Showing posts with label 2019 at 09:09PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:09PM. Show all posts

Sunday, May 19, 2019

Phapros Jadi Produsen Bone Filler Nasional Pertama

Bone Filler Phapros siap dipasarkan pada semester II 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA   PT Phapros Tbk mengucurkan investasi senilai kurang lebih Rp 10 miliar untuk membangun pusat produksi bone filler (scaffold atau penopang yang digunakan untuk mengisi celah pada tulang dan gigi yang kerepos) pertama di Indonesia di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Corporate Secretary Phapros Zahmilia Akbar mengatakan, pembangunan pusat produksi ini juga menjadi bentuk dukungan pihaknya terhadap program kemandirian alat kesehatan nasional sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

"Sebagai penguatan bisnis dan wujud dukungan Phapros terhadap Inpres kemandirian alat kesehatan. Kita sudah mengucurkan investasi untuk fasilitas produksi bone filler yang nilainya mencapai kurang lebih Rp 10 miliar di Banjaran,” kata Zahmilia dalam keterangan resminya, Ahad (19/5).

Bone filler yang diproduksi pada fasilitas ini merupakan hasil kerjasama Phapros dengan periset Ferdiansyah dari RSUD Dr. Soetomo. Produk tersebut bisa dimanfaatkan sebagai komponen implantasi penopang tulang dan gigi.

Zahmilia mengatakan, scaffold yang akan di produksi Phapros tersebut merupakan contoh sinergisme ABGC (Academician-Business-Government-and Community). Dia juga menyampaikan bahwa bone filler Phapros akan menjadi produk lokal pertama yang beredar di Indonesia yang sebelumnya didominasi produk asal Jerman, Italia, dan Korea.

Terkait hal teknis yang berkaitan proses produksi, Zahmilia menyampaikan, tahun ini Phapros telah mendapatkan izin edar dan pada semester II 2019 bone filler mereka siap dipasarkan. "Untuk perizinan, produksi, dan pemasaran 2019 sudah siap, katanya. 

Adapun proses groundbreaking fasilitas tersebut sudah dimulai pada pertengahan 2017 dan akan siap beroperasi dan berproduksi di semester II 2019. Sementara, dari segi bisnis, pihaknya menyampaikan optimisme terhadap produk baru tersebut. Phapros optimistis bisa membukukan revenue hingga Rp 2 miliar per tahun lewat lini baru ini.
Sebagai perusahaan farmasi nasional, Phapros terbilang memiliki kemampuan bisnis yang baik.  Perusahaan yang berbasis di Semarang ini tahun lalu berhasil membukukan laba bersih Rp 132,3 miliar atau naik 6,41 persen dari Rp 125,6 miliar pada 2017.

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qek1CH
May 19, 2019 at 09:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Qek1CH
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Truk Pengangkut Bantuan Logistik Tsunami Banten Tergelincir

Tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Truk pengangkut bantuan logistik untuk korban tsunami Pandeglang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cigeulis-Cibaliung, tepatnya di Tanjakan Cijengkol, Desa Mahendra, Kecamatan Cibaliung, Sabtu.

"Beruntung, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa," kata Sueb, seorang warga Cibaliung, Pandeglang.

Truk pengangkut logistik itu diketahui milik relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia.  Peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 8.30 WIB saat melintasi tanjakan Cijengkol, namun tiba-tiba kendaraan hilang kendali hingga tergelincir.

Truk milik ACT itu hendak mengantarkan bantuan logistik untuk korban tsunami di Kecamatan Sumur. "Saya kira kecelakaan itu diduga sopir tidak hapal jalur, soalnya pas turun dari tanjakan Cijengkol menggunakan gigi empat," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, kecelakaan truk relawan itu mengakibatkan sopir dan seorang penumpang mengalami luka-luka. Namun, masyarakat setempat melarikan pengemudi dan penumpang ke  Puskesmas Cibaliung.

Masyarakat juga melakukan evakuasi truk dan muatannya secara bergotong-royong karena posisi truk terbalik. Bantuan logistik itu lalu dipindahkan warga ke kendaraan lainnya untuk dikirimkan ke warga terdampak tsunami di Kecamatan Sumur, Banten.

"Semua bantuan logistik itu dialihkan ke kendaraan lain untuk disalurkan kepada warga korban tsunami," katanya.

Sementara itu, Edi Junaedi, seorang petugas Dinas Perhubungan Pandeglang mengimbau kendaraan yang melintasi tanjakan Cijengkol agar berhati-hati karena kondisi jalan rusak serta berlubang-lubang.

Di samping itu kondisi jalan licin akibat dilanda hujan beberapa hari terakhir itu."Kami akan memasang rambu-rambu lalu lintas untuk mencegah kecelakaan," katanya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D5qZUe
February 02, 2019 at 09:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D5qZUe
via IFTTT
Share:

Friday, January 25, 2019

Militer Suriah Temukan Kuburan Massal Korban Kebiadaban ISIS

Kota Palmyra berhasil direbut dari ISIS pada 2017 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, HOMS—  Otoritas Palmyra menyatakan telah menemukan satu kuburan massal yang berisi mayat sejumlah personel militer dan warga sipil di Al-Ameriya di kawasan Palmyra.

Orang yang menjadi korban, termasuk anak-anak, dibunuh gerilyawan ISIS ketika mereka menguasai daerah tersebut.

Dalam satu pernyataan kepada wartawan Kantor Berita Suriah, SANA, Kamis (25/1), Kepala Polisi Palmyra Jendral Haider Haidar, mengatakan saat daerah yang direbut kembali itu dibersihkan militer Suriah dari gerombolan radikal itu, personel lembaga terkait menemukan sejumlah mayat orang yang dibunuh ISIS sebelum mereka dikalahkan militer Suriah.

Haider menambahkan semua mayat itu dibawa ke rumah sakit khusus untuk dilakukan prosedur sah guna menentukan identitas mereka agar mayat tersebut bisa diserahkan kepada keluarga mereka.

Pada Maret 2017, militer Arab Suriah merebut kembali Kota Palmyra, setelah menewaskan banyak anggota dan menyita perlengkapan organisasi teror ISIS.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CMAEPF
January 25, 2019 at 09:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CMAEPF
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Schroders Sebut Syarat Utama Rupiah Kembali ke Rp 13 Ribu

kondisi geopolitik dalam negeri seperti Pilpres akan sangat mempengaruhi rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan kurs rupiah tahun ini diperkirakan masih fluktuasi. Pasalnya, sejumlah faktor dari eksternal maupun internal juga masih akan terjadi pada 2019. CEO Schroders Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan, volatilitas pasar terjadi di seluruh negara di dunia. Tidak terkecuali Indonesia. 

"Kalau kita lihat, rupiah sempat melemah hingga Rp 15 ribu per dolar AS. Lalu kemudian menguat sedikit ke Rp 14 ribuan per dolar AS. Apakah akan terus menguat atau turun? Maka dia akan fluktuasi," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (17/1).

Beberapa hal yang akan memengaruhi laju rupiah, kata dia, di antaranya Brexit dan data perekonomian. Termasuk kondisi geopolitik dalam negeri, seperti diketahui Pemilihan Presiden (Pilpres) diselenggarakan pada 2019.

"Bila proses pemilihan berjalan baik diharapkan kurs rupiah bisa berada di level Rp 13 ribuan," kata Michael. Selain Pilpres, ia menambahkan susunan kabinet serta misi perekonomian presiden terpilih nanti juga akan pengaruhi pergerakan rupiah. 

Sebagai informasi, berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah ditutup melemah 64 poin atau 0,45 persen sore ini. Dengan begitu berada di posisi Rp 14.192 per dolar AS. 

Sebelumnya pagi tadi, rupiah dibuka menguat tipis enam poin atau 0,04 persen di posisi Rp Rp 14.134 per dolar AS. Kemudian jelang penutupan perdagangan, mata uang Garuda tersebut terdepresiasi 45 poin atau 0,32 persen ke Rp 14.173 per dolar AS. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HqhbKi
January 17, 2019 at 09:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HqhbKi
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Iran Minta AS Bebaskan Jurnalisnya

Hashemi diduga menerima perlakuan tidak manusiawi di penjara Washington.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menyerukan pembebasan Marziyeh Hashemi, jurnalis kelahiran Amerika yang ditahan AS saat tengah bekerja untuk stasiun televisi Iran. Teheran menuduh Washington memperlakukannya dengan tidak baik di penjara sebagai seorang perempuan Muslim kulit hitam.

"Kami mengutuk penangkapan ilegal Marziyeh Hashemi, reporter dan presenter Press TV, dan perlakuan tidak manusiawi di penjara di Washington," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi, dikutip kantor berita negara IRNA.

Hashemi bekerja untuk Press TV berbahasa Inggris. Stasiun televisi itu pada Rabu (16/1) pagi mengatakan pembawa acara TV dan film dokumenternya itu ditangkap di Bandara Internasional St. Louis Lambert pada Ahad (13/1) dan ditahan di Washington.

Namun Hashemi dilaporkan belum didakwa secara resmi. Pejabat FBI belum dapat dihubungi untuk diminta komentar.

"Hashemi, seorang ibu dan nenek, tengah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mengunjungi anggota keluarganya, termasuk saudara lelakinya, yang menderita kanker," ujar Press TV, dalam sebuah pernyataan.

Hashemi kemudian diizinkan untuk menghubungi putrinya dua hari setelah penangkapannya. Menurut Press TV, Hashemi dilahirkan dengan nama Melanie Franklin di AS dan mengubah namanya setelah masuk Islam.

Di dalam penjara, Hashemi dilaporkan telah diminta untuk mencopot jilbab yang dikenakannya. Ia juga hanya ditawari daging babi untuk makan.

Satu-satunya makanan yang dia miliki selama dua hari terakhir adalah biskuit. Namun, Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi informasi tersebut.

"Penangkapan mendadak seorang perempuan Muslim Amerika, dan perilaku tidak berperikemanusiaan dan tidak sopan dari petugas federal AS, adalah contoh yang jelas tentang bagaimana rezim apartheid memperlakukan warganya yang bukan kulit putih," kata jubir Qasemi.

Hashemi telah tinggal di Iran selama lebih dari satu dekade, menurut berbagai media Iran. Dia telah meliput tentang diskriminasi terhadap perempuan, Muslim, dan warga Afrika-Amerika di AS.

Baca: AS Dilaporkan Tangkap Jurnalis Iran dan Diberi Makan Babi

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SSWN5D
January 16, 2019 at 09:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SSWN5D
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Nilai Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Cilacap Anjlok

Musim angin barat dan gelombang tinggi jadi penyebab aktivitas nelayan tak optimal.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Musim angin barat dan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan aktivitas penangkapan ikan nelayan Cilacap tidak bisa dilaksanakan optimal. Jumlah ikan hasil tangkapan nelayan pun menurun drastis.

Manajer Koperasi Usaha Desa (KUD) Mino Saroyo, Untung Jayanto, dalam kondisi normal, nilai hasil tangkapan nelayan yang dijual di berbagai TPI wilayah Cilacap berkisar antara Rp 12 hingga Rp 13 miliar per bulan. Bahkan pada September 2018 lalu, nilai hasil tangkapan nelayan mencapai Rp 16 miliar.

Namun, pada Desember 2018 saat musim angin baratan mulai berlangsung, nilai hasil tangkapan nelayan Cilacap ini menurun drastis. "Pada bulan Desember 2018 lalu, ikan hasil tangkapan nelayan Cilacap hanya mencapai nilai kisaran Rp 7 miliar. Kemungkinan, turunnya hasil tangkapan nelayan ini akan terus berlangsung pada Januari 2019 ini karena kondisi laut selatan masih didominasi gelombang tinggi," jelasnya, Sabtu (13/12).

Dia menyebutkan, data mengenai nilai hasil yang menurun drastis ini, diperoleh dari catatan data hasi lelang di 9 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dikelola KUD Minosaroyo. "Dari catatan kami, penurunan nilai hasil tangkapan nelayan Cilacap ini berlangsung sejak Oktober 2018 atau awal musim penghujan," jelasnya.

Namun dia memperkirakan, puncak penurunan ikan hasil tangkapan ini akan berlangsung pada Desember 2018 dan Januari 2019. "Pada Bulan Februari dan Maret 2019, kemungkinan ikan hasil tangkapan juga masih belum normal karena masih pada musim angin baratan. Tapi mungkin tidak seburuk Desember-Januari ini," katanya.

Menurutnya, selain kondisi angin baratan yang menyebabkan ikan di perairan selatan Jawa tidak terlalu banyak, juga karena kondisi gelombang tinggi dan badai yang kerap terjadi. Sepanjang Desember dan Januari 2019, gelombang tinggi hingga ketinggian di atas 4 meter kerap terjadi di perairan selatan Jawa.

"Dalam kondisi seperti ini, kebanyakan nelayan memang memilih menghentikan aktivitasnya melaut. Mereka mengisi kegiatan sehari-hari dengan memperbaiki alat penangkap ikan, atau menjadi pekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya," katanya.

Kalau pun ada yang tetap nekat melaut, Untung menyebutkan, biasanya nelayan yang menggunakan perahu kecil jenis jukung. Mereka melakukan pencarian ikan dengan hanya beraktivitas di sepanjang garis pantai.

"Nelayan yang menggunakan peraqhu jukung, berangkat melaut pada waktu sesuai subuh dan pulang sekitar pukul 11-12 siang. Tapi kalau cuaca buruk, mereka tidak akan berani melaut," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FoeWFs
January 13, 2019 at 09:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FoeWFs
via IFTTT
Share: