Showing posts with label 2018 at 01:12PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 01:12PM. Show all posts

Tuesday, November 20, 2018

Didier Deschamps Puji Griezmann, Ada Apa?

Griezmann memberi peluang Giroud yang sedang paceklik gol untuk mengeksekusi penalti.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pelatih Prancis Didier Deschamps memuji sikap Antoine Griezmann. Sang penyerang melakukan tindakan terpuji di balik kemenangan 1-0 Les Bleus atas Uruguay.

Bukan Griezmann pencetak satu-satunya gol dalam duel yang berlangsung di Stade de France, Rabu (21/11) dini hari WIB. Tapi Olivier Giroud.

Giroud merobek jala tim tamu lewat tendangan penalti pada menit ke-52. Sebenarnya, Griezmann algojo utama skuat Ayam Jantan.

Namun, striker Atletico Madrid ini malah memberikan kepada rekannya. Griezmann paham Giroud sedang paceklik gol.

"Kami memiliki situasi di mana dia ingin membantu Giroud. Momen ini menunjukkan semangat luar biasa dan rasa kerja sama dalam tim," kata Deschamps dikutip dari Four Four Two.

Sejauh musim ini berjalan, Giroud belum menunjukkan ketajamannya. Bomber 32 tahun itu baru mencetak sebiji gol untuk Chelsea dari 12 laga di berbagai ajang.

Beruntung eks Arsenal itu masih dipanggil timnas. Demi menaikkan kepercayaan diri Giroud, Griezmann memberikan jatah tendangan penalti.

Menurut Deschmps, Griezmann contoh pesepak bola yang selalu mengutamakan kekompakan tim. "Bahkan dalam pertadingan sulit melawan Belanda, dia berusaha keras. Dia memberikan semua yang dia bisa," ujar mantan gelandang Juventus ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A9sdfV
November 21, 2018 at 01:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A9sdfV
via IFTTT
Share:

Sejumlah Tokoh Muslim Boikot Pertemuan dengan PM Australia

Perdana Menteri Australia menyebut Islam radikal ancaman terbesar keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri Australia, Scott Morrison telah menuduh sejumlah tokoh-tokoh senior Muslim memboikot petemuan dengan dirinya. Boikot itu terkait dengan komentar PM Morrison soal serangan teror di Melbourne.

PM Morrison direncanakan bertemu dengan beberapa pimpinan komunitas Muslim pada pekan ini dalam sebuah diskusi untuk membicarakan insiden yang menewaskan dua orang, 9 November lalu. Beberapa hari setelah serangan terjadi, PM Morrison menyebutnya "Islam yang radikal, keras, dan ekstrem" menjadi ancaman terbesar bagi kemanan nasional Australia.

Kelompok pemimpin Muslim yang terdiri dari sembilan orang, termasuk mufti tertinggi sendiri menyatakan kekecewaannya atas komentar PM Morrison. Mereka juga meminta pertemuan ditunda sampai adanya penyelesaian atas keberatan mereka.

"Pernyataan-pernyataan ini tidak mencapai apapun untuk mengatasi masalah sebenarnya, tetapi justru telah mengasingkan sebagian besar komunitas Muslim," tulis kelompok pemimpin Muslim.

Dalam serangkaian unggahan di laman Twitternya, PM Morrison mengatakan pemboikotan pertemuan tersebut sebagai "upaya penyangkalan" yang berlanjut dari para pemimpin Muslim, yang membuat komunitasnya "kurang aman dan lebih rentan".

"Pertemuan ini akan berlanjut dengan mereka yang ingin menangani masalah ini dengan serius, bukan sebaliknya," katanya di Twitter.

Awal bulan ini, Hassan Khalif Shire Ali menikam tiga orang di CBD Melbourne, termasuk menewaskan pemilik restoran terkenal, Sisto Malaspina. Hassan meninggal di rumah sakit karena luka tembak.

Berbicara setelah kejadian itu, PM Morrison tidak mengatakan kesehatan mental sebagai "alasan" insiden tersebut.

"Dia adalah seorang teroris. Dia adalah teroris ekstremis radikal yang menikam pisau ke warga Australia lainnya, karena dia telah diradikalisasi di negara ini," kata PM Morrison.

Ia juga mengatakan ingin agar para imam untuk memberi perhatian lebih besar kepada orang-orang yang berisiko teradikalisasi dan meminta mereka untuk melaporkan kekhawatiran kepada pihak berwenang. Dalam surat pernyataan, para pemimpin senior Muslim mengatakan PM Morrison "menyimpulkan bahwa komunitasnya secara kolektif bersalah atas tindakan kriminal yang dilakukan seorang individu".

"Untuk mengadakan sebuah pertemuan berarti yang akan menghasilkan hasil yang positif, peserta harus yakin bahwa pandangan dan kekhawatiran mereka akan benar-benar dihormati dan pertemuan ini tidak akan digunakan untuk menekankan sentimen bahwa komunitas Muslim tidak valid dan memecah-belah," tulis mereka.

"Tujuan pertemuan itu tidak menyatakan keyakinan seperti itu."

ABC mendapatkan informasi jika 10 kelompok masih akan menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Kamis (22/11).

Simak laporannya dalam bahasa Inggris di sini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tw6jMD
November 21, 2018 at 01:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Tw6jMD
via IFTTT
Share: