Showing posts with label 2018 at 03:35PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:35PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Panglima: Jangan Sampai Ada Bangsa Lain Pecah Belah Kita

Akibat perkembangan teknologi akan banyak ancaman siber.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Panglima Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto mengajak masyarakat Indonesia untuk saling merajut satu kebangsaan. Seluruh elemen bangsa harus bersatu dalam satu Nusantara. Ini penting mengingat Indonesia memiliki luasan yang begitu besar.

"Oleh karena itu, jangan sampai ada negara lain yang memecahkan Indonesia. Kalau ada, maka nyawa dan darah taruhannya," kata Hadi saat menghadiri peluncuran "Gerakan Sambung Roso Sambung Oyot Nusantara" di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Uniq Nusantara,Dampit, Kabupaten Malang, Ahad malam (30/12).

Hadi mendorong masyarakat terutama warga ponpes untuk terus belajar. Apalagi saat ini dunia termasuk Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Belum lagi mayoritas warga Indonesia merupakan pengguna gawai dan media sosial.

Dengan adanya era tersebut, maka ancaman apapun terasa dekat. Akibat perkembangan teknologi, akan banyak ancaman siber dan penyakit yang muncul di lapangan.

Hadi menyontohkan, Indonesia sempat terjangkit virus penyakit difteri. Kemudian adapula penyakit campak di Papua. Situasi-situasi ini, kata dia, tidak boleh didiamkan begitu saja.

Hadi berpendapat, penyakit itu pada dasarnya dapat datang secara alami dan dibuat oleh manusia. Karena muncul penyakit ini, maka disiapkan vaksin yang harganya begitu mahal. "Itu siapa yang buat? (Apa ada pihak) Berkepentingan untuk ambil sesuatu (di sini)? Apa kita gini (diam) saja?" tegasnya.

Menurut Hadi, masyarakat memang sudah seharusnya belajar membendung segala ancaman yang muncul di kehidupan. Dorongan ini termasuk untuk ponpes-ponpes selaku tempat menimba ilmu dunia dan akhirat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2St5545
December 31, 2018 at 03:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2St5545
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

OJK Dorong Bank Syariah Bersinergi Kembangkan Produk

OJK menyebut ada bank syariah tak bersedia melakukan sinergi pengembangan produk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap industri jasa keuangan syariah bisa berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Untuk mewujudkannya, otoritas mendorong bank syariah saling bersinergi dalam melakukan pengembangan produk.

"Supaya bisa berkontribusi dan efisien, kita dorong adanya sinergi melalui Asbisindo (Asosiasi Bank Syariah Indonesia). Ini kita dorong agar tidak saling berebut dan bersama membangun industri keuangan syariah," jelas Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro kepada Republika, Kamis (13/12).

Ia menjelaskan, banyak hal yang bisa dilakukan bank syariah bersama-sama. Misalnya, meluncurkan produk penyaluran pembiayaan syariah. "Contohnya menyalurkan produk pembiayaan perumahan bersama. Kalau ini bisa diterapkan, maka lebih efisien karena nggak perlu melakukan riset masing-masing," kata kata Soekro.

Selain itu, lanjutnya, beberapa infrastruktur seperti Informasi dan Teknologi (IT), Sumber Daya Manusia (SDM), serta lainnya bisa disinergikan pula antarbank syariah. Dengan begitu lebih hemat.

Hanya saja, kata dia, ada beberapa bank yang sempat tidak bersedia melakukan sinergi tersebut sehingga memilih mengembangkan produk sendiri-sendiri. "Itu sebetulnya masalah komunikasi, kita jelaskan manfaatnya lebih banyak bila dikembangkan bersama daripada sendiri, maka kini semua bank syariah sudah bersedia dan sudah mulai (lakukan sinergi)," jelasnya.

Menurutnya, sinergi merupakan kunci untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah. Tidak hanya sinergi antarbank syariah, tapi juga dengan pemerintah, regulator, serta lainnya.

"Kita perlu sinergi, kerja bareng-bareng. Melalui sinergi saya yakin pengembangan ekonomi syariah bukan hambatan tapi menjadi tantangan ke depan, kemiskinan pun bisa turun dan literasi syariah meningkat," tutur Soekro.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rAQqYO
December 13, 2018 at 03:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rAQqYO
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Lakukan Ini Agar Terhindar dari Bayi Lahir Mati

Hingga 50 persen bayi lahir mati terjadi secara tidak terduga.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Sebanyak enam bayi Australia lahir mati setiap hari. Ini setara dengan lebih dari 2.000 bayi setiap tahun.

Bayi lahir mati didefinisikan sebagai kematian bayi setidaknya pada usia 20 pekan atau berat badan 400 gram. Kebanyakan bayi lahir mati terjadi selama kehamilan.

Ada penurunan selama 20 tahun terakhir kematian bayi dalam empat pekan pertama kehidupan. Tapi angka kelahiran mati belum menurun. Tingkat saat ini 7,1 per 1.000 kelahiran menempatkan Australia di urutan 28 di antara 34 negara OECD untuk kelahiran mati.

Hingga 50 persen bayi lahir mati terjadi secara tidak terduga dan penyebab yang jelas tidak pernah diidentifikasi. Di sekitar sepertiga, kekurangan dalam kualitas perawatan pada kehamilan, dan persalinan diketahui memainkan peranan.

Dalam pekan ini, laporan Senat mengajukan 16 rekomendasi untuk mengurangi tingkat kelahiran mati di Australia menargetkan pengurangan 20 persen pada angka kelahiran mati dalam waktu tiga tahun. Tujuan ini dapat tercapai dengan berfokus pada lima praktik berbasis bukti untuk perempuan dan penyedia layanan kesehatan, yang dilansir di laman The Conversation, Ahad (9/12).

Tidurlah menyamping pada trimester terakhir

Posisi wanita hamil tidur baru-baru ini muncul sebagai faktor risiko penting untuk lahir mati. Wanita yang melaporkan tidur telentang setelah 28 pekan kehamilan memiliki hampir tiga kali lipat peningkatan risiko kelahiran mati.

Sebaiknya para wanita setelah 28 pekan kehamilan tidur menyamping meskipun tidak semua wanita sadar akan saran ini. Kampanye kesadaran publik tentang posisi tidur ibu akan diluncurkan di Australia pada awal 2019. Hal ini didasarkan pada mereka yang ada di Inggris dan Selandia Baru.

Cari bantuan jika gerakan janin menurun

Wanita yang mengalami penurunan atau perubahan gerakan janin harus segera menghubungi bidan atau dokter mereka. Bisa jadi ini adalah penanda untuk masalah potensial pada bayi, termasuk pertumbuhan yang buruk, kecacatan dan kelahiran mati.

Dapatkan bantuan untuk berhenti merokok

Merokok selama kehamilan sangat terkait dengan kelahiran mati dan masalah serius lainnya seperti pembatasan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, dan SIDS. Itu berdampak pada kesehatan anak sepanjang hidupnya.

Lakukan check-up untuk awasi pertumbuhan bayi

Pembatasan pertumbuhan janin, ketika bayi tidak tumbuh dengan baik, merupakan penanda kuat dari potensi masalah pada bayi, termasuk kelahiran mati, kematian pada pekan-pekan pertama kehidupan dan juga penyakit kronis di kemudian hari. Deteksi antenatal yang baik, dikombinasikan dengan manajemen yang cermat, meningkatkan kemungkinan bayi dilahirkan dengan sehat.

Optimalkan waktu kelahiran

Risiko kelahiran mati meningkat saat wanita mendekati dan melewati waktu kelahiran karena fungsi plasenta menurun. Risiko absolut dari kelahiran mati karena terlambat sangat rendah, mempengaruhi sekitar satu dari 1.000 wanita. Tetapi wanita dalam kelompok berisiko tinggi harus lebih dipantau secara ketat untuk risiko lahir mati dan, jika perlu, diinduksi untuk persalinan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G4Y0Vm
December 09, 2018 at 03:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G4Y0Vm
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Pengerukan Kali Bekasi Terhambat Dana

Kali Bekasi sejatinya tidak pernah dikeruk selama kurang lebih 30 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Pengendapan Kali Bekasi kian meningkat. Hal itu mengakibatkan dasar kali semakin dangkal. Alhasil, permukaan air Kali Bekasi makin tinggi dan berpotensi memicu terjadinya banjir. Pengerukan dasar kali sangat dibutuhkan. Namun, anggaran tidak tersedia.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Mas Sriwati menegaskan, restorasi Kali Bekasi sepenuhnya ditanggung oleh Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dengan pendanaan pemerintah pusat. Sejauh ini, Pemkot Bekasi tidak memiliki anggaran khusus perawatan Kali Bekasi.

“Kita tidak ada anggaran untuk itu. Sementara ini kita hanya bisa mengevakuasi sampah-sampah di sebagian kecil kali saja oleh Pasukan Katak. Itu pun mereka digaji dari anggaran UPTD Kebersihan,” katanya kepada Republika.co.id, Jumat (30/11).

Ia menjelaskan, Kali Bekasi sejatinya tidak pernah dikeruk selama kurang lebih 30 tahun. Itu mengakibatkan rata-rata kedalaman Kali Bekasi hanya tinggal sekitar dua meter. Padahal, tingkat kedalaman Kali Bekasi dalam keadaan normal diatas 10 meter. Dengan kata lain, ketebalan endapan lebih dalam ketimbang air kali.

DLH Kota Bekasi, lanjut dia, telah mengirim surat permohonan restorasi dan rehabilitasi Kali Bekasi kepada BBWSCC pada tahun 2017 dan 2018. Namun, hingga hingga kini tidak ada jawaban. Sembari menunggu jawaban, Pemkot sebatas melalukan perawatan bantaran Kali, terutama daerah bendungan.

Kepala Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengakui, masalah utama restorasi dan rehabilitasi memang soal dana. Ia mengaku telah mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR. Namun, kemungkinan belum akan teralokasi di tahun depan.

“Ini masih kita usulkan. Tapi sementara belum teralokasikan, barangkali tahun 2020,” kata Bambang. Sebabnya, tahun depan BBWSCC telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tanggul Kali Bekasi di wilayah Cipendawa yang sempat roboh dengan dana sekitar Rp 12 miliar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Slw54O
November 30, 2018 at 03:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Slw54O
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Disney Rilis Trailer Remake Film The Lion King

Film The Lion King dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 Juli 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Ada kabar gembira bagi anda pecinta film Disney, The Lion King. Bertepatan dengan perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat, Disney merilis trailer pertama dari remake film Lion King.

Trailer berdurasi 90 detik ini dibuka dengan tayangan ikonik dari pemandangan sabana pada film terdahulunya. Sepanjang trailer, narasi dibawakan oleh James Earl Jones. "Everything the light touches is our kingdom. But a king's time as ruler rises and falls like the sun," demikian narasi aktor yang juga menjadi pengisi suara Mufasa dalam film tersebut.

Trailer itu juga menayangkan cuplikan adegan Rafiki dan Simba kecil di Pride Rock. Adegan di Pride Rock merupakan salah satu scene paling diingat para penikmat film Lion King yang tayang 1994 silam.

Dikutip dari CBS, film The Lion King dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 Juli 2019. Sederet nama yang akan menjadi pengisi suara antara lain Donald Glover (Simba), Beyoncé (Nala), Seth Rogen (Pumbaa), Keegan-Michael Key (Kamari), Chiwetel Ejiofor (Scar), dan Billy Eichner (Timon). Penggarapan ulang film Lion King disutradarai oleh Jon Favreau.

Favreau dikenal berkat karyanya menangani live-action dan CG version dari kisah Disney, The Jungle Book. Lebih dari setahun lalu, Seth Rogen sempat memposting di Twitter sebuah poster yang menampilkan para pemain pendukung Lion King remake dan siapa saja karakter yang akan mereka isi suaranya.

Pada Juli lalu, Rogen menceritakan kepada Entertainment Tonight soal proyek kerjanya bersama para pengisi suara Lion King. "Ini menggairahkan! Pertama karena aku adalah penggemar berat Lion King. Kedua karena ini adalah film termahal di mana aku bersedia melakukan apapun yang memungkinkan. Jadi itulah yang membuat bergairah," ungkapnya.

Film Lion King yang pertama kali diputar pada era 90-an mencatatkan diri sebagai film animasi dengan raihan pendapatan fantastis. Kala itu Lion King menjadi box office global dan meraup uang 968,8 juta dolar AS.

Soundtrack Lion King berjudul Can You Feel the Love Tonight garapan Elton John berhasil membawa pulang dua piala Academy Award. Kisah Lion King juga diadaptasi ke panggung Broadway dan meraih penghargaan di Tony Award.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DHlSf5
November 24, 2018 at 03:35PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DHlSf5
via IFTTT
Share: