Showing posts with label 2018 at 04:27PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:27PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

IITCF Bedah Persoalan Tur ke Eropa

Penyelenggara tour Eropa harus benar-benar memahami kondisi yang ada di Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) secara rutin memberikan pembekalan mengenai berbagai  hal terkait pengembangan wisata Muslim. Baik  destinasi dalam negeri (inbound) maupun luar negeri (outbound). Pembekalan itu diikuti oleh para pelaku wisata Muslim, baik pengelola travel maupun  tour leader.

Pekan  lalu, tepatnya Jumat (21/12), IITCF menggelar talk show yang membedah persoalan tour ke Eropa. Talk show bertajuk Europe Sharing Destination  itu dimoderatori langsung oleh Chairman IITCF, Priyadi Abadi.

Talk show  mengundang dua nara sumber yang juga Senior Europe Tour Leader berpengalaman. Keduanya adalah Rudiana Jones (direktur Wita Tour) dan  Ivo Kwok (founder Face 2 Face Tourism Educational Management). “Talk show ini diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan  pengelola travel dan  tour leader,” kata Priyadi.

Ia menambahkan, pemilihan tema talk show tersebut karena Eropa dengan segala  keindahannya dan keunikannya menjadi destinasi yang banyak diburu wisatawan dari berbagai mancanegara. “Meski biaya berwisata ke Eropa cukup merogoh kocek, namun peminatnya tak pernah sepi, di musim liburan sekolah maupun di bulan lainnya,” tuturnya.

Di balik keindahan tempat-tempat wisata Eropa, kata Priyadi, ternyata menyimpan berbagai persoalan jika belum memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman menjelajahi Benua Eropa. “Karenanya, penyedia travel yang baru membuka trip Eropa harus memperhatikan berbagai aspek sebelum berani menyelenggarakan paket Eropa,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggara tour Eropa harus benar-benar memahami kondisi yang ada di Eropa. “Tim  manajemen   harus sangat ketat dijalankan.  Jika tidak, akan berdampak pada pembengkakan anggaran,” ujarnya.

Priyadi menambahkan, penyelenggaraan tour ke Asia sangat berbeda dengan Eropa. Tingkat kerumitannya jauh lebih besar di Eropa. “Dalam dunia travel, tujuan Eropa tingkat kesulitannya paling tinggi dibanding Asia atau destinasi lainnya. Karena itu, para penyelenggara travel maupun tour leader Muslim perlu memahami dan menguasai destinasi Eropa dengan baik, termasuk di dalamnya tempat ibadah dan resto halal,” paparnya.

Priyadi mengemukakan, insya Allah untuk menindaklanjuti talk show ini, IITCF akan kembali menggelar educational trip ke Eropa pada 11-20 Februari 2019. “Educational trip ke Eropa itu  akan diikuti oleh penyelenggara travel dan tour leader Muslim.  Jadi bukan hanya teori, tapi langsung praktik di lapangan. Termasuk di dalamnya masjid, resto halal maupun rangkaian kegiatan wisata yang sesuai dengan syariat Islam,” jelasnya.

Pada acara talk show tersebut, IITCF menyediakan sejumlah door prize, seperti grand prize  full package tour jejak jejak Rosul Cairo-Jordan Jerusalem persembahan dari Amoures Tour operator;  voucher Carrefour dari Kuoni Travel Expert; dan hadiah menarik lainnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ahs7Uv
December 27, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ahs7Uv
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Phapros Butuh Belanja Modal Rp 350 Miliar untuk Ekspansi

Phapros akan menerbitkan saham baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Phapros Tbk menyatakan, untuk tahun depan perusahaan memerlukan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 350 miliar. Pasalnya, perseroan berencana melakukan beberapa ekspansi bisnis.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami menyebutkan, dana tersebut akan digunakan untuk tiga hal. Pertama berinvestasi, kedua modal kerja, serta ketiga restrukturisasi modal.

Meski sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, (26/12), namun perempuan yang akrab disapa Emmy itu menyatakan, sumber pendanaan tersebut masih mengandalkan perbankan. "Jadi kami mencatatkan perusahaan (Initial Public Offering/IPO) ini tanpa melakukan emisi saham maupun emisi obligasi," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/12).

Alasannya, kata dia, belum semua pemegang saham maupun karyawan memahami cara menabung saham. Maka, perseroan ingin melakukan transformasi secara nyaman dan terukur.

Meski begitu, nantinya perusahaan farmasi berkode saham PEHA ini akan menerbitkan saham baru atau right issue sebesar maksimal 25 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan sekarang. Ditargetkan, right issue tersebut dapat menghasilkan dana senilai Rp 1 triliun.

"Rencananya pada semester 2 tahun depan. Sekarang kita terus lalukan sosialisasi ke pemegang saham mengenai nabung saham," jelasnya.

Perlu diketahui, Phapros merupakan anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Perusahaan milik negara tersebut memiliki 56,77 persen saham Phapros.

Direktur Utama RNI B Didiek Prasetyo menambahkan, Phapros memiliki sejumlah rencana pengembangan yang cukup besar. Maka diperlukan dana tidak sedikit.

"Dananya bisa digali dari pasar bursa. Jadi nggak menutup kemungkinan Phapros akan terbitkan saham baru biar lebih likuid lagi," kata Didiek pada kesempatan serupa.

Dirinya berharap, para pemegang saham perseroan yang melek pasar bisa menggalakkan saham PEHA di pasar. Sebagai informasi, saham PEHA kini telah dimiliki oleh 1.007 pemegang saham.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rSpiV9
December 26, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rSpiV9
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Malaysia Tuntut Goldman Sachs dalam Kasus Skandal 1MDB

Goldman Sachs diduga membantu meningkatkan penawaran obligasi untuk IMDB.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Malaysia pada Senin (17/12) mengajukan tuntutan pidana terhadap Goldman Sachs dan dua mantan karyawan bank tersebut. Tuntutan itu sehubungan dengan penyelidikan korupsi dan pencucian uang 1Malaysia Development Bhd (1MDB).

Goldman Sachs telah berada di bawah pengawasan karena perannya dalam membantu meningkatkan 6,5 miliar dolar AS melalui tiga penawaran obligasi untuk 1MDB.

Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas mengatakan tuduhan kriminal di bawah undang-undang surat berharga Malaysia diajukan pada Senin terhadap Goldman Sachs. Tuntutan juga diajukan untuk mantan bankirnya Tim Leissner dan Roger Ng, mantan karyawan 1MDB, Jasmine Loo dan pemodal Jho Low sehubungan dengan penawaran obligasi.

"Tuduhan tersebut muncul dari komisi dan pernyataan palsu atau menyesatkan oleh semua terdakwa untuk secara tidak jujur ​​menyalahgunakan 2,7 milyar dolar AS dari hasil tiga obligasi yang diterbitkan oleh anak perusahaan 1MDB, yang diatur dan ditanggung oleh Goldman Sachs," kata Thomas dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, juru bicara Goldman Sachs mengatakan tuduhan tersebut salah sasaran. Namun, pihak bank akan terus bekerja sama dengan semua otoritas untuk proses penyelidikan.

Bank telah secara konsisten membantah melakukan kesalahan.

Thomas mengatakan jaksa akan menuntut denda terhadap terdakwa dari dugaan penggelembungan dana hasil obligasi sebesar 2,7 milyar dolar AS. Selain itu, ada biaya tambahan sebesar  600 juta dolar AS yang diterima oleh Goldman Sachs.

Malaysia juga akan menuntut hukuman penjara hingga 10 tahun untuk masing-masing pihak yang menghadapi tuduhan. "Setelah mempertahankan diri sebagai penasihat global terkemuka/pengatur untuk obligasi, standar tertinggi diharapkan dari Goldman Sachs. Mereka telah gagal memenuhi standar," kata Thomas.

Pengacara Leissner dan Ng tidak bisa  dihubungi untuk dimintai komentar. Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengatakan sekitar 4,5 miliar dolar telah disalahgunakan dari 1MDB, termasuk sejumlah uang yang ditingkatkan Goldman Sachs. Dana itu disalahgunakan oleh pejabat tingkat tinggi 1MDB dan rekan mereka dari 2009 hingga 2014.

Jaksa AS mengajukan tuntutan pidana terhadap Leissner dan Ng bulan lalu. Leissner mengaku bersalah atas konspirasi pencucian uang dan melanggar Undang-Undang Praktik Korupsi Asing. Ng, ditahan di Malaysia, dihadapkan pada rencana ekstradisi ke AS.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PGUBf2
December 17, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PGUBf2
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

HPM Raih Penghargaan Indonesia Sentul Series of Motorsport

Honda dinilai berkontribusi dengan menggelar Honda Jazz Speed selama 13 tahun

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Honda Prospect Motor (HPM) meraih penghargaan untuk konsistensinya dalam mendukung ajang balap Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), yang diberikan dalam acara penutupan ISSOM 2018 (12/12) di Tangerang. Pada acara yang sama, Honda juga menerima penghargaan untuk kontribusi dan pencapaian yang diraih tim Honda Racing Indonesia di ajang ISSOM musim 2018. 

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM Jonfis Fandy menyebut perseroan bangga telah turut berkontribusi dalam dunia balap paling bergengsi di Indonesia. Sesuai dengan karakter Honda yang sporty, HPM juga mengadakan ajang balap untuk Honda Jazz dan Honda Brio selama bertahun-tahun sebagai tempat bagi para pembalap muda mengembangkan talenta dan kemampuannya. 

"Sekaligus pembuktian ketangguhan mobil Honda di lintasan balap. Semoga kami dapat terus memberikan dukungan untuk  memajukan dunia balap di Indonesia," ujar dia dalam keterangannya kepada Republika, Kamis (13/12).

Penghargaan diberikan kepada Honda setelah secara konsisten terlibat dalam dunia balap di Indonesia dengan menggelar ajang balap Honda Jazz Speed Challenge yang telah digelar selama 13 tahun, serta ajang Honda Brio Speed Challenge yang telah digelar selama enam tahun. Kedua ajang tersebut telah menjadi agenda tetap ISSOM, dan melahirkan banyak pembalap-pembalap berbakat mulai dari kelas pemula hingga master.

Tak hanya itu, Honda juga telah menjadi sponsor ISSOM selama enam tahun terakhir, dengan menurunkan mobil-mobilnya sebagai Safety Car, Fast Doctor, dan Clerk of the Course (COC). Beberapa model Honda yang diturunkan, antara lain Honda CR-Z, Honda Civic Hatchback dan All New Honda Civic Turbo.

Sementara itu pada acara yang sama, tim Honda Racing Indonesia juga mendapatkan dua penghargaan, yakni Impressive Team atas konsistensi dan profesionalisme performa sepanjang musim 2018 dan Top Livery Team.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S0u1j1
December 14, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S0u1j1
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

KPU Jelaskan Mengapa OSO Harus Mundur dari Parpol

KPU menegaskan, calon anggota DPD berasal dari calon perseorangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik, mengatakan, surat pemberitahuan kepada Oesman Sapta Odang (OSO) tentang tindak lanjut putusan Mahkamah Agung (MA) dan PTUN sudah disampaikan pada 8 November lalu. Dalam surat tersebut KPU menjelaskan dasar sikap KPU dalam menindaklanjuti putusan dua lembaga peradilan tersebut.

"Surat yang kami sampaikan itu tentang pemberitahuan kepada Pak OSO soal tindak lanjut yang dilakukan KPU. Suratnya bernomor 1492, tanggal 8 Desember. Kami kirimkan kepada Pak OSO sebagai Ketua Umum Hanura," ujar Evi kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).

Evi lantas menjelaskan sejumlah landasan hukum yang ada dalam surat tersebut. Pertama, berdasarkan peraturan dalam UUD 1945 menyatakan bahwa calon anggota DPD berasal dari calon perorangan.

"Misalnya pasal 1 ayat 2 UUD 1945, menyatakan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Maka, penyelenggaraan pemilu sebagai sarana melakukan kedaulatan rakyat wajib sesuai dengan konstitusi UUD 1945. Kemudian pasal 22 C dan 22D UUD 1945 yang berkaitan dengan kedudukan dan peran dari DPD, juga menjadi bagian dari yang kita sampaikan," ujar Evi.

Selanjutnya, KPU juga merujuk kepada putusan MK Nomor 30 Tahun 2018 yang berkaitan dengan frasa 'pekerjaan lain'. Putusan MK tersebut menyatakan bahwa aturan dalam pasal 182 huruf i UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

"Jadi berdasarkan amanat konstitusi dan UUD 1945 kami tentu meminta kepada setiap bakal calon anggota DPD yang menjadi pengurus parpol, tanpa terkecuali ya, sebelum penetapan daftar calon tetap (DCT) harus menyampaikan surat pengunduran diri," tegas Evi.

Lebih lanjut dia menyampaikan jika berdasarkan putusan MA, syarat pencalonan anggota DPD dalam pasal 60A PKPU Nomor 26 Tahun 2018 tetap memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan berlaku umum serta tidak bertentangan dengan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Artinya, putusan MA tidak bertentangan dengan putusan MK.

"Maka sesuai putusan PTUN yang menetapkan Pak OSO ini harus dimasukkan dalam DCT, tentu dia juga harus penuhi persyaratan sebagaimana putusan MK. Maka kami minta kepada pak OSO sebagai ketua umum Hanura, untuk melengkapi juga (syarat pencalonan berupa surat pengunduran diri) sampai dengan batas waktu tanggal 21 Desember," ungkap Evi.

Dengan demikian, KPU menegaskan jika setelah 21 Desember tidak ada surat pengunduran diri dari OSO, maka tidak ada lagi upaya yang bisa ditempuh agar dirinya masuk ke DCT Pemilu 2019. "Berdasarkan surat yang kami sampaikan kepada Pak OSO ya seperti itu," tegas Evi.

Kuasa hukum OS), Yusril Ihza Mahendra, mengatakan belum menerima surat dari KPU soal tindak lanjut putusan PTUN. Menurutnya, putusan PTUN tidak bisa diubah interpretasinya.

"Saya tidak tahu karena belum menerima suratnya. Jadi saya belum tahu apa yang terjadi," ujar Yusril saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/12).

Namun, Yusril mengatakan, tidak akan mengajukan gugatan kembali atas keputusan KPU. Ia hanya meminta Bawaslu menggunakan kewenangan pengawasan pelaksanaan putusan lembaga peradilan.

"Kami sudah melayangkan surat ke Bawaslu supaya mereka menggunakan kewenangannya, antara lain dalam pelaksanaan putusan pengadilan, hal itu sudah diatur dalam undang-undang," lanjut Yusril.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rwZn5b
December 12, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rwZn5b
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Enam Pesan dari Reuni 212

Meski peserta yang datang membeludak, reuni berjalan tertib dan Monas bebas sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hariqo Wibawa Satria*

Selain membeludaknya peserta dari berbagai daerah, tertib, tidak ada bakar-bakaran, tidak ada peserta yang dibayar, bebas sampah, ada beberapa hal yang menarik dari Reuni 212 pada Ahad, 2 Desember 2018. Pertama, tidak ada sama sekali ajakan kudeta, makar kepada pemerintah yang sah dan berkuasa saat ini.

Pergantian kekuasaan wajib lewat pemilu, mantan jenderal sekalipun jika ingin jadi pemimpin harus ikut pemilu. Ini penting sekali karena umur demokrasi kita masih belia, sekali ada kudeta bisa menyebabkan perang saudara yang lama. Kita apresiasi, umat Islam dengan jumlah terbanyak semakin tinggi ketaatannya pada konstitusi.

Kedua, tidak ada sama sekali ajakan mendirikan khilafah, apalagi mengganti Pancasila dalam reuni 212. Hampir semua orator menyampaikan pentingnya menjaga Pancasila, mensyukuri keberagaman, menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Ketiga, yang disampaikan lebih banyak kepentingan nasional ketimbang kepentingan umat Islam atau golongan tertentu. Benang merah dari para orator mendambakan NKRI yang berdaulat. Keindonesiaan dan keislaman sama sekali tidak dipertentangkan. Mayoritas peserta membawa bendera merah putih dan bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Keempat, tidak satu orang peserta pun membawa poster caleg, capres atau alat peraga kampanye lainnya. Seruan damai, damai, jaga kebersihan disampaikan dan ditaati seluruh yang hadir.

'Peringatan' Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan di awal acara juga diikuti peserta. Tanpa keluar urat leher, Anies mengatakan, “Buktikan bahwa mendapat izin di Monas, buktikan dengan hadir tertib lalu kembali dengan tertib."

Kelima, tidak ada sama sekali sindiran, ujaran kebencian yang ditujukan kepada umat Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, bahkan Yahudi. Tidak ada juga ujaran kebencian kepada suku, ras apa pun, intinya tidak ada yang menghina SARA. Justru yang diingatkan musuh bersama kita adalah ketidakadilan, kemiskinan, kesenjangan sosial, dan lain-lain.

Keenam, reuni 212 memberi pesan kepada dunia internasional bahwa Indonesia tetap konsisten anti penjajahan, karenanya diberikan waktu kepada perwakilan dari Palestina untuk menyampaikan orasi. Kegiatan ini mengamalkan pembukaan UUD 1945 "sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Yang paling mengharukan bagi saya ketika lagu wajib nasional Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama, utamanya pada bagian “Marilah kita berseru, Indonesia bersatu”. Walaupun bukan alumni 212, dari lubuk hati terdalam saya mengucapkan selamat atas suksesnya Reuni 212. Semoga pesan-pesan penting dari kegiatan itu dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Salam Kedaulatan.

*) Direktur Eksekutif Komunikonten

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G3tNGh
December 07, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G3tNGh
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Hugh Jackman Terbuka Perankan Pahlawan Super Baru

Jackman sudah memerankan Wolverine dalam 9 film selama 17 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Hugh Jackman kembali terbuka untuk memerankan karakter pahlawan super baru. Pada 2017 lalu, Jackman mundurkan diri dari karakter yang sudah membesarkan namanya, Wolverine. Film terakhir Jackman memerankan Wolverine yaitu di film Logan.

Dalam sebuah wawancara dengan MTV, aktor berusia 50 tahun itu mengatakan bahwa dia tidak melihat Wolverine sebagai seorang pahlawan super. "Ya, saya akan terbuka untuk itu. Bagi saya, saya tidak pernah melihat Wolverine sebagai pahlawan super, bahkan saat di film Logan," kata Jackman dikutip Indian Express.

Menurut Jackman, Wolverine lebih dari sekadar pahlawan super. Bagi Jackman, Wolverine adalah karakter yang sangat besar dan luar biasa. Jackman sendiri mengaku sudah sangat dekat dengan karakter Wolverine. Pasalnya, dia telah memerankan Wolverine dalam sembilan film selama hampir 17 tahun.

"Semua pahlawan super adalah karakter yang memiliki kekurangan. Namun di waktu yang sama mereka juga memiliki kemampuan yang luar biasa. Itulah yang membuat orang merasa terkait dengan film-film pahlawan super, kata Jackman.

Jackman saat ini tengah menunggu peluncuran film terbarunya yang berjudul The Front Runner. Dalam film ini, Jackman bermain bersama sejumlah aktor lainnya seperti Vera Farmiga, JK Simmons, Alfres Molina dan Sara Paxton.

The Front Runner merupakan drama biografi yang disutradarai oleh Jason Reitman. Film bercerita tentang kemunculan senator Amerika Gary Hart yang menjadi kandidat presiden pada 1988 dari partai Demokrat. Semua rencananya kemudian gagal setelah adanya pemberitaan di media tentang kabar perselingkuhannya.

Sebelumnya, Jackman sukses memerankan PT Barnum dalam film musikal berjudul The Greatest Showman. PT Barnum adalah sosok yang mengawali cikal bakal lahirnya pertunjukkan sirkus di seluruh dunia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PWwSws
November 27, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PWwSws
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Pendidikan, Isu Terpenting Komunitas Muslim di India

Pendidikan telah diabaikan oleh semua segmen masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID,NEW DELHI -- Mantan Wakil Presiden India, Hamid Ansari, mengatakan bahwa pendidikan menjadi isu terpenting yang dihadapi oleh komunitas Muslim di India. Menurutnya, pendidikan telah diabaikan oleh semua segmen masyarakat dan itu hanya terbatas pada bagian kecil dari masyarakat.

Hal ini diungkapkan Ansari pada Seminar Mengenang Tokoh Insinyur Dr Asghar Ali yang ke-12, yang bertajuk "Muslim India: Dulu dan Kini".  "Kami telah mengidentifikasi masalah (yang dihadapi oleh Muslim) beberapa kali. Masalahnya adalah identitas dan keamanan, juga pendidikan. Dan saya merasa pendidikan adalah masalah yang paling penting," kata Ansari, dilansir di NDTV, Sabtu (24/11).

Ia mengatakan, Delhi memiliki sejumlah besar Sikh (salah satu agama terbesar di India, Red). Kebanyakan dari mereka adalah pengungsi. Menurutnya, mereka tidak hanya merehabilitasi diri mereka sendiri, tetapi juga telah mendirikan institusi keagamaan serta lembaga pendidikan mereka. "Jika sebuah komunitas kecil dapat melakukan itu, mengapa tidak bisa banyak komunitas yang lebih besar," lanjutnya.

Ansari melanjutkan, bahwa 190 juta populasi bukanlah minoritas, kecuali dalam hal teknis hukum. Menurutnya, berinteraksi secara berkelanjutan dengan komunitas yang lebih luas dari sesama warga lainnya adalah jawaban untuk menghilangkan hambatan mental. Ia mengatakan, interaksi tidak harus membatasi perilaku mereka.

"Jika saya berinteraksi dengan orang lain, saya akan melakukannya pada tingkat kesetaraan, tidak mengatakan cara saya adalah satu-satunya cara," ujarnya.

Ansari menambahkan, langkah interaksi tersebut telah berlangsung di berbagai belahan dunia. Dalam hal ini, ia mengatakan tidak melihat alasan mengapa interaksi tidak akan bekerja dengan baik di India. Seminar, yang didedikasikan untuk penulis reformis India dan aktivis sosial, diselenggarakan oleh Pusat Studi Masyarakat dan Sekularisme.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DX51pJ
November 24, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DX51pJ
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Pahlawan Masa Kini dan Senandung Langit Harapan

Pembuat film pendek Senandung Langit Harapan, Harir Bako

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
Memaknai pahlawan masa kini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemenang lomba video Hari Pahlawan Republika.co.id, Harir Bako mengatakan makna pahlawan baginya adalah seseorang yang mempunyai dedikasi kepada lingkungan. Pahlawan juga yang mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat.

Lewat film Senandung Langit Harapan, Harir ingin menceritakan sebuah permasalahan di masyarakat. Dimana masyarakat disana tidak mempunyai wadah untuk mengungkapkan ekspresinya.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Havid Al Vizki
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DNLTKH
November 21, 2018 at 04:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DNLTKH
via IFTTT
Share: