Keputusan ini disepakati oleh KPU, BPN, dan TKN.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, mengatakan debat publik pasangan capres-cawapres Pemilu 2019 dipastikan digelar di Jakarta. Keputusan ini sudah disepakati oleh KPU, BPN maupun TKN Jokowi-Ma'ruf.
Menurut Priyo, kesepakatan itu terjadi saat pertemuan membahas persiapan final debat capres-cawapres di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/12). "Yang sudah kami sepakati bersama adalah debat dilaksanakan di Ibu Kota. Di Jakarta," ujar Priyo kepada wartawan, Kamis (19/12) siang.
Dia mengungkapkan, kesepakatan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai hal, baik efisiensi, efektifitas dan sejumlah faktor lain. "Sebenernya soal usulan pelaksanaan debat di daerah lain, kota lain dan provinsi lain juga dibahas dan ditimbang. Karena sejumlah faktor akhirnya kami putuskan bersama debat dilakukan di Jakarta," tegas Priyo.
Kemudian, disepakati pula soal lokasi spesifikas pelaksana debat. Menurut Priyo, sudah disepakati juga nantinya debat digelar di hotel yang representatif. Sehingga, hal-hal seperti pengerahan massa atau hal lain yang bisa menggangu jalannya debat bisa dihindari.
Priyo juga mengungkapkan jika ada sejumlah hal uang dijadikan pertimbangan oleh KPU, BPN dan TKN. Pertama, soal jumlah audiens yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan debat.
"Kalau pada 2014 lalu kan yang masuk sampai 200-an orang. Maka tadi diusulkan kalau yang bisa masuk setengahnya saja. Baik dari paslon, tim paslon dan sebagainya," ungkap Priyo.
Kedua, ada usulan soal model debat yang dilakukan agar jangan seperti lomba cerdas cermat. Priyo menegaskan, kedua pasangan capres-cawapres adalah calon pemimpin bangsa yang seharusnya bisa mengantisipasi pertanyaan dan persoalan.
"Ketiga, kami usulkan agar debat jangan sampai menjadi ajang saling menjatuhkan oleh kedua pasangan capres-cawapres. Calon pemimpin bangsa sebaiknya memberikan contoh yang baik," kata Priyo.
Sebelumnya, Ketua KPU, Arief Budiman, mengatakan masing-masing tim kampanye telah mengajukan pilihan lokasi untuk pelaksanaan debat capres-cawapres Pemilu 2019. Kedua tim kampanye capres-cawapres itu mengusulkan debat digelar di Jakarta.
Menurut Arief, pihaknya baru saja bertemu dengan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno. Pertemuan pada Kamis (13/12) lalu membahas teknis pelaksanaan debat publik yang mulai digelar Januari 2019.
"Untuk surat keputusan (SK) debat publik sendiri belum ada. Tadi kami baru bicara menyepakati beberapa hal," ujar Arief kepada wartawan, di KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.
Kesepakatan itu antara lain, tentang tema debat yang akan dikonsultasikan lagi dengan internal tim dan lokasi pelaksanaan debat publik.
"Kemarin kami menawarkan lokasi pelaksanaan debat. Ada Jakarta dan Surabaya. Nah kedua tim ini sudah mengajukan agar debat dilaksanakan di Jakarta saja," tegas Arief.
Dia melanjutkan, hingga saat ini baik BPN dan TKN tidak ada yang mengusulkan lokasi debat di luar Jakarta. "Soal lokasi nanti juga akan dibahas lagi dengan tim kampanye masing-masing," tambah Arief.
Arief pun mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan debat capres-cawapres dilaksanakan setiap tanggal 17. KPU sudah menetapkan pelaksanaan debat capres-cawapres Pemilu 2019 digelar lima kali.
"Kami sudah membuat draf. Dalam draf itu kamu usulkan jadwal pelaksanaan debat capres-cawapres setiap tanggal 17. Yakni nanti rencananya pada 17 Januari, 17 Februari, 17 Maret, 30 Maret dan 13 April," jelas Arief pada 30 November lalu.
Dia menjelaskan pemilihan tanggal 17 sekaligus sebagai pengingat masyarakat bahwa pemungutan suara Pemilu 2019 digelar pada 17 April. "Sebab pemilu kita itu hari Rabu tanggal 17," tegas Arief.
Namun, Arief mengakui jika tidak semua debat dilaksanakan pada tanggal 17. Sebab, menginjak bulan Maret dan April sudah semakin mendekati hari H pemungutan suara.
"Karena itu, dua debat terakhir masing-masing kami usulkan diselenggarakan pada 30 Maret dan 13 April," ungkap Arief.
Dia menegaskan jika rencana jadwal itu belum merupakan keputusan akhir KPU. Perkiraan jadwal itu masih bisa disesuaikan dengan perkembangan kondisi selanjutnya.
Selain itu, KPU juga masih mematangkan teknis pelaksanaan debat. Menurut draf awal KPU, debat antar capres akan digelar tiga kali. Kemudian, debat antar cawapres digelar dua kali."Nanti capres tiga kali, cawapres dua kali. Kami akan membahasnya lagi dengan masing-masing tim kampanye," tambah Arief.
Baca juga: OTT Kemenpora, KPK Amankan Rp 300 Juta
Baca juga: Kisah An-Nadhar Ibnul Harits dan Tiga Pertanyaan
Let's block ads! (Why?)
https://ift.tt/2BE01CP
December 19, 2018 at 03:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BE01CP
via
IFTTT