yang menjelaskan ekspansi di tempat-tempat suci. 

”Upaya besar Kerajaan dalam hal itu cukup jelas bagi pengunjung ke tempat-tempat ini, atau melalui saluran TV, tetapi bagaimana dengan masa lalu? Orang-orang di mana-mana akan senang melihat bagaimana situs-situs suci, haji dan umrah dulu,” ujar dia.  

Menurut dia, orang-orang akan bangga jika menemukan berita bahwa surat kabar Amerika Serikat (AS) memberitakan ibadah haji setiap tahun sejak 1885. 

Museum Pages of History menyimpan file pers yang mendokumentasikan ibadah haji sejak awal era Saudi. “Kata-kata saya didasarkan pada dokumen, kami memiliki di sini sebuah casebook (buku teks) yang terdokumentasi tentang haji dari 1925 hingga 2009,” kata al-Ghamdi. 

Museum itu juga memiliki statistik tentang ibadah haji dari tahun ke tahun. Misalnya, dokumen-dokumen yang menunjukkan jumlah jamaah asing pada 1949 sebesar 29 ribu orang. Kemudian, Saudi mampu menampung jutaan jamaah haji saat ini. Hal itu merupakan upaya dan pencapaian luar biasa dari Saudi.  

Al-Ghamdi mengatakan museumnya tidak hanya menyimpan dokumentasi surat kabar semata. Dia menganggap koran dan majalah itu lebih dari sekadar kertas, sebab mereka adalah dokumen sejarah yang signifikan. 

Dia beranggapan, sebuah berita politik, budaya atau sosial yang diterbitkan di surat kabar di bawah pengawasan negara, maka dapat menjadi sumber informasi resmi. Bahkan, setelah 50 tahun berlalu. 

Al-Ghamdi memulai kegiatan pendokumentasian hampir 20 tahun lalu. Saat itu, dia adalah anggota staf Perpustakaan Umum Raja Abdul Aziz (KAPL) dan Perpustakaan Nasional Raja Fahd (KFNL).  

“Saya dulu membeli arsip dan seluruh perpustakaan pribadi dari Mesir dan banyak negara lain, dan membawanya ke perpustakaan nasional,” ujar dia.  

Pria berusian 60an tahun itu mengenang pernah membantu temannya menulis buku tentang karya sastra di wilayah Hijaz. Dia terkejut hanya menemukan dua sumber yang bisa diakses. Peristiwa itu terjadi pada 1995, atau hari terakhir dirinya bekerja di KFNL.  

Kemudian, dia mulai membeli perpustakaan dan menemukan banyak dokumen tentang pendiri Arab Saudi, Raja Abdul Aziz. “Hampir satu juta dokumen dengan nilai tak ternilai bagi sejarah Arab Saudi,” kata al-Ghamdi.  

Dia segera berdiskusi dengan Yayasan Raja Abdul Aziz untuk Penelitian dan Arsip yang berhasil mengumpulkan dokumen. Kumpulan dokumen itu adalah mata rantai yang hilang dalam sejarah Raja Abdul Aziz. 

Ada pun halaman pers yang mendokumentasikan sejarah Arab Saudi dan para pemimpinnya, al-Ghamdi mulai dengan arsip hampir 500 ribu salinan surat kabar atau dari awal surat kabar al-Bilad didirikan pada 1932 hingga 1960. “Saya bekerja lebih dari delapan hingga 10 jam sehari, sampai saya berhasil membuat koleksi referensi tentang Raja Abdul Aziz dan putra-putranya,” ujat dia.  

Dia mencontohkan telah menyiapkan 450 halaman dokumen tentang Raja Faisal yang berisi berita, laporan, prestasi, dan dekrit-dektit kerajaan sejak diangkat sebagai putra mahkota hingga naik takhta pada 1964. 

Al-Ghamdi mengatakan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah salah satu penggemar surat kabar. Karena itu, dia menyarakan pada kolumnis yang ingin menulis tentang negara, entitas pemerintah, sejarah Raja Abdulaziz, atau bahkan garis keturunan suku di Arab, maka harus benar-benar memahami isu itu.  

Al-Ghamdi mengatakan museumnya berisi lebih dari 2.500 halaman surat kabar tentang Raja Salman. Dokumentasi itu berisi posisi pertamanya sebagai wakil gubernur, gubernur Riyadh pada 1954-1955, menteri pertahanan, putra mahkota, dan raja Arab Saudi. “Kami telah mendokumentasikan semua prestasinya. Hubungannya dengan saudara-saudaranya,” ujar dia.  

Al-Ghamdi berharap pejabat di kementerian dan organisasi besar, seperti kementerian media, kementerian budaya, Saudi Aramco, Darah, KFNL, KAPL, dan banyak lainnya menunjukkan berpartisipasi dalam pendokumentasiaan sejarah negara. 

Dia menyewa empat apartemen berukuran total 800 meter persegi. Dia berambisi memiliki situs yang dapat menyimpan dokumen-dokumen itu dengan aman untuk generasi yang akan datang.  

Berita Terkait

Al-Ghamdi baru saja menerima lisensi dari Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH), tetapi dia berharap diberi ruang oleh SCTH atau Kota Jeddah. “Saya membutuhkan tempat setidaknya 2.500 meter persegi, di mana kita dapat menampilkan sejarah Arab Saudi di semua tingkatan,” kata Al-Ghamdi.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZyKBL2
April 26, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZyKBL2
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

Trump Geram terhadap Laporan Akhir Mueller

Trump menilai laporan tersebut omong kosong.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump geram terkait laporan akhir Penasihat Khusus Robert Mueller tentang campur tangan Rusia, sehari setelah dia mengklaim pembebasan total. Trump menilai laporan tersebut omong kosong.

"Pernyataan dibuat untuk saya oleh orang-orang tertentu dalam Crazy Mueller Report, ditulis oleh 18 Pembenci Demokrat Angry Trump, yang dibuat-buat dan sama sekali tidak benar," kata Trump dalam akun Twitter-nya, dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu (20/4).

Trump mengatakan, tidak perlu bagi dirinya untuk menanggapi pernyataan yang dibuat dalam laporan tersebut. Beberapa di antaranya, kata dia, adalah omong kosong, dan hanya membuat orang lain terlihat baik atau sebaliknya.

Tanggapan Trump ini jauh dari pernyataannya sesaat sebelum laporan itu dipublikasikan bahwa hasil kerja tim Mueller membuktikan tidak ada hambatan.

Sementara itu Mueller menyatakan tidak ada bukti yang mengaitkan kampanye Trump dengan upaya Rusia memengaruhi Pemilu 2016. "Bukti yang diperoleh tentang tindakan dan niat Presiden menghadirkan masalah-masalah sulit yang perlu diselesaikan jika kami membuat keputusan penuntutan tradisional," tulis Mueller.

Versi yang dirilis ke publik pada Kamis mereduksi materi tertentu, termasuk informasi yang berkaitan dengan kasus-kasus yang sedang berlangsung. Sementara Jaksa Agung William Barr mengatakan sebelumnya bahwa versi yang tidak dikerjakan akan tersedia untuk kelompok terpilih anggota parlemen bipartisan, Komite Kehakiman DPR Jerry Nadler memanggil Departemen Kehakiman untuk laporan lengkap dan semua informasi yang mendasarinya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gwud6d
April 20, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gwud6d
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 2, 2019

Cadangan Migas Tipis, Bisnis Migas Perlu Ekstra Waspada

Pengusaha migas kini banyak merambah ke sektor lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minimnya cadangan minyak dan gas (migas) saat ini membuat pemerintah mendorong bisnis sektor ini melakukan langkah ekspansi. Sayangnya, bagi pengusaha migas, saat ini perlu ekstra waspada untuk bisa melakukan ekspansi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan saat ini belum ada lagi penemuan cadangan migas yang besar. Terakhir cadangan minyak hanya ditemukan di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Selain itu, perusahaan lokal seperti Pertamina terakhir menemukan cadangan besar sudah puluhan tahun lalu di Lapangan Jatibarang.

"Tidak ada lagi yang besar, Pertamina cadangan, lalu eksploitasi kapan terakhir? (Tahun) 1967 Sumur Jati Barang. Yang besar besar sekarang ini paling bertahan cuma 15 tahun lagi," ujar Jonan di Soehanna Hall, Selasa (2/4).

Jonan merinci, beberapa penemuan besar yang saat ini sedang dikembangkan pun perlu waktu untuk bisa sampai pada tahap produksi. Proyek tersebut seperti IDD, Blok Masela dan penemuan Repsol yang baru saja diumumkan awal Maret kemarin.

"IDD besar, produksi paling 600-800 MMSCFD. Masela juga lebih besar lagi, Repsol juga besar tuh. Medco nemu apa? Pertamina nemu apa? Tidak ada penemuan besar," kata Jonan.

Geliat tersebut juga diakui oleh Presiden Direktur Medco Energy, Hilmi Panigoro. Hilmi menjelaskan saat ini hampir semua perusahaan migas sedang merumuskan strategi jangka panjang tentang ekspansi ini. Namun, tak ditampik oleh Hilmi, selain bisnis migas, perusahaan juga banyak merambah ke sektor lain karena melihat sektor miigas tak akan bertahan lama.

"Jadi memang bukan Medco saja, tetapi semua perusahaan migas adalah bagaimana strategi jangka panjang. Suka atau enggak maka ini kan kita lagi transisi energi. Migas masih agresif, tapi berapa lama? kita harus waspada," ujar Hilmi.

Ia pun menjelaskan ekspansi tetap akan dilakukan perusahaan untuk bisa mempertahankan eksistensi. Hanya saja, tak sedikit perusahaan lain juga melakukan strategi dengan melakukan penguatan pilar di sektor lain.

"Itulah sebabnya, strategi yang kita pilih, kita ambil pilar lain. Kita ambil tambang, copper dan gold dan kita juga besarkan pilar ketiga, power generation. Energi final itu kan listrik. Bisa generate apa saja, listrik harus sampai. Itu energi finalnya. Itu strategi jangka panjang," ujar Hilmi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JYwMBW
April 02, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JYwMBW
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Jawa Barat Tawarkan Tiga Cara Syariah Atasi 'Lintah Darat'

Pemprov Jawa Barat menginginkan masyarakat tidak terjebak rentenir alias lintah darat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Praktik-praktik rentenir diakui masih cukup marak di tengah masyarakat saat ini. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghadirkan sektor jasa keuangan yang dapat memberikan pinjaman ringan bagi warga.

Setidak-tidaknya, ada tiga instrumen jasa keuangan syariah yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni Bank Wakaf Mikro, Kredit Mesra, dan bank syariah. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil).

Ada banyak cara untuk mendapatkan kredit tanpa harus pergi kepada rentenir. Namun, menurut dia, masyarakat belum cukup kompak untuk menghindari rentenir. Hal itulah yang menjadi peluang bagi para "lintah darat" untuk menjalankan praktik-praktik dengan bunga yang mencekik.

"Ibu-ibu di Garut khususnya banyak yang terkena rentenir. Padahal, banyak cara (untuk dapat kredit). Oleh karena itu, selama lima tahun umat Islam di Jawa Barat harus kompak, hanya itu masalahnya, kurang kompak," papar Gubernur Ridwan Kamil saat menghadiri sosialisasi Literasi Keuangan Syariah di Masjid Agung Garut, Kabupaten Garut, Sabtu (23/3). Acara itu digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.

Di Jawa Barat, lanjut Kang Emil, masyarakat yang memerlukan pinjaman cukup datang ke masjid-masjid. Sebab, di sanalah terdapat Bank Wakaf Mikro. Di luar itu, masih ada bank-bank syariah. "Insya Allah ekonomi maju umatnya juga makin maju. Tinggal mau apa tidak, bersatu atau tidak, ukhuwah Islamiyah harusnya kuat," kata dia.

Saat ini, transaksi keuangan syariah di Jawa Barat baru mencapai sekitar delapan persen. Menurut Kang Emil, semestinya persentase tersebut sudah di atas 90 persen.

Sebab, di provinsi ini terdapat banyak orang Islam. Apalagi, jumlah masjid di Jawa Barat terbilang besar, yakni lebih dari 100 ribu unit. Itu belum ditambah jumlah pondok pesantren yang lebih dari 11 ribu unit. Dengan demikian, ada potensi besar dalam hal pemanfaatan sektor keuangan syariah di Jawa Barat.

"Nah, sekarang ada program Bank Wakaf Mikro. Dipinjami Rp 1 juta dibayar cuman Rp 26 ribu tiap minggu, 'kan tidak repot. Atau pinjam Rp 3 juta, bayarnya Rp 70 ribu setiap minggu," papar Kang Emil.

Ada pula Kredit Mesra. Dia menjelaskan, program ini akan dituntaskan pada tahun ini. Dengan begitu, warga Jawa Barat yang ingin mendapatkan kredit cukup datang ke masjid. Kemudian, warga tersebut dapat meminta surat rekomendasi dari ketua dewan kemakmuran masjid (DKM) setempat, sehingga pinjaman yang diperolehnya tanpa bunga dan tanpa agunan.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan, Bank Wakaf Mikro bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mendapat kredit. Karena itu, para warga tidak perlu datang kepada rentenir.

Program kredit ini bisa meliputi tiga ribu orang peminjam dalam skala pinjaman kecil, serta akan ada pembinaan bagi para peminjam wirausaha.

"Kita punya program -- (masyarakat) enggak usah ke renternir. Bank Wakaf Nikro kita bisa dirikan di masjid ini (Masjid Agung Garut). Bunganya hanya tiga persen setahun, tanpa jaminan dan syarat macam-macam," papar Wimboh.

Dia menjelaskan, sosialiasi literasi keuangan Syariah menjadi bagian dari upaya OJK dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sektor jasa keuangan syariah.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat memahami pelbagai risiko yang mungkin, di luar manfaat jasa keuangan. "Jangan sampai ada yang kena tipu investasi bodong, apalagi jangan sampai kena renternir," kata Wimboh.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tq5Qu9
March 24, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Tq5Qu9
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 26, 2019

Menteri Yohana: Banyak Perempuan Papua Jadi Korban Adat

Mas kawin yang mahal membuat perempuan Papua terbelenggu adat.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise mengatakan masih ada perempuan di Papua dan Papua Barat yang menjadi korban dari adat yang berlaku pada masyarakat setempat. Yohana mengajak perempuan Papua mengikuti perkembangan zaman hingga bisa lebih berkembang.

"Adat tentang mas kawin di Papua membuat perempuan menjadi korban. Ada perempuan yang sudah melahirkan tiga anak sampai empat anak, tapi belum menikah karena mas kawin mahal," katanya dalam dengar pendapat dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama di Sorong, Selasa (26/2).

Yohana mengatakan ada keluarga yang meminta mas kawin sangat mahal, bahkan sampai Rp 1 miliar. Sehingga laki-laki tidak bisa segera menikahi anak perempuan dari keluarga itu. Padahal, hubungan antara perempuan dan laki-laki tersebut sudah sangat jauh, sehingga melahirkan anak.

"Kalau begitu, bagaimana pemenuhan hak anak terhadap akta kelahiran. Itu baru untuk mas kawin, belum untuk biaya anak sekolah nanti," tuturnya.

Yohana mengajak masyarakat Papua untuk berubah menjadi lebih terbuka dan mau mengikuti perkembangan zaman. Perempuan Papua harus bisa lebih berkembang.

"Bukan saya mau mengajak mengubah adat. Namun, zaman sudah berubah, kita juga harus ikut berubah. Teknologi digital sudah berkembang," katanya.

Karena itu, dalam banyak kesempatan berdialog dengan dewan adat, Yohana selalu meminta agar masyarakat Papua bisa lebih melindungi dan menghargai perempuan.

Pernah dalam salah satu pertemuan dengan dewan adat, Yohana ditanya bagaimana bisa menjadi menteri padahal adat di Papua banyak menghalangi perempuan untuk maju. "Saya bilang, saya dipilih Presiden yang orang Jawa. Kalau orang Papua, pilih kepala dinas saja pasti laki-laki," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tDidbS
February 26, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tDidbS
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Sukabumi Tambah Frekuensi Layanan Perekaman KTP-El

Warga yang melakukan rekaman KTP bisa mendapatkan diskon masuk lokasi wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kota Sukabumi akan meningkatkan frekuensi program Siap Jemput Bola Pelayanan (Si Jempol) dalam perekaman KTP Elektronik (KTP-El). Rencananya pada 2019 ini kegiatan akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam sebulan.

Sebelumnya pada 2018 lalu program Si Jempol hanya dilakukan dua kali dalam sebulan. Terakhir pelayanan Si Jempol oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi  dilakukan di kawasan wisata Santa Sea Water Park Kota Sukabumi pada Sabtu (23/2).

‘’Kegiatan ini selalu disambut antusiasme dan apresiasi warga,’’ ujar Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan kepada wartawan Senin (25/2). Banyak warga terbantu dengan kehadiran layanan pembuatan KTP yang dilakukan di dekat tempat tinggalnya.

Menurut Iskandar, pelaksanaan program Si Jempol ini dengan melibatkan sejumlah elemen masyarakat. Misalnya untuk kawasan wisata dilakukan kerjasama dengan pengelolanya.

Warga yang berkunjung ke kawasan wisata tersebut mendapatkan potongan harga tiket sekitar 30 persen. Upaya ini untuk menarik minat warga untuk memproses dokumen kependukan baik KTP, KK dan yang lainnya.

Iskandar menambahkan, pelayanan Si Jempol di kawasan wisata Santa Sea untuk menjangkau warga di dua kecamatan yakni Citamiang dan Baros. Targetnya dengan program ini layanan administrasi dan dokumen kependudukan bagi masyarakat pada dua kecamatan tersebut dapat lebih maksimal.

Lebih lanjut Iskandar menuturkan, sesuai dengan hasil musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang, Disdukcapil menargetkan menambah frekuensi layanan Si Jempol. Awalnya dalam satu dua kali kegiatan menjadi satu bulan tiga kali kegiatan dengan memanfaatkan hari libur yaitu hari Sabtu dan Ahad.

Pelayanan administrasi kependudukan Si Jempol kata Iskandar, meliputi pelayanan pengurusan pembuatan KTP elektronik, akta kelahiran, akta kematian dan kartu keluarga. Selain itu melayani pembaharuan data dokumen kependudukan.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, Disdukcapil melakukan layanan Si Jempol untuk menyasar semua kalangan masyarakat. ‘’Untuk di lokasi wisata menyasar pengunjung obyek wisata dan warga sekitar,’’ ujar dia.

Sebelumnya kata Fahmi, Si Jempol juga dilakukan di sekolah-sekolah untuk menjangkau pelajar yang telah berusia 17 tahun atau pemilih pemula. Harapannya terkait perhelatan pilpres, pemilih pemula harus mendapatkan haknya.

Upaya jemput bola ini lanjut Fahmi bentuk keseriusan pemerintah agar warga Sukabumi 100 persen memiliki KTP. Selain melalui program Si jempol warga juga bisa datang ke kantor kecamatan dan kantor disdukcapil Sukabumi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ev5MVM
February 25, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ev5MVM
via IFTTT
Share:

KAI Cirebon Operasikan 4 Kereta Tambahan Lebaran 2019

Penjualan tiket kereta untuk mudik Lebaran 2019 dilakukan mulai Senin ini.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON  -- PT KAI mulai melakukan penjualan tiket kereta api (KA) Lebaran pada Senin (25/2) pukul 00.00 WIB. Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon pun telah menyiapkan KA tambahan untuk melengkapi KA reguler.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Kuswardoyo, menjelaskan, pemesanan tiket KA dapat dilakukan di website kai.id dan KAI Access. Sedangkan untuk channel eksternal, menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing mitra penjualan tiket KAI.

‘’Untuk melayani masyarakat dan mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2019, PT KAI Daop 3 Cirebon menjalankan empat KA tambahan di samping 94 perjalanan KA Reguler yang beroperasi melintasi wilayah Daop 3 Cirebon,’’ ujar Kuswardoyo, Senin (25/2).

Adapun empat KA tambahan Lebaran 2019 yang akan  dioperasikan oleh PT KAI Daop 3 Cirebon adalah KA Argojati fakultatif relasi Stasiun Gambir – Stasiun Cirebon, KA Argojati tambahan relasi Stasiun Gambir – Stasiun Cirebon, KA Cirebon Ekspres fakultatif relasi Stasiun Gambir – Stasiun Cirebon dan KA Senja Cirebon fakultatif relasi Stasiun Pasar Senen – Stasiun Cirebon.

Berdasarkan kalender nasional, hari raya Idul Fitri di tahun ini akan jatuh pada 5-6 Juni 2019. Dengan memperhatikan hari libur nasional dan cuti bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah, KAI memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada Rabu, 29 Mei 2019 (H-7) dan puncak arus balik diperkirakan pada Ahad, 9 Juni 2019 (H+3). 

Kuswardoyo mengatakan, KAI meminta agar masyarakat dapat merencanakan perjalanannya jauh-jauh hari. Hal itu untuk mendapatkan kepastian tiket perjalanan mudik dan balik Lebaran 2019.

Selain itu, bagi penumpang yang telah mendapatkan kode bayar agar segera melakukan pembayaran dalam waktu 60 menit. Jika tidak, maka tiket yang dipesan akan terjual kembali.

‘’KAI juga mewanti-wanti kepada masyarakat agar membeli tiket Lebaran di channel resmi atau melalui mitra resmi yang telah bekerja sama dengan KAI untuk menghindari penipuan atau biaya jasa yang tidak wajar,’’ kata Kuswardoyo.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Vl1oyl
February 25, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Vl1oyl
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Olahraga Bisa Atasi Penat Terbang

Olahraga dapat melawan efek negatif gangguan irama sirkadian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ritme sirkadian yang merupakan perubahan fisik, mental, dan perilaku yang mengikuti siklus harian mengatur tubuh manusia. Cahaya dan kegelapan adalah faktor utama yang mempengaruhi ritme sirkadian.

Sekelompok sel saraf di otak menerima informasi tentang jumlah cahaya melalui saraf optik, memberitahu otak untuk membuat mengantuk dengan melepaskan hormon tidur melatonin. Namun, ketika pergi ke zona waktu yang berbeda atau bekerja pada shift malam, tubuh mengacaukan ritme sirkadian ini.

Beberapa efek buruk gangguan tersebut, termasuk insomnia dan kelelahan, masalah fokus, sakit kepala, dan masalah pencernaan. Saat ini tidak ada perawatan untuk efek buruk penat terbang (jet lag) atau kerja shift malam. Para peneliti sedang mencoba untuk merancang terapi baru.

Sebagai contoh, satu penelitian baru-baru ini menemukan retina mengandung beberapa sel yang mengeluarkan vasopresin, hormon lain yang membantu mengatur ritme sirkadian. Mengubah jalur pensinyalan vasopresin mungkin suatu hari nanti mengarah ke pembuatan tetes mata yang bisa mengimbangi efek penat terbang.

Tapi, bagaimana untuk mengobati penat terbang tanpa obat-obatan? Bagaimana jika cahaya bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi ritme sirkadian?

Peneliti dari College of Nursing and Health Innovation dan College of Health Solutions di Arizona State University di Phoenix Shawn Youngstedt melakukan studi tentang penat terbang. Penelitian bersama rekan-rekannya menemukan olahraga dapat melawan efek negatif gangguan irama sirkadian.

"Olahraga telah diketahui menyebabkan perubahan pada jam tubuh kita. Kami mampu menunjukkan dengan jelas dalam penelitian ini ketika olahraga menunda jam tubuh dan ketika itu memajukannya," ujar Youngstedt, dikutip dari Medical News Today, Sabtu (23/2).

Youngstedt meneliti efek olahraga pada 51 partisipan yang cocok secara aerobik berusia 59-75 tahun dan 48 partisipan studi berusia 18-30 tahun. Mereka mengukur ritme sirkadian peserta dan bagaimana olahraga memengaruhi mereka selama 5,5 hari.

Secara khusus, 99 relawan semuanya melakukan satu jam latihan treadmill selama tiga hari berturut-turut di salah satu dari delapan waktu yang berbeda pada siang atau malam hari. Para ilmuwan menentukan jam tubuh dasar para peserta dengan menganalisis sampel urine dan menentukan kadar melatonin.

Tubuh melepaskan melatonin dalam jumlah yang berbeda pada waktu yang berbeda dalam sehari. Hormon memuncak di malam hari dan turun di pagi hari. Dengan mengambil sampel dari sukarelawan setiap 90 menit, para peneliti mengidentifikasi waktu yang tepat ketika melatonin mereka naik dan turun sepanjang hari.

Berolahraga pukul 07.00  atau antara 01.00 dan 16.00 menggeser ritme sirkadian ke waktu sebelumnya, sambil melakukan olahraga antara pukul 19.00 dan 22.00 mendorong jam tubuh kembali. Usia atau jenis kelamin tidak mempengaruhi hasil ini. Di sisi lain, berolahraga antara pukul 01.00 sampai 04.00 atau pukul 10.00 tidak mempengaruhi kadar melatonin mereka.

"Ini adalah studi pertama yang membandingkan efek latihan pada jam tubuh, dan bisa membuka kemungkinan menggunakan latihan untuk membantu melawan efek negatif penat terbang dan kerja shift," ujar Youngstedt.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BQs0ji
February 23, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BQs0ji
via IFTTT
Share:

Friday, February 22, 2019

Tempat Ngopi, Ngobrol, dan Hilangkan Galau di Malang

Kafe Kopi Jalanan menjadi salah satu tempat tongkrogan asyik untuk anak muda.

REPUBLIKA.CO.ID, Dinginnya Kota Malang dibalut dengan kemacetan lalu lintas yang begitu ruwet, membuat sebagian orang perlu tempat rehat. Bagi anak muda, mereka perlu mencari tempat tongkrongan yang asyik. Entah sekadar cuci mata atau melakukan refreshing otak sehabis bergelut dengan mata kuliah yang melelahkan. Kondisi tersebut tentu juga terpikirkan mereka yang menggeluti usaha resto dan cafe di seantero Malang.

Dari sekian banyak alternatif yang ada di kota itu, luangkan waktu untuk menelusuri sekitar Jalan Soekarno-Hatta. Kita segera melihat bangunan menarik meski mungkin tidak unik. </span>

Kata orang sih bangunan tersebut dulu sempat dilahap si jago merah. Tetapi dengan kreativitas si empunya, bangunan itu diubah menjadi kafe yang saat ini menarik hampir setiap kalangan masyarakat Malang. Nama kafe itu pun terdengar menarik, Kopi Jalanan. Pengunjung biasa menyebutnya dengan singkatan 'Kopja'.photo

Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Esa Prakoso, menemukan Kopja sebagai sebuah oase setelah hari-hari yang melelahkan. "Nongkrong di Kopja benar-benar asyik. Kita bisa makan-makan dan mendengarkan live music. Jadi buat anak-anak nongkrong yang lagi galau, bisa tambah galau oleh alunan musik yang dinyanyikan," kata Eko berseloroh.

Kopja ternyata tak hanya asyik buat anak muda. "Eksekutif muda hingga bapak-bapak pun silih berganti mengunjungi tempat ini," kata Eko.</span>

Menurut dia, bahkan salah jika menganggap yang datang rata-rata berdomisili di Malang. "Bahkan, bisa lebih dari setengah pengunjung berasal dari berbagai daerah di seantero Indonesia."

Anak-anak muda Malang tak hanya menyukai Kopi Jalanan karena menyediakan suasana yang asyik. Mereka juga senang karena harga yang dipatok Kopja bisa dibilang terjangkau kantong anak muda, terutama mahasiswa yang masih mengandalkan kiriman orang tua.

Apalagi, tak hanya menyediakan aneka jenis minuman kopi, Kopja juga memiliki sederet pilihan minuman. Ada susu, aneka teh, susu kocok, dan lain-lain. </span>

Bagi pengunjung yang kelaparan pun tidak usah risau. Aneka menu seperti roti bakar, jagung bakar, mi, hingga kentang goreng dapat mengganjal perut yang keroncongan.

Masalah harga? Tenang saja, harga menu-menu di Kopja hanya berkisar dari Rp 4.000 hingga yang termahal pada kisaran Rp 20 ribu. Murah bukan?

Yang menarik, hiburan di Kopja begitu partisipatif. Tak hanya hiburan utama berupa live music yang diisi pengisi sesuai jadwal kafe, pengunjung pun bisa menyalurkan hasrat berhibur dan menghibur. Pengunjung bisa meminta lagu, menyumbangkan permainan gitar, ikut main keyboard, hingga menyumbangkan suara untuk menghibur pengunjung lain.

Pengunjung tidak perlu malu, karena di Kopja pengunjung diperlakukan laiknya seorang entertainer sejati yang menghibur seluruh penikmat Kopja. Maka, jangan ragu untuk menjadi bintang meski hanya untuk semalam.

Misalnya, saat saya berkunjung ke Kopja malam itu. Saat itu seorang pengunjung, Rifqy Kukuh Primanda, diminta kakaknya menyanyikan sebuah lagu romantis. Lagu tersebut dipersembahkan untuk pasangan sang kakak. </span>

"Ya, namanya juga abang sendiri, pasti gue nyanyikan," kata Rifqy waktu saya ajak mengobrol. "Gue sering juga menyanyi di sini. Hitung-hitung untuk menyalurkan hobi."

Tulisan Dikirim:

*Detha Arya Tifada, mahasiswa Ilmu Jurnalistik, IISIP Jakarta

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tz777W
February 22, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tz777W
via IFTTT
Share:

Monday, February 18, 2019

Emre Can Ungkap Suasana Ruang Ganti Juventus

Can baru bergabung dengan Juve sejak musim panas tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Emre Can menceritakan pengalamannya sebagai pemain anyar Juventus. Can baru bergabung dengan Juve sejak musim panas tahun lalu.

Ia melihat suasana kamar ganti si Nyonya Tua bak keluarga. Tidak ada kesan individu antara satu dengan yang lain.

Ia mencontohkan pemain dengan profil mentereng seperti Cristiano Ronaldo enggan menyombongkan diri. Semua berperilaku serupa.

"Kami berperilaku sama. Tidak ada yang diistimewakan, kami bekerja keras, bercanda, bahkan iseng berkelakar dengan staf," kata gelandang berkebangsaan Jerman kepada Tuttosport, dikutip dari Football Italia, Senin (18/2).

Ia menceritakan keluarga dan teman-temannya menanyakan seperti apa Ronaldo. Can menegaskan peraih lima Ballon d'Or itu pemain luar biasa dan sosok rendah hati.

Can juga menyinggung perangai Mario Mandzukic. Menurutnya, eks bomber tim nasional Kroasia itu mampu berperan sebagai pelawak. Para rekan setim terhibur oleh aksi Mandzukic.

"Dia memiliki selera humor yang unik, tetapi sangat menyenangkan," ujar Can.

Ia merasa mendapat pengalaman baru di Serie A. Mantan bek Liverpool itu merasakan intensitas latihan yang berbeda dengan di Jerman dan di Inggris.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TTTbRp
February 18, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TTTbRp
via IFTTT
Share:

Akreditasi Sekolah di Depok Sudah Capai 98 Persen

Capaian akreditasi 98 persen melebihi target yang ditetapkan yakni 95 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Hasil akreditasi sekolah di Kota Depok pada 2018 sudah mencapai 98 persen. Pencapaian tersebut berhasil menembus target yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

"Dari 95 persen angka yang ditetapkan, rata-rata hasil akreditasi sekolah di Depok sudah mencapai angka 98 persen," kata Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin di Balai Kota Depok, Senin (18/2).

Menurut Thamrin, akreditasi 2018, dilakukan pada 98 SD dan 34 SMP. Dari sekolah yang diakreditasi tersebut, SD Islam Terpadu (SDIT) Al-Haraki, Kecamatan Pancoran Mas berhasil meraih nilai tertinggi sebesar 99 persen. Sementara di tingkat SMP, diraih SMPN 20 Kota Depok dengan nilai 96 persen.

"Kami berharap, dukungan dan peran serta di masing-masing satuan pendidikan bisa lebih baik lagi. Kami juga akan mengevaluasi hasil pencapaian akreditasi tahun sebelumnya, untuk menetapkan target pada 2019," tutur Thamrin.

Dia menambahkan, pihaknya berharap akan semakin banyak sekolah-sekolah di Depok yang mendapatkan akreditasi. Thamrin berharap semakin banyak sekolah bagus di Depok baik itu sekolah negeri, swasta maupun madrasah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BEh4FC
February 18, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BEh4FC
via IFTTT
Share:

Thursday, February 14, 2019

Amphuri: Jamaah Umrah Alami Penurunan

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Muslim Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Amphuri) menyebut pada awal tahun ini bisnis ibadah umrah mengalami penurunan cukup signifikan. Berdasarkan catatan Amphuri, pada akhir Januari 2019 masyarakat Indonesia yang melakukan ibadah umrah sebesar 478 ribu jamaah.

Sekjen Amphuri Firman M Nur mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi sejak September 2018. Dengan kata lain jumlah tersebut belum menyentuh 50 persen dari total keseluruhan jamaah yang melakukan ibadah umrah. “Awal tahun ini terjadi penurunan jamaah, sekarang ini akhir Januari 478 ribu jamaah yang baru berangkat, sudah dari September jadi belum sempat 50 persen. Padahal setiap tahun trennya kenaikan 15 persen,” ujarnya kepada Republika.co.id, Kamis (14/2).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadi penurunan jamaah umrah pada awal tahun ini. Antara lain, munculnya regulasi yang kontra produktif antara pemerintah Indonesai dengan Saudi. “Visa progresif, kemudian isu proses biometrik. Efeknya adalah perlu effort lebih untuk melengkapi persyaratan adminitrasi untuk mendapatkan visa. Masalahnya Tasheel cenderung tidak bekerja sama dengan pemerintah Indonesia secara baik lalu memaksakan diri melayani langsung kepada masyarakat. Tentu problemnya jumlahnya besar, sebaran juga luas sehingga belum mencakup Tasheel itu sendiri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo), Magnatis Chaidir, memastikan VFS Tasheel memiliki izin. Akan tetapi, kata dia, izinnya bukan untuk mengambil data jamaah melalui rekam biometrik.

"Ada legalitasnya melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) cuma pengurusannya untuk perjalanan wisata. Jadi, bisa dibilang tidak sesuai legalitasnya karena izinnya wisata, tapi pada praktiknya mengambil data jamaah lewat rekam biometrik," kata Magnatis, Ahad (6/1).

Berita Terkait

Magnatis menuturkan, karena jika VFS Tasheel ingin mengambil data untuk calon jamaah umrah, minimal harus ada izin dari dua kementerian terkait, yaitu Kemenag dan Kementerian Dalam Negeri. "Berarti dia (VFS Tasheel) harus mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama yang mengurusi ibadah haji dan umrah. Dan, karena ini juga menyangkut data kependudukan, Kemendagri harus terlibat. Jadi, mereka harus meminta perizinan ke sana," tegasnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SNHi26
February 14, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SNHi26
via IFTTT
Share:

Thursday, February 7, 2019

Garuda tak Sesuaikan Tarif Kargo Seluruh Komoditas

Harga kargo domestik masih lebih murah daripada internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada September 2018, Maskapai Garuda Indonesia melakukan penyesuaian tarif kargo. Namun, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan penyesuaian tarif kargo yang dilakukan tidak untuk seluruh komoditas.

"Untuk komoditas hasil laut tujuan internasional dari Indonesia Timur, Garuda Indonesia masih memberikan harga yang terbaik,” kata Ari kepada Republika.co.id, Kamis (7/2).

Ari menegaskan hal tersebut dilakukan karena sesuai dengan visi dan misi pemerintah untuk meningkatkan ekspor. Dengan begitu, penyesuaian harga untuk komoditas laut dari Indonesia Timur tidak mengalami kenaikan setinggi komoditas lainnya.

Dia menambahkan jika saat ini Garuda Indonesia menaikkan tarif kargo, hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan perubahan industri dari pasar tradisional menjadi e-commerce. Selain itu, Ari mengakui sebelumnya juga banyak middle business atau broker yang membentuk harga pengiriman kargo yang membuat kostumer memilih langsung pengiriman sesuai dengan layanan yang diinginkan.

Baca juga, Asperindo: Kenaikan Tarif Kargo Sudah Melebihi 300 Persen

Selain itu, kata dia, kenaikan harga juga dilakukan sejalan dengan biaya industri penerbangan yang meningkat. “Terutama biaya avtur dan sewa pesawat. Kargo adalah pendapatan terbesar kedua untuk maskapai setelah pendapatan dari penumpang,” ujar Ari.

Setelah kenaikan pun, menurut Ari, harga kargo domestik masih lebih murah daripada internasional. Ari menjelaskan pengiriman kargo dari Korea Selatan ke Jakarta mencapai Rp 17.029 per kilogram, tetapi dari Jakarta ke Korea Selatan hanya Rp 11.500 per kilogram. Begitu juga dengan kargo dari Hongkong ke Jakarta Rp 13.328 per kilogram namun dari Jakarta ke Hongkong Rp 10.500.

Garuda Indonesia baru menaikkan tarif kargo hingga saat sini setelah September 2018. Selama Januari sampai September 2018, Garuda Indonesia hanya menjual kargo Rp 1.800 sampai Rp 3.000 per kilogram per jam penerbangan. Lalu setelah September 2018, Garuda baru menaikkan tarif kargo menjadi Rp 6.000 sampai Rp 10 ribu per kilogram per jam penerbangan sesuai destinasi bandara.

Hanya saja, dengan kenaikkan kargo saat ini, Ari menilai hanya sedikit mengurangi keuntungan anggota perusahaan anggota Asperindo. “Mereka tidak akan merugi, karena margin mereka cukup besar Rp 6.000 sampai Rp 18 ribu,” tutur Ari. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GdOfn9
February 07, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GdOfn9
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Spurs Sudah Kembali Tersenyum

Kemenangan Spurs kian manis sebab City dan Liverpool gagal petik kemenangan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kehilangan dua pemain kunci lantaran cedera parah, kemudian tersingkir dari dua kompetisi domestik hanya dalam waktu kurang dari sepekan, menjadi catatan perjalanan Tottenham Hotspur dalam tiga pekan terakhir. Namun kemenangan 2-1 atas Watford, tengah pekan ini, kembali membuat para penggawa Spurs setidaknya bisa kembali tersenyum saat akan menjamu Newcastle United pada Sabtu (2/2) malam WIB ini.

''Ini menjadi cara yang luar biasa buat kami untuk bisa mengakhiri semua nuansa negatif yang kami rasakan dalam beberapa pekan terakhir. Ini semua bisa berubah setelah kemenangan ini,'' kata pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, seperti dikutip London Evening Standard.

Keberhasilan bangkit dan akhirnya memetik tiga angka pun seolah menghapus masa-masa kelam yang dialami Spurs dalam beberapa pekan terakhir. Tidak hanya itu, kemenangan atas Watford itu memberikan optimisme baru buat Spurs guna terus bersaing di papan atas klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Kemenangan atas Watford ini kian manis lantaran dua pesaing terdekat di papan klasemen sementara, Manchester City dan Liverpool, gagal memetik poin penuh. City secara mengejutkan dibekap Newcastle United dengan skor tipis 2-1. Sementara, Liverpool ditahan imbang Leicester City dengan berbagi angka 1-1.

Selisih poin Spurs, yang berada di peringkat ketiga, pun kian terpangkas. Situasi ini membuat pasukan Mauricio Pochettino semakin optimistis menyambut kedatangan Newcastle United pada laga malam nanti. ''Kami menjadi lebih yakin dan lebih optimistis setelah kemenangan ini,'' kata Pochettino.

Pochettino tak Janji Perpanjang Kontrak

Aksi Son Membawa Tottenham Comeback

Sebelumnya, tim besutan Maurico Pochettino itu memang mesti kehilangan Harry Kane lantaran mengalami cedera engkel kala Spurs dibekap Manchester United 0-1 di ajang Liga Primer Inggris. Petaka kembali menimpa The Lilywhites saat Delle Ali mengalami cedera hamstring di laga kontra Fulham. Kedua pemain andalan di lini depan Spurs ini pun diprediksi baru bisa kembali merumput pada Maret mendatang.

Kehilangan Kane dan Ali, ditambah absennya Song Heung-Min lantaran memperuat Korea Selatan di ajang Piala Asia, terbukti berdampak besar pada performa Spurs di atas lapangan. Akibatnya, Spurs mengalami dua kekalahan justru di saat-saat paling krusial, yaitu di babak perempat final Piala Liga dan putaran keempat Piala FA.

Di Piala Liga, Spurs tersingkir setelah menyerah 1-2 di tangan Chelsea. Sementara di ajang Piala FA, tim asal London Utara itu gagal mengatasi perlawatan Crystal Palace 0-2 dan harus puas mengakhiri langkah di putaran keempat.

Namun, seiring dengan kembalinya Son, Spurs mampu kembali ke trek kemenangan. Lewat dua gol yang masing-masing dicetak Son dan Fernando Llorente, Spurs berhasil melewati adangan Watford pada pekan ke-24 Liga Primer Inggris pada tengah pekan lalu. Kemenangan atas The Hornets itu pun diraih secara dramatis, setelah sempat tertinggal terlebih dahulu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Bf0EmG
February 02, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Bf0EmG
via IFTTT
Share:

Friday, February 1, 2019

KKI Desak Kemenhub Cabut Persetujuan Bagasi Berbayar

Pemberian izin bagasi berbayar melanggar ketentuan Pasal 63 Ayat 2 Permenhub 185.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mencabut persetujuan bagasi berbayar untuk Lion Air, Wings Air, dan Citilink Indonesia. Ketua KKI David Tobing mengatakan pihaknya sudah mengirimkan somasi kepada Kemenhub mengenai hal tersebut.

David mengatakan dalam somasi tersebut juga meminta Kemenhub mengubah ketentuan aturan waktu pada Pasal 63 Ayat 2 Permenhub Nomor 185 tahun 2016. Dalam aturan tersebut disebutkan permohonan perubahan prosedur operasional standar (POS) wajib disampaikan oleh badan usaha angkutan udara kepada Ditjen Perhubungan Udara paling lama 60 hari sebelum pelaksanaannya.

“Kami mendesak Kemenhub mengubah aturan tersebut menjadi paling lambat atau tidak boleh kurang dari 60 hari sebelum pelaksanaan SOP,” kata David dalam pernyataan terutlis yang diterima Republika.co.id, Jumat (1/2).

David mengatakan pemberian izin bagasi berbayar oleh Kemenhub kepada Lion Air, Wings Air, dan Citilink Indonesia sudah melanggar ketentuan Pasal 63 Ayat 2 Permenhub Nomor 185 Tahun 2015. “Ini karena pengajuan perubahan POS pelayanan Lion Air, Wings Air, dan Citilink terkait bagasi berbayar tidak dilakukan dalam rentang waktu sebagaimana diatur,” jelas David.

Menurut David, sesuai keterangan dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan Lion Air dan Wings Air baru mengajukan permohonan perubahan POS pada 4 Januari 2019 untuk pelaksanaan 08 Januari 2019. Begitu juga dengan Citilink baru mengajukan permohonan perubahan POS pada bulan Januari.

Untuk itu, David mengatakan maskapai tidak bisa seenaknya langsung memberlakukan kebijakan bagasi berbayar. Seharusnya, kata dia, permohonan perubahan POS diajukan paling lama 60 hari kerja sebelum pelaksanaan.

Baca juga, Citilink Bahas Secara Internal Soal Bagasi Berbayar

“Ini aneh, walaupun belum mendapatkan izin Kemenhub, Lion Air sudah mengumumkan ke publik akan memberlakukan bagasi berbayar pada tanggal 8 Januari 2019, seharusnya Kemenhub memberikan sanksi bukannya menyurati Lion Air agar meminta ijin terlebih dulu lalu dalam waktu singkat langsung diberikan izin,” jelas David.

Dia menambahkan, ketentuan paling lama 60 hari tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum. Hal tersebut menurutnya seolah-olah memperbolehkan permohonan perubahan POS diajukan dalam waktu kurang dari 60 hari kerja sebelum pelaksanaan.

“Kami mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan apabila tuntutan kami dalam somasi ini tidak ditanggapi dengan baik oleh Kemenhub,” ujar David.

Dia mengharapkan Kemenhub maupun maskapai dapat mengkaji ulang penerapan bagasi berbayar. Kemenhub dan maskapai juga harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat selaku konsumen jasa penerbangan.

Di sisi lain, pengamat penerbangan Alvin Lie menilai memang aturan Pasal 63 Ayat 2 Permenhub Nomor 185 Tahun 2015 kurang lazim. “Biasanya untuk pengajuan kepada pemerintah digunakan kata sedikitnya atau paling lambat. Sementara soal persetujuan dari pemerintah menggunakan kata paling lama,” jelas Alvin.

Hanya saja, Alvin menganggap tetap saja kata kuncinya ada pada kata paling kama pengajuan perubahan POS tersebut paling lama 60 hari kerja. Dengan begitu, bisa saja diartikan kurang dari 60 hari kerja termasik setengah hari juga bisa diajukan kepada pemerintah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HM0VmR
February 01, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HM0VmR
via IFTTT
Share: