Showing posts with label 2019 at 08:22PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:22PM. Show all posts

Sunday, May 19, 2019

Pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama Capai 85 Persen

GT Cikarut akan digantikan fungsinya oleh GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Pada musim mudik tahun ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan memindahkan gerbang tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut). GT Cikarut akan ditutup dan digantikan fungsinya di GT Cikampek Utama yang berada di kilometer 70 dan GT Kalihurip Utama di kilometrer 67.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama sudah berfungsi untuk melayani transaksi pengguna jalan tol.

“Saat ini, pembangunan konstruksi GT Cikampek Utama telah mencapai 82,61 persen, sedangkan GT Kalihurip Utama 83,25 persen,” kata Desi usai meninjau lokasi pengganti GT Cikarut, Ahad (19/5).

Dia memastikan pada Kamis (23/5) pukul 00.00 WIB, GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama sudah bisa kembali melayani para pengguna jalan tol. Saat ini, kata Desi, Jasa Marga tinggal menyelesaikan sedikit lagi pekerjaan di gerbang-gerbang satelit.

Nantinya, GT Cikampek Utama berfungsi sebagai GT bagi pengendara yang berasal dari atau menuju Timur yakni Jalan Tol Cikopo-Palimanan. Sedangkan GT Kalihurip Utama dapat digunakan bagi pengendara yang berasal dari atau menuju Selatan yakni Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi.

Dengan begitu, pembayaran pengguna tol tersebut dari Jakarta ke arah timur berada di GT Cikampek Utama. Sedangkan bagi yang ke arah selatan pembayaran dilakukan di GT Kalihurip Utama dan di Dawuan kilometer 68. “Jika pada tahun lalu tadinya Cikarut menahan full traffic dari Jakarta, sekarang sudah dibagi dua,” tutur Desi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis pemindahan GT Cikarut membuat pelayanan untuk pemudik meningkat. Sebab, kata Budi, jumlah gardu menjadi sekitar 30 dan bertambah dua kali lipat.

“Dengan gardu yang ada lalu dengan traffic yang cuma 55 persen ke arah timur karena yang 45 persen sudah keluar di GT Kalihurip Utama. Jadi layanannya akan maksimal,” ungkap Budi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QefIY3
May 19, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QefIY3
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

Hilal tak Terlihat di Padang karena Tertutup Awan

BMKG dan Kemenag menyatakan hasil pengamatan hilang di Padang tertutup awan

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang Irwan Slamet menyatakan hasil pengamatan hilal untuk penentuan awal Ramadhan di Padang tak terlihat karena tertutup awan. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang bersama Kementerian Agama Sumatra Barat.

"Berdasarkan hasil hisab posisi hilal sudah di atas lima derajat, namun cuaca di Padang hujan sehingga tak bisa dilihat karena terhalang awan ," kata Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang Irwan Slamet di Padang, Ahad (5/5).

Ia menyampaikan itu usai melakukan rukyatul hilal di di Tempat Evakuasi Sementara Nurul Haq Jondul IV Parupuk Tabing. Irwan menjelaskan berdasarkan hasil hisab yang dilakukan oleh BMKG, waktu konjungsi ijtimak terjadi pada Ahad (5/5), pukul 05.45 WIB tepat pada posisi 44,180 derajat Celsius.

Waktu terbenam Matahari pada Ahad (5/5) terjadi paling awal di Merauke, Papua yakni pukul 17.29 WIT dan paling akhir terjadi di Sabang Aceh pada pukul 18.46 WIB. Ia menjelaskan dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum waktu Matahari terbenam, Ahad (5/5). 

Maka bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuan awal Ramadhan 1440 Hijirah otomatis pelaksanaan rukyatul hilal dilaksanakan setelah Matahari terbenam pada Ahad (5/5). Untuk ketinggian hilal pada saat Matahari terbenam berkisar 4,52 derajat Celsius di Jayapura sampai dengan 5,75 derajat Celsius di Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, Sumbar.

Di Sumatra Barat, Matahari terbenam paling awal pada pukul 18.13 WIB di daerah Sungai Dareh dan Padang Aro, sedangkan terakhir pukul 18.21 WIB di Simpang Ampek. Dia mengatakan jika cuaca tidak hujan hilal akan terlihat selama 23 menit di Padang, akan tetapi karena cuaca hujan sehingga terhalang awan.

Ketua Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Sumbar Asasriwarni mengatakan berdasarkan hisab disepakati hilal itu ada ketika ketinggian minimal dua derajat Celsius."Artinya kalau sudah lima derajat dapat dinyatakan Ramadhan telah masuk dan puasa dilaksanakan esok hari," katanya.

Kepala Kantor Kemenag Sumbar Hendri menyampaikan hasil pengamatan langsung dilaporkan kepada sidang isbat yang digelar Kementerian Agama di Jakarta."Untuk penentuan kapan 1 Ramadhan 1440 Hijriah kita tetap menunggu hasil sidang," ujarnya.

Sidang isbat diikuti pakar dan akademisi yang menguasai metode hisab dan rukyat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan ormas Islam. Ia mengimbau masyarakat melaksanakan puasa Ramadhan berdasarkan keputusan yang ditetapkan pemerintah pada malam ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UXdKfn
May 05, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UXdKfn
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Lombok Barat Sebut Belum Perlu Keluarkan Suket

Bagi warga kita yang belum melakukan perekaman, tinggal datang ke Dukcapil.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menilai belum perlu mengeluarkan surat keterangan (suket) bagi warga Lombok Barat yang akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu.

"Pada prinsipnya kita sebisa mungkin, tidak mengeluarkan suket. Bagi warga kita yang belum melakukan perekaman, tinggal datang ke Dukcapil atau Kantor Camat untuk rekam, KTP-nya sudah bisa langsung jadi," ujar Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Barat Muridun di Lombok Barat, NTB, Ahad (7/4).

Muridun memastikan Dinas Dukcapil Lombok Barat telah siap melayani administrasi kependudukan warga, terutama untuk melakukan perekaman sebagai dasar terdaftarnya seseorang sebagai warga negara Indonesia. "Saat ini kita sudah siapkan blanko KK dan kartu. Selama tidak ada gangguan server, KTP sudah bisa langsung jadi," kata Muridun.

Muridun menyampaikan Dinas Dukcapil Lombok Barat telah membagikam hampir 19 ribu keping KTP yang sebelumnya dicetak langsung ke Jakarta. Penggunaan suket dalam pemilu yang akan berlangsung 17 April merupakan putusan Mahkamah Konstitusi yang menyidangkan gugatan atas Pasal 348 ayat 9 dengan Nomor Pekara 20/PUU-XVII/2019 yang dilayangkan oleh banyak pihak.

Muridun menyebutkan, secara nasional, lebih dari 189 juta jiwa telah melakukan perekaman dan tinggal dua persen saja yang belum melakukan perekaman.

"Di Kabupaten Lombok Barat, capaiannya per Maret 2019 tinggal lima persen yang belum rekam dari total wajib KTP yang berjumlah 522.786 jiwa," ucap Muridun.

Untuk itu, Muridun mengimbau warga Lombok Barat yang belum melakukan perekaman segera datang untuk kepentingan tersebut.

"Kita sendiri setahun terakhir ini melakukan pelayanan sampai malam hari. Jadi kalau ada warga yang merasa punya kesibukan di siang hari, silahkan datang ke Dukcapil setiap malam sabtu dan malam minggu. Kami jamin, perekaman bisa langsung menerima KTP," janji Muridun.

Pelayanan malam hari itu, kata Muridun, dilakukan untuk memaksimalkan cakupan kepemilikan adminduk. "Untuk Wilayah V yang mencakup Bali, Nusa Tenggara dan Papua, hanya Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa yang melakukannya," lanjut Muridun.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid meminta Dinas Dukcapil Lombok Barat mengejar proses perekaman. Fauzan mengaku menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa turun melakukan sosialisasi. Kata Fauzan, per Maret 2019, terdapat 49.618 warga Lombok Barat yang belum melakukan perekaman.

"Bagi warga yang sudah rekam lewat kecamatan, kupon perekamannya diserahkan segera lewat desa biar distribusi KTP yang sudah jadi bisa lebih efektif dengan kolektif di masing-masing desa," kata Fauzan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uOhzJf
April 07, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uOhzJf
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Saran Bonucci, Kean tak Cepat Besar Kepala

Bonucci optimistis akan masa depan Moise Kean.

REPUBLIKA.CO.ID, UDINE -- Bek tim nasioanl Italia sekaligus pemain Juventus Leonardo Bonucci memberikan saran kepada rekan mudanya, Moise Kean. Dia berharap Kean tidak cepat puas dengan performa gemilangnya saat ini setelah mengantarkan Italia menaklukkan Finlandia, Ahad (24/3) dini hari WIB di Stadion Friulli.

Pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa tersebut, Italia mengalahkan Finlandia dengan skor telak 2-0. Dua gol Gli Azzurri dilesakkan Nicolo Barella dan Moise Kean. Nama yang tersebut akhir itu mencetak gol pamungkas di babak kedua. Sebagai informasi, itulah gol pertama yang diberikan Kean di timnas Italia.

''Dia (Kean) memiliki kualitas dan kekuatan. Jadi satu-satunya elemen yang dia butuhkan adalah kerendahan hati dan fokus untuk terus belajar dari orang-orang di sekitarnya,” kata Bonucci kepada Rai Sport, dikutip Football Italia, Ahad (24/3).

Kean tercatat baru dua kali membela timnas yang adalah juara dunia 2006 itu. Pertama kalinya adalah ketika November 2018 lalu. Kean mulai mendapat tempat di timnas senior sejak kursi pelatih ditempati Roberto Mancini.

Bonucci yang sudah berpengalaman sebagai pemain senior memandang optimistis masa depan Kean. Kean dianggap punya segalanya untuk tumbuh menjadi pemain bintang. Hanya saja, kata dia, Kean harus terus berlatih dan disiplin dalam bersikap.

Selain itu, mantan pemain Inter Milan dan AC Milan tersebut juga meminta semua pemain Italia tidak terlalu larut dalam euforia kemenangan Italia atas Finlandia. Menurut Leo, masih banyak sekali rintangan yang bisa menghadang Italia.

Kini Italia dalam misi besar mengembalikan jati diri sebagai negara sepak bola yang disegani di Eropa dan bahkan dunia. Italia sempat meredup karena tidak lolos ke Piala Dunia 2018 lalu. Sekarang, mereka bertekad untuk bangkit di Piala Eropa 2020.

''Masih ada beberapa hal yang harus dikerjakan,'' ujar Bonucci.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2USgICF
March 24, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2USgICF
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Petani Jagung di Tanah Laut Kalsel Suka Cita Sambut Panen

Dengan kadar air 28-30 persen jagung di Tanah Laut dibeli pengepul seharga Rp 3.500

REPUBLIKA.CO.ID, TANAH LAUT -- Para petani jagung di Desa Tajau Pecah,Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sedang bersuka cita menyambut panen di awal Februari 2019 ini. Tak hanya panen yang melimpah, harga pembelian  menguntungkan sehingga membuat senyum petani kian merekah.

Dengan kadar air 28-30 persen jagung di desa ini dibeli oleh pengepul seharga Rp 3.500. Hasil panen tersebut nantinya akan dijual ke perusahaan pakan ternak. Angka tersebut melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp 3.250 dan break event point (BEP) dari petani sebesar Rp 2 ribu.

Petani jagung di Desa Tajau Pecah, Thomas mengaku senang dengan harga yang ditawarkan oleh pengepul. Angka tersebut bisa meningkat menjadi Rp 5.300 – 5.500 jika kadar airnya 16-17 persen.

Thomas yang juga Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rukun Karya ini menambahkan, kelompoknya memiliki lahan jagung 120 ha dengan produktivitas 8 ton/ha.

“Sekali panen Saya terima bersih sekitar Rp 7 juta. Saya punya lahan 6 ha. Setahun tanam dua kali,” kata Thomas.

Untuk itu, Thomas menawarkan siapa saja yang membutuhkan jagung, bisa datang ke lahannya. Meski harga sudah dirasa cukup baik, Thomas berharap adanya bantuan dari pemerintah pusat berupa mesin pengering jagung supaya bisa membantu menurunkan kadar air jagung.

"Disini belum ada dryer, makanya kami masih kesulitan untuk menekan kadar air hasil panennya hingga 16-17 persen. Sedangkan di desa ini ada luasan panen 1.200 ha," ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultra dan Perkebunan Kab Tanah Laut, Ahmad Mustadi saat melakukan kunjungan ke Desa Tajau Pecah, Kalsel, Jumat (1/2) mengatakan, prakiraan luas panen jagung di Kabupaten Tanah Laut khusus di minggu keempat Januari sekitar 331 ha dengan produksi pipilan 2.015 ton pipilan kering (PK).

Sedangkan pada Februari 2019, petani jagung baru mulai panen raya dan diperkirakan akan ada panen seluas 2.441 ha dan produksi 14.646 ton PK; dan Maret 2019 sekitar 8.507 dengan produksi 55.295 ton PK.

"Bahkan April 2019 masih ada dengan luas skitar 3 ribuan dan produksi 18 ribu ton PK," tambahnya.

Ahmad berterima kasih atas beragam bantuan dari pusat mulai dari  benih, pupuk, herbisida yang  diberikan pada para poktan di Kabupaten Tanah Lauh. Meski begitu dirinya dan petani jagung Kab Tanah Laut tetap berharap diberikan mesin pengering dan HPP minimal Rp 3.500.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GiakQC
February 03, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GiakQC
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 29, 2019

In Picture: 157 Warga Dirawat di RSU Tangsel Akibat Terjangkit DBD

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Petugas memeriksa pasien demam berdarah (DBD) di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tanggerang Selatan, Banten, Selasa (29/1).

Dari data RSU Kota Tangsel sejak Oktober 2018 hingga minggu ketiga Januari 2019, ada sekitar 157 warga Tangsel yang dirawat di RSU Tangsel karena positif DBD.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RXlcKY
January 29, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RXlcKY
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Kerugian Bencana Sukabumi Capai Rp 21 Miliar

Nilai kerugian ini dihitung dari jumlah rumah, bangunan dan fasilitas umum yang rusak

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat kerugian akibat bencana alam dari Januari hingga November 2018 mencapai Rp 21 miliar.

"Untuk Desember 2018 masih dalam perhitungan karena di bulan tersebut angka kejadian bencana cukup tinggi salah satunya bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok yang meluluh lantahkan satu kampung," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman di Sukabumi, Sabtu(26/1).

Adapun rincian jumlah kerugian setiap bulannya, pada Januari sebesar Rp 4.482.500.000, Februari Rp 1.105.000.000, Maret Rp 3.264.000.000, April Rp 1.915.000.000, Mei Rp 1.254.000.000, Juni Rp 653.000.000, Juli Rp 2.840.000.000, Agustus Rp 1.770.000.000, September Rp 477.000.000, Oktober Rp 1.630.000.000 dan November Rp 2.502.000.000.

Menurutnya, nilai kerugian ini dihitung dari jumlah rumah, bangunan dan fasilitas umum lainnya yang rusak. Selain itu, pada tahun lalu jumlah kejadian bencana per November ini sebanyak 725 kejadian.

Selama 2018, kejadian bencana paling banyak terjadi adalah tanah longsor dengan 353 kasus disusul dengan angin kencang. Sementara, untuk warga yang terdampak bencana sebanyak 444 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.510 jiwa.

Untuk jumlah korban meninggal dunia hingga November sebanyak tiga orang dan terluka enam orang. Namun jika ditambah dengan kejadian longsor d Kampung Garehong jumlah warga yang meninggal menjadi 35 orang dan satu hilang.

"Awal 2019 pun sudah terjadi puluhan kejadian bencana yang tersebar di berbagai kecamatan, namun untuk jumlah kerugian akibat bencana ini masih dalam perhitungan," tambahnya.

Eka mengatakan pada awal tahun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah merilis prakiraan cuaca dan imbauan bahwa curah hujan cukup tinggi yang bisa berpotensi terjadinya bencana. Maka dari itu, pihaknya sudah menyiagakan relawannya di seluruh kecamatan untuk selalu bersiaga antisipasi terjadinya bencana untuk meminimalisasikan dampaknya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CMJc8Z
January 26, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CMJc8Z
via IFTTT
Share:

Thursday, January 24, 2019

Ridwan Kamil: Foto Bisa Menghilangkan Stres

Emil menuturkan foto hasil jepretan menggunakan kamera saku pernah juara kontes foto.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan ada dua cara yang dilakukannya untuk menghilangkan rasa stres. Salah satunya, dengan berburu objek-objek menarik dan mengabadikannya melalui bidikan lensa kamera atau fotografi.

"Saya juga hobi fotografi, saya kalau mumet, stres, biasanya hunting foto dan akhirnya ngedit-ngedit foto dan dan foto itu bisa menghilangkan stres saya," kata Gubernur Emil seusai Pameran Foto Arke Kilas Balik Jabar 2018 di Gedung Antara Biro Jawa Barat Jalan Braga Nomor 25 Kota Bandung, Kamis (24/1).

Emil menuturkan foto hasil jepretan menggunakan kamera saku berhasil menjuarai sebuah kontes foto yang diadakan oleh Harian Kompas. "Saya pernah menang kontes foto Kompas dulu, itu hadiahnya bikin saya ke Jepang dan motretnya pakai kamera pocket. Itu menandakan enggak harus canggih kameranya yang penting momentumnya," kata dia.

Ia menuturkan salah satu foto terbaik yang pernah dihasilkannya adalah foto tentang Masjid Al Irsyad di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung. "Foto favorit saya itu waktu saya motret Masjid Al Irsyad, lagi shalat cahayanya datang di waktu Ashar. Karena Masjid Al Irsyad itu mihrabnya terbuka maka cahaya Ashar itu menyebabkan black light," kata dia.

"Sehingga pesannya di mata Allah SWT, tidak ada kopral, jenderal, direktur, itu hanya individu yang berkomunikasi dengan Allah," lanjut dia.

Ia mengatakan sebuah foto bagi dirinya bukan sekedar rangkaian cahaya yang tertangkap lensa kamera oleh seorang fotografer. "Bagi saya foto itu adalah cerita, foto itu adalah momentum dan terkadang kita sering melewatkan momentum bagus dan luput dari jepretan lensa kamera," kata dia.

Karena itu, ia menyambut baik dipamerkannya 44 foto karya pewarta foto Antara dalam Pameran Foto Arke Kilas Balik Jabar 2018 di Gedung Antara Biro Jabar Jalan Braga Nomor 25 Kota Bandung. "Saya meyakini foto yang dipamerkan ini akan sangat luar biasa dan hari ini semua orang pada dasarnya bisa menjepret foto. Semoga pameran foto ini bisa diadakan setiap tahun," kata Emil.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FPo7z1
January 24, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FPo7z1
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Koordinasi Jadwal Jokowi, Ketua TKN Temui KSP

TKN tidak ingin ada pihak yang menuding jika Jokowi menyalahi aturan kampanye.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Tohir mendatangi Kantor Staf Presiden di Bina Graha Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengenai agenda Presiden Joko Widodo. TKN tidak ingin ada pihak yang menuding jika Jokowi menyalahi aturan kampanye.

"Biar bagaimanapun saya harus meminta jadwal Presiden. Maksudnya beliau Senin sampai Kamis sebagai Presiden dan Jumat, Sabtu, dan Minggu sebagai calon presiden," kata Erick, Selasa (22/1).

MenurutNYA, koordinasi itu untuk menyelaraskan jenis kunjungan Presiden Jokowi apakah bertindak sebagai kepala negara atau sebagai calon presiden. Selain itu, Erick menjelaskan ada pihak yang melaporkan ke Bawaslu mengenai sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh Jokowi dituding menyalahi aturan kampanye.

Erick menyebutkan beberapa acara itu, antara lain, pertemuan alumni Universitas Indonesia dengan Capres Nomor Urut 01 di Gelora Bung Karno, Sabtu (12/1), serta penyiaran visi presiden di stasiun televisi. "Padahal, boleh lho. Kalau visi presiden boleh, yang enggak boleh itu memaparkan visi dan misi sebagai capres. Kemarin pidato kebangsaan Pasangan Calon Nomor Urut 02 'kan disiarkan oleh beberapa televisi. Itu yang tidak boleh," ujar Erick.

Menurut Erick, dalam siaran Visi Presiden, Jokowi memaparkan capaian kerja pemerintah selama 4 tahun dengan kapasitasnya sebagai Presiden RI. Ketua TKN pun menegaskan bahawa Capres Jokowi tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk kampanye.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AYOa2o
January 22, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AYOa2o
via IFTTT
Share:

Thursday, January 10, 2019

KPU: Prabowo-Sandiaga Ajukan Perubahan Visi-Misi Pilpres

KPU masih mendiskusikan apakah perbaikan ini masih diperkenankan atau tidak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan ada informasi yang menyebut adanya pengajuan perbaikan visi dan misi dari Paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. Meski demikian, KPU belum bisa mengungkapkan secara konkret perubahan visi misi tersebut.

"Ada informasi memang (visi, misi) masuk. Tetapi saya belum melihat barangnya dan tidak mengetahui penyerahannya dengan cara apa, kapan," ujar Pramono ketika dihubungi wartawan, Kamis (10/1).

Pramono mengakui tidak secara langsung bertemu dengan tim yang menyerahkan perbaikan visi dan misi capres-cawapres nomor urut 02 itu. "Saya tidak bisa memberikan informasi penyerahannya apakah di sana (di Hotel Bidakara, Jakarta, saat pertemuan persiapan debat pertama pilpres) atau lewat email atau lewat apa saya tidak tahu," tambah Pramono.

Menurut dia, KPU masih mendiskusikan apakah perbaikan ini masih diperkenankan atau tidak. Sebab dokumen visi dan misi adalah bagian dari pendaftaran capres-cawapres.

"Itu masih kami diskusikan boleh atau tidak sesuai dengan aturan. Sebab kan hal tersebut (Visi-Misi) bagian dari cara pendaftaran," tambah Pramono.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan para kandidat capres-cawapres tidak boleh memperbaiki visi-misi jika sudah masuk masa debat publik Pemilu 2019. Menurut Arief, masing-masing tim pasangan capres-cawapres sudah menyerahkan visi-misi pada saat pendaftaran sebagai peserta pemilu.

"Kami ingin menyampaikan kalau misalkan ada yang mau direvisi dipersilahkan. Tapi, harapan kami kalau mau direvisi jangan sampai pada saat debat atau setelah debat baru direvisi. Kenapa ? Karena penting untuk menginformasikan kepada masyarakat visi dan misi masing-masing capres-cawapres itu apa," jelas Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, April 2018 lalu.

Menurut Arief, jika revisi terhadap visi-misi dilakukan setelah debat selesai, maka masyarakat malah justru mendapatkan informasi yang sudah lama dari capres-cawapres. "Sebaiknya kalau mau direvisi, setidaknya satu hari sebelum debat dilaksanakan. Jadi masyarakat ketika para calon sedang berdebat itu sudah mendapatkan informasi yang baru," tegas Arief.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D3aKbP
January 10, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D3aKbP
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Terkait VFS Tasheel, Kemenag: Legalitasnya Bukan dari Kita

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kementerian Agama (Kemenag) belum memutuskan akan mengambil sikap terhadap keberadaan Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel yang legalitasnya dipertanyakan. 

Saat ini, izin operasional VFS Tasheel izin adalah kewisataan yang izinnya dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), bukan izin untuk melakukan perekaman data rakyat Indonesia yang ingin berangkat ke tanah suci.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Arfi Hatim, mengatakan tidak memberikan jawaban seperti apa yang akan dilakukan Kemenag terkait VFS Tasheel yang legalitas tidak sesuai peruntukan.

Menurutnya masalah legalitasnya yang harus dimiliki VFS Tasheel bukan urusan Kemenag. "Legalitasnya bukan dari Kemenag," singkat Arfi menjawab pertanyaan Republika, Ahad (6/1).  

Ditanya kemungkinan konferensi pers dengan VFS Tasheel, dia mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. 

"Kami sedang koordinasi dengan instansi lain terkait hal itu," kata di. 

Saat dihubungi secara terpisah Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji khusus, Noer Alya Fitra, mengatakan Kemenag melalui Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian sedang melakukan komunikasi dengan BKPM. 

"Kami sudah konsultasikan ke BKPM tentang masalah ini, mereka sedang telaah dengan unit terkait dan akan ada pertemuan membahas legalitas ini," katanya. 

Meski VFS Tasheel legalitasnya tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di Indonesia, sementara ini, kata Noer Alya Fitra, jamaah harus biometrik ke Tasheel. 

“Jika jamaah tidak mau, ya nggak apa-apa berarti nggak berangkat umrah," kata Alya menyarankan. 

Fauzi, pejabat VFS Tashel Makasar memastikan sudah bukan saatnya menanyakan legalitas VFS Tasheel yang sudah tiga pekan lebih bekerja merekam sidik jari dan airismati jamaah umrah. 

"Saya rasa legalitasnya semua sudah ok. Apalagi itu urusan Kerjaan Arab Saudi dengan Pemerintah Indonesia," katanya.

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sb6fp4
January 06, 2019 at 08:22PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sb6fp4
via IFTTT
Share: